Just The Way You Are Part 5

Title :: Just The Way You Are Part 5

Author :: Hyunhae

Genre :: Romance, Friendship, Family

Length :: Chaptered

Rating :: PG-13

Main Cast :: Kang Minhyuk of CN Blue, Kim Seoeun (OC)

Other Cast :: Member of CN Blue, Lee Joonhyuk, Lee Haejin (OC)

Disclaimer :: This story and plot is mine

a/n :: tahu Lee Joonhyuk? Jaksa tampan di city hunter..dan ini juga dipublish di blog pribadi saya,, happy reading..maaf untuk typo..

Previous Part :: [Part 1] [Part 2] [Part 3] [Part 4]

―――――――――――――――――――――――――――――――――

Seoeun POV

“Eh? Joonhuk oppa?” tanyaku lewat intercom. Mau apa dia ke sini?

“Ne, ini aku. Bisa kau buka pintunya Seo~ya?” kata Joonhyuk oppa. Oh iya, lupa dibuka saking kagetnya akan kedatangannya yang tiba-tiba.

“Oppa, kau kenapa ke apartemenku?” tanyaku begitu membuka pintu.

“Aku mau bertamu, tidak boleh?” tanyanya.

“Oh, boleh oppa, silahkan.” Aku langsung menyingkir dan memberi jalan untuknya masuk. Setelah menggunakan sandal rumah memang tersedia ia langsung masuk.

“Silahkan duduk oppa. Mau minum apa?” tanyaku.

“Apa saja boleh asal tidak beracun.” Jawabnya sambil tertawa. Ish, dia masih saja suka bercanda padaku.

“Ish oppa, nanti ku kasih racun kucing deh.” Kataku sambil berjalan menuju dapur.

“Eh? Memangnya ada racun kucing?” tanyanya.

“Molla, aku hanya asal bicara saja kok.” Celetukku dari dapur. Haha, rasakan kau oppa.

“Waaa, Seo~ya, kau sekarang sudah bisa meledekku balik ya? Daebak! Siapa yang mengajarkanmu?” tanyanya saat aku memberikan secangkir cappuccino padanya.

“Konsumsi cappuccino mu berkurang atau bertambah?”  tanyanya. Ia masih ingat kebiasaanku minum cappuccino? Oppa, kenapa kau masih mengingat kebiasaanku?

“Sepertinya bertambah oppa. Molla, aku juga tidak terlalu memperhatikan, hanya saja memang selalu tersedia cappuccino di apartemenku, kalau stoknya tinggal sedikit maka aku akan langsung membelinya.” Jawabku. Ia mengangguk.

“Kau tidak pergi ke mana-mana?” tanyanya. Kenapa ia bertanya begitu?

“Ani, aku tidak punya rencana. Aku sebenarnya ingin mengajak Haejin jalan-jalan, bersenang-senang, tapi kupikir ia akan menghabiskan waktu bersama oppa makanya aku tidak jadi menghubunginya, eh ternyata oppa malah terdampar di sini.” Sahutku.

“Haejin sepertinya punya acara, aku tidak tahu ke mana. Makanya lebih baik aku menemuimu saja. Kita sudah lama tidak bertemu, dan kemarin saat kau menjemputku kita hanya berbincang sebentar. Mumpung aku masih belum sibuk jadi lebih baik kumanfaatkan untuk bertemu denganmu.” Jelasnya. Kemana si Haejin? Kalau ia mau main kenapa ia tidak mengajakku?

“Seo~ya…” panggil Joonhyuk oppa.

“Ne, oppa? Waeyo?” tanyaku. Ia malah menatapku.

“Bogoshippo.” Katanya. Tubuhku menegang mendengarnya. Joonhyuk oppa merindukanku? Apa-apaan ini? kenapa oppa berkata begitu? Aku sudah lama tidak mendengarnya mengatakan kata itu.

“Mwo?” tanyaku. Oke, aku merasa telingaku salah dengar.

“Bogoshippo Seo~ya, jeongmal bogoshippo.” Ulangnya. Aku tahu ia serius, aku bisa melihat dari tatapan matanya padaku saat mengatakan itu.

“Oppa? Kau bicara apa sih?” lirihku, oke, kenapa aku masih berdebar-debar saat mendengarnya mengatakan itu? ya tuhan, kenapa perasaanku padanya jadi seperti ini? seharusnya aku tidak berdebar lagi kan? Tapi kenapa saat ia mengatakan hal itu aku menjadi berdebar-debar, dan debarannya makin kencang seiring dengan tatapannya padaku yang semakin mengunci pandanganku. Astaga.

“Aku serius, Seo~ya. Kau tidak merindukanku?” tanyanya. Eh?

“Eh? Naega? Tentu saja aku merindukanmu, Haejin kan juga merindukanmu oppa.” Jawabku. Oke, aku makin berdebar-debar.

“Kau tahu pasti bukan rindu yang seperti itu maksudku Seo~ya.”

“Oppa, aku…” ucapanku langsung terhenti saat ia menepukkan kedua tangannya dengan heboh.

“Ah ya, bagaimana kalau kita jalan-jalan. Daripada kau bosan di apartemen saja, mumpung aku sudah di sini juga. Kau mau kan? Kajja.” Ajaknya sambil menarik tanganku untuk berdiri.

“Oppa…” panggilku sambil menahan tangannya sampai ia menoleh padaku.

“Wae?” tanyanya tanpa melepas tangannya dari tanganku. Aku langsung melirik ke pakaianku yang sangat tidak layak kalau mau dipakai untuk berjalan-jalan.

“Ah, mian. Yasudah, kau ganti pakaian dulu sana. Aku tunggu di sini. Ppalli.” Suruhnya sambil melepas tangannya dan mendorongku ke dalam.

“Oppa, kajja, aku sudah siap.” Kataku begitu keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah layak dipakai untuk berjalan-jalan.

“Okey, kajja.” Sahutnya sambil meraih tanganku dan menggenggamnya kemudian menarikku untuk mengikuti langkahnya. Omo omo, jantungku, jantungku kacau karena ia menggenggam tanganku.

“Kita mau kemana oppa?” tanyaku saat kami sudah berada di mobil.

“Lotte World. Aku sudah lama tidak ke sana. Terakhir saat pergi denganmu sebelum kita berpisah. Otte?” tanyanya. Eh? Ia tidak pernah pergi ke sana setelah pergi denganku? Aigoo, itu kan sudah lama sekali setahun lebih.

“Eh? Lotte World? Oppa yakin? Nanti tidak ketahuan?” tanyaku tidak yakin, yah mengingat profesinya.

“Gwaenchana, tidak akan ada yang tahu, kan semua orang mengira aku masih di Kanada, manajerku saja tidak tahu aku sudah kembali. Ia tahunya aku akan kembali tiga hari lagi. Aku sengaja kembali diam-diam. Jadi kau tenang saja okey.” Jawabnya lalu mengacak-acak rambutku, aish ia masih senang mengacak rambutku. Aigoo, artis macam apa dia? Bisa-bisanya bersikap santai begini.

Aku hanya menurut sajalah apa katanya. Terserah yang penting aku aman dan tenang saat pergi bersamanya. Yah biar bagaimanapun aku tidak memungkiri ia artis yang terkenal dan tampan dan kuyakin fansnya tidak sedikit. Dan akhirnya kami menghabiskan sisa perjalanan menuju Lotte World dengan diam.

“Yapp sampai.” Katanya. Ah akhirnya kami benar-benar terdampar di sini. Okey,  sepertinya aku akan banyak teringat kenangan kami dulu saat masih bersama. Oh Haejin, aku lupa, dia ke mana sih? Tidak mengabariku sama sekali. Ah lebih baik aku telepon dulu, sekalian memberitahu aku sedang bersama oppanya tercinta. Langsung saja ku tekan nomernya menunggu diangkat.

“Kajja.” Kata Joonhyuk oppa sambil menarik tanganku, ish padahal aku sedang menelepon Haejin.

“Oppa, aku mau menelepon Haejin dulu.” Kataku.

“Sudah teleponnya nanti saja, kita bersenang-senang dulu. Kajja Seo~ya.” Katanya lagi. Aish terpaksa kumatikan teleponku yang belum diangkat oleh Haejin. Nanti sajalah kuhubungi dia lagi. Lebih baik sekarang kami bersenang-senang saja.

Minhyuk POV

TING TONG TING TONG

“Hyuk, bukakan dong pintunya.” Suruh Jonghyun hyung. Eh? Apa-apaan ini? kenapa aku yang di suruh? Padahal kami semua sedang berkumpul menonton TV dan ada magnae, kenapa aku yang disuruh?

“Shiroe, Kau saja hyung, atau Jungshin, dia kan magnae.” Jawabku.

TING TONG TING TONG

“Tidak ada pengaruh magnae atau bukan dan lagi kau yang paling dekat dengan pintu. Sudah bukakan sana, ppalli.” Titah Yonghwa hyung. Menyebalkan! Langsung saja aku berjalan menuju pintu sambil menghentakkan kaki kesal.

TING TONG TING TONG

Ya ampun, siapa sih tidak sabaran sekali. Eh? Haejin noona? Ia bersama Seoeun noonakah?

“Hyung, noona datang.” Teriakku.

“Siapa? Hyungmu yang mana?” teriak Jonghyun hyung. Mereka babo ya, siapa lagi yang suka datang tidak jelas sambil membunyikan bel dengan sadis kalau bukan Haejin noona. Ck.

“Yonghwa hyung, yeojamu datang.” Teriakku memperjelas, lalu membukakan pintu untuknya. Noona langsung masuk dan mencopot sepatunya dengan sandal rumah.

“Annyeong Minhyukkie, kau lama sekali tadi membukanya.” Kata noona begitu masuk.

“Noona, jangan mulai mengajak ribut denganku.” Kataku malas. Eh? Noona sendirian ya? Kok aku tidak melihat ada Seoeun noona? Biasanya mereka akan datang bersama ke sini.

“Noona…” panggilanku pada Haejin noona terputus begitu melihat ia sudah bersama dengan Yonghwa hyung, huh, padahal aku ingin menanyakan keberadaan Seoeun noona.

“Wae? Kenapa kau memanggilku tadi?” Tanya noona begitu aku menyusulnya ke dalam dan bergabung menonton TV lagi.

“Aniyo, hanya memanggil saja.” Jawabku. Ia mengangguk saja dan malah lanjut mengobrol dengan yang lain, sementara aku malah memikirkan Seoeun noona yang tidak ikut datang. Okey, jujur akhir-akhir ini aku memang lebih sering memikirkannya dan aku jadi berdebar-debar sendiri saat memikirkannya, dan sepertinya Yonghwa hyung benar kalau aku mulai menyukai Seoeun noona sebagai seorang yeoja, aku bahkan sudah tidak terlalu memperdulikan perbedaan usia kami. Dan sepertinya aku harus segera menghilangkan kata noona dari belakang namanya. Haha.

Ah bagaimana reaksi Haejin noona kalau tahu temannya sudah berhasil mencuri hatiku ya? Pasti ia akan meledekku habis-habisan. Aku jadi tidak yakin mau bercerita padanya. Sepertinya kalau aku mau bercerita padanya harus ada Yonghwa hyung Karena biasanya noona akan menurut dengan hyung, itupun kalau pikiran noona sedang normal baru ia menurut.

L.O.V.E girl, nae soneul jabgeo,

L.O.V.E girl, nareul midgeo fly high

L.O.V.E boy, yes we can fly to the sky

L.O.V.E boy, I want take you there baby

Handphone noona berdering nyaring di tengah member yang sibuk menonton TV karena sepertinya mereka sudah kehabisan bahan obrolan, baguslah jadi tidak berisik lagi.

Yaaa. Okeyy ringtone noona memang sama denganku. Aku malas menggantinya, begitu juga dengan noona, jadilah kami memiliki ringtone yang sama.

“IGE MWOYA????” teriakan noona membahana di ruang TV ini, apa-apaan sih noona berteriak  heboh begitu, mengganggu lamunanku tentang Seoeun noona saja.

“Waeyo? Gwaenchana?” Tanya Yonghwa hyung. Tapi diabaikan oleh noona, ia langsung menekan-nekan handphonenya dengan emosi, kenapa sih dia? Anehnya kumat. Kasihan Yonghwa hyung dicuekin. Haha, aku hanya tertawa senang, jarang-jarang Yonghwa hyung dicuekin noona.

“OPPA. IGE MWOYA?” teriak noona, sepertinya orang diseberang sudah mengangkat teleponnya, dan aku yakin namja yang dipanggil oppa oleh noona itu langsung menjauhkan handphone dari telinganya karena mendengar teriakan spektakuler darinya. Yonghwa hyung yang duduk disebelahnya saja kaget dan hanya bisa mengelus-elus dadanya, Jonghyun hyung dan Jungshin bahkan menutup telinga mereka. Dan, Oh, bukannya Yonghwa hyung bilang noona anak tunggal? Lalu namja itu siapanya noona?

“…”

“Apa yang kalian lakukan di sana? Kau gila oppa, micheosseo! bagaimana kalau ketahuan? Kalau ada gossip? Kau mau membunuh temanku hah? dan kenapa kau tidak bilang mau pergi bersamanya? Tahu begitu lebih baik aku ikut, kalau aku ikut akan lebih aman untuk kalian kan, dan kenapa kau menulis pesan itu di bawah foto kalian, hah? aish, jinjja.” Kata noona, yah okey ia sudah tidak teriak lagi. Tapi tetap saja sebaiknya aku berjaga-jaga kalau noona tiba-tiba meledak lagi, lebih baik aku duduk menjauh darinya, tidak baik untuk keselamatan telingaku.

“…”

“Sudah oppa, berikan teleponnya padanya. Aku mau bicara.” Kata noona.

“…”

“YAK! KIM SEOEUN! NEO MICHEOSSEO? APA YANG KALIAN LAKUKAN? PERGI BERDUA KE TEMPAT SEPERTI ITU DAN BERFOTO BERSAMA? KAU MAU MATI HAH?” noona berteriak lagi, astaga, sepertinya aku harus segera ke dokter untuk memeriksakan telingaku habis ini. Eh tunggu, tadi noona bilang apa? Kim Seoeun? Seoeun noona? Maksudnya Seoeun noona yang sedang bicara dengan noona di telepon itu sedang bersama namja yang tadi dipanggil oppa oleh Haejin noona? Jadi Seoeun noona tidak datang ke sini karena pergi bersama namja yang dipanggil oppa oleh Haejin noona? Apa ia namja yang sama yang dipanggil oppa waktu ia meneleponku tempo hari? Yang memanggil noona dengan Seo~ya? Ahhh aku jadi penasaran. Kufokuskan pendengaranku pada noona.

“…”

“Tapi kau harusnya bilang dulu padaku. Aku tahu oppa memang kembali diam-diam, tapi tetap saja tidak menutup kemungkinan akan ada yang mengenali kan? Dan kau mau mati kalau fansnya melihatmu? Kau gila Seoeun~ah, neo micheosseo. Lebih baik kau pulang sekarang, dan oh jangan berani-beraninya kau mengupload foto kalian, kalau itu sampai terjadi aku tidak bertanggung jawab dengan yang akan terjadi kedepannya. Ara?” celoteh Haejin noona panjang lebar. Lalu menutup teleponnya. Ada apa sih? Sebenarnya apa yang terjadi dengan Seoeun noona? Aku tidak mengerti omongannya, semoga noona mau menceritakannya atau Yonghwa hyung akan bertanya. Jadi aku bisa ikut mendengarkan.

“Gwaenchana?” Tanya Yonghwa hyung. Bagus hyung, Tanya terus sampai noona mau bercerita panjang lebarpun aku tunggu, aku penasaran dengan yang terjadi. Tapi noona malah menggeleng lalu memijat pelipisnya, ia menyandarkan kepalanya ke bahu Yonghwa hyung, eiy, kenapa bukan bercerita malah beradegan begitu? Kami bertiga hanya melihat pasangan itu dengan tanpa ekspresi. Dan menunggu noona bercerita saja daripada ribet-ribet bertanya. -__-

“Waeyo? Kau kenapa? Kenapa tadi berteriak dan marah-marah?” Tanya Yonghwa hyung.

“Aku pusing oppa, aku bingung. Hhhh.” Sahut Haejin noona lalu menghela nafas. Kenapa sih noona ceritanya setengah-setengah.

“Eh? Waegeurae? Kau sakit?” noona menggeleng lagi.

“Seoeun.” Kata Haejin noona.

“Kenapa dengan Seoeun?” Tanya Yonghwa hyung lagi. Noona bukannya menjawab malah memberika handphonenya pada Yonghwa hyung. Hyung mengambil handphone noona lalu melihatnya, ia langsung melotot tidak jelas setelah melihatnya, ekspresinya pun jadi aneh dan berdeham berkali-kali lalu mengembalikannya lagi pada noona, lalu ia malah melirikku, ada apa sih? Apa yang dilihat hyung sampai ekspresinya jadi begitu?

“Nuguya?” Tanya Yonghwa hyung.

“Joonhyuk oppa.” Jawab Haejin noona. Joonhyuk? Nugu?

“Ah, yang sekarang tinggal bersamamu kan? Yang actor itu kan?” tanya Yonghwa hyung memastikan. Noona mengangguk. Tinggal bersama? Aktor? Ia actor, tinggal bersama Haejin noona tapi pergi berdua dengan Seoeun noona? Ini apa hubungannya sih? Aku jadi pusing sendiri.

“Hyung, waeyo?” tanya Jonghyun hyung dan Jungshin berbarengan, sepertinya mereka juga penasaran tapi tidak mengerti pembicaraan pasangan ini, aku juga bingung, tapi lebih memilih jadi pendengar sajalah.

“Oh, igo, Haejin dikirimi foto dari dua orang yang sedang pergi bersama dan berfoto bersama.” Jawab Yonghwa hyung. Kenapa penjelasan Yonghwa hyung juga tidak jelas sih, ribet didengarnya, ia malah sibuk lirik-lirik padaku. Memang kenapa sih? Dan foto apa?

“Nugu?” tanya Jonghyun hyung lagi.

“Joonhyuk hyung.” Jawab Yonghwa hyung, ish masih tidak jelas dan menggantung.

“Joonhyuk hyung? Hyung, kalau cerita yang benar yang lengkap jangan sepotong-sepotong, bikin bingung.” Protes Jungshin, bagus, pintar kau Jungshin.

“Eh? Oh, Joonhyuk hyung itu artis, ia sekarang tinggal bersama Haejin dan dia itu err…” jawabnya lagi menggantung dan lagi-lagi melirikku, kenapa sih? Bikin kesal deh lama-lama.

“Sepupunya Haejin.” Lanjut Yonghwa hyung, mengakhiri penjelasannya, Cuma bilang sepupu aja kok susah. Tapi ia masih terlihat tidak tenang, kenapa pula?

“Dan ia mantan namjachingu…eehhmmppp” Lanjut Haejin noona tapi omongannya terputus karena Yonghwa hyung keburu menutup mulutnya. Kenapa sih? Tumben Yonghwa hyung bersikap begitu? Langsung saja Haejin noona memukul-mukul Yonghwa hyung, meminta dilepaskan, begitu dilepaskanpun ia masih memukul hyung dan hyung sibuk menahan pukulan-pukulan dari noona, kami bertiga diam saja menyaksikan adegan yang dilakukan pasangan itu, aigoo, kasihan hyungku, dianiaya yeojanya. Ckckck, semoga Seoeun noona tidak seperti itu, lagi-lagi aku memikirkan Seoeun noona, ah aku jadi kangen padanya.

“Oppa, kau apa-apaan sih? Kenapa menutup mulutku hah? kau aneh deh, aku kan Cuma mau bilang kalau Joonhyuk oppa mantan namjachingu Seoeun, kenapa kau malah menutup mulutku hah?”

“MWO?” aku reflek langsung berteriak begitu mendengar ucapan Haejin noona tadi sampai semua yang ada di ruangan langsung melihatku, Haejin noona bahkan sudah berhenti memukuli Yonghwa hyung. Apa tadi katanya? Namja yang bernama Joonhyuk itu? ia artis? Sepupu Haejin noona? Dan ia… mantan namjachingu Seoeun noona? Ige mwoya? Jadi sekarang Seoeun noona tidak datang ke sini karena sedang pergi bersama mantan namjachingunya? Jangan-jangan foto yang dimaksud itu foto noona dengan namja itu?

“Yak, Minhyuk~ah, kau kenapa?” tanya Jonghyun hyung, tapi aku tidak menghiraukannya dan malah berjalan menuju kamar dan langsung mengunci pintunya. Oke, aku butuh menenangkan pikiranku. Aku masih agak tidak mengerti dengan semua hal yang tadi.

“Aish, kacau kacau. Jinnie~ya, kenapa kau mengatakannya hah? aku sudah menutup mulutmu maksudku agar kau tidak meneruskan ucapanmu tapi kenapa kau malah melanjutkannya? Haishhh,, sekarang bagaimana ini?” gerutu Yonghwa hyung, dan aku masih bisa mendengarnya walaupun samar-samar.

Seoeun POV

Huahh, aku seharian ini benar-benar bersenang-senang dengan Joonhyuk oppa. Kami menaiki hampir semua wahana, dan saat menaiki kincir raksasa kami berfoto, kami benar-benar berfoto sepuasnya dan dengan berbagai pose. Hah, kami benar-benar seperti mengulang kejadian saat masih bersama. Dan lagi, karena oppa mengirim foto kami ke Haejin aku jadi kena marah, ish menyebalkan. Tapi tadi aman kok, tidak ada yang mengenali Joonhyuk oppa, jadi kami tenang berjalan-jalan, hehe. Alhasil aku baru kembali ke apartemen malam hari, dan aku sangat lelah. Aku akan mandi dan lalu tidur. Dan oh, aku baru ingat besok kuliah pagi. Aigoo, semoga besok tidak kesiangan.

Ah, sepertinya aku malas bawa mobil besok, menumpang Haejin saja lah. Sekarang hampir jam 12, Haejin sudah tidur belum ya? Ah coba sajalah kuhubungi. Langsung saja kukirim pesan pada Haejin.

To : Haejin

Haejin~ah, besok kau bawa mobil tidak?

Aku ikut denganmu ya?

Aku malas bawa mobil besok. Hehe

Otte?

Sambil menunggu balasan dari Haejin aku memutuskan untuk mandi. Saat sudah selesai mandi kulihat ada pesan baru, oh dari Haejin, rupanya dia belum tidur.

From : Haejin

Aniya, aku besok tidak bawa mobil

Yong oppa katanya mau mengantarku

Yasudah kau bareng dengan kami saja, nanti kujemput ke apartemenmu

Eh? Ia diantar Yonghwa oppa? Dan aku bareng mereka? Lebih baik aku naik bus sendirian daripada ikut dengan orang pacaran.

To : Haejin

Shiroe

Aku tidak jadi ikut, aku naik bus saja

Mana mau aku jadi obat nyamuk di dalam mobil, cih.

Drrtt drrtt

From : Haejin

Aku bukan di antar dengan mobil Yong oppa tapi dengan van CN Blue jadi ada member yang lain juga

Otte? Kau bisa bertemu Minhyuk kan? Hehe

Sudah ikut saja ya?

Sekalian aku juga mau membicarakan ulah kau dan Joonhyuk oppa hari ini

Heeee?????? Naik van CN Blue????? Dan aku jadi bisa semobil dengan Minhyuk???? Maaauuuuuu

To : Haejin

OK! Aku ikut, dan pastikan Minhyuk ikut dan aku bisa duduk dekat dengannya

Gomawo chingu~ya J

Ah ya, masalah Joonhyuk oppa besok kujelaskan. kkk~

Hoho, aku jadi tidak sabar untuk besok hari, semoga aku bisa duduk dekat Minhyuk. Ahhh, aku harus buru-buru tidur agar besok tidak kesiangan. Minhyukkie wait for noona. kkk~

***

Krrriiiiiinnggggg Krrriiiiiinnggggg Krrriiiiiinnggggg

Aiiiissshhhh,, berisik, jam berapa sih? Kenapa alarmnya berbunyi lebih pagi? Ahh ini belum waktunya aku kuliahhh. Aku mengabaikan alarm itu dan memutuskan untuk tidur lagi, tapi…

Krrriiiiiinnggggg Krrriiiiiinnggggg Krrriiiiiinnggggg

Arrggghhh, belum lima menit aku tidur lagi alarmnya kembali berbunyi, membuatku frustasi di pagi hari ini, menyebalkan. Jam berapa sih?

“MWO? JAM 7.15? OMO OMO, GAWAT, OTTOKHAE, AKU KESIANGAAAANNNNN…” sial! Aku kesiangan, biasanya Haejin menjemputku jam 7.30. aish, aku jadi terburu-buru. Langsung saja aku mandi dan berpakaian dengan kecepatan ekstra, tanpa berdandan, yah, aku kurang suka berdandan. Kalau tidak dalam keadaan yang mengharuskan berdandan, aku tidak akan berdandan, bikin ribet.

Huaaa, 7.40…mati akuuu…ku raih handphoneku, dan oh, ada pesan dari Haejin

From : Haejin

YAK! Nona Kim

NEO ODIGAAAAAAAA????????

Aku sudah di bawah, 5 menit lagi tidak turun kutinggal kau

Mati aku, bagaimana kalau Haejin benar-benar meninggalkanku? Kalau aku naik bus tidak akan keburu, sudah pasti telat. Sambil berlari menuju lift aku menelepon Haejin, semoga ia masih menunggu.

“Yeob…”

“YAK! KIM SEOEUN. KAU DIMANAAAAA??? AKU SUDAH 20 MENIT MENUNGGU…” langsung saja kujauhkan handphone dari telingaku, pagi-pagi sudah berteriak, dasar.

“Aku sedang turun. Mian, sebentar lagi ya.” Kataku

“CEPAT ATAU KAU AKAN KUTINGGAL BETULAN.”

“ARA.” Balasku dan langsung mematikan telepon. Setelah keluar dari lift aku langsung berlari keluar, dan astaga, aku tidak tahu seperti apa van CN Blue, oke, aku bodoh, jadi bagaimana aku bisa tahu yang mana van merekaaaa, ottokhae???? Eomma, anakmu pagi-pagi sangat babo… -__-

――――――――――――――TBC ――――――――――――――――

13 thoughts on “Just The Way You Are Part 5

  1. akhirx smp’ part yg pling update..kekeke~
    dri kemarin ketinggalan mulu….
    aq ska crtax…
    next partx jangan lama2 ya….
    keep writing….^^

  2. huahaha hore ada yg cmbru..oh y mian.. Brg x d part sblmnya comentku ga msk.. Bnr dh .. Nyba comnt d pc plus hp susah skali..

  3. Eh?minhyuk oppa cemburu itu ya?haha
    makin seru nih,kayaknya konfliknya mulai dr sini ya thor? *readerssoktau
    lanjut thor. 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s