[FF Freelance] Dear, Love (Part 1)

Title : Dear, Love [Sequel Stay Close Don’t Go]

Author : Minrin1004

Rate : PG-13

Length : Twoshoots

Genre : Drama, Romance

Main Cast :   –      Ahn Min Rin (OC)

–          Cho Kyuhyun

–          Jung Yunho

Disclaimer : Jadi, ceritanya si author labilnya bikin sekuel Stay Close Don’t Go nih ceritanyaaa. Ancur-ancurnya sih ga bakal jauh beda sama SCDG. Tapi ya, terima aja kali ya.. komeng jangan lupa, oke? Mwah. Happy readinggg ^v^

 

Author’s POV

 

Pandangan Yunho kabur tertutup darah yang terus mengalir dari tulang alisnya. Tubuhnya yang sudah tak lagi bertenaga hanya bisa menerima semua pukulan benda tumpul dan tendangan dari anak buah Hyukjae.

“Kau kesakitan, eh?—” katanya sambil tertawa menendang tongkat baseball yang tadi dipakainya untuk menghajar Yunho.

“—itu tak sebanding dengan rasa sakitku yang sudah kutahan selama belasan tahun, tuan. Melihat ayahku lebih memilih kakakku daripada aku, dan kau!—”

*BUKK* Hyukjae menendang Yunho yang masih terkulai di lantai tepat di perutnya.

“—kau yang bukan siapa-siapa tiba-tiba datang dan mengambil semua kesempatanku!”

“Kau tidak lebih dari hanya seorang pecundang yang terlilit hutang pada keluarga penguasa sepertiku!”

Seringaian kecil muncul di sudut mulut Yunho yang sudah dialiri darah. Matanya yang masih tertutup seakan sedang berusaha menahan sakit yang mendera tubuhnya.

“Aku tidak pernah merebut apapun darimu, tuan muda Lee. Kau sendiri yang menyerahkannya padaku,”

*BUKK*

“Rrrgh—”

“K-kau, hh, kau bahkan rela menjadi orang paling terakhir tanpa memperjuangkan dirimu sendiri untuk merebut posisiku, bodoh.”

“Hah, tau apa kau? Bahkan kau lebih menyedihkan dariku. Kau pikir aku tak tau kau begitu mencintai putri tuan Ahn itu? Bahkan kau yang mempersulitku saat pemalsuan surat itu, kan? Dan sekarang kau harus menerima kekalahanmu dari si Cho Kyuhyun bodoh itu. Kau beribu ribu derajat lebih menyedihkan dibanding aku, tuan Jung.”

“Cish, hh, aku tidak pernah kalah, Hyukjae-ssi. Aku menyerahkan gadis itu kepada Cho Kyuhyun bukan tanpa alasan. Akui saja, Ahn Min-soo bahkan lebih berkuasa darimu atau ayahmu, dan menyatukan keluarga Cho dengannya sudah pasti akan memperkuat hentakkan untuk menginjakmu sampai hancur tak berbentuk. Aku sungguh sudah muak dengan semuanya,”

“Masih berani kau menantangku di keadaan tak berdaya seperti itu, eh? Kau tidak tau diri, tak ingatkah seberapa busuk dirimu itu? Tumbuhkan sedikit rasa malu, Jung Yunho. Berpikir dirimu begitu baik? Ck,”

Namja itu hanya tersenyum kecut memandangi lawan bicaranya yang sudah terkulai tak berdaya di kakinya.

“Lihatlah kini jagoan appaku sudah tak berdaya lagi..”

*BUKKK*

“Rrrggghhhh—

-o-

Matahari Seoul pagi ini begitu cerah, Yunho yang terbaring di lantai sebuah gudang kotor mengerjapkan matanya saat sinar menyilaukan dari celah jendela menusuk tepat di matanya. Ia sayup-sayup mendengar sebuah derap kaki yang berlari kecil mendekat kearahnya, lalu dobrakan kasar berhasil merusak pintu kayu gudang itu,

“Hyung!—” kata Donghae menepuk pipi Yunho.

“Hyukjae, kubunuh kau!” geram Donghae sambil menggertak giginya.

-o-

Suara monitor ICU memenuhi ruangan sepi itu, beberapa suster terlihat duduk tepat di depan ranjang Yunho. Ini bermula saat Donghae yang tidak sengaja mendengar pembicaraan adiknya yang sedang bersiap menuju ke Taiwan dengan beberapa anak buahnya. Awalnya ia sama sekali tidak tertarik dengan topik pembicaraan mereka, tapi lalu ia mendengar nama Yunho, dan gudang itu. Maka ia memutuskan untuk mencari tau apa yang di dengarnya. Dan benar saja, adik kandungnya itu benar-benar mencelakai Yunho. Pukulan-pukulan itu melukai beberapa titik vital namja itu, mengakibatkan dirinya hampir mati jika saja Donghae terlambat membawanya ke rumah sakit.

“Apa dia baik-baik saja?” tanya Donghae pada seorang perawat.

“Mungkin ya, mungkin juga tidak. Bagi beberapa orang, luka yang dialaminya saat ini hanya bisa membuatnya bertahan sekitar 3 hari, dan sebagian lainnya bisa saja bertahan hidup dan sembuh seperti semula. Itu semua tergantung pada ketahanan fisik seseorang, tuan.”

“Dan kuyakin dia termasuk kedalam golongan yang kedua.”

“Kuharap juga begitu,”

-o-

Pagi kelam bagi Yunho berbanding terbalik dengan keadaan keluarga baru Cho itu. Ahn Min Rin yang mempunyai jabatan baru sebagai seorang ‘nyonya’ mengharuskannya untuk bangun pagi dan menyiapkan sarapan juga pakaian suaminya. Min Rin yang masih sibuk mengoles mentega pada beberapa lembar roti dikagetkan oleh bunyi benda jatuh akibat Kyuhyun –yang masih setengah sadar- berjalan menuju ruang makan.

“Kenapa kau bangun begitu pagi?” katanya serak sambil mengucek mata.

“Pagi apanya? Sekarang sudah jam 8, tuan Cho. Cepat bersihkan dirimu dan kembali untuk sarapan.”

“Aku akan melakukannya nanti,” katanya sambil merebahkan kepalanya diatas meja.

Min Rin yang gemas menarik-narik rambut ikal suaminya yang membuat namja itu mengibaskan tangannya berusaha menggapai tubuh istrinya dengan mata yang masih tertutup.

“Kita akan berbelanja hari ini. Lihatlah kulkas kita sangat kosong. Kau mau kusuguhi air putih setiap hari? Buka matamu!”

“Sebentar saja, beri aku 5 menit..”

“Baiklah kalau begitu, aku akan meminta Yunho untuk mengantarku berbelanja.” Katanya sambil berlalu.

“Aku bangun! Tunggu sebentar, aku akan ganti baju.”

Kyuhyun membuka matanya lebar sambil berlari kecil menuju kamar mereka. Min Rin hanya tertawa melihat tingkah suaminya. Rasa itu belum tumbuh sempurna, masih ada titik kecil buatan Yunho didalam hati yeoja itu. Tapi dengan segala cara ia meyakini dirinya untuk bisa membalas cinta namja yang kini adalah suaminya.

“Kukira aku baru mendapatkan cara untuk mengancamnya.” Kekeh Min Rin.

-o-

Min Rin’s POV

Kami menyusuri beberapa lorong di supermarket untuk membeli perlengkapan rumah tangga yang sampai saat ini rasanya belum cukup. Kyuhyun hanya melangkah malas mengikutiku sambil mendorong trolly kami.

“Apa ini belum cukup? Trolly ini sudah sangat penuh.”

“Aish! Kau jangan banyak bicara, kita masih perlu beberapa makanan.”

Baru saja aku mau mengambil beberapa sereal lalu tangan besarnya meraih tanganku dan menarikku berjalan ke kasir.

“Jika aku tidak menghentikanmu maka bisa kupastikan kita akan bermalam disini!”

“Tapi makanan kita—

“Ssshhh, aku rela makan apapun jika kau yang menyiapkannya untukku.” Katanya sambil tersenyum.

Namja ini, bagaimana bisa aku tidak luluh jika sikapnya begini terus?

“Yoboseyo?” jawab Kyuhyun kepada seseorang di line telephone.

“Ah, ne, appa, aku sedang bersama Min Rin.” Katanya lagi sambil melirikku.

“T-tapi, ah, baiklah aku akan tiba dalam beberapa menit.”

Aku hanya mengerucutkan bibirku saat mendengar kalimat terakhirnya. Hah aku harus ditinggal lagi? Lalu kurasakan tangannya mencubit pipiku gemas.

“Kau mau pergi? Pergilah, aku akan pulang naik taksi.”

“Aish! Sejak kapan istriku menjadi seorang peramal?—” kekehnya.

“—tidak, kau bawa mobilku, aku yang akan naik taksi.”

Aku tidak mengalihkan pandanganku dari fokusku sekarang yang entah apa, kakinya yang bersiap untuk melangkah menjauh menyadarkanku dari sikap kekanakanku.

“Kau! Eh, ehm, p-pulang jam berapa?”

Senyum lebarnya seketika muncul lagi menanggapi kata-kata canggungku,

“Aku akan pulang sebelum makan malam, dan aku tidak mau tau saat aku pulang nanti kau harus sudah menyiapkan makanan untukku, arra?”

Aku hanya mengangguk yang dibalasnya dengan mengacak rambutku. Namja menyebalkan.

-o-

Jalanan Seoul hari ini begitu lengang, aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi saat sedan hitam tiba-tiba memotong jalurku.

*CIIITTT*

Aku hanya bisa menutup mulutku saat menyadari aku menabrak bemper belakang mobil itu. Ah, dan perutku sedikit sakit karena tubuhku yang tertekan oleh seatbelt. Seorang namja berkaca mata hitam terlihat keluar dari mobil itu dan langsung mengetuk kaca mobilku kasar. Aku yang masih bergetar keluar dari mobil sambil mengintip bagian mobil kami berdua yang lecet.

“A-aku minta maaf, tuan—”

Namja itu terlihat tertawa kecut sambil mengalihkan pandangannya. Ia membuka kacamata hitamnya dan, astaga, Aiden?!

“Kau…kan?! Apa kau? Ah! Apa kau… Aiden?”

“Apa kabar, nyonya Cho? Bersyukurlah kau pernah mengenalku, atau kau sudah kuseret ke kantor polisi sekarang juga,”

“Tunggu, kau, aku melihatmu bersama keluarga Lee saat di Taiwan, apa kau bekerja pada mereka?”

“Haish! Bodoh, jadi kau benar-benar tidak mengenalku? Aku Lee Donghae, putra sulung keluarga Lee! Hyukjae adalah adikku, aku tau kau berteman baik dengannya saat kecil, kan? Salahkan appa ku yang mengasingkanku ke Manhattan saat aku menginjak usia 6 tahun.”

“K-kau mengenalku? Maksudku, kau kenal aku sebagai Ahn Min Rin? Bukan sebagai yeoja yang kau tabrak di pasar malam itu?”

“Kau ini! Disaat semua yeoja tergila-gila padaku dan kau bahkan tidak mengenaliku? Kau ini hidup di goa mana, sih? Sudahlah aku harus pergi,”

“Tunggu! Kau mau kemana? Mo-mobilmu…”

“Sudahlah, aku ada urusan, tapi kau harus membayarnya lain waktu, nona.”

Ia kembali masuk ke dalam mobilnya dan melaju cepat. Astaga, mobil Kyuhyun. Aku menepuk nepuk pipiku sendiri berharap ini hanya mimpi buruk. Dan, sakit, ya ini kenyataan. Aku akan mati di tangan Cho Kyuhyun malam ini.

-o-

Author’s POV

Min Rin memasak beberapa bahan makanan yang dibelinya tadi, ia mengecap sedikit makanan itu dan memasukkan beberapa bumbu tambahan ke dalamnya.

“Apa suamiku akan mati jika memakan makanan ini?” katanya pelan.

“Aku pulang,” sahut Kyuhyun.

Kyuhyun berlari kecil menghampiri istrinya dan mencium keningnya.

“Waah, kau memasaknya untukku? Tiba-tiba aku jadi lapar,”

Min Rin menggigit bibir bawahnya menunggu respon Kyuhyun yang sedang mencicipi masakannya.

“Kita bisa makan diluar kalau kau tak suka..” katanya ragu saat melihat wajah Kyuhyun yang meringis.

“Anni, aku akan menghabiskannya. Bisa kurasakan ada sentuhan tanganmu di makanan-makanan ini, gomawo yeobo.” Balasnya sambil tersenyum konyol.

Namja itu memulai makannya, dan Min Rin yang masih ragu hanya menatap Kyuhyun dari bangku di seberangnya.

“Sudah jangan dimakan, aku takut aku kehilangan suamiku di umur yang semuda ini.” kata Min Rin sambil menarik mangkuk Kyuhyun.

“Ini tidak seburuk yang kau kira, Rin. Cobalah,”

Min Rin menenggak habis air putih di hadapannya saat makanan super asin buatannya meluncur mulus di tenggorokannya.

“Akan tidak terlalu asin kalau kau memakannya dengan nasi,”

“Andwae! Kita minum wine saja!”

Min Rin mengeluarkan beberapa botol wine dari dalam kulkas dan menyajikannya. Ia menenggak segelas dan kepalanya terkulai lemas di meja,

“Kenapa susah sekali sih menjadi seorang istri?”

“Karena kau belum terbiasa,”

“Ehm, ngomong-ngomong, Park Haneul, dia mantan kekasihmu?”

“Mantan? Dia masih jadi kekasihku,”

Min Rin seketika melotot menatap Kyuhyun yang masih dengan santai menenggak wine di genggamannya.

“Bodoh, dia sahabatku. Kau ini, kau tidak tau dia adalah kekasih Choi Siwon? Mereka akan menikah. Beritanya juga sudah tersebar luas di Korea dan kau masih belum mengetahuinya?”

“Choi Siwon? Si model tampan itu? Haish, kenapa aku bisa tidak tau, dan, sudah dua kali hari ini aku dibilang bodoh. Dua kali..”

“Dua kali?”

Min Rin yang tertunduk melebarkan matanya saat mengingat mobil Kyuhyun yang lecet akibat tabrakan tadi siang.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun yang mengernyitkan dahinya.

“Kyu, sebenarnya, aku… m-maafkan aku,” kata Min Rin sambil menundukkan kepala serendah yang ia bisa.

“Maaf? Untuk?”

“Tadi siang aku menabrak mobil lain,”

Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berjalan gusar menuju istrinya.

“Kau tidak apa-apa? Kenapa tidak mengabariku? Katakan dimana lukamu,”

“Kau ini apa-apaan! Itu hanya tabrakan kecil, yang terluka itu mobilmu..” kata Min Rin menyingkirkan tangan Kyuhyun yang berusaha memutar-mutarkan badan kecilnya untuk mencari luka.

“Syukurlah,”

“Kau ini berlebihan sekali.”

“YA! Nyonya Cho, kau sekarang adalah tanggung jawabku, tau!”

“Hah apa kecantikanku membiusmu sebegitu parah? Kau ini seperti orang bodoh, karena kalau dipikir-pikir, hanya orang bodoh yang mau menikahi yeoja sepertiku saat itu. Tanpa menghiraukan lagi harga diri, aku mengejar Yunho dan menagih janjinya untuk menikahiku. Cih, bodoh.” Kata Min Rin yang diiringi ketawa kecutnya.

“Dia, pernah berjanji akan menikahimu?”

“Hm, dan saat itu aku benar-benar percaya. Hah, Min Rin-ie paboya!”

“Kalau begitu aku harus cepat-cepat mengikatmu sebelum dia berusaha lagi mengambilmu dariku!”

“Janjimu di gereja itu sudah mengikatku, tuan Cho.”

Mereka menghabiskan malam dengan bercanda dan bercerita tentang diri masing-masing. Tawa mereka menggema seiring botol demi botol yang ditenggaknya meninggalkan bau menyengat alkohol dari dua orang yang kini sangat mabuk itu.

“Cho Min Rin,” panggil Kyuhyun.

Min Rin hanya menggumam tak mampu lagi menahan berat kepalanya yang kini tersandar di meja.

“Jangan tidur disini,”

Tak adanya jawaban lagi dari yeoja itu membuat Kyuhyun yang juga setengah sadar menggendong istrinya ke kamar mereka.

“Kenapa istriku cepat sekali mabuk,” rutuknya.

-o-

Pagi cerah Seoul membuat Min Rin membuka matanya perlahan. Ia menegang saat dirasanya tubuhnya terasa dingin, kepalanya yang pusing memaksanya untuk tetap berbaring di ranjangnya merutuki kejadian malam tadi. Tak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya yang polos di balik selimut itu. Ia memijit keningnya  yang pusing saat Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan menghampirinya,

“Selamat pagi, nyonya Cho~”

“Kau… apa kita benar-benar melakukannya?”

“Apanya?”

“Jawab yang benar, Cho Kyuhyun.”

“Apa ada yang salah?”

“Kenapa kau melakukannya denganku?”

“Kau, tidak suka?”

Min Rin terus menutup wajahnya sambil menghela nafas panjang,

“Tidak secepat ini, Kyu.”

Min Rin mengusap kening dan kepalanya, membungkus tubuhnya rapat dengan selimut lalu bangkit berlalu ke kamar mandi.

“Kau milikku, dan akan begitu untuk seterusnya. Kau yang sudah memilih untuk hidup bersamaku, sebagai istri yang kucintai dan sebaliknya. Belajarlah untuk menerimanya, Cho Min Rin.”

Yeoja itu hanya menoleh sedikit tanpa memandang Kyuhyun yang kini terlihat serius dengan ucapannya, lalu membanting pintu kamar mandi itu pelan.

-o-

Tepat 5 hari yang lalu Yunho berada di rumah sakit itu. Matanya masih terpejam persis seperti hari pertama ia masuk. Perawatan intensif di ruangan itu melibatkan beberapa perawat yang berjaga 24 jam yang selalu terlihat bersemangat menjaga di ruangan itu. Bagaimana tidak, wajah tampan Yunho dan Donghae yang kerap kali mengunjungi  hyung nya begitu di kagumi oleh para perawat itu.

“Ah, dia datang,” bisik satu dari mereka.

Donghae dengan pakaian rapi nya menghampiri ranjang Yunho dan meletakkan buah bawaannya di meja kecil di sampingnya.

“Sampai kapan kau akan begini, hyung. Bangunlah,”

Namja itu memijit keningnya dan sedikit menoleh saat mendapati beberapa perawat yang sedang memperhatikannya.

“Apa ada perkembangan?”

“Ah, a-aku, eh, mm, t-tuan Jung mengalami kejang malam tadi. Suhu badannya sangat tinggi, dan ku dengar dia menyebut nama… ah siapa namanya, aku lupa.. ” Katanya sambil memukul-mukul kepalanya.

Donghae mengernyitkan dahinya melihat tingkah perawat itu yang salah tingkah di hadapannya.

“MIN RIN-AH! Dia berteriak seperti itu malam tadi, tapi sekarang ia sudah sangat baik.” jawab seorang perawat yang lain.

“Min Rin, Ahn Min Rin?”

“Kau mengenalnya? A..apa dia kekasih tuan Jung?” kata seorang perawat lemas.

Donghae melirik yeoja di hadapannya yang sangat menunjukkan ekspresi kecewanya.

“Ne, dia kekasihnya, ah tidak, calon istrinya.” Kata Donghae yang disambut dengan helaan nafas beberapa perawat disana.

“Kena kau!” gumamnya hampir tak terdengar.

“Aku akan kembali malam ini, bekerjalah yang giat gadis-gadis,” kata Donghae sambil memutar tubuh semampainya menuju pintu.

-o-

Angin sore Seoul berhembus lembut membuat suara khas daun-daunan yang saling bergesekan. Disana Kyuhyun berjalan malas menuju parkiran di kantor ayahnya. Kejadian kemarin malam yang ia kira bisa membuat hubungannya dengan Min Rin membaik ternyata menjadi satu-satunya alasan yeoja itu tidak menghubunginya seharian ini. Kepalanya yang tertunduk menangkap sepasang kaki jenjang berbalut heels merah yang berdiri memotong jalannya. Ia menegakkan kepala untuk mencari tau siapa pemilik kaki itu,

“Haneul-ah?”

-o-

Alunan musik jazz dari cafe itu mengalun lembut menyelimuti kesunyian antara Kyuhyun dan Haneul.

“Aku tidak bisa pulang malam, apa ada yang penting? Bisakah kita bertemu besok pagi saja?”

“Choi Youmin,”

Seketika seulas senyum tergaris di wajah tampan namja itu,

“Yeoja itu, bagaimana kabarnya? Dia ini sombong sekali tidak pernah mengabariku.”

“Kumohon temui dia, Kyu.” Katanya lemah.

“A-ada apa?”

“Aku tau kau belum benar-benar menghapusnya dari hatimu, kan?”

Kening Kyuhyun makin berkerut saat kata-kata itu keluar dari bibir kecil Haneul,

“Dia membatalkannya lagi,” lanjutnya tajam.

“Lagi? Sebenarnya apa yang merasukinya? Kenapa dia terus membatalkan hal semacam itu? Kukira pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa kau rencanakan dan batalkan begitu saja.” Sahut Kyuhyun salah tingkah.

Haneul mengepalkan tangannya di atas meja, matanya yang tertutup dan helaan nafasnya menyiratkan rasa lelah yang sangat dalam.

“Tak pernahkah kau sedikit saja merasakannya? Dia tidak pernah benar-benar mencintai orang lain selain dirimu, Cho Kyuhyun.”

“Cish, yak, Park Haneul! Yeoja itu bahkan tidak pernah mencintaiku. Saat itu.. hubungan kami hanyalah kesalahan besar.”

“Itu karena dia terlalu takut kehilanganmu, Kyuhyun-ah. Kumohon, kembalilah bersamanya,”

“A-ah apa yang kau bicarakan, kau tau aku sudah—”

“Sudah apa? Menikah? Kau kira aku tak tau yeoja murahan itu menikahimu hanya karena cintanya yang ditolak Jung Yunho? He?”

“Jaga bicaramu,” Geramnya tertahan.

“Kau, kenapa begitu bodoh? Kau rela menikahi yeoja yang jelas-jelas mencintai orang lain dan mengabaikan Youmin yang bersedia menyerahkan dunianya hanya untukmu.”

“Sebenarnya apa tujuanmu membicarakan ini?”

“Dia, sudah dua kali dia mencoba mengakhiri hidupnya saat mengetahui kau sudah menikahi yeoja lain,”

“Cish, kau bercanda? Dia bukan orang seperti itu,”

Percakapan dingin yang singkat ini berakhir saat Haneul menarik tangan Kyuhyun dan memaksanya ikut dengannya.

-o-

Malam dingin Seoul seakan membuat tubuh Kyuhyun membeku saat melihat sahabatnya yang kini duduk dengan tatapan kosong di ranjang rumah sakit. Tangannya kini dililit kain kassa yang terkena bercak darah. Rambut coklatnya yang tergerai begitu saja hampir menutupi sebagian wajah cantiknya.

“Youmin-ie, tebak siapa yang mengunjungimu?” kata Haneul lembut.

Ia menyelipkan rambutnya ke telinganya lalu menengok ke arah Kyuhyun. Air matanya jatuh begitu saja saat manik matanya benar-benar menangkap sosok yang sangat dicintainya akhirnya berdiri disampingnya.

“Kau, kenapa begini?” ucap Kyuhyun lemah.

Tubuh bergetar itu bangkit dari duduknya dan memeluk namja jangkung itu. Tangan Kyuhyun dengan ragu membalas pelukan yeoja yang –jujur saja- pernah mengisi hatinya itu.

“Kenapa kau tidak menungguku? Kyuhyun katakan kau masih mencintaiku..”

“Jangan begini Youmin-ssi”

“Aku tidak akan melepaskanmu lagi, Cho Kyuhyun!”

-o-

Di tempat yang lain Min Rin sedang duduk menikmati secangkir coklat panas sambil memainkan toples gula di hadapannya. Entah sudah berapa kali yeoja itu menghela nafas berat hari ini. Batinnya kini bergemuruh, berbagai pikiran berkelebatan di benaknya. Ia menggosok-gosok wajahnya dan sesekali melirik ke jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul 21.00.

“Apa kau tidak akan pulang?” gumamnya lemas.

Berkali-kali ia menghidup dan matikan handphone nya berharap bahwa sesuatu terjadi dengan sinyalnya sehingga pesan dan panggilan-panggilan dari Kyuhyun tidak bisa masuk karena semenjak sore tadi namja itu berhenti menghubungi Min Rin.

“Kenapa aku bodoh sekali..” katanya lagi sambil memukul-mukul kepalanya dengan toples gula.

“Kenapa kau bodoh sekali Ahn Min Rin! Kenapa kau bertingkah seperti anak kecil!”

Pukulan toples itu semakin kencang seirama dengan sumpah serapah yang keluar dari mulut yeoja itu.

“Mungkin, mungkin akan tidak apa-apa kalau aku memasakkan sesuatu untuknya. Atau mungkin berdandan sedikit. Ah, peduli setan dengan harga diri, aku harus minta maaf!”

Ia bangkit dari duduknya dan mengambil beberapa bahan makanan dari kulkas. Kegiatannya berhenti sejenak saat matanya menangkap ponsel yang masih tak bergeming. Dengan ragu ia tekan angka 2 yang langsung menghubungkannya dengan nomor ponsel Kyuhyun.

“Tidak menjawab?” kernyitnya bingung.

-o-

Author’s POV

“Tidurlah, mau sampai kapan kau memelukku seperti ini?”

“Mulai hari ini, aku tidak akan tidur. Aku terlalu takut untuk menutup mataku dan membiarkanmu lepas lagi.”

“Aku harus pulang, Youmin-ssi. Ini sudah sangat malam.”

“Andwae!”

“Baik, begini saja, besok pagi aku akan kesini lagi. Tapi kumohon sekarang lepaskan tanganmu.”

“Andwae andwae andwae!”

“Kau mau melihatku di usir oleh satpam-satpam itu lagi? Kumohon, minnie-ah.”

“One condition, kau harus berjanji untuk mengunjungiku setiap hari.”

“Baiklah, aku berjanji.”

Yeoja itu akhirnya melepas pelukannya dan mencuri kecupan kecil di bibir namja jangkung di hadapannya. Kyuhyun melangkah mundur dari Youmin dan mendapati beberapa panggilan tak terjawab di layar handphone nya sekitar 2 jam yang lalu.

“Min Rin-ah, k-kau menghubungiku?” gumamnya sambil menyunggingkan seulas senyum.

-o-

Kyuhyun memasukkan beberapa rangkaian angka di pintu apartemen mereka. Satu yang ia cari setelah masuk tentu saja yeoja itu. Ia terlihat tertunduk lemas, kepalanya menempel di meja makan tepat berhadapan dengan beberapa mangkuk makanan yang sudah mendingin dan gelas wine setengah penuh. Baru saja namja itu ingin mengusap kepala istrinya tiba-tiba kepala itu terangkat menunjukkan wajah ber make up tipis yang kini hampir hilang sempurna. Gaun peach selutut yang membalut tubuh mungilnya begitu pas melekat di tubuh yeoja itu, membuat pikiran Kyuhyun kembali pada saat pertama ia bertemu dengannya di acara ulang tahun perusahaan keluarganya.

“Kau, menungguku?”

“Makanan ini untukku?”

Tak ada jawaban dari kedua pertanyaan diatas, yeoja itu tetap memandang lurus entah kemana. Ia menghela nafas menarik kembali air mata yang hampir jatuh di kedua mata besarnya. Tangan besar Kyuhyun merengkuh tubuh mungil itu ke pelukannya, seakan mencoba menyerap sedih penyebab air mata yang kini mengalir deras di pipinya.

“Mianhae, Kyu.” Ucapnya bergetar.

“Apa yang menyebabkan istriku meminta maaf? Ya! Kau merusak mobilku lagi?!”

Pukulan-pukulan kecil di punggung Kyuhyun mendarat begitu saja yang langsung dilawan Kyuhyun dengan mempererat pelukannya. Lalu sejenak tak ada suara yang dibuat dari dua orang yang masih berpelukan erat itu. Min Rin yang masih belum membalas pelukan Kyuhyun memainkan ujung gaunnya salah tingkah.

“Apa kau begitu marah sampai berhenti menghubungiku?” kata Min Rin ragu.

“Anni, aku hanya takut akan membuatmu kesal. Jadi aku memutuskan untuk berhenti mengganggumu, dan kau, kau cantik sekali, kau dari mana?”

Gelengan kecil Min Rin terasa di dada bidang Kyuhyun,

“Ini untukmu,”

Senyum itu lagi-lagi muncul, namja itu melepas pelukannya dan menatap lembut yeoja dihadapannya.

“Kau, pergi kemana sampai larut begini?”

“Aku.. aku di kantor. Ah, aku lapar, makanan ini untukku kan?” kata Kyuhyun sambil mendudukkan dirinya di kursi makan.

“Kali ini masakanku lebih baik, kau harus mencobanya!”

Min Rin menghapus jejak air mata di pipinya dan duduk memperhatikan Kyuhyun yang sedang makan dengan lahapnya. Sebercak senyum kembali lagi memperlihatkan lesung pipi di wajah Min Rin,

“Apa aku akhirnya membuat masakan enak?”

Anggukan kecil dibuat Kyuhyun disela kegiatan makannya,

“Aish! Makan yang tenang nanti kau tersedak!”

Tawa renyah Min Rin memenuhi sudut ruangan itu, Kyuhyun yang masih terbatuk menengguk habis air putih di samping mangkuknya.

“Kau-uhuk- tidak boleh memberikan masakanmu kepada siapapun kecuali aku, arrachi?”

“Cih! Memangnya kenapa?”

“Karena hanya aku yang boleh memasak makanan yang dibuat oleh tangan Cho Min Rin.”

Tangan Min Rin yang dengan tak sadar sedang sibuk memutar-mutar batu biru di kalungnya terdiam saat mendengar perkataan Kyuhyun. Seulas senyum tipis kembali terukir di wajah manis Min Rin,

“Apa kau juga makan dengan baik Yunho oppa?” batinnya.

To be continued…

8 thoughts on “[FF Freelance] Dear, Love (Part 1)

  1. baru baca lgsg ada kekerasan X-(. kasian juga klo yunho sampe kyk gitu
    kyu-rin sih emg udh nikah, tp kenapa tiba2 mantan kyu nongol & bersikap egois gitu? apalagi ditambh sebelumnya mslh kyu-rin gara2 mereka udh ngelakuin ‘itu’ tp min rin nya kyknya agak kesel. pdhl kan mereka udh suami istri -___-. jgn sampe kyu-rin pisah gara2 yunho & youmin

  2. lah jangan dipisah lah kyu sama rin nya…kasiann….TT
    masa ada orang ke tiga eh ke empat,.ah entah ke berapa ituu…jangan nambah lagi trouble maker nya…hohoho

  3. .huahh..ceritanya gak bagus.. Tapi bagus bangeeddd.. 🙂 *tpuk tangan brg kyu oppa~XD*
    .youmin itu siapa eon? Ko di stayclosedontgo ga ada?
    .si minrin ga syukur apa ya? Udah punya kyu jg msh mikirin yunho..
    .yunho sm minrin..
    .kyu sama aku ^^ :DD *digeplak eonni*
    .part2 ppalliwa eonni,eoh.. ^^b

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s