The One I Love -Part 7

Tittle               : The One I Love part 7

Main Cast      : Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Yoona

Support Cast : Sungmin,  Seohyun, Eunhyuk, Bora

Genre              :School day, Romance, Happy

Part sebelumnya: Part 1  Part 2  Part 3  Part 4   Part 5  Part 6

Music class

Para murid sudah berkumpul di kelas music sejak 20 menit yang lalu, tapi guru mereka belum juga terlihat batang hidungnya. Seohyun dan Yoona malah tidak menghiraukan kelasnya yang sedari tadi kosong, mereka berdua malah asyik mengobrol tentang Yesung, mendengar kakak Yoona yang dari Harvard pulang ke Seoul tentu saja membuat Seohyun senang bukan main. Karena memang sejak dulu Seohyun ingin sekali berkenalan lebih dekat dengan Yesung. Apalagi cita-citanya ingin menjadi pacar Yesung, mumpung satu bulan lebih Yesung akan ada di Seoul maka Seohyun tidak akan melewatkan kesempatan ini.

“jinjja?!”

“kau tidak percaya dengan temanmu sendiri.”

“waah, pulang sekolah sepertinya aku akan ke rumahmu. Boleh kan aku menginap?” pinta Seohyun.

“kau ingin sekali mengenal kakakku?”

Seohyun mengangguk.

“aku tidak akan bertanggung jawab jika kakakku melakukan sesuatu padamua Seo. Aku sudah pernah bilang kakakku bukan seperti apa yang kau pikirkan, dia bisa menjadi orang paling menyebalkan.”

Seohyun mengangguk. “aku bisa menaklukan kakakmu, aku janji.”

Yoona mengangkat sebelah alisnya. “yakin? Kau tidak menyesal?”

Seohyun mengangguk-angguk. “aku juga sudah minta bantuan pada Sungmin.”

“Sungmin? Ya! kau mau apakan kakakku, sampai minta bantuan dia juga.”

Seohyun mengedipkan sebelah matanya. “kau akan tahu nanti. Yang penting hari ini aku ingin menginap dan melihat kakakmu.”

“arra arra. Sore datang saja ke rumah, atau kau mau menungguku pulang kerja.”

“aku akan langsung ke rumahmu,” ujar Seohyun tegas. Yoona tersenyum, dan setelah diam cukup lama, ia merasa kelasnya dari tadi belum juga dimulai. Baru kali ini Lee songsaenim telat sampai setengah jam dan tidak memberikan pengumuman sebelumnya. Apakah terjadi sesuatu dengan beliau? Yoona mengeluarkan ponselnya dan berniat untuk menanyakan secara langsung kepada Donghae.

“kau mau kirim pesan ke Lee Songsaenim yaa…”

Yoona melotot kearah Seohyun, ia tidak mau ada anak yang tahu kalau dirinya memiliki nomer pribadi Lee Songsaenim. “kirim saja, aku tidak akan melarang.”

“apa hakmu melarangku mengirim pesan,” kata Yoona, akhirnya ia mengirimkan pesan ke nomer Donghae. Tanpa Yoona sadari sejak tadi ia memasuki kelas, pandangan Kyuhyun tidak lepas darinya.

“kau sudah dengar kakak Yoona, Kim Jongwoon pulang ke Seoul. Kau tidak mau bertemu dengannya.”

“hmm”

“aku tahu kau tidak suka dengan keputusan keluargamu tapi paling tidak kau harus bertemu dengannya, ia salah satu mahasiswa Harvard dari korea yang sukses  mendapatkan penghargaan siswa terbaik tahun lalu. Seperti kata orang tuamu, kau harus memita bantuannya untuk masuk Harvard juga kan.”

“hmm”

“kau dengar tidak Kyu?”

“aku mendengarmu, kau cerewet sekali.”

“apa siih yang kau lihat?”

Sungmin menilik pandangan Kyuhyun, dan tepat seperti dugaannya. Kyuhyun tengah menatap Yoona. “kau melihatnya lagi? Kalau suka bilang saja.”

“tidak.”

“wae?”

“aku tidak mau ditolak.”

“kalau kau cinta, buang egomu Kyu. Daripada terlambat dan nantinya menyesal lebih baik sakit dulu kan. Ayolah.. Cho Kyuhyun bukan orang pengecut seperti ini.” Sungmin memberikan dorongan kepada Kyuhyun agar segera mengungkapkan perasaannya. Ia tidak tahan melihat Kyuhyun yang selalu mencuri pandanagn kearah Yoona.

“kau pernah dengar kata-kata ini, To fall in love is very easy, Staying in love is a challenge, Letting go is the hardest part. Aku tidak mau hal terakhir menghancurkanku, kau tahu setelah lulus ini aku akan ke Amerika dan melanjutkan ke Harvard. Tidak ada jalan lain untuk menolak kemauan orang tuaku, mereka ingin aku sukses seperti mereka.”

Sungmin menepuk pundak Kyuhyun pelan, “.. kau sudah coba berunding lagi dengan ayahmu Kyu? Kurasa ayahmu bukan orang yang keras seperti ayahku, aku yakin kau bisa meminta waktu lebih lama lagi di Seoul dan nantinya…

“sudahlah. aku tidak mau mendengarnya,” Kyuhyun menghela nafas. Ia mengeluarkan psp dari tasnya dan mulai bermain starcarft.

Sungmin beranjak dari bangkunya, tangan Kyuhyun dengan cepat meraih lengan temannya itu. “eodiga?!”

“aku mau bicara dengan Yoona.”

“apa?”

“aku akan mengatakan semuanya, bahwa kau menyukainya. Dan masalah kepulangan Kim Jongwoon kau yang mengurusnya karena orang tuamu ingin bertemu dengannya, kemudian… Kim Junsu. Omooo… Kyu kau memang orang paling baik, mau mengurus masalah ayah Yoona dan melunasi semua hutang yahh .. walaupun tidak seberapa dibandngkan uang saku yang selalu kau dapatkan dari ayahmu. Tapi jika Yoona tahu semua ini pasti bukan penolakan. Aku yakin jika YOO…

Sebelum Sungmin berhasil meneriakan nama ‘Yoona’, tangan Kyuhyun telah membekap mulut Sungmin dan menyuruhnya kembali duduk. Sungmin tetap tidak mau, ia berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun tapi tidak semudah itu, Kyuhyun lebih unggul dalam hal kekuatan.

“shuuut! Kau benar-benar membuatku marah Min!”

“easbadhgsjhdghb”

“diam!”

“ajjdydgekdva c uwgcavcauy,” Sungmin menunjuk mulutnya, memberi kode agar Kyuhyun menjauhkan tangannya dari  mulutnya. Kyuhyun pun mengalah.

“hah hah hah…” Sungmin menatap Kyuhyun tajam.

“aku akan memukulmu jika kau berani mengatakannya ke Yoona, “ bisik Kyuhyun.

Sungmin diam. Temannya benar-benar marah dan ia tidak berani untuk mengambil langkah lebih jauh lagi.

Dari jauh, sejak tadi Yoona melirik kearah bangku Sungmin dan Kyuhyun. Ia merasa Sungmin memanggil namanya, tapi mungkin telinganya salah mendengar. Yoona kembali menatap Kyuhyun yang sedang membekap mulut Sungmin, melihat itu entah kenapa Yoona merasa adegan itu terlihat lucu. Tanpa ia sadari ia tertawa, Seohyun kaget mendengar teman sebangkunya ini tertawa tiba-tiba. Ia menengok dan mencari alasan dari mana Yoona tertawa… dan tak ada yang terlihat menggelikan atapun lucu. Kecuali…

“Yoong…”

“hemm..” Yoona menoleh. “apa?”

“kau suka dengan Kyuhyun?”

Yoona terdiam, gantian dirinya yang sekarang tidak bisa bicara. “mwoya?!”

“Yoong…”

Yoona menghindar dari tatatapn Seohyun, ia memegangi dadanya. Kenapa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya? Apakah pertanyaan Seohyun yang membuatnya seperti ini?????

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

“berkas yang diminta orang tuamu dan juga sertifikat yang tertinggal di Jepang sudah dikumpulkan. Kau bisa segera mengirimkannya.”

“kamsahamnida.”

“kau harus mendapatkan nilai tertinggi dan tentu saja harus mengalahkan Kim Yoona untuk itu. tapi aku percaya kau bisa lebih unggul darinya.”

“ne.. apa saya bisa kembali ke kelas.”

“ooh, tentu saja. Kau tidak boleh meninggalkan kelas terlalu lama bukan. Sekali lagi bapak ingin kau lulus ujian masuk Harvard, seperti Jongwoon kau juga harus menjadi mahasiswa terbaik.”

Kyuhyun mengangguk dan membungkuk sebentar, kemudian ia meninggalkan ruangan kepala sekolah. Ia membawa berkasnya, semua sudah diurus, dan Kyuhyun tidak bisa lagi berunding dengan ayahnya seperti yang dikatakan Sungmin.

Kyuhyun berjalan melewati koridor, tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia mengambil dan melihat 2 pesan di layar,

Kim Junsu sudah kami antarkan ke rumah,.sesuai janji kami

Kyuhyun-sshi, aku mendapatkan undangan makan malam di rumahmu. Ternyata kau memang anak pengacara Cho, aku minta maaf atas sikapku. Semoga kau tidak benci padaku dan terima kasih atas semuanya J selamat bertemu nanti malam

Kyuhyun kembali tersenyum, semua masalah terselesaikan dan lebih penting lagi.. Ia akan melihat senyuman di wajah Yoona, dan tidak akan terlihat lagi wajah lesu.

“Kyuhyun~ah..”

Kyuhyun menoleh kesumber suara, ternyata Lee Donghae yang memanggil.

“songsaenim, kenapa baru ada disini? tadi tidak masuk kelas?”

“ahh.. aku minta maaf. Aku ada urusan mendadak jadi tidak bisa mengajar kalian. Kau dari mana?” Donghae melirik kearah map yang dibawa Kyuhyun.

“ruang kepala sekolah.”

“ooh..”

Suasana mendadak sepi…

“kau sudah menemukan lagu untuk Winter Concert? Aku harap kau bertanggungjawab Kyuhyun, bukan berarti aku tidak menyuruhmu berlatih setiap hari, kau bisa bersantai-santai. Aku percaya kau sudah merencanakan pertunjukan yang menawan.”

“ya. Aku sudah siap dengan lagunya, dan seperti songsaenim bilang.. akan ada pertunjukan yang menawan dari kelas kita dan mungkin aku butuh bantuan.”

“baiklah, kalau kau memang butuh bantuan panggil saja aku. Aku akan melihat seberapa menawannya penampilanmu itu.”

“siap. Saya permisi dulu songsaenim.” Kyuhyun kembali berjalan menuju kelasnya dengan wajah bahagia.

“Kyuhyun!”

Kyuhyun menoleh, ia memandang Donghae, bertanya untuk apa memmanggilnya lagi. Lama Donghae tidak bicara ia malah terlihat resah, Kyuhyun tidak suka suasana seperti ini.

“songsaenim…” panggil Kyuhyun. Donghae kaget dan malah tersenyum.

“tidak apa-apa, kau kembali ke kelas saja.”

Kyuhyun menghela nafas dan berjalan, kali ini jika ada yang memanggilnya ia benar-benar tidak mau menoleh.

Donghae terdiam, menatap sosok Kyuhyun yang menjauh. Ia mengeluarkan kertas dari saku celananya. Kertas yang berisi surat permohonan untuk pembebasan Kim Junsu dari hutang dan tuduhan melarikan uang perusahaan. Pagi tadi Donghae baru sempat mengirimkannya ke kantor kejaksaan dan tanpa ia tahu lebih awal, bahwa sudah ada surat yang datang lebih dulu untuk mengurus permasalahan ini. Dan surat tersebut dari Kyuhyun, ia tahu hal tersebut tidak terlalu sulit untuk ukuran anak SMA, mengingat kedua orang tua Kyuhyun adalah seorang Jaksa terkenal di Seoul. Tapi…

Baiklah, Donghae mengaku kalah saat ini, tapi ia tidak akan mengalah untuk yang lain lagi.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Seminggu berlalu begitu saja tanpa ada kejadian yang menarik, para murid SM kembali ke aktivitas sekolah yang padat. Apalagi kelas 3 yang sebentar lagi akan menjalankan ujian akhir, dan diminta untuk menjadi lulusan unggulan tahun ini terpaksa harus melaksanakan jadwal tambahan. Seperti yang dikatakan kepala sekolah bahwa untuk kelas 3 akan ada kelas malam sampai pukul 10, mengingat bahwa ujian kali ini kesulitannya lebih tinggi daripada tahun lalu maka wajib semua siswa mengikutinya.

Setelah kepulangan Yesung, Yoona sempat kena marah oleh kakaknya karena ketahuan bekerja disalah satu mini market. Belum juga reda kemarahan Yesung, ayahnya yang telah lama menghilang tiba-tiba muncul dan membuat ibu mereka pingsan dan harus menginap d rumah sakit selama dua hari. Hari demi hari, akhirnya Yesung memaafkan ayahnya dan keluarga mereka memulai semuanya dari awal. Sesuai permintaan Yesung, pekerjaan Yoona akan digantikan kakaknya sementara waktu ini.

Sementara itu, Kyuhyun dan Sungmin sedang tidak begitu semangat menjalani hari-hari membosankan di sekolah.

“kau terlihat lesu Kyu?” tanya Sungmin.

“aku pusing.”

Sungmin tertawa mendengar jawaban dari sahabatnya ini. Kali ini mereka berdua memutuskan untuk bersantai di kantin, sambil memesan snack yang mungkin bisa menghilangkan kepenatan otak mereka dari belajar.

“aku benar-benar tidak tahan harus membaca sebanyak itu,” ujar Kyuhyun kembali, ia meminum kembali soda kaleng dari Sungmin.

“ya, kau seperti tidak pernah membaca buku saja. Apa kau benar-benar Cho Kyuhyun si jenius itu?”

“jangan meremehkanku. Aku hanya tidak biasa menghabiskan waktu sebanyak ini untuk membaca. Kalau pun harus belajar tidak perlu dikurung di ruangan perpustakaan kan. Aku harus bicara dengan kepala sekolah.”

“memangnya kau ingin belajar yang seperti apa?”

“seperti jadwal biasanya. Tidak harus ada kelas malam, bukankah kasihan murid yang mengambil jadwal les malam juga. Mereka baru pulang dari tempat les sekitar tengah malam. Itu menakutkan.”

Sungmin membenarkan kata-kata Kyuhyun tapi temannya ini tidak bisa seenaknya mengganti peraturan dari kepala sekolah. Dari dulu semua sekolah mewajibkan kelas malam bagi seluruh siswa kelas 3 sebelum ujian, agar siswanya dapat lulus 100%.

“Kyu, kau dicari seseorang,” bisik Sungmin. Kyuhyun masih saja tiduran diatas meja kantin tanpa peduli ucapan Sungmin.

“ya.. Yoona mencarimu bodoh!”

Kyuhyun menegakkan kepalanya dan melihat kearah depan. Benar saja, Yoona sudah berdiri didepan matanya bersama Seohyun. Yoona tidak bicara apapun walaupun ia sudah melihat Kyuhyun duduk tegak didepannya, ia malah memegang lengan Seohyun erat.

“oppa, aku ingin bicara. Bisakah?” tanya Seohyun pada Sungmin. Mendengar suara Seohyun yang meminta, Kyuhyun menghela nafas dan membuang muka tidak suka. Sungmin yang tidak tahu bahwa sebenarnya yang dicari adalah dirinya menjadi salah tingkah.

“aku?”

Seohyun mengangguk. Sungmin masih belum sadar, dan sebentar ia melihat kearah mata Seohyun yang megedipkan mata. Sungmin tahu bahwa dirinya hanya dijadikan korban.

“baiklah. aku juga ingin bicara denganmu Seo. Bagaiman kalau kita bicara di kelas saja.”

“oke.”

Seohyun menatap Yoona begitu juga Sungmin menatap Kyuhyun.

“kalian berdua disini saja.”

“untuk apa?!” Kyuhyun lah yang pertama kali berteriak, membuat Yoona menoleh padanya.

“ya! aku tidak suka kau berteriak seperti ini. Aku hanya ingin menyerahkan sesuatu kepada Seohyun. Aku janji tidak akan lama.”

“Yong, kau disini saja ya. Kau bilang lapar kan… dan…”

“kau merencanakannya ya?” bisik Yoona.

“aku tahu kau butuh waktu berdua dengan Kyuhyun, jadi manfaatkan waktu sebaik mungkin. Oke?”

Yoona tidak ada pilihan lain. “oke,” jawab Yoona lesu. Ia kembali menatap Kyuhyun yang masih menghalangi Sungmin yang akan meninggalkannya.

“Kyu!” teriak Sungmin, membuat Kyuhyun berhenti menahan badan Sungmin. Dengan cepat Sungmin keluar dari cengkraman tangan Kyuhyun dan berdiri disebelah Seohyun.

“kami tidak lama, kami janji,” ujar Sungmin sambil mengedipkan mata kearah Kyuhyun dan tersenyum kearah Yoona.

“….”

“…..”

Baiklah, keduanya terdiam cukup lama. Tidak ada satu orang yang memulai pembicaraan, walaupun Yoona memang ada perlu dengan Kyuhyun tapi untuk memulai lebih dulu, itu  membuatnya canggung.

“bagaimana belajarnya?”

“hem, baik dan lancar. Kau?”

“pusing.”

“waeyo?”

“aku tidak terlalu suka belajar terlalu lama, itu membuatku jenuh.”

“ooh.. begitu..”

“…”

“….”

“Kyuhyun..”

“hemmm..”

“kau.. kau.. kenal kakakku?”

o..ooh.. Kyuhyun tahu tidak lama lagi pasti Yoona akan mengangkat pembicaraan ini.

“aku tahu. Kim Jongwoon, kau sering memanggilnya Yesung.”

“bukan hanya aku tapi juga teman-teman terdekatnya. Kau mengenal oppa darimana?”

“orang tuaku ingin bertemu dengan kakakmu dan juga… aku ingin mengenalnya.”

Yoona mengangguk, “jadi, apakah kau yang membiyai Yesung oppa pulang ke Seoul.”

“ya begitulah seperti yang kau pikirkan.”

“memangnya apa yang aku pikirkan, kau tahu apa?”

“aku mungkin tahu pikiranmu dan itu tidak salah, aku melakukannya setelah menjenguk ibumu. Aku pikir, kakakmu harus tahu keadaan ibumu dan ayahmu yang pergi meninggalkan hutang. Dia anak pertama seharusnya…

“aku tidak suka.”

Kyuhyun terdiam dan menatap Yoona. Wajah gadis itu terlihat marah.

“kau tidak suka?”

“ne!”

“wae?!”

“aku tidak suka orang lain mencampuri kehidupan keluargaku.”

“maaf.”

Yoona menatap Kyuhyun, ia tahu Kyuhyun hanya ingin membantu keluarganya tapi ia merasa tindakan Kyuhyun sudah diluar batas. Ia tidak menyukai orang yang seenaknya mencampuri permaslahan keluarganya apalagi Kyuhyun bukan termasuk orang terdekatnya.

“aku minta maaf karena sudah lancang mencampuri urusanmu. Siapapun pasti tidak suka jika urusan keluarganya dicampuri jadi maafkan aku. Aku hanya ingin membantu dengan caraku, dan mungkin kau tidak menyukainya.”

“aku tidak suka tapi kakak dan ayahku menyukaimu.”

Kyuhyun menatap Yoona tidak percaya. “maksudku, kakak dan ayahku malah berterima kasih padamu karena kau sudah membantu mereka. Dan.. aku jadi tidak bisa membencimu padahal aku ingin.”

Kyuhyun menghela nafas lega. “syukurlah, aku senang mendengarnya.”

“terima kasih.”

“kau mengucapkannya?”

“aku bukan orang jahat yang tidak tahu bagaimana caranya berterim kasih.”

“kau ikhlas mengatakannya?”

“kau bukan orang jahat yang ingin mendapatkan sesuatu setelah melakukan hal baik, bukan?”

Kyuhyun menggeleng. “aku benar-benar berterima kasih.”

Kyuhyun tersenyum. “kau tersenyum?”

“kenapa? Tidak boleh?”

“terserah.”

“aku senang kau tidak menamparku, aku sudah berpikiran bahwa nanti saat aku akan pulang akan ada bekas jiplakan tangan. Dan besok aku pasti akan membolos sampai bekas itu hilang.”

“mengapa kau berpikiran seperti itu?”

“karena…”

“…kau tidak suka padaku?”

“aku sangat su…”

Kyuhyun terdiam, hampir saja, hampir saja. Yoona menatap Kyuhyun menunggu jawaban atas pertanyaannya. “ya! aku tidak membencimu,” ujar Kyuhyun, dirinya jadi salah tingkah.

“Sungmin dan Seohyun sudah terlalu lama, kita jemput mereka di kelas.”

Yoona mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang, sebenarnya ada lagi yang ingin ia tanyakan pada Kyuhyun. Ia tidak suka berhutang budi kepada orang lain ,apalagi terhadap Kyuhyun.

“kau tidak ingin apa-apa?” tanya Yoona.

“aku? Sekarang? Tidak ada.”

“aku sudah menyangkanya.”

“ada apa? Kau mau memberiku hadiah?”

“jangan harap.”

“hahahaha.. kenapa? Aku malah ingin mendapatkan hadiah darimu.”

“mimpi sana.”

“setelah aku pikir-pikir, aku bukan sepernuhnya orang baik. Aku ingin kau membalas kebaikanku pada keluargamu.”

“kenapa tiba-tiba?”

“aku baru mendapatkan pikiran itu.”

Kyuhyun dan Yoona masih melanjutkan pembicaraan, tanpa berganti posisi. Kyuhyun tetap didepan sedangkan Yoona dibelakangnya, mungkin menurut mereka lebih nyaman berbicara dalam posisi seperti ini.

“bagaimana kalau kau ikut berpastisipasi di Winter Concert?”

“….”

“tidak mau?”

“aku tidak bilang, tidak mau hanya.. aku tidak siap. Sebentar lagi kita ujian bukan, dan untuk latihan kita juga perlu waktu.”

Kyuhyun mendadak berbalik badan dan membuat Yoona kaget. “YA!”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke Yoona dan ia menyentil kepala gadis itu dengan keras. “terlalu banyak pikiran dan perhitungan. Kau bisa menganggap ini sebagai latihan biasa, aku janji tidak akan mengganggu belajarmu. Bagaimana?”

“aku akan memikirkannya.”

“jangan terlalu lama.”

“….”

“oke?” tanya Kyuhyun lagi, ia tidak sadar jika kedekatan wajahnya membuat Yoona tidak nyaman, jantungnya sedari tadi berdetak lebih cepat dan ia takut laki-laki didepannya bisa mendengarnya.

“oke?”

Yoona mengangguk.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

4 hari kemudian

Kyuhyun terlihat sedang sibuk dengan pekerjaan barunya, ia menyalin jawaban yang baru saja dikerjakannya ke buku catatan milik Yoona. Selama 3 hari ini mereka bergantian menyelesaikan tugas sekolah dan satu orang lainnya berlatih. Mereka berdua juga sudah meminta ijin untuk memakai ruang music setelah jam kelas malam selesai, kadang ada Sungmin dan Seohyun yang menemani. Tapi lain halnya malam ini, hanya ada Yoona dan Kyuhyun dan sesuai kesepakatan, hari ini Yoona lah yang latihan sedangkan Kyuhyun yang mengerjakan tugas mereka.

“kau harus mencatatnya dengan rapi. Jangan ada yang salah satu pun.”

“iyaa, kau berisik, latihan sana!!”

Yoona memainkan piano, membaca partitur yang baru saja ia dapat dari Kyuhyun, sejenak ia merasa asing hingga membuatnya sulit untuk menggerakkan jarinya. Belum lagi ia harus menyamakan dengan nada suara Kyuhyun. Yoona mengacak rambutnya frustasi saat melihat kerta berisi partitur lagu dengan not-not yang susah untuk dimengerti.

Mata Yoona melirik kearah Kyuhyun yang sedang serius dengan tugas mencatat. Sudah 1 jam ia mengotak-atik not-not balok tersebut tapi belum juga ia mendapatkan nada yang sempurna. Sebenarnya ada apa dengan dirinya??? Yoona menarik nafas pelan lalu menghembuskannya perlahan, gadis itu mengumpulkan keberaniannya.

“Kyuhyun-sshi…” Yoona menunduk, ia benar-benar malu harus menanyakan hal ini pada orang seperti Kyuhyun. Entah apa tanggapan Kyuhyun mendengar permintaannya kini.

Kyuhyun menoleh, ia berjalan kearah Yoona dan duduk disampingnya. “wae? kau tidak bisa membacanya?”

“bukan.. hanya…  ini terlalu rumit. Apa benar ini patitur asli?”

“aku mengubahnya sedikit..”

“banyak.”

“lalu kalau aku mengubahnya banyak kau tidak suka. Aku ingin mengarasemen lagu apa itu tidak boleh? Aku tidak suka menyanyikan lagu asli, jadi aku mengubahnya.”

“berikan aku patitur aslinya? Aku akan latihan dengan itu, seterusnya kita akan mengarasemen bersama. Kalau seperti ini aku juga kesulitan untuk berlatih. ”

“apa tidak bisa pakai yang ini?”

Yoona menggeleng.

“baiklah, lusa aku akan aku berikan padamu.”

“besok?”

“besok jadwalku latihan dan kau mengerjakan tugas bukan. Jadi besok kau dengarkan saja laguku sampai selesai dan aku punya lagu untuk kita berdua.”

“berdua? Sejak kapan aku ingin berduet denganmu?”

Kyuhyun tahu kesalahan yang fatal adalah membuat Yoona marah. Kini ia harus menjelaskan seperti apa, supaya Yoona mau berduet dengannya.

“aku sudah memilih lagu yang bagus, kau tahu kita akan mengisi 10 menit acaranya. Dan apa kau tidak berpikir bahwa orang akan bosan mendengarkanku bernyanyi saja.”

“no.”

“Kim Yoona…”

“aku tidak bisa bernyanyi.”

“bisa, kau pernah menyanyi di kelas music dan mendapat nilai… tidak terlalu buruk.”

Yoona berdiri dan membereskan kertas-kertas dan juga bukunya yang belum selesai dicatatkan oleh Kyuhyun. “kau mau kemana?”

“pulang. Ini sudah malam.”

Yoona memasukkan semuanya kedalam tas dan langsung meninggalkan Kyuhyun yang masih beres-beres. “YA! YOONA! TUNGGU AKU!”

Yoona tetap berjalan tanpa menghiraukan teriakan Kyuhyun, suasana sekolah pun tidak begitu sepi, masih ada beberapa murid yang masih berdiam di perpustakaan. Biasanya sekolah akan ditutup jam 22.30. Kyuhyun berhasil mengejar Yoona dan menyamai langkah gadis itu.

“baiklah, aku akan memberikan patitur-nya besok. Puas?”

“terima kasih.”

Yoona masih terus berjalan sedangkan Kyuhyun mengatur nafasnya yang mulai tidak stabil. “aku akan mengantarmu pulang.”

“tidak usah.”

“aku sudah janji padamu.”

“kau berjanji akan mengantarkanku pulang jika kita latihan sampai jam setengah 12. Ini masih 23.15, aku bisa pulang sendiri. daahhh..”

“ya! Kim Yoona!”

Yoona melambaikan tangannya tanpa peduli teriakan Kyuhyun dan kembali berjalan menuju arah rumahnya.

Kyuhyun memandang kepergian Yoona dengan kecewa, padahal sudah lama ia ingin mengantar Yoona ke rumahnya. Ia ingin sekali bertemu dengan kelaurga Kim, entah mengapa ia rindu masakan ibu Yoona.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Yoona pun memilih berjalan sendirian, baginya bukan masalah jika harus sendrian pada jam segini, ia sudah terbiasa dan ia cukup memiliki keberanian untuk pulang sendirian. Tapi ia tidak yakin bahwa nantinya Yesung tidak akan memarahinya. Dan.. tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Yoona kaget dan berbalik badan. Mukanya yang tadi sudah histeris sekarang berubah lagi menjadi biasa, karena ternyata itu adalah gurunya.

“guru belum pulang  juga?”

“aku menunggumu.”

“eh?”

“aku melihatmu berjalan sendirian, sebagai guru bukankah aku harusnya mengantar dan menjaga keselamatan muridnya.”

Yoona tertawa mendengar alasan tersebut. “benarkah? Guru harus memutar untuk menuju apartemen kalau berjalan kearah ini.”

“aku bisa mengaturnya, rumahmu juga tidak jauh dari halte bus dan aku bisa naik bis darisana.”

“ahh.. benar juga.”

Donghae melirik kearah Yoona, ia melihat gadis itu terlihat kedinginan. Angin malam memang selalu lebih dingin apalagi sebentar lagi akan musim salju. Ia melepaskan jas dan menyampirkannya dibahu Yoona.

“pakai saja.”

“kamsahamnida.”

“Yoona~ya…”

“hemm…”

“aku bisa percaya padamu kan?”

“memangnya Songsaenim mau mengaku dosa padaku.”

“kau tidak keberatan mendengarkannya.”

“aku janji tidak akan bicara pada siapapun.” Yoona menirukan gerakan orang sedang menutup bibir dengar rapat. Donghae tertawa melihatnya.

“jadi…” Yoona benar-benar terlihat penasaran, membuat Donghae geli melihatnya.

“aku tidak akan menjadi guru lagi, setelah kelulusan ini aku akan mengundurkan diri.”

Yoona menatap guru musiknya ini dengan heran, mengapa begitu mendadak?

“kau tahu sendiri latar belakang keluargaku adalah pembisnis dan kuliah yang aku jalani adalah hukum. Sekarang aku guru music, tidak ada satu pun yang aku lakukan berhubungan satu sama lain. Aku merasa bahwa hidup seperti ini berat dan lelah dan berpikir untuk membuat sebuah keputusan.”

“lalu guru akan menjadi pengacara?”

Donghae menggeleng.

“aku akan pulang ke rumah, hidup bersama nenek dan bekerja di perusahaan.”

“waaaahhhh, daebak,” ujar Yoona. Ia salut dengan keputusan gurunya ini, benar-benar diluar dugannya.

“kau terlalu berlebihan.”

“jeongmal? Guru akan bekerja di perusahaan… hmm…” Yoona melihat penampilan Donghae dari atas sampai bawah dan membayangkan gurunya memakai pakaian rapi layaknya pekerja kantoran.

“tidak begitu buruk, aku mendukung.” Yoona menunjukkan ibu jarinya kearah Donghae.

Donghae tersenyum. Setelah melihat Yoona tersenyum dan mendukungnya, ia merasa yakin bahwa keputusannya memang sudah benar dan ia siap menjalaninya. Donghae menarik tangan Yoona  mengajaknya berlari dan secara tidak langsung menggandengnya.

“masuklah,” ujar Donghae. Mereka akhirnya sampai didepan rumah.

“kamsahamnida,” Yoona mengembalikan jas milik gurunya dan memberi hormat sebentar.

“Yoona~ya..”

Yoona berbalik dan tanpa ia duga, Donghae memeluknya. “songsaenim~…” tak lama kemudian Donghae melepaskan pelukannya.

“gomawo. Jalja.” Donghae melambaikan tangan dan segera meninggalkan rumah Yoona. Dirinya terlalu malu untuk menatap ataupun berbicara lebih lama dengan Yoona. Bodohnya dirinya yang tidak bisa menenkan perasaannya sendiri, dan kali ini ia gagal karena berani memeluk muridnya sendiri.

Lain halnya dengan Yoona, gadis itu masih terlalu shock dan belum bisa menenangkan dirinya sendiri sejak gurunya melepaskan pelukan darinya. Jantungnya rasanya tidak mau berdetak secara teratur, ia seperti habis lari marathon.

“ehem!”

Yoona kaget, ia menoleh dan melihat kakaknya sudah berdiri didepan pintu rumah.

“tidak masuk?”

Ia mengangguk, menyapa kakaknya. Dan saat ia melewati kakaknya, Yesung berbisik di telinga Yoona yang membuat gadis itu kembali malu dan jantungnya makin berdetak lebih cepat.

“kau bisa jelaskan perbuatan tadi? Dan .. aku menerima pesan dari Kyuhyun untuk menjemputmu ke sekolah, jadi ada apa denganmu Yoona? Dua laki-laki dalam semalam,” bisik Yesung.

“OPPA!!! Bukan begitu!”

“arra! Jangan teriak, eomma sudah tidur.”

Yoona diam dan hanya bisa melotot kearah Yesung, tapi kakaknya malah tertawa. Ucapan kakaknya itu tidak ada yang lucu, tapi kenapa kakaknya malah tertawa???

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

32 thoughts on “The One I Love -Part 7

  1. Daebakkkk….. Wahhhhh jdii ndk sabar buat baca kelanjutanx author…asli penasaran!!! Penasaran Yoona sebenrx suka ma siapa….

    Author, jgn lama2 publish next chapterx yach! Ditunggu loh 🙂

  2. oooh.. jadi yg bantu keluarga Kim pure Kyuppa kirain bakal ada campur tangan Haeppa.. *angguk2 kepala

    Omoo.. Yoong eon sebetulny cinta ma siapa? Pas ama Kyuppa jantungny berdebar2 pas di peluk Haeppa jg sama.. ahhh .. tapi aku maunya KyuNa *maksaa

    lanjut thor! Keep Writing n Fighting!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s