[FF Freelance] Secret (Ficlet)

Title : Secret [Sequel Shadow]

Author : Avery Song

Cast : Oh Sehun, Jung Ririn

Genre : Romance

Length : Ficlet

Rated : PG-13

Disclaimer : Bahagia setelah baca komen reader, akhirnya sequel ini jadi juga. Murni hasil dari pemikiran aku. Maaf kalo kali ini agak ancur jadinya. Pernah aku post di blog pribadi, dan aku kirim ke SOFF. Hope u like it ^^ leave comment after read, and like it 🙂

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_

      Kutelusuri setiap sudut jalanan tanpa memedulikan di daerah manakah ini. Beberapa hari belakangan, aku agak bosan berada di rumah terus. Dan daripada menghabiskan waktu yang kupunya dengan berberlanja, menghambur-hamburkan uang di mall, aku lebih memilih berjalan mengelilingi daerah pinggiran Seoul sambil menatap keadaan sekitar.

Sebenarnya eomma menyuruhku untuk membantunya di kedai makanannya. Tapi kali ini aku menolak, karena aku benar-benar butuh udara segar. Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa masalah selalu saja dengan senang hati menghampiriku.

Bukannya aku bangga akan hal itu, tapi menurutku ini benar-benar merupakan hal yang buruk. Baru saja memasuki tahun pertama di sekolah menengah atas, kupikir akan ada banyak hal indah yang menungguku seperti akan halnya di novel-novel yang selama ini kubaca. Tapi nyatanya khayalan adalah khayalan, aku hanya bisa menelan ludah ketika memikirkannya.

Hari sudah beranjak sore. Beberapa toko sudah ada yang ditutup oleh pemiliknya. Mungkin kebanyakan orang di daerah ini lebih cenderung suka membuka toko maupun kedai milik mereka di kala matahari masih bisa kita rasakan keberadaannya, daripada malam hari.

Dinding di sepanjang jalanan ini dihiasi oleh berbagai macam bentuk grafiti. Dan inilah yang sedari tadi menarik minatku. Di ujung jalan sana dapat kudengar suara musik dinyalakan dengan kekuatan maximum. Beberapa orang juga bergerumbul sehingga menghalangi pandanganku ke arah asal musik itu, yang membuatku mau tak mau harus kesana melihat dengan mataku sendiri apa yang tengah mereka lihat.

Dance crew. Ternyata mereka sekumpulan penari jalanan yang tengah mempertunjukan kebolehannya. Dua diantara mereka tengah melakukan break dance yang dapat membuat siapapun mengatakan ‘wow’.

Tidak semuanya penari jalanan itu laki-laki. Dapat kulihat segelintir perempuan juga berada di sana. Kebanyakan dari mereka menggunakan topi hip-hop dengan style mereka masing-masing, tapi beberapa juga lebih memilih mengepang kecil-kecil rambut mereka –untuk yang perempuan- dan membiarkan kepala mereka tidak terpasang aksesoris apapun, hanya jaket kebesaran yang jika digunakan oleh mereka, membuat mereka tampak lebih menarik.

Orang-orang di sekelilingku sibuk menyerukan kata-kata kaguman, beberapa juga ikut menggoyangkan badan mereka mengikuti irama. Semua orang terbawa suasana, tak terkecuali aku. Disaat orang-orang menepukkan kedua telapak tangan mereka mengikuti alunan lagu, aku hanya diam melihat dengan tatapan kagum ke arah mereka.

Penari itu maju bergantian satu sama lain. Ketika seorang laki-laki berhasil melakukan headspin serta pasangannya melakukan baby freeze, mereka berlalu dan seorang laki-laki maju menggantikan mereka seorang diri.

Dia mengenakan jaket yang kancingnya ia pasang setengah badan, serta hoodie yang menutup sebagian wajahnya, membuatku agak sulit melihatnya secara jelas.

Dengan robotic ia, seorang diri, berhasil membuat para penonton kembali bersorak. Beberapa kali kulihat artis-artis juga melakukan dance di layar televisi. Terlebih lagi jika yang melakukan itu adalah dance machine dari group mereka. Boleh kutebak, skill antara artis-artis yang sering kujumpai setiap hari dengan laki-laki yang kini tengah berada di depan ini setara. Walaupun aku bukan orang yang ahli dalam bidang ini.

Setelah melakukan krumping dan disusul dengan gerakan freestyle, ia menutup dengan handstand yang kembali memicu sorakan dari para penonton. Dan saat itu, setelah ia selesai melakukan partnya, hoodie yang ia kenakan jatuh. Membuatku, yang penasaran akan tentang dirinya, tanpa sadar melangkahkan kedua kaki ini begitu saja.

Susah payah aku menerobos para penonton yang tengah histeris menyambut penari berikutnya, mengikuti laki-laki yang tengah berjalan ke sudut barisan. Dia masih membelakangiku. Membuatku hanya bisa melihat rambutnya yang berantakan.

Aku menghentikan langkahku ketika kulihat dia membalikkan badannya. Dan saat itu aku hanya bisa diam terpaku. Shock dengan apa yang baru saja kulihat. Oke, mungkin aku berlebihan. Tapi yang baru saja kulihat adalah Sehun. Bukan hal yang patut dihebohkan memang. Tapi… Hey, dia ini orang yang beberapa hari ini muncul di dalam pikiranku.

Untuk sesaat rasanya jantung ini berhenti, tapi selanjutnya dapat kurasakan debaran yang tak wajar. Sering kali aku merasakan jantungku berdetak dua kali lipat lebih cepat, tapi untuk alasan yang berbeda. Contohnya saat minggu lalu aku terlambat dan yang membuatku mau tidak mau berurusan dengan Kim songsaenim. Tapi untuk kali ini aku pun masih harus menerka apa yang tengah terjadi.

Pemandangan yang kulihat kini mungkin sisi lain seorang Sehun. Sikap cool seorang sunbae  yang sering kujumpai saat di sekolah, kini tergantikan oleh senyum lebarnya. Apa dikarenakan ia tengah dihadapkan dengan sesuatu yang sangat ia sukai?

Ketika musik sudah tidak terdengar lagi, para penonton mulai berjalan menjauh sedikit demi sedikit. Beberapa masih sibuk dengan handphone mereka, yang mungkin habis mereka gunakan untuk merekam ‘kejadian’ barusan.

Saat itu matanya mulai mencari-cari di kerumunan penonton. Pandangannya tidak fokus, seakan-akan hanya mencari pemandangan lain yang bisa dilihatnya. Begitu seterusnya hingga akhirnya berhenti ke satu titik.

Berbeda dengan yang dulu, kini matanya menatap ke arahku lebih dari tiga detik. Dan selama itu aku hanya bisa diam mematung dengan tampang bodoh tanpa melakukan hal apapun. Bagaimana bisa aku bertingkah seperti itu, sedangkan dirinya hanya menatapku dengan datar lalu berlalu begitu saja mengikuti teman-teman penarinya yang berjalan ke arah berlawanan dengan tempatku berdiri?

Aku hanya bisa merutuki kebodohan diriku sendiri, sambil berjalan menuju halte bus. Selalu saja seperti ini. Kehilangan fungsi otakku untuk berpikir saat berada di dekatnya. Ingatanku kembali melayang saat Aecha berkata cinta bisa membuat semua orang terlihat bodoh. Saat itu aku hanya bisa mendengar kalimat yang ia ucapkan tanpa sanggup mencernanya,  tapi kali ini aku merasa akulah orang bodoh itu.

Hey!” Merasa asing dengan suara itu, membuatku tetap berjalan tanpa memberi perhatian sedikitpun. Banyak tindakan kriminal yang diawali dengan tawaran dari seseorang yang tidak kita kenal. Hal itu yang membuatku mengacuhkan sapaan barusan. Aku tidak mau mati konyol karena hal yang menurutku sangat konyol.

Ya!!”  Kuhentikan langkahku ketika untuk kedua kalinya suara itu menerobos telingaku.

Saat menoleh ke arah belakang, aku mendapati Sehun tengah berdiri, dengan memasukkan kedua tangannya ke saku jaket, menatap datar ke arahku. Aku bersumpah serapah dalam hati, mengapa ia suka hadir secara tiba-tiba dan membuat jantungku berdetak secara berlebihan.

Ne?” ucapku refleks tanpa sempat bisa berfikir terlebih dulu.

Dia menghela nafasnya sesaat. Menatapku dengan pandangannya yang selalu terlihat datar. “Jangan beritahu orang-orang tentang apa yang baru saja kau lihat. Kau mengerti?” Tanpa menunggu jawaban dariku, dia berbalik berjalan menjauhi diriku yang hanya bisa menatap punggungnya hingga hilang di balik toko.

Aku menghela nafas putus asa. “Ririn-ah.. Sebenarnya apa yang sedang terjadi padamu?”

-FIN-

10 thoughts on “[FF Freelance] Secret (Ficlet)

  1. Aq kira bakal ada hal romantis gitu,eh ternyata gitu aja toh,tapi daebak kok,,omo,sehun org nya dingin bgt deh..keep writing

  2. Waaahhhhhh kirain td sehun mau nyatain cintanyaaa..kekeee… Ini ada klnjutannya kan tor? tanggung bgt nih… Keke. Keep writing

  3. waaa, sangka uda bakal ad sehun-ririn moment ternyata bukan. tapi itu sehun tetep cool dingin banget ya tapi tetep aja bikin hati kesemsem meleleh *eh*
    dibuat lagi thor lanjutannya..penasaran nih..hehehe ^^

  4. Aigoo..
    Kirain sehun bakal nyatain cinta. Ternyata………

    Jadi pnsaran sma lanjutannya.
    Thor, jgn lma2 yach buat lanjutannya.
    🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s