[FF Freelance] Ahjussi, I Love You (Part 1)

Author                  :               Rezky Wulandary (YeMinsGirlfriend)

Cast                       :               Park Jung Soo [Super Junior], Hwang Hee Hyo [OC]

Length                  :               9 Pages [Microsoft Word]

Genre                   :               Fluffy Angst, Lolicon, Romance

Other Cast          :               Han Chae [OC], Lee Sungmin [Just Name]

 

Sebelumnya FF ini pernah ku post di blogku sendiri www.gueyesungminfans.wordpress.com sorry kalau ff ini mengecewakan kalian semua. Aku cuma author yang masih amatiran. Jadi perlu coment nya ya but jangan ngebash-ing ff ini. Kalau mau ngebilang ada kekurangan boleh. Tapi jangan dibash? Oke:)

 

Say No To ‘Plagiat’!!

 

**

“Mworago?! Aku harus mengurus seorang Ahjussi?! Hah? Apa tidak gila?” Umpatku kesal sembari menatap galak pada Han Chae. Aku menggelengkan kepalaku tanda aku sangat tidak menyetujui permintaannya padaku untuk menggantikannya karena ia sebentar lagi akan menikah dan tak mungkin lagi mengurus pekerjaan seperti ini.

 

“Ya, Hyo-ah. Cuma kamu yang bisa membantuku sekarang. Aku tidak tau lagi harus meminta pada siapa, tapi dia bukan sembarang Ahjussi kok. Kau tenang saja, dia tidak merepotkan.” Ucap Chae dengan wajahnya yang memelas. Aku tetap menggelengkan kepalaku tanda tetap tidak menyetujui tentang permohonannya itu.

 

“Aku tidak mau! Selama ini aku tidak berpengalaman tentang urus – mengurusi, apalagi mengurus seorang Ahjussi.” Tolakku tegas. “Tidak mungkin seorang Ahjussi tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Apalagi dia telah setua itu,” Lanjutku. Aku menghempaskan diriku disofa dan memijit kepalaku pelan. Ini gila, benar – benar gila.

 

“Ya! Dia bukan setua yang kau pikirkan, andaikan aku menikah tidak secepat ini, aku masih sangat ingin mengurusinya! Dia sangat tampan…” Aku menatap dengan tatapan aneh pada Chae yang sekarang pikirannya melayang kemana – mana sepertinya, malah sekarang dia senyum – senyum sendiri. Haish, apa ahjussi itu telah membuat temanku gila?

 

“Han Chae! Apa kau sudah gila? Aku geli melihat wajahmu seperti itu. Hentikan,” aku bergidik ngeri melihat wajahnya seperti itu. Aku langsung beranjak menuju kulkas dan meneguk air sampai dengan setengahnya. Ah, rupanya aku sangat haus sekali.

 

“Hwang Hee Hyo…” Panggil Chae memelas. Aku membalikkan badanku dan melihat wajahnya yang sangat – sangat memelas, sungguh kasihan sekali. “Please, kali ini saja. Aku meminta padamu untuk mengantikannya. Soalnya aku sangat tidak rela kalau orang lain yang mengerjakan pekerjaan ini, ayolah.. bantu aku. Selama ini kau tak pernah membantuku kan? Please..”

 

Aku menggaruk – garuk belakang kepalaku yang sama sekali tidak gatal. Aish, dia mulai meluncurkan jurus andalannya. Wajah memelas dengan mata berkaca – kaca, huh, aku menatapnya kesal lalu menutup pintu kulkas dengan keras. “Nde—aku terima tawaranmu.” Ucapku lemah lalu meletakkan kepalaku diatas meja makan dengan pasrah. Mengurus ahjussi? Hua! Aku tak sanggup membayangkannya.

 

Kulihat Chae matanya berbinar – binar dan wajahnya terlihat gembira sekali. “Benarkah? Kau menerima tawaran ini? Aaaaa! Terima kasih Hyo-a, kau memang benar – benar baik.” Ucapnya lalu menggeledah tasnya sendiri, aku hanya memperhatikannya dengan lemas. Sepertinya ia telah mendapat apa yang ia cari dan langsung meletakkan sebuah kertas kecil keatas meja. “Ini alamat apartemennya. Kau bisa bekerja dari jam delapan pagi sampai jam delapan malam. Pekerjaannya tidaklah sulit, hanya memasak, membereskan ruangan dan mencuci pakaian. Kujamin, kau tak akan menyesal bekerja pada seorang Ahjussi tampan seperti dia.”

 

“Dimana – mana ahjussi ya tetap saja namanya Ahjussi walaupun setampan apapun dia!” Cibirku kesal. Chae sama sekali tidak memperdulikanku dan ia beranjak menuju pintu apartemenku dengan wajah yang masih sama seperti tadi, gembira sekali.

 

“Dadaahh! Aku pulang! Kau bisa bekerja mulai besok. Selamat menikmati!” Arrggh, benar – benar ingin ku lempar dia dengan sandal yang ku kenakan sekarang. Wajahnya benar – benar mengejekku sepertinya, keluar dari pintu dengan wajah yang masih cengar – cengir. Maksud dia apa coba?

 

Aku melangkahkan kakiku mendekati meja dan menatap kartu nama yang tertinggal disana. Kuraih kartu tersebut lalu mengamatinya, “Park Jung Soo? Lantai 15?” Gumamku pelan. Apartemennya satu daerah denganku? Dia dilantai 15 sedangkan aku dilantai 10. “Hmm..” Kuletakkan lagi kartu nama tersebut keatas meja dan ku langkahkan kakiku kedalam kamar. Ngantuk sekali.

 

**

 

Ku langkahkan kakiku keluar apartemenku sendiri lalu melangkah menuju lift. Aku hanya memakai pakaian seadanya, baju kaos berwarna putih dan celana jeans melebihi lutut sedikit. Ku pencet beberapa angka dan membiarkan pintu lift tertutup. Aku berdiam diri didalam lift, tak biasanya sunyi sekali, pikirku. Ahjussi yang disebutkan oleh Chae masih menghantui pikiranku, apa dia setampan yang disebutkan oleh Chae? Atau dia hanya mengerjaiku saja dan nyatanya bahwa Ahjussi itu sangat tua sekali? Aih, jangan sampai. Aku sama sekali tidak mau mengurus ahjussi cerewet!

 

“Sudah sampai? Cepat sekali.”

 

Kulangkahkan kakiku keluar lift. Sudah sampai dilantai 15, apartemen nomor 173 dimana? Aku melangkahkan kakiku dan menyebut angka yang berderet disetiap pintu, “172…aha, 173!” Seruku senang ketika telah menemukan ruangan bernomor 173. Segera ku ketuk pintunya dengan keras.

 

“Annyeong Ahjussi.” Ucapku nyaring dan masih tetap menggedor – gedor pintunya. Kulirik jam tangan yang berada ditanganku sudah menunjukkan jam 10 pagi. Apa aku terlambat? Ah, tidak penting. Lagian aku kan baru disini, jadi tidak mungkin ia memarahiku hanya karena telat dua jam.

 

Ku dengar langkah kaki mendekat kearah pintu. Perlahan pintu terbuka dan menampakkan seseorang yang wajahnya masih kusut dengan masih memakai piyama tidur. “Annyeong Ahjussi. Hwang Hee Hyo imnida, aku yang akan menggantikan Han Chae disini.” Ucapku sembari membungkuk sedikit. Ku lirik ia menatapku dengan aneh dan berjalan masuk kembali ke dalam, aku mengernyitkan keningku dan tetap berdiri ditempatku karena ia sama sekali tidak menyuruhku untuk masuk kedalam.

 

“Ya! Kenapa kau masih berdiri disitu?” Teriaknya dari dalam, kulihat ia menghempaskan tubuhnya keatas sofa yang berwarna putih didalam ruangan.

 

“Yang benar saja! Kau sama sekali tidak menyuruhku untuk masuk,” Gumamku kesal. Aku segera melangkahkan kakiku kedalam apartemennya. Kulirik sekeliling apartemennya sangat rapi, dan sepertinya tidak usah memiliki pengurus sepertiku karena ruangan ini nampak bersih sekali. Sangat bersih daripada apartemenku sendiri. Lalu, untuk apa aku menjadi pengurus Ahjussi ini? Aneh. “Maaf, Ahjussi. Apa saja pekerjaanku disini?” Ucapku sembari menatapnya yang wajahnya tertutup sedikit oleh rambut, ia masih memejamkan matanya. Sepertinya ia masih mengantuk, kulirik wajahnya yang matanya terpejam, tampan? Tidak tersiratkan tampan sama sekali Ahjussi ini. Malah terkesan biasa saja, Han Chae memang telah membohongiku!

 

“Sekarang kau bisa memasakkan makanan untukku. Aku lapar,” Gumamnya tanpa membuka matanya. Mendengar perkataannya aku segera melangkahkan kakiku menuju dapur, kenapa aku bisa tau dimana letaknya dapur padahal aku baru pertama kali kesini kan? Haha, dapur bisa terlihat jelas dari sini. Tinggal lurus saja langsung sampailah didapur. Apartemen yang cukup simple dan tidak berbelit.

 

“Memasak apa ya?” Gumamku lalu membuka kulkas. Banyak persediaan makanan disana. Aha, ada sebungkus beef disana. “Aku tau aku harus memasak apa!” Gumamku lalu mulai meracik bumbu makanan.

 

Sudah hampir satu jam aku berada didapur ini dan semua makanan telah siap. Aku hanya tersenyum lalu meletakkan semuanya kedalam piring, “Apa sudah siap?” Tanya seseorang yang membuatku hampir melepaskan piring yang berada ditanganku karena kaget. Syukur aku langsung bisa mengatasinya.

 

“Su—“ Aku belum selesai mengucapkan kataku dan mendapatkan Ahjussi ini sedang berada dibelakangku. Aku terdiam menatapnya, ia sekarang hanya memakai kaos biasa dan celana jeans pendek, rambutnya diikat sedikit dibelakang. Apakah dia benar – benar seorang Ahjussi? Mengapa wajahnya sangat tampan? Aaaaaaaaa, Han Chae! Dia memang begitu tampan dan sangat – sangat tampan, mengapa wajahnya bisa berbeda dari yang tadi ya?. “Su—dah. Makanan sudah siap, Ahjussi. Tinggal diletakkan dimeja makan saja,” Ucapku dan segera berbalik. Aku tak ingin Ahjussi ini mengetahui kegugupanku karena baru saja menatap wajahnya yang sangat tampan. Aku segera melewatinya dan membawa semua makanan diatas nampan agar bisa aku bawa sekaligus.

 

“Ohya—kau tak usah memanggilku Ahjussi. Ahjussi sepertinya sangat tua sekali untukku,” Ucapnya yang berada dibelakangku dan langsung duduk dikursi dimeja makan. Aku masih meletakkan semuanya diatas meja dan selesai!

 

Aku menatap Ahjussi yang tengah duduk menyantap makanannya. “Em, tapi kan Ahjussi lebih tua dariku 15 tahun. Jadi lebih baik aku memanggilmu Ahjussi, agar terdengar lebih sopan.” Ucapku yang membuat ia menjeda acara makannya lalu menatapku dengan tatapan kesal. ‘Ya! Tidak usah menatapku seperti itu. Kau mau membuat aku jantungan seketika, huh?’ batinku yang tidak suka ditatap dengan mata teduhnya itu. Aduh!

 

“15 tahun? Jadi? Umurmu sekarang 20 tahun?” Tanyanya. Aku mengangguk pelan, “Hm, kurasa tidak terpaut jauh. Jadi lebih baik kau memanggilku, Oppa saja.” Lanjutnya santai dan membuatku membelalakkan mataku.

 

“Oppa?” Ucapku memastikan. Ya jujur ku akui dia memang tidak cocok dipanggil Ahjussi, wajahnya tidak menyiratkan bahwa ia sudah sangat tua dan wajahnya masih seperti anak berumur dua puluh tahun-an. Hahaha.

 

“Ne, Waeyo?” Ucapnya. Aku menggeleng pelan lalu segera meninggalkannya menuju dapur. “Ya! Kau mau kemana? Apa kau tidak mau makan? Duduk sini!” Teriaknya sambil memegang tangan kiriku yang otomatis membuat langkahku terhenti.

 

“Ya, tapi ada pekerjaan yang harus ku selesaikan, ahju—eh, Oppa.”

 

“Tidak ada tapi – tapian. Cepat duduk sini!”

 

**

 

Fyuh, akhirnya semuanya selesai juga. Aku segera membereskan semuanya dan beranjak untuk segera pulang ke apartemenku. Kulihat Leeteuk Oppa duduk santai diruang tengah menonton acara televisi yang menayangkan acara berita. Aku melangkah menuju kearahnya.

 

“Oppa, aku ingin pamit pulang.” Ucapku dan membuatnya berbalik kearahku. Ia mengernyitkan keningnya dan aku juga jadi menatapnya bingung dengan ekspresi wajahnya.

 

“Pulang?”

 

“Ne. Waeyo? Lagian apartemenku dilantai 10.” Balasku yang juga heran dengan ucapannya. Ia menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal dan lalu tersenyum manis, maniisssssss sekali, sampai madu yang dihasilkan lebah saja lewat. “Lagian kan sudah jam delapan malam. Bukankah aku boleh pulang?” Tanyaku.

 

“Nde—tapi…” Ia menggantungkan kalimatnya. “Lebih baik kau menginap disini saja. Dulu Han Chae sering menginap. Karena aku hanya tinggal sendirian disini, jadi kalau kau menginap mungkin bisa menjadi teman mengobrolku.” Lanjutnya.

 

“Mwo? Menginap? Menginap sih tidak masalah, tapi semua bajuku ada diapartemenku. Masa aku bolak – balik ke lantai 10 hanya ingin mengganti baju saja?” Tanyaku polos. Kulihat ia hanya terkekeh pelan.

 

“Yasudah. Kau boleh pulang untuk malam ini dan membereskan semua bajumu.” Ucapnya dan membuatku bernafas lega.

 

“Sekarang aku pamit pulang dulu. Annyeong Oppa,” Ucapku dan segera keluar apartemennya dan kembali menutup pintu apartemen Leeteuk Oppa. “huh—“ Gumamku kesal lalu segera melangkahkan kakiku menuju lift untuk kembali ke apartemenku.

 

Author’s POV

 

“Dia terlihat sangat lucu.” Gumam Leeteuk lalu terkekeh pelan. “Sudahlah—lebih baik aku tidur saja.” Lanjutnya lalu segera mematikan televisi dan segera beranjak menuju kamarnya sendiri.

 

**

 

“YA! HAN CHAE!! KAU BILANG BOLEH PULANG JAM DELAPAN MALAM! TAPI DIA MEMINTAKU UNTUK MENGINAP! KAU GILA! TEGA SEKALI MEMBOHONGIKU!!” teriak Hyo kesal ketika ia telah sampai ke apartemennya. Terdengar suara kesal dari seberang telepon ketika mendapati yang menelpon langsung berteriak dan membuat gendang telinganya hampir pecah.

 

“Aku tidak tau! Dia tidak pernah memintaku untuk menginap diapartemennya. Jadi bukan salahku, aku mengatakan apa adanya!”

 

“Tapi dia bilang kau juga sering menginap disana!” Ucap Hyo yang masih saja berteriak kesal pada Han Chae, ia merasa dibohongi oleh sahabatnya itu.

 

“Aku sama sekali tidak pernah menginap! Itu berarti dia menyukaimu gadis bodoh! Sudah, aku ingin tidur! Aku mengantuk!”

 

KLIK. Sambungan telpon terputus secara sepihak. Hyo hanya mendengus kesal lalu melempar ponselnya ke sembarang arah. “hu? Apa? Dia menyukaiku?” Tanya Hyo bingung lalu merebahkan dirinya diatas kasur. Ia menutupi tubuhnya dengan selimut tebal yang bergambar kartun Tom & Jerry. “Aish! Pikiran bodoh macam apa itu! Dia kan baru bertemu denganku hari ini. Sudahlah, lebih baik aku tidur daripada nanti berpikiran yang tidak – tidak.” Lanjutnya dan segera menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

 

**

 

Hyo’s POV

 

Aku memasuki apartemen Leeteuk. Aku baru saja kembali dari supermarket karena semua bahan di dalam Kulkas telah habis. Kulangkahkan kakiku ketengah ruangan, sepi sekali. Kemana Leeteuk? Tumben sekali dia tidak ada dirumah.

 

Ku letakkan semua barang – barang belanjaanku keatas meja. Ku keluarkan sisa uang yang diberikan oleh Leeteuk saat tadi pagi, sebelum aku pergi ke Supermarket dan ia menyerahkan sebuah catatan kecil apa saja yang harus ku beli. “Ternyata kau alergi Seafood.” Gumamku pelan lalu beranjak menuju sofa dan menghempaskan diriku disana.

 

Ku lirik kearah sekeliling apartemennya. Sangat nyaman, dan aku sudah satu bulan bekerja disini. Ia sangat – sangat tidak merepotkan dan malah sebaliknya, ia sangat ramah. Ia kadang membantuku menyiapkan makan malam, ia membereskan kamarnya sendiri dan kadang juga ikut membantuku mencuci pakaian. Selalu saja ia tersenyum padaku, senyumannya sangat manis dan membuat wajahnya bertambah cute dan tampan.  “Aish! Kenapa kau Hyo! Kenapa kau memikirkannya!” Aku menggeleng – gelengkan kepalaku. Aigo, aku sepertinya sudah tidak sadar apa yang telah terjadi. Aku sudah gila sendiri sepertinya. Huaaaaaa! Siapapun tolong aku!

 

“Apa aku mencintainya?”

 

Aaa! Tidak – tidak. Ini gila, mana boleh aku mencintainya! Tapi, apa ini yang disebut cinta? Aku selalu cemburu apabila ia berdekatan dengan teman yeojanya yang sering datang ke apartemen ini. Malah, mereka kadang berpelukan lalu tertawa bersama saat yeoja itu hendak pulang. Aku bahkan benar – benar kesal dan kejadian itu mudah sekali membuat moodku berubah drastis, aku tidak tau siapa yeoja yang selalu bersamanya itu. Tapi, ah, aku memang benar – benar cemburu dengannya!

 

“Kau sudah disini rupanya.” Ucap seseorang dan segera membuatku berbalik. Aku mendapati Leeteuk yang tengah menutup pintu apartemen lalu berjalan mengarah kearahku. Aku kembali membalikkan tubuhku menatap lurus kearah sofa.

 

“Ne, aku sudah kembali dari Supermarket.” Ucapku tanpa menoleh kearahnya. Aku merasakan sesuatu yang hangat melingkar dileherku. Ya, Leeteuk tengah memelukku sekarang dari arah belakang. Kaget? Jangan kaget. Entah kenapa dia telah melakukan ini sejak seminggu yang lalu, awalnya pun aku kaget sekali. Namun, entah kenapa aku membiarkannya begitu saja. Kurasa ini tidak papa asal dia tidak melakukan yang macam – macam terhadapku. “Waeyo?” Tanyaku ketika kurasakan ia meletakkan dagunya dibahuku.

 

“Anio.” Jawabnya singkat lalu mengecup bahuku pelan. Aku sudah mulai terbiasa dengan tingkahnya ini. Ia segera pergi beranjak menuju kamarnya sendiri. Aku menghela napas berat, kalau ia sudah menuju kamarnya berarti ia sudah makan malam.

 

“Huh! Tepiskan pikiranmu itu! Dia tak mungkin menyukaimu! Hanya kau saja yang ke-GR-an!” Aku menggeleng – gelengkan kepalaku pelan. Ada rasa sakit hati kalau tau ia sama sekali tak menyukaiku. Hanya saja semua perhatiannya itu sangat berlebihan kepadaku. Kalau kalian melihatnya secara langsung, kalian kira kami seorang kekasih, ia sering sekali memelukku, mencium keningku, argh, sudahlah, tidak usah dibahas. Aku sangat tau dia tidak mungkin mencintaiku, apalagi, umurnya sangat terpaut jauh denganku.

 

Kudengar pintu apartemen diketuk. Kulangkahkan kakiku menuju pintu dan membukanya. Aku menatap heran pada sosok yang berada didepanku sekarang, seorang yeoja yang cantik dan pakaiannya –err sedikit sexy tengah tersenyum padaku. “Jung Soo-nya ada? Aku ingin bertemu dengannya.” Ucapnya.

 

“Lee Heera. Aku telah lama menunggumu.” Aku menoleh ketika mendengar suara Leeteuk dibelakangku. Aku menghindar dari pintu dan membiarkan yeoja itu masuk kedalam, aku menutup pintu apartemen dan tak sengaja mataku melirik kearah mereka berdua, Leeteuk terlihat mengecup bibir gadis itu sekilas, lalu membawanya masuk kedalam kamarnya.

 

“Masuk kedalam kamar?” Gumamku pelan. Haha, benarkan? Dia sama sekali tidak pernah mencintaiku. Perlakuannya selama ini hanya sebuah hal biasa baginya, namun bukan hal biasa bagiku! Bahkan aku tidak pernah dibolehinya untuk masuk kedalam kamarnya, setiap ia pergi pasti kunci kamarnya dibawa. Tapi yeoja itu? Haha, dengan mudahnya Leeteuk membawanya kedalam kamarnya. Aku tersenyum miris lalu membuka pintu apartemen kembali, aku melangkah keluar demi mencari udara segar. Dadaku entah kenapa terasa sesak sekali seperti tak ada lagi oksigen diruangan ini. Entah kenapa aku merasa air mataku menetes begitu saja dipipiku, aku segera menghapusnya dan langsung mempercepat langkah kakiku untuk pergi dari sini segera.

 

**

 

Aku menangis. Hatiku terasa sakit sekali ketika aku melihatnya mencium dan memeluk gadis itu! Memang, aku menyadari diriku tidak sebanding dengan gadis itu. Ia sangat cantik dan sexy! Lalu aku? Aku ini biasa – biasa saja! Bahkan, tidak menarik sama sekali. “Haha! Aku bodoh sekali.” Rutukku dengan air mata yang terus berlinang mengalir deras dipipiku.

 

Aku duduk terdiam dan terus menangis. Didepanku terpampang sungai han yang gemercik airnya terus menghiburku. Mencoba menyudahi rasa sakit hatiku sekarang. Genangan cahaya bulan terpantul dari atas air sungai. Aku menyeka air mataku lalu menatap genangan air itu. Malam sudah kian larut dan udara dingin mulai menusuk tulang.

 

“Aku bodoh sekali. Sudah salah tanggap dengan semua ini, aku memang bodoh. Ini baru pertama kalinya sejak kejadian itu aku jatuh cinta lagi, haha. Tapi aku jatuh cinta dengan orang yang salah.” Gumamku, pedih. Aku menatap langit yang dipenuhi oleh bintang – bintang yang tengah beradu memamerkan cahaya mereka. “Sungmin-ah, apa kau bahagia diatas sana? Aku sangat merindukanmu saat ini. Kau selalu bisa menghiburku disaat seperti ini, aku sangat merindukanmu. Sangat – sangat merindukanmu. Aku berharap kau masih setia menungguku disana, aku berjanji akan datang menemuimu. Menemui orang yang sangat ku sayangi, kau kan sudah berjanji tak akan melirik gadis manapun disana, aku masih memegang janjimu itu. Aku berharap kau tak mengingkarinya,” Gumamku pelan. Mataku menatap kosong kearah langit, kesedihanku bertambah dua kali lipat.

 

Aku meraih ponselku yang berada didalam kantong baju yang sedang kupakai. Ku pencet tombol keypad beberapa kali, mencoba menghubungkan sambungan telpon dengan seseorang. “Leeteuk-sshi. Aku ingin berhenti dari pekerjaan ini. Gamsahamida.” Segera ku tutup telpon tanpa mendengar penjelasan dari Leeteuk. Kulangkahkan kakiku kembali menuju apartemenku sendiri, aku tau, dan sangat – sangat sadar bahwa untukku menemukan sosok seperti Lee Sungmin tidak mungkin lagi, dia kekasihku sejak lima tahun yang lalu, namun ia telah pergi meninggalkanku untuk selamanya.

 

 

Ku buka pintu apartemenku perlahan. Ku nyalakan lampu diseluruh ruangan membuat apartemenku menjadi sangat terang. Tak peduli harus membayar berapa ditagihan listrik nanti. Aku tidak peduli, perasaanku sudah sangat kacau balau. Cinta ini memporak – porandakan hidupku.

 

Ku lemparkan tubuhku keatas kasur empukku. Ku pejamkan mataku mencoba meredam rasa sesak yang masih menyelimuti hatiku. Ku raih ponselku yang bergetar beberapa kali, aku tersenyum miris melihat siapa yang telah mengirimkan sebuah message padaku.

 

From     :               Leeteuk ‘Jungsoo’ ^^

 

Kau kenapa? Mengapa berhenti dari pekerjaan ini, Hyo-ah? Kau kan tau aku tidak bisa hidup tanpamu. Kembalilah, kalau kau masih memperdulikanku.

 

“Untuk apa aku kembali? tidak penting lagi.” Gumamku nanar. Aku melemparkan hapeku ke sembarang arah, terdengar suara yang lumayan keras, seperti benturan suatu benda dengan lantai, aku tersenyum samar, aku telah mengetahui bahwa ponselku telah rusak dengan sempurna.

 

**

 

Sudah hampir seminggu ini aku tidak pernah lagi keluar Apartemen, persediaan makananku masih cukup untuk sebulan kedepan. Hidup tanpa komunikasi seperti ini memang sunyi. Ponselku telah rusak sempurna, keluargaku hanya bisa menghubungiku lewat e-mail pribadiku yang hanya diketahui oleh orang – orang terdekatku dan keluargaku saja.

 

“Aku ingin keluar.” Gumamku pelan sambil menatap lurus kearah jendela yang gordennya masih tertutup. Aku malas untuk membuka gorden dan melihat pemandangan diluar. Sejak kejadian itu, aku merasa tidak mood untuk melakukan aktifitas.

 

Kulirik jam dinding sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Aku beranjak dari tempat tidur dan berjalan pelan menuju pintu apartemen. Aku juga ingin merasakan udara segar setelah seminggu tidak keluar menghirup udara segar. Sekarang, aku hanya memakai kaos dilapisi jaket tebal dan bercelana jeans panjang lalu bersepatu kets. Sekarang sedang musim dingin, tak mungkin aku tanpa memakai apapun keluar rumah.

 

Aku membuka pintu apartemen. Sepi sekali. Aku menghela napas tenang. Ku langkahkan kaki menuju lift yang masih tertutup. Apa ada orang didalam? Aku mengangkat bahuku dan tak lama pintu lift terbuka lebar. Aku tercekat melihat siapa yang berada didalam lift, begitupun dengannya yang masih menatapku mematung. Ia tengah bersama wanita yang juga ikut menatapku, namun aku seakan tidak peduli dengan mereka. Aku menghembuskan napasku dan mengatur ekspresiku agar tidak terlihat kaget ketika melihat wajahnya.

 

“Hyo-ah,” Gumamnya pelan. Aku tak menghiraukannya dan segera memasuki lift, ia pun masih tetap berada didalam lift yang sama denganku. Kurasa menganggap tidak saling kenal itu lebih baik.

 

“Oppa—apa kau sayang padaku, huh?” Tanya wanita yang disampingnya dengan bergelayut manja dilengan Leeteuk. Aku hanya meliriknya sekilas lalu tidak memperdulikan mereka. Kulihat, Leeteuk tengah berusaha melepaskan gelayutan tangan wanita itu dari tangannya.

 

Panas. Panas sekali disini. Udara dingin yang tadi menyerangku malah pergi begitu saja. Haish, “Sudah sampai.” Gumamku pelan lalu pintu lift terbuka. Segera kulangkahkan kakiku keluar lift dengan langkah cepat. Karena ku tau Ahjussi itu ingin mengejarku.

 

“Ya! Hwang Hee Hyo! Kau mau kemana? Mengapa berhenti dari pekerjaan begitu saja?” Langkahku terhenti ketika tangannya menarik lenganku kasar dan membuat lengan tangan kananku sakit.

 

“Lepaskan tanganku! Sakit!” Aku memberontak dan menatapnya tajam. Aku sudah tidak ingin lagi bicara dengannya. Untuk apa ia mencegahku seperti ini? Aku tidak mau lagi termakan omongan dan perlakuannya. “Lepaskan tanganku! Kau dengar tidak, hah?” Ucapku keras, namun aku seperti berbicara pada sebuah patung.

 

“Apa kau marah padaku?” Tanyanya. Manic matanya tepat menatap dimanik mataku. Aku menghela napas pelan lalu mencoba memberanikan diri untuk menatapnya.

 

“Untuk apa aku marah? Aku tak punya urusan apapun denganmu! Sudahlah lepaskan tanganku. Kasian wanitamu yang entah keberapa berdiri mematung sendirian disana.” Ucapku sinis lalu melirik kearah wanita tadi yang memang berdiri mematung disana.

 

“Aku tak akan melepaskan tanganmu sebelum kau berkata jujur!” Bentaknya keras. Aku terlonjak kaget, wajahnya menunjukkan kemarahan yang amat mendalam. Aku menatapnya tajam.

 

“AKU MEMANG TIDAK ADA URUSAN DENGANMU! LALU AKU HARUS MENGATAKAN APA? SUDAHLAH! LEPASKAN TANGANKU! MOODKU HANCUR TOTAL KARENA KEHADIRANMU, LEETEUK-SSHI!” Aku melepaskan cengkraman tangannya. Ia benar – benar menyulut emosiku. Kulangkahkan kaki keluar untuk segera mencari taxi dan membiarkan ia membawaku jauh – jauh dari sini.

 

Author’s POV

 

“AKU MEMANG TIDAK ADA URUSAN DENGANMU! LALU AKU HARUS MENGATAKAN APA? SUDAHLAH! LEPASKAN TANGANKU! MOODKU HANCUR TOTAL KARENA KEHADIRANMU, LEETEUK-SSHI!” Bentak Hyo keras yang membuat Leeteuk menatapnya tidak percaya. Ia melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Hyo dan membiarkan gadis itu pergi dari sana. Ia cuma bisa menatap gadis itu mematung dari tempatnya semula.

 

“Oppa, siapa dia?” Tanya gadis yang sedari tadi cuma berdiam diri menatap mereka berdua. Leeteuk hanya meliriknya sekilas lalu melangkah pergi menuju lift, perasaannya sendiri campur aduk entah mengapa. Ia tak mempedulikan lagi gadis yang sedari tadi bersamanya dan memilih untuk kembali ke apartemennya.

 

 

“ARGH!” Leeteuk membanting pintu apartemennya keras. Ia mengacak – ngacak rambutnya sendiri. “Kenapa aku jadi seperti ini! Kenapa seakan – akan aku mengharapkannya untuk kembali? Mengapa aku merindukannya bila dia tidak ada disini? Kenapa?!! Apa yang terjadi apa diriku?!”

 

Ia menggeleng – gelengkan kepalanya tidak mengerti. Disandarkan tubuhnya pada sandaran sofa lalu memejamkan matanya. Bayangan Hyo selalu saja berputar – putar diotaknya. Suasana apartemennya pun sangat sepi tidak seperti saat gadis itu ada disini. Bercanda dengannya. Argh!

 

Ia meraih ponselnya dan memencet beberapa tombol lalu mengarahkan ponselnya ketelinganya. “Hallo, Han Chae? Kau punya nomor ponsel Hyo yang baru atau tidak?”

 

“Nomor ponsel Hyo? Maaf, aku memang mempunyainya namun sudah hampir satu minggu ini ponselnya tidak aktif. Dia tidak mengganti nomor ponselnya, oppa.”

 

“Oh, yasudah. Terimakasih,” Leeteuk menutup ponselnya dan melemparnya ke sembarang arah. “Tidak aktif selama seminggu? Sejak kejadian dia memutuskan untuk tidak bekerja padaku lagi.” Gumam Leeteuk. “Apa aku ada salah dengannya?”

 

Ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. Mencuci wajahnya dan juga mendinginkan otaknya yang sekarang kacau balau hanya karena seorang gadis yang baru dikenalnya selama sebulan. Ia menatap wajahnya lekat didepan cermin, pikirannya menerawang jauh. “Apa aku mencintainya?”

To be continued…

29 thoughts on “[FF Freelance] Ahjussi, I Love You (Part 1)

  1. baru baca judulnya udah buat aku penasaran sama ceritanya…

    ahh ternyata ceritanya benar2 menarik 🙂

    :O ktnya leeteuk oppa gak bisa hidup tanpa hyo,,,, apa tuh maksudnya,, ap mungkin leeteuk oppaa…………..

    dari pada menebak2 dan takut tebakan ku salah,,, lbh baik nunggu kelanjutannya……

    jangan lama2 yaa author ngepost next partnya 🙂

  2. Haa aku suka cerita yang kayak gini..terpaut usia…hihihihi…oh ternyata leeteuk juga mangkir toh dari pikirannya..hahahaha lanjutin ya…kayaknya bakal cepet ya? endingnya

  3. Awalnya agak kaget si teuk ahjusshi tuh langsung skinskip misalny meluk dr belakang,nyium kening dll ma hee hyo…scepat itukah mereka…
    Alurny menarik..ditunggu lanjutanny

  4. Errrr efek ke aku pas leeteuk nyium bahu si hyo ituuuu waaaahhh *.*
    cerita nya bagus!! Next aku tunggu part 2 nya 😀

  5. duhh, baca part 1 nya seru banget. ini pertama kali aku baca FF. hehehe~^^ karang bgt yang buat FF ttg Leeteuk. dan ini bagus:3

  6. keren!keren!
    Interest bgt sama ff ini,siapa jg it cewe yg suka bareng sama teukie oppa?pacar?sepupu?
    . . . .
    Tp plis,kalo jd hyo ah,pasti brasa di php bgt!
    Pnasaran for what’s next!!part 2 kajja!:D

  7. Ff nya menarik bgt…
    menurut qu agk kecepetan alur nya…
    Tp, over all crita nya bgus. Dtunggu ff selanjutnya..

Leave a Reply to Park Hee Rin Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s