[FF Freelance] Hands of Dragon (Part 5)

Title : Hands Of Dragon Part 5

Author : Moo

Main Cast : Seo Yong Sun

Lee Hyukjae

Lee Jonghyun

Support Cast : Lee Sungmin

Yoon Doojun

Genre : Mystery & Romance

Rating : PG

Length : Continue

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4

PS : Maaf rada telat FF’nya, mungkin untuk next partnya juga bakalan lama, karena lagi males banget ngerjainnya. Tapi kalo commentnya banyak nanti author cepet kasih next partnya deh …

Author Point Of View *

Toko Snowflakes sengaja ditutup lebih awal hari ini karena sang pemilik toko sedang berulang tahun dan semua pegawai diijinkan pulang lebih awal. Setelah selesai merapikan barang-barangnya Yongsun menghampiri Kirin yang sedang berdiri diambang pintu masuk toko.

“ Yongsun ayo cepat, kita sudah terlambat “. Teriak Kirin yang mulai melangkah keluar dari Snowflakes.

“ Kenapa aku harus ikut juga kesana “. Rutuk Yongsun yang sejak tadi dipaksa terus oleh Kirin untuk ikut pesta ulang tahun pacarnya.

“ Seseorang ingin kau ada disana, kalau aku tidak membawamu bisa tamat riwayatku. Lagipula kau inikan temanku dan teman Doojun juga, jadi sudah tentu kau harus hadir disana “. Yongsun hanya mendesah berat menanggapi ocehan Kirin.

Kirin dan Yongsun berhenti tepat disebuah bangunan yang didepannya penuh dengan mobil yang terparkir rapi. Didepan pintu masuknya terpampang tulisan berwarna merah “ Happy Karaoke “.

“ Karaoke ??”. Tanya Yongsun bingung.

“ Ini semua ide Seungri, entah kenapa harus ditempat ini “.

“ Seungri ??”.

“ Nanti kau akan tau, ayo masuk “. Mereka pun melangkah masuk menuju ruangan karaoke yang sudah dipesan Seungri.

Merekapun masuk perlahan kedalam sebuah ruangan yang sudah dipenuhi oleh beberapa orang didalamnya. Kirin menghampiri Doojun yang sedang sibuk menyantap cemilannya. Sedangkan Yongsun hanya diam mematung diambang pintu.

“ Siapa gadis ini ? temanmu Kirin ?”. Tanya Seungri yang antusias dengan kehadiran Yongsun.

“ Iya, dia juga bekerja di Snowflakes, jangan mendekatinya “. Ucap Kirin sinis.

“ Kenalkan aku Seungri, boleh aku tau namamu ?”.

“ Hhmm … Yongsun “. Ucap Yongsun yang matanya tak fokus menatap Seungri. Entah apa yang ada diotaknya kini.

Dia tidak bisa melepas pandangan matanya kesebuah sudut ruangan dimana seseorang yang menyita pikirannya beberapa waktu lalu kini membuatnya sedikit kesal. Yah, Hyukjae tengah duduk agak disudut kursi dengan seorang wanita disampingnya, tepatnya wanita penggoda yang dibawa Seungri beberapa waktu lalu.

Secara tidak sadar kini Yongsun tengah duduk ditempat yang agak jauh dari tempat Hyukjae duduk. Namun justru dari tempat Yongsun duduk kini ia bisa leluasa melihat gerak-gerik Hyukjae dan .. um, perempuan itu.

Sementara yang lain sibuk dengan dunianya masing-masing, kini Yongsun juga seperti itu. Dia sibuk mengawasi Hyukjae yang dari tadi sibuk bercerita dengan perempuannya. Sesekali sang perempuan membelai lembut rahang menawan Hyukjae atau yang lebih ekstrim memainkan tangannya didada bidang pria itu.

Yongsun meneguk cepat softdrink yang ada dihadapannya tanpa ada jeda sedikit pun. Tanpa Yongsun sadari sepasang mata tengah menatapnya intens dari seberang sana. Hyukjae tampak menikmati pemandangan diseberang sana. Ia bahkan tidak tertarik sama sekali dengan perempuan yang ada disampingnya kini.

“ Eonni-ah, apa dia selalu seperti itu ?”. Tanya Yongsun hati-hati pada Kirin

“ Siapa ? oh … maksudmu Hyukjae, Uumm … aku tidak terlalu tau, tapi berhubung mereka semua selalu ke club malam, pasti dia selalu dikelilingi wanita-wanita seperti itu “. Ucap Kirin yang langsung mengerti dengan maksud Yongsun.

“ Kenapa kau tidak pernah melarang pacarmu kesana ?”.

“ Untuk apa melarangnya, aku tau dia tidak akan macam-macam disana. Kenapa tidak kau saja yang melarang pria itu “. Ucap Kirin sambil menunjuk Hyukjae menggunakan bibirnya.

“ Hah ? Aku ? Melarangnya ? memang aku siapanya ”.

“ Kalau kau merasa cemas larang saja dia, dan dia akan menurutimu “ .

“ Aku tidak cemas eonni “.

“ Benarkah ? lalu untuk apa dari tadi kau kelihatan kesal melihat perempuan itu bersama Hyukjae ?”.

“ Hmmm … Aku hanya tidak menyangka dia seperti itu, bukan berarti aku kesal melihat mereka “.

“ Apa kau menyukainya ?”.

DEG !

Yongsun terdiam sejenak mendengar pertanyaan maut itu, dia sudah sering sekali menepis kata-kata itu yang cukup sering melayang dipikirannya.

“ Kenapa eonni menanyakan itu ? tentu saja tidak . mana mungkin aku menyukainya “.

“ Mungkin belum sekarang, tapi sebentar lagi kau pasti akan mengakuinya “. Ucap Kirin meninggalkan Yongsun dalam kebisuannya.

**

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam waktu Korea.Yongsun menolak tawaran Seungri untuk diantar pulang, dia sengaja berbohong kalau dia sudah dijemput oleh seseorang. Itu hanya untuk mengelabui Seungri termasuk Hyukjae juga, dia merasa sedikit kesal karena pria itu sama sekali tidak peduli akan dirinya. Dia meninggalkan Yongsun yang bingung harus pulang naik apa. Yongsun merutuki dirinya yang tadi sedikit berharap Hyukjae mau mengantarnya pulang, tapi pada kenyataannya dia pergi dengan perempuan yang tadi terus berada disampingnya.

Yongsun berjalan sendirian meyusuri trotoar sepi. Angin malam berhembus sangat kencang hingga menimbulkan suara-suara kecil yang menemani langkah Yongsun.

“ Hai, kita bertemu lagi “. Ucap seorang pria tiba-tiba dari belakang Yongsun. Seketika itu Yongsun membalikkan tubuhnya dan kaget bukan main. Iapun memutuskan untuk berlari menjauhi pria itu, namun sayang langkahnya terhenti saat didepannya ia dihadang seorang pria lainnya sambil tersenyum kecil. Mulut Yongsun dibekap dari belakang dan tubuhnya diseret masuk kedalam sebuah lorong yang gelap. Berkali-kali Yongsun meronta namun berkali-kali juga sang pria menahannya. Akibatnya lengan baju Yongsun robek. Yongsun menangis sekuat mungkin, ia sangat takut membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti. Ia menyesal tadi menolak tawaran Seungri untuk pulang.

Pria-pria berandalan itu mencoba untuk membuka dress hijau muda Yongsun, namun kesulitan karena Yongsun terus meronta. Sampai akhirnya sang pria lain mencoba untuk maju ingin menciumi pipi mulus Yongsun.

BUKK !

“ Jauhi dia !!”. Ucap seorang pria, dengan tampang yang penuh emosi. Ia memandangi satu persatu lawannya dengan tatapan membunuh. Satu persatu pria-pria berandalan itu dipukulnya dengan jurus-jurus beladiri yang sudah ia pelajari sejak ia kecil.

Sementara itu Yongsun masih meringkuk disudut lorong sambil memegangi tubuhnya yang mengigil hebat karena ketakutan. Preman-preman itu sudah terbaring tak berdaya. Setelah memastikan mereka tak bergerak lagi, pria itu menghampiri Yongsun. Ia setengah berjongkok menayap Yongsun yang masih sesegukkan. Yongsun melihat preman-preman itu sekilas lalu beralih kepria yang sedang ada dihadapannya kini. Hyukjae langsung memeluk Yongsun saat itu, dia bersyukur dalam hatinya karena datang disaat yang tepat. Yongsun pun begitu. Ia merasa lega karena Hyukjae datang dan meloloskannya dari kejadian yang buruk itu.

**

Hyukjae memutuskan untuk membawa Yongsun ke apartemennya, karena tidak mungkin Yongsun pulang dalam keadaan seperti itu sekarang, Sungmin mungkin akan khawatir pikirnya.

“ Setelah ganti baju tidurlah “. Ucap Hyukjae sambil membawa sebuah selimut keluar dari kamarnya. Yongsun hanya diam sambil memandangi kamar Hyukjae yang rapi. Setelah mengganti bajunya Yongsun memutuskan untuk keluar sebentar mencari segelas air.

Dari arah dapur Yongsun sudah bisa mencium aroma enak yang membuat perutnya mendadak lapar seketika. Ia mengintip dari balik pintu kamar, ternyata Hyukjae sedang memasak sesuatu. Yongsun perlahan keluar dan berdiri dimeja makan sambil memperhatikan Hyukjae.

“ Belum tidur ?”. tanya Hyukjae yang masih sibuk dengan panci ramyeonnya.

“ Aku haus … “. Tadinya ia berniat mengambil air minum sendiri, namun Hyukjae sudah mendahuluinya, ia menyodorkan segelas air putih untuk Yongsun.

“ Duduklah “. Ucap Hyukjae yang masih sibuk dengan masakannya. Setelah merasa makanan itu sudah matang, iapun meletakkannya didepan Yongsun.

“ Untukku ?”. tanya Yongsun yang agak bingung.

“ Aku tidak lapar, makanlah “. Ucap Hyukjae yang kini duduk dihadapannya.

Awalnya Yongsun tampak malu untuk menyantap ramyeon itu, namun rasa laparnya bisa mematahkan rasa malunya dan buru-buru menyantap mi itu. Hyukjae terus menatap Yongsun yang sangat lahap menyantap ramyeonnya. Sesekali ia tersenyum memandangi tingkah Yongsun.

“ Wahh, ini benar-benar enak. Aku bahkan tidak bisa memasak seenak ini … “.

“ Kau tinggal bilang padaku jika ingin memakannya lagi “. Yongsun tertegun sejenak memandangi Hyukjae. Jantungnya berdegup kencang kali ini.

“ Umm … terima kasih sudah menolongku “. Ucap Yongsun sengaja untuk menutupi rasa gugupnya. Dia melanjutkan makannya sambil melirik Hyukjae sesekali. Ada perasaan nyaman saat dia berada didekat orang itu. Entahlah, Yongsun tidak mau memikirkannya terlalu jauh.

 

Yongsun Point Of View*

Sinar matahari pagi menyehtuh permukaan wajahku. Aku menggeliat kecil dan mengamati sekelilingku. Sepi sekali, aku memutuskan untuk keluar sekedar untuk mengecek apakah Hyukjae sudah bangun atau belum.

Tapi yang kudapati ruangan kosong, tidak ada pria itu. Aku tersentak kaget ketika mendengar suara lolongan anjing disebuah kotak putih yang terletak didepan pintu masuk. Diatas kotak putih itu ada sebuah sticky note berwarna kuning.

Buka kotak ini …

Sebelum menbaca lanjutannya aku memutuskan untuk membukanya. Dan ternyata isi kotak itu anak anjing, seekor golden retriever kecil berwarna coklat muda. Saking gemasnya aku mengeluarkannya dari dalam kotak putih dan mengendongnya. Setelah puas dengan kelucuan anjing itu, aku membaca lanjutan notenya Hyukjae.

Aku pikir kau pasti kesepian berada dirumah, makanya aku berikan anak anjing itu. Karena harganya mahal kau harus merawat dia dengan baik.

aku hanya mendengus kesal membaca note Hyukjae, namun kemudian aku malah tersenyum melihat puppy itu sedang intens menatapku.

“ Sebaiknya aku memberimu nama. Ummm …. Hyuii ? diambil dari nama Hyukjae, bagaimana ?? aku rasa kau menyukainya . Ayo kita pulang kerumah … “.

**

Setelah aku memandikan puppyku, aku lalu bergegas berangkat kekampus. Hari ini kebetulan ada kelas siang

“ Yongsun-ah … “. Jonghyun dari kejauhan memanggilku yang tengah berjalan menuju perpustakaan.

“ Sepertinya kita jarang bertemu “.

“ Benar, untuk itu aku berniat mengajakmu makan setelah kelasmu selesai, bagaimana ?”.

“ Kebetulan aku sedang libur bekerja, bagaimana kalau sekitar jam 3 ?”.

“ Baiklah, aku akan menjemputmu digerbang depan. Kalau begitu aku masuk kekelas dulu “.

“ Sampai jumpa “.

Aku melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan, banyak tugas yang harus kukerjakan diakhir minggu ini. Aku sibuk memilih-milih buku yang akan menjadi referensi bahan tugasku. Langkahku terhenti disebuah lorong tempat dimana Hyukjae sering tidur. Aku mencoba memposisikan diriku duduk bersender pada sebuah rak buku. Aku baru merasa tempat ini sangat  nyaman, sinar matahari yang masuk tidak terlalu terang. Aku mulai membaca bukuku satu persatu.

“ Itu tempatku nona Seo “. Hyukjae tiba-tiba datang dan duduk disebelahku.

“ Tidak ada peraturan yang melarangku untuk duduk disini “. Kataku terdegar menantangnya.

“ Kenapa kau selalu membuatku kesal ?”.

“ Membuatmu kesal ? tidakkah kau berpikir kalau kau yang selalu membuatku kesal ? … Huufttt .. aku tidak ingin bertengkar denganmu hari ini. Terima kasih sudah memberikanku anak anjing itu “.

“ Kau suka ? tidak sia-sia aku mengajak Hana untuk memilihkan anjing itu “. Mataku langsung melebar mendengar nama itu.

“ Hana ?”.

“ Wanita yang kau lihat kemarin, dia cukup pintar memilih jenis anjing yang lucu “.

“ Dia yang memilihkan anjing itu ??? wanita itu ???”. suaraku mulai tidak biasa sekarang.

“ Apa ada masalah jika dia yang memilihnya ?”.

“ Ambil saja anjing itu kembali dan berikan padanya, aku tidak mau memeliharanya !!”. ucapku mengalihkan pandanganku ke buku yang ada dipangkuanku.

“ Dia tidak suka anjing “.

“ Kau bahkan tau dia tidak suka anjing, ckckckck “.

“ Kenapa kau jadi marah-marah seperti ini ?”.

“ Aku tidak marah, lebih baik pergilah dari sini, jangan ganggu aku !”.

“ Ini tempatku harusnya kau yang pergi “. Kali ini aku benar-benar kesal dengan kelakuannya, dia bahkan mengusirku. Kuputuskan untuk merapikan 2 bukuku yang berserakan dan beranjak dari tempat itu.

Namun, baru selangkah aku pergi Hyukjae menahan tanganku dan memutar badanku. Kami kini dalam posisi berhadapan. Aku ingin menepis tangannya namun tatapan matanya yang lembut membuatku tersihir dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika aku sibuk mengontrol pikiranku, aku rasanya hampir mati karena jantungku berdegup jauh melampaui ambang batas normal. Bagaimana tidak, sebuah sentuhan lembut menyapu bibirku.

“ Kau bisa memukulku sekarang “. Hyukjae menarik bibirnya dan berbisik pelan kepadaku, namun tidak ada yang bisa kulakukan saat ini, aku benar-benar bingung.

Mengetahui tidak ada respon lain dariku, Hyukjae pun kembali memberikanku ciumannya, tangan kirinya kini menyentuh pipiku. Ini ciuman pertamaku, aku tidak menyangka bahwa pria ini yang akan melakukannya. Aku benar-benar hilang kendali, harusnya aku menolak atau memutuskan untuk berhenti, namun otak dan perasaanku mengatakan hal sebaliknya. Sentuhan bibirnya yang lembut membuat otakku beku, aku bisa merasakan tubuhkupun mengalami hal yang sama. Apa aku mulai menyukainya ?

Author Point Of View *

Yongsun sesekali melirik  jam tangannya, sudah hampir setengah jam dia menunggu Jonghyun didepan pagar kampusnya.

“ Yongsun-ah …. Ayo “. Sebuah mobil sedang silver terparkir diseberang jalan, Jonghyun berteriak dari dalam mobilnya.

Belum sempat Yongsun menyebrangi jalan menuju mobil Jonghyun, sebuah tangan kokoh mencengkram pergelangan tangannya. Dan membawanya menjauh dari tempat dia berdiri tadi.

“ YAK !!! lepaskan !!! kau mau membawaku kemana !!! “. Ucap Yongsun meronta.

“ LEPASKAN !!! Atau aku akan berteriak !! “.

“ Silahkan … tidak ada yang akan memperdulikanmu “. Ucap Hyukjae masih menyeret gadis itu kesebuah taman kecil disekitaran kampus. Setelah tiba disebuah bangku taman Hyukjae melepaskan cengkaramannya.

“ Kau tidak boleh kemana-mana “.

“ Kenapa ??!!! “.

“ Hhhmm .. Sudahlah, pokoknya kau harus disini “.

“ Tidak bisa, aku sudah punya janji dengan orang lain “.

“ Jonghyun ?? kalian mau pergi kemana ?”.

“ Bukan urusanmu “. Ketika Yongsun berniat melangkah pergi, lagi-lagi Hyukjae menghadangnya.

“ Kemarikan ponselmu “.

“ Untuk apa ?”.

“ Kemarikan saja .. “. Yongsun tidak bereaksi sedikitpun, ini membuat Hyukjae kesal dan memaksa Yongsun untuk mengeluarkan ponselnya dari tas.

“ YAK !!! Mau kau apakan ponselku ?!! Kembalikan … “. Yongsun panik saat Hyukjae dengan serius mengutak-atik ponsel milik Yongsun.

“ Telfon aku sejam lagi … awas kalau kau tidak melakukannya “. Ternyata Hyukjae menaruh nomer ponselnya di contact ponsel Yongsun.

“ Bagaimana jika aku tidak mau melakukannya ?”.

“ Lihat saja …. Kau benar-benar akan menyesal “. Ucap Hyukjae sambil membelalakkan matanya, tidak mau berlama-lama dengan sang gadis iapun memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

“ Apa dia sudah gila ?”. Umpat Yongsun yang masih kesal

Yongsun hanya diam mendengarkan ocehan Jonghyun, otaknya masih memikirkan perintah Hyukjae tadi. Dia penasaran kenapa Hyukjae memintanya untuk menelfonnya satu jam lagi.

“ Yongsun-ah … kau tidak mendengarkanku ?”. Pertanyaan Jonghyun tiba-tiba membuyarkan lamunannya.

“ Ah .. maaf “.

“ Apa ada yang sedang kau pikirkan ?”.

“ Tidak, jika aku sedang lapar seperti ini, aku sering melamun “. Ucap Yongsun berkelit.

“ Kau ingin makan apa ?”.

“ Hhhmm … ram … maksudku, terserah kau saja. Aku memakan semua jenis makanan “. Ucap Yongsun berbohong. Entahlah kali ini dia ingin makan ramyun buatan Hyukjae.

“ Baiklah, hari ini kau akan kutraktir makanan yang enak-enak “. Ucap Jonghyun sumringah disambut dengan senyuman Yongsun yang mengembang indah diwajahnya.

1 Jam Kemudian . . . .

Yongsun melirik jam tangannya lalu berbalik menatap layar ponselnya . ia merasa ragu untuk menelfon Hyukjae sekarang.

“ Ada apa ?”. Tanya Jonghyun bingung melihat tingkah Yongsun.

“ Tidak ada apa-apa. Makanan ini sangat enak .. “.

“ Aku tidak akan menelfonmu tuan Lee !”. Ucap Yongsun dalam hati

Sementara itu ditempat lain tepat diruang kerja Hyukjae sedang menatap cemas ponselnya yang tergeletak diatas meja kerjanya. Sesekali ia melirik jam dinding, 05.02

“ Ini sudah lewat 2 menit, apa dia benar-benar tidak menelfonku ?”. Ucapnya kesal.

Dengan sabar iapun menunggu lagi masih dalam posisi yang sama bersandar dikursinya sambil memperhatikan ponselnya.  Sudah lewat 1 menit lagi, ia pun menegakkan tubuhnya dan meraih ponselnya dengan kekesalan yang memuncak.

“ Lihatlah … dia tidak menelfonku !!! Kau ingin mati Seo Yong Sun ??”.

“ Baik … Karena aku orang yang murah hati maka aku akan memberikanmu satu kesempatan. Aku akan menghitung sampai 3, awas kalau kau sampai tidak menelfonku !”.

“ Satu . . Dua . . . Aishhhh …!!!!! Aku akan mengulanginya “.

“  Satu … Dua … KAU TIDAK MENELFON JUGA ?!!!! Ini yang terakhir kali “.

“ Aku benar-benar serius Yongsun !! Satu …. Satu setengah … Dua …. Dua setengah …. AKU AKAN MENGHITUNG UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA …. TI … “. Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba ponselnya berdering. Sontak ia langsung mengangkatnya.

“ KENAPA KAU BARU MENELFONKU SEKARANG !!!?”.

“ Kenapa kau berteriak-teriak padaku ??”. Ternyata seseorang yang menelfonnya adalah Sungmin bukan gadis yang sedang ditunggunya.

“ Oh kau hyung .. ada apa ?”.

“ Ada berkas penting tertinggal dikamarku, bisakah kau mengantarkannya kemari ?”.

“ Aku sedang malas keluar hyung “.

“ Ini PERINTAH !!! cepat bawakan kemari “.

“ Baiklah ..”.  Ucap Hyukjae yang masih kesal kini bercampur rasa malas didirinya.

Yongsun Point Of View*

“ Aku permisi ketoilet dulu “. Ucapku disusul anggukkan Jonghyun.

Setibanya ditoilet aku menatap layar ponselku. Sebenarnya aku berniat ingin menelfonnya namun sengaja kuurungkan niatku, aku ingin dia yang menelfonku duluan saat ini. Aku mendesah berat mengingat sikap pria keras kepala itu pasti tidak akan menelfonku.

Drrttttt …..

Hyukjae Calling

Aku buru-buru mengangkatnya, dan berdeham kecil untuk menutupi kegugupanku.

“ Halo “.

“ Kenapa tidak menelfonku ?”.

“ Aku baru saja akan menelfonmu “.

“ Tidak usah berbohong, sekarang kau ada dimana ?”.

“ Aku sedang makan, sebenarnya ada apa kau menelfonku ??”.

“ Kau bertanya ada apa ?? Harusnya kau menuruti perintahku tadi “.

“ Perintah ?? sejak kapan aku harus menuruti perintahmu Tuan Lee “.

“ Sejak aku menciummu, kau bahkan tidak minta izin padaku untuk jalan dengan orang itu “.

“ Ciuman itu berarti apa-apa bagiku, jadi jangan urusi urusanku !”.

“ Tidak berarti apa-apa ? Cih ! baiklah, aku tidak akan mengurusimu lagi, harusnya aku mencium wanita lain saja “. Yongsun terdiam seketika, kini dia sedang menghayal Hyukjae tengah dikelilingi 3 orang wanita yang sedang memonyong-monyongkan bibirnya minta dicium Hyukjae. Yongsun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir pikiran buruknya.

“ Kau ….. “. Saking kesalnya Yongsun buru-buru mematikan ponselnya, dia mengepalkan tangannya menahan emosi.

“ Awas saja jika kau benar-benar mencium wanita lain  “. Ucap Yongsun dalam hati.

**

Yongsun melemparkan tasnya kesembarang arah. Ia buru-buru keluar kamar dan mengambil Hyuii dari kandangnya, kandangnya terletak didalam perpustakaan didepan kamar Yongsun. ia membelainya lembut dan meletakkan Hyuii dilantai. Namun, Hyuii dengan cepatnya berlari keluar dari perpustakaan. Yongsun berlari mengejar Hyuii namun tidak menemukannya.

Suara lolongannya terdengar saat Yongsun berada didekat tangga, ternyata puppynya ada dilantai 2. Yongsun memperhatikan kondisi sekelilingnya dan perlahan naik keatas. dia sangat takut jika ada orang yang mengetahui jika dia diam-diam naik kelantai ini.

Yongsun sibuk mencari-cari keberadaan anjing itu. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah lorong yang diujungnya ada sebuah ruangan cukup gelap, dari dalam ruangan itu terdengar lolongan Hyuii. Yongsun perlahan masuk kedalam ruangan itu dan memeluk Hyuii. Tadinya ia ingin beranjak meninggalkan ruangan itu. Namun ada sebuah blackboard yang dipenuhi foto menarik perhatiannya. Ia memperhatikan foto itu dengan seksama, ada tanda silang merah dibeberapa foto, ia tidak mengerti maksud dari foto-foto itu. Ia mundur perlahan dan mengamati seluk beluk ruangan itu satu persatu. Ia beralih ke sebuah meja kerja yang penuh berkas-berkas. Yongsun melihat sebuah map hitamditengahnya bertuliskan tulisan berwarna putih “ NEXT TARGET “.  Ketika Yongsun hendak ingin membuka isi map itu, tiba-tiba Hyuii melompat turun dari gendongannya, sontak Yongsun langsung berbalik mencari Hyuii yang kini sudah berada ditangan orang lain yang dari tadi ternyata memperhatikannya.

“ Hyukjae-ssi ….. ?”. Ucap Yongsun pada Hyukjae yang tengah menatapnya dingin.

TBC////

12 thoughts on “[FF Freelance] Hands of Dragon (Part 5)

  1. owow,,akhrny mrka kisseu.. pd jealous nih..slng suka tp pd gk ngaku..kira2 hyuk marah gk y youngsun msk rwgn itu??

    lanjut y thor,,aq suka critany..

  2. author, eonnie… kenapa lama banget postnya. aku bolak balik rff cuma buat cari ff eonnie doang..
    eonnie.. ceritamu keren sekali.. yang kisseu itu.. huh ada-ada aja ya hyukie. emang kalau uda ciuman uda pasti punya hubungan ? *dijitak eunhyuk* 😀
    wah akhirnya yongsun sampai kamar atas juga..
    err.. eonnie aku kurang ngerasa feelnya.. next part lebih baik lagi ya 😀 fighting !!
    mian banyak minta 😀

  3. hyukjae hobi bgt ngambil kesempatan dalam kesempitan. maen cium seenaknya dia. kkk

    ditunggu next partnya, yaa.. yang panjaaaaaaaaaaangggg. part ini pendek bgt. heheehe *ditimpuk sm author*

  4. Ommo bs ketahuan Hyukjae oppa nanti.. Hyuii nya nakal kasihan kalau sampai nanti Hyukjae oppa benar2 marah kpd Yong Sun.. Apa yg akan terjadi selanjutnya.. Penasaran

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s