Rouge Ange (An Angel With Red Wings) Part 5

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic, Fantasy, Past-Present Live,

Cast :

Main Cast :

ü  Shin Min Young (OC)

ü  Kris a.k.a Wu Yi Fan (EXO M)

ü  Sehun (EXO K)

Figuran :

ü  Shin Mun Hoon (Min Young’s Younger Brother)

ü  Shin Min Ah (Min Young’s Older Sister)

ü  EXO M & EXO K Members

ü  Others

+oOoOoOo+

 

Maaf Author Awsomeoneim tidak jadi MEMPROTECT Part 5.

Ini dikarenakan masih beradanya kita di masa lebaran, sehingga kemungkinan SMS pending adalah sangat besar.

Karena author ngga ingin ngecewain GOODERS yang udah repot-repot ngesms trus kecewa karena balesannya pending…. maka….. NGGA JADI DI PROTECT~

Tapi… Please author mohon dengan sangat COMMENT ITU WAJIB!!!!!

Cha! Sekian Opening dari author. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi / mungkin mau dikritik, silahkan RCL ^^

Kamsahamnida~

Previous : Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

+oOoOoOo+

=Sekilas Chapter sebelumnya….=

*Present*

“Min Young-ah aku pinjam hairdryermu. Milikku tiba-tiba tidak bisa menyala,” ujar sebuah suara yang bisa kutebak siapa.

“Eo..eonni??” ujarku kaget saat mendengar suara orang yang berdiri di luar pintu kamarku. Handle pintu sudah terputar sempurna.

‘Aish.. aku lupa mengunci pintunya!!’

Reflek aku menoleh ke arah Kris oppa yang juga mematung menatap ke arah pintu kamar.

‘Eottohke? Aku belum mengatakan jika ada Kris dan Sehun oppa hari ini.. Aniy, aku memang tidak berniat memberitaunya!! Aigoo apa yang harus kulakukan?!’

.

.

.

.

.

+oOoOoOo+

*Present*

Aku setengah berlari untuk membloking pandangan Min Ah eonni, “Eonni..ah”

“Kenapa kau berdiri di depan pintu seperti ini?” tanyanya kaget.

“A..aku.. aku tidak punya hairdryer. Milikku meledak seminggu yang lalu, eonni juga tau itu kan?”

“Bukankah kau sudah membeli yang baru, berwarna pink? Kulihat kau memakainya 2 hari yang lalu,”

“Itu milik… temanku, dan sudah kukembalikan…”

Aish, Jinjya!

Lalu Min Ah eonni berbalik pergi dengan sangat kesal. ‘Aish, iblis itu selalu saja membuatku dihantui penyakit serangan jantung..’ batinku sambil menutup dan MENGUNCI pintu kamar.

Saat berbalik, aku tidak menemukan Sehun maupun Kris oppa. Yaaa jangan bilang mereka loncat dari jendela kamar!! -__-“

“Sehun…Kris….eodiga?” tanyaku kepada Mun Hoon yang tetap duduk anteng di depan komputer sambil menyapukan pandangan kepenjuru ruangan.

“Ssshh..” jawab Mun Hoon sambil menunjuk ke daerah bawah mejanya.

Aku mendekat perlahan dan kulihat badan Kris yang begitu besar meringkuk di bawah sana. Uoo poor oppa..

“Kris oppa, kau sudah bisa keluar sekarang. Min Ah eonni sudah tidak ada,” ujarku dari tempatku berdiri.

Segera setelah mendengar perkataanku ia menyeruak keluar dari persembunyiannya dan merenggangkan badannya, “Aigooo, tingkahnya membuat orang jantungan saja.”

‘Seperti kau yang tidak saja oppa,’ gerutuku, ‘Kau juga sering membuatku jantungan, bahkan hampir tiap hari menurutku..’

“Lalu di mana Sehun oppa?” tanyaku saat ia juga sedang menyapukan pandangannya ke seantero kamar. Sepertinya ia terlambat 2 detik untuk bertanya hal yang sama denganku.

Dalam 1 kedipan kulihat Kris oppa sudah berdiri  di depan jendela, “Apakah dia terjun dari sini?” tanyanya.

‘Kenapa kami bisa memiliki dugaan yang sama… Aigoo, sebenarnya aku yang terlalu jenius atau dia yang sudah tertular penyakit idiotku ya?’

Mianhe, aku baru saja cuci tangan. Apakah… Min Ah ssi sudah pergi?” sosok yang paling  diburu akhirnya muncul dari balik pintu kamar mandi =__=

Aish, ku pikir kau terjun dari jendela Sehun-ah,”

Aish, ku pikir kau terjun dari jendela Sehun oppa,”

Aku dan Kris oppa saling bertukar pandangan heran. Kami mengatakan hal yang sama secara bersamaan? Apakah otak kami sebenarnya hasil kloningan satu sama lain? Apakah kami sedang dikutuk menjadi kembar? Apa yang sedang terjadi?

“Kalian…”

“Ehem.. apa..apakah les privatnya sudah selesai?” suara gugup Kris oppa memotong perkataan Sehun oppa dan juga aksi tatap menatap diantara kami.

“Um.. ya.. itu… apakah sudah tidak ada yang kau bingungkan Min Young-ah?” Sehun oppa melempar pertanyaan Kris oppa kepadaku.

Aku menatap Sehun oppa lalu tumpukan tugasku, ‘Sebenarnya sih tinggal sedikit, tapi.. mungkin akan merepotkan jika aku memintanya tinggal sampai tugas ini selesai. Ini juga hampir pukul 5 sore..’

“Mm.. ne oppa. Tinggal beberapa nomor saja, dan kurasa aku bisa menyelesaikannya dengan cara-cara yang sudah kau berikan,” aku mengulas senyum kepada Sehun oppa yang berdiri tidak jauh dariku.

“Yasudah, kalau begitu jika ada yang ingin kau tanyakan kirim email saja padaku,” ujar Sehun oppa sambil meraih jaketnya yang tersampir di punggung kursi lalu mengenakannya sebelum menatap Kris oppa yang sudah kembali ke sisi Mun Hoon.

“Kris Hyung, ayo kita segera pulang. Min Young bilang..”

Arraseo..” lagi-lagi Kris oppa memotong kalimat Sehun tapi kali ini disertai sebuah tatapan..yang boleh digolongkan kedalam tatapan sadis -_-v

“Aku mendengar apa yang kalian bicarakan kok,” lanjutnya cuek, “Mun Hoon-ah, besok kita lanjutkan lagi, OK?” ia mengacak rambut Mun Hoon dengan cengiran lebar. Beda sekali saat bicara dengan Sehun oppa. Ish, orang aneh… -___-“

Mun Hoon juga membalasnya dengan senyuman lebar. Heah, dia pasti senang bisa menemukan lawan main yang berkemampuan setara dan juga kebandelan yang… setara.

[Dorm EXO]

^Author P.O.V.^

Odieso?” sebuah suara lembut menyapa telinga Sehun saat langkah kakinya sampai di ruang tamu Dorm EXO.

*Ruang Tamu Dorm EXO*

“Ah, Luhan hyung,” Sehun tersenyum senang melihat siapa yang menyapanya, “Aku baru datang dari mengajar privat Min Young di rumahnya. Muridku itu yeo dongsaeng dari Min Ah ssi. Aku sudah pernah cerita kan?”

*Luhan*

Luhan tampak mengingat sebentar sebelum ia menjentikkan jarinya, “Ah, ne.. aku ingat. Yeoja yang kau ceritakan semalam, yang kau hmfft..”

Dengan sigap Sehun membekap Luhan dalam 1 langkah. Ia tidak melepaskan tangannya dari mulut Luhan sebelum Luhan meronta hebat.

Hyung-ah, kan sudah kubilang itu jadi rahasia diantara kita berdua..” ujar Sehun dengan wajah sedikit manyun yang jarang ia tampakkan di hadapan Luhan, tentu saja.

Ye.. mianhe, aku kelepasan,” Luhan memasang wajah polos agar Sehun tidak manyun lama-lama padanya, “Aku janji tidak akan kelepasan lagi. Swear. Cross my heart ^^”

“Bagaimana bisa aku tidak memaafkanmu hyung jika kau memasang wajah sepolos itu..” gumam Sehun pasrah.

Luhan kemudian teringat akan suatu hal, “Dimana gege? Bukankah dia selalu mengantarkanmu?”

*Sebenarnya untuk orang china, mereka memanggil yang lebih tua dengan sebutan Gege. Tapi di sini author pakai panggilan Gege untuk siapapun anggota EXO yang manggil Kris. Singkatnya, di FF ini Gege jadi panggilan untuk KRIS saja. Bisa diterima OK? Kalau ngga bisa terima, serahkan bias anda kepada author!! #evillaugh*

 “Ne, kami datang bersama, tapi dia masuk duluan. Kupikir kau sudah bertemu dengannya di kamar, hyung.”

Luhan menggeleng sebagai respon, “Aku baru saja keluar dari kamar. Hanya ada Xiumin dan aku, kok.”

“Entahlah, dia agak pendiam sepulang dari rumah Min Young ssi hari ini. Di jalan pun ia tidak mengajakku bicara macam-macam..”

“Mungkin dia hanya sedang lelah,” Luhan menepuk-nepuk pundak Sehun, meyakinkan dongsaengnya jika sang leader hanya sedang tidak mood.

“Mungkin.. ia juga masih shock. Tadi sebelum pulang, keberadaan kami hammpir diketahui oleh Min Ah ssi, setelah itu.. dia buru-buru mengajakku pulang. Dengan mood yang buruk pula,” Sehun mereview ulang kejadian beberapa menit lalu yang ia alami dengan Kris.

Aaaah~ mungkin itu penyebab utamanya. Kau juga tau kan jika di kampus saja gege sudah sangat badmood jika melihat ‘penampakan’ Min Ah ssi,”

Ne..kau benar hyung. Aura cerianya seperti habis dihisap dementor jika melihat sosok Min Ah ssi, benar-benar jadi seperti orang bosan hidup..ckckck. Memangnya ada apa diantara mereka?”

Luhan mengendikkan bahu sebagai jawabannya.

“Hey, kalian sedang membicarakan keuangan negara eoh? Kenapa tampak serius begitu?” Suara piring diletakkan di meja makan mengiringi deretan pertanyaan dari namja jangkung tampan yang sedang mengenakan apron tak jauh dari kedua namja di ruang tamu itu.

“Kyung Soo hyung!” sapa Sehun yang paling pertama menyadari keberadaan D.O.

*D.O. = Do Kyung Soo*

“Hm.. tampaknya lezat..” tanpa basa-basi, Luhan melahap gulungan pasta yang ia pelintir *bahasa apa ini?!* di garpu dalam genggamannya, “Uah, saus bolognoise… mashitta~” wajahnya tampak berbinar menatap D.O. dan dibawah sana, tangannya sudah beraksi untuk kedua kalianya.

Namun sebelum ia sempat melahap gulungan pasta keduanya, tangan D.O. sudah keburu menahannya, dan dengan senyuman serta tatapan yang tak kalah berbinar, D.O. berkata, “Hyung, kau tidak keberatan kan jika kuminta memanggilkan semua member untuk berkumpul makan malam? Nanti kau kuberi porsi lebih jika berhasil mengumpulkan mereka kurang dari 10 menit. Ok hyung? Ok??”

‘10 menit? Tentu saja bisa!! Heah, dia salah memilih bertaruh denganku..’ ucap Luhan dalam hati yang ia realisasikan dengan gerakan ‘OK’ lalu segera meluncur ke kamarnya.

“Aku ke kamar dulu, hyung,” ujar Sehun setelah ditinggal soulmatenya melesat ke antah berantah.

Ne, kha!* (pergilah!) Oh, kutunggu 10 menit lagi di sini!” Ujar D.O. yang sudah diberi pemandangan punggung oleh Sehun.

Arraseoooo,” jawab Sehun panjang sambil mempercepat langkahnya menuju kamar.

[Kamar Xiumin, Kris, Luhan]

*Anggap aja Kamar Xiumin, Kris, Luhan*

Eodiseo?

“Menjemput Sehun,”

“Sehun-ah? Ooh.. les privat itu..”

‘CKLEK’

“Xiumin-ah waktunya makan malaaaam~”

Ah, Ne Luhan hyung. Gege.. waktunya makan malam, jangan tiduran dulu..”

Anio, aku sudah kenyang,”

Uh, apakah gege sudah di kamar?”

Ne, tapi dia malah tiduran..”

Aish, sudahlah biar aku yang bujuk. Kau cepat ajak member lain segera makan malam! Jika kau berhasil mengumpulkan semuanya di meja makan kurang dari 8 menit, kubagi bonus yang akan diberikan Kyung Soo padaku…”

Aigoo, kau memang baik hyung! OK!!”

Setelah Xiumin melesat keluar, Luhan mendekati tempat Kris berbaring. Ia bahkan belum melepas jaketnya. Kris memang bukan tipe namja cinta kerapihan, tapi.. tidak biasanya juga dia seperti ini.

Dhuizang..waeyo? Apakah ada masalah saat di rumah Min Ah ssi?”

*Dhuizang = panggilan LEADER ala China*

Ahni.”

“Apakah kau lelah?”

Ahni.”

“Apakah kau tidak enak badan?”

Ahni.”

“Apakah kau ada masalah dengan Sehun-ah?”

“….” Ada jeda 3 detik sebelum Kris menjawab, “Ahni.”

“Apakah kau menyukai Min Young ssi?”

Ahn…. Yaaaa apa yang baru saja kau tanyakan??” Kris reflek segera bangun dari posisi berbaringnya.

“Ckckck… ternyata sedang dilanda asmara..” ujar Luhan sambil geleng-geleng melihat perubahan sikap dhuizang EXO M dihadapannya yang selalu tampil cool.

Tsk, jangan berpikir yang macam-macam! Cepatlah makan bersama member yang lain. Aku sedang lelah,”

Luhan yang hendak memutar kenop pintu kamar kembali berbalik menatap Kris yang sudah tiduran lagi, “Yaaa kau jawab tadi tidak lelah saat kutanya..”

“Itu tadi… Sekarang aku lelah,” elak Kris yang tidak bergeser satu sentipun dari posisinya.

Luhan membuka sedikit pintu kamar mereka, “Kalau begitu akan kusebarkan berita jika kau naksir yeo deongsaeng Min Ah ssi!”

‘GREEEK’ suara deritan tempat tidur yang kasar akibat seseorang bangkit dengan cepat mengawali sebuah kalimat ancaman yang keluar dari mulut Kris, “Akan kupatahkan lehermu jika kau benar-benar mengatakannya!!” Kris melirik Luhan dengan tatapan laser sebelum mendahului Luhan keluar dari kamar.

Aigoo benar kata Sehun.. moodnya benar-benar sangat buruk. Ah, berapa panjang kaki dhuizang sekarang?? Cepat sekali dia melangkahnya…” gumam Luhan sebelum menyusul Kris keluar dari kamar.

+oOoOoOo+

=Sekilas Chapter sebelumnya….=

*Past*

“Jangan ceritakan apapun yang kau lihat malam ini kepada Min Young, atau.. aku akan benar-benar melakukan apa yang kujanjikan kepadamu tadi siang..” ujar Kris sebelum ia meloncat keluar jendela dan melebarkan kedua sayapnya lalu menghilang di kegelapan malam.

Sehun merasa seluruh organ tubuhnya mati rasa setelah melihat apa yang barusaja terjadi di hadapannya. Sepertinya, arwahnya sudah terlepas dari raganya seketika…

‘I..itukah.. makhluk mitologi yang sering dibicarakan?? Diakah..diakah Rouge…Ange?? Dia nyata??!’

+oOoOoOo+

*Past*

Terdengar suara gemerisik yang cukup intens disebuah tanah lapang yang berada di puncak sebuah gunung, dimana hanya ada pepohonan tua yang menjulang tinggi sebagai pagar pembatasnya. Tempat dimana serangga malampun enggan berada di sana. Kabut tebal, suhu ekstrem, rintik gerimis hujan, mengiringi aktivitas keenam namja yang tengah sibuk memilih. Memilih pemuas dahaga mereka untuk malam ini.

Mereka tidak memperdulikan tangisan, jeritan penolakan, tatapan ngeri maupun tatapan memelas dari para korban di hadapan mereka dan terus menerus menarik satu persatu manusia yang dikumpulkan dengan keadaan masing-masing terikat dari rombongannya lalu membawa salah satu yang sudah dipilih ke sudut yang terpisah dari yang lain agar dapat menikmati cairan kental berwarna merah beraroma besi berkarat kesukaan mereka yang tentu berlimpah di dalam diri si korban.

Satu persatu dari mereka tampak lebih tenang setelah puas mendapatkan minuman favorit mereka. Tingkah laku mereka tidak seberingas beberapa menit lalu saat awal mereka tiba di lokasi tersebut. Warna mata mereka kembali menjadi coklat kehitaman, sayap di punggung mereka mekar dengan gagahnya dengan warna merah tua yang menawan diterangi sinar bulan seiring dengan menipisnya awan kelabu dan hujan rintik di malam itu.

Untuk tampilan wajah, tentu saja tidak akan ada yang percaya jika mereka adalah Rouge Ange. Karena mereka dianugerahi wajah yang terpahat indah dan rapi seperti para malaikat di surga, namun yang membedakan mereka dengan malaikat lainnya adalah kedua taring kokoh di deretan gigi putih mereka menegaskan bahwa mereka adalah spesies yang tidak untuk didekati sembarangan.

Disaat yang lain sudah mulai menyingkir, beberapa masih sibuk menghisap dari badan-badan yang bahkan sudah terbujur kaku, memucat dan tampak seperti manekin toko baju. Berusaha tidak melewatkan barang setetespun.

Gege.. terima kasih banyak. Mereka semua lebih dari cukup untuk pertahanan selama 3 hari kedepan,” Namja berkaus biru dan hitam berjalan mendekati Kris, masih dengan bekas darah mengalir di kedua sudut bibirnya.

*Luhan*

“Bersihkan sisa darah itu sebelum aku yang membersihkannya.. sekaligus menghisap darahmu. Kudengar, darahmu aromanya sangat menggiurkan….Luhan-ah,” ujar Kris disertai evil smirk saat namja di hadapannya menatapnya sedikit terkejut.

“Kau bahkan sudah menghisap 8 orang malam itu, Gege. Masa kau masih tergoda dengan darahku..” namja bernama Luhan itu perlahan mengelap sisa-sisa darah di sudut bibirnya daripada apa yang dikatakan Kris benar-benar terjadi…

*Kris*

Gege!! Benarkah yang dikatan Luhan? Kau menghisap tanpa sisa darah 8 orang itu? Ckckck..jahat sekali kau tidak mengajakku~” seorang namja berkaus putih hitam kini berada di samping Luhan. Sepertinya ia baru selesai dengan ‘urusannya’.

*Xiumin*

“Xiumin… aku bahkan sudah membawa puluhan  manusia kemari untuk kalian, lalu apa namanya kalau bukan berbagi??!” Kris membela dirinya dengan memberikan desisan marah.

“Ahahaha, aku hanya bercanda… kenapa kau jadi tempramen akhir-akhir ini dhuizang??” Xiumin, Rouge Ange berwajah babyface itu menatap leadernya heran sambil membersihkan sisa darah di bawah taringnya setelah Luhan memberinya kode saat Kris mulai menatapnya dengan tatapan ‘lekat’.

“Aku hanya kebagian 3 orang…” keluh seorang namja di samping Kris. Ia tampak kalem dari ketiga namja yang sudah berkumpul duluan di tempat itu.

*Chen*

“Tsk, sepertinya aku harus berburu besok. Lusa… aku ada acara penting dengan dewan keamanan mengenai hilangnya Pangeran Sehun, ” lanjutnya sambil menikmati sisa darah di sudut bibirnya.

Gege, beritau aku jika ada rombongan yang akan lewat besok, ne?” namja itu menepuk bahu Kris santai sambil tersenyum penuh harapan.

“Aku tidak bisa memantau dan keluar kesana kemari sebebas itu, Chen-ah” jawab Kris datar sambil menjauh 2 langkah dari Chen, karena lama-kelamaan aroma darah yang tersisa benar-benar menggoda Kris untuk melahap kepala Chen.

Waeyo?

“Pangeran Sehun berada di rumah gadis yang rumahnya kujadikan tempat tinggal sementaraku,” jawab Kris sambil menatap Chen serius, “Kau… lakukan apa saja dengan otak brilianmu itu. Hasut para dewan untuk memikirkan strategi sehingga mereka bisa menemukan Pangeran Sehun di rumah itu. Nanti kau kuberi tau jalurnya.”

“Kau tampak serius sekali, Gege..” sahut namja lain yang baru bergabung.

“Kau pasti sangat menikmati pesta hari ini, kan Baekhyun-ah,” celetuk Luhan yang menyadari betapa belepotannya Baekhyun. Bukan hanya mulutnya, tapi tangannya juga berlumuran dengan darah…

*Baekhyun*

“Lumayan..” jawab Baekhyun santai, “Bagaimana Pangeran Sehun itu gege? Apakah dia menyebalkan?”

“Sangat!!” Jawab Kris cepat, “Ia terus-menerus menggoda gadis pemilik rumah itu. Figur pangeran narsis dia itu!”

“Hmm.. selama ini yang kulihat dia pendiam dan..cool,” tukas Chen.

“Itu hanya tampak formalnya saja. Diluar istana dia sangat useless,” tandas Kris saat ia merasa makin muak membahas keburukan Sehun.

Dhuizang~” seorang namja yang paling akhir menyelesaikan urusannya dari anggota Rouge Ange yang datang hari itu akhirnya buka suara, “Mereka akan dibuang dimana?” tanyanya sambil menunjuk mayat-mayat yang berserakan tak beraturan di tiap sudut area lapang tersebut.

Kris terdiam sesaat sebelum menatap namja dihadapannya, “Terserah mau kau apakan. Kau bakar, kau cincang, kau jual dagingnya, kau buang ke neraka, aku tidak mau tau. Aku sudah lelah membawa mereka sendirian kemari, Chanyeol-ah.”

Aish, kau selalu saja menyuruhku melakukan pembersihan setelah pesta besar begini, Dhuizang!!” Chanyeol tampak tak puas dengan keputusan dari Kris.

*Chanyeol*

“Kau yang paling terakhir selesai, anggap saja hukumanmu! Kau tidak tau aku harus berdiri sendiri di sini mati-matian menahan diri untuk tidak ikut menyerbu tumpukan kantong darah berjalan itu bersama kalian.. Sementara aku masih harus berada di satu rumah bersama seorang gadis dan… manusia cerewet Pangeran Sehun itu..”

Kris menarik nafas setelah puas berpidato panjang lebar untuk mengurungkan niat Chanyeol melanggar perintahnya, “Ini sudah hampir fajar. Cepat selesaikan tugasmu Chanyeol-ah, mintalah bantuan mereka, terserah siapa, asal bukan Chen. Aku ada perlu dengannya.”

Setelah mengatakan hal itu, Kris pergi menerjang barikade pepohonan dan menuruni gunung sebelum mengepakkan sayap merah menawannya di langit malam bersama seorang Rouge Ange lain yang berkamuflase sebagai anggota inti dewan keamanan Kerajaan Joseon, Chen.

*6 Rouge Ange : Kris, Baekhyun, Chen, Chanyeol, Xiumin, Luhan.*

[Pagi hari, Rumah Min Young]

“Sehun ssi… kau sudah selesai mandi? Apakah Kris ssi sudah mandi duluan?” suara ceria Min Young menyapa Sehun yang baru saja selesai menyegarkan badannya di kamar mandi sederhana Min Young.

“Oh.. aku tidak melihatnya di kamar pagi ini, Min Young ssi..”

Jeongmal? Kemana dia pergi….” Gumam Min Young keheranan.

Sehun hanya mengendikkan bahunya lalu berlalu masuk ke kamar untuk berganti baju.

“Annyeong Min Young ssi,” sapa suara yang khas dari arah pintu masuk belakang.

“Oh ternyata kau, Kris ssi,” Min Young tersenyum lega melihat sosok jangkung yang sempat absen dari pandangannya sekilas, “Odieso?

Kris nyengir dan terdiam sesaat sebelum menjawab dengan perlahan, “Aku pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk membeli ini. Maaf jika tidak sama persis dengan milikmu.”

Kris meletakkan selusin piring di atas meja makan dan membuat Min Young terbelalak melihatnya, “Yaaa Kris ssi.. kau kan hanya memecahkan satu piring.. lagi pula itu memang piring yang sudah lama. Aku bisa membelinya sendiri.. kenapa kau—”

“Anggap permintaan maafku. Aku tidak terbiasa hanya mengucapkan maaf atas kesalahanku. Kumohon.. terimalah piring murahan ini, Min Young ssi..”

Aigoo.. ne akan kuterima. Jeongmal gomawoyo~ Maaf sudah merepotkanmu,” ujar Min Young sambil melanjutkan menata sarapan di atas meja makan.

Jinjya? Kau menerimanya? Kau memaafkanku?” berondong Kris karena ia begitu senang mendegar ucapan Min Young.

Ne.. aku sudah memaafkanmu. Itu bukan masalah bes–”

‘___________’

“Ehem!! Ini waktunya sarapan, kenapa kalian berdua…….”

+oOoOoOo+

-To Be Continued-

Apa yang dilakukan Kris dan Min Young sampai Sehun seBeTe itu??

Ayo gooders saatnya tebak tebak tebak~

Yang tebakannya SIIIIIP author kasih tiket berlibur ke Segitiga Bermuda bareng Bias masing-masing 😉

Deal kan? Deal kan? Deal kan?

Jawabannya bisa kalian tau di Chapter 6..

So Read Comment Like, WAJIB!!

Semoga FF ini bisa jadi teman santai gooders bareng saudara dan bermanfaat. Amin.

{All EXO Vampire Picts are from :

 http://bloodyidols.tumblr.com/ }

28 thoughts on “Rouge Ange (An Angel With Red Wings) Part 5

  1. duh, mreka berdua ini di kehidupan dulu ga pernah akur *ya iyalah beda ras* #plak ehm, ngpain tu kris? penasarannnnn~ hehe duh, itu luhan bener2 jail ya ama kris ato demi dapet jatah makan lbh banyak? wkwkwk

  2. Baru sempet baca..aaa..>..<

    Wah yg luhan dibekep sehun di present knp tuh? Sehun crita apa ya sma luhan..pe na sa ran..
    Nah min young sama kris pas t'akhir ngapain tuh..pe na sa ran lagi..
    Tp lebih suka kalo nanti kris jadinya sama minyoung..yeiy!
    Oia si vampire2 itu pake baju biasa thor? Kan jaman joseon..ya tp gapapa sih XD

    Ah tetep seneng bca ff mu..menghibur sekali..dan..raaapiiih..like it!
    Semangat!! Di tunggu next next chapnya^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s