[FF Freelance] Time Out (Part 3)

Author : raraelf95

Main cast :

–       Hyomin (T-ara),

–       Jessica (SNSD)

–       Jung II Woo

–       Joo won

Support cast :

–       Lizzy (After School)

–       Kyrstal [F(x)]

–       Jinyoung (oc)

–       Jirae (oc)

Rating : PG-18

Length : Series

Genre : horror, fantasy

Disclaimer: Kisah dalam Fanfiction ini adalah 100% karangan dari saya yang terinspiransi dari sebuah Film. Di sini, semua main cast maupun support cast  adalah milik orang tuanya, tuhan, dan para fans nya.

Previous part: Part 1, Part 2

NB: Disini author mencantum kan nama korea nya Jessica, Krystal dan juga nama asli Lizzy serta Hyomin. Bagi yang belum tahu, author kasih tahu deh. Jessica Jung ( Jung Sooyeon ), Krystal Jung ( Jung Soojung ), Lizzy (Park Sooyoung), Hyomin (Park Sunyoung).

Happy Reading ^^

Kegelisahan menyelimuti perasaan nya saat ini. Karena perasaan nya yang sedang kacau, Jessica memacu mobil nya dengan kecepatan sedang. Ia tidak mau kegelisahan nya ini membawa dampak buruk bagi diri nya atau pun Hyomin. Sedari tadi Jessica melirik-lirik jalan yang ia lalui saat ini. Jalan yang ia lalui sangat familiar, dan entah kenapa Jessica merasakan ketakutan.

“Hyomin-ah?” panggil Jessica. “hmm?” gumgam Hyomin yang langsung menatap Jessica yang berada di samping nya. “kita ambil jalur mana?” tanya Jessica. “hmm, ambil jalur kanan.” jawab Hyomin sambil menjulurkan tangan nya.

“kanan?” ulang Jessica dan mendapat agukan dari hyomin. Jessica melanjutkan jalan nya.

‘Vila Jinnam?’ batin Jessica, ‘apa jangan-jangan? Tidak…tidak…. pasti bukan.’ Jessica melirik Hyomin yang berwajah cemas, lalu ia kembali melihat ke jalan. Betapa terkejutnya Jessica melihat bangunan yang ada di depan nya. Ia tidak pernah menyangka akan ke tempat ini lagi, bangunan nya dan juga suasana nya masih sama. Jessica merasakan aura hitam yang menyelimuti rumah itu.

Jessica memberhentikan mobil nya. Ia mencoba mengusir pikiran yang melayang-layang di kepala nya. “Jessica , ayo kita masuk,” ucap Hyomin, Ia hanya menatap Hyomin. “Jessica?”

“Ah ne, kau masuk saja duluan.”  Ucap Jessica. “baiklah.”gumgam Hyomin. Jessica yang tadi nya enggan mau turun akhirnya mau juga. Ia menuruni mobil dengan ragu-ragu. Jessica melihat hyomin berlari kedalam rumah. Sementara dia hanya berdiri didepan dan mengurungkan niat untuk masuk kedalam.

“Park Lizzy” panggil Hyomin yang sudah berada di rumah. Lalu lizzy yang mengetahui eonni nya sudah tiba ia pun langsung menghampiri eonni nya dan memeluk nya sambil tersedu-sedu.

Eonni!!! umma!!! umma!!!!” histeris lizzy.

“Sudah tenang-tenang… eonni ada disini” ucap hyomin. Saat memeluk lizzy, hyomin melihat ada seorang lelaki berjarak kira-kira 10 meter dari tempat ia berdiri. Hyomin menatap lekat-lekat dan seperti nya lelaki itu terlihat bingung.

“Lizzy-ah….apa kamu sendirian saja?” ucap hyomin yang langsung melepaskan pelukan nya.

ne…tentu saja” jawab lizzy yang masih terisak-isak, lizzy melihat tatapan mata eonni nya tidak tertuju kepada nya. Melainkan yang ada dibelakang nya.

eonni-ya! Kamu sedang lihat apa, huh?” ucap lizzy  yang membuat hyomin tergelonjak dan lelaki yang dilihat hyomin menghilang. “aniya, kupikir kamu menghubungi Joowon oppa,” elak hyomin. “egh? Dimana Jessica?” ucap hyomin yang mencari-cari keberadaannya.

*Sementara itu di luar*

“Tidak kusangka aku akan kembali ke neraka” ucap Jessica dengan penuh lirih. Jika ia mengingat kejadian 10tahun yang lalu, ia akan merasakan takut yang luar biasa. Ia juga tidak tahu mengapa ia dan juga adik nya bisa lolos dari jeratan iblis. Atau bisa di bilang ia lupa dan hanya mengingat bayangan-bayangan saja.

“Neraka? Maksud mu apa?” ucap hyomin yang membangunkan Jessica dari lamunan nya. “Jessica? Apa maksud mu dengan ‘aku akan kembali ke neraka’?” lanjut hyomin.

Ye? Memang nya tadi aku berbicara ya?” bohong Jessica. “Ya seperti nya, tadi tidak sengaja aku mendengar kamu berbicara seperti ini ‘tidak kusangka aku akan kembali ke neraka’.” Ucap hyomin yang meniru cara bicara Jessica. “Ahh itu…itu adalah salah satu kalimat dari novel yang kubaca. Ia novel yang kubaca.” Bohong Jessica. “Benarkah? Apa itu cerita horror? ” Jessica hanya menganguk sambil tersenyum dan tanpa disadar Jessica sudah di dalam rumah itu. Setiap langkah ia memasuki rumah itu, ia seperti melihat bayangan-bayangan di setiap sudut rumah itu. Bayangan kejadian yang sungguh mengerikan dan Jessica mencoba menghilangkan bayangan-bayangan itu dari pikiran nya. Rumah itu sudah seperti neraka bagi nya. Entah kenapa bangunan ini di bilang neraka oleh nya. Karena tidak sanggup melihat bayangan dari pikiran nya itu, ia pun pingsan.

“Jessica??!!!!” pekik hyomin yang melihat Jessica sudah tergeletak di lantai. “Lizzy-ah cepat kamu bantu eonni angkat teman eonni” panic hyomin. “loh?! Bukannya yeoja ini Jessica eonni?” ucap Lizzy. “ia, sekarang cepat kamu bantu aku.” lizzy pun membantu eonni nya mengangkat Jessica. Mereka menidurkan Jessica di sofa.

>>>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<<

Jung il woo pov

annyeong haseyo” kudengar suara dari belakang ku, ‘apa anak iblis itu? Tapi tidak mungkin, suaranya begitu lembut’ “oppa!!!” panggilnya lagi, dan sekarang ia menarik-narik baju ku. ‘tunggu dulu? Tadi dia bilang oppa?’

Aku melirik kebelakang dan menemukan sosok seorang gadis kecil.  “jirae-ah? Sedang apa kamu disini?” Tanya ku kepada gadis yang ada di belakang ku. “tunggu? Dari mana kamu datang?” Dia adalah Jirae. Dan sebetul nya umur ku dengan nya masih mudaan aku *Kepedean*. Tapi karena fisik nya yang terlihat masih remaja, yah aku izinkan ia memanggilku ‘Oppa’.

“Aku datang dari pintu ini?” ia menunjukkan pintu yang sama aku keluar.  “Oppa mianhae,” kulihat ia seperti seseorang yang telah gagal melakukan tugas nya. Tapi apa itu? “aku gagal membuat dia tidak datang ke tempat ini.”

“Tunggu sebentar? Maksud mu, kamu sudah datang kesini lebih dulu daripada aku? Begitukah?” gadis itu mengangguk, aku menghela nafas panjang sambil memutar kedua bola mata ku. “Bagaimana kau bisa sampai disini duluan? Jelas-jelas kamu itu sedang tertidur saat aku meninggalkan mu? Lalu….”

“Itu…itu sangat susah untuk di jelaskan. Yang terpenting aku sudah menemukan gadis itu dan juga sepupu mu.” Apa yang barusan ia bilang? Sepupu? Sepupu ku? Hmm maksud nya Sooyeon dan Soojung?

“Dimana? Dimana mereka?”  spontan ku. “Kau yakin tidak mengenal lagi wajah mereka?” aku mengangkat alis kanan ku. “Apa mungkin…gadis yang berambut blonde itu? Yang baru saja datang?”

“Menurut mu?” lagi-lagi ia menjawab seperti itu. Syukurlah kalau Sooyeon terlihat baik-baik saja. Walaupun aku sudah 10 tahun tidak melihat wajah mereka, tapi aku yakin kalau gadis berambut blonde itu adalah Sooyeon. Bisa terlihat dari ekspresi wajah ia yang begitu ketakutan saat memasuki rumah ini. Aku melihat kearah Jirae. Tapi aku tidak menemukan gadis itu. “Jirae-ya?” panggil ku. Bukan Jirae yang menjawab panggilan ku melainkan seekor kucing yang menyahut panggilan ku, “Jirae-ya?” ucap ku dengan ragu. “Jirae-ya bagaimana kamu melakukan nya hah?” tidak kupercaya ia bisa berubah bentuk menjadi seekor kucing.

nuguya?” teriak seseorang dari bawah sana yang pasti itu suara gadis yang bernama lizzy.

“jirae-ah cepat kamu rubah lagi bentuk mu?” pinta ku yang mendengar langkah kaki menuju tempat kami,namun belum jirae berubah kebentuk asli. Gadis yang bernama Lizzy itu menemukan kami, sebenarnya menemukan jirae yang berwujud kucing.

“ah kucing… lucu sekali” ucap nya sambil mengendong jirae keluar.

“meok….meok (oppa, tolong aku)” aku yang mendengar suara nya yang sangat mirip dengan kucing itu sangat mengemaskan.

eonni lihatlah aku menemukan kucing” teriak lizzy yang terlihat senang.

April 17, 2012

04.00 PM

Author pov

‘sebentar lagi malam akan tiba, aku tidak ingin mereka bertemu dengan anak iblis itu. Tapi bagaimana cara nya?’

Il woo memondar-mandir untuk memikirkan cara mereka keluar dari sini. Karena disini adalah tempat yang memiliki energy menguntungkan untuk anak iblis itu. Dan untung nya anak ‘iblis’ itu sedang tidak ada di rumah ini. Ilwoo juga tidak tahu kemana anak ‘iblis’ itu pergi.

“meok….meok…meok…meok (oppa pakai aku saja, untuk membawa mereka)” Jirae mendekati Ilwoo yang terlihat bingung. Tentu saja dengan masih berwujud kucing. “Jirae-ya diamlah aku sedang berpikir” ucap il woo. Akhirnya ia berhenti bermondar-mandir dan menatap jirae. “kau!! Ya kamu yang aku pakai untuk…” ucapan Il woo terputus karena Jirae berubah menjadi wujud aslinya.

Oppa dari tadi aku juga bilang begitu…..pakai aku untuk membawa mereka keluar, dan oppa harus mengulur-ulur waktu”

Mwo??? Maksud mu aku umpannya lagi?” ucap Il woo tak percaya.

“tentu saja, kalau bukan oppa siapa lagi? masa aku? Aku kan yang akan bantu mereka keluar”

Il woo hanya menghela nafas panjang, ia pun bersiap-siap untuk perang. “berarti kita harus mencari pedang itu? Tapi dimana ayah mu menyimpan nya?”. Jirae menjawab, “Kita harus menunggu agar rumah ini menjadi sebuah kastil. Baru kita akan mencarinya”.

Mwo?? Berarti harus menunggu sampai malam? Kau serius?” dan Jirae mengangguk. Ilwoo berekspresi tidak percaya dan melihat Jirae sudah merubah diri nya lalu berjalan ke arah ruang tamu. ‘Ini benar-benar gila…kenapa lagi-lagi aku yang harus jadi umpan?,’  pikir Ilwoo sambil melirik Jirae yang sedang senyam-senyum. ‘aku harus persiapkan mental dan perasaan ku’ lanjutnya.

Jessica pov

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan ekor mata ku melihat sesosok 2 gadis tengah duduk manis menikmati acara TV. “eugh” eluhku yang membuat 2 gadis itu melihat kearahku. “Jessica-ah! Kamu sudah sadar?” ucap hyomin. “aku….aku dimana?” bingungku, jujur aku tidak mengingat apa-apa.

“kamu sedang dirumah ku.”

YE??????” kaget ku yang membuat 2 gadis itu tergelonjak. Aku melihat sekitar dan ternyata memang benar ini adalah rumah ‘neraka’ itu, tempat anak ‘iblis’ itu tinggal. Gemetar… tubuh ku gemetar, padahal udara disini sedang tidak dingin. Tapi entah kenapa aku merasakan hal yang buruk.

“meok….meok….meok”

‘kucing? Kenapa ada kucing disini? Tunggu? Kenapa aku merasa kucing itu tengah memperingati aku sesuatu?’ batin ku. Kulirik jam arloji yang ada di tangan ku, waktu menunjukkan waktu 4 sore. 4 sore???? Aku merasakan atmosfer yang sama pada waktu itu, namun ini lebih besar. ‘apa yang sebenarnya ia ingin kan?’

“Jessica!!! Jessica!!!” panggil hyomin dengan sedikit mengguncang-guncangkan tubuhku. Aku pun terbangun dari lamunanku. “Hyomin….ada yang ingin aku sampaikan.” ucap ku yang langsung memegang bahu hyomin.

“apa itu Jessica?”

“Maaf tapi aku tidak bisa mengatakan nya disini….cepat kita harus ke gereja sebelum matahari tenggelam”

“gereja?” ku lihat ada raut bingung di wajah Hyomin dan adiknya. “sudahlah, ayo cepat” yah aku akan membawa mereka gereja, karena kita akan aman disana.  “Tapi eomma?” lirih lizzy. “Eomma mu akan baik-baik saja kalau kita pergi dulu dari rumah ini.” jawab Jessica.

Teng Teng Teng

“suara apa itu?”

“cepat kita kemobil” panic ku, aku menggeret (?) Hyomin dan Lizzy keluar dari rumah itu dan berharap tidak terlambat.

>>>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<<

Author Pov

*Flashback On*

*10 tahun yang lalu*

May 13, 2002

08:30 AM

Terlihat 3 anak kecil tengah bercanda ria.

oppa berhenti dong…kamu juga jangan ikut-ikutan oppa” kesal gadis manis. “mianhae eonni….sini aku bantu” ucap gadis kecil. “hahahahaha masa segitu aja udah lelah” kekeh seorang laki-laki yang seperti nya umurnya lebih tua dari kedua gadis itu.

Tin Tin Tin

Suara klakson mobil berbunyi dan membuat ketiga anak tersebut memberhentikan kegiatan yang mereka lakukan.

“ahh Tuan Park kalian sudah datang” ucap dari seorang pria paruh baya yang ternyata ayah dari laki-laki kecil itu. “maaf Tuan Jung, saya membawa keluarga saya” ucap Tuan Jung.

“oh tidak apa-apa, ayo silakan masuk” ucap Tuan Jung. “Il woo-ya, bawa sooyeon dan soojung ke dalam ya”

ne appa…nah ayo kita masuk”

Tuan Jung mempersilakan duduk Tuan Park serta keluarganya. Tuan Jung juga memperkenalkan anggota keluarganya. “ini anak kami, Jung Ilwoo, lalu kedua gadis yang manis ini adalah keponakan ku Jung SooYeon dan Jung Soojung, dan mereka adalah kedua orang tua dari gadis-gadis ini.”

annyeong haseyo!!!” ucap kedua gadis ini. “wah mereka manis sekali, oia mereka anak kami Park SunYoung dan Park Sooyoung” ucap tuan Park. Kedua gadis itu memberi salam sambil membungkukkan badan mereka. Soojung langsung menghampiri anak-anak dari Tuan Park itu.

“Sooyoung eonni ayo ikut main sama kami?” tawar Soojung kepada Sooyoung.

“Ayo!!” seru nya. Gadis itu melirik ke gadis yang ada di sebelah nya, “Eonni ayo kita ikut main sama mereka” tanya Sooyoung, tapi kakak nya itu hanya menggelengkan kepala nya.

Melihat kakak nya tidak mau ikut bermain Sooyoung mengendus kesal dan mengikuti kaki kecil Soojung bersama kedua kakak nya, Jung Sooyeon dan Jung Ilwoo. “Sunyoung-ah kenapa kamu tidak ikut dengan adik bermain? Ayo tadi eomma bilang apa, huh?” Ucap Nyonya Park yang melihat anak tunggal nya tidak ikut bermain dengan yang lain. “loh kenapa kamu tidak ikut bermain?” tanya Nyonya Jung.

“hmm aku akan menyusul mereka ,“ ucap pelan nya,  “Sooyoung-ah kamu dimana?” teriak Sunyoung sang kakak. Sunyoung berjalan menyelusuri rumah ini untuk mencari adik nya yang tadi ikut bersama anak-anak dari Tuan Jung. Saat ia berdiri dekat tangga, seperti ada yang memanggil nya untuk naik ke atas. Karena penasaran dengan suara itu, Sunyoung menaiki tangga itu. Tapi ada keraguan di dalam hati gadis itu. Ia melirik kearah kedua orang tua nya yang tengah asik berbincang dengan keluarga Jung dan berharap kedua orang tua nya melarang nya untuk naik ke lantai atas.

Suara itu semakin terdengar jelas di telinga nya tapi seperti nya kedua orang tua nya atau pun  keluarga Jung sendiri. Tanpa di sadar Sunyoung berjalan mengikuti sumber suara itu dan suara itu menghilang di balik sebuah pintu. Sunyoung menempelkan telinga nya di pintu dan mempertajam pendengeran nya namun ia tidak mendengar apa-apa dari balik pintu itu.

“apa dia diruang ini?” gumgam nya .

Sunyoung membuka knop pintu itu dan pintu itu sangat susah di buka, tapi akhirnya pintu itu terbuka. “Sooyoung-ah!!!” teriak Sunyoung di dalam ruang ini. Ia merasakan ada yang aneh di ruangan ini. Ia merasa ketakutan.

“Hey sedang apa kamu disitu?” ucap seorang lelaki dan ternyata Ilwoo, anak dari pemilik rumah ini. “aku mencari Sooyoung, adik ku. Apa kamu melihat nya?” tanya Sunyoung ke Ilwoo. “Oh dia….dia ada ditaman belakang bersama soojung.” Jawab Ilwoo.

Gadis itu melenggangkan kaki nya keluar ruangan tanpa menutup pintu dari ruangan itu.

“akhhhhh” suara erangan dari dalam ruangan itu, Il woo yang mendengarkan erangan itu langsung berjalan kembali keruangan itu. Tapi di ruangan itu tidak apa-apa. Hanya ada barang-barang tua dan mungkin pemilik dari rumah ini sebelum nya. Ia mengangkat alisnya dan menutup pintu itu lagi. Ia menoleh lagi ke pintu itu, ‘aneh sekali kenapa aku tidak pernah melihat ruangan itu ya?’ batin nya, Ilwoo pun melanjutkan jalan nya lagi.

Tak terasa malam sudah tiba, Tuan Park pun berpamitan dengan keluarga Jung. “hati-hati dijalan” ucap mereka semua. Mobil yang dikendarai Tuan Park sudah tidak terlihat, dan mereka semua masuk kedalam rumah. Umma dari kedua gadis itu menyuruh mereka tidur.

“Ilwoo-ya kamu kenapa?” tanya nyonya Jung. “ah ani umma, hanya saja tadi aku melihat seseorang di balik ruang itu, tapi kenapa pintu nya bisa terbuka ya umma?” bingung Il woo, karena tadi ia sudah menutup pintu itu. Namun pintu itu terbuka lagi. “ahh masa sih, sudah sana tidur ini sudah malam” ucap eomma Ilwoo.

Il woo masih memperhatikan ruangan itu dan benar ada yang melihat kearah dirinya. “umma…umma lihat ada orang itu lagi” tunjuk Il woo. “Ilwoo sudahlah tidak ada apa-apa di ruangan itu” kesal umma nya.

“tapi tadi~”

“eh kalian ada apa sih ribut-ribut.” ucap Tuan Jung. “ini anak mu, kata nya melihat seseorang di ruangan itu” tunjuk nyonya Jung. “loh kenapa pintu itu terbuka?” heran Tuan Jung.

“tadi gadis itu yang membuka nya, saat ia mencari adik nya” ucap Il woo. “maksudmu anak dari Tuan Park?” tanya Tuan Jung. “ne appa”  jawab Ilwoo.

“memang ada apa suami ku?”

“seharusnya pintu itu tidak bisa di buka, appa saja tidak bisa membuka pintu itu dan kata pemilik Vila ini jangan pernah membuka pintu itu. Appa juga tidak mengerti apa maksud dari pendeta itu”

Yap pemilik dari Vila ini adalah seorang pendeta. Ia mengatakan saat Tuan Jung menyewa Vila itu, bahwa ia tidak boleh membuka atau bahkan memasuki sebuah salah satu ruangan yang ada di Vila itu. Karena jika mereka membuka nya, mereka berarti telah membangunkan nya dan jika ada yang memasuki nya mereka akan menjadi incaran nya. Tuan Jung pun menyetujui nya saat itu.

“sudahlah ayo cepat tidur.”  ucap Tuan Jung, yang kemudian menutup pintu itu lagi sebelum ia ke kamar tidurnya. Ilwoo masih saja memperhatikan pintu itu. Ia sangat yakin ada sesuatu atau mungkin seseorang di dalam situ. Tapi kenapa hanya dia yang bisa melihat dan merasakan??

“Akhhh aku bebas!!! Akhirnya aku menemukan pintu ini.” suara kekehan terdengar tapi di rumah itu tidak ada yang mendengar nya.

TBC

Author : Adakah yang masih bingung sama cerita ku? Atau malah sudah tahu maksud ku?

Kalau belum ada yang ngerti author harus belajar ngerangkai kata ini *kembali ke taman kanak-kanak* #Plakk

Oia makasih banget buat readers yang sudah menyisahkan waktu nya buat baca FF gaje ku, Author jadi terharu T.T *hugs* dan maaf juga kalau aku mengepost nya lama L

Oke deh Please your comment ^O^

10 thoughts on “[FF Freelance] Time Out (Part 3)

  1. Seingetku nama lizzy sama hyomin itu sama2 park sunyoung. Tapi terserahlah hehe. Ceritanya semakin menarik. Ternyata jung sister sama park sister pernah ketemu sebelumnya

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s