BitterSweet [Part 1]

Tittle    : BitterSweet [Part 1]

Cast     : Lee Hyuk Jae a.ka Eunhyuk, Lee Donghae, Kim Yoojin, Seo Yun Hee, Kyuhan …

Genre  : Romance, sad, happy, family, friend

Foreword:

Lee Hyuk Jae:

No metter how hard it is, i just wanna stay here with you

Kim Yoojin:

You make everything better just by exixting in my life

Lee Donghae:

You don’t always have to be strong, because i’m able to be strong for you

Incheon International Airport

Seorang laki-laki berpakain casual dengan kaos putih dan celana jens abu-abu keluar dari gerbang kedatangan, berjalan dengan santainya bersama seorang laki-laki yang sebaya dengannya. Ia tak lupa memakai kacamata hitam selain untuk fashion juga guna menghindari kilatan kamera paparazi yang sering sekali menunggu kedatangan orang spesial. Yah, dia sendiri tidak menyangkal bahwa dirinya kini adalah orang yang memiliki popularitas di Korea. Menjadi model terkenal selama 3 tahun dan memiliki karir yang tidak pernah turun membuatnya yakin bahwa usaha dan pilihannya tidak salah. Dan menjadi sorotan media harus ia terima sebagi efeksamping kepopulerannya.

“hyung… akan ada reporter yang ingin wawancara?”

“aku sudah bilang kan batalkan semua agenda hari ini.”

“tapi hyung, reporter ini sudah memberi kita banyak berita baik. Seharusnya kita tetap memberikan…”

Laki-laki yang dipanggil hyung tadi menginjak sepatu laki-laki didekatnya, tanpa menghiraukan teriakan kesakitan. Laki-laki tersebut terus saja berjalan ke arah gerbang keluar, dan tersenyum kebeberapa kamera yang berusaha mengambil gambarnya. Dan juga ke beberapa remaja yang datang menyambut kedatangannya, sambil membawa papan tulisan.

“kau tidak tahu kata capek, kita langsung ke Seoul. Tidak ada wawancara!”

“baik hyung,” laki-laki itu akhirnya sibuk dengan ponselnya.

Akhirnya setelah berjalan dan mencari jalan keluar dari bandara, kini laki-laki itu bingung dengan keadaan didepanna. Sebagai seorang model dan sebentar lagi akan menjadi seorang aktor film, bukan kesukaannya jika harus menunggu seperti ini. Ia mencoba melihat sekeliling bandara namun tidak mendapati apa yang ia cari.

“manager Cho!”

“ne hyung!” laki-laki itu langsung menengok.

“mobil kita?”

“aaahhhh…”

Laki-laki berkacamata hitam itu menggelengkan kepala, ia tidak percaya orang yang bekerja untuknya sebagai manager kenapa begitu tidak becus. Padahal sudah 3 tahun lebih Kyuhan bekerja bersamanya tapi tetap saja tidak pernah sempurna. Mungkin salahnya juga mempekerjakan manager yang sebaya dengannya, padahal dulu ia berpikir jika Kyuhan bisa membantunya sebagai teman tapi nyatanya….

Laki-laki itu mengeluarkan ponsel dan mengaktifkannya. Setelah kembali aktif, bunyi pesan masuk langsung menyambutnya. 3…5…8…12…16……21 laki-laki itu tidak percaya ada 21 pesan masuk di ponselnya, dan 20 pesan dari ibunya 1 dari …

“satu pesan! Dasar orang sibuk!” laki-laki itu membuka pesan tersebut.

Aku ada operasi. Mian. Aku akan mengirimkan van hitam. Kau tunggu saja diluar bandara.

Laki-laki itu mendengus setelah membaca pesan masuk tersebut.

“hyung kurasa…”

“itu mobilnya,” ia menunjuk sebuah van hitam diseberang jalan bandara.

“iya hyung itu mobilnya!”

Laki-laki itu menghela nafas, dan tanpa berpikir ataupun memarahi managernya ia berjalan menyebrangi jalan. Setelah barang miliknya diangkut semua ke van, manager Cho memberikan perintah untuk langsung jalan. Tanpa peduli paparazi yang mengambil gambar, laki-laki berkacamata itu menurunkan kaca mobil dan memberikan lambaian tangan kebeberapa reporter yang gagal mewawancrainya. Fan service ^^

Saat laki-laki itu melambaikan tangan, sepasang matanya tak sengaja mendapati seorang perempuan tengah memeprhatikannya dengan tatapan tajam, ia baru pertama kali ini menemukan fans yang menatapnya seakan ingin membunuh. Kalau pun ada anti-fans, dirinya tidak takut tapi mengapa gadis itu menatapnya dengan tajam??? Seperti menyadari ditatap, gadis itu tersenyum dan langsung pergi menghilang.

“hyung…”

Seperti tersadar laki-laki tersebut kembali menaikan kaca mobil dan duduk sambil masih memikirkan tatapan gadis tersebut. “wajahnya seperti tidak asing….”

“manager Cho… kau tahu tugasmu kan sebagai manager?”

“ne hyung. Mianhae…”

Eunhyuk mengangguk-angguk mengerti bahwa laki-laki disampingnya sudah cukup membuatnya puas sebenarnya. Ia tahu menjadi manger bukan pekerjaan yang mudah dan bisa ditangani satu orang. Apalagi orang ini tidak memiliki pengalaman samasekali di dunia intertaimen. “aku memberimu pekerjaan untuk mengatur jadwalku, dan sebaiknya kau juga cari orang untuk membantu menangani kebutuhan di luar jadwal. Arra?”

Cho Kyuhan tersenyum dan langsung mengucapkan terima kasih.

“jadi apa yang sudah kau selesaikan tadi di pesawat?”

“ehh?”

“jadwal, di pesawat kau sangat berisik dan mengganggu tidurku.”

Kyuhan meringis dan minta maaf. Eunhyuk menerima iPad yang diberikan Kyuhan dan mengamatinya. Ia meneliti semua jam yang terjadwal, dan agenda apa saja yang akan ia bereskan selama di Seoul. Eunhyuk tersenyum meringai saat tahu bahwa akan ada banyak waktu kosong yang ia miliki.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=-=-=

Seoul National University Hospital

Eunhyuk turun dari van dan menyuruh sopir untuk mengantarkan barang-barang ke apartemennya, ia menatap bangunan yang sudah lama tidak ia kunjungi. Tempat yang selalu menjadi pelariannya jika sedang stress,lelah dan sedih, memang aneh tapi mau bagaimana lagi orang yang dicarinya dan sebagai obatnya bekerja di rumah sakit ini.

“kau ikut turun?” tanya Eunhyuk pada Kyuhan.

“aku juga ingin menyapa dokter Lee. Sudah lama aku tidak melihatnya.”

“kau pikir dia pacarmu. Belikan aku roti dan 2 orange jus, aku akan mencari Donghae dulu.”

“ne hyung.”

Eunhyuk memasuki rumah sakit dan langsung ke lantai dua, ia memasuki lift bersama Kyuhan. Rasanya seperti sudah lama sekali ia tidak kesini, andai saja ia bisa menjaga diri dan lebih hati-hati mungkin ia tidak perlu ke Amerika untuk bekerja disana dan untuk…

“hyung, apa perlu aku memesan restoran dan mengundang nona Seo. Pastinya hyung ingin mengajak makan malam yang romantis setelah lama tidak bertemu bukan.”

“ide yang bagus.”

“kau bisa memesannya.”

“tentu, serahkan padaku hyung.”

“pastikan tidak ada kesalahan.”

Eunhyuk baru sadar, bahwa pacarnya belum memberi kabar apapun. Apa perempuan itu tidak tahu pacarnya baru saja pulang dari Amerika setelah 1 tahun, ia harap akan ada telepon dari Yunhee secepatnya. Eunhyuk menatap kembali ponselnya dn menghubungkan ke nomor rumah. Ia tidak mau membuat keluarganya khawatir.

Ting

Eunhyuk keluar dari lift sambil memakai kembali kacamata hitamnya dan tepat saat itu ia terhubung dengan suara ibunya.

“Hyukkie, kenapa baru menelepon!! Kau ada dimana sekarang?”

“mianhae eomma, aku tidak menelepon langsung ke rumah,ada beberapa masalah.”

“masalah?!”

“ahh.. hanya masalah kecil dan sekarang sudah beres. Aku ada di rumah sakit menemui dokter Lee jadi eomma jangan cemas. Aku baik-baik saja,” Eunhyuk menyapa beberapa suster saat ia berjalan.

“tapi eomma sangat rindu padamu, kau juga harus memberi salam ke ayahmu juga. Kapan kau pulang nak?”

“mungkin besok siang eomma. Hari ini aku sangat capek melakukan perjalanan ke Ilsan. Eomma tidak apa-apa kan?”

“berhubung kau juga baru saja sampai di Seoul, eomma tidak akan menyuruhmu datang sekarang. Istirahat dan jangan mengganggu pekerjaan dokter Lee. Sudah cukup kau bermain-main padanya.”

“iya eomma, aku tutup.”

“hmmm”

Eunhyuk mendekati meja layanan, ia membuka kacamatanya dan mencoba menyapa salah satu suster yang berjaga. Karena terkejut melihat orang terkenal dan tampan didepannya, suster itu keceplosan teriak. Eunhyuk juga kaget tapi mencoba untuk memaklumi, ternyata pamornya belum turun, masih ada orang yang terpukau dengan wajahnya juga.

“Eunhyuk-sshi?”

“ne. Aku Eunhyuk. Aku mau tanya dokter Lee Donghae apakah ada di ruangannya?”

“dokter Lee?”

Eunhyuk mengangguk. “aku perlu bertemu dengannya, bisa tolong lihat jadwalnya. Aku dengar dia menangani operasi.”

Suster itu mengangguk-angguk mengerti dan mencoa untuk lebih tenang, walaupun matanya tidak bisa fokus dilayar komputer. Beberapa kali Eunhyuk mendapati tatapan suster tersebut tengah memperhatikannya dan ia membalas denga senyuman membuat pipi suster tersebut bersemu. Yah mau diapakan lagi, wajahnya sudah tampan begini. Itulah senangnya menjadi model.

“dokter Lee masih diruangan operasi, mungkin sekitar sepuluh menit lagi akan keluar. Eunhyuk-sshi mau menunggu?”

“tentu, berhubung aku sudah lama tidak menemuinya.”

“ne..”

“terima kasih suster…” Eunhyuk melirik plat nama yang terpasang di dada kiri suster tersebut. “suster Hyo Yeun.”

Eunhyuk tersenyum kembali dan memakai kacamata hitamnya. Ia mencari bangku dan sambil menunggu ia perlu tahu kondisi kepopulerannya. Ia segera sibuk dengan ponselnya dan membaca pesan-pesan fansnya di daumcafe ^^ beginilah waktu yang ia habiskan jika sedang tidak melakukan apapun, Eunhyuk berusaha untuk membalas pesan-pesan fansnya agar bisa terus mendukungnya. Karena sebagian kesusksesannya adalah hasil dukungan fans di sekelilingnya.

“hyung, ini orange jus nya. Mana dokter Lee?”

“masih operasi.”

Kyuhan terlihat kecewa saat orang yang ia rindukan dan banggakan, belum muncul.

Namun tak lama kemudian. “Dokter Lee!!!”

Eunhyuk dan beberapa pasang mata langsung menatap Kyuhan, karena teriakannya memang sudah sangat mengganggu. Eunhyuk memukul belakang kepala Kyuhan, agar tidak teriak seperti itu.

“Kyuhan…”

“hyungnim…” sebelum Kyuhan berhasil memeluk Lee Donghae. Eunhyuk lebih dulu menarik baju managernya itu agar menjauh.

Donghae menatap Eunhyuk yang masih berusaha menarik Kyuhan agar tidak dekat-dekat dengan sahabatnya. Itu sangat mengganggu pemandangannya, Donghae menatap Eunhyuk sambil tersenyum.

“mianhae…”

Eunhyuk balas menatap Donghae. “kau harus dapat hukuman orang sibuk.”

“hyung… sampai kapan kau akan menggantungku seperti ini?”

“sampai kau tidak berbuat hal-hal yang memalukan.”

“hyungnim…” Kyuhan menatap Donghae dengan tatapan memelas. Mencoba memberi sinyal agar mau membantunya. Donghae tertawa dan hanya bisa memberikan usapan dikepala Kyuhan.

“Hyuk.. lepaskan Kyuhan. Dia kan managermu, kau tidak mau ada berita kekerasan terhadap manager bukan di internet.”

“fine,” ujar Eunhyuk lalu melepaskan tangannya dari baju Kyuhan. Dan setelah terlepas, Kyuhan langsung memeluk Donghae dengan erat.

“bagaimana kabarmu?”

“baik dan aku juga melakukan pesan yang dokter berikan setahun yang lalu. Aku menjaga Eunhyuk hyung dengan baik,” ujar Kyuhan puas dengan hasil kerjanya.

“aku tahu kalau kau akan melakukannya dengan baik, kurasa Eunhyuk lebih sehat dari biasanya. Kepercayaanku tidak berubah ternyata,” Donghae menatap Eunhyuk yang membuang pandangannya. Dan karena itulah Kyuhan terpilih menjadi manager Eunhyuk. Donghae sangat percaya pada laki-laki itu.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Eunhyuk memandang lemas kearah Kyuhan yang sedang terbaring di kasur pasien. Ia tidak menyangka laki-laki itu akan pingsan setelah bertemu dengan Donghae dan berteriak histeris. Huft… ia menghela nafas, membiarkan pikiran buruk agar menguap dari kepalanya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Kyuhan, laki-laki itu harus lebih kuat daripada dirinya, bagaimana bisa manager sakit ditengah kesibukannya.

“gomawo Kyuhan,” ujar Eunhyuk.

Selama ini Eunhyuk tidak pernah menyampaikan terima kasihnya pada Kyuhan secara langsung, bukan semata-mata egois dan tidak tahu diri. Hanya saja Eunhyuk merasa ucapan terima kasih mungkin tidak cukup untuk membalas semua yang sudah dilakukan Kyuhan selama ini. Maka, hanya beberapa tindakan kecil yang bisa Eunhyuk berikan.

“Hyuk…”

Donghae memasuki ruangan dan melihat kondisi Kyuhan sesaat. “aku menerima laporan kesehatannya.”

Donghae menatap sahabatnya dalam diam, ia tahu biarpun Eunhyuk tidak bertanya dan bersikap tenang tapi sebenarnya didalam diri sahabatnya ini tengah khawatir. Donghae menepuk pundak Eunhyuk,  memberikan kenyamanan agar tidak terlalu khawatir. “Kyuhan hanya capek dan kurang mengkonsumi makanan bergizi. Sepertinya dia tidak terlalu memperhatikan pola makanan, aku akan menyuruhnya sehat tenang saja.”

“bodoh.”

“kau mau istirahat juga, kau bisa menggunakan kamarku.”

“never. Kamarmu terlalu buruk Hae, aku tidak bisa menahan bau busuknya. Huft… aku bingung mengapa kau bisa bertahan tidur disana. Kau dokter bukan siih?”

“ya! Aku juga jarang tidur disana, aku lebih baik pulang ke rumah.”

“ne… “

“kau ada acara? Kalau tidak nanti malam kita makan malam bersama.”

“aku ada makan malam bersama Yunhee.”

“Seo Yunhee? Kalian masih pacaran? kukira berita… ahh tidak. Baguslah kalau kalian masih berhubungan. Jangan lupa sampaikan salamku untuknya.”

“aku pergi, jika dia sudah bangun sms saja. Aku tidak mau diganggu malam ini.”

“hmmm.”

Sebelum Eunhyuk keluar dari ruangan rawat, Donghae menahan lengannya. “wae?”

“kau melupakan sesuatu?”

Eunhyuk seperti tahu apa yang dimaksud sahabatnya, ia tersenyum. “lain kali aku akan menemuimu dan memberikannya.”

“besok akan kutunggu.”

“Hae.. aku sibuk.”

“aku juga sibuk, lebih baik berikan padaku secepatnya atau…”

“ya ya.. kau akan melakukan apa lagi. Cukup sudah membuat ibuku cemas.”

“maka dari itu..”

“baiklah dokter Lee, aku menyerah.”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Eunhyuk memandang sekelilingnya dengan puas, andai saja Kyuhan ada disini maka ia akan segera menaikkan gaji manager untuknya. Ia puas sekali dengan restoran yang dipilih, meja yang tepat berada ditepi jendela, dimana kau bisa melihat pemandangan indah kota Seoul dan terlihat juga puncak menara Namsan kejauhan. Belum lagi, wine merah, makanan yang telah dimasakkan khusus oleh koki kesukaan Yun Hee, lilin cantik dan juga tim musik yang terdiri dari pemain biola yang sering diminta untuk mengisi acara istimewa di restoran tersebut.

“bagaimana bisa anak itu menemukan tempat seperti ini? Kurasa aku akan baik padanya besok,” ujar Eunhyuk, ia tidak bisa lagi menahan senyumanya. Kali ini ia bisa pastikan Yun Hee akan senang.

Eunhyuk melihat ponselnya, lagi-lagi tidak ada jawaban ataupun panggilan. Ia mendesah, tangannya benar-benar terasa dingin padahal restoran tersebut sudah menggunakan pemanas ruangan agar bisa mengusir udara dingin yang sudah melewati angka 5 derajat. Apa mungkin ia merasa gugup lagi bertemu Yun Hee setelah 1 tahun.

Bounce to you, Bounce to you
Nae gaseumeun neol hyanghae japhil sudo eopseul mankeum ddwigo itneungeol
Break it down to you, Down to you

Senyuman langsung tersungging saat tahu siapa yang meneleponnya.

“noona! Eodiga?”

“mianhae… aku baru saja selesai syuting. Aku dalam perjalanan, jangan marah kalau aku terlambat ya.”

“ne.. hati-hati, pasang sabuk pengamannya. Aku akan menunggu noona datang.”

“baiklah. Sampai bertemu Hyukkie…”

20 menit kemudian…

Terdengar suara ketukan sepatu hak yang terburu-buru, merasa ada yang datang Eunhyuk langsung berdiri dan puas dengan apa yang ia lihat sekarang. Orang yang ditunggunya sedari tadi akhirnya datang juga. Wanita itu tersenyum dan langsung memeluk Eunhyuk, nafasnya masih terdengar memburu namun ia merasa tenang saat melihat wajah kekasihnya yang sudah satu tahun ini raib.

“noona.. aku sudah bilang kan jangan buru-buru. Aku pasti akan menunggu sampai noona datang,” ujar Eunhyuk, ia membalas pelukan Yun Hee sangat erat. Seperti tidak ingin melepaskanya, namun sebelum itu terjadi Yun Hee terlebih dahulu mengakhiri pelukannya.

“arraseo.” Yun Hee menatap Eunhyuk dengan pandangan tak percaya. “bagaimana keadaanmu?”

“aku selalu baik. Jangan berwajah cemas seperti itu. Aku sudah janji akan pulang secapatnya.”

“secepatnya? Maksudmu satu tahun/”

Eunhyuk tersenyum mendengar kata sindiran kekasihnya ini. Yun Hee melihat hidangan dan juga apa yang telah disiapkan Eunhyuk untuknya, dan…

“seharusnya aku memakai make up dan menggunakan gaun kemari. Kau jahat, membuatku seperti orang tidak tahu malu dan terlihat jelek.”

“jangan berkata begitu noona. Pakai apapun, noona tetap cantik, bagaimana bisa seorang Seo Yun Hee mengatakan bahwa dirinya jelek.”

Eunhyuk membimbing Yun Hee menduduki kursinya. Ia membuka segel tutup botol wine dan menuangkan isinya sebanyak setengah.

“kau sudah mulai lihai ternyata… jadi makan malam ini.. kau yang menyiapakannya?”

Eunhyuk mengangguk. “romantis?”

“iya, kau berhasil membuat hatiku senang. Aku jadi penasaran, apa yang sudah kau pelajari di Amerika sampai membuatmu berubah menjadi orang yang mau menyibukkan diri menyiapkan segala sesuatu seribet ini? Setauku model terkenal Eunhyuk lebih suka memerintah dan menyukai hal-hal yang instan.”

“aku sudah berubah.”

“jeongmal?” Yun Hee tersenyum. Eunhyuk mengangkat gelasnya begitu pula dengan Yun Hee.

“sedikit, aku rasa tidak ada salahnya membuat noona senang kan.”

Ting, bunyi dua gelas yang beradu seperti pembuka makan malan indah dan romantis tersebut.

“pacar yang tahu diri ternyata, tapi… jangan terlalu banyak minum. Aku tidak suka melihatmu mabuk dan melakukan hal yang tidak-tidak.”

“aku tidak akan mabuk,tenang saja. Ternyata noona tidak berubah, mengomel dan khawatiran.”

“kau lupa, orang tuamu meneleponku terus sejak kau mengenalkanku sebagai kekasihmu. Mereka terus saja mengirim pesan supaya aku selalu memperhatikan anak tunggalnya, padahal sudah 26 tahun ini.”

“ahh.. sudahlah noona. Aku tidak mau membahas hal yang tidak berguna. Dan aku juga tidak mau merusak makan malam ini, jadi… makanlah dengan nikmat.”

Yun Hee tersenyum, ia menikmati hidangan demi hidangan yang sudah Eunhyuk persiapakan.  Tak lupa komentar terus saja perempuan itu berikan, ia memuji Eunhyuk yang sudah bekerja keras sampai menyiapakan koki terkenal hanya untuk memasak makan malam mereka dan juga restoran yang memiliki pemandangan startegis. Hati Yun Hee benar-benar tersentuh, sebenarnya ia ingin memarahi Eunhyuk karena sudah membuatnya marah sejak laki-laki itu meninggalkan Korea dan pindah ke Amerika selama 1 tahun. Itu terlalu berat dan sandainya ia bisa lebih bersabar lagi mungkin akan sangat berbeda apa yang ia rasakan sekrang. Dan ia bisa lebih menjadi… Yun Hee menghela nafas pelan, ia tak mau Eunhyuk mengetahui berubahan wajahnya yang mungkin sekarang terlihat tidak begitu bahagia. Jika bisa, ia ingin meminjam topeng agar bisa membuat malam ini lebih brmakna.

“tidak suka? Noona tidak makan?” tanya Eunhyuk.

“aahh…hanya..”

“aku akan menyuruh pelayan untuk mengeluarkan dessert nya sekarang.”

Yun Hee menggeleng. Ia bukan tidak suka dengan makanannya, hanya saja… melihat ekspresi kekasihnya kini membuatnya merasa sangat jahat.

“jadi bertita itu benar?” tanya Yun Hee. Eunhyuk mengangkat kepala dan bertemu pandang dengan kekasihnya itu. Ia seperti tak tahu apa yang dimaksud dengan pertanyaan barusan.

“… kau pergi ke Amerika hanya untuk mengejar sutradara agar kau bisa tetap mempertahankan popularitasmu di Korea dan agar…

Mianhae Hyukkie… aku hanya ingin tahu kebenarannya…

“ya,” sebelum Eunhyuk mendengar semua kalimat dari Yun Hee, sebaiknya ia memotongnya ia tidak sanggup mendengarnya lagi.

Yun Hee tersenyum, namun Eunhyuk melihat jelas bahwa sinar mata Yun Hee tidak bahagia. Ia tahu yang ia lakukan dan pengakuannya hanyalah akan membuat hubungan mereka bertambah kacau. Tapi, sebelum semuanya berantakan Eunhyuk ingin memperbaiki dan mengatakan apa yang selama ini ia rahasiakan dari Yun Hee. Kalau perlu ia akan mngatakan kebenarannya, semuanya, agar perempuan itu tidak lagi meninggalkannya.

“noona…”

geudaeleul saranghae my love modeun geol julgeyo oh my love

geudaeleul saranghae my love modeun geol julgeyo oh my love

“sebentar,” Yun Hee menjawab panggilan ponselnya, berdiri dan meninggalkan meja makan.

Eunhyuk memandang dengan pandanagn lesu, ia meraba barang yang berada disaku jasnya, hadiah yang telah ia siapkan untuk Yun Hee. Dan ia berharap hadiah itu akan membantunya membuktikan kepada Yun Hee bahwa perasaannya selama ini bukan main-main. Ia ingin Yun Hee menganggapnya dan bersikap selayaknya sepasang kekasih,bukan sebagai dongsaeng.

Tak lama kemudian, Yun Hee kembali ke meja dan saat pandanagnnya bertemu dengan mata Eunhyuk ada sebuah penyesalan. Perempuan itu tidak tahu apa lagi yang harus ia katakan untuk kesekian kalinya… kenapa makan malam mereka tidak pernah tuntas sampai selesai.

“panggilan darurat?”

“direktur ingin bertemu denganku, sepertinya sangat mendesak.”

“arra. Seo Yun Hee memang selalu sibuk, perlu diantar?”

“aku bawa mobil, terima kasih sudah menawarkan tumpangan dan…” Yun Hee menggigit bibir bawahnya, seperti kebiasaannya jika sedang bingung.

“gwencana. Noona pergi saja,” jawab Eunhyuk sambil tersenyum. Padahal sebenarnya kini ia sedang menahan amarahnya dan juga hadiahnya, sepertinya ia memang belum bisa memberikan sekarang.

“gomawo Hyukkie..”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

dalkomhan ne geu mal nal jugineun ne geu mal gamanhi kkaemulmyeon sseudisseun geu mal geumanhae
miwohaji motae saranghajido motae gyeolguk domangchyeobeorindan geu mal jebal geuman geumanhae

samkil su eobseotdeon mal, geutorok tteugeopgo dokhaetdeon ne geu mal
geu janinhan ipsul, nameun nae miryeonmajeo chagapge jareugo gani
on gaseum eoreobuteun nae gyeoten sarajineun geot deul ppuniya
charari uri cheoeumbuteo amu geotdo anieotdamyeon

Udara dingin bulan Desember menerjangnya, tetapi Eunhyuk tidak sempat merasakan dinginnya karena begitu ia menginjakan kakinya di taman tersebut, ia merasa rapuh. Sedari tadi ponselnya terus berdering namun terus diabaikannya. ia tahu pasti siapa yang menghubunginya,antara Kyuhan dan Donghae, dua orang itu selalu bersikap terlalu khawatir. Ia berusaha mengatur nafas selagi jatuh terduduk di salah satu bangku kayu yang berderet di jalan setapak taman itu. Tanpa ia sadari pula, ada seorang perempuan yang tak jauh duduk disampingnya.

Bounce to you, Bounce to you
Nae gaseumeun neol hyanghae japhil sudo eopseul mankeum ddwigo itneungeol
Break it down to you, Down to you

Eunhyuk menjawab teleponnya, dan seperti tebakannya Kyuhan lah yang menelepon.

“hyung! Eodiga?! Mengapa tidak membangunkanku??!”

“mian.”

“ya Hyung! Sebentar!”

“wae?”

“aku akan menunggu di depan restoran, kurasa Hyung perlu jemputan untuk pulang bukan.”

“tidak ..”

Tut tut.. Eunhyuk mengumpat pelan saat tahu Kyuhan terlebih dahulu memutuskan sambungan telepon mereka. Dasar anak tidak sopan, berbuat hal kurang ajar padanya. Ia menghela napas dan mengeluarkan sebuah kotak perak dari saku jasnya dan membukanya.

“cincin yang cantik, sayang tidak ada yang mau menerimamu. Atau mungkin … belum saatnya kau menjadi milik orang lain.”

Eunhyuk memandang cincin berlian yang khusus ia beli saat di Amerika dulu, sepotong batu sapphire biru dengan indah menghiasi cincin tersebut dan membuatnya bertambah bercahaya dan terlihat cantik. Eunhyuk kembali memandang dan mulai mengenang semua yang telah ia lakukan agar Yun Hee menjadi miliknya, bukan .. hanya status sepasang kekasih. Sangat kontras ternyata mengetahui hubungan ini hanya status, saat Yun Hee dan dirinya mengatakan ke publik bahwa mereka pacaran, ia tahu bukan inilah yang ia inginkan. Walau tidak ada yang menggugat hubungan mereka dan bahkan para fans mendoakan kebahagiaan mereka. Namun sebenarnya, hanya diluar dan didepan media saja, mereka tampak serasi, tersenyum, dan memandang penuh rasa cinta… yang sebenarnya terjadi hanyalah hubungan dekat antara kakak-adik. Sampai saat ini ia merasa cintanya tidak pernah dianggap serius oleh perempuan itu, bahkan saat dirinya berada di Amerika, Yun Hee hanya sekali meneleponnya dan menggunakan video call international. Ia tahu benar Yun Hee wanita yang berambisi, dan tidak ingin kerja keras hancur. Di lain pihak, Eunhyuk merasa bodoh, mau saja dirinya dipermainkan seperti ini. Padahal ia bisa saja mendapatkan perempuan yang lebih dibandingkan Yun Hee, tapi hatinyalah yang menolak untuk berlabuh.

“hatchii.!”

Eunhyuk kaget dengan mendengar suara barusan, ia menoleh dan mendapati seorang perempuan tengah duduk tak jauh disampingnya sambil membenarkan syalnya. Perempuan itu berusaha melingkarkan syal di lehernya agar terasa hangat dan tak lupa melilitkan syalnya dibagian bawah wajah yang membuat Eunhyuk tidak begitu jelas melihat seperti apa wajah perempuan itu.

Merasa diperhatikan, perempuan tersebut menoleh dan bergantian menatap Eunhyuk.

“hahahah…hahahaa…” tiba-tiba Eunhyuk ingin tertawa saat perempuan itu menatapnya, sepasang mata yang lebar seperti anak kecil. Baru kali ini ia melihat perempuan dengan mata sebesar itu. Sebelum Eunhyuk puas tertawa, otaknya seperti mengingat sesuatu, mata yang sama saat dirinya berada di bandara…

“kau!!” Eunhyuk menuding perempuan yang masih saja menatapnya, ia tidak tahu perempuan itu berekspresi seperti apa. Wajahnya hanya terlihat setengah dan terlihat merah seperti kedinginan.

“kau stalker???!” teriak Eunhyuk.

Perempuan itu tetap diam, dan tidak mengucapkan sepatah kalimat apapun. Eunhyuk menuding kembali kearah perempuan tersebut, dan perlahan ia mendekat kearah perempuan itu duduk. Sebelum jarak antara mereka menyempit, perempuan itu buru-buru berdiri, menatap Eunhyuk sekilas, lalu berjalan berbalik meninggalkan taman.

“YAAAAaaaaa!!!”

Perempuan itu tidak berhenti dan terus berjalan memunggungi Eunhyuk.

=-=-=-=-=-=-TO BE CONTINUE=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Buat para reader ff, THE ONE I LOVE… harap saaabaaar ya. Berhubung file yang udah aku buat hilang, akhirnya aku harus rombak dan mulai ngetik lagi part 6. Dan semoga dalam seminggu ini aku bisa update Part 6 nya. Gomawo ^^

20 thoughts on “BitterSweet [Part 1]

  1. Hahahaha, rada bingung sama cerita,ya. Tapi kyak’nya bakal seru sii ,, apa lagi aku suka bgt ama EUNHAE. Ditunggu part selanjut’nya ya thor 🙂

  2. eonni ninggalin jejak dulu yahhh,,,,

    eh btw..aku lagi rindu couple Uee-Hyuuukkk >,<
    thanks udah post FF nyaaaaa….

  3. wah keren keren,meski diatas banyak teka teki tapi dibawah penuh penjelasan.dan aku suka sm HyukJin Couple nya,setelah sekian lama akhirnya FF untk couple ini muncul , thumbs up untk author..^^

  4. hheee blm bgtu paham.. tapi bahagia bgt ada hae oppa sama uie.. smgaaaa next part cpt publish buat ngilangin rasa pnsaraan

  5. Anyeong. . .
    reader bru. . fany imnida. .^^
    kyaaaa. . aq suka klu cast nya udh eunhae couple. .
    eunhyuk jdi model? gag kbayang dech si abang kunyuk. . apalagi wkt suju come back stage n nyanyi from u. . ya ampunn. . .><
    d tgu chapter brikutnya. .

  6. yay……
    ada lagi yang seru…..

    alhamdulillah yah… sesuatu’
    xixixixixi

    keren thor ceritanya.
    hyukkie..model????
    wah..ada bakat juga ternyata…
    hahahahah
    hyukkie, kalo yun hee gak mau ma kamu.
    tenang, janga galoo..
    aku masih menunggumu.
    aku setia kok…
    suer…
    *plakkkkkkk

    well, aku tunggu kelanjutanya thor..
    congrets..!!!

  7. maaf buat semua reader BitterSweet, karena ada keslahan makanya ini cerita akan dilanjutkan setelah FF the One I love selesai.. dan mungkin nantinya akan dibuat prview dulu untuk menguragi kebingungannya ^^
    gomawo

    • hemmmm…
      gt pantesan lama.
      udah gak sabar nunggu lanjutannya.

      tapi tetep menunggu kok..
      semoga lancar yah habis ini..
      semangadd…!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s