[FF Freelance] Let This Die (Oneshot)

Title            : Let This Die

Author        : Chiisooyeon

Rating                    : PG+15

Lenght        : Oneshoot

Genre                   : Love Story,sad,romance,drama….

Main Cast    :

Byun Baekhyun              (Exo K)

Shin Heemi                    (oc/you)

Kim Joonmyun/suho      (Exo K)

Summary     :

Kehadirannya selalu membawaku kembali kemasa lalu yang begitu indah di saat bersamanya. Kini kehadirannya datang dengan senyum yang mungkin sedikit berbeda karena sosok lain yang menggantikannya. Di tempat ini aku akan selalu mengenangmu. Saranghaeyo yongwonhi….

 

Nb              :

Salam sejahtera *dilempar bakiak*…. Bertemu dengan author baru di sini, kali ini author mempersembahkan fanfic pertama author.

Oyaa jangan lupa setelah baca,suka,langsung comment… yang gak mau comment silahkan tidur saja,yang suka comment silahkan berikan commentnya^^,boleh dalam bentuk saran,maupun kritik yang membangun….no bashing yang bashing silahkan pergi jauh2 ke hutan…dilarang copy paste..tolong hargai kerja keras author…bagi yang merasa ada kemiripan cerita mohon dimaklumi karena ini ide 100% hasil imajinasi milik author….daripada dengerin bacot author yang kayak gilingan kopi,silahkan dibaca fanfic dibawah ini…. CEKIDOT!!!! ^^b  *KIBAS2 PONI*

Author pov

Di tengah padang rerumputan kering di pinggiran sebuah hamparan bunga dalileon seorang yeoja terduduk di salah satu kursi kayu tengah melemparkan pandangannya pada secarik kertas soft pink yang isinya begitu membuat semua pikirannya meredup alhasil pada seretan kosa kata yang ia baca tertulis jelas akan alasan seorang namja yang begitu ia cintai harus pergi tanpa bisa kembali lagi di saat ia dan namja itu akan menempati rumah baru untuk mereka tinggal bersama. Suasana musim dingin begitu menusuk setiap batas lekuk celah kecil pada kulit mulus yeoja tersebut seakan dirinya sangat membutuhkan kehangatan akan sebuah pelukan yang bisa menghangatkan dirinya. Pelukan yang seharusnya ia dapatkan dengan sentuhan cinta yang begitu ia rindukan. Ia memejamkan matanyamerasakan kehadiran sosok itu seolah tersenyum kearahnya dengan lengkungan lesung pipi yang menandakan ciri khas dari sosok itu,bahkan uluran tanganya begitu nyata seolah ia menyuruh yeoja itu untuk datang menghampirinya melepas rasa rindu.

Tempat yang dulu sering mereka habiskan bersama sama kini menjadi saksi bisu atas janji yang seharusnya heemi pegang indah bersama namjachingunya kim joonmyun atau lebih sering dipanggil suho. Suho yang begitu ia rindukan harus pergi di saat rintikan hujan pertama pada musim dingin di kota seoul datang. Kini setelah 3 bulan berlalu bayangan itu tak bisa pergi dari fikiran heemi. Bahkan yeoja itu akan terus menyebut nama suho walau orang yang di panggilnya tak akan pernah datang menyambutnya dengan celotehan canda guraunya yang dulu sering ia lontarkan untuk yeoja tersebut.

 

******

 

Heemi pov

Bisakah malaikat mempertemukanku dengan suho untuk terakhir kalinya? Walau akan sangat berat untuk melepasnya, setidaknya rasa rindu ini dapat berkurang dihatiku. Meskipun mataku tak dapat melihatnya namun hatiku dapat merasaknya. Senyuman itu, senyuman yang begitu ku tunggu. Senyuman yang sudah 3 bulan hilang begitu saja dari pandanganku meninggalkan sedikit goresan kerinduan yang semakin tak dapat kutahan setiap aku mengingatnya. rasanya sangat menyakitkan, aku tak tahu harus apa yang bisa kulakukan.menjadi yeoja tegar walaupun nyatanya hatiku masih menginginkan kehadirannya saat ini bersamaku. Bisakah aku saat menyentuhnya?. Setiap kata rindu yang ku ucapkan adalah harapanku untuk bisa bersamamu lagi oppa… waktu tak akan kembali ke awal,tak bisa diulang dari awal, andai aku adalah malaikat yang bisa membawamu kembali ke dunia ini.

FLASHBACK–à

“jangan berkata seperti itu!!”

“whae? Kenapa kau benar-benar takut jika aku akan pergi? aku hanya mengatakan jika seandainya saja…” ucap seorang namja saat ia sedang tertidur di pangkuanku dengan posisi ia meletakkan kepalanya di pahaku menikmati suasana damai dari atas bukit dalileon tempat biasa kami menghabiskan waktu bersama setiap hari di tempat ini.

“bagaimana kau bisa mengucapkan kata-kata itu?” kataku hampir menangis.

“aisshh..uljima,kau ini cengeng sekali…!” katanya kemudian bangkit dan menghapus air mataku.

“oppa…” panggilku pelan padanya.

“hheemm…” gumamnya.

“jika kau ikut bersamaku,siapa yang akan menjaga baekhyun?” jawabnya dengan suara pelan yang nyaris tak terdengar di tlingaku.

“siapa oppa?’’ tanyaku.

“ahh,aniya…”

FLASHBACK END…

Kusimpan surat pemberian terakhir suho oppa kedalam kotak beludru cokelatku yang akan menjadi kenangan terakhirnya yang ia berikan padaku. aroma dari parfum yang masih tertinggal di kertas itu adalah bukti nyata jika sampai kapanpun aku akan tetap mencintainya,mencintai yang ada pada dirinya. Mencntainya hingga aku tak akan melihat dunia ini lagi. Kurebahkan tubuhku di atas kasur yang begitu membuat tubuhku nyaman,senyaman saat pelukan hangatnya menyambutku terbangun ketika mataku mulai merasakan kehadirannya tersenyum dihadapanku. kini semua tak akan semanis dulu,hanya aku seorang diri. Siapa saat ini yang akan memelukku? Bahkan hari ini pun aku tak akan bisa memanggilnya untuk menemaniku.

 

******

Baekhyun pov

Di depan makam ini aku meletakkan sebuket bunga dalileon favorit dari suho hyung. aku berjongkok dihadapan nisan hyungku dan menangis pelan tak ingin menampakkan wajahku yang mungkin setiap orang yang mengetahuinya akan merasakan kasian padaku. kuremas dadaku dan merasakan sisa kehidupan yang berharga suho hyung kini tertanam didalam tubuhku. Jujur aku tak ingin menerimanya, menerima pemberian yang seharusnya tak pantas kumiliki. Jika aku tak berkata seperti itu,mungkin hyungku akan tetap tersenyum bahagia bersama seorang yeoja yang tanpa kusadari telah kurebut dari tangan suho hyung walaupun aku tak ingin merebutnya, merebutnya untuk tetap memperhatikanku sebagai sahabatnya,bahkan aku berfikir lebih dari seorang sahabat. Dan jika saja siapapun yang bertanya padaku,siapa orang yang paling kau benci di dunia ini maka aku akan menjawab jika aku sangat membenci diriku sendiri.

Skiipp…

Ku pandangi letak piano kesayangan suho hyung, mataku mendapati lembaran not-not melodi yang terpajang rapi di atas deretan tuts piano yang masih terlihat sama seperti dulu. Kusunggingkan senyum miris hingga terus memandangi posisi piano itu berharap jika saat ini ia masih memainkan jemari-jemari lincahnya menekan-nekan tutus piano tersebut dengan merdu, menghasilkan irama-irama indah yang siapapun mendengarnya akan memberikan pujian manis padanya. Kuhirup udara segar merasakan hembusan angin yang masuk melalui celah kecildari tirai berwarna putih yang bersal dari kamar hyungku. Kudapati sebuah foto yang terpajang rapi di sebuah figura hijau maroon, fotoku bersama suho hyung dan seorang yeoja di tengah-tengah kami berdua. Foto kami bertiga yang sama-sama tersenyum. Kuputar otakku mengingat kenangan indah itu,kenangan yang tak pernah kuharapkan akan berakhir tragis seperti sekarang. Disaat aku memilih untuk selalu dekat dengan heemi sekalipun suho hyung tak pernah menampakkan mimik cemburunya,ia akan tetap tersenyum walaupun sebenarnya ia tak rela jika aku terus mendekati heemi. Oh sungguh aku benar-benar dongsaeng paling jahat di dunia ini… penyesalan memang selalu datang terakhir kali dan sekarang itu berlaku untukku,untuk seorang baekhyun pabo.

******

Author pov

2 minggu berlalu..

Baekhyun mempercepat menggayuh laju sepedanya karena hari ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai pengantar koran keliling. Aura semangat terpancar dari bahasa tubuhnya. Ia lempari tiap lembaran koran pada gerbang-gerbang rumah yang ia lewati. Kadang ia berhenti ketika si pemilik rumah menampakkan batang hidungnya dan memberikannya dengan ramah. Baekhyun terus melakukan tugasnya tanpa ia sadari hari sudah semakin siang dan panas matahari mulai menyengat kulit putihnya. Ia berjalan menuntun sepeda gayung cokelatnya melewati jalan setapak yang sedikit sempit karena disebelah kanan dan kirinya rumah saling berhadapan. Dibangunan paling sudut namja itu menghentikan langkahnya mengamati bangunan sederhana yang mungkin saat ini sudah dihuni oleh hyung dan yeojachingu hyungnya tersebut. Namun kini semua hanya angan semu yang ia pikirkan, karena kini penghuni baru sudah menempati rumah tersebut sebulan setelah kepergian suho. Namja itu hanya terdiam lama memandangi sepasang namja dan yeoja yang tengah asyik menikmati kebersamaan mereka dari atas balkon rumah itu. Pemandangan yang tiba-tiba membuatnya kembali mengingat akan masa lalu hyungnya bersama heemi. Tanpa ia sadari sepasang kekasih itu memperhatikan kehadiran baekhyun dengan tatapan bingung karena mengira namja tersebut sedang mencari alamat rumah yang dicarinya. Baekhyun yang sudah menyadari hal itu hanya bisa tersenyum ringan dan segera pergi meninggalkan rumah itu walaupun dengan hati yang sedikit terpaksa. Ia menengok ke rumah itu lagi kembali tersenyum sampai benar-benar ia akan pergi tanpa beban yang masih ia rasakan. Ia mulai berjalan lagi sambil menuntun sepedanya bergegas menuju tempat dimana ia bekerja karena hari ini tugasnya sebagai pengantar koran keliling sudah selesai.

******

Baekhyun pov

Aku kembali berjalan walaupun sebenarnya aku sudah sangat merasakan dehidrasi yang menyerang tenggorakanku. Tak kuhiraukan terik matahari yang mulai menyengat dicelah kulit putihku siang ini. Kupercepat langkah kakiku karena sore ini heemi menyuruhku datang untuk menemuinya di bukit dalileon.

Skipp…

Aroma bunga dalileon tercium dari hidungku menandakan kakiku sudah berpijak di atas bukit ini, walau tak begitu luas namun hamparan bunga dalileon begitu indah saat mata ini melihatnya. Kupetik satu tangkai bunga dalileon tersebut bermaksud memberikan kejutan kecil untuk heemi yang mungkin saat ini sudah menungguku di tempat ia dan suho hyung sering menghabiskan waktu bersama dulu. Kuhirup udara segar sore ini dan menghembuskannya perlahan mencoba menetralkan fikiranku karena jujur saja aku tak mengetahui untuk apa heemi menyuruhku datang ke bukit ini.

“semangat baekkie!”. Ucapku pelan menyemangati diriku sendiri dan kembali berjalan menuju tempat heemi berdiam diri.

******

Heemi pov

Pesan suho yang ia tuliskan pada surat pemberian terakhirnya padaku. pesan bodohnya yang tak pernah kuduga sebelumnya. Alasannya untuk tetap memberikan hadiah terindahnya untuk baekhyun. Baekhyun yang secara sembunyi-sembunyi tak mau berterus terang padaku,bahkan kini ia tak pernah mau jujur tentang perasaanya padaku. aku membencinya,sangat membencinya karena suho terlalu baik padanya,dan akupun akan tetap menyayanginya,menyayangi baekhyun walaupun saat itu suho takkan bisa tergantikan posisinya dihatiku,saat dulu bersama suho apapun yang kulakukan adalah hal yang paling terindah bersamanya. Perasaan apa ini? Apa aku benar-benar yeoja bodoh yang terjebak cinta diantara 2 namja? Dan sekarang 2 namja itu bersatu walaupun hanya satu diantara mereka tetap menampakkann dirinya dihadapanku yang sebenarnya aku tak pernah ikhlas untuk kehilangan salah satu diantara mereka.

****

“heemi-ahh!” panggil sebuah suara dari arah belakangku, suara baritone dari seorang namja yang sangat kukenal. Kubalikkan badanku menghadapnya yang kini sudah berdiri didepanku, kutatap wajahnya yang kini tersenyum padaku,senyuman yang sedikit berbeda.

“oppa”. jawabku dengan pandangan nanar kearahnya. Senyumnya,senyum yang begitu ku rindukan. Senyum yang kembali lagi setelah 3 bulan menghilang. “oppa,naeun neomu bogoshipo…” ucapku kemudian memeluk tubuh namja tersebut dengan erat dan menangisterisak di pundaknya. “oppa…jangan tinggalkan aku lagi,aku tidak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya…”. Suaraku mulai serak.

“heemi-ahh,aniyo…aku tidak akan meninggalkanmu..tolong sadarlah,jangan menangis untuk seorang namja sepertiku..” ucapnya dengan nada sedikit penyesalan. “aku tak menginginkan pemberiannya,tolong jangan mendekat dengan namja jahat sepertiku..!” baekhyun melepas pelukanku kemudian mencengkram erat pundakku.

“kenapa kau harus menghindar dariku?”

“ani…aku tidak bisa membuat suho hyung kecewa,sampai kapanpun kau tetap miliknya…” ujarnya menundukkan kepala bahkan baekhyun menjauhkan jarak tubuhnya dihadapanku.

“sejak kapan kau menjadi pecundang?” sungutku kesal berteriak didepanya. Kulemparkan tatapan sinis padanya.aku anggap dia pecundang. Ingin aku menampar namja yang sudah lari dari masalah sepertinya. Namun aku tak sanggup melakukannya,karena aku benar-benar merasakan penyesalan yang terpancar dari raut wajah sendu baekhyun,dan ini bukan kesalahanya. Aku tak memintanya untuk menggantikan suho,dan suho tak meminta baekhyun untuk menggantikan posisinya.

“mianhe heemi-ahh..aku memang bodoh,tidak seharusnya aku mengatakan padanya jika aku sudah mencintaimu lama sebelum kau menjalin hubungan dengan suho hyung…” ucapnya dengan nada penuh penyesalan. “bahkan jika saat ini waktu bisa kembali,aku tak ingin menerima pemberian itu,karena aku menyadari jika suho hyung takkan pernah tergantikan oleh siapapun di hatimu…”. Ucapnya lagi kini benar-benar membuatku tak sanggup menatapnya yang berlutut dihadapanku.

“baekhyun-ahh…” panggilku dan berjongkok di hadapanya yang sedang menangis.

“mianhe heemi-ahh,jeongmal mianhe..”.

“aniya,aku tak pantas membencimu,berkat dirimu kini aku menyadari apa arti dari sebuah pengorbanan itu!!”.

“Tapi akulah orang yang memisahkan kalian!!” ucapnya lirih dan terus menyalahkan dirinya sendiri.

“bukan kau baekkie,aku sudah merelakan suho oppa…walau terkadang aku masih sangat merindukannya,tapi rasa rindu itu dapat kutepis,karena aku sadar ada orang yang lebih membutuhkanku untuk bersamanya..”

“ma…maksudmu?” tanyanya.

“kau telah memberikan yang terbaik untuk suho oppa,bahkan kau rela melepaskan orang yang kau cintai untuk berada bersamanya,disaat kau hampir kehilangan nyawapun kau masih tetap tersenyum melihat kami bersama…” ucapku panjang lebar berusaha tegar di depannya.

“apakah ini alasanya?”.

“nde,dia rela memberikan jantungnya untukmu baekhyun,suho oppa ingin menjagaku lebih lama lagi,tapi dengan sisa kehidupannya yang ada pada dirimu…dia hanya ingin menjagaku sebagai yeojachingunya namun dengan sosok yang kini berhadapan denganku…gerom,apakah kau benar-benar mencintaiku?” tanyaku membuatnya sedikit terkejut alhasil mata kami saling memandang dalam.

“heemi-ahh”……

******

Baekhyun pov

3 years later…

“ahh aniyo,lebih baik kita letakkan foto itu di kamar saja!!” ucapku saat aku dan heemi baru saja menempati apartement baru kita,lebih tepatnya saat kami baru saja membersihkan apartement ini karena seisi ruangan yang sangat berantakan. Setelah meletakkan piano di ruang tamu, mataku tertuju pada satu benda yang benar-benar menjadi kenangan termanis sekaligus kenangan terpahit bagiku. Foto suho hyung yang tersenyum renyah menampakkan wajahnya yang seperti guardian. Wajah yang takkan pernah kulupakan sampai kapanpun. Kusentuh bagian lekuk wajahnya walaupun yang kusentuh hanya sebatas kertas inject,bahkan sangat mustahil sekali jika aku menyentuh wajah hyungku. Kupeluk sekilas foto tersebut menepis rasa rinduku padanya,bisa kurasakan debaran jantung hyungku ikut merasakan perasaan rindu itu. Kupajang foto hyungku di dinding kamar tidurku,foto yang akan menyambutku setiap hari saat aku terbangun dari tidur.

“oppa..” panggil heemi saat ia berdiri santai di balkon akupun berjalan menghampirinya.

“whae?” jawabku kemudian memeluknya dari arah belakang dan menyandarkan duguku di pundaknya.

“oppa,aku benar-benar bahagia..” katanya pelan,tangannya menggenggam erat pergelangan tanganku saat kedua tanganku melingkar di perut rampingnya.

“benarkah chagi?”. Ucapku pelan seraya berbisik tepat di telinga kananya.

“aku benar-benar bahagia karena aku sudah menemukan namja yang benar-benar tulus mencintaiku…” jawabnya dengan suara yang lembut.

“siapa memang namja itu?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“hyaaa,aisshh jangan pura-pura bodoh!!” runtuknya yang hanya kubalas dengan senyum tertahan. “tentu saja kau byun baekhyun…” ucapnya dengan nada malu-malu.

“siapa?” tanyaku lagi menggodanya.

“baekkie pabo…!!” sungutnya kemudian menginjak kakiku karena tidak tahan dengan rayuan mautku yang sukses membuatnya semakin menahan malu dengan wajah yang sudah merah merona.

“hyaaa,aaiisshhh appo,kau ini benar-benar keterlaluan heemi-ahh!!” teriakku sambil meringis kesakitan.

“itu balasan untuk namja sepertimu..”

“…….”.

“…..”. hening sesaat.

“heemi-ahh,saranghae..jeongmal saranghaeyo nae chagiya…” kutatap matanya kini lebih dalam, memperhatikan setiap inci wajah cantiknya. Bahkan kini jarak wajah kami hanya beberapa centi saja. Bisa kurasakan debaran jantungku yang semakin berpacu kencang,hembusan nafas kami saling memburu. Kupegang pipi mulusnya menyatukan bibir kami yang saling beradu menikmati setiap permainan manis yang aku berikan padanya. Lama hingga heemi kehabisan nafasnya dan akhirnya ia menjauhkan jarak bibirnya dari bibirku. Senyum manis tersungging dari bibir mungilnya,bahkan kini wajahnya semakin bersemu merah…kami sama-sama salah tingkah.

“oppa…” katanya kembali melihat pemandangan dari atas balkon apartement kami, ia mendongakkan kepalanya memandang langit jingga sore ini. Desiran angin menyapu rambut kami berdua, kugenggam tangan yeoja disampingku ini dan kami sama-sama tersenyum. Tersenyum untuk menyambut sebuah senyuman yang masih menyapaku dan heemi walaupun senyuman itu berada ditempat yang sangat jauh. Gomawo atas semuanya hyung….

THE END…

Aaakkhh akhirnya kelar juga…

Jangan lupa rcl…

Gomawo… 😀

8 thoughts on “[FF Freelance] Let This Die (Oneshot)

  1. ceritanya banget2 dehh..sedih, terharu, seneng, dll..smuanya mix jadi satu. suho smpe rela berkorban nyumbang bwt baekie demi bales budi *sepertinya*
    nice story ^^

  2. hwaa, kenapa ff nya sad banget.. daebak.. ini keren bgt.. ternyata suho ngeralain jantungnya buat baekhyun.. meskipun ga di jelasin terlalu jelas and detail tapi feel nya uda kuat bgt.. T^T
    oh ya thor, jujur nih saya masih kebingungan pas ganti pov 😦 bukan apa2 sih, mungkin sayanya aja.. abis keseruan sih bacanya jadi ga merhatiin kalo udah pindah 😀 hehe, piss ._.

  3. Jujur aku nangis bacanya–” habis suho oppa sih yang pergi huhuhu *nangisdipundaknichkhun *diseretbaekhyun ett apa dah -,- jangan dipedulikan komen yang tidak penting ini haha

  4. Ffnya keren thor tapinya masih bingung sama hubungannya baek,suho ma haeminya…
    Trus penjelasan tentang suho ngasih jantungnya ke baek juga gag ada..
    Aku jadi bingung kenapa suho ngasih jantungnya ke baek
    Apa baek yang sakit atau suho yang sakit???

    Mian kalo tak berkenan thor..
    Tapi ini bagus

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s