Rouge Ange (An Angel With Red Wings) Part 6

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic, Fantasy, Past-Present Live,

Cast :

Main Cast :

ü  Shin Min Young (OC)

ü  Kris a.k.a Wu Yi Fan (EXO M)

ü  Sehun (EXO K)

Figuran :

ü  Shin Mun Hoon (Min Young’s Younger Brother)

ü  Shin Min Ah (Min Young’s Older Sister)

ü  EXO M & EXO K Members

ü  Others

+oOoOoOo+

Annyeong~ akhirnya author aegyo ini menyelesaikan tugasnya untuk chap selanjutnyaaaa

*diserbu readers*

Kkk~ biasalah, writers block dan juga sibuk nemenin Sehun Oppa kesana – kemari *di alam mimpi #plakkk*

GOODERS I LOVE YOU SO MUCH!! 😀

Thanks for supporting me all along~

SIDERS I CURSE YOU!! L

 

Cha! Sekian Opening dari author. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi / mungkin mau dikritik, silahkan RCL ^^

Kamsahamnida~

Previous : Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 

+oOoOoOo+

 

=Sekilas Chapter sebelumnya….=

*Past*

“Aigoo.. ne akan kuterima. Jeongmal gomawoyo~ Maaf sudah merepotkanmu,” ujar Min Young sambil melanjutkan menata sarapan di atas meja makan.

“Jinjya? Kau menerimanya? Kau memaafkanku?” berondong Kris karena ia begitu senang mendegar ucapan Min Young.

“Ne.. aku sudah memaafkanmu. Itu bukan masalah bes–”

‘___________’

“Ehem!! Ini waktunya sarapan, kenapa kalian berdua…….”

+oOoOoOo+

*Past*

Ehem!! Ini waktunya sarapan, kenapa kalian berdua mengobrolkan hal tidak penting,” potong Sehun ssi yang tiba-tiba sudah kembali berada di ruang makan.

Kris ssi hanya memutar bola matanya tanpa menanggapi omelan Sehun ssi  lebih lanjut  dan langsung duduk di kursi terdekat.

“Min Young ssi, aku tidak sabar ingin makan bulgogi buatanmu…”

Ne, akan segera kuambilkan, Kris ssi. Chamkaman..” ujarku sambil berlalu menuju dapur. Baru kali ini kulihat ia tidak menatap dingin Sehun ssi. Hm.. mungkin moodnya sedang bagus~

^Author P.O.V.^

Kris menatap Sehun ketika mereka hanya berdua di ruang makan. Tentu saja tatapan sehari-hari yang diberikan Kris kepada Sehun. Tidak berubah melembut sedikitpun.

“Jangan membuatnya curiga juga merupakan suatu hal yang harus kau lakukan, Sehun-goon!” desis Kris.

Sehun tersenyum remeh menanggapi gertakan Kris yang ia dapat, “Cih, karena kau Rouge Ange kau pikir bisa memerintahku sesuka hatimu? Ingat.. aku ini Pangeran Kerajaan Joseon. Aku bisa membasmi kelompokmu dalam 1 kedipan mata!”

Kris menatap Sehun datar, “Kau sepertinya tidak benar-benar faham apa itu Rouge Ange… Pangeran.”

“Dan aku tidak tertarik untuk tau!” Sehun menatap sinis Kris tepat sebelum Min Young melangkah memasuki ruang makan dan membawa sepiring besar Bulgogi untuk sarapan.

“Yeah, ayo kita sarapaaaaan~” ujar Min Young ceria tanpa menyadari aura buruk diantara kedua namja di hadapannya.

=o)o)o)(o(o(o=

Baru beberapa meter ketika Min Young keluar dari rumahnya hendak berangkat mengajar, segerombolan pengawal istana dan beberapa pejabat tinggi mengahalau jalannya.

“Permisi, apakah anda yang bernama Nona Shin Min Young?” tanya salah satu diantara pejabat tersebut.

N..ne.. waeyo?” tanya Min Young dengan gugup karena ia syok ketika langkahnya dihadang puluhan orang.

Pejabat muda tadi tersenyum ramah dan berjalan mendekat ke arah Min Young, “Bisa tolong kau tunjukkan rumahmu pada kami agasshi?”

Min Young tidak merespon keinginan pejabat tadi dan hendak melarikan diri saat jarak diantara mereka berdua semakin dekat. Namun, pejabat tersebut membisikkan sebuah kalimat padanya, “Kudengar..kau menampung Pangeran Sehun di sana. Kami hanya ingin mengantarkan beliau kembali pulang. Jika kau mau bekerja sama.. maka kami tidak akan berbuat macam-macam kepadamu.”

Bukannya merasa tenang, tetapi badan Min Young justru semakin gemetar ketakutan mendengar kalimat tersebut.

“Chen-ah, jangan bermain-main terus dengan yeoja! Kita sedang dalam tugas penting!” Seorang pejabat di belakang mereka berkomentar, membuat pejabat muda di hadapan Min Young menolehkan pandangannya sekilas.

Saat itulah Min Young berbalik arah dan berlari kembali ke rumah.

‘Aku harus segera menyuruh Pangeran Sehun melarikan diri!! Aku tidak bisa mempercayai mereka anggota keluarga kerajaan yang baik-baik membawa Pangeran Sehun pergi..’

Namun Min Young terperanjat saat ia membuka pintu rumahnya. Ia terdiam menatap pemandangan di hadapannya. Darahnya serasa berhenti mengalir dan ingatannya berputar kembali di saat malam hujan turun dengan derasnya.

Selama yang ia lihat bukan ilusi, itu semua nyata.

Kris bukanlah manusia.

=o)o)o)(o(o(o=

^Min Young P.O.V.^

Sekalipun kejadian tadi sudah terjadi 12 jam yang lalu, aku masih dapat merasakan aliran darahku terhenti jika mengingatnya. Mengingat sosoknya yang begitu berbeda.. Mengingat kilatan tatapan marahnya.. Mengingat… ah terlalu banyak hal mengerikan yang terjadi!

Keadaan rumah malam ini sangat sepi, karena aku merenung di kamar begitupula Kris, sedangkan Pangeran Sehun telah dijemput oleh para gerombolan pengawal istana tadi yang berhasil mengikutiku. Semoga ia baik-baik saja.

Kedua mataku menolak untuk menutup dan masih terbuka lebar tanpa ada sedikit rasa lelah. Aigoo apa yang harus kulakukan?! Ah, aku ingin mengecek keadaan Kris ssi.. apakah ia baik-baik saja? Aku tidak berinteraksi sama sekali dengannya sejak pagi..

Saat aku melangkahkan kakiku ke kamarnya, rasa gelisahku lenyap entah kemana. Bayang-bayang mengerikan yang menghantuiku menghilang tanpa bekas, saat aku melihat sosoknya duduk bersandar di tembok dengan memejamkan mata. Semoga ia belum tertidur..

“Kris ssi..” panggilku saat aku melangkah mendekat kepadanya, “Kenapa kau tidak menyalakan lampu minyaknya? Kamarmu jadi gelap gulita.”

Ya, hanya ada sinar rembulan yang masuk tanpa halangan dari jendela yang tidak ditutup. Itu satu-satunya sumber cahaya di ruangan ini.

“Aku lebih suka begini. Aku juga sedang ingin sendiri,” jawabnya dingin tanpa menatapku walau ia sudah membuka kedua matanya.

“Aku tidak takut padamu, kenapa kau jadi menutup diri dariku?”

“Kubilang aku sedang ingin sendiri, Min Young ssi..”

“Kris ssi, jelaskan semuanya padaku. Kau bisa percaya kepadaku,”

“Min Young ssi.. kau tidak mengerti apa yang kupinta? Perlu kuperjelas? Atau kau tidak lagi memahami bahasa manusia?”

“Mungkin,” jawabku cepat. Membuatnya menatapku dengan tatapan, ‘Apa maksudmu?’

“Mungkin aku harus belajar bahasa Rouge Ange mulai saat ini.. begitukah Kris ssi?”

“K..Kau..” Ia segera mengalihkan tatapannya padaku dan mengerang frustasi, “Tolong jangan bahas hal itu lagi! Aku menyesal telah kehilangan kendali tadi pagi, aku sungguh menyesal,”

“Aku tidak menyalahkanmu. Pasti ada alasan mengapa kau semarah itu,”

Kris hanya diam untuk beberapa saat, “Tidak seharusnya aku membuatmu tau akan hal ini.. Aku akan segera menghapus ingatanmu. Segera.”

“Aku tidak mau,” elakku tegas, “Kenapa kau harus menghapus ingatanku? Bukankah aku sudah berjanji kepadamu akan menjaga rahasia ini.. Apakah kau tidak bisa mempercayaiku?”

“Bukan itu saja masalahnya, Min Young ssi..” ia menggumam dengan frustasi.

‘Apa yang sebenarnya sedang Kris ssi khawatirkan??’

“Jika seorang Rouge Ange menampakkan wujud sebenarnya di hadapan manusia yang bukan mangsanya.. maka keduanya harus dienyahkan dari muka bumi,”

Ia menghela nafas berat sebelum kembali menatapku, “Dan kau telah melihat wujud Rouge Ange yang selama ini kusembunyikan, Shin Min Young…. Jadi, kau tau kan apa konsekuensi yang akan kau dapatkan jika aku tidak menghilangkan ingatanmu?”

“Jika ingatan itu sudah hilang… apakah kita berdua bebas dari hukuman itu?”

“Tidak, hanya sang Rouge Ange yang harus pergi dari bumi,”

“Apa yang akan terjadi apabila kita tidak bersedia menjalani hukuman tersebut?”

“Itu tidak mungkin, 100% mustahil. Kenapa kau bertanya tentang hal itu?”

“Karena aku tidak ingin kehilanganmu, Kris ssi…”

+oOoOoOo+

=Sekilas Chapter sebelumnya….=

*Present*

Luhan membuka sedikit pintu kamar mereka, “Kalau begitu akan kusebarkan berita jika kau naksir yeo deongsaeng Min Ah ssi!”

‘GREEEK’ suara deritan tempat tidur yang kasar akibat seseorang bangkit dengan cepat mengawali sebuah kalimat ancaman yang keluar dari mulut Kris, “Akan kupatahkan lehermu jika kau benar-benar mengatakannya!!” Kris melirik Luhan dengan tatapan laser sebelum mendahului Luhan keluar dari kamar.

“Aigoo benar kata Sehun.. moodnya benar-benar sangat buruk. Ah, berapa panjang kaki dhuizang sekarang?? Cepat sekali dia melangkahnya…” gumam Luhan sebelum menyusul Kris keluar dari kamar.

+oOoOoOo+

*Present*

 ‘DING DONG… DING DONG… DING DONG…’

Baru setelah menekan tombol bel untuk yang ketiga kalinya, terdengar bunyi pintu di buka dari dalam. Kris yang hendak membalikkan badan, kembali menatap pintu di hadapannya yang terbuka sedikit demi sedikit.. dan sosok yang ia tunggu akhirnya keluar juga.

YAAA kau tau kan sekarang ini musim dingin..”

Yeoja di hadapannya masih belum menatapnya, tetapi kepalanya tergerak untuk mengangguk.

“Lalu kenapa masih membuatku menunggu sangat lama di sini?? Mau membuatku mati membeku?!”

Kepala yeoja itu kembali mengangguk, namun belum sempat Kris mengomel lagi..

Hatchi!!” yeoja itu ternyata akan bersin.

Kris hanya melongo melihat keadaan yeoja yang lebih pendek kecil darinya saat yeoja itu mendongakkan wajahnya. Hidungnya memerah sementara bibirnya agak pucat dan kedua matanya sayu berair.

“A..ada apa kau kemari Kris op.. HATCHI!!” yeoja itu kembali bersin, membuat Kris sedikit tersentak kaget.

“Min Young-ah…Kau sedang flu?” tanya Kris tanpa berhenti mengamati tingkah laku yeoja di hadapannya.

N..ne. Hm.. sudahlah, katanya kau kedinginan. Cepat katakan ada urusan apa kau kemari?” tanya Min Young mengalihkan pertanyaan yang diajukan Kris.

Ish, kalau sedang flu kau makin jutek,” omel Kris sebelum ia meraih sesuatu di kantongnya,secarik kertas, “Ini, titipan dari Sehun. Katanya ini rumus-rumus untuk soal latihan try out mu. Hari ini dia tidak bisa mengajar, ada acara studi banding ke…. Ah entahlah aku lupa nama tempatnya.”

“Ooh..” Min Young mengamati dengan seksama rentetan rumus di kertas mungil itu.

“Hey, dingin sekali di dalam sini,” ujar Kris saat ia sudah berada di dalam rumah Keluarga Shin.

Yaaa oppa!! Tidak sopan sekali main masuk ke rumah orang!” Min Young kaget saat menemukan sosok Kris sudah hendak melepas sepatunya.

“Kau khusyuk sekali membaca ayat-ayat matematika itu.. mana mungkin kuganggu..” bela Kris. Tapi ia mengurungkan niatnya untuk lanjut mengeksplorasi rumah Keluarga Shin dan kembali mendekat ke Min Young.

“Kutanya kenapa dingin sekali di sini? Bahkan kuyakin udara di dalam mobilku lebih hangat,” tanya Kris sambil menyentuh tangan Min Young lalu segera dilepaskannya, “Ish, tanganmu sedingin mayat!”

Min Young menjawab tanpa raut emosi yang biasa ia tunjukkan jika Kris sudah semena-mena, kali ini ia memasang wajah datar, “Mesin penghangat rumah kami rusak sejak natal tahun lalu. Itu sebabnya di dalam rumahpun rasanya tidak lebih hangat dari Iglo.”

Kris yang takzim mendengarkan, mengangguk mengerti lalu kembali mengamati suasana di dalam rumah itu, terlebih saat ia melihat Min Young sudah melangkah masuk ke dapur dan meminum segelas air hangat dari termos, “Kau sendirian?” tanyanya.

Min Young mengiyakan dari kejauhan. Lalu ia kembali mendekat kearah Kris sambil menyodorkan segelas air hangat kepadanya, “Minumlah, setidaknya, aku tidak membuat tanganmu beku sepulang dari sini.”

Appa dan Umma ada pertemuan di rumah kakek, Eonni sedang ada acara dengan temannya di café, Mun Hoon ada acara wisata dengan sekolahnya. Sebenarnya ia mengajakku ikut bersamanya, tapi karena try out semakin dekat, aku menolaknya,”  ujar Min Young.

Kris mengembalikan gelas di tangannya kepada Min Young, “Sudah tau try out semakin dekat, malah tidak bisa jaga kesehatan.”

Min Young menatap Kris dengan tatapan laser setelah Kris menyelesaikan kalimatnya, “Bukan aku yang ingin sakit tau!!” ia ingin sekali melemparkan gelas itu ke kepala Kris, untungnya… ia ingat jika Kris adalah seorang idol juga Leader EXO M. ==”

“Yasudah, cepat selesaikan tugas favoritmu itu. Aku pulang sekarang,” ujar Kris enteng lalu melangkah keluar begitu saja sambil menutup pintu di hadapan Min Young.

Sementara di dalam rumah, Min Young masih terpaku di tempatnya, ‘Benar-benar manusia aneh…. Sial sekali aku harus kenal dengannya. Memanggilnya OPPA pula, aish..’

=o)o)o)(o(o(o=

‘DING DONG… DING DONG… DING DONG…’

Kali ini, bel rumah Keluarga Shin ditekan dengan ritme yang cepat, membuat Min Young buru-buru berlari keluar kamar dan menuruni tangga. Ia cukup shock saat melihat siapa yang ada di depan pintu.

Lagi-lagi KRIS.

Lalu saat ia menengok ke belakang Kris.. terdapat 10 namja lain yang sibuk sendiri-sendiri. Ada yang mengamati eksterior rumah Keluarga Shin, ada yang ngobrol, ada yang masih sibuk menurunkan kantong-kantong kertas dari bagasi mobil.

‘Apakah Kris Oppa akan mengadakan demo? Atau Kris Oppa dan teman-temannya salah alamat? Atau mereka barusaja diusir dari dorm?!’ -,-a

Min Young bengong mengamati kesepuluh namja yang akhirnya satu per satu memasuki halaman rumahnya dan berdiri tepat di belakang Kris. Untungnya sebuah guncangan di bahunya mengembalikan kesadarannya ke tempat semula.

“Min Young-ah, ini semua teman-temanku. Kenalkan, mereka EXO,” ujar Kris.

*EXO K*

*EXO M*

Serentak kesepuluh namja tersebut menghentikan kesibukan masing-masing dan menatap Min Young lalu menyunggingkan senyuman hangat. Namun tanpa menunggu persetujuan Min Young, Kris sudah memberi kode untuk teman-temannya segera masuk ke dalam rumah.

Uaaah, benar kata gege… di sini sangat dingin!! Chen-ah cepat pasang penghangat ruangannya!”

*Baekhyun*

Ne Baekhyun hyung!! Yaa Tao bantu aku cepat!!”

*Chen*

*Tao*

“Kyung Soo hyung, kantong-kantong sayurannya sudah kuletakkan di dapur!!”

Ne, gomawo Kai. Tolong bantu Suho hyung memasang PS4, sepertinya jika ia pasang sendiri baru akan selesai tahun depan.. ”

*Kai*

OK hyung~ Ish, Chanyeol hyung, ayo bantu aku pasang PS4~ jangan tiduran di sofa seperti kucing teruuus!!”

*Chanyeol*

Ah! Xiumin hyung.. sepertinya Mr. Potato belum di keluarkan dari bagasi!! Ayo temani aku mengambilnya…”

*Lay*

Aish, aku sibuk Lay-ah.. Ajak Luhan hyung saja, sepertinya ia kurang kerjaan!”

*Xiumin*

“Luhan hyung.. temani aku mengambil snack di mobil, jebaaal~ kau akan dapat banyak pahala jika membantu malaikat tampan sepertiku..”

*Luhan*

“Mana ada malaikat yang pelupa sepertimu!! Yak..Argh.. baiklah aku mengalah. Ku temani kau keluar, tapi jangan menarik kausku terus!! Ini kaus kesayanganku yang kudapat dari Sehunnie!”

Min Young terbengong ditempat melihat rumahnya berubah menjadi pasar malam dalam sekejap. Begitu ramai, sibuk dan.. mungkin akan segera berantakan -_-“

“Tao, Chen.. kalian mau memanggang kita semua hidup-hidup??! Letakkan 1 penghangatnya di ruang tamu juga.. jangan kau letakkan semua di ruang tengah..” Kris yang dari tadi hanya mengamati kinerja para pembantu dadakan anggotanya akhirnya turun tangan.

“1 lagi akan kuletakkan di kamar Min Young..” ujar Kris sambil membawa sebuah kardus dan lanjut berjalan menuju tangga.

Min Young akhirnya memutuskan untuk mengikuti arah langkah Kris karena ia tidak tega melihat perubahan yang akan terjadi pada rumahnya. ( ⌣ ́_ ⌣ ̀)

=o)o)o)(o(o(o=

^Min Young P.O.V.^

Aku mengikuti langkah panjang Kris oppa yang kini sudah sibuk merakit pemanas ruangan untuk kamarku. Heah, tumben ia begitu baik..sangat baik malah untuk hari ini –walau ia membawa pasukan yang akan memberi dampak kehancuran lebih besar kepada rumahku Щ(ºДºщ)

Kubiarkan ia berkutat dengan alat itu seentara aku bergegas duduk dan lanjut mengerjakan tugas jahanam *baca : soal latihan try out*  Setidaknya aku terbantu dengan rumus-rumus magic dari Sehun oppa.

“Jika kau ingin main game di komputer Mun Hoon, pakai saja. Ia pasti tidak keberatan jika kau yang memakainya,” ujarku sambil mulai membuka lembaran pertama.

Hening.. Tidak ada jawaban.. ‘Apakah ia sudah pergi?’ aku menoleh mencarinya di tempatnya semula, namun Kris oppa tidak ada di sana. Alat penghangat ruangannya sudah berfungsi dengan baik, tapi Kris oppa tidak ada di sana.

Belum sempat aku memutar badan lebih jauh, kurasakan sepasang lengan memeluk bahuku erat. ‘Apakah kedua lengan ini milik..Kris oppa kah?’

*Tempat belajar Min Young*

“Kris.. oppa?” tebakku lirih. Aku tidak berani menoleh, aku tidak berani menebak.. tapi.. aku rasa aku hafal dengan aroma parfumnya walau kami jarang berdekatan.

Lingkaran lengan yang semakin erat dan dagu yang bertumpu di ubun-ubun menjadi respon dari pertanyaanku.

“Sampai kapan kau akan memelukku begini, Kris oppa? Aku jadi tidak bisa mengerjakan soal..” ujarku masih dengan nada yang lirih setelah kami diam selama beberapa detik, karena kuyakin ia dapat mendegarnya dari jarak sedekat ini.

“Mengerjakan soal?” suara lembutnya terdengar dingin.

Lalu yang kurasakan adalah telapak tangan kanannya yang bergerak meraba keningku beberapa detik, lalu kembali memeluk bahuku bersama lengan kirinya seperti semula.

“Kau sedang demam.. tidak usah berpura-pura kuat dan mengerjakan soal. Masih ada 14 hari lagi sebelum try out itu dilaksanakan. Istirahatlah…” ia melepaskan pelukannya. Kenyamanan yang kudapatkan seketika menghilang dan itu menimbulkan penyesalan dalam diriku.

Kupikir ia akan langsung berjalan pergi keluar dengan acuhnya seperti biasa, namun..dugaanku salah. Ia menumpuk buku-buku latihan soal dan menggesernya ke pojok meja belajar, lalu menatapku yang sedari tadi mengamati wajahnya sementara ia mengurus buku-buku itu.

Sebuah pertanyaan yang ganjil keluar dari mulutnya, “Ada yang kau ingat tentangku?”

“A..apa maksudmu, oppa?” aku bertanya tanpa mengalihkan tatapanku yang tepat di kedua matanya.

“Jangan bilang kau melupakanku… Kau ingat sesuatu tentang kita di masa lalu kan? Kau ingat siapa aku dulu kan? Shin Min Young….” Kini pancaran tatapannya tampak resah dan menuntutku mengatakan hal yang ingin ia dengar.

Melihat tatapannya itu, aku merasa sangat tertekan. Benarkah apa yang ia sedag fikirkan adalah sama dengan yang kumengerti? “K..Kris oppa.. aku..”

Tatapannya menjadi semakin resah dan kini ia berlutut di hadapanku setelah memutar posisiku untuk menghadap ke arahnya, “Aku sudah tidak sanggup untuk menahannya lebih lama.. Aku tidak sanggup Min Young-ah..”

Sebuah genggaman erat kurasakan di kedua tanganku. Genggamannya hangat, namun dapat kurasakan kedua tangan kokoh yang sedang menggenggam tanganku sedang bergetar, “Sudah banyak waktu yang kuluangkan untuk menunggumu. Menunggumu kembali ke hadapanku, hadir kembali di kehidupanku, hidup bersamaku..”

Kurasakan angin dingin berhembus di tengkukku, entah dari mana, seketika sekeliling menjadi lebih dingin dan membuat kepalaku berdenyut sangat keras, “Akh!” erangku.

Waeyo? Apakah ada yang kauingat?” kurasakan tangan kanan Kris oppa menyentuh bagian dimana rasa sakit itu terasa. Pelipis kiriku.

Aku hanya diam saat rasa sakit itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan berkurang, lalu kudengar Kris oppa menghembuskan nafas pasrah.

Mianhe.. sebaiknya aku tidak memaksamu untuk mengingatnya. Lupakan saja apa yang barusaja terjadi, aku tidak akan membahasnya lagi.. Mianhe,” ujarnya sambil mengelus lembut kepalaku dan melayangkan sebuah kecupan di dahiku.

‘SREEEET…’ aku merasa ditarik dengan cepat ke suatu dimensi lain. Ke sebuah tempat yang asing, tidak kukenal..

ANEH. Aku melihat seorang yeoja yang sangat mirip denganku. Sangat mirip!! Ia sedang menangis memeluk seorang namja di pangkuannya yang terluka parah hampir di sekujur tubuhnya, tapi aku tidak bisa melihat wajah namja yang ia peluk.

Yeoja itu terus menangis.. ia tidak peduli dengan kondisinya sendiri yang tidak kalah terluka hebat sementara sebuah pertempuran tetap berlangsung tak jauh dari tempat dimana yeoja dan namja itu berada.

Tiba-tiba kurasakan sebuah genggaman erat di tangan kananku, kutoleh, figure seorang namja sedang berdiri di sampingku. Sayang aku tidak dapat melihat wajahnya, karena tertutupi sinar matahari yang berada tepat di belakangnya.

“Maafkan aku yang terlalu lemah dan tidak dapat melindungimu saat itu,” suaranya yang familier membuatku menebak dengan mudah wajah di balik sinar matahari ini, “Di kehidupan sekarang, aku tidak akan mengijinkanmu terluka sedikitpun. Tidak akan pernah.”

Sebuah suara sayap yang terbentang tertangkap oleh telingaku dan aku bisa melihat sepasang sayap terbuka lebar di punggungnya.

“Aku akan selalu melindungimu sampai akhir, Shin Min Young..”

Itu kalimat terakhir yang kudengar sebelum ia semakin mengukungku ke dalam lingkarang kedua sayap kokohnya dan mendaratkan kecupan hangat di dahiku. Sensasi yang sama seperti sebelumnya.. dan..

‘SREEEET…’ aku merasa tertarik kembali ke kamarku. Ke posisiku semula.

Kris oppa sedang memandangku dengan pandagan heran, “Is there something wrong, Minyoung?”

‘Aku mengingatnya, aku mengingat semuanya. Kau Kris, rouge ange, malaikat bersayap merah… Sehun, pangeran mahkota Joseon.. aku ingat kehidupan lalu kita.. aku ingat siapa kita semua, apa yang terjadi, apa yang membuatku…kehilanganmu..’

‘Tess’ sebulir air mata jatuh tanpa kusadari. Kemudian yang lain menyusul dan semakin tak dapat ku kontrol.

“Kris ssi, nan jeongmal bogoshippo..” ujarku spontan lantas memeluk sosok berambut pirang di hadapanku yang masih menatapku heran.

“Aku mengingat semuanya. Semuanya adalah nyata. Selama ini.. semua yang kukira hanya imajinasi dan bercak-bercak mimpi..” aku menggumamkannya di bahu namja yang kini sangat kurindukan. Namja yang paling kusayang. Namja yang begitu melindungiku untukku di masa lalu, dan… mungkin saat ini.

“Syukurlah…” kurasakan senyum bahagianya di bahuku seiring dengan kedua lengannya yang bergerak memelukku.

‘BRAAAKK’

“Kau memberitahunya? Kau membuatnya mengingat hal itu semua?? Wae?!”

Suara bantingan pintu dan bentakan itu membuat pelukan erat diantara kami lepas seketika. Aku bergerak menyeka air mataku sebelum melihat siapa yang sedang berdiri di ambang pintu.

Aku cukup terkejut melihat siapa yang berdiri di sana. Sosok yang tidak pernah kuduga akan bertingkah semarah ini. Sehun oppa.

‘Kapan ia datang? Bukankah Kris bilang ia sedang…’

“Hanya kutinggal sebentar saja kau sudah kehilangan kesabaranmu??” geramnya sambil menatap Kris dengan tatapan dingin. Tatapan yang jarang ia tampakkan di hadapan hyung yang sangat ia hormati.

“Kenapa kau melanggar janjimu sendiri Kris ssi?!” kini ia tidak memanggil Kris oppa dengan ‘hyung’ seperti yang biasa ia lakukan -setahuku-

“Aku tidak bisa…. Aku tidak sanggup jika aku harus membuatnya—”

“Keputusanku salah besar untuk mempercayaimu,” desis Sehun oppa memotong pembelaan yang baru sekali dilakukan oleh Kris oppa.

“Aku kecewa padamu,” ujarnya dingin sebelum berbalik dan pergi dari ambang pintu.

Aku benar-benar hanya bisa diam membeku di tempat. Semua yang terjadi terlalu cepat sehingga aku tidak bisa memproses informasi yang ada di otakku dengan benar.

‘Benarkah sosok tadi adalah Sehun oppa yang kukenal? Ia… begitu berbeda…’

Sebuah usapan lembut kurasakan di ubun-ubun kepalaku, “Tenanglah, aku akan bertanggung jawab atas semuanya. Aku akan bicara dengan Sehun baik-baik. Kau istirahat saja, jangan sampai demammu meningkat.”

Kulihat Kris oppa menyunggingkan sebuah senyum tipis sebelum melangkahkan kakinya menjauh dan keluar lalu menutup pintu kamarku.

Aku menjerit dalam hati…

‘APA YANG SEDANG TERJADI SEBENARNYA?! APA YANG BELUM KUINGAT?? MENGAPA SEHUN OPPA BERUBAH DALAM SEKEJAP?!’

+oOoOoOo+

-To Be Continued-

Apa yang terjadi?? Author sampe ikutan bingung!!

\-_-/ *nahloh*

Ayo gooders saatnya tebak tebak tebak~

Yang tebakannya DAEBAK dapet boneka voodoo dari author 😉

Deal kan? Deal kan? Deal kan?

Jawabannya bisa kalian tau di Chapter 7..

So Read Comment Like, WAJIB!!

Semoga FF ini bisa jadi teman santai gooders dan bermanfaat. Amin.

25 thoughts on “Rouge Ange (An Angel With Red Wings) Part 6

  1. bener.bener.bener.bener bingung tingkat dewa Sehun.. *plak*
    tapi ceritanya seru n Daebak.
    Jadi pnsrn aku apa yg tjdi sma Sehun oppa di khidupan yg lalu..

    :/

  2. eh, jd sehun-kris di masa skg jg sbnrnya inget diri mreka di masa lalu tapi terus nutupin itu smua smpe akhirnya kris bongkar? aigoo~ uri sehun bs marah ama kris yg notabene gegenya..hmm, penasaran deh..mreka ga tertukar peran kan? hahaha 😀

  3. Pabo,pabo,pabo..lagi2 telat ngebacanya,haish..

    Thor setiap part makin daebak hiks *terharu*
    suka bgt pas yg exo member dateng krumahnya minyoung,plus ada piku2nya yg kece badaaaai~ adem rasanya,bacanya ampe mesem2 sndiri..muehehe

    jalan critanya makin ketebak,jd kris kmbali ke ‘dunia present’ buat ngelindungin minyoung kan *sotoy
    again,thrillernya dapet,romanticnya dapet,cuma deskripsi latarnya agk kurang kali ya thor tp di bbrapa part aje kok..
    Aku baca dlm keadaan rame,tp isi ff dan penggambarannya msh ttp dapet,daebak ga tuh..hahaha

    dah ah telat komen walau mgkin gadibaca tp sbg gooders adlah kwajiban muehehe *gaya ^^v ditunggu nextnext chapnya thor!

    • Dibaca kok..tenang aja 😀 author kan author yang baik~ ^^ Gomawo for leaving comment~
      Uah, seneng banget baca komennya!! Soalnya panjaaaang dan rinci… author suka banget baca komen yang panjang-panjang #terharu :’)

      Author akan bikin dengan lebih baik lagi, FIGHTING!! 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s