Just The Way You Are Part 8

 

Title   :: Just The Way You Are Part 8

Author   :: Hyunhae

Genre   :: Romance, Friendship, Family

Length   :: Chaptered

Rating   :: PG-17 *PERHATIKAN RATING DANNN SKIP SCENEnya KALAU LAGI PUASA, BISA MENGURANGI PAHALA #plakk tapi kalau tetep mau baca silahkan..haha ^^v

Main Cast   :: Kang Minhyuk of CN Blue, Kim Seoeun (OC)

Other Cast   :: Member of CN Blue, Lee Joonhyuk, Lee Haejin (OC)

Disclaimer   :: This story and plot is mine

a/n   :: Selamat menunaikan ibadah bulan ramadhan, mohon maaf lahir bathin yaaa… ^^ ini juga dipublish di blog pribadi saya,, happy reading..sorry for typo..

Previous Part :: [Part 1] [Part 2] [Part 3] [Part 4] [Part 5] [Part 6] [Part 7]

―――――――――――――――――――――――――――――――――

Seoeun POV

L.O.V.E girl, nae soneul jabgeo,

L.O.V.E girl, nareul midgeo fly high

L.O.V.E boy, yes we can fly to the sky

L.O.V.E boy, I want take you there baby

“Yeoboseyo?”

“Siap-siap, nanti kujemput.” Eh?

“Waeyo Haejin~ah? Memangnya mau kemana?”

“Mnet, M!Countdown.”

“Mwo?”

“Lihat recording CN Blue lah. Ppalli, dua puluh menit lagi aku sampai dan kau harus sudah siap di depan apartemenmu.”

“Hajiman, naega…”

“I don’t care. Ppalli.” PIP

“Aisshh, apa-apaan sih Haejin, aku belum selesai bicara ia sudah main tutup teleponnya.” Gerutuku, tapi tetap bersiap-siap, daripada nanti kena ceramahan Haejin lagi, lebih baik ikuti sajalah, tidak ada salahnya, sekalian lihat my kyeopta namja Hyukkie. Ehehe.

Setelah rapi aku langsung keluar dan menunggu di depan apartemenku, mana Haejin katanya dua puluh menit lagi sampai, ini sudah setengah jam, ck.

TIN TIN

Sebuah Audi putih berhenti didepanku, nah ini anaknya, akhirnya datang juga setelah setengah jam, langsung saja aku masuk dan duduk dikursi penumpang sebelah pengemudi.

“Kau bilang dua puluh menit lagi sampai.” Cibirku, ia hanya tersenyum polos sambil tetap mengemudikan mobilnya. Cih.

“Hehe, kalau tidak begitu kau tidak akan cepat.” Jawabnya.

“Dasar kau. Ah, kau sudah bilang mau lihat recording mereka?”

“Tentu saja.”

“Hmm, baguslah.”

***

“Bagaimana hubunganmu dengan Joonhyuk oppa?” Haejin membuka pembicaraan, aku yang focus melihat recording jadi langsung terdiam.

“Maksudmu? Hubungan apa?”

“Kau dan Joonhyuk oppa, aku tahu waktu ia menyatakan perasaannya lagi padamu, aku tahu ia memang masih memiliki perasaan padamu tapi aku tidak menyangka ia akan mengatakannya, sampai ia mengatakan padaku sebelum ia kembali ke jadwal syuting dramanya tentang ia yang akhirnya menyatakan perasaannya padamu lagi. jadi apa keputusanmu?” jelasnya. Ottokhae?

“Haejin~ah…”

“Jangan bertanya padaku, karena semuanya tergantung padamu, kau yang merasakan semua ini, kau yang lebih tahu kepada siapa hatimu sekarang. Aku senang kalau kau memang kembali pada Joonhyuk oppa, tapi aku juga masih ingat  bagaimana kau dulu saat berpisah dengannya, aku tidak ingin memaksakanmu, aku juga menghargai perasaanmu pada Minhyuk, kau sudah membuktikan keseriusanmu terhadap Minhyuk. Pikirkan semuanya baik-baik. Mereka berdua, kedua namja yang sekarang ada di sekitarmu, sama-sama baik, sama-sama punya kelebihan dan kekurangan.”

“Nan molla.” Jawabku.

“Kau pikirkan baik-baik, kepada siapa perasaanmu saat ini, cari tahu perasaanmu yang sebenarnya. Hati dan cintamu harusnya hanya milik salah satu dari mereka, jangan keduanya, kau akan menyakiti kalian bertiga kalau seperti itu.”

“Mmm.”

“Yasudah, kau akan lebih sering melihat Minhyuk pasti, kau mungkin hanya akan melihat Joonhyuk oppa lewat dramanya, tapi kau akan melihat Minhyuk di dramanya juga saat perform mereka, belum lagi kalau kau bertemu dengannya. Jadi mungkin kau butuh usaha ekstra untuk mencari jawaban dari kebimbangan hatimu terhadap dua namja itu.”

“Eung, arasseo. Gomawo Haejin~ah.”

“Ne, hwaiting Seoeun~ah.”

“Ne, hwaiting. Semoga aku cepat menemukan jawabannya.” Kataku semangat, Haejin mengangguk.

“Sudah, lihat lagi mereka, kita sudah susah-susah ke sini, sayang kalau tidak dilihat.” Kata Haejin, aku mengangguk dan kembali memfokuskan pada recording mereka.

Minhyuk POV

Gotcha, aku melihat noonim, Seoeun noona dan Haejin noona, kupikir waktu Haejin noona bilang ia akan mengajak Seoeun noona melihat recording, ia hanya bercanda meledekku, ternyata ia serius. Uh, tapi kenapa mereka tiba-tiba jadi terlibat pembicaraan sendiri? Sepertinya pembicaraan itu cukup serius terlihat dari raut wajah mereka.

“Ahh, Seoeun noona.” Desahku.

“Katakan saja padanya.” Aku langsung menoleh kebelakangku, ternyata Yonghwa hyung, mengagetkanku saja.

“Hyung mengagetkanku saja. Dan apa yang harus dikatakan?”

“Tentu saja menyatakan perasaanmu, katakan kau mencintainya.”

“Eh?”

“Sebelum terlambat. Ada kalanya seseorang merasa lelah karena sudah terlalu lama menunggu dan tak kunjung mendapat kejelasan, sebelum itu terjadi lebih baik kau perjelas semuanya.”

“Ah hyung, emm…”

“Katakan nanti saat pulang, aku akan mengajak Haejin dan yang lain keluar, kutinggal kau dan Seoeun berdua di dorm, katakan semuanya, bicarakan hati ke hati. Kalau kau memang tidak mau mengatakannya juga, maka akhiri. Lupakan rasa cintamu padanya, katakan padanya untuk  melupakanmu.”

“YA ya ya, hyung, kenapa bicara begitu, aku kan tidak bilang akan melupakannya.” Sahutku panic, apa-apaan itu kenapa pilihannya begitu.

“Makanya, kubantu kau, kuberi kau kesempatan nanti. Mau atau tidak? Ppalli.”

“Ne, aku mau hyung.” Sambarku cepat.

“Baguslah.” Yonghwa hyung berlalu dari hadapanku. Eish, jadi hanya ingin bicara itu? ckckck.

***

Yeah, sejauh ini semua berjalan lancar. Yonghwa hyung berhasil membujuk semuanya ikut dengannya keluar. Dan Seoeun noona juga mau ditinggal bersamaku disini dengan alasan menemaniku, karena Yonghwa hyung khawatir meninggalkanku sendirian di dorm dalam kondisi sakit seperti ini.  yah, meskipun awalnya ia tampak keberatan ditinggalkan hanya berdua denganku, tapi akhirnya ia menerimanya juga. kurasa ini waktunya. Aku harus segera berbicara dengannya, memperjelas semuanya.

“Noona…”

“Minhyuk~ah…”

“Err,, noona duluan saja.” kataku. Masa kami diam-diaman dan sekalinya bicara malah berbarengan.

“Aniyo, kau saja duluan. Yang ingin kubicarakan tidak terlalu penting.”

“Jinjja? Gwaenchana?”

“Ne, jinjja. Ppalli apa yang ingin kau bicarakan?”

“Emm, noona, aku ingin tanya. Kenapa kau akhir-akhir ini jarang kemari? Maksudku, kata Haejin noona kau pergi? Pergi dengan teman-temanmu? Dan juga, kemarin aku menelepon dan mengirimimu pesan tapi tidak ada satupun yang kau balas. Kau sibuk kah?” tanyaku. Kulihat ia langsung tegang. Ada apa? Ada yang salah dengan pertanyaanku? Aku hanya ingin menghilangkan pikiran-pikiran aneh diotakku tentang semua kejadian belakangan ini.

Seoeun POV

“Emm, noona, aku ingin tanya. Kenapa kau akhir-akhir ini jarang kemari? Maksudku, kata Haejin noona kau pergi? Pergi dengan teman-temanmu? Dan juga, kemarin aku menelepon dan mengirimimu pesan tapi tidak ada satupun yang kau balas. Kau sibuk kah?” tanyanya.

Tubuhku menegang, ige mwoya? Kenapa Minhyuk tiba-tiba bertanya seperti itu? apa ia tahu hubunganku dengan Joonhyuk oppa? Tapi, kalaupun ia tahu kurasa itu bukan hal penting untuknya, toh ia bukan siapa-siapaku, walaupun kuakui, aku ingin mengetahui bagaimana perasaannya padaku setelah selama ini aku berusaha membuatnya bisa mencintaiku.

“Waeyo? kenapa tiba-tiba kau menanyakan ini?” tanyaku. Ehm, aku harus bisa menguasai diriku.

“Hanya ingin tahu. Aku merasa noona sedikit jauh dariku. Aku ingat dulu noona yang mengatakan mencintaiku, ingin mendekatiku dan berusaha membuatku mencintai noona, tapi akhir-akhir ini noona menjauh dariku. Apa perasaan noona sudah berubah padaku?”

DEG

Apa tadi katanya? Ia merasa aku menjauhinya? Atas dasar apa ia mengatakan itu? apa karena akhir-akhir ini aku sudah jarang menemuinya dan menghubunginya? Oh, yang benar saja.

“Err, aniyo. Mungkin itu hanya perasaanmu. Aku tidak menjauh darimu. Dan aku juga…”

“Lalu kenapa saat aku menghubungimu kau selalu tidak menjawab?” selanya. Heish, kepalaku jadi pusing. Kenapa Minhyuk jadi seperti seorang namja yang sedang menginterogasi yeojanya karena curiga yeojanya dekat dengan namja lain sih?

Eh? namja pada yeojanya? Tiba-tiba saja hal itu terlintas dipikiranku. Apa itu artinya Minhyuk mulai memilik perasaan padaku? bolehkan aku sedikit berharap?

“Noona? Kenapa diam? Aku butuh jawabanmu.”

“Eh? ne, emm. Kemarin-kemarin aku ada urusan jadi tidak bisa datang. Dan saat kau menghubungiku kemarin, aku sibuk jadi tidak sempat juga.” jawabku, aku menjawab tapi tidak melihat kearahnya, ayolah, jangan lanjutkan pembicaraan ini. aku bingung harus menjawab apa.

“O, geurae. sibuk dengan teman-temanmu?” heish, masih berlanjut.

“Ne.”

“Kenapa Haejin noona tidak ikut? Dan ia juga tidak mau bilang kau pergi dengan siapa.” Matilah aku. Kenapa makin menjurus semuanya, apa yang harus kujawab? Ottokhae?

“Err, ya. Dengan temanku. Dan Haejin, yah mungkin menurutnya tidak penting jadi tidak perlu dikatakan. Dan karena aku perginya juga bersama…” Jawabku.

“Dengan Lee Joonhyuk?”

“Eh? kau tau darimana aku pergi dengan Joon…” kau langsung menutup mulutku, haduh, kenapa aku sampai kelepasan? Babo, babo Seoeun. Kenapa kau sampai kelepasan begini? Kalau sudah begini sia-sia semua hal yang kututupi dari awal tadi.

Kulihat Minhyuk, ia memejamkan matanya dan menghela nafas. Kenapa dia?

“Jadi benar? Sebenarnya apa hubunganmu dengannya? Jadi kau menjauhiku karena namja itu? kau bilang kau akan membuatku mencintaimu tapi kenapa kau malah melakukan ini padaku? kau sudah melupakan ucapanmu dulu? kau sudah tidak ingin membuatku mencintaimu lagi?” apa ini? kenapa Minhyuk jadi seperti ini?

“Minhyuk~ah… kau bicara apa? Aku tentu saja tidak melupakan itu. aku masih akan berusaha membuatmu mencintaiku.” Jawabku.

“Kalau begitu fokuslah padaku. hanya menatapku, jangan beralih pada namja lain.”

Eh? apa katanya? Apa artinya ia sudah…

“Noona, kunohon, tetaplah bersamaku. Jangan menjauhiku, jangan pergi dariku. Jebal.” Lanjutnya lagi.

Dan entah kenapa aku hanya bisa mengangguk tanpa bicara apa-apa.

GREPP

Aku hanya bisa membelalakkan mataku, apa ini? Minhyuk memelukku? Ia melingkarkan tangannya ditubuhku, tapi aku belum membalas pelukannya, tanganku masih tergantung disisi tubuhku. Tubuhnya, aroma tubuhnya, aku menyukainya. Aku… merasa nyaman dengan pelukannya, perlahan aku membalas pelukannya ia mengeratkan pelukannya padaku, dan aku menghirup aroma tubuhnya, ahh sepertinya aroma tubuhnya akan menjadi favoritku. Tapi, aigoo, kalau jantungku berdebar secepat ini bisa-bisa keselamatan jantungku terancam.

“Gomawo. Kuharap kau bisa benar-benar tetap berada disisiku.”

“Hmm.” Aku hanya menjawabnya dengan gumaman. Ahh aku benar-benar menyukainya, menyukai semua yang ada di dirinya.

L.O.V.E girl, nae soneul jabgeo,

L.O.V.E girl, nareul midgeo fly high

L.O.V.E boy, yes we can fly to the sky

L.O.V.E boy, I want take you there baby

Aku tersentak begitu mendengar suara deringan, dan langsung melepaskan pelukannya. Wajahku, wajahku panas. Pasti memerah, semoga Minhyuk tidak menyadarinya. Aku malu~.”

“Sepertinya handphonemu noona.” Kata Minhyuk.

Oh. Iyakah? Kupikir handphonenya, ck, karena memiliki nada dering yang sama jadi bingung. Aku langsung memeriksa handphoneku, dan aku langsung panic melihat nama peneleponnya.

Joonhyuk oppa calling

Ottokhae? Ada Minhyuk disini, tidak mungkin aku mengangkatnya disini, baru tadi kami bicara baik-baik. Ahh, lebih baik aku keluar dulu.

“Minhyuk~ah, aku angkat telepon dulu ya?” kataku lalu beranjak keluar. Sebelum kurasakan ia menahan tanganku.

“Kenapa tidak angkat disini?”

“Gwaenchana. Aku keluar dulu, hanya sebentar.”

“Jangan lama-lama.” Katanya, aku mengangguk dan bergegas keluar. Aish, Joonhyuk oppa menelepon disaat yang tidak tepat.

“Yeoboseyo, Joonhyuk oppa?”

“Yeoboseyo, Seo~ya. Neo odisseo?”

“Ditempat temanku. Waeyo oppa?”

“Emm, masih lamakah pulangnya? Aku didepan apartemenmu.”

“Eh? jinjja? Aigoo, kenapa oppa tidak bilang dulu mau datang? Sekarang aku tidak di apartemen dan tidak tahu pulang kapan.”

“Ini juga diluar rencana. Aku sedikit sibuk dengan dramaku, makanya begitu ada waktu tanpa pikir panjang langsung kesini. Err, apa kau benar-benar tidak bisa pulang?” aku sedikit berpikir, apa tidak apa-apa kalau aku pulang sekarang? Haejin belum kembali, dan Minhyuk juga sakit kan? Tapi sepertinya ia sudah tidak apa-apa.

“Geurae, oppa bisa menunggu sebentar? Aku pulang sekarang.”

“Ne, aku tunggu. Err, kau bawa mobil?”

“Ani, aku naik taksi.”

“Mau kujemput?”

“Ani. Aniyo, tidak perlu. Aku bisa sendiri. Oppa tunggu saja di apartemenku. Oke?” cegahku cepat, jangan sampai Minhyuk tahu hubunganku dengan Joonhyuk oppa, aku tidak bisa kalau Minhyuk marah padaku.

“Ne, ara. Kau hati-hati ya.”

“Ne, oppa. Annyeong.” PIP

Fiuhhh,, ah, sekarang lebih baik memikirkan cara untuk pulang tanpa membuat Minhyuk curiga. Masalah Haejin itu urusan gampang.

Aku bergegas menemui Minhyuk, kulihat ia sedang memainkan handphonenya.

“Minhyuk~ah.”

“Hmm?”

“Kau sudah baik-baik saja kan?”

“Waeyo?”

“Emm, kalau kau sudah baik-baik saja, aku ingin pamit pulang. Ini sudah malam jadi lebih baik aku pulang, aku yakin yang lainnya juga akan segera kembali. Otte?”

“Kalau aku tidak mengijinkan?”

“Ne? Maksudmu?” dia kenapa sih? Kenapa bicaranya jadi aneh begini, dan lagi ia bicara tanpa melihatku.

“Aku tidak mengijinkanmu pulang.”

“EH? waeyo?”

“Karena aku tidak akan membiarkan kau pergi untuk menemui namja itu.”

“Mwo?” apa ini? apa Minhyuk tahu? Apa tadi ia mendengar semuanya? Eomma, ottokhae?

Minhyuk POV

“Minhyuk~ah.”

“Hmm?” aku hanya menjawab dengan gumaman, aku sebenarnya sedang menahan diriku sendiri, aku tadi mendengar semuanya, semua pembicaraannya di telepon,, -lagi- ia berhubungan dengan namja itu. ia bahkan akan pulang untuk menemui namja itu? jangan harap!

“Kau sudah baik-baik saja kan?”

“Waeyo?” tanyaku balik. Aku ingin tahu apa alasan yang akan disampaikannya.

“Emm, kalau kau sudah baik-baik saja, aku ingin pamit pulang. Ini sudah malam jadi lebih baik aku pulang, aku yakin yang lainnya juga akan segera kembali. Otte?”

“Kalau aku tidak mengijinkan?” lagi-lagi aku bertanya balik, dan tanpa melihatnya.

“Ne? Maksudmu?” tanyanya lagi.

“Aku tidak mengijinkanmu pulang.” Tegasku.

“EH? waeyo?”

“Karena aku tidak akan membiarkan kau pergi untuk menemui namja itu.”

“Mwo?” ck, apa ia tidak sadar juga? ia kan lebih dewasa dariku harusnya ia paham dengan yang kulakukan padanya. Kenapa ia masih bertanya lagi sih?

“Aku-tidak-akan-membiarkan-kau-pergi-untuk-menemui-namja-bernama-Joonhyuk-itu.” ulangku dengan penekanan disetiap katanya, aku tidak perduli kalau dibilang tidak sopan menyebut nama orang yang lebih tua tanpa embel-embel ‘hyung’, tidak untuk namja yang secara tidak langsung merupakan sainganku.

“Waeyo? tapi aku harus pulang. Kasihan Joonhyuk oppa sudah menunggu.”

“Kau bilang saja padanya tidak bisa pulang, suruh ia pulang tidak usah menunggumu.”

“Ya! Kau itu kenapa sih? Jangan seperti anak kecil begini.”

“Ne, aku memang anak kecil. Lalu kenapa? Kau mau meninggalkanku? Menyesal mencintai anak kecil sepertiku? Ingin pergi dariku?” aku jadi kesal padanya. Kenapa ia mengataiku anak kecil sih? Aku kan ingin dilihatnya sebagai seorang namja tapi kenapa ia malah menganggapku seperti anak kecil begini?

“Ck, sudahlah. Bicaramu semakin ngaco. Sudahlah aku pulang dulu. kau jangan lupa istirahat. Jangan sampai sakit lagi.” katanya dan bergegas beranjak keluar. Aku memanggilnya tapi ia tidak menghiraukanku.

“YA! Noona. Seoeun noona. aku kan sudah bilang jangan pulang.” Ck, aku jadi mengejarnya keluar.

“KIM SEOEUN!” panggilku lagi begitu ia sudah hampir mencapai pintu dorm, kali ini aku memanggilnya tanpa embel-embel noona, aku ingin tau apa reaksinya kalau aku memanggilnya begitu. Dan yah, ia tidak jadi keluar, dan berbalik menghadapku lagi.

“Kau panggil aku apa tadi?”

“Aku panggil kau Kim Seoeun. Waeyo? memang namamu itu kan?”

“Kenapa kau tidak memanggilku noona?”

“Aniyo, gwaenchana. Hanya mencoba memanggilmu tanpa embel-embel noona. kau keberatan?” kataku, dan berjalan mendekatinya, begitu sudah didepannya aku menarik tangannya dan mengajaknya masuk lagi.

Tapi yang kudapat malah penolakan, ia menghempaskan tanganku begitu saja.

“Mianhae, aku harus pulang sekarang.” Katanya lalu berbalik lagi.

“YA! AKU SUDAH BILANG JANGAN PERGI!” seruku dan aku langsung menarik tangannya, tidak perduli kalaupun ia mencoba melepaskan. Aku tidak akan melepaskannya.

“Minhyuk~ah, lepaskan.” Aku tidak mendengarkan dan terus menarik tangannya masuk ke dalam dorm lagi, dan sesampainya di ruang TV aku langsung melepaskan tangannya dan menghempaskannya ke sofa.

“YAK! Kau apa-apaan sih?” serunya, pasti ia kesal.

“Kau yang apa-apaan, aku kan sudah bilang untuk tidak pulang, tapi kau tetap ingin pulang.” Balasku.

“Kau kenapa sih? Jangan egois seperti ini, aku harus pulang.”

“Dan membiarkanmu menemui namja itu? aku sudah bilang padamu untuk tetap bersamaku, hanya menatapku jangan beralih pada namja lain, apa begitu susahnya?”

“M-mwo? Mworago? Dan kenapa aku harus menurutinya?”

“Karena kau sudah berjanji padaku.”

“Ck. Kau keterlaluan. Kau tidak pernah menerimaku, tapi kau tidak mengijinkan aku untuk pergi darimu. Kau egois. Aku jadi menyesal sudah berjanji tadi.”

“Noona!”

“Wae? Beri aku alasan kenapa aku harus menuruti permintaanmu?”

“Karena kau…”

“Selain karena janji.” Potongnya, padahal aku baru mau mengatakan itu.

“Karena, karena…”

“Ck, kau tidak bisa memberiku alasan yang jelas. Geurae, aku juga tidak punya alasan untuk menurutimu, aku pulang.” Katanya dan bangkit dari duduknya.

Aku langsung ikut bangkit dan menarik tangannya sehingga ia berbalik ke arahku dan aku langsung menciumnya, lembut. Aku menarik pinggangnya untuk lebih mendekat dengan tubuhku, aku yakin ia kaget karena aku sempat melihatnya membelalakkan matanya dan mencoba memberontak tapi aku menahannya, aku tidak perduli, keinginanku untuk mencegahnya pergi terlalu besar, dan kurasa tidak salah aku melakukan ini mengingat aku mencintainya.

Aku menciumnya intens dan aku tidak tahu mengapa, tapi rasanya sulit untuk melepaskan ciuman ini. Seoeun noona yang tadinya sempat kaget dan memberontak kemudian hanya diam tak membalas, akhirnya sekarang kurasakan mulai membalas ciumanku dan semakin lama ciuman kami semakin dalam, saling menghisap bibir satu sama lain. Ia bahkan mengalungkan tangannya dileherku, hal itu malah membuatku semakin memperdalam ciuman ini. Aku menarik tubuhnya semakin dekat padaku, memperkecil jarak di antara kami. Aku menjilat bibirnya kemudian kugigit bibir bawahnya dan aku segera menelusupkan lidahku menjelajahi rongga mulutnya, sedikit menggoda lidahnya.

Aku tidak tahu kenapa aku jadi seliar ini, dan rasanya semakin sulit untuk menghentikan ini semua, bahkan sekarang sebelah tanganku mulai mengelus-elus punggungnya, aku merasakan ia mendesah tertahan, apa aku kelewatan? Tapi aku tetap melanjutkan kegiatanku dimulut dan punggungnya, sampai aku menyadari ia yang tiba-tiba membelalakkan matanya lagi, kemudian melepaskan tanganku dari punggungnya dan mendorongku cukup kencang sehingga melepaskan ciuman kami.

“Noona, waeyo? kenapa dilepas…”

PLAKK!!!

Aku memegang pipiku yang ditamparnya, kenapa aku ditampar?

“Noona, wae?”

“KENAPA KAU LAKUKAN INI PADAKU HAH? WAEYO? WAE MINHYUK~AH?” serunya.

“Noona.” aku berusaha mendekatinya dan hendak memegang tangannya tapi ia malah berjalan mundur dan menjauh dariku.

“Aku membencimu.” Katanya pelan tapi menusuk dan langsung berlari keluar dorm, aku masih terpaku mendengarnya. Apa tadi katanya? Ia membenciku? Oh, Shit! Aku langsung tersadar dari semuanya dan langsung mengejarnya. Ia sudah tidak ada di depan dorm kami, aku langsung mengejarnya turun ke lobi, tapi aku tetap tidak menemukannya.

“ARRGGHH SIAL!” makiku.

***

“Bodoh kau Kang Minhyuk!” aku habis dimarahi Yonghwa hyung, bahkan Jonghyun hyung dan Jungshin juga ikut menyalahkanku, untung Haejin noona sudah pulang, kalau tidak aku bisa habis di tangannya.

“Kenapa menyalahkanku? Memangnya salah kalau aku menciumnya? Aku kan mencintainya.” kataku membela diri.

“Kau mencintainya kemudian menciumnya tanpa ia tahu kalau kau mencintainya. Kau pikir yeoja mana yang tidak akan sakit mendapat perlakuan seperti itu? itu akan membuatnya merasa dipermainkan.”

“Tapi aku tidak mempermainkannya dan aku sudah memperlihatkan melalui perlakuanku padanya, aku sudah mengisyaratkannya kalau aku mencintainya.”

“Tanpa mengatakannya? Ck. jangan bodoh Minhyuk~ah, belum tentu ia memahami isyarat yang kau berikan. Apa susahnya sih mengatakannya? Kau hanya tinggal mengatakan kau mencintainya. Sekarang kalau sudah begini, akan lebih sulit bagimu untuk mendapatkannya, yang ada dia akan semakin menjauhimu bahkan bukan tidak mungkin perasaannya padamu jadi menghilang, akibat dari perbuatan cerobohmu tadi.” Kata Yonghwa hyung, lalu ia diikuti Jonghyun hyung dan Jungshin beranjak meninggalkanku sendiri.

――――――――――――――TBC ――――――――――――――――

KYYAAAA, MAAF UNTUK SCENE PG DIATAS…

Efek Hey You sama Come on, Nih. Style Minhyuk yang keren dan beranjak ‘dewasa’…kkk~

Tapi saya gag kuat ngetiknya, makanya cuma sedikit kan, gag kuat ngebayangin Minhyuk dengan wajah se-kyeopta itu melakukan hal-hal kayak gitu… #slapped

Kalau yang puasa dan terlanjur baca, harap segera dilupakan scene di atas, biar pahalanya gak semakin banyak berkurang..hehehe

 

 

 

15 thoughts on “Just The Way You Are Part 8

  1. Smpet g ngrti knp tba2 minhyuk aq d tmpr.. Hehe..
    Ohhh.. Jd tu alesnx..
    Haha.. Pdhl kn minhyuk sdah blng scra trsirat ya.. Ehh.. Bner g sh???

    • ngebingungin yaa??hehe

      yaa,,emang minhyuk udah nyatain walaupun secara gak langsung,,susah memahami hal yg tersirat gak langsung begitu, sepertinya..haha

      btw, thx udah komen.. ^^

  2. Hahahaaaa….minhyukk uhuuyy kamuu so sweeett deh ahh, tp masii malu” deh nyatain perasaannya, tinggal ngmg karna aku mencintaimu noona (っ╯_╰˘) ,nd haduuuhh seoeun itu sbnrnya pilih syapa, hayulahh tentukan pilihanmu….. Andaikan jonghyun tau seoeun itu lagy dkt ama minhyuk, gmana yaa reaksinya, pasty seru jg thor hhehee. Okee next part aku tunggu 😉

  3. minhyuknya njuetin deh.. knp ga bilang lgsng aja.. pake prumpamaan dlu.. kan gtuu akhrnya salah paham.. huaaaaa

  4. Yaampunnnn.. Minhyuk apa susahnya sih bilang aku-cinta-kamu
    Sesusah itu kah-_-? Authorr ditunggu part selanjutnya yaaa 😀 *wink*

  5. Susah dehh minhyuk, jadi makin ribet aja nih.. Tapi gapapa seru abiss 😀 ditunggu next partnya author jangan lama lama yaaa

  6. minhyuk oh minhyuk ngomong aja susah banget… ketar-ketir deh. nggak kebayang si imut ditampar 😦 kayaknya ni ff masih panjang. berlika-liku sebelum tamat. biar begitu ditunggu lanjutannya…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s