Friend ? (Two Shoot)

Judul FF        : Friend?

Nama author : Kang Haneul

Rating FF      : PG-13

Genre           : Romance (?)

Main Cast      : Baek Su Min as Kang Haneul

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Disclaimer     : huahahha akhirnya publish fanfic. Tapi, maaf banget mungkin ini jelek. Soalnya ini debut bikin fanfic pertamaku yang ternyata tersimpan di laptop. Selamat membaca. Promo dikit nih, jangan lupa ke bluehankang.wordpress.com ya kalo mau baca cerita Kang Haneul & Cho Kyuhyun yang lainnya

 

23 December 2010

Sebenarnya yang selama ini Kang Haneul takutkan adalah suara jarum jam yang berdetak. Tentu saja Ia bukan sedang terbaring dirumah sakit untuk menanti kematiannya. Ia hanya takut akan kehilangan semuanya. Gadis itu takut untuk menyadari dan menyerahkan semuanya secara terpaksa. Ia lebih memilih untuk menutup matanya dan menunggu pria itu sampai waktu yang tidak terbatas. Sampai pria itu menerima dan melihat dirinya dengan begitu jelas.

Bagi Haneul pria itu hanya biasa saja. Tidak terlalu tampan seperti orang-orang bicarakan. Mungkin, Pria itu hanya sedikit pendiam. Tapi dibalik semuanya, Haneul hanya mengenal Pria bernama Cho Kyuhyun adalah sahabatnya. Sahabatnya saat ia berada di Sekolah Menengah Atas. Satu-satunya pria yang membuat Kang Young-so, kakak laki-laki Haneul, percaya seratus persen Kyuhyun. Kang Young So adalah tipe kakak laki-laki yang sangat protektif terhadap Haneul.  Bahkan Young So tidak mengizinkan Pria manapun untuk dekat dengan Haneul tanpa meminta izin dulu padanya.

Hanuel jadi mengingat kembali bagaimana Kyuhyun dengan berani datang kerumahnya. Saat itu, Ia dan Young So baru saja pulang dari sekolah. Haneul dan Young So melihat Kyuhyun sedang berdiri didepan rumah mereka sendirian. Young so dan Haneul menatap Kyuhyun dengan raut wajah bertanya-tanya. Dan betapa terkejutnya Haneul ketika Kyuhyun meminta izin pada Young so untuk bersahabat dengan gadis itu.

Persahabatan itu tetap baik-baik saja sampai Haneul merasakan Kyuhyun telah berubah. Ia tidak pernah ada lagi untuk Haneul. Pria itu tidak pernah ada lagi untuk mendengar keluh kesah Haneul. Tidak pernah berjalan-jalan bersama ditaman setiap musim semi. Tidak pernah pergi berselancar es dimusim dingin. Kyuhyun memang bukan orang biasa tahun ini. Dia sudah menjadi penyanyi solo yang terkenal di Korea. Jadwal shownya banyak sekali. Haneul pernah melihat jadwal pria itu dari catatan yang selalu Kyuhyun bawa dan ia kaget sekali saat melihat jadwal show Kyuhyun yang penuh sampai pertengahan tahun dua ribu sebelas.

Kyuhyun yang selama ini ia lihat didepan matanya, hingga ia begitu leluasa untuk mengapit dan menggandeng lengannya, telah berubah jauh. Kyuhyun sudah milik banyak orang sekarang. Pria itu sudah milik semua fansnya. Dan ini sama sekali bukan berita bagus untuk Haneul.

+++

24 December 2010

 

“Kyu? Apa kau disana?” tanya Haneul dengan nada khawatir. Gadis itu langsung menghubungi Kyuhyun saat ia melihat berita diinternet kalau pria itu hampir pingsan saat recording album ketiganya. Bahkan untuk sekedar mengetahui keadaan Kyuhyun sekarang ini, Haneul harus mencarinya diinternet, sedangkan dulu, gadis itu hanya perlu mendial nomor Kyuhyun dan tak sampai dering kedua Kyuhyun sudah mengangkatnya.

“Iya, aku disini. Tak perlu cemas, aku baik-baik saja,” suara Kyuhyun terdengar begitu serak ditelinga Haneul dan jawabannya tidak sama sekali membuat hati Haneul lega.

“Suaramu… serak sekali. Kau salah makan? apa manajer Park tidak memilah makananmu? Biar aku yang bicara dengan manajer Park sekarang.”

“Tidak perlu. Aku baik-baik saja.”

“Tapi kau terdengar tidak baik-baik saja. Kau dimana sekarang?” Haneul tetap berserikeras. Ia meloudspeaker panggilannya dan menaruh ponselnya didekat lemari sementara ia mengganti baju. Ia ingin langsung pergi kemana Kyuhyun berada.

“Tidak usah menemuiku, Hana.”

Tiba-tiba Gerakan tangan Haneul yang sedang memilah baju berhenti diudara. Ia menatap ponselnya tak percaya. Jika Kyuhyun sudah memanggilnya Hana, berarti Pria itu sedang memohon.

“Hanuel~ah, kau disana? tidak perlu menemuiku. Tidurlah, sudah larut. Aku tutup dulu.”

Kyuhyun sudah menutup sambungannya sebelum Haneul mengatakan sesuatu. Dahulu, Haneul bahkan dengan mudahnya keluar masuk kamar Kyuhyun atau menggandeng tangannya di taman seakan mereka adalah sepasang kekasih. Sekarang, bahkan untuk bertemunya, Haneul tidak bisa leluasa. Tanpa mempedulikan perkataan pria itu, Haneul memakai beberapa mantel dan melilitkan syal tebal dilehernya. Kyuhyun suka atau tidak, Haneul akan tetap menemuinya. Sekarang, malam ini juga.

+++

26 june 2011

 

The first birth day without kyuhyun

Happy birthday to me, happy birthday to me, happy birthday Kang Haneul, happy birthday to me….”

Haneul meniup lilin berbentuk angka dua puluh dengan lesu. Butuh tiupan beberapa kali sampai api diatas lilin itu padam. Sepanjang tahun, Haneul selalu menghabiskan hari ulang tahunnya bersama Kyuhyun atau keluarganya. Tapi kali ini ia benar-benar sendirian. Orangtuanya sedang keluar kota dan hanya bisa mengucapkan selamat atas ulang tahunnya melalui sambungan telepon. Kang Young So, kakaknya, sedang diluar negeri untuk mengurusi pekerjaannya. Sedangkan Kyuhyun mungkin tidak mengingat lagi ulang tahunnya. Beberapa bulan belakangan, Kyuhyun sudah seperti diluar radar Haneul. Ia sudah menguhubungi pria itu berpuluh-puluh kali tapi Kyuhyun hanya membalas dengan pesan singkat.

“Maaf Hana, aku sedang recording.”

Haneul bahkan sempat bingung, apakah semua penyanyi bekerja hanya untuk recording? Apa seorang penyanyi tidak diberi waktu sebentar hanya untuk mengangkat telepon? Apa Kyuhyun tidak rindu padanya? Seperti apa yang ia rasakan? Sial.

Haneul memotong kue berukuran kecil, yang sengaja ia beli di tempat biasa ia dan Kyuhyun membeli ku, dengan asal-asalan. Ia menopang dagunya sambil menusuk-nusuk kue itu dengan pisau tanpa nafsu untuk memakannya. Ia lebih bernafsu untuk mengingat ulang tahunnya tiga tahun yang lalu. Hari itu, Haneul terpaksa terbangun dari tidur karena mendengar ketukan pintu kamarnya yang tidak berhenti. Ia membuka pintu itu dan sangat terkejut melihat Kyuhyun dengan kue tart ditangannya. Ia menyanyikan lagu happy birthday dengan suara yang merdu. Kemudian, Haneul meniup lilin diatas kue itu dan berdoa. Acara selanjutnya, Kyuhyun akan mendapat makian dari Haneul karena berani membangunkan tidurnya dan pria itu harus mau bernyanyi sampai Haneul tertidur lagi. Tertidur dibahu kuat Kyuhyun.

Tanpa sadar Haneul terkekeh mengingatnya. Saat itu Kyuhyun pasti lelah sekali karena harus bernyanyi sepanjang malam. Dan hari ini, Kyuhyun yang entah berada dimana, mungkin sedang recording atau sedang menandatangani album terbarunya, tidak mengingatnya lagi. Ia rindu Kyuhyun saat ini. Rindu sekali sampai ia tidak bisa menahan air matanya lagi. Ia benar-benar ingin memeluk Kyuhyun sekarang. Menghirup parfumnya yang pasti lebih harum dari parfumnya dulu. Ia ingin menggenggam tangannya sampai……..

“Haneul~ah….”

Mata haneul langsung tertuju pada pintu kamar. Ia melihat jam dinding di kamarnya, sudah jam setengah satu pagi. Orangtuanya dan Young So jelas tidak akan kembali sampai satu minggu kedepan. Haneul bangkit berdiri dan membawa pisau kuenya. Ia takut sekali seseorang dengan niat tidak baik masuk kedalam rumahnya.

“Haneul~ah cepat buka pintunya!”

Haneul memperjelas pendengarannya. Suara itu… apakah telinganya salah dengar atau ia sedang berhalusinasi sampai ia mengira pria itu sedang memanggilnya. Haneul membuang fikiran itu jauh-jauh karena ia merasa yakin Kyuhyun tidak akan datang menemuinya semalam ini. Matanya terus fokus ke arah pintu sementara kakinya melangkah secara perlahan.

“Haneul~ah, happy birthday!”

Ia baru saja membuka pintu dan sudah disodorkan sebuah kue tart kecil berbentuk H yang terdapat lilin kecil berwarna-warni. Tanpa sadar Haneul menjatuhkan pisaunya dan membuat pria itu terdiam. Kyuhyun, pria itu dengan senyumannya datang ke kamar Haneul. Jadi, Apakah pemikiran Haneul tentang Kyuhyun yang telah melupakannya merupakan kesalahan?

+++

Kyuhyun terlihat sedikit terkejut melihat pisau yang sedang Haneul genggam jatuh begitu saja dan hampir mengenai kaki gadis itu. Ia menjulurkan sedikit kepalanya masuk kedalam kamar Haneul dan dari jarak ini, Kyuhyun bisa melihat sebuah kue yang sudah tidak berbentuk lagi berada diatas meja belajar Haneul. Ia tersenyum lalu kembali menyodorkan kuenya seakan memaksa Haneul untuk menerimanya.

“Kau sedang merayakan ulang tahunmu sendiri? Tanpa aku?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum. Ia mengambil pisau yang terjatuh lalu masuk kedalam ke kamar Haneul begitu saja, melewati Haneul yang masih terpaku. Kue tart miliknya ia letakkan berdampingan dengan kue tart Haneul yang sudah tak berbentuk. Kyuhyun menelusuri setiap inchi kamar Haneul. Kamar ini tidak berubah sedikitpun. Sisa tempelan poster yang sengaja Kyuhyun kelupas pun masih ada.

“Kau? Bagaimana bisa kau masuk kerumahku?” tanya Haneul sedikit terbata. Ia masih tetap berada diposisi menghadap keluar kamar dan membelakangi Kyuhyun.

Pria itu memandang Haneul dari belakang lalu terkekeh pelan.

“Sebelum aku kesini, aku sudah menghubungi ibumu dan ternyata orang tuamu sedang berada diluar kota. Jadi, karena ibumu sudah mengetahui kebiasaanku saat kau ulang tahun, ia memberi tahu kode rumah ini. Young So hyung juga tidak ada kan? Dia sempat meneleponku kemarin,” jawab Kyuhyun sembari melangkah kearah Haneul. Ia memutar tubuh gadis itu hingga ia bisa melihat wajah Haneul.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun sedikit khawatir saat melihat wajah Haneul yang tertunduk.

Sebenarnya, Kyuhyun sudah tau kalau Haneul tidak baik-baik saja. Ia sendiri menyadari kalau dia dan Haneul sudah sangat berbeda. Ia tidak bisa selalu ada untuk Haneul. Dia tidak bisa sepenuhnya mendengar cerita Haneul. Bagian terpenting yang ia sesali, ia tidak ada saat Haneul membutuhkannya. Kini hidupnya bukan sepenuhnya milik Haneul atau dirinya sendiri seperti dulu. Kini hidupnya terbagi untuk dirinya, manajernya, entertaimentnya dan untuk seluruh fans yang mencintainya. Dan ia merasa sangat tidak tahu diri saat ia melihat begitu jelas kalau selama ini, seluruh perhatian Haneul hanya untuk dirinya. Gadis itu menangis dan merasa khawatir untuknya. Seseorang pria yang bahkan tidak punya waktu untuk sekedar mengangkat telepon gadis itu.

“Kau baik-baik saja?” Haneul balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun. Pria itu tersenyum lalu mengangguk.

“Tentu saja. Kau tidak ingin memelukku?” Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Haneul. Lalu, dengan sekali gerakan, ia merengkuh Haneul kedalam pelukannya.

“Peluk seperti ini, Hana.”

Kyuhyun memeluk kedua pundak Haneul yang kecil.  Sampai beberapa lama, Kyuhyun bisa merasakan tangan Haneul mengulur kebelakang bagian punggung Kyuhyun kemudian mengaitkan kesepuluh jari-jarinya sendiri.

+++

             18 Agustus 2011

Haneul sedang mengganti channel di telivisi ketika ia melihat Kyuhyun disebuah acara. Seingatnya Kyuhyun tidak ada jadwal talk show hari ini. Ya, setelah hari ulang tahunnya, Haneul meminta kepada Kyuhyun agar mau memberikan jadwalnya secara lengkap. Dari jadwal itu, Haneul bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk menghubungi Kyuhyun.

“Kyuhyun ssi, siapa cinta pertamamu?” tanya seorang mc kepada Kyuhyun. Diacara itu terdapat beberapa artis yang duduk bersama lalu harus menjawab semua pertanyaan yang diberikan mc tanpa ditutup-tutupi. Tentu saja pertanyaan yang diberikan tidak terlalu pribadi dan masih dianggap wajar.

“Aku? Ah dia sahabatku.” Haneul melihat ekspresi Kyuhyun yang sedikit malu ketika menjawab pertanyaan.

Haneul mengeraskan volume suara telivisinya. Ia sangat senang ketika Kyuhyun menjawab cinta pertamanya adalah sahabatnya sendiri.

“Bagaimana terjadi?” tanya mc itu lagi.

Haneul mengangguk pelan seperti mengiyakan pertanyaan sang mc.

“Aku bertemu dengannya sangat kami masih di Sekolah Menengah Atas. Saat itu, aku dan gadis itu adalah teman satu kelas. Gadis itu tipe orang yang humoris dan perhatian sekali. Jadi, aku mendekatkan diri padanya dan masih sangat dekat sampai sekarang.”

Haneul tersenyum senang. Ia mengingat-ngingat kembali saat ia pertama kali berkenalan dengan Kyuhyun.

“Lalu apa kalian sudah menjalani hubungan serius?”

“Tidak. Kami hanya sahabat dan akan selalu menjadi sahabat. Kami memiliki jalan yang berbeda dan sangat susah disatukan,” jawab Kyuhyun dengan nada yang menurut Haneul seperti orang yang bersalah.

Haneul membulatkan matanya.

‘sahabat dan akan selalu menjadi sahabat’ tanya Haneul lebih kepada dirinya sendiri. Ia sedikit tidak mengerti dengan pernyataan Kyuhyun.

“Bagaimana kalau ia menunggumu?” tanya mclagi.

“Aku harap tidak. Karena aku tidak mau ia menunggu sampai aku pun tidak tahu sampai kapan. Aku hanya ingin ia……..”

Haneul sudah tidak mendengar perkataan Kyuhyun lagi. Didalam otaknya kini hanya berputar sebuah kalimat ‘Karena aku tidak mau ia menunggu’. Mata gadis itu memanas, ia yakin sekali bahwa Kyuhyun masih mencintainya dan pria itu tidak mau membuat Haneul menunggu.

“Bodoh!” ujar Haneul pelan sambil tersenyum kecil.

Ia menunggu acara talk show itu selesai dan langsung mendial nomor Kyuhyun. Hatinya seperti meledak-ledak saat ini dan tak ada satupun yang bisa menggambarkannya. Ia terus menunggu tapi sampai dering kelima sambungannya dengan Kyuhyun, pria itu tetap tidak mangangkatnya. Haneul menggerutu kesal lalu tersentak ketika terdengar suara diujung telepon.

“Kyuhyun~ah, kau….”

“Maaf Haneul, ini manjaer Park.”

“Apa aku bisa bicara dengan Kyuhyun? Semenit saja. Aku mohon.”

“Baiklah.”

Haneul memegang dadanya dan ia bisa merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dan semakin kencang ketika mendengar suara dehaman yang Haneul kenali sebagai dehaman Kyuhyun.

“Haneul?”

“Kyuhyun?”

“Aku akan pergi ke show…..”

“Tidak Kyu. Aku akan bicara satu menit dan dengarkan aku baik-baik. Aku tetap akan menunggumu. Sampai batas yang aku tidak tau, tapi aku berjanji. Selama aku melihatmu, selama kau masih dalam jarak pandangku, aku akan menunggumu. Itu saja. Selamat malam, Kyu.”

Haneul mematikan sambungannya lalu menjatuhkan tubuhnya diatas kasur. Ia tidak peduli kalau kata-kata yang baru saja ia katakan sangat menjijikan. Terlalu picisan mungkin? Haneul sama sekali tidak peduli. Ia hanya ingin Kyuhyun tau apa yang sedang ia rasakan.

+++

17 september 2011

“Kyu, kau tidur?”

“Ah, tidak. Aku hanya sedang menguap. Kau cerita sampai mana tadi?”

Haneul terdiam sesaat. Ia seakan menyadari kalau teleponnya seperti mengganggu jadwal istirahat Kyuhyun. Belakangan ini, setelah Haneul menyatakan ia akan tetap menunggu, mereka berdua lebih sering berkomunikasi. Entah lewat pesan singkat atau telepon. Pastinya, dalam sehari, Kyuhyun akan mengabari Haneul dan apabila Kyuhyun ada waktu, Haneul akan menelepon Kyuhyun seperti saat ini.

“Haneul?”

“Ya, Kyu?”

“Aku akan mengadakan konser besar November nanti. Kau datang?”

“Tentu saja. Kau akan menari?”

Terdengar gumaman Kyuhyun tak jelas seperti suara seseorang yang sedang berfikir.

“Mungkin,” jawab Kyuhyun singkat. Haneul menjadi bersemangat.

“Aku pasti akan menontonmu. Aku ingin berada didalam backstage, bolehkah?”

“Tentu saja.”

Ada jeda cukup panjang setelahnya. Haneul ataupun Kyuhyun tidak berniat untuk mengucapkan sesuatu. Kini yang terdengar hanya suara deruan nafas yang teratur dari kedua orang itu.

“Kyu?”

“Hm?”

“Kau lelah?”

“Ya? Aku hanya sedikit lelah karena latihan.”

“Tidurlah, Kyu. Selamat malam,” Haneul langsung saja mematikan telepon. Ia menghela nafas panjang. Ia memijit keningnya. Mencintai superstar memang tidak mudah. Ia harus terbiasa dengan segala aktivitas Kyuhyun yang padat.

‘kami memiliki jalan yang berbeda dan sangat susah untuk disatukan’

entah mengapa kata-kata itu tiba-tiba mengiang dikepala Haneul. Apakah Sebegitu susahkan bagi Haneul untuk bersatu dengan Kyuhyun?

+++

22 November 2011

 Haneul menatap layar besar yang ada di pojok kiri dan kanan panggung tidak bergairah. Kyuhyun sedang melakukan latihan untuk konsernya nanti malam sedangkan ia sedang duduk disalah satu ruang hias Kyuhyun tanpa melakukan apapun. Ia hanya bersenandung pelan sambil menunggu kyuhyun selesai. Haneul memang tak pernah menonton konser Kyuhyun secara langsung. Ini karena ia tidak bisa bertahan lama mendengar suara musik yang keras. Jadi, ia lebih memilih mendegar suara Kyuhyun dari ponselnya. Lagipula, Haneul bisa dengan leluasa menelepon Kyuhyun ,bukankah ini lebih dari cukup?

“Kyuhyun ssi, kau terlihat lelah sekali. Kau tak apa-apa?”

Haneul mengernyit mendengar suara itu. Kemudian, ia berjalan menuju pintu keluar. Ia membuka pintu itu sedikit dan ia bisa melihat kyuhyun sedang bersama manajer Park.

“Kakiku sedikit sakit, hyung. Apakah ini tidak apa-apa?”

“Pergelangan kakimu sakit?”

“Ya, hyung. Jika pergelangan kakiku menekuk, sakit sekali. Apakah tidak apa-apa?”

“Mungkin akan baik-baik saja. Aku akan panggilkan tim medis dulu dan kau beristirahatlah.”

Haneul melihat manajer Park pergi menjauh sedangkan Kyuhyun berjalan menuju tempat Haneul sebelumnya. Terburu-buru, Haneul menutup pintu dan kembali ke keadaan semula. Berpura-pura bermain ponselnya.

“Kyu, kau sakit?” tanya Haneul seakan tidak tahu apa-apa. Kyuhyun hanya diam dan ikut duduk disebelah haneul. Ia tersenyum yang Haneul anggap sebagai senyuman tak berselera.

“Sedikit.”

Haneul hanya mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut. Ia melirik kyuhyun yang sedang sibuk dengan ponselnya. Haneul merasa Kyuhyun sudah terbang begitu jauh keluar dari radarnya. Pria itu juga sudah mencoba bertahan untuk tetap bersamanya. Tapi ini sama sekali tidak berhasil. Haneul merasa kalau dirinya adalah gadis egois saat ini.

“Aw!”

Haneul tersentak dari lamunannnya lalu tertuju pada Kyuhyun yang sedang berdiri membelakanginya. Ia melihat kyuhyun tiba-tiba menyentuh pergelangan kakinya. Haneul memapah kyuhyun sampai kembali duduk ketempat semula. Ia langsung menelepon manajer Park sementara tangannya memijat pergelangan kaki Kyuhyun dengan hati-hati. Setelah mematikan telepon ia melihat dengan jelas wajah Kyuhyun sedang meringis kesakitan. Tangan haneul berhenti memijat, tangannya tiba-tiba bergetar dan ia tidak tahu harus melakukan apa. Selanjutnya yang terjadi, ia hanya bisa mundur menjauh dari Kyuhyun ketika manajer Park masuk kedalam dan membawa para medis. Sementara para medis memeriksa keadaan kaki Kyuhyun, kedua mata pria itu beradu dengan kedua mata Haneul. Tidak ada kata yang terucap dari tatapan mereka berdua. Tak lama, Haneul membuang pandangannya lalu berjalan pergi. Seperti sudah saatnya ia sadar dan menerima kenyataan.

+++

24 February 2012

“Apa yang ingin kau bicarakan? Kau baik-baik saja?” setelah keheningan yang cukup lama, akhirnya Kyuhyun memulai pembiacaraan. Ia menatap gadis didepannya dengan gusar. Sudah hampir setengah jam lebih, tapi gadis itu tetap sibuk menatap dan mengaduk-ngaduk salad buahnya.

“Kyu?”

“Ya?”

“Apa kau mencintaiku?”

Kyuhyun tersentak lalu membuang pandangannya ketempat lain saat ia melihat kedua bola mata coklat milik gadis itu menatapnya intens. Ia sendiri bingung dengan perasaannya. Ia memang mencintai gadis itu dan ingin sekali memilikinya tapi disisi lain ia ingin gadis itu keluar dari kehidupannya dan mencari seseorang yang selalu ada untuk gadis itu. Memberi seluruh waktunya untuk gadis itu. Menjaganya, mendengar keluh kesahnya dan tentu saja tidak membuatnya khawatir seperti yang ia lakukan.

“Kyu, aku fikir kita harus mengakhiri sesuatu yang bahkan kita belum mulai. aku akan pindah keluar negeri minggu depan.”

“Aku hanya….”

“Tidak perlu khawatir, Kyu. Saatnya nanti kalau kita bertemu lagi, mungkin… kita akan bersama. Mungkin lebih baik lagi kalau kita sudah menemukan seseorang yang….” kata-kata Haneul terputus, terlihat jelas kalau Haneul tidak ingin melanjutkannya.

“Hana…”

“Kau pasti sibuk sekali. Pergilah, Kyu. Jadwalmu pasti menunggu. Kau sudah terlalu lama menemaniku.”

Kyuhyun melirik kearah arlojinya dan benar saja. Setengah jam lagi ia akan shooting iklan. Ia melihat mata Haneul dengan seksama dan menyerapnya kedalam otaknya. Berharap ia tidak akan melupakan kedua mata itu. Ia tersenyum dan menghampiri Haneul. Ia mengecup kepala Haneul lalu berjalan menjauh.

Semua orang saat ini mungkin menilai dirinya terlalu pengecut untuk menahan gadis itu agar tidak pergi. Tapi, itu salah besar, ia akan merasa lega sekali saat gadis itu pergi mencari seseroang yang lebih baik darinya. Lebih baik darinya disegala bidang. Lebih baik untuk………….

“Sampai batas yang aku tidak tau, tapi aku berjanji. Selama aku melihatmu, selama kau masih dalam jarak pandangku aku akan menunggumu”

Kyuhyun seakan tersadar atas perkatan Haneul dan langsung menoleh kebelakang. Gadis itu sudah tidak ada. Gadis itu sudah pergi. Ini  benar-benar sudah berakhir. Dirinya benar-benar akan keluar dari penglihatan gadis itu. Sampai waktu yang ia sendiri tidak tau.

30 thoughts on “Friend ? (Two Shoot)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s