Foolery [Part 6]

Main Cast :

  • Kim Taeyeon ‘SNSD’
  • Jang Wooyoung ‘2PM’

Support Cast :

  • Ham Eunjung ‘T-ara’

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length : Chapter

Disclaimer :

Terinspirasi dari sebuah komik Korea *tapi aku sendiri lupa apa judulnya*

Credit poster : Altrisesilver

Previous Part : Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5

 

***

 

Taeyeon membalikkan badannya untuk menatap orang itu dan ketika ia membalikkan badannya, ia menemukan Wooyoung. Ia hanya memandang ke arah Wooyoung sekilas lalu kembali fokus ke depan untuk berjalan pulang.

 

“Taeyeon,” seru Wooyoung ketika Taeyeon tidak memperdulikannya.

 

Taeyeon hanya membalikkan wajahnya sebentar lalu berjalan dengan secepat mungkin untuk menjauh dari Wooyoung. Ia merasa sakit hati bila melihat Wooyoung, karena itu pasti akan membuatnya mengingat kejadian semalam yang sangat ingin dilupakannya.

 

Sebelum jarak antara dirinya dan Taeyeon semakin jauh, dengan sigap Wooyoung langsung menangkap pergelangan tangan Taeyeon dan mengenggamnya.

 

“Lepaskan!” seru Taeyeon sambil berusaha melepaskan tangannya.

 

“Mengapa kau tidak pergi ke sekolah? Bukankah kau baik-baik saja?” tanya Wooyoung dan berjalan mendekati Taeyeon.

 

Taeyeon segera berjalan mundur ketika Wooyoung semakin mendekat ke arahnya. “Itu bukan urusanmu,”

 

“Jadi kau marah karena hal semalam?” tanya Wooyoung sambil memicingkan sebelah matanya.

 

Anni,”

 

“Lalu?”

 

“Itu tidak penting, kau hanya perlu mengurus Eunjung saja,” kata Taeyeon dan menatap kedua bola mata milik Wooyoung dengan tajam.

 

Anni, dia bukan urusanku,” kata Wooyoung sambil menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan kembali perkataannya “Kau yang menjadi urusanku saat ini,”

 

Spontan saja, Taeyeon langsung menatap Wooyoung dengan wajah yang seakan meminta penjelasan. Perkataan tadi cukup membuatnya kembali menfokuskan dirinya untuk menatap Wooyoung. “Apa maksudmu?”

 

“Kau mencintaiku kan?” tanya Wooyoung yang sanggup membuat Taeyeon langsung terdiam di tempat dan seketika wajahnya berubah menjadi merah padam.

 

Anni, tidak boleh seperti ini. Kau akan terjebak ke dalam permainan mereka, batin Taeyeon dalam hati.

“Semua hal tentang diriku, bukan urusanMU!” bentak Taeyeon pada Wooyoung lalu menghempaskan tangan Wooyoung yang menggenggamnya dan berjalan pergi meninggalkan Wooyoung sejauh mungkin. Ia tidak ingin lagi berurusan dengan Wooyoung maupun Eunjung.

 

“Jangan pernah berhenti mencintaiku,” seru Wooyoung dari kejauhan.

***

Taeyeon memberhentikan langkahnya dengan raut wajah yang seakan masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Wooyoung memintanya untuk tidak berhenti mencintainya? Apa maksud dari perkataannya?

 

Taeyeon segera membalikkan badannya dan menatap Wooyoung yang mulai beranjak pergi dari tempat itu.

 

Taeyeon hendak bertanya kembali pada Wooyoung tentang maksud dari perkataannya, namun ia kembali mengurungkan niatnya setelah teringat dengan janji pada dirinya sendiri yang berjajni untuk tidak berurusan lagi dengan Wooyoung maupun Eunjung.

 

***

Keesokan harinya, Taeyeon memasuki sekolah dengan gayanya yang angkuh dan tidak bersahabat seperti biasanya. Ia tidak ingin lagi menjadi Taeyeon yang tergila-gila pada Wooyoung karena ia telah memutuskan untuk melupakan semua perasaannya.

 

“Taeyeon, apa kau sudah merasa baikan?” terdengar suara Eunjung dari balik tubuh Taeyeon.

 

Taeyeon menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya dan berjalan pergi meninggalkan Eunjung tanpa menatapnya dan menjawabnya.

 

“Apa kau masih marah?” tanya Eunjung sambil terus berjalan untuk berusaha menyeimbangkan langkah kakinya dengan Taeyeon yang melangkahkan kakinya dengan gerakan cepat.

 

Taeyeon memberhentikan langkahnya lalu menatap Eunjung dengan sinis dan kembali menatap lurus ke depan dan segera memasuki kelasnya yang jaraknya tidak jauh lagi dari tempat ia berada sekarang.

 

***

Hari ini adalah hari tersial Taeyeon karena ia harus bertemu dengan 2 orang yang sangat-sangat tidak ingin ditemuinya –Wooyoung dan Eunjung–. Baru saja ia memasuki kelas, ia sudah melihat Wooyoung yang duduk di kursi yang seharusnya menjadi tempat duduknya.

 

Ia menghela nafasnya dan berjalan lurus unuk menduduki tempat kosong yang ada di belakang sudut kelas. Hal ini memancing seluruh perhatian dari teman 1 kelasnya. Tidak biasa seorang Kim Taeyeon akan duduk di belakang sudut kelas.

 

***

Wooyoung merasa serba salah dengan tindakannya. Ia berusaha untuk membuat hubungannya dan Taeyeon menjadi sedikit lebih baik, namun itu semua percuma. Sepertinya Taeyeon telah merasakan penghianatan dan sakit hati yang terlalu besar dalam hatinya.

 

Sepulang sekolah, Taeyeon melaluinya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Ketika Taeyeon melalui mejanya, ia langsung menangkap tangan Taeyeon sehingga Taeyeon berbalik untuk menatapnya.

 

Waeyo?” tanya Taeyeon dan menatap Wooyoung dengan raut wajah datar.

 

“Ada yang ingin kukatakan padamu, aku ingin memperjelas semuanya padamu,” kata Wooyoung lalu bangkit berdiri dan menarik tangan Taeyeon untuk mengikutinya.

 

Wooyoung menarik tangan Taeyeon sampai ke bagian atas sekolah dan melepaskan tangannya. Taeyeon memegang pergelangan tangannya yang mungkin tanpa disadari Wooyoung bahwa ia telah menarik tangan Taeyeon dengan kasar sehingga membuat bekas di pergelangan tangan Taeyeon.

 

“Tidak ada yang perlu dikatakan,” jawab Taeyeon sambil memegang pergelangan tangannya dan hendak turun kembali ke bawah.

 

Anni, ada yang ingin kukatakan,”

 

“Kau katakan? Tindakanmu sudah membuktikan bahwa kau akan menyiksaku disini,” jawab Taeyeon lalu memperlihatkan pergelangan tangannya yang merah pada Wooyoung.

 

Wooyoung menatap pergelangan tangan yeoja itu dengan  terkejut dan langsung berjalan mendekati Taeyeon dan mengangkat pergelangan tangan yeoja itu. “Apa itu perbuatanku?” tanya Wooyoung tidak percaya.

 

“Jadi? Apa maksudmu aku melukai diriku sendiri? Itu konyol,” jawab Taeyeon lalu menepis tangan Wooyoung dengan kasar.

 

“Maafkan aku, mungkin aku menarikmu terlalu kasar,” jawab Wooyoung dengan perasaan bersalah.

 

“Kau berbeda dengan Wooyoung yang selama ini kukenal. Apa benar kau mempunyai maksud tertentu padaku? Mengapa kau berubah menjadi namja yang perhatian dihadapanku? Apa itu semua adalah rencanamu dengan Eunjung untuk mengerjaiku lagi? Apa kalian belum puas?” tanya Taeyeon dengan air mata yang berusaha ia tahan agar tidak tumpah.

 

Wooyoung tidak membalas perkataan Taeyeon. Ia menatap wajah Taeyeon dengan perasaan yang bersalah. Ia berjalan mendekati Taeyeon lalu memeluk yeoja itu dengan erat.

 

Taeyeon berusah melepaskan dirinya dari pelukan Wooyoung yang membuatnya kesulitan bernafas dengan memukul dada bidang namja itu berkali-kali. Tindakan Taeyeon itu terhenti ketika ia mendengar bisikan “Taeyeon, saranghae,” keluar dari mulut Wooyoung.

***

“Taeyeon, saranghae,” bisik Wooyoung pada telinga Taeyeon.

 

Apa itu benar? Apa itu semua adalah tipu dayanya Wooyoung agar aku mau terlibat lagi dalam permainan mereka?, batin Taeyeon dalam hatinya.

 

“Berhentilah mempermainkanku, aku benar-benar sudah bosan,” jawab Taeyeon lalu mendorong tubuh Wooyoung untuk menjauh darinya.

 

“Aku tidak mempermainkanmu. Aku serius,” jawab Wooyoung dengan tatapan mata yang terlihat serius.

 

Dalam hati Taeyeon, ia sangat bahagia namun ia tidak bisa terlena dalam kebahagiaan itu karena bisa saja itu adalah trick dari Wooyoung dan Eunjung yang ingin mencoba untuk membodohi dirinya lagi.

 

“Apa kau kira aku adalah Taeyeon yang dulu yang sangat mudah untuk dibodohi?” tanya Taeyeon dan menatap Wooyoung dengan tatapan dingin.

 

“Mengapa kau tidak mempercayaiku? Aku benar-benar mencintaimu,” kata Wooyoung lalu berjalan mendekati Taeyeon.

 

“Buktikan padaku kalau kau benar-benar mencintaiku,”

 

“Apa yang harus kubuktikan padamu?”

 

“Pernahkah kau mendengar kalau cinta memerlukan pengorbanan? Aku ingin kau berdiri di tengah jalan raya,”

 

Wooyoung meneguk salivanya begitu mendengar bukti yang diinginkan oleh Taeyeon. Ia merasa bukti yang diminta oleh Taeyeon terlalu berlebihan. “Apa itu tidak terlalu berlebihan?” tanya Wooyoung.

 

“Apa kau merasa itu berlebihan? Aku merasa itu adalah bukti yang wajar. Tetapi bila kau memang tidak bisa melaksanakan bukti itu maka itu berarti perkataanmu tadi aku anggap sebagai bagian dari permainanmu,” jawab Taeyeon lalu berjalan pergi meninggalkan Wooyoung.

 

“Baiklah, aku akan melakukannya. Akan kubuktikan padamu,” kata Wooyoung yang membuat Taeyeon memberhentikan langkahnya dan menatap Wooyoung dengan tatapan tidak percaya.

 

Wooyoung melontarkan senyumannya pada Taeyeon lalu menarik tangan gadis itu untuk mengikutinya menuruni tangga dan membawanya sampai ke pinggir jalan.

 

“Aku akan berdiri di pinggir jalan itu dan kau harus tetap berada disini untuk terus mengamatiku,” jawab Wooyoung lalu berjalan sampai ke tengah jalan, namun sebelum ia sampai di tengah jalan tangannya ditarik oleh Taeyeon.

 

“Apa kau benar-benar akan melakukannya?” tanya Taeyeon dengan raut wajah panik.

 

Wooyoung mengenggam tangan Taeyeon dan menatapnya hangat lalu berkata “Percayalah padaku kalau aku benar-benar mencintaimu dan aku akan membuktikannya padamu,” Wooyoung melepaskan genggaman tangan Taeyeon dan berjalan meninggalkan Taeyeon di belakangnya.

 

***

 Taeyeon mengamati Wooyoung dengan raut wajah panik. Sudah hampir satu jam Wooyoung berdiri di tengah jalan dan mendapat caci maki dari para supir yang melewati jalan itu. Kebanyakan dari mereka berteriak ke arah Wooyoung dengan kasar karena mereka menganggap Wooyuong telah mengganggu lajunya kendaraan mereka.

 

Saat Taeyeon menatap ke arah kanan jalan, terlihat lampu mobil yang bersinar dengan sangat terang dan jalan dari mobil itu lari dari jalurnya. Ia menatap ke arah Wooyoung yang masih menatapnya dengan tersenyum. Seketika keringat dingin mulai mengucur dari pelipisnya dan ia segera berlari ke arah Wooyoung dan mendorong namja itu dengan kuat sehingga mereka berdua terjatuh ke pinggir jalan.

 

Saat terjatuh, posisi tubuh Taeyeon menindih tubuh Wooyoung. Ia menjadi panik ketika Wooyoung tidak membuka matanya sama sekali. “Ya, Jang Wooyoung bukalah matamu,” seru Taeyeon dengan panik sambil mengguncang tubuh namja itu dengan cukup kuat.

 

Sebuah senyuman mulai terukir di wajah Wooyoung “Apa kau orang yang sangat kasar?” tanyanya sambil membuka matanya dan mengedipkan sebelah matanya pada Taeyeon.

 

Ya,” seru Taeyeon sambil memukul lengan Wooyoung.

 

Wooyoung meringis kesakitan namun ia tetap tersenyum “Sampai kapan kita akan terus seperti ini? Apa kau menginginkan ciuman dariku?” tanya Wooyoung berusaha untuk menggoda Taeyeon.

 

Taeyeon menjadi sedikit kikuk lalu mencoba untuk bangkit berdiri dan merapikan pakaiannya. “Aku pulang dulu,”

 

Baru saja Taeyeon melangkahkan kakinya untuk beberapa langkah, ia membalikkan badannya lagi dan menatap Wooyoung sambil berkata “Jangan pernah lakukan hal itu lagi,”

 

Wooyoung yang saat itu tengah membersihkan tangannya yang sedikit tergores segera menatap Taeyeon dan tersenyum padanya lalu berjalan mendekatinya “Itu semua untuk membuktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu. Apa kau percaya sekarang?” tanya Wooyoung.

 

Taeyeon menunduk sambil menganggukkan kepalanya.

Senyuman lebar mulai mengembang dari bibir Wooyoung dan ia segera menarik Taeyeon ke dalam pelukannya. “Apa kau menerima cintaku?” tanyanya lagi.

 

Taeyeon tidak menjawab Wooyoung tetapi ia hanya mengangguk tanda setuju.

 

Gumawo, kau tidak boleh pergi lagi dariku,” kata Wooyoung lalu melepaskan pelukannya dan menatap Taeyeon.

 

***

Mereka tidak menyadari bahwa sejak dari tadi, sepasang mata terus mengamati tindakan mereka sejak dari atas bangunan sekolah sampai sekarang. Orang itu mengenakan kacamata hitam, topi yang dibuat hampir menutupi seluruh wajahnya dan jaket yang tebal serta sepatu yang menjadi alas kakinya. Orang itu sepertinya sengaja menutupi semua bagian tubuhnya agar tidak diketahui.

 

Orang itu mengeluarkan ponsel dari dalam saku jaketnya lalu menekan tuts ponselnya dan menghubungi seseorang.

 

Begitu percakapan itu terhubung orang itu langsung berkata “Hancurkan Taeyeon sekarang juga,”

 

Anni, jangan hancurkan dia, tapi tangkap saja dia,” tambahnya sambil melirik ke arah Taeyeon dan Wooyoung yang tengah berpelukan.

 

“Jangan sampai tugas ini lalai, kalau tidak kalian semua akan mati,” katanya dengan suara yang penuh penekanan.

 

***

“Apa kau ingin pulang?” tanya Wooyoung pada Taeyeon.

 

Taeyeon mengangguk dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.

 

“Aku akan mengantarmu,” jawab Wooyoung lalu merangkul tangan Taeyeon.

 

Taeyeon melepaskan rangkulan tangan Wooyoung lalu menjawab “Tidak usah, aku bisa pulang sendiri dan aku pulang menggunakan taksi,”

 

“Benarkah? Apa tidak perlu kuantar?” tanya Wooyoung untuk memastikannya sekali lagi.

 

Geureomnyeo, apa kau khawatir padaku?” tanya Taeyeon dengan senyuman penuh kemenangan.

 

Anni, lagi pula tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yeojachinguku yang satu ini sangat kasar,” kata Wooyoung sambil meletakkan telunjuknya di dahi Taeyeon.

 

Taeyeon mengercutkan bibirnya lalu mendesah kesal pada Wooyoung lalu memanggil taksi yang kebetulan lewat.

 

Wooyoung menangkap tangan Taeyeon dan mengenggamnya “Apa kau marah?”

 

Taeyeon menepis tangan Wooyoung lalu masuk ke dalam taksi itu tanpa membalas pertanyaan dari Wooyoung.

 

Aku akan mengerjaimu Wooyoung, batin Taeyeon dalam hati sambil tersenyum.

 

TBC…

 

AN :

Mianhae karena ngepostnya kelamaan.. hehe

Next part adalah Part terakhir jadi pastikan untuk meninggalkan comment di part-part sebelumnya karena next part bakal di protect..

Bagi readers yang nantinya mau password next part bisa ngirim e-mail ke :

E-mail : lyjeu_xunly@yahoo.com

Hanya good readers yang berhak untuk mendapatkan password..

 

Gumawo..

61 thoughts on “Foolery [Part 6]

  1. “jgn pernah berhenti mencintaiku..”
    kata2nya mantap..
    kata2nya mengingatkanku pada drama korea heartstrings dimana yong hwa mengucapkan kata2 itu pada park shin hye.. *jadi curhat*
    haha..

    btw ceritanya makin menarik thor..
    kira2 siapa y yg ingin menangkap taeyeon?
    eunjung kah?
    akhh..
    jadi penasaran thor..
    hehe..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s