Foolery [Part 3]

Main Cast :

  • Kim Taeyeon ‘SNSD’
  • Jang Wooyoung ‘2PM’

Support Cast :

  • Ham Eunjung ‘T-ara’

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length : Chapter

Disclaimer :

Terinspirasi dari sebuah komik Korea *tapi aku sendiri lupa apa judulnya*

Credit poster : Altrisesilver

Previous Part : Part 1 | Part 2

***

Taeyeon membuka jendela kamarnya dan membiarkan angin yang berhembus itu menerpa wajahnya. Ia memangku dagunya dan melihat ke arah luar jendela tersebut.  Apakah aku memang harus meminta pertolongan Eunjung eonni?

Ia segera berjalan ke arah meja belajarnya dan mengambil handphonenya, ia menekan beberapa tuts pada layar handphonenya dan kemudian meletakkannya di telinganya. Lama ia menunggu agar telepon tersebut segera terhubung.

Yeoboseo, Taeyeon ah,” seru Eunjung.

Ne, eonni. Penawaran yang kau berikan masih berlakukan?” tanya Taeyeon dengan nada suaranya yang mengecil akibat ia merasa malu akan kejadian tadi pagi di sekolah, di mana ia telah menolak bantuan Eunjung.

Geureomnyeo. Apa kau mau menerimanya?” tanya Eunjung dengan nada suaranya yang terdengar cukup senang dalam menerima berita tersebut.

Ne, mianhae eonni ah, tadi aku sudah memarahimu.”

“Aish, gwaenchanayo. Kalau begitu, kapan kau akan merubah dirimu?” tanya Eunjung kembali yang membuat Taeyeon kini berdiri di depan cermin.

“Secepat mungkin,” jawab Taeyeon sambil mengelus wajahnya di depan cermin.

“Hari ini, eottae?”

“Baiklah,”

“Jangan lupa siapkan uang yang banyak, karena untuk mengubahmu memerlukan banyak uang.” Kata Eunjung sambil tertawa kecil.

Ya eonni. Kau menertawakanku?” tanya Taeyeon dengan kesal ketika ia mendengar suara tawa Eunjung di dalam telepon.

Annieyo, baiklah, aku menunggumu di Department Store terbesar di Seoul jam 3,” jawab Eunjung yang diikuti tanda berakhirnya percakapan mereka di dalam telepon.

Taeyeon berjalan ke arah lemari pakaiannya dan mengeluarkan celengan panda miliknya lalu memeluknya. Maafkan aku karena akan menghancurkanmu, dan dengan sekejap saja celengan itu jatuh di lantai kamarnya dan pecah. Isi dalam celengan itu semua kini berceceran, Taeyeon mengumpulkan semua isi dari celengan itu dan kemudian memegangnya dan mengamatinya dengan perasaan yang cukup dalam. Aku tidak tega untuk menggunakanmu, awalnya aku ingin menggunakanmu untuk makan ddeobeokki tapi pada akhirnya demi cintaku aku harus menggunakanmu.

 

***

Taeyeon berjalan keluar dari dalam rumahnya dan mengunci pintu gerbangnya sebelum ia beranjak meninggalkan rumahnya. Ia merapatkan jaket yang ia kenakan lalu berjalan kaki menuju ke tempat pemberhentian bus.

Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu, bus telah sampai ke tempat pemberhentian bus diikuti dengan turun dan naiknya beberapa penumpang. Taeyeon juga menaiki bus itu dan mengambil posisi duduk yang terletak di paling belakang dan dekat dengan jendela.

***

Taeyeon turun di salah satu tempat pemberhentian bus yang dekat dengan department store terbesar di Seoul. Ia masih harus berjalan kaki sekitar  100 meter untuk sampai ke sana. Ia menarik nafasnya dalam lalu melanjutkan kembali untuk berjalan menuju ke tempat perjanjiannya dengan Eunjung.

Ketika Taeyeon memasuki pintu depan Department Store tersebut, ia melihat Eunjung sudah berada di sana dengan pakaiannya yang terlihat berbeda jauh dari dirinya. Eunjung menggunakan pakaian yang tipis dengan roknya yang mini. ia semakin mendekatkan langkahnya pada Eunjung dan ketika ia sudah berhadapan dengan Eunjung, Eunjung segera menarik dirinya dan membawanya ke salah satu store kacamata terdekat.

Ketika sampai di store kacamata, Eunjung mulai mengajukan permintaannya pada salah seorang agassi yang melayani kami.  “Aku ingin membeli lensa kontak berminus dengan motif yang cantik,” kata Eunjung diikuti dengan anggukan dari agassi yang melayani kami.

Waeyo? Apa eonni ingin membeli lensa kontak?” tanya Taeyeon dengan berdiri di sebelah Eunjung.

“Ini bukan untukku, ini untukmu.” Kata Eunjung.

“Aku? Aku tidak butuh itu.” kata Taeyeon dengan menggelengkan kepalanya.

“Kau ingin terlihat cantik di depan Wooyoung bukan?” tanya Eunjung dan menatap Taeyeon.

Ne, tapi apa itu berarti harus memakai lensa kontak?” tanya Taeyeon dengan wajahnya yang terlihat kesal karena ia tidak menyukai memakai lensa kontak.

Geureom, kebanyakan gadis-gadis di Seoul ingin terlihat cantik dengan menggunakan lensa kontak.” Kata Eunjung.

Tak berapa lama kemudian, agassi yang melayani mereka datang dengan membawa berbagai sample dan brosur lensa kontak. Eunjung mengamatinya lalu berkata pada Taeyeon dengan pandangan mata yang masih mengarah pada sample dan brosur tersebut “Taeyeon, pilihlah mana yang kau sukai.”

Taeyeon mengamati sample dan brosur itu lalu menentukan pilihan akhirnya pada sebuah lensa kontak berwarna coklat dengan motifnya yang sangat cantik. Eunjung menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu mengatakannya pada agassi yang melayani mereka itu.

***

“Apa kau masih memiliki uang yang banyak?” tanya Eunjung pada Taeyeon sambil berjalan memasuki sebuah store pakaian.

Ne,” kata Taeyeon dengan berjalan mengikuti Eunjung.

Eunjung memilih beberapa pakaian yang lebih modis dan terlihat seksi di mata Taeyeon lalu menyerahkan pada Taeyeon dan memintanya untuk membayarnya. Taeyeon memandang Eunjung dengan ekspresi wajah yang seakan ingin marah tetapi tidak bisa diekspresikan.

Eonni, pakaian seperti apa yang kau pilih?” tanya Taeyeon dengan berusaha mengontrol dirinya.

“Ini akan terlihat cantik bila kau pakai.” Kata Eunjung sambil tersenyum.

Mwo? Eonni, pakaian ini terlihat seksi bukan cantik.” Kata Taeyeon dengan mengercutkan bibirnya.

Ya, di abad berapa kau tinggal sekarang? Apa kau tidak melihat bahwa pakaian ini sekarang menjadi trend di Seoul? Ayolah, kau harus memakainya demi Wooyoung.” Kata Eunjung dengan nada suara yang sempat terdengar marah tetapi tak lama kemudian terdengar datar.

Arasseo, eonni tidak perlu membentakku seperti itu, itu membuatku malu.” Kata Taeyeon lalu berjalan ke kasir sambil membawa  beberapa pakaian yang telah dipilih oleh Eunjung untuk dibayarnya.

Setelah mereka keluar dari store pakaian, Taeyeon melirik sekilas ke arah barang-barang yang dibawanya sambil menghembuskan nafas.

“Taeyeon, selanjutnya kita harus pergi ke store sepatu.” Kata Eunjung sambil menarik tangan Taeyeon untuk mengikutinya. Taeyeon yang ditarik oleh Eunjung hanya bisa pasrah.

Ketika mereka sampai di store sepatu, Eunjung memilih beberapa sepatu bertumit dan menyerahkannya pada Taeyeon untuk mencobanya.

“Apa aku harus memakai sepatu ini juga?” tanya Taeyeon sambil mengamati sepatu tumit yang dipilih oleh Eunjung.

Ne, geureomnyo. Kau harus mengetahui trend sekarang.” Kata Eunjung sambil menganggukkan kepalanya.

Sesuai perkataan Eunjung, Taeyeon mencoba sepatu bertumit itu. Sepatu bertumit itu terlihat cocok dan sangat cantik di kaki Taeyeon yang kecil dengan kulitnya yang mulus.

Yeppeoda,” seru Eunjung sambil tersenyum.

***

Eonni, apakah kita sudah selesai?” tanya Taeyeon sambil sekali-kali mengurut kakinya yang mulai terasa lelah.

“Belum, kita masih harus pergi ke salon untuk menata gaya rambutmu.”

Mwo? Menata gaya rambutku?” tanya Taeyeon dengan membulatkan kedua bola matanya.

Ne,”

Lagi-lagi Taeyeon hanya bisa menghela nafasnya dan menunduk. Ia tidak bisa melawan perkataan Eunjung karena apabila ia mencoba untuk menolak maka Eunjung akan mempermalukannya dan mengatakan bahwa dirinya itu sangatlah kuno.

***

Hari mulai berganti menjadi malam, Taeyeon baru saja keluar dari salon dengan gaya rambutnya yang baru. Ia berjalan dengan beberapa shopping bag yang tergantung di tangannya.

Saat ia menemui Eunjung, Eunjung berkata padanya “Taeyeon, mianhae aku harus pulang duluan. Mian karena aku tidak bisa mengantarmu pulang.”

Ne,” jawab Taeyeon dengan lemas dan berjalan mendahului Eunjung.

***

Keesokan harinya, dengan perasaan yang sangat ragu-ragu Taeyeon memasuki sekolahnya dengan berusaha tidak menatap setiap pandangan wajah siswa dan siswi di sekolahnya.

“Siapa yeoja itu?” terdengar suara dari antara para siswi yang tengah berkumpul di depan gerbang sekolah. “Yeoja itu, dia sangat cantik.” Terdengar lagi suara seorang siswa dari antara para siswa yang sedang mengamati mading sekolah.

Ketika mendengar pernyataan dari siswa itu, Taeyeon mulai memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya. Awalnya ia sangat takut bahwa perubahan dirinya justru akan membuat dirinya bertambah buruk dari dirinya yang sebelumnya. Tetapi ketika mendengar pernyataan dari siswa itu, ia mulai merasa lega.

“Taeyeon,” seru suara seorang yeoja yang hampir setiap pagi didengarnya ketika ia datang sekolah. Ia membalikkan badannya untuk menatap orang tersebut dan mulai terdengar beberapa suara bisikan yang mengatakan tentang dirinya “Ternyata yeoja itu adalah Taeyeon, bagaimana dia bisa berubah seperti itu? Bukankah ia si itik yang buruk rupa itu?”

 

Taeyeon mulai terlihat kesal ketika ia mendengar suara bisikan itu, sehingga ketika Eunjung berjalan mendekatinya, ia meluapkan semua kekesalannya pada Eunjung melalui emosi “Ya eonni, mengapa kau memanggil namaku? Apa kau dengar apa yang orang-orang katakan tentang diriku? Mereka mengatakan bahwa diriku dulu adalah si itik yang buruk rupa.”

Neo? Waeyo? Aku baru saja datang dan kau memarahiku. Seharusnya kau berterima kasih padaku karena mereka semua memujimu.” Kata Eunjung mencoba menjawab dengan sabar.

“Ya sudahlah, aku sedang tidak mood.  Kita bertemu lain kali saja.” Kata Taeyeon dan berjalan memasuki kelasnya meninggalkan Eunjung seorang diri yang tengah memandangnya sambil tersenyum sinis.

***

Ketika Taeyeon memasuki kelasnya, ia berpapasan dengan Wooyoung dan Wooyoung sempat menatapnya sekilas lalu berjalan mendahuluinya menuju ke tempat duduknya yang berada di paling sudut belakang kelas.

Park Sonsaengnim mempercepat langkahnya untuk segera memasuki kelas karena hari itu ia terlambat datang ke sekolah. Ketika ia memasuki kelasnya, ia sempat tersentak ketika melihat Taeyeon. Awalnya ia merasa ragu bahwa itu adalah Taeyeon murid kesayangannya, tetapi akhirnya ia percaya bahwa itu adalah Taeyeon ketika ia melihat papan nama yang ada di baju Taeyeon.

Eomeona Taeyeon, apa yang terjadi dengan dirimu?” tanya Park Sonsaengnim dari tempat duduknya.

“Aku.. Mianhaeyo Park Sonsaengnim.” Kata Taeyeon sambil tertunduk. Saat itu ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dikatakan dan dilakukannya.

“Aa,ne.. baiklah. Aku memaklumimu.” Kata Park Sonsaengnim lalu mulai berjalan ke arah papan tulis sebagain tanda bahwa kelas telah dimulai.

Taeyeon mendengar dengan jelas sayup-sayup suara orang-orang yang mulai mengatakan tentang dirinya.

“Park Sonsaengnim sangat tidak adil, dia boleh memasuki sekolah dengan gayanya yang tidak menunjukkan citra seorang pelajar, tetapi kita?” suara-suara itu terngiang dengan sangat jelas di telinga Taeyeon.

***

 Wooyoung berjalan keluar dari kelasnya ketika bel tanda kelas berakhir telah dibunyikan. Saat ia melewati Eunjung yang tengah berkumpul dengan teman-temannya, ia segera menarik tangan Eunjung untuk mengikutinya.

“Wooyoung, wae?” tanya Eunjung sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Wooyoung,

Wooyoung membalikkan badannya untuk menatap Eunjung dan terlihat mengambil nafas yang dalam dan menghembuskannya lalu memulai perkataannya “Apa yang kau lakukan pada Taeyeon?”

Naega? Aku tidak melakukan apapun.” Kata Eunjung sambil tersenyum sinis.

“Kuharap kau tidak melakukan sesuatu yang aneh pada dirinya dan bila hal itu terjadi aku tidak akan memaafkanmu.” Kata Wooyoung sambil mengepalkan tangannya lalu berjalan pergi meninggalkan Eunjung yang masih tersenyum dengan sinisnya.

***

“Aish, mengapa hari ini terasa sangat memalukan bagiku?” kata Taeyeon sambil memukul kepalanya sendiri dengan telapak tangannya. Ia berjalan dari sekolah menuju ke rumahnya sambil terus menundukkan kepalanya.

Dari kejauhan beberapa siswa berandalan yang biasanya berkumpul di persimpangan jalan menuju rumahnya, mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuannya. Ketika Taeyeon hendak membuka pintu gerbang rumahnya, tiba-tiba saja tasnya ditarik oleh siswa berandalan itu dan mereka membawanya ke sebuah gang yang hampir tidak pernah dilalui oleh orang-orang.

Ya, ireona. Lepaskan!!” seru Taeyeon sambil berusaha melepaskan diri dari siswa berandalan itu.

Siswa berandalan itu bukannya mau melepaskan Taeyeon, mereka tertawa terbahak-bahak ketika melihat Taeyeon yang berusaha melepaskan dirinya. Salah seorang siswa berandalan itu mencoba mendekati Taeyeon lalu mencium aroma tubuhnya.

“Dia sangat wangi,” seru siswa itu sambil menutup matanya dan kelihatannya ia menikmati aroma itu.

Bulu kuduk Taeyeon mulai merinding dan ia mulai berkeringat dingin. Ia mulai takut menghadapi siswa berandalan itu. Ia menutup matanya sambil berdoa mengharapkan adanya bantuan.

“Lepaskan aku, katakan saja apa yang kalian inginkan,” kata Taeyeon yang mencoba untuk menguatkan dirinya dan bertindak seakan dia tidak takut. Tetapi hal yang ia lakukan semua itu percuma karena gerakan tubuhnya dengan jelas memperlihatkan bahwa dia sedang ketakutan.

“Kami menginginkan tubuhmu,” kata salah seorang siswa itu sambil tertawa bersama teman-temannya.

Mwo? Kenapa?” kata Taeyeon dengan suara bergetar dan bersiap-siap melawan bila seandainya mereka melakukan hal yang tidak senonoh padanya.

“Karena kau terlihat cantik hari ini…

TBC…

AN : Hi readers..

Mian kelamaan ngepostnya..

Sorry kalau misalnya FF ini masih ada typo dan gaje..

hehe

Btw, gumawo buat semua readers dan eonni-eonniku yang uda meluangkan waktunya untuk membaca FF ini.. 🙂

Comment kalian semua sangat berguma loh bagiku… heheh

Don’t Forget to Leave Your Comment..

69 thoughts on “Foolery [Part 3]

  1. Eiii taeyeon mulai berubah [penampilannya]. Sikapnya jga. Wahhh apa wooyoung juga suka taeyeon ya? Terimakasih pada author yg sudah sukses bikin karakter eunjung sampe aku kesel sama Eiii taeyeon mulai berubah [penampilannya]. Sikapnya jga. Wahhh apa wooyoung juga suka taeyeon ya? Terimakasih pada author yg sudah sukses bikin karakter eunjung sampe aku kesel sama Eiii taeyeon mulai berubah [penampilannya]. Sikapnya jga. Wahhh apa wooyoung juga suka taeyeon ya? Terimakasih pada author yg sudah sukses bikin karakter eunjung sampe aku kesel sama Eiii taeyeon mulai berubah [penampilannya]. Sikapnya jga. Wahhh apa wooyoung juga suka taeyeon ya? Terimakasih pada author yg sudah sukses bikin karakter eunjung sampe aku kesel sama dia

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s