[FF Freelance] Hands of Dragon (Part 6)

Title : Hands Of Dragon Part 6

Author : Moo

Main Cast : Seo Yong Sun

Lee Hyukjae

Lee Jonghyun

Support Cast : Lee Sungmin

Park Miina

Yoon Doojun

Genre : Mystery & Romance

Rating : PG

Length : Continue

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5

PS : Wooahh, ngebut banget bikin part ini, takutnya lama kalo ditunda-tunda terus. Ini part terpanjang yang aku buat, sumpah nguras otak banget. Maaf kalo feelnya kurang dapet karena emang akunya lagi ga konsen bikin ff sekarang ini. Tapi thanks buat yg udah comment, saya jadi terharu (kekekeke ~) So, Happy reading ^^ .

Author Point Of View *

“ Hyukjae-ssi … “. Kali ini Yongsun benar-benar gugup menghadapi Hyukjae yang diam tanpa ekspresi sambil menatapnya. Tanpa pikir panjang ia melangkah keluar dari ruangan itu dan mengambil Hyuii dari tangan Hyukjae.

“ Maaf “. Ucap Yongsun gugup kemudian melangkah menyusuri lorong.

Setelah meletakkan Hyuii kekandangnya Yongsun duduk termenung diambang pintu perpustakaan kecil didepan kamarnya. Pikirannya berkecamuk, banyak rahasia yang ada pada diri pria itu pikirnya. Dan satu hal, dia masih belum menemukan jawaban mengapa ia bisa tiba-tiba hadir didalam rumah keluarga Lee.

“ Nona Yongsun sudah waktunya makan malam “. Ucap pengurus Gil yang membuyarkan lamunan Yongsun.

Yongsun kini sudah berada diruang makan dan menarik sebuah kursi tepat disebelah kiri Sungmin. Kursi dihadapannya kosong tak berpenghuni.

“ Dimana Hyukjae ?”. tanya Sungmin pada pengurus Gil yang sibuk memantau seorang pelayan pria yang tengah menghidangkan makanan ke meja.

“ Tuan muda sedang sibuk dan tidak ingin turun “.

“ Ada apa dengannya, tidak biasanya dia seperti ini “. Ucapan Sungmin sontak membuat Yongsun melirik kearahnya dan kejadian tadipun terlintas kembali dalam benak Yongsun. Ia merasa bersalah karena sudah lancang masuk keruangan pribadi Hyukjae.

“ Bagaimana pekerjaanmu Yongsun-ah ?”. tanya Sungmin tiba-tiba.

“ Baik, aku sangat senang bekerja disana. Oppa sendiri ? tampaknya sangat sibuk akhir-akhir ini “.

“ Begitulah, terlalu banyak kecelakaan lalu-lintas, beberapa pembunuhan membuat pekerjaanku meningkat. Tapi aku rasa Hyukjae menjagamu dengan baik selama aku tidak ada “.

“ Aku bisa menjaga diriku sendiri oppa “.

“ Jangan sungkan minta bantuan padanya. Dia memang terlihat dingin, tapi dia sangat perhatian “.

“ Aku tidak mau merepotkan orang lain “.

“ Orang lain ? aku rasa kalian bisa menjadi teman yang baik. Usia kalian hanya terpaut satu tahun bukan. Lagipula Hyukjae sering kali kesepian, bantu aku untuk menjaganya, kau mau kan ?”. Yongsun hanya terdiam, memang beberapa kali ia merasa Hyukjae orang yang sangat tertutup, tidak pernah ia melihat pria itu tersenyum.

“ Aku akan mencobanya oppa “. Yongsun merasa jawaban itu cukup untuk membuat Sungmin tenang saat ini. Meskipun ia sendiri tidak yakin bagaimana kelanjutan hubungannya dengan pria itu setelah tragedi tadi.

**

Setelah selesai makan Yongsun melangkah keluar dari ruang makan dan berniat untuk kembali kekamarnya. Namun ia melihat pengurus Gil sedang membawa nampan berisi makanan yang akan diberikan pada pria yang ada dilantai 2.

“ Pengurus Gil …. Apa ini untuk Hyukjae ?”.

“ Iya benar nona Yongsun “.

“ Aku saja yang mengantarkannya ya … “.

“ Tapi …. “.

“ Tidak apa-apa, biar aku saja yang mengantarkannya “.

Karena Yongsun yang terus mendesak Pengurus Gil, akhirnya nampan berisi makanan itu pindah ketangan Yongsun. Ini bagus untuknya, setidaknya ia mungkin bisa mengurangi kekesalan Hyukjae padanya.

Perlahan Yongsun mengetuk pintu kamar Hyukjae. Ketukan pertama tidak ada respon, Yongsun pun mengetuk untuk yang kedua kalinya. Pintu kamar terbuka, dari celah pintu yang terbuka Yongsun bisa melihat Hyukjae tengah menatapnya tanpa ekspresi.

“ Ini dari pengurus Gil …. Makan malammu … “.

“ Masuklah “. Ucap Hyukjae sambil memperlebar celah pintu kamarnya.

Yongsun Point Of View *

Ini pertama kalinya aku menginjak kamar Hyukjae. Tidak berbeda dengan kamar diapartemennya, sangat rapi. Aku meletakkan nampan yang kupegang diatas sebuah meja disudut kamarnya. Tiba-tiba ketika aku menengadah ketas langit-langit kamarnya, kulihat hamparan bintang yang sangat indah. Aku tidak sadar sedang berada dikamar Hyukjae saat ini. Aku memposisikan diriku duduk ditepi ranjangnya dan menikmati bintang-bintang itu. Setelah cukup puas memandangi hamparan bintang-bintang itu, aku tersentak dan berdiri. Aku sempat melirik Hyukjae yang tengah membaca sebuah buku duduk membelakangiku.

“ Ummm, aku keluar … ummm makanlah, makanannya akan dingin kalau dibiarkan terlalu lama “. Belum sempat tanganku mencapai gagang pintu, Hyukjae bersuara pelan.

“ Tunggu .. “. Aku menoleh kearahnya.

“ Kemarilah .. “. Ucap Hyukjae melangkah keluar menuju balkon kamarnya. Aku mengikutinya melangkah keluar, benar-benar indah … dibalkon kamarnya ini ada banyak bunga lili putih, berbeda dengan pekarangan yang ada dibawah. Jika dibawah aku hanya bisa menemukan beberapa tangkai bunga lili, namun disini ada puluhan bunga lili yang sangat indah.

Aku berdiri disamping Hyukjae yang memandangi pemandangan diluar kamarnya. Terlihat beberapa rumah dan jalanan yang masih dihiasi lalu-lalang mobil pribadi disana. Aku mendesah pelan dan sesekali melihat Hyukjae yang tampak menikmati pemandangan dihadapannya itu.

“ Maaf …. Aku sudah lancang masuk keruangan pribadimu “. Ucapku sambil menatap lurus kedepan.

“ Aku tidak marah padamu … … aku hanya takut kau mengetahui semuanya … … mengetahui diriku yang sebenarnya “. Aku tertegun seketika. Kini pandanganku beralih kewajahnya.

“ Apa maksudmu ? ada sesuatu yang kau sembunyikan ??”.

“ Suatu saat nanti aku kan memberitahumu .. .. aku harap pada saat itu kau tidak menjauhiku “.

“ Sebenarnya ada apa, kenapa tidak mengatakannya sekarang saja ?”.

“ Aku belum siap untuk mengatakannya .. .. tapi .. ada satu hal yang ingin aku akui saat ini “. Dia benar-benar sukses membuatku penasaran saat ini.

“ …. “.

“ Aku akui …. Kau sudah membuatku jatuh hati padamu “.

“ …. “.

TIT …

Otakku tiba-tiba kosong mendengar kata-kata itu, tiba-tiba aku hanya seperti mendengar suara TIT berputar dipikiranku.

Aku tidak tau kapan, tapi yang pasti kini posisi Hyukjae sudah ada dihadapanku. Jika diukur mungkin jarak kami hanya sejengkal saja. Dari jarak ini, aku senang bisa menikmati wajah Hyukjae, aku ingin sekali menyentuh wajahnya saat ini, namun aku mencegah perasaan itu.

“ Apa kau akan diam saja dan tidak berkata apa-apa ?”. Tanya Hyukjae pelan. Aku ingin membalas perkataannya namun lidahku terasa beku.

“ Baiklah, dengarkan ini baik-baik .. .. “.

“ .. .. “. Tangannya begerak. Dari lenganku, berjalan naik ke bagian wajahku. Menyusuri setiap lekuk. Perlahan seakan menikmati setiap inci dari wajahku.

“ Aku mencintaimu nona Seo “. Bisiknya lembut. Sesaat kemudian sesuatu menyapu bibirku lembut dan hangat. Tangan kanannya berada dipinggangku menjaga agar tubuhku tetap berada didekatnya sedangkan tangan kirinya menyentuh pipiku dengan hangat.

Tak lama sapuan bibirnya berhenti. Tidak untuk waktu yang lama. Karena kurasakan sesuatu itu kembali menekan bibirku. Memaksaku untuk membuka sedikit celah, menyambut bibir tipisnya yang mulai intens mengecupku semakin dalam. Aku menikmati momen ini, dan ada sesuatu yang sulit kuungkapkan sekarang, mungkin aku sudah masuk perangkapnya kali ini.

**

Sinar matahari pagi membangunkanku dari tidurku yang nyenyak. Aku masih dalam kondisi mengumpulkan nyawaku sepenuhnya. Pandanganku teralih kehamparan bunga lili putih yang ada diluar balkon sana, sangat menenangkan bisa melihat bunga-bunga itu setiap pagi.

Aku kemudian tersadar akan sesuatu yang melingkar indah diperutku. Sebuah tangan kokoh, tangan pria yang mencuri ciuman pertamaku.

Aku merutuki diriku sendiri mengingat kejadian tadi malam. Lagi-lagi Hyukjae berhasil menipuku dan membuatku tidur disini dengannya. Dia membohongiku dengan berkata bahwa ia punya penyakit insomnia yang akut dan harus ada yang menungguinya hingga tertidur jika tidak mungkin tidak bisa tidur hingga pagi. Lelucon macam apa itu, tidak ada penyakit seperti itu, dan aku benar-benar bodoh sudah menanggapinya.

Aku memutar tubuhku hingga menghadap kearahnya kini. Jujur wajahnya sangat tampan ketika sedang tertidur seperti ini, seperti malaikat sangat damai. Aku memberanikan diriku untuk menyentuh wajahnya perlahan-lahan menelusuri rahangnya yang mempesona naik keatas pipinya, menyentuh hidungnya, lalu turun kebibirnya yang tipis, jika wanita melihat bibirnya saat ini, aku yakin mereka pasti akan berebutan untuk menciumnya. Bibirnya benar-benar berbeda dipagi hari.

“ Sudah puas Seo Yong Sun ?”. Tanya Hyukjae yang tiba-tiba membuka matanya dan menatapku lembut.

“ Kau mengerjaiku ???”. Ucapku yang mulai kesal karena ternyata dia sudah bangun dari tadi.

“ Tidak .. .. aku tadi benar-benar tidur hingga tanganmu menempel dibibirku dan membuatku terbangun. Kau menginginkan ini ?”. Ucapnya dengan wajah yang polos sambil menunjuk bibirnya sendiri.

“ Dasar gila !! lepaskan tanganmu !”.

“ Kenapa kau sangat berisik, aku masih ingin tidur lagi “. Ucap Hyukjae yang malah mengeratkan tangannya diperutku.

“ YA .. .. aku ada kuis hari ini, cepat lepaskan !! “.

“ Tidak mau …. “.

“ Hyukjae-ssi !!! jangan membuatku kesal .. “.

“ Aishhh ….. kau benar-benar berisik “. Ucapnya yang kini bangun dan duduk disebelahku, aku menepis selimut yang ada ditubuhku dan memposisikan tubuhku duduk disebelah Hyukjae.

“ Awas kalau kau sampai membodohiku lagi “.

“ Itu bukan salahku, salahmu sendiri kenapa termakan omonganku. Kau benar-benar bodoh, ckckck “.

“ APA ??! kau bilang aku bodoh ??! Kau mau matiii , hah ?!!!! “. Ucapku berkacak pinggang.

“ Jangan teriak-teriak, nanti Sungmin hyung mendengar suaramu, dan tau kau tidur disini “.

“ Omo … !!!! Sungmin oppa, bagaimana ini …. ??? ini semua salahmu !! “. Ucapku kesal sambil memukulnya dengan bantal.

“ Hahahah .. .. mukamu lucu jika panik seperti itu. Tenang saja hyung tidak ada dirumah “. Lagi-lagi jantungku berdegup kencang, baru kali ini aku melihat dia tertawa seperti itu. Dia benar-benar sukses membuatku luluh kali ini. Setelah selesai menertawaiku dia mengusap pelan rambutku sambil tersenyum kecil dan ……

CHUP ~~

Sebuah kecupan singkat mendarat dibibirku disertai degupan jantungku yang tak jelas.

“ Kau terlihat cantik ketika bangun tidur “.

Sial ! mungkin wajahku sudah memerah tak karuan bak kepiting rebus. Diatas kepalaku seperti ada kembang api yang menyala-nyala dan disekitar wajahku seperti ada suara burung-burung yang sedang berkicau sahut-menyahut. Tuhan, aku menyukai pria ini ….

“ Bukankah kau ada kuis hari ini ? kenapa kau malah melamun ??”. Ucapan Hyukjae sontak membuat pesta kembang api dikepalaku berhenti dan membuatku bangkit dari kasurnya.

Belum sempat aku meraih gagang pintu kamar Hyukjae, seorang wanita tiba-tiba masuk kekamarnya. Wanita yang sangat familiar dimataku. Ia berlari memeluk Hyukjae . Aku hanya bisa menunduk berpura-pura tidak melihat adegan itu. Namun tampaknya Hyukjae terganggu dengan kehadiran wanita itu, dia meraih tangan wanita itu dan menyeretnya keluar dari kamar.

“ Sudah kukatakan jangan masuk kekamarku ”. Ucap Hyukjae dingin, aku masih dalam posisi berdiri diambang pintu, Hyukjae berada disebelahku.

“ Siapa wanita ini ? kenapa dia ada dikamarmu ? dia bisa masuk kesini sedangkan aku tidak ??!”.

“ Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi, pergilah “.

“ Kenapa kau seperti ini Hyuk-ah, aku sengaja kembali ke Seoul hanya untuk menemuimu “.

“ Hentikan Park Miina, pergilah sekarang … “. Ada perasaan senang ketika aku melihat Hyukjae ketus terhadap wanita ini. karena merasa suasana disini cukup panas, aku memutuskan untuk kembali kekamarku. Ditangga aku masih bisa mendengar teriakan wanita bernama Miina itu yang masih memohon untuk berbicara dengan Hyukjae. Aku tidak tau tentangnya, namun … aku sedikit penasaran apa sebenarnya hubungan mereka berdua.

**

Drrttt …..

1 Message

Kenapa lama sekali ?? aku sudah lelah menunggu …

                                                                                                                        Hyukjae

Aku mengerenyitkan alisku, apa dia akan mengantarku kekampus hari ini ? tanpa berlama-lama dengan pikiranku aku bergeas kelur dari kamarku dan menemuinya yang sudah menunggu diluar.

“ Cepat naik “.

“ Aku bisa naik bis, tidak perlu mengantarku “.

“ Pikirkan baik-baik, jika kau naik bis maka kau akan terlambat untuk mengikuti kuismu, karena  bis yang kau naiki akan berhenti disetiap halte yang dia lewati dan itu membuang waktumu. Mobil ini sebaliknya, dia tepat waktu …. Terserah kau nona Seo “. Ucap Hyukjae panjang lebar, teorinya memang benar sekarang saja waktuku sudah berkurang sekian menit karena pertengkaran dengannya tadi pagi.

Aku memasang seatbeltku dengan cepat ketika suara deru mobil sport Hyukjae berbunyi nyaring dan membuatku agak was-was. Dia mulai memacu mobilnya itu dengan kecepatan penuh.

“ Pelankan mobilmu … aku tidak mau mati muda “. Ucapku yang panik dengan kecepatan mobil sportnya Hyukjae.

“ Kau akan terbiasa dengan ini, tenang saja “. Aku hanya bisa mendelik kesal kearahnya yang tanpak santai mengendarai mobilnya.

Jonghyun Point Of View *

Aku sibuk membereskan barang-barang usang digudang rumahku. Setelah kematian hyungku aku tinggal dirumah ini sendiri. Agak kesepian memang tapi aku sudah mulai terbiasa dengan ini semua.

Setelah sibuk membereskan barang-barang yang tidak terpakai, aku kembali kekamarku. Disudut meja kamarku terpampang 2 buah foto. Foto hyungku dan foto seorang gadis. Aku mulai memperhatikan foto itu dengan seksama dan menatap foto seorang gadis difoto itu. Aku memijat keningku pelan sembari mengingat masa-masa lalu yang sangat menyakitkan bagiku.

Ddrrtttt …..

Unknown Number Calling

“ Halo “. Ucapku cepat menjawab panggilan yang tak terdeteksi itu.

“ …. “.

“ Aku tidak bisa “.

“ …. “.

“ Aku sudah tidak melakukan hal itu lagi “.

“ …. “.

“ Jangan paksa aku untuk melakukannya “. Ucapku sedikit kesal atas paksaan orang diseberang sana.

“ …. “.

“ Terserahlah … yang penting aku sudah tidak ingin terlibat lagi “.

KLIK

Aku membuang ponselku kesembarang arah dan mendesah berat. Tampaknya masa laluku akan kembali sebentar lagi …

Author Point Of View *

Hyukjae menghentikan mobilnya didepan gerbang kampus. Ia keluar dari mobilnya disusul dengan Yongsun yang tampak kusut. Yongsun berdiri dibelakang Hyukjae sambil merapikan bajunya. Hyukjae berbalik menghadapnya dan menatap penampilan Yongsun yang sedikit berantakan. Ia mendekati Yongsun dan menarik jepitan kecil yang bertengger indah dirambut Yongsun. Ia sejenak merapikan rambut Yongsun dan memakaikan jepitan berbentuk pita itu kembali kerambut Yongsun.

Yongsun hanya bisa tertegun memandangi pria yang ada dihadapannya kini. Ada rasa senang bisa berada disamping seseorang yang sangat memperhatikannya seperti Hyukjae. Setelah Yongsun kembali rapi, Hyukjae berbalik hendak meninggalkan Yongsun. Namun tangan Hyukjae ditahan oleh Yongsun yang masih menatapnya dari tadi. Hyukjae cukup terkejut dan menatap Yongsun untuk menunggu kata-kata yang akan dikeluarkan Yongsun.

“ Ummm …. Sebenarnya .. aku tidak ada teman untuk makan siang “. Ucap Yongsun sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Hyukjae hanya tersenyum kecil mendengar kata-kata Yongsun barusan.

“ Hhhmm … entahlah, sepertinya banyak wanita yang mengajakku makan siang hari ini “ Yongsun hanya mendengus kesal mendengar ucapan Hyukjae dan berniat pergi saat itu juga, tapi Hyukjae menahan tangannya.

“ Aku bercanda … nanti aku jemput … masuklah kau sudah terlambat “.

“ Ahh ! Benar, aku sudah terlambat …. Hati-hati … “. Ucap Yongsun sambil berlari masuk kedalam kampusnya.

Hyukjae Point Of View *

Aku memarkirkan mobilku tepat dipinggir trotoar. Saat ini aku sedang berada disebuah kompleks ruko yang kebanyakan kosong. Aku masuk kesalah satu ruko kosong tersebut dan menuruni tangga yang menghubungkan dengan ruang bawah tanah tempat dimana rekan-rekanku berada saat ini.

“ Kenapa kau lama sekali ?”. Ucap Junsu yang tengah sibuk dengan beberapa atribut penyamarannya.

“ Ada yang harus kuurus dulu “.

“ Sesuatu yang sangat penting pastinya “. Kini Seungri menyahut dari balik layar komputernya.

Seungri ahli dalam segala peng-hack-an dan meretas segala kode rahasia. Dia di DO (Drop Out) dari universitasnya karena ia ketahuan membobol rekening rektor universitasnya dan menggunakan uang itu untuk membangun sebuah rumah lengkap dengan club didalamnya. Kini dialah yang memberikan kami berbagai informasi tentang target dan dia juga yang menyiapkan tempat untuk mengeksekusi target.

Junsu mata-mata yang akan mengawasi gerak-gerik target dari H-7 sampai dimana hari pengeksekusiannya. Dia juga ahli dalam penyamaran, pemegang ban hitam taekwondo.

Doojun, sudah seperti saudaraku sendiri, dia seperti atasanku. Dia yang terhubung dengan klien kami dan akan menurunkan pekerjaan kepada kami. Dia juga yang mengurusi soal keuangan kami.

Aku ….. pekerjaan yang sederhana namun sangat keji, aku selalu mengutuk diriku setelah melakukan sebuah eksekusi. Melakukan eksekusi dan mencari berbagai perlengkapan senjata termasuk alat-alat pembunuhan lainnya , itu pekerjaanku.

“ Bagaimana senajata yang kupesan ? apa sudah sampai ?”. kataku sambil mengecek peluru dipistol FN FNP-45 milikku yang baru kukeluarkan dari belakang celanaku.

“ Mungkin sebentar lagi, Kau sudah mengecek lokasi eksekusimu ?”. tanya Doojun yang sibuk dengan berkas-berkasnya.

“ Ada banyak spot di universitas Seoul, aku sudah sangat hafal tempat itu “.

“ Besok akan kukirimkan data target kita, klien belum membeberkannya “.

“ Kenapa kali ini sangat misterius ?”. tanya Junsu penasaran.

Aku berkali-kali mengecek ponselku untuk memastikan paket senjataku sudah sampai atau belum.

Dddrrtttt ……

Troy Calling

“ Bagaimana ? “.

“…. “.

“ Sisa uangnya akan kutransfer nanti “. Ucapku mengakhiri pembicaraan lewat ponsel.

“ Aku akan pergi mengambil paketku “. Ucapku seraya memasukkan kembali pistolku kebelakang celana jeans hitamku.

 

Author Point Of View *

Yongsun mempercepat langkahnya ketika dari kejauhan ia melihat Hyukjae tengah berdiri bersandar pada sisi mobilnya sambil sibuk memainkan ponselnya.

“ Lihat itu pria disana … dia yang sering disebut oleh senior-senior kita .. Lee Hyukjae .. tampan sekali “. Bisik beberapa gadis muda yang berjalan disamping Yongsun.

“ Ia benar … dia mempesona sekali .. coba kita sapa dia “.

Mendengar kata-kata gadis muda itu, Yongsun memperlambat langkahnya dan memperhatikan Hyukjae dengan seksama. Hari ini dia mengenakan kaos lengan panjang berwarna abu-abu. Atribut kacamata hitam retronya melengkapi penampilannya.

Disana Hyukjae dikagetkan oleh kedatangan dua orang gadis muda yang sedang memasang tampang terbaik mereka.

“ Annyeonghaseyeo sunbae-nim “. Sapa kedua gadis itu. Hyukjae sejenak menatap mereka sambil menghentikan kegiatannya tadi.

“ Annyeong .. “. Ucapnya ramah sambil membungkuk sedikit.

“ Wah .. kau ramah sekali, boleh aku minta tandatanganmu sunbae-nim ?”.

“ Tanda tangan ??? aku bukan artis “.

“ Meskipun bukan artis, tapi kau sangat terkenal disini “.

“ Baiklah .. “. Hyukjae hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan hoobaenya itu.

“ Sedang apa disini sunbae-nim ? menunggu seseorang ?” . Tanya gadis yang lain.

“ Menjemput yeoja-ku … “. Ucap Hyukjae bersamaan dengan hadirnya Yongsun disamping Hyukjae yang jelas mengubah raut wajah dua gadis muda itu.

“ Terima kasih sunbae-nim, kami permisi dulu “. Ucap dua orang gadis itu lalu pergi sambil berbisik-bisik kecil.

“ Kau sangat terkenal tenyata “. Ejek Yongsun sambil melenggang masuk kedalam mobil Hyukjae.

“ Kau ingin makan apa ?”. Tanya Hyukjae yang sibuk dengan kemudinya.

“ Umm … Ramyeon “.

“ Ramyeon ?”.

“ Ramyeon buatanmu … “. Ucap Yongsun yang secara sembunyi-sembunyi tersenyum kecil.

“ Ini mengkhawatirkan …. Kelihatannya kau benar-benar menyukaiku “.

“ Apa yang kau katakan ?? aku hanya ingin makan ramyeon hari ini “.

“ Jangan salahkan aku jika ramyeonku bisa membuatmu makin tergila-gila denganku “.

“ Cih ! kau sangat percaya diri “.

“ Baiklah, aku akan memberikan masakan terbaikku hari ini untuk Seo Yong Sun “.

**

Setelah membeli beberapa tusuk odeng (kue ikan) mereka masuk kedalam apartemen Hyukjae. Sementara Hyukjae menyiapkan peralatan memasaknya, Yongsun sibuk dengan kegiatan menjelajah ruangan apartemen milik Hyukjae satu persatu.

Yongsun memperhatikan album foto Hyukjae, sesekali ia terkekeh melihat pose lucu Hyukjae kecil bersama ayah angkatnya.

“ Bagaimana ayahmu dan ayahku bisa saling kenal ?”. tanya Yongsun tiba-tiba.

“ Apa maksudmu ?”.

“ Bukankah ayahmu yang membawaku kerumah kalian ?”. Hyukjae diam mematung mendengar pertanyaan Yongsun. Dia sudah menduga bahwa ada saatnya Yongsun akan mempertanyakan hal ini padanya. Cepat atau lambat dia harus memberitahu semua kebenaran pada Yongsun.

“ Ramyeon pesananmu sudah jadi “. Ucap Hyukjae sengaja mengalihkan pertanyaan Yongsun. Dan benar saja, perhatian Yongsun sepenuhnya tertumpu pada ramyeon buatan Hyukjae itu.

Mereka menyantap ramyeon sebagai menu makan siang mereka dengan lahap, tidak jarang candaan bahkan adu mulut terjadi ditengah-tengah santap siang itu. Yang pasti hubungan mereka mulai melihat kemajuan yang pesat. Kini Yongsun tak malu untuk mengungkapkan rasa sukanya terhadap Hyukjae.

“ Kenapa diteras ini tidak ada bunga lilinya ?”. Tanya Yongsun yang kini duduk disebelah Hyukjae. Mereka tengah menikmati pemandangan sore hari diteras apartemen Hyukjae.

“ Aku tidak punya waktu untuk menanamnya, kau saja yang menanamnya “.

“ Kenapa harus aku ? aku sibuk … “.

“ Lihatlah nona ini …. Aku sudah memasakkanmu ramyeonmu tadi, hitung-hitung sebagai rasa terima kasihmu, lebih baik kau yang menanamnya “.

“ Aku sibuk …. Benar-benar sibukkkk …. “. Hyukjae hanya tertawa kecil melihat tingkah Yongsun yang seperti itu. Perlahan ia menyusupkan jari-jarinya kedalam jari Yongsun dan menggenggamnya erat. Yongsun yang melihat perlakuan Hyukjae itu hanya bisa tersenyum, dia terlalu senang dengan semua perlakuan Hyukjae padanya.

Hatinya berubah pada sosok pria itu semenjak Hyukjae diam-diam memberikannya bunga lili. Entah mengapa ia bisa melihat sisi lain dari sosok Hyukjae saat itu. Kini hadirnya Hyukjae memberikan kebahagiaan tersendiri untuknya, ia tidak lagi merasa kesepian dan takut. Yongsun sibuk dengan pikirannya sendiri, sambil merebahkan kepalanya dibahu Hyukjae. Sama halnya dengan Hyukjae, ia sibuk dengan pemikirannya sendiri. Ia menatap tautan jarinya dengan Yongsun dan bergumam dalam hati.

“ Jika nanti kau sudah mengetahui semua tentang diriku, … Apa aku masih bisa menggenggammu seperti ini ?”.

Hyukjae Point Of View *

Setelah menyantap sarapan pagiku, aku bergegas mengecek senjata yang kemarin baru kubeli untuk eksekusi hari ini. Remington 700 merupakan senapan sniper terbaik didunia. Setelah memeriksa Remington-ku aku pun memasukkannya ketasku dan mengambil kuci motor sport hitamku.

Aku mengendarai ducatiku menuju universitas Seoul tempat dimana targetku berada. Belum terlalu jelas memang, aku bahkan tidak tau siapa targetku kali ini, klien kami merahasiakan identitasnya.

Hampir sejam menempuh perjalanan, hingga akhirnya aku tiba di universitas Seoul. Aku memanjat salah satu ruko bertingkat 2 yang kosong. Ruko ini berhadapan dengan universitas Seoul.

Setelah sampai dibalkon aku mengeluarkan senapanku dan memasangnya dengan pas.  Aku mencoba membidik gerbang sekolah tempat dimana target akan berada.

Sambil mengenakan sarung tanganku, aku mencoba menekan panggilan cepat ke angka 1 yaitu Yongsun.

“ Kau sedang dimana ?”. Tanyaku masih sibuk dengan sarung tanganku.

“ Masih didalam kelas, apa hari ini kau kuliah ?”. Ucap Yongsun diseberang sana.

“ Tidak, hari ini aku sedang mengerjakan beberapa pekerjaan. Setelah kelasmu selesai langsung pulang. Kau juga harus bekerja bukan ?”

“ Iya tuan Lee aku akan langsung pulang ? ada apa denganmu ?”.

“ Hanya memastikan saja, aku tidak bisa menjemputmu hari ini “.

“ Kau tidak harus selalu menjemputku, aku bukan anak kecil lagi “.

“ Baiklah … telfon aku jika kau sudah dirumah “.

“ Aku mengerti tuan Lee .. annyeong “.

KLIK

Aku cukup senang sudah mengecek keberadaan Yongsun, hari ini dia harus langsung pulang. Aku tidak mau dia ada dikampus ketika aku tengah mengerjakan tugasku.

2 Jam Kemudian

Dddrtttt ….

Seungri Calling

“ Targetnu kali ini adalah wanita muda “. Aku kaget mendengar ucaoan Seungri, aku tidak pernah membunuh seorang perempuan. Aku benar-benar tidak akan tega.

“ Aku tidak mau melakukannya …. Bagaimana bisa kalian menyetujuinya, seorang wanita ?? “.

“ Uang sudah masuk Hyuk, lakukanlah. Lagipula kita tidak mengenalnya “.

“ Aku tidak bisa melakukannya “. Aku mendesah pelan sambil mengusap wajahku. Ini benar-benar berat. hati dan pikiranku benar-benar berkecamuk. Aku mendekatkan wajahku ke pemibidik aku mulai mencari target yang akan dieksekusi.

“ Wanita itu mengenakan baju putih dengan rok hijau muda. Dia memakai jepitan pita dirambutnya “.

Aku mencari wanita yang sudah dideskripsikan oleh Seungri itu. Aku menemukannya, tidak susah memang karena semua mahasiswa sudah bubar dan yang tersisa hanya beberapa orang. Aku mengamati wanita itu sedang berdiri dibawah pohon didekat gerbang membelakangiku. Tanpa pikir panjang kutarik nafas kupegang pelatukku.

DEG !!!

Aku kembali mengamati wanita itu …. Dia masih dalam keadaan membelakangiku. Tapi dari postur tubuh sepertinya aku mengenali wanita itu. Aku berusaha menepis berbagai pikiran diotakku.

Aku memicingkan mataku kembali dan memegang pelatuk. Tepat disaat aku akan mearik pelatukku, wanita itupun berbalik menampakkan wajahnya. Sontak tanganku kaku tidak bisa digerakkan sama sekali. Wanita itu … targetku … dia,

“ Yongsun ????”.

TBC////

12 thoughts on “[FF Freelance] Hands of Dragon (Part 6)

  1. omo,,jd targetnya yongsun??
    andweee…!!

    wah,,makin seru..sneng bgt lyat mrk ud jadian n gk malu2 lg mesra2an..tp ap ini akn brthan lama?? Smoga saja..

    Lanjutanny jgn lama2 dong..

  2. asikkk panjaaaanggg.. makasih author, kirain bakal post lama lagi, senengnya jadi pas mampir eh tahu2 uda post .. wkwkw 😀
    kyaaaa XD omo target hyukjae ternyata yongsun.. gimana itu jadinya
    kasihan hyukie ><
    yongsun itu OC apa emang aktris eon? aku penasaran *kena virus genre misteri
    ayo-ayo , semangat author.. masih penasaran

  3. bgaimana bsa seungri tdk mengenali yoongsun. Apa klien nya tdk melihatkan fto target pd mereka.? Aish. Maslah trberat hyukjae.
    Author cpatlah lnjtkan crtanya. Semangat.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s