Ficlet – Would You?

Author : AltRiseSilver

Cast : Kim Kibum Super Junior and You

Genre : Romance

Rating : General

Before Story :

Are You Taking My Picture? ~ Lollipop ~ May I Hold Your Hand? ~ Don’t Touch My Girl!! ~ I Never Love Another Boy ~ Is It Goodbye? ~ It’s Time To Say Goodbye ~ He Never Back / In My Dream ~ Lollipop 2

“Hye, maafkan aku,” Kibum sibuk merengek dari balik pintu apartementku sementara aku sibuk menikmati editanku pada laptop.

Kubiarkan dia diluar sejak tadi, biarkan saja, aku sudah menangis sepanjang waktu karena berita pernikahannya tapi pada kenyataannya dia ah tidak managementnya mempermainkanku.

Aku sebenarnya senang karena pernikahan itu tidak pernah ada tapi, perbuatan Kibum tidak bisa dimaafkan sama sekali.

“Hye-ku, sayangku, bukakan pintunya, ayolah,” suaranya terdengar lagi.

Tanpa ia tahu aku tertawa kecil mendengar panggilannya untukku.

“Aku minta maaf, lagipula Bora dan management sudah meminta maaf padamu tapi… Kenapa kau masih marah padaku,” ujar Kibum lagi terdengar seperti putus asa.

Aku tersenyum mendengar ucapannya kemudian beranjak dari dudukku dan membukakannya pintu.

“Masuk,” ucapku sambil mengulum senyum.

Terlihat wajah Kibum berubah ceria saat aku membukakan pintu dan menyuruhnya masuk. Aku kembali melanjutkan pekerjaanku namun pria menyebalkan itu menggangguku lagi.

“Bagaimana kalau kita pergi berkencan?” ajaknya. Aku menggeleng tanpa menoleh. Kibum tak berhenti sampai situ, ia kembali membujukku, “Ayolah sayaaangg.”

“Ish!” seruku sambil meliriknya.

“Aku banyak pekerjaan,” ucapku kembali menatap laptopku.

Kibum berdecak kecewa namun ia melanjutkan, “Pekerjaanmu biar aku yang kerjakan setelah kita berkencan.”

“Janji?” tanyaku mulai tertarik. Kepala Kibum mengangguk dengan cepat membuatku masuk kedalam kamar dan berganti baju.

***

Aku sibuk menutup wajahku dengan tangan sementara Kibum sibuk mengambil gambar diriku dengan kameraku.

“Kenapa tidak mau difoto?” tanya Kibum yang sekarang menurunkan kamera dari wajahnya. Aku menggeleng cepat, “Aku suka memotret tapi tidak suka di potret,” timpalku.

Kuteguk segelas cappuccino hangat ditanganku. Udara semakin dingin mendekati musim gugur. Jalanan di kota sekarang ini juga tak terlalu ramai hingga Kibum berani tidak melakukan penyamaran di kencan kami saat ini.

“Lalu jika kita menikah apa kau tidak mau kita berfoto?”

Aku yang terkejut mendengar ucapannya tersedak cappuccinoku sendiri. “Pelan-pelan,” ucapnya sambil menepuk pundakku perlahan.

“Pernikahan kita?” gumamku padanya saat cappuccino di tenggorokkanku bisa diselamatkan. Kibum mengangguk, “Kau tidak mau menikah denganku?” tanyanya.

Aku memandang mata Kibum lekat, tak ada seburat kebohongan yang kutemukan. “Aku mencintaimu Hye,” ucapnya lagi tanpa melepas tatapan kami berdua.

“Ini bukan rekayasa di filmmu lagi kan?” tanyaku memastikan.

Kibum tersenyum sekilas lalu menggeleng, “Aku serius kali ini.”

Aku tak menjawab ucapannya, ini sama saja seperti pernyataan cintanya 3 tahun yang lalu. Terlalu terburu-buru. Aku juga tahu sekarang Kibum merasakan apa yang aku rasakan. Dia kemudian menarik tanganku menuju sebuah taman. Pria itu kemudian berdiri diatas sebuah bangku, orang-orang di sekitar taman mulai memperhatikannya dengan penasaran.

“Kalian mengenal siapa aku kan?!” serunya dengan suara keras, astaga apa yang dilakukan. Semua pasang mata sekarang menatap kami berdua.

“Aku aktor terkenal Korea Selatan, Kim Kibum,” dia memotong kalimatnya dan menatapku sekarang. Membuat semua orang juga ikut memandangiku. “Mencintai seorang gadis bernama Song Hye Nim dengan segenap hatiku.”

“Dan hari ini, aku ingin kalian semua menjadi saksi betapa aku benar-benar mencintainya,” lanjutnya lagi sebelum turun dari bangku taman dan berjalan kearahku.

“Aku mencintaimu. Aku menginginkamu. Jadilah kekasihku selamanya dan jadilah wanita terindah dari anak-anak kita kelak. Satu lagi, biarkan hanya margaku yang mengganti margamu,” ujarnya saat jarak kami begitu sangat dekat.

Tanpa terasa airmataku meleleh jatuh mendengar ucapannya. Tatapan tulusnya membuat keraguanku hilang. Segera kuanggukkan kepalaku dan menjatuhkan diriku dipelukannya. Terdengar tepuk tangan dari semua orang di sekelilingku namun aku tak peduli. “Jangan menangis,” bisiknya pada telingaku dengan lembut.

“Aku mencintaimu Kibum. Aku mencintaimu.”

THE END

20 thoughts on “Ficlet – Would You?

  1. Ahh akhirnya. Walaupun sempat ikutan sedih di drable drable kemaren. Sekarang aku juga iktan senang liat hye senang. Sebenarnya aku iri. Hehe
    Lamaran nya kibum ngingetin aku ama drama korea lie to me. Author daebak. I’m not him aku tunggu thor.

  2. Buing… Buing…. *dateng bareng zhoumi* kkkk

    eonniiii~ jangan salahin aku, kalo tbtb aku naksir kibum ._.v

    waktu adegan lamaran itu, masa aku nangis T.T

    masih ada lanjutan nya gak eonni? Ada ya adayaaaaa n_n

  3. annyeong thor ^^ aku readers baru disini, jadi maklum lah kalo baru comment.
    waaahhh, legaaaa banget deh yak akhirnyaa happy jugaa setelah kemaren ber-galau-galauan ria kkk ^^
    ada next nya gak thor? semoga ajah ada yah. aku tungguin loh next nyah ><

  4. huwaaahh setelah kelewatan drabble favorit ini akhirnya tahu juga.. 😀 jujur aja author, aku rada trauma baca yang ini takut galau lagi (?).. tapi suerr yang ini paliiiingg sweeeettt XD
    akhirnya ketulusan hye berbuah juga, feel dapet, dan karakter kibum bikin melting :3

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s