[FF Freelance] SWAIT (Part 1)

Title : SWAIT

Author : Krys98

Main Cast :

–          Onew SHINee

–          Taemin SHINee

–          Yoona SNSD

–          Krystal F(x)

Support Cast : James Waist

Length : Sequel

Genre : Life , Romance , Action , Angst

Rating : PG-16 (mungkin)

Summary : The Slanting, The Heels, The Rubber, dan Miss Orange. Empat pembunuh bayaran yang sangat terkenal akan kehebatannya. Keempatnya adalah murid The Sun, salah satu pembunuh bayaran Yakuza yang sekarang telah pensiun. Cerita ini menceritakan tentang perjalanan hidup mereka berempat.

Previous part: Prolog

Credit poster : http://ffartdesign.wordpress.com/ ( thanks, bagus banget^^ )

 

SWAIT – CHAPTER I (It’s Time to Work)

 

Menjelang malam, gedung Kim Corp. tampak lengang. Banyak lampu ruangan telah dimatikan, tapi tak sedikit juga lampu yang masih menyala. Beberapa orang berpakaian hitam tampak hilir mudik di depan pintu masuk Kim Corp. ini. Mereka adalah petugas keamanan. Dipinggang mereka terdapat satu pistol semi otomatis.

Sejumlah pekerja keluar dari gedung itu dengan tangan yang masih penuh dengan berkas-berkas kantor yang belum selesai. Disusul dengan dua orang petugas keamanan  yang muncul dari dalam.

“Sudah keluar semua ?” tanya petugas keamanan yang sedari tadi berjaga-jaga di pintu masuk gedung.

“Clear. Kita bisa aktifkan sistem keamanan total sekarang.”, jawab petugas keamanan yang baru datang.

“’Mereka’ belum datang. Bos bisa memarahi kita jika kita tidak menunggu sampai ‘mereka’ datang.” Bisik salah satu petugas keamanan yang sedari tadi diam.

Para petugas keamanan itu langsung diam. Masih tetap berjaga di depan pintu masuk gedung. Menunda mengaktifkan system keamanan full karena masih menunggu ‘mereka’.

Tak lama kemudian, dari kejauhan tampak sebuah mobil sport yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Kim Corp. . Mobil sport berwarna hitam tersebut berhenti tepat di depan para petugas keamanan. Dari dalam mobil itu keluar dua orang gadis cantik. Salah satunya berambut Orange jeruk. Disusul dengan dua pemuda tampan. Salah satunya yang bermata sipit, melempar kunci mobilnya kepada salah satu petugas disitu agar mobilnya dipindahkan.

Keempat orang itu adalah ‘mereka’ yang disebut-sebut para petugas keamanan tadi. Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam Kim Corp. Pakaian mereka yang berwarna-warni layaknya anak muda jaman sekarang membuat semua petugas itu bertanya-tanya sampai sekarang, kenapa anak-anak seperti mereka bisa bekerja di perusahaan paling bergengsi di Korea ini. Apalagi bos mereka mengatakan bahwa mereka adalah ‘pekerja’ yang cukup penting.

Keempat orang itu berjalan menyusuri koridor dengan perlahan dan berhenti tepat di depan lift. Mereka masuk kedalam lift itu bersamaan. Salah satu dari mereka, pemuda dengan wajah cantik menekan tombol lantai 73.

Disebelah tombol lantai itu terdapat layar persegi panjang seukuran Ipad yang berwarna hitam. Layar itu menyala setelah sang pemuda menekan tombol lantai 73. Pemuda itu kemudian meletakkan ibu jarinya di layar itu, kemudian mendekatkan matanya ke layar dan mulai memasukkan beberapa kombinasi angka. Setelah itu barulah lift yang mereka tumpangi berjalan perlahan keatas.

Suasana masih hening. Sampai gadis berambut panjang yang paling cantik disitu menguap panjang. Sontak tiga orang yang berada di dalam lift itu menoleh tajam kepada sang gadis yang menguap. Gadis yang merasa dirinya ditoleh bertanya. “Wae ? Aku mengantuk, jangan memandangiku seperti itu.”

“Kau tidur kemarin ?” tanya pemuda bermata sipit.

“Ani. Tugasku kemarin membutuhkan waktu sehari penuh. Baru sore tadi aku sampai di Korea. Setelah itu ada beberapa pekerjaan kecil yang harus kubereskan” jawab sang gadis.

Sang pemuda berambut sipit hanya mengelus rambut sang kekasih dengan sayang untuk menghibur.

“Gwenchana. Ini sudah biasa Onew-a, tidak usah memandangiku dengan khawatir seperti itu.” Gadis itu tersenyum.

Pemuda yang dipanggil Onew itu hanya tersenyum percaya. Dia lalu menarik kepala kekasihnya agar bersandar di pundaknya.

“Tidurlah. Walau hanya beberapa menit tapi itu membantu Yoona-ya” ujar Onew.

Dua orang lainnya yang ada di dalam lift itu hanya bengong dan saling berpandangan heran melihat drama kecil di depan mereka.

****

TIING

Pintu lift terbuka di lantai 73. Mereka berempat berjalan beriringan. Sampai di depan pintu yang terbuat dari logam mereka berhenti. Berbicara sebentar di intercom lalu masuk.

Mereka duduk berhimpitan di sebuah sofa panjang di dalam ruangan itu. Mengahadap pria yang ditilik dari fisiknya, merupakan orang dari Eropa. Dia James Waist. Pemimpin Kim Corp. ini.

“Bagaimana kabar kalian ?” tanya James.

Keempat remaja yang ditanyai hanya diam. Mereka tau bahwa pertanyaan itu hanya sekedar basa-basi biasa.

“Ada pekerjaan untuk kalian semua, jadi dengarkan baik-baik. Karena tugas ini cukup rumit. Satu tugas dilakukan oleh dua orang, dan kedua orang itu aku yang memilih untuk menyesuaikan dengan keahlian kalian.”

****

“Ada pertanyaan ?” tanya James.

Keempat remaja itu menggeleng. Mereka lalu permisi untuk keluar. Di koridor yang gelap di luar ruangan bosnya itu mereka berjalan, sambil mendiskusikan tugas baru mereka.

“Sepertinya pekerjaan kalian mudah hyung.”, komentar Taemin, pemuda berwajah cantik tadi.

“Jangan berpendapat seperti itu. Jika kita terlalu meremehkan tugas, kadangkala tugas itu bisa menjadi sepuluh kali lipat lebih sulit daripada yang sebenarnya.”, jawab Onew bijak.

“Tapi kau hanya disuruh membawa seorang gadis SMA yang tak bisa apa-apa, apa susahnya ?” Taemin masih ngotot.

“Gadis itu bukan gadis SMA biasa Taemin-ah.” Yoona kali ini menjawab.

“Darimana kalian tau ?”

“Jika gadis itu tak berarti apa-apa, James tidak akan repot-repot mencarinya, pasti ada sesuatu yang diinginkan James dari gadis itu, dan tak diragukan lagi pasti juga akan ada banyak pihak yang juga menginginkan gadis itu.” Jelas Onew.

“Sudahlah Taemin, kau pikirkan saja tugasmu sendiri. Biarkan Onew oppa dan Yoona unnie menghadapi tugasnya tanpa cercaan pertanyaan kekanakanmu.”, gadis berambut Orange jeruk itu kini menyela saat melihat kekasihnya itu akan membantah lagi.

Taemin hanya membulatkan matanya tak terima mendengar ucapan kekasih tersayangnya tersebut.

“YA! Krystal-ah, kenapa kau tidak memanggilku oppa ? Bahkan Onew hyung saja kau panggil oppa, kenapa aku tidak ? Aku satu tahun lebih tua darimu dan yang terpenting, aku adalah namjachingumu!.” Sela Taemin tak terima.

Krystal hanya menatapnya datar tanpa berkomentar apa-apa, dia sudah terbiasa dengan sikap kekanakan seperti itu. Sedangkan Onew dan Yoona hanya terkekeh geli melihat tingkah Taemin yang memang sangat kekanakan.

****

“Kita akan kemana ?” tanya Yoona pada kekasihnya yang sedang menyetir mobil.

“Mengambil beberapa perlengkapan untuk tugas kita.”

Yoona hanya mengangguk-angguk mengerti.

“Krystal-ah, kau sudah menerima pesanku tadi ?” tanya Yoona kemudian.

Krystal yang mendengar pertanyaan dari unnie-nya itu hanya terkekeh kecil, “Tentu saja unnie, aku selalu siap.”

“Baguslah, gomawo.”

“Apa yang kalian bicarakan ?” Taemin bertanya.

Yoona mendelikkan matanya, mengisyaratkan pada Krystal agar tidak memberitau Taemin tentang pesannya. Krystal mengerti isyarat itu.

“Bukan apa-apa.” Jawab Krystal akhirnya.

Taemin memicingkan matanya, menatap kedua gadis itu dengan intens, dia curiga ada apa-apa diantara mereka. Apalagi tadi Krystal mengatakan “aku siap”, dia jadi makin berprasangka buruk pada kekasihnya dan kakak iparnya itu. Jangan-jangan mereka berdua telah menjalin hubungan terlarang ? Mereka berdua telah mengkhianatiku dan Onew hyung!

 

Onew yang daritadi hanya mendengar percakapan ketiga orang itu langsung memecahkan situasi, “Jangan berpikir yang aneh-aneh Taemin-ah.”

Onew yang sudah tau apa yang ada di pikiran dongsaengnya itu langsung berkata tegas. Sementara Taemin yang ditegur seperti itu hanya mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil. Sangat kekanakan.

****

“Taemin-ah, sebaiknya kau menginap di apartemen Krystal.” Onew berkata pada dongsaengnya setelah mereka selesai mengambil perlengkapan untuk tugas mereka.

“Hyung mengusirku huh ?” Taemin berkata kesal.

“Bukan mengusirmu, aku hanya menyarankan saja. Aku juga nanti akan menginap di apartemen Yoona.”

“Kenapa memangnya ?”

“Tugas. Kami perlu waktu untuk mendiskusikan tugas tadi.”

Setelah mendengar jawaban itu, Taemin mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

“Kalau begitu aku dan Krystal akan naik taksi saja, kalian tak perlu mengantar kami. Kajja Krystal-ah..”

Mereka berdua lalu menyetop taksi yang lewat dan mulai hilang dari pandangan.

“Dia sangat kekanakan, berbeda sekali dengan Krystal.” Kata Yoona pelan.

“Memang, dan perbedaan itulah yang membuat mereka bisa bertahan sampai sekarang.” Jawab Onew tenang.

“Ya. Perbedaan itu memang sangat indah.”

TBC

Maaf ya kalau terlalu sedikit, prolog sama chapter satunya emang sengaja dibuat sedikit, karena cuma buat perkenalan aja. Tapi author janji chapter selanjutnya akan jauh lebih panjang, karena emang udah masuk ke inti cerita. Okey~ Gimme oxygen 🙂 thanks

35 thoughts on “[FF Freelance] SWAIT (Part 1)

  1. duh, makin penasaran deh. ga nyangka klo mreka itu ternyata saling berpasangan. sangka cm partner kerja biasa..hohoho
    penasaran nih tugasnya apa..dtunggu next updateny ^^

  2. Taemin kekanakan banget, Krystalnya dewasa *perbedaan itu indah* #digaplokauthor
    Aku rada ga bisa ngebayangin kalo Onew bijak. Abisnya dia itu ngakak. Dan selalu sangtae:)) tapi gapapa mencoba hal yang baru(?!) Lanjutttt thor:D

    • hahaha , perbedaan itu emang indah 😀
      author lagi pengen nyenengin bang onew emang , habis biasanya dia kan sangtae , sekali-kali biar dia kebagian peran dewasa , wkwkw
      gomawo ya udah baca+komen 🙂
      eh part 2 nya udah ada tuh , baca ya^^

    • eeh..author soalnya suka onew sama taemin #polos #alibi
      hahha , nanti aku coba buat yang minho atau key deh , tapi nggak janji ya , sibuk soalnya u,u
      gomawo ya udah baca+komen 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s