[FF Freelance] Sister (Part 1)

Author            : @andinarima

Title                : Sister

Genre             : Family, life

Main Cast      :           – Lee Hyuk Je

                                    – Ciara Reriana

Rating             : Teen

Length            : Twoshoot (part 1/2)

Disclaimer      : annyoeng, aku kembali membawa fan fictionku yang ketiga. Sebenarnya ini dibuat sebelum ff ‘mysterious school’ dan cast nya juga bukan K-Idol. Tetapi setelah aku piker-pikir cerita ini layak dirubah menjadi fanfic dan cast nya pun ku ubah menjadi dancing machine-nya Suju. Karena mengalami pengeditan jadinya ff ini menjadi ff ku yang ketiga. Smoga kalian suka!

                        Don’t be SIDERs!! Ara???

                   Read Comment Like! Jangan lupa kasih saran untuk kebaikan ff ku selanjutnya…

###

Di Indonesia.

“Cas, pinjem majalahnya dong,” pinta Ciara kepada sahabatnya.

Cassy yang sedang membaca majalah merengut. “Nanti, Ciara. Aku kan lagi baca rubrik tentang fashion style Korea.”

“Tapi kan aku juga pengen baca majalah K-Wave itu. Disitu ada info tentang Lee Hyuk Jae Oppa,” sungut Ciara.

“Aduuh, Ciara. Lee Hyuk Jae kan bisa nanti-nanti,” kata Cassy.

Fashion juga bisa nanti-nanti,” balas Ciara tak mau kalah.

Karena tidak tahan melihat Ciara marah, akhirnya Cassy memberikan majalah K-Wave terbarunya pada sahabatnya yang nge-fans banget sama dancing machine boyband terkenal asal Negeri Ginseng itu.

“Cassy! Cassy!” panggil Ciara.

“Hmm…?”

“Super Junior mau konser di Jakarta. Dalam rangka ‘Super Show 4 in Jakarta’. Nonton, yuk?” ajak Ciara.

“Aku sih mau aja, tapi nyokap kamu gimana?” tanya Cassy.

Ciara merenung. Dia memang tidak dibolehkan menggemari Lee Hyuk Jae, dengan alasan yang Ciara tidak tahu. Mamanya bahkan pernah marah besar karena kamar Ciara dipenuhi poster-poster, pernak-pernik dan segala macam yang berhubungan dengan cowok tampan itu. Jadi Ciara ragu, apakah ia akan dibolehkan nonton idolanya itu?

*

Di Korea Selatan.

“Yuna, kamu lihat Eun Hyuk?” tanya Manajer Park.

Aniyo, Manajer. Memang ada apa?” tanya Yuna.

“Sepuluh menit lagi grupnya akan tampil, tapi tidak ada seorang pun yang tahu dimana `dia sekarang. Kamu bantu cari dia sekarang ya!”

Yuna pun mencari Eun Hyuk ke segala tempat di lantai lima gedung pertunjukan ini, namun tidak menemukannya. Yuna berhenti sebentar untuk berfikir dimana kira-kira Eun Hyuk berada sekarang. Akhirnya setelah menemukan tempat yang mungkin didatangi cowok itu. Yuna berjalan menuju atas gedung. Disana dia menemukan Eun Hyuk sedang bersandar ke pagar pembatas.

“Foto siapa?” Tanya Yuna tiba-tiba.

Eun Hyuk gelagapan namun cepat menguasai diri. “Bukan foto siapa-siapa.”

“Foto Lee Hyu Rin-a?” kejar Yuna.

Eun Hyuk menatap tajam Yuna, tapi Yuna tak gentar. Dia tahu kalau tebakannya benar.

“Kamu ingin bertemu dengannya?” Tanya Yuna lagi.

Eun Hyuk tidak mengiyakan maupun menolak. Dia bingung!

“Tanggal 28 April nanti kamu juga akan ke Indonesia. Pasti kita bisa menemukannya–kalau dia penggemarmu,” saran Yuna.

“Kalau dia bukan penggemarku bagaimana?” Tanya Eun Hyuk pesimis.

“Nanti aku akan minta Manajer Park untuk menambah hari kita di Indonesia, mungkin dengan alasan liburan.”

“Aku tidak yakin.”

“Kamu jangan pesimis gitu dong. Aku janji aku bakal bantu.” Yuna memberi semangat.

Ketika sedang menikmati langit dengan bintang bertaburan, terdengar suara yang sangat mereka kenal. Manajer Park menyuruh Eun Hyuk untuk segera bersiap-siap karena sebentar lagi boyband yang paling fenomenal itu akan tampil.

*

Tanggal 19 Maret 2012 (1 bulan 10 hari sebelum konser)

“Ma, aku boleh nonton konser Eun Hyuk, ya?” rengek Ciara.

“Tidak. Mama tidak akan mengijinkan,” kata Mama sambil tetap focus ke layar tv.

“Ayolah, Ma. Sekaliii aja.”

“Sekali tidak tetap tidak. Sudah Mama mau tidur. Kamu jangan terlalu malam.” Mama masuk ke kamar.

Ciara juga memutuskan segera masuk kamarnya di lantai dua. Di kamar, dia menangis sesenggukan lalu menelpon sahabatnya.

“Cas?” sapa Ciara.

“Ciara, kamu kenapa? Kok nangis?” Cassy terdengar khawatir.

“Aku tidak dibolehin nonton. Hu… hu… hu…” Tangis Ciara makin menjadi-jadi.

Di seberang, Cassy menghela napas. Sebenarnya dia tahu apa alasan mamanya Ciara tidak membolehkan anaknya menyukai Eun Hyuk. “Ya udah, nanti aku bantu ngomong deh. Tapi tidak sekarang ya!”

Ciara terlihat senang mendengar bantuan dari Cassy. “Bener, ya? Kamu emang sahabat aku paliiiing baik. Mmuacch!”

“Lebay, ah. Udah sekarang kamu tidur ya, udah malam. Bye!” Telepon pun terputus.

*

Tanggal 22 Maret 2012 (1 bulan 7 hari sebelum konser)

Aniyo. Appa tidak mau memberikan.”

“Tapi Appa aku ingin tahu alamat Eomma dan Hyu Rin di Indonesia,” mohon Eun Hyuk.

Eomma-mu tidak menginginkan kita lagi. Jadi percuma saja kamu mendatangi rumahnya di Indonesia.”

“Siapa bilang Eomma tidak menginginkanku lagi. Dia hanya tidak menginginkan Appa saja, maka dia minta cerai. Itu juga karena Appa selingkuh!” sindir Eun Hyuk.

Appa geram mendengar perkataan Eun Hyuk. Tangannya yang sudah mulai keriput pun mendarat di pipi mulus Eun Hyuk dengan bunyi ‘Paaak!’ yang cukup keras. Meninggalkan bekas merah yang mampu membuat Eun Hyuk meringis.

“Kamu tidak tahu apa-apa tentang itu!” bentak Appa, lalu pergi.

*

Tanggal 26 Maret 2012 (1 bulan 3 hari sebelum konser)

“Kok, tidak bisa?” Tanya Ciara saat pulang sekolah.

“Iya, aku mau nemenin nyokap belanja. Kita ke malnya kapan-kapan aja, ya?” kata Cassy.

“Ya udah deh. Aku pulang dulu, ya. Dah!”

Sepeninggal Ciara, Cassy menuju mobilnya lalu menjalankannya ke daerah Thamrin. Dia ingin ke kantor seseorang.

“Permisi, Mbak. Saya ingin bertemu dengan Direktur perusahaan ini. Namanya Jeina Angraini,” kata Cassy kepada resepsionis.

“Sudah membuat janji?” Tanya resepsionis itu. Cassy mengangguk. “Kalau begitu Mbak langsung ke kantor Direktur saja di lantai tiga.”

Cassy mengucapkan terimakasih lalu menuju lift untuk ke lantai tiga. Di lantai tiga tidak susah menemukan ruangan yang dicarinya. Cassy mengetuk pintu sampai terdengar suara yang menyuruhnya masuk. Cassy duduk berhadapan dengan wanita yang cukup menawan itu.

“Tante, saya mau ngomong tentang…”

“Tentang Ciara yang ingin menonton konser kakaknya?” potong Tante Jeina.

Cassy mengangguk. “Tante, sudah hampir enam belas tahun Ciara tidak tahu mengenai kakaknya. Dia hanya tahu Tante dan Oom sudah bercerai, itu saja! Saya kasihan sama Ciara, Tante.”

“Tapi kalau Ciara tahu Eun Hyuk ternyata kakaknya dia pasti ingin ke Korea untuk bertemu dengannya. Dan itu berarti dia juga bertemu ayahnya. Tante takut dia akan tinggal bersama ayah dan kakaknya, meninggalkan Tante sendirian, Cassy!”

“Tante, aku yakin Ciara tidak akan melakukan itu. Dia sayang sama Tante dan mungkin dia…” Cassy tidak melanjutkan kata-katanya, takut menyinggung perasaan Tante Jeina.

“Tante tidak pernah mengajarkan Ciara untuk membenci ayahnya walaupun dia belum pernah sekalipun melihat wajah ayahnya,” kata Tante Jenia tegas, begitu menyadari maksud dari perkataan Cassy yang terpotong.

“Maaf, Tante.” Cassy menunduk.

“Tidak apa. Dan sepertinya kamu memang benar. Ciara tidak pernah tahu tentang kakaknya sejak lahir. Cassy, Tante harus bagaimana?” Tanya Tante Jeina penuh harap.

Cassy mendongak dengan wajah kaget mendengar kalimat terakhir dari mulut Tante Jeina. “Begini aja, Tante ….” Cassy membisikkan sesuatu ke telinga Tante Jeina.

*

Tanggal 29 Maret 2012 (1 bulan sebelum konser)

“Eun Hyu-a?” panggil Manajer Park.

Ne, Manajer. Ada apa?”

“Tadi pagi Yuna membuka website yang menjual tiket konser Super Junior di Indonesia secara online. Dan hanya dalam waktu satu menit saja tiketnya sudah sold out,” ujar Manajer Park, lalu pergi.

Wae? Kok mukamu sedih begitu?” Tanya Yuna.

Appa tidak mau memberikan alamat rumah eomma dan Hyu Rin di Indonesia,” jawab Eun Hyuk sedih.

Yuna terdiam. Sepertinya dia sedang berfikir keras untuk membantu sahabatnya itu.

“Aha!” Yuna menjentikkan jari.

Mwo?” Tanya Eun Hyuk tidak mengerti.

“Aku tahu!”

“Tahu apa’an?” Tanya Eun Hyuk tak sabar.

“Entah kenapa aku punya feeling kalau Hyu Rin adalah fans beratmu. Mungkin dia sudah beli tiket, mungkin juga belum. Kalau belum kita bisa adakan lomba di website resmi grupmu, yang bertema Valentine’s Day. Bagaimana?” Yuna meminta persetujuan.

“Lombanya apa’an?”

“Si peserta harus membuat suatu karya dengan pernak-pernik valentine, lalu peserta akan berfoto dengan karyanya dan CD album Super Junior. Dan kita minta biodatanya. Bagaimana?”

“Aku setuju.” Eun Hyuk menyetujui saran Yuna.

*

Tanggal 30 Maret 2012 (29 hari sebelum konser)

“Ciara!” panggil Cassy sambil memencet bel rumah Ciara.

Terdengar langkah kaki menyusul terbukanya pintu. “Cassy, ada apa siang-siang begini ke rumah aku?” Tanya Ciara heran.

“Aku tidak disuruh masuk nih?” sindir Cassy, tanpa menjawab pertanyaan Ciara.

“Eh, iya. Masuk gih. Langsung ke kamar aku aja,” kata Ciara lalu berjalan mendahului.

“Aku punya kabar bagus buat kamu,” kata Cassy, sesampainya di kamar Ciara yang bernuansa biru muda.

“Apa’an?” Tanya Ciara penasaran.

“Nyokap kamu ngebolehin kamu nonton konser Eun Hyuk.”

“Serius kamu?” Ciara tidak percaya.

“Ya serius lah.”

Tetapi wajah Ciara malah muram. Dia terlihat sedih.

“Ciara, kamu kenapa? Muka kamu kok malah sedih begitu bukannya senang,” Tanya Cassy khawatir.

“Cassy, walaupun aku dibolehin nonton, tetep aja aku tidak bisa nonton,” jawab Ciara sambil terisak.

“Kenapa?”

“Tiketnya udah sold out, Cas. Aku udah tidak bisa beli tiketnya,” kata Ciara dengan suara serak.

“Ha?” Cassy kaget dan langsung memeluk sobatnya yang sedang menangis. Ternyata dia sudah telat untuk menyampaikan informasi yang begitu penting bagi Ciara.

Tiba-tiba satu ide cemerlang mendarat di otak Cassy. Cassy pun melepaskan pelukannya.

“Ciara?”

“Hmm…”

“Kamu punya komputer yang langsung connect ke internet kan?”

Ciara mengangguk. Cassy langsung menuju computer Ciara di sudut kamar, membuka Mozilla lalu mengetik link website yang sudah dihafalnya di luar kepala. Setelah menemukan apa yang dicarinya, Cassy memanggil Ciara untuk mendekat.

“‘Manajement Super Junior mengadakan lomba bertema Valentine. Peserta harus membuat karya bertema Valentine dan peserta berfoto dengan karyanya dan CD Super Junior. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 2 April dan akan mendapat dua tiket konser VIP ‘Super Junior – Super Show 4 in Jakarta.’” Ciara membaca postingan terbaru di website resmi boyband tempat biasnya bergabung.

“Ciara, ini kesempatan kamu. Kamu harus membuat suatu karya yang baguus banget untuk menarik perhatian biasmu,” saran Cassy.

“Iya, ya. Kira-kira apa ya yang bagus?” Tanya Ciara.

“Kalung aja, tapi di liontinnya dikasih nama Lee Hyuk Jae dengan huruf hangul. Gimana?” saran Cassy lagi.

“Bagus tuh. Pergi sekarang yuk!” Ciara mematikan computer, berdandan ala kadarnya, mengambil tas yang sudah diisi sesuai keperluan lalu berjalan keluar rumah.

“Kemana?” Tanya Cassy setelah masuk ke mobil Ciara.

“Ke tempat yang jual kalung berliontin dengan hiasan timbul.” Ciara menjalankan mobilnya ke Plaza Senayan. Lalu segera berjalan menuju tempat yang diinginkan. “Permisi, Mbak. Disini bisa mesen kalung dengan tulisan timbul, tidak?” tanya Ciara ke penjaga toko.

“Oh, iya. Bisa, Dik. Mau pesan dengan tulisan apa, ya?”

“Lee Hyuk Jae, tapi tulisannya seperti ini ­­­­­__________. Bisa kan, Mbak?” Tanya Ciara penuh harap. Si Mbak penjaga toko mengangguk. Ciara tersenyum lega. Dia hanya perlu menunggu 20 menit.

Ciara mengajak Cassy ke konter baju di sebelah toko aksesoris–yang menangani kalung yang dipesan Ciara–sembari menunggu kalung yang dipesannya selesai. Konter baju itu menyediakan baju-baju import terutama yang berasal dari Korea. Cassy yang memang pecinta fashion style Korea langsung memborong barang yang menurut dia layak dipakai. Cassy juga bersikeras membelikan Ciara beberapa potong baju untuk dipakainya saat berfoto dengan kalung dan CD Super Junior juga untuk dipakai saat konsernya–kalau menang–di MEIS (Mata Elang International Stadium), Ancol.

Tak terasa sudah hamper 20 menit. Ciara mengajak Cassy kembali ke toko aksesoris tadi untuk mengambil hasilnya. Dan… wah! Kalungnya benar-benar indah. Kalung itu berliontin bentuk hati yang dapat dibuka-tutup dan diisi foto. Di luar liontin perak itu, tertera nama Lee Hyuk Jae dengan huruf hangul timbul berwarna emas. Benar-benar bagus! Dan tidak hanya itu, si mbak penjaga toko juga meng-GRATIS-kan kalung itu, karena dia termasuk salah satu fans Eun Hyuk. Beruntung banget, Ciara!

Karena hari sudah mulai gelap, Ciara mengajak Cassy pulang. Di kamar Ciara, Cassy bertugas memotret Ciara yang sudah memakai kalung dan memegang CD boyband terkemuka asala Korea Selatan itu.

Sebelum fotonya di upload, Ciara harus mengisi kolom-kolom di bagian biodata.

Name    : Ciara Reriana

Age      : 16

Address  : Anggrek Street Number 35 Bintaro, Jakarta, Indonesia

School   : Golden High School

E-mail   : hyu_rin@yahoo.com

Setelah itu baru foto di-upload. Semoga aku menang! harap Ciara.

*

Tanggal 1 April 2012 (27 hari sebelum konser)

“Yuna, aku dapat foto Hyu Rin yang terbaru,” seru Eun Hyuk.

“Heh? Dapat darimana?” tanya Yuna yang sedang membuka website Super Junior.

“Ambil dari dokumen pribadi Appa,” jawab Eun Hyuk enteng.

“Eh? Ahjussi sudah mengijinkan kamu buat melihat foto Hyu Rin?”

Aniyo. Appa masih belum mengijinkan, aku ambil sendiri dari kamar Appa.”

Ahjussi memang lagi kemana?”

Busan!”

“Pantas kamu berani masuk kamar Ahjussi,” sindir Yuna.

Eun Hyuk hanya cengengesan.

Hening.

“Eun Hyuk, kayaknya aku udah ketemu sama Hyu Rin deh,” kata Yuna yang masih memandangi layar computer.

“Mana?” tanya Eun Hyuk.

“Ini, tapi nama aslinya Ciara Reriana. E-mail-nya hyu_rin@yahoo.com. Kata kuncinya ada di ‘Hyu Rin’,” ujar Yuna.

Eun Hyuk menatap layar computer. Wajah peserta asal Indonesia itu sangat mirip dengan wajah Hyu Rin di foto yang diambil Eun Hyuk.

“Kamu yakin dia orangnya?” tanya Eun Hyuk ragu.

Yuna mengangguk mantap.

“Jadi dia pemenangnya?”

*

Tanggal 2 Maret 2012 (26 hari sebelum konser)

“Ciara, kamu menang!” teriak Cassy ketika dia memasuki kelas. Teman-temannya di kelas XI-IPA2 yang sedang mengerjakan PR Kimia menatap tajam Cassy. Cassy hanya bisa meringis malu.

“Kabar baiknya nanti aja. Aku mau ngerjain PR Kimia dulu,” ujar Ciara tegas.

Cassy merengut kesal. Namun ketika istirahat tiba, kabar yang Cassy sampaikan mampu membuat Ciara terkejut

“Eh, iya, Cas. Tadi kamu mau ngasih kabar apa?” Ciara memulai pembicaraan.

Cassy seperti teringat kembali. “Oh, iya. Tadi pagi aku buka website-nya Suju, terus ada pengumuman pemenang. Mau tahu tidak siapa pemenangnya?” tanya Cassy sambil tersenyum misterius.

Ciara mengangguk. Dia udah pasrah saja kalau dia tidak menang.

“Kamu, Ci. Kamu bakal nonton konser Eun Hyuk Oppa,” jawab Cassy histeris.

Ciara terpaku. Dia menang? Wow, hebat! Padahal hanya bermodal kalung saja. Pasti banyak peserta yang membuat karya yang lebih wow daripada Ciara. Walaupun begitu dia tetap bersyukur.

“Ciara? Ciara?” teriak Cassy tepat di telinga Ciara, membuat si empunya kembali ke dunia nyata.

“Eh, iya. Kenapa, Cas?” tanya Ciara gelagapan.

“Kamu kenapa? Seharusnya kan kamu senang bisa nonton Oppa-kamu itu?”

“Aku senang kok. Banget malah. Tadi aku Cuma rada-rada tidak percaya aja.”

“Terus kamu mau nonton sama siapa? Kamu dapet dua tiket VIP kan?”

“Aku nonton sama kamu dong. Kan berkat kamu juga aku bisa dapet tiket ini,” kata Ciara sambil tersenyum.

TBC

5 thoughts on “[FF Freelance] Sister (Part 1)

  1. cerita’a buat penasaran aku thor !!!!
    kira2 ketemu ga ya eunhyuk sama ade’a, tapi kan ade’a blm tau kalau idola’a itu adalah oppa kandung’a ???
    aduh thor penasaran nih sama kelanjutan cerita’a !!!!

    jangan lama2 ya thor part 2’a ^^ hwaiting thor !!!!!!!!!!!!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s