Rouge Ange (An Angel With Red Wings)Part 7

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic, Fantasy, Past-Present Live,

Cast :

Main Cast :

ü  Shin Min Young (OC)

ü  Kris a.k.a Wu Yi Fan (EXO M)

ü  Sehun (EXO K)

Figuran :

ü  Shin Mun Hoon (Min Young’s Younger Brother)

ü  Shin Min Ah (Min Young’s Older Sister)

ü  EXO M & EXO K Members

ü  Others

+oOoOoOo+

Annyeong~  author dataaaaaang~ *tebar bunga Rafflesia Arnoldi*

GOODERS I LOVE YOU SO MUCH!! 😀

Thanks for supporting me all along~

SIDERS I CURSE YOU!! 😦

 

Cha! Sekian Opening dari author. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi / mungkin mau dikritik, silahkan RCL ^^

Kamsahamnida~

Previous : Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 |

+oOoOoOo+

=Sekilas Chapter sebelumnya….=

*Present*

‘Benarkah sosok tadi adalah Sehun oppa yang kukenal? Ia… begitu berbeda…’

Sebuah usapan lembut kurasakan di ubun-ubun kepalaku, “Tenanglah, aku akan bertanggung jawab atas semuanya. Aku akan bicara dengan Sehun baik-baik. Kau istirahat saja, jangan sampai demammu meningkat.”

Kulihat Kris oppa menyunggingkan sebuah senyum tipis sebelum melangkahkan kakinya menjauh dan keluar lalu menutup pintu kamarku.

Aku menjerit dalam hati…

‘APA YANG SEDANG TERJADI SEBENARNYA?! APA YANG BELUM KUINGAT?? MENGAPA SEHUN OPPA BERUBAH DALAM SEKEJAP?!’

+oOoOoOo+

*Present*

‘BLAMM’ pintu kamarku ditutup dengan pelan oleh Kris oppa. Aku hanya menatap sosoknya yang sudah menghilang di balik pintu kayu itu. Hhh….. Apakah hidupku akan berubah sejak detik ini? Entahlah, aku sedang malas untuk memikirkannya. Otakku sudah terlalu lelah setelah berselancar ke masa lalu dengan Kris Oppa.. Yeah, aku lelah mengingat masa laluku..

^Author P.O.V.^

Kris melangkahkan kakinya dengan perlahan menjauh dari kamar Min Young. Langkahnya terasa berat.. Otaknya dipenuhi banyak pikiran yang berebut meminta perhatian darinya.. Perasaannya campur aduk antara senang karena Min Young mengingatnya, dan sesak mengetahui reaksi Sehun.

Ya, itu pertama kalinya Sehun marah besar kepadanya sejak ia pertama bertemu (lagi) dengan namja genius itu.

=o)o)o)(o(o(o=

=flashback on=

‘Kalian semua akan bekerja sama dalam 1 Tim, yaitu EXO. Walaupun kalian dipecah menjadi 2 bagian, yaitu EXO K dan EXO M, kalian adalah satu. Jadi kuminta kalian cepat membangun solidaritas dan beradaptasi satu sama lain.’

‘Ne, manager hyung~’

Semua anggota EXO saling jabat tangan lalu keluar satu per satu dari ruang meeting menuju pintu keluar Gedung SM. Mereka mulai berbincang untuk memulai keakraban satu sama lain. Saat mereka tiba di pintu keluar, para anggota EXO pun berpisah menuju ke kendaraan masing-masing.

Seorang namja jangkung berwajah oriental semi western tetap berdiri di tempatnya dan masih sibuk dengan ponselnya. Tampaknya ia sedang menunggu seseorang…

‘Kris Hyung… butuh tumpangan?’ sebuah ajakan pulang meluncur keluar dari mulut seorang namja tak jauh dari tempat namja jangkung itu berdiri.

Ia mengalihkan perhatiannya dan merendahkan kepalanya, menyamakan jarak pandang diantara mereka, ‘No, Thanks.. Sehun ssi. I’ll wait for my driver, he must be already on the way..’

‘Aa.. driver. Okay.. then I’ll..’

Kalimat Sehun tidak sempat terselesaikan karena bunyi dering nada income call dari ponsel Kris meraung-raung cukup keras.

‘Hello.. eiy, where’re you? I’ve been waiting for you.’

‘Ah.. okay, thanks for calling me.’

Kris memutuskan teleponnya dengan cepat dan raut kecewa tampak jelas di wajahnya.

‘Apakah sopirmu ada masalah? Kalau kau butuh tumpangan, aku masih ada di sini hyung..’ ujar Sehun ketika ia melihat Kris tengah mengetik sesuatu di ponselnya dengan gusar.

Kris menghentikan aktivitasnya dan memandang Sehun untuk beberapa detik sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengangguk, ‘Yeah, if you force me..’

Sehun terkekeh mendengar jawaban Kris lalu membukakan pintu untuk Hyung ‘baru’nya.

Selama di perjalanan, mereka hanya saling diam dan mendengarkan lagu debut mereka, MAMA, walau Korean version Kris tampak menikmatinya. Sesampainya di sebuah rumah mewah, Sehun menghentikan laju mobilnya dan membuka pintu untuk mereka berdua.

‘Ka..Kamsa-hamnida?’ ujar Kris dengan nada keraguan 99%

Sehun tersenyum geli mendengar nada bicara Kris yang kaku, namun ia menghargai usaha Kris untuk belajar bahasa Korea, ‘Cheonmaneyo.. lain kali kau hanya harus bilang go-ma-wo jika ingin berterimakasih kepadaku hyung.’

Kris menaikkan sebelah alisnya, ‘Why?’

‘Agar kita bisa lebih akrab..’ Sehun tersenyum datar *hayo gimana itu cobak senyum datar..* lalu detik berikutnya senyuman itu berubah menjadi sebuah seringaian, ‘Aku tidak ingin hubungan kita seburuk di masa lalu. Kau setuju dengan ideku kan… Kris hyung?’

Kris hanya diam tak merespon pertanyaan Sehun. Ia tetap mematung di tempat dan menatap Sehun tepat di kedua matanya. –Ya, dia masih sama.. Oh Sehun yang sama…- batinnya.

‘Oh ayolah.. lupakan masa lalu, Kris ssi! Kita bermusuhan di masa lalu, tapi kini mari kita memulai sebuah hubungan baru yaitu kerabat kerja, ah tidak.. maksudku.. hubungan persaudaraan hyung dan namdongsaeng.. Perhatikan, sejak tadi aku sudah memanggilmu Kris HYUNG. Tapi kau masih tetap memanggilku Sehun SSI…’ protes Sehun di akhir omelannya.

‘Mm kalau itu memang maumu,’ ujar Kris datar lalu mulai melangkahkan kaki mendekati pagar rumahnya.

‘Hyung.. bolehkah aku minta satu hal lagi?’

Kris menghentikan langkahnya dan menatap Sehun dari balik bahunya, ‘Apa lagi yang kau inginkan Sehun-goon?’

Sekali lagi Sehun menyeringai, namun kali ini sebuah seringaian penuh makna, penuh tuntutan, ‘Jangan sekalipun berniat merebut Shin Min Young dariku…lagi. Dari dulu hingga sekarang dia untukku. Itu takdir yang tidak akan pernah bisa kau ubah Kris ssi.’

Kris terkekeh pelan dari tempatnya, sangat pelan, bahkan hampir tanpa suara. Namun ia yakin Sehun melihat tawanya karena kepulan asap hangat menyeruak keluar dari mulutnya dan membaur diantara angin malam yang menusuk tulang.

‘Kau yakin dia tidak punya ingatan masa lalu seperti kita?’ tanya Kris sambil membalikkan badannya.

Sehun terdiam untuk sesaat. Ia berharap yang namja itu katakan tidak terjadi, dan tidak benar adanya. Dengan gugup Sehun mengusap tengkuknya dan berkata, ‘Memang apa yang akan berubah jika ia punya ingatan seperti kita? Itu tidak akan merubah takdirnya untuk sekali lagi berada di sisiku…’

Setelah menyelesaikan kalimatnya, Sehun buru-buru masuk kedalam mobilnya. Ia sempatkan berkata, ‘Sampai jumpa besok di ruang latihan EXO, Kris HYUNG~’ sebelum ia melajukan mobilnya menjauh dari depan rumah Kris.

Sementara itu, dari tempatnya berdiri Kris memperhatikan mobil Sehun yang akhirnya menghilang di sebuah persimpangan. Kemudian ia berbalik badan membuka pintu pagar. Sembari berjalan masuk ia menyeringai dan menggumamkan sesuatu, ‘Sayangnya.. kau harus siap-siap kecewa Sehun ssi..’

=flashback off=

=o)o)o)(o(o(o=

Tanpa Kris sadari ia sudah berada di lantai dasar. Ia berjalan menuruni tangga sambil bernostalgia.. untunglah ia mendarat dengan selamat =__=”

“Gege..YAAAA Wake Up!! Are you a sleep walker now?” goncangan hebat di bahu dan teriakan di telinga kanan yang dilancarkan oleh Chanyeol berhasil mengembalikan Kris ke alam sadar.

“Ah, mian,” hanya itu yang keluar dari mulut Kris sebelum ia berjalan mendekat ke food counter tempat D.O. berkutat ditemani Chen.

Selangkah dari sana, Luhan, Xiumin, Suho, Lay, Sehun dan…… Chanyeol yang sudah kembali ke singgasananya, duduk melingkari meja makan. Mereka tampak santai mengobrol, termasuk Sehun.

Namun seketika aura kutub utara dan selatan terpancar dari segala penjuru saat Kris dan Sehun bertemu pandang. Mereka saling tatap di tempat tanpa ada perbincangan.

Kris akhirnya memutuskan untuk memulai perbincangan diantara mereka berdua, “Err.. Sehun-ah aku ingin bicara sebentar dengan–”

Sehun mengalihkan pandangannya dari Kris dan menguap lebar lalu merenggangkan tubuhnya di tempat, “Luhan hyung.. aku ingin jalan-jalan. Aku bosan sekali di sini.. aku penat sehabis acara yang kudatangi tadi. Ayo kita beli bubble tea di Myeondong~”

Mendengar kata ‘bubble tea’ tentu saja membuat Luhan terhipnotis dan mengangguk semangat. Ia turut beranjak saat Sehun berdiri dari kursinya dan melangkahkan kakinya terlebih dahulu dari Luhan keluar rumah.

Dhuizhang.. kami akan segera kembali!!” ujar Luhan saat ia melewati Kris. Kris hanya menggumam menatap kepergian kopel paling sensasional di EXO itu pergi #watados -,-“

Kris memilih duduk di kursi depan food counter dan menyapukan kesepuluh jari tangan ke rambut pirangnya. Ia frustasi.

Sementara itu, keempat namja yang tadi duduk melingkari meja makan perlahan merayap pergi ke ruang tengah. Bergabung dengan Tao, Kai, dan Suho yang sedang berkutat dengan PS4 mereka.

“Apa yang kalian tengkarkan?” Seorang namja mendekat ke hadapan Kris sambil menyodorkan sebuah eskrim. Chen.

“Bukan sesuatu yang penting,” jawab Kris singkat.

“Teriakannya sangat keras. Ia pasti sangat marah padamu, gege..”

Mm..” Kris menggumam tanda mengiyakan.

“Apakah akan ada suatu hal yang rumit lagi diantara kalian berdua?” kini suara bisikan namja lain turut hadir diantara percakapan Chen dan Kris. Chanyeol.

Kris melongok ke dapur, ia tidak melihat keberadaan D.O. diantara panci-panci yang bertengger damai di atas kompor. “D.O. barusaja ke toilet.” ujar Chanyeol menjawab pertanyaan dalam hati Kris.

“Katakan pada kami, dhuizang..” desak Chen.

Aish.. ini bukan masa lalu, jadi berhentilah paranoid, guys~” jawab Kris dengan entengnya. Ia bangkit dari tempatnya dengan enggan, dan saat itulah D.O. kembali ke dapur.

“Kyungsoo-ah, jika kau sudah selesai memasak tolong segera ajak member lain pulang ke dorm. Sampaikan juga pada Hun-Han mereka tidak perlu kembali kesini. Sesampainya di dorm, pesan makanan apa saja kesukaan kalian, nanti aku yang bayar,” ujar Kris panjang lebar.

D.O. tercengang mendengar apa yang indra pendengarannya tangkap.. “Gege…kenapa kau…”

“Min Young butuh istirahat. Mungkin demamnya akan terus meningkat jika kalian ribut apalagi menjadikan rumah ini kapal perompak. Jadi cepatlah berkemas dan kembali ke dorm, lalu makan siang!! Aku akan menyusul setelah memastikan kondisi Min Young lebih baik..” imbuh Kris  lalu ia kembali menaiki tangga.

“Wuah… ayo kita pesan SEMUA MENU MAKANAN yang ada di KOREAAAAA~” Chanyeol dan Chen berteriak bersamaan sambil berlarian ke ruang tamu. Mengundang keributan yang jauh lebih dahsyat saat kesembilan -mines D.O. jadi delapan orang- member saling beradu mengusulkan menu.

Kris yang mendengar keributan dari lantai 2 hanya dapat menghela nafas… ‘Semoga para gangster itu tidak menyapu bersih lembaran berhargaku… dari rumah nyamannya (dompet Kris)’

=o)o)o)(o(o(o=

 [Keesokan hari, Atap Universitas Samchundong]

‘KRIEEEET’ pintu atap terbuka dan keluarlah seorang namja berambut coklat tua dengan tatapan sedingin es. Ia berjalan mendekati namja yang sudah lebih dulu datang kemari. Ia berhenti ketika jarak diantara mereka berjarak 5 langkah. Namun.. hanya kesunyian yang hadir diantara tiupan angin yang menyejukkan di atap universitas ini.

“Kau keras kepala sekali ingin bicara denganku. Apa yang perlu kita bicarakan lagi? Aku sudah tau apa keinginanmu…”

Mianhe.. aku..”

“Aku tidak mood mendengarkan permintaan maafmu. Oh, atau kau mau mengemis meminta maafku? Aigoo sepertinya aku membutuhkan kantong muntah.. ini pasti akan menjadi adegan paling menjijikkan…” Tatapan Namja tersebut berganti dari dingin menjadi dipenuhi api dendam dan kilatan sinis.

“Kau sudah tidak punya sopan santun Sehun ssi? Sudah tidak memanggilku hyung pula..Aish, Pangeran labil ini.. ternyata masih sama..”

Namja pirang jangkung yang ada di dahadapan Sehun menatapnya datar, padahal sebenarnya ia sedang mati-matian menahan deru jantungnya akibat perkataan Sehun yang out of control hari ini.

“Kau tidak punya satu hal pun yang patut kujadikan alasan untuk memanggilmu HYUNG lagi.. Kau bahkan melanggar janjimu.. Apakah itu sifat seorang hyung? Sifat seorang Leader?”

“Benarkah begitu?”

“Apakah yang kukatakan kurang jelas Kris ssi??!”

“Ingat.. Aku tidak pernah menjanjikan apapun kepadamu,”

….

“Mungkin kau mengigau saat itu..Ah.. mungkin kau mabuk Sehh—”

‘BUUGGGGH’

“Apa kini kau mengerti dengan apa yang kukatakan huh?!!”

=o)o)o)(o(o(o=

=Sekilas Chapter sebelumnya….=

*Past*

 “Apa yang akan terjadi apabila kita tidak bersedia menjalani hukuman tersebut?”

“Itu tidak mungkin, 100% mustahil. Kenapa kau bertanya tentang hal itu?”

“Karena aku tidak ingin kehilanganmu, Kris ssi…”

+oOoOoOo+

Sudah tiga hari aku tidak menemukan sosok Kris di rumah.. Sejak malam itu, ia pergi dan tidak kembali. Ia hanya meninggalkan sepucuk surat yang bertuliskan ‘Aku akan segera kembali nanti malam’, namun setiap malam sebelum tidur saat aku mengecek kamarnya, ia tidak ada di sana. Tapi aku menyadari sebuah hal aneh.. Kertas surat yang ia tinggalkan selalu berbeda warna. Artinya.. ia sebenarnya memenuhi janjinya untuk pulang setiap malam kan? Tapi kenap ia tidak menampakkan diri ke hadapanku?!

‘Sudahlah, terserah!! Dia kan Rouge Ange, tidur di atap gedung istana juga tidak masalahkan untuknya?’

‘BRAAKK’ suara sesuatu dibanting terdengar dari dalam kamar yang biasa digunakan oleh Kris. ‘Ah, apa itu dia?’

Aku segera berlari ke dalam kamar itu dan yeah… jendela yang ada di kamar itu sudah terbuka lebar dan kurasa suara tadi adalah suara bingkai jendela yang terbuka dengan keras oleh angin dan mengenai tembok kamar.

‘Oh, Great~ dia terlalu cepat untuk kutangkap,’ batinku saat aku kembali menemukan sepucuk surat baru di atas tempat tidur dengan isi yang sama seperti biasanya..

Dengan malas aku menutup kembali jendela kamar itu lalu keluar dari sana dengan sepucuk surat ‘janji’.

^Author P.O.V.^

Kris memandang sosok Min Young yang berwajah murung hendak menutup jendela kamarnya dari ranting pohon yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Min Young.

‘Mianhe aku belum bisa menemuimu, Min Young ssi.. Aku harus menyelesaikan misi ini dulu.. baru nanti kita bisa bertemu. Segera. Kupastikan itu.’

Ia sangat bersyukur dengan kemampuan melihatnya yang diatas rata-rata, sehingga ia tidak perlu takut ketahuan sedang memandangi Min Young dari jauh.

[In The Morning….]

“Maaf saya mengganggu waktu sarapan anda, agasshi..”

Sapaan sopan dan penuh wibawa menyambut pendengaran Min Young saat ia membuka pintu hendak pergi bekerja. Seorang namja yang wajahnya sudah pernah Min Young lihat berdiri tegak di hadapannya dengan sebuah senyuman hangat.

“Senang bisa bertemu lagi denganmu agasshi..” sapa namja itu sambil sedikit membungkuk hormat.

“K..kau.. yang waktu itu kan? Mau apa kau kemari? Apakah Pangeran Sehun kabur lagi? Kalau ya, dia tidak ada di dalam rumahku, percayalah!!”

Min Young masih trauma bertemu dengan namja anggota kerajaan bernama Chen itu.. Sesekali ia menengok ke belakang, mencari tau pasukan macam apa yang kali ini dibawa oleh Chen.

Chen terkekeh geli saat melihat ekspressi yang diberikan oleh Min Young, “Ahni agasshi, bukan itu semuanya.. dan tolong tenanglah, aku tidak datang untuk menyergapmu.”

“L..lalu apa yang akan kau lakukan?”

Chen mengulas sebuah senyuman tipis lalu menggeser sedikit badannya. Kini Min Young bisa melihat sebuah tandu dibawa masuk ke halaman rumahnya. Ia menatap Chen dan tandu itu bergantian.

“Apa maksud ini semua?” tanyanya.

“Silahkan masuk ke dalam tandu, Agasshi. Pangeran Sehun menunggu untuk bertemu dengan anda..” Chen menunduk hormat sekilas.

Min Young tidak beranjak dari tempatnya dan makin menatap Chen dengan pandangan curiga, heran, dan tidak yakin.

Menyadari makna tatapan yang diberikan oleh Min Young, Chen melangkah mendekat kearah Min Young dan mengulurkan tangan kanannya, “Anda bisa mempercayai saya, Agasshi.. Saya adalah orang kepercayaan Pangeran Sehun.”

[Paviliun Pangeran Sehun]

Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya tandu yang membawa Min Young berhenti di suatu tempat. Min young tidak berani mengintip di mana ia sekarang berada.. hingga seseorang membuka pintu tandunya dan seseorang yang lain menyodorkan tangannya untuk membantu Min Young keluar dari sana.

Ia cukup terkejut melihat siapa pemilik tangan yang kini sedang menggenggam tangannya dan juga sedang tersenyum di hadapannya.

Pangeran Sehun.

“Akhirnya kita bisa bertemu lagi!! Nan jeongmal bogoshippoyo~” ujar Sehun dengan segera setelah Min Young berdiri tegak di hadapannya. Ia segera memeluk erat sosok yeoja yang hanya mematung memandanginya.

“Bogoshippo…jeongmal bogoshippoyo..” berulang-ulang ia mengatakan hal itu di dekat telinga Min Young.

“A…Sehun-goon.. bisakah kau melepas pelukanmu? Aku..aku malu jika harus berpelukan di depan umum seperti ini…” Min Young mendorong pelan tubuh namja yang mendekapnya erat sejak beberapa menit lalu.

“Ah, ne.. mianhe,” ujar Sehun gugup sambil melepaskan pelukannya.

Suasana menjadi cukup awkward, terlebih para dayang dan pengawal, termasuk Chen hanya diam menunduk. Hingga suara seorang dayang memecah keheningan diantara mereka.

Ehem, Sehun-goon, anda harus segera menghadiri pertemuan penting di Balai Kerajaan dengan Yang Mulia Raja,”

Ne.. aku akan segera kesana,” jawab Sehun segera. Kemudian ia mengalihkan pandangannya kembali ke Min Young yang kini sedang menunduk malu.

“Min Young ssi..”

“N..ne?” Min Young perlahan menaikkan kepalanya.

“Aku mungkin akan sibuk sampai nanti sore.. jadi mungkin aku bisa menemuimu lagi saat makan malam nanti. Gwenchana?”

“Mm.. gwenchana..” jawab Min Young pelan.

Sebuah senyuman terukir di wajah Sehun, “Bersantailah dulu di ruanganmu. Kau pasti lelah setelah perjalanan jauh..”

Min Young mengangguk dan membalas senyuman Sehun, “Ye, ageseumnida Sehun-goon..”

“Kalau begitu, aku pergi dulu,” ujar Sehun setelah mengacak pelan rambut Min Young.

[In the night..]

^Min Young P.O.V.^

Rasanya aku masih setengah sadar. Tadi pagi, ada seorang pengawal aneh (chen) yang datang menjemput dengan sebuah tandu dan membawaku kemari. Ke dalam Istana Joseon… Tepatnya ke dalam Paviliun Pangeran Sehun!! Aku menang lotre apa hingga jadi seberuntung ini?? Aigooo….

‘KLEEKK’ kudengar suara pintu kamar ‘asingku’ dibuka. Aku berdiri dari kursi tempat aku mengeksekusi menu makan malam hari ini, dan kudapati sosok yang membuatku terkena serangan jantung –selain Kris- berjalan masuk. Yeah, Sehun-goon.

Aku menyapanya dan ia malah terkekeh lalu segera duduk di kursi di hadapanku dan memintaku kembali duduk di tempatku semula.

“Bagaimana rasa masakannya?”

“Mashitta..”

“Kau menyukainya?”

“Ne..”

“Para dayang tidak ada yang bertindak kurang ajar kepadamu?”

“Ahni, Sehun-goon..”

Lalu yang dilakukan Sehun-goon adalah mengangguk puas beberapa kali, lalu mengobservasi kamar ini.

“Kuharap kau suka dengan interiornya. Walau ini design kuno..” ujarnya.

Aku tersenyum tipis mendengar kalimatnya. ‘Ini ruangan yang sangat nyaman, bagaimana bisa aku tidak menyukainya!!’

Ia menatapku dalam diam selama beberapa detik sebelum mmenghela sebuah nafas singkat, “Ah.. sepertinya kau masih lelah. Maaf sudah bertanya seperti mengintrogasi kepadamu..” ia tersenyum sebelum bangkit dari tempat duduknya, “Istirahatlah..”

“Ahni.. gwencahana..” ujarku. Aku jadi tidak enak hati jika harus membuatnya kecewa.

“Sungguh.. aku tidak ingin membuatmu lelah. Besok akan ada kegiatan yang lebih melelahkan.. jadi tolong siapkan tenagamu,”

“Hm? Kegiatan apa Sehun-goon?”

“…” ia hanya diam menatapku. Ish… apakah ini hobi barunya? Memandang seseorang dalam diam dan membuat korbannya mati penasaran??

“Kau akan tau sendiri besok,” ia tersenyum senang melihat kedua alisku yang bertaut.

“Semoga kau mimpi indah,” ujarnya lalu tanpa kusadari ia sudah kembali memelukku dan membisikkan sepatah kata sebelum melepaskan pelukannya dan beranjak keluar dari kamarku.

“Saranghaeyo….”

[Somewhere, In The Middle of Night]

^Author P.O.V^

Gege.. kita berangkat sekarang,” sebuah tepukan di bahu Kris mengalihkan perhatiannya.

“Oh, Ne..” Kris menatap satu per satu Rouge Ange yang berada di pohon itu ; Chen, Chanyeol, Baekyhun, Xiumin, Luhan. Lengkap.

“Ayo kita mulai…” desis Kris sebelum ia mendahului kelima Rouge Ange itu melesat pergi dari pohon tua raksasa itu.

=o)o)o)(o(o(o=

 “Sshh.. lakukan dengan tenang tanpa suara, atau dia akan mengacau. Pendengarannya sangat tajam,”

“Arraseo hyung..”

Seorang namja mendekati namja lain yang sedang tertidur lelap di tempat tidur mewahnya yang nyaman. Perlahan ia menyingkap selimut yang dikenakan namja itu, lalu dengan bantuan 2 namja lainnya ia menjauhkan namja itu dari peraduannya.

“Luhan, rapikan kembali tempat tidurnya. Xiumin, Chen, Baekhyun, segera bawa dia keluar.”

“Ne, hyung!” keempat namja itu dengan sigap menjawab perintah sang leader dan segera bekerja sesuai yang diperintahkan.

Setelah semuanya selesai, Kris dan Xiumin mengikuti keempat Rouge Ange yang sudah terlebih dahulu keluar dari ruangan itu.

“Chanyeol, tutup jendelanya dengan rapat..”

“Done, hyung~”

*Chanyeol*

Kris menatap wajah namja yang masih tertidur diantara apitan lengan Baekhyun dan Chanyeol untuk beberapa detik sebelum memberikan komando kepada anggotanya untuk segera pergi dari tempat itu.

=o)o)o)(o(o(o=

Agasshi.. anda harus segera berganti pakaian..”

Hm? Memangnya ada apa?”

“Anda harus segera pergi ke tempat yang lebih aman bersama anggota kerajaan yang lain..”

Waeyo?? Apakah ada suatu hal yang mendesak?”

……

Mwoya?? Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?”

+oOoOoOo+

-To Be Continued-

APA LAGI YANG TERJADI??!! *Nanya ke Tembok*

\-_-/ *nahloh*

Ayo gooders saatnya tebak tebak tebak~

Yang tebakannya DAEBAK dapet Tiket ke Pulau Hawaii naik perahu karet dari author..

MAU kan? MAU kan? MAU kan?

Jawabannya bisa kalian tau di Chapter 8..

So Read Comment Like, WAJIB!!

Semoga FF ini bisa jadi teman santai gooders dan bermanfaat. Amin.

28 thoughts on “Rouge Ange (An Angel With Red Wings)Part 7

  1. aishhh, penasaran deh kenapa sehun smpe semarah itu sama kris gara2 ngingetin minyoung. ahh, jgn2 takut minyoungnya suka lagi sama kris ya dibanding sehun sndiri? hmmm..dan baru sadar ternyata mreka msh pnya ingatan waktu jadi rouge ange di masa lalu. ckckck

  2. aigooo makin pnsran aja.
    Sehun oppa kok jdi jahat??
    Aku jadi takut..
    Kris oppa juga ksihan dipkul sma Sehun oppa.
    Sbnrnya apa yg trjdi sieh???
    Pnsran aku sma next partnya…
    :/

  3. “Namun ia
    yakin Sehun melihat tawanya
    karena kepulan asap hangat
    menyeruak keluar dari mulutnya
    dan membaur diantara angin
    malam yang menusuk tulang.” >> entah knapa suka sama kalimat ini,bikin mikir hehe >,<

    ah ada typo ya thor,yg kris b'diri mandang minyoung masa diranting? Harusnya dahan kan yaaa…CMIIW~

    ara,ara! Min young mau dinikahin sm sehun kan,tp sehunnya diculik rouge ange cs..ckck..
    Next part ada p'tempuran gitu seru kali ya thor XD…masih ga ngerti knp di present hubungan kris-sehun jd kyk gitu 😐
    ditunggu nextnext part nya! Hwaiting!~

    • uaaa gomawoo 😀

      ahahaha iya bener!! nah itu dia yang dicari-cari sama author.. dahan!! Pas ngetik author bingung banget cari kata yang pas, masa iya di ranting -,-a emang rantingnya ga bakal patah apa nahan badan Kris yang segede Menara Eiffel itu #plaaakkk *Di tabok Kris*

      Gomawo sudah diingatkan, mianhe~ kkk~ 🙂

      SIP!! Anda benaar~ anda berhak dapat tour ke hawaii dengan perahu karet!! Hadiah bisa diambil di warung terdekat, jika tiket masih tersedia #watados v^^v

      Ne, FIGHTING!! 😉

  4. Yaa.. miapah aku penasaran banget sama lanjutan nya u,u
    astaga pake nagaa.. aku sumpah-bingung-banget ama kejadian masa lalu mereka, baca ff inih kaya main teka-teki ajah –“v
    hehe tapi gapapa deh, gak seru juga sih kalo ceritanya bakal ketebak -,-^
    hoho lanjut terus thorr!! makin kocak makin keren okaayy!! keep writing! ^^

  5. jujur ceritanya bgus bgt, eon dh baca dari Part 1-7 dgn ngebut krn penasaran nieh heheh, masih penasaran nieh hubngan masa lalu kris dgn min young dan min young dgn sehun? knp sehun mengatakan klo min young adalah miliknya dan takdirnya? sbnrnya sapa sich yang dicintai min young, apakah kris or sehun… lanjut ya .

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s