“Trust Me, Mrs Lee” – Honeymoon (Part 4A)

 

Tittle :  “Trust Me, Mrs Lee” – Honeymoon (Part 4A)

Author :  elfishyga

Cast :

Kim Hyura (OC)

Lee Donghae (Super Junior)

Jessica (OC)

Genre :  Marriage Life and Romance (Special for Part 4)

Rating : NC 17

Length : Series

Previous : (Part 1) (Part 2) (Part 3)

Disclaimer : Cerita yang saya buat hanyalah cerita fiktif belaka yang didapatkan dari imajinasi saya. Mohon untuk menghargai karya saya dengan meninggalkan comment, like dan tidak memplagiat karya saya. Terimakasih.

 

“Yeobo-aa, apa barang-barangmu sudah selesai dibereskan ?” Seorang namja tampan yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia hanya melilitkan handuk disekitar pinggangnya. Sedangkan dadanya yang bidang diperlihatkannya begitu saja.

 

“Aaaaaaaaa !! Oppa !! Pakai dulu bajumu !!” Yeoja yang tadinya dipanggil yeobo oleh suaminya langsung saja mengeluarkan suaranya yang begitu nyaring. Lebih tepatnya teriakan yang memenuhi segala penjuru kamar mereka.

 

“Aigooo.. Hyura-aa, kau tidak perlu berteriak seperti itu. Lagipula kau sudah melihat lebih dari ini, kenapa masih saja berteriak ?”

 

“Ck, tapi aku tidak bisa dan tidak biasa melihatmu tidak menggunakan kaos. Oppa !! Cepat pakai kaosmu.”

 

“Maka dari itu kau harus bisa dan membiasakan dirimu melihatku seperti ini. Arrachi ?”

 

“Oppa !!” Yeoja cantik yang bernama Hyura kembali meneriakkan panggilan kasih sayangnya pada suaminya. Hyura memang kelihatan benar-benar malu dengan perkataan suaminya barusan.

 

“Hahaha, Hyura-aa. Wajahmu sangat merah, kau membuatku ingin untuk menci…”

 

“Oppa ! Kita harus cepat, jadwal penerbangan ke Jeju Island  kan jam 10.00 sekarang sudah jam 8.45” Ya, mereka pergi berbulan madu ke Jeju Island selama 4 hari, 3 malam. Semoga saja, tidak akan terjadi masalah besar yang nantinya akan merumitkan kehidupan rumah tangga mereka lagi.

 

“Hahahaha. Ne, nae yeobooooo” Donghae yang mendengar perkataan Hyura yang mengalihkan pembicaraan mereka hanya bisa tertawa jahil. Saat melihat rona merah diwajah Hyura, mendengar Hyura yang memanggilnya oppa benar-benar menjadi sebuah kekuatan tersendiri bagi Donghae.

 

 

*****

“Oppa !! Otte ?” Hyura yang baru saja keluar dari kamar miliknya. Ah ! Lebih tepatnya miliknya dan milik Donghae. Kini, ia berlari kecil menghampiri Donghae yang sedang duduk santai membaca majalah disofa empuk rumah mereka. Hyura menanyakan pendapat Donghae sembari tangan kanannya yang memegang rambut yang ia naikkan keatas dan tangan kirinya memegang tas kecil miliknya. Ntah, pose apa yang sedang Hyura lakukan ? Mungkinkah ada sesuatu yang ingin Hyura tunjukkan pada Donghae dengan penampilannya itu ?

 

 

“Eng…” Donghae yang tadinya sibuk membaca majalah miliknya kini sedikit mendongakkan kepalanya, mencari sumber suara yang kini sudah ada didepan matanya. Hanya erangan kecil yang dapat ia ungkapkan untuk mendeskripsikan penampilan istrinya. Harusnya dengan cepat Donghae menemukan 1 kata yang sangat cocok dengan Hyura, “Yepppoooo” hanya 1 kata itu lah yang harusnya Donghae deskripsikan.

Bagaimana tidak ? Hyura menggunakan baju baru yang ia beli kemarin saat pergi ke pusat pemberlanjaan bersama Donghae untuk membeli beberapa keperluan mereka. Baju yang sedang ia kenakan adalah baju yang sangat ia sukai, apalagi jika baju tersebut adalah baju pilihan suaminya, membuat Hyura semakin suka mengenakan baju tersebut. Ia memadukan bajunya dengan celana pendek berwarna biru yang memperlihatkan bagaimana mulusnya kedua kaki yang ia miliki. Ada pita kecil yang terdapat pada celana tersebut, pita kecil yang manis dengan warna yang senada dengan celana pendek yang ia kenakan. Ck, penampilannya benar-benar sempurna ditambah dengan tas kecilnya dan high heels kesukaannya.

 

“Oppa, kenapa diam saja ?! Otte ??” Dengan sedikit teriakannya Hyura kembali memanggil suaminya. Bukan karena teriakan kecewa seperti beberapa yang hari lalu, teriakan ini melainkan teriakan sebal karena namja yang ia panggil oppa hanya bisa menatap dirinya intens tanpa menjawab pertanyaannya.

 

“Emm.. Yeppo.. Keundhee (tapi)” Mulut Donghae akhirnya mengatakan 2 kata dengan 1 erangannya. Mulutnya berbicara, sedangkan tangannya memegang bahu Hyura dan sedikit memutarkan tubuh Hyura. Ck, seperti seorang designer saja padahal Donghae bukan seseorang yang bekerja dibidang tersebut.

 

“Wa…waaae ? Oppa !! Ge..geliii..” Hyura sedikit merasakan bulu kuduknya berdiri ketika Donghae memutarkan tubuhnya dan memberhentikannya tepat dimana posisinya membelakangi Donghae. Apalagi hembusan nafas Donghae yang sudah benar-benar menusuk tengkuk Hyura.

 

“Hyura-aa, baju ini memang bagus apalagi jika kau yang mengenakannya. Tapi, aku tidak menyukainya jika kau memperlihatkan tengkukmu seperti ini dihadapan orang banyak, nanti kita akan ke airport dan itu tidak menutup kemungkinan semua namja yang ada disana akan memperhatikan tengkukmu.”

 

“Ah !! Oppa !! Andwee !!”

 

“Diam Hyura-aa, sebentar lagi akan terlepas.”

 

“Oppa !! Appoooo !! Ya… ya !!”

 

“Hemm, begini kan lebih baik. Jadi, rambutmu bisa menutupi tengkukmu. Hem ??”

 

“Ck, oppa !! Padahal aku sudah susah payah menata rambutku. Kau tega sekali oppa, tadi kau juga menarik jepitnya dengan kuat. Itu membuat rambutku sakiiiit ! Menyebalkaaan !!”  Hyura sudah melangkah menjauh meninggalkan Donghae diruang santai diapartement mereka, sedangkan mulut Hyura ? Mulutnya tetap bekerja tiada henti memarahi suaminya sendiri.

 

“Bukan begitu Hyura-aa, namja mana yang rela tengkuk istrinya dilihat orang lain ? Kau kan tau aku paling tidak suka jika kau menaikkan rambutmu seperti itu selain dirumah ? Kenapa kau melakukannya ?” Donghae yang tadinya ditinggalkan Hyura diruang santai kini sudah berada dikamar miliknya dan juga Hyura. Ia menyenderkan tubuhnya dipintu kamarnya, matanya menatap intens wajah cantik Hyura. Donghae melihat bagaimana Hyura dengan cepatnya mengambil sisir dan menyirsir rambutnya yang dibiarkan tergerai. Dalam pikirannya Donghae sangat bingung alasan apa yang menyebabkan Hyura menaikkan rambutnya dan memperlihatkan tengkukny ? Karena cuaca yang panas atau karena ingin menggoda dirinya ?

 

“Oppa, aku pikir kau akan terpesona dengan pakaianku dan melupakan rambut yang sengaja aku naikkan hihi.” Jika kalian menduga Hyura akan marah pada Donghae karena perlakuan Donghae barusan sepertinya kalian salah besar. Hyura kini sudah memberikan senyum manisnya pada Donghae dengan cengirannya yang bisa membuat semua namja  termasuk suaminya sendiri lupa akan segala hal.

 

“Heng ? Tadi apa kau bilang Hyura-aa ?”

 

“Chagi-aa, apa ada gangguan pendengaran ditelingamu ?”

 

“Neo jinja. Kau sudah berani Hyura-aa ? Sengaja mengerjaiku dan sekarang memanggilku chagi ? Padahal setiap aku meminta kau memanggilku seperti itu kau selalu menolak.” Donghae melangkahkan kakinya menuju ke meja rias tempat dimana istrinya sedang berada dengan wajah yang sedikit ketakutan, senyuman manis yang baru saja istrinya tampakkan seketika memudar mendengar suara Donghae yang dingin dan wajah Donghae yang tak kalah dingin dengan suaranya.

 

“O..oppa, a..aku hanya me..mengetesmu saja. Jangan ma..mar..marah o..op..oppa…” Suara Hyura terdengar semakin kecil dan terputus, ia begitu takut melihat wajah dingin Donghae yang sekarang benar-benar dekat dengan wajahnya. Sampai-sampai ia bisa merasakan hembusan nafas suaminya tepat berada dibibirnya.

 

Donghae semakin memajukan wajahnya, mempersempit jarak diantara dirinya dan juga Hyura. Hyura yang merasakan ketakutan dengan wajah dingin Donghae tanpa sadar memejamkan matanya, dalam hatinya ia berdoa jangan sampai Donghae memarahinya karena kebodohan yang ia perbuat barusan. Sementara itu, Donghae yang masih berusaha untuk mempersempit jarak diantara mereka hanya bisa tersenyum kecil melihat bagaimana rasa takut Hyura ketika ia mengeluarkan aura dinginnya.

 

CUP !

 

Dengan cepat Donghae mengecup bibir Hyura dan berlari meninggalkan kamar mereka menuju ke ruang tamu apartement mereka, ia tidak ingin mendengar teriakan maut dari seorang  Lee Hyura.

 

“Ya !!!!!! Oppaaaaaaa !!!”

 

 

*****

 

 

Tung Ting Tung..

 

“Perhatian, kepada seluruh penumpang pesawat Jeju Airlines B-105 dipersilahkan untuk menaiki pesawat melalui pintu di sebelah kanan anda. Periksa kembali barang bawaan anda, agar tidak tertinggal diruang tunggu. Terimakasih”

 

Tung Ting Tung..

 

 

Pasangan suami istri yang akan berhoneymoon ke Jeju Island ini pun bangkit dari tempat duduk yang baru saja sekitar 15 menit mereka duduki.

 

“Aigoo, chagi-aa. Untung kita tidak ketinggalan pesawat, setidaknya menunggu 15 menit akan lebih baik.”

 

“Oppa, kalau kita ketinggalan pesawat juga karena kau tau.”

 

“Kenapa gara-gara aku chagi-aa ? Salah kau saja yang tidak menerima kissue dariku malah mengejarku sambil melempar bantal.”

 

“Ck, kau menyebalkan oppa.”

 

“Menyebalkan ? Jinjayo ? Tapi kau suka kan ? Atau kissueku tadi kurang lama ? Jadi sekarang kau pura-pura marah supaya aku bisa memberikanmu kissue lagi ?

 

“Ck.” Hyura yang tadinya masih mengaitkan tangannya dilengan Donghae kini melepaskannya dan jalan terlebih dahulu meninggalkan suaminya begitu saja.

 

Donghae yang merasakan banyak aura yang tidak nyaman dari semua tatapan namja yang memerhatikan Hyura berjalan sendiri, segera mengambil langkah seribu mengejar Hyura dan menarik tangan kiri Hyura untuk kembali mengaitkannya dilengan kanan yang berototnya itu.

 

“Ommo ! Ck, oppa ! Kau mengangetkanku.”

 

“Hyura-aa.”

 

“Ne ??”

 

“Bisa kah, kita jalan lebih cepat dan jangan lepaskan tanganmu dari lenganku ?”

 

“Waeyo ? Kenapa kalau sampai aku melepaskannya ? Apa itu salah ?” Hyura kembali mencoba untuk menggoda suaminya dengan menjulurkan lidahnya menghadap kesuaminya.

 

“Kau mau aku beri kissue sekarang juga atau tunggu sampai dihotel Hyura-aa ?” Donghae yang tidak mau kalah dengan kelakuan istrinya, kini menanyakan sedikit keinginan Hyura mungkin ? Atau lebih tepatnya keinginan Donghae ?

 

“Ya !! Oppa !!” Hyura sedikit berteriak dan memukul pelan lengan Donghae. Teriakan Hyura menarik perhatian beberapa namja dan juga yeoja yang mungkin saja akan satu pesawat bersama mereka menuju ke Jeju Island. Hal tersebut, membuat rona pipi diwajah Hyura seketika berubah menjadi merah padam.

 

“Aigo, chagi-aa. Pelankan suaramu, semuanya memperhatikanmu.”

 

“Biar saja mereka memperhatikanku, apa itu juga salah ?” Hyura yang tadinya malu kini mulai menggoda suaminya lagi. Ntah, siapa yang sudah menyebarkan virus tidak benar terhadap Hyura. Karena sekarang, Hyura sudah berani berkali-kali menggoda suaminya.

 

“Ne, banyak yang salah pada dirimu. Kenapa kau sangat cantik ha ? Lalu kenapa kau menggunakan celana pendek seperti itu ? Kau lihat namja yang ada disampingmu dan dibelakangmu semuanya terus memperhatikanmu. Aku jadi sebal kau tau ? Dan belajar darimana itu ? Kau sudah mulai berani menggodaku heng ?” Donghae membisikkan perkataannya ditelinga Hyura, sementara tangan kirinya masih terus memegang tangan Hyura yang berada dilengan kanannya, seakan ia tidak ingin Hyura melepaskannya. Tentu saja ia tidak ingin, ia sadar istrinya memang sangat cantik jika ia lalai sekali saja mungkin sudah banyak namja yang mendekati Hyura. Tapi, tidak dapat dipungkiri Hyura memang kelihatan sangat cantik dengan perpaduan pakaiannya.

 

“Jinjayo ? Kalau begitu kenapa kau begitu tampan ? Ajuhma-ajuhma dan yeoja-yeoja yang tadi duduk didepan kita saja masih sempatnya menoleh untuk melihatmu. Oh, ya apa kau cemburu ?” Dengan sedikit menginjit Hyura membisikkannya  tepat ditelinga sebelah kanan Donghae.

 

 

“Hahaha, biar saja chagi-aa, aku kan memang tampan. Kalau kau sudah tau jawabannya jangan pernah sekalipun membuatku melakukan suatu hal yang nantinya akan menyebabkan pipimu menjadi terbakar. Arra ?”

“Ne ? Pipiku terbakar ? Maksudmu ?”

“Aigooo. Maksudku aku akan membuat pipimu mengeluarkan semburat merah yang merona. Kau mengerti maksudku Mrs Lee ?” Dengan sedikit seringainnya, Donghae melakukan wink tepat ke arah Hyura.

“Ya !!” Hyura yang baru saja mengerti maksud Donghae kembali memukul pelan lengan suaminya. Apa kalian mengerti maksud keduapasangan tersebut ? Maksud mereka adalah kissue.

Pasangan suami istri yang akan berbulan madu tersebut berjalan semakin dekat ke tangga didekat pesawat sembari bercanda, terlihat beberapa kali Hyura yang memukul pelan lengan Donghae. Sedangkan Donghae ? Tangan kirinya tetap saja memegang tangan Hyura yang ada dilengannya. Sepertinya Donghae tidak ingin melepaskan Hyura dari jangkauannya, dan juga ia ingin menunjukkan kepada namja yang bisa dikatakan wajahnya dalam kategori tampan dan juga ajuhma-ajuhma sekaligus yeoja-yeoja yang genit terus saja melihat wajah tampannya, bahwa ia dan yeoja cantik disampingnya adalah pasangan. Lebih tepatnya pasangan suami istri, ia berusaha untuk menegaskan status dirinya dan Hyura melalui perlakuannya terhadap Hyura.

*****

        Ketika sudah naik kedalam pesawat, Donghae tetap saja melindungi istrinya dengan tetap melakukan skinship dengan Hyura. Keadaan jalan dipesawat menuju ke tempat duduk yang sangat sempit, tidak membuat Donghae kehilangan akal untuk melindungi Hyura dari tatapan namja-namja yang sedaritadi terus memperhatikan Hyura. Keduatangan Donghae, memegang pundak Hyura yang sedang berjalan didepannya.

Ketika Hyura dan juga Donghae sudah sampai didepan kursi nomor 25 A,B,C tempat dimana mereka akan duduk, Donghae yang berstatus sebagai suami kembali memutar akal diotaknya agar istrinya, Hyura tidak duduk didekat dengan namja yang sudah duduk di kursi nomor 25A sedangkan ia dan Hyura mendapat kursi penerbangan nomor 25 B dan 25 C. Istrinya yang cantik bak bidadari menyadari, apa yang sedang dipikirkan suaminya.

“Oppa, kau mau duduk didalam terlebih dahulu ?” Tanya Hyura pada Donghae dengan sedikit berbisik. Ia takut jika namja yang sudah duduk santai dengan kacamata hitam yang menutupi matanya akan terganggu. See ?? Hyura benar-benar istri yang baik, tidak hanya cantik ia juga pengertian akan sikap suaminya. Ia berusaha tidak membuat suaminya merasa cemburu.

“Ah. Ne, kau tidak apa kan duduk didekat jalan ?” Jalan yang dimaksud dengan namja tampan berpakaian casual ini adalah jalannya pramugari dan pramugara yang akan lewat nantinya.

“Gwencahana, oppa palli duduk. Jangan membuat banyak orang menunggu.” Hyura dengan senyuman manisnya sedikit memberikan perintah pada Donghae agar namja tersebut mempercepat gerak kerjanya.

“Ne. Kau juga.” Donghae yang sudah merebahkan badannya dikursi nomor 25B menarik tangan Hyura untuk segera duduk disampingnya, kursi nomor 25C.

“Ck, yeobo-aa kau lihat. Karena kau memakai celana pendek banyak yang terus melihat kakimu. Igo, pakai lah.” Dengan sedikit berbisik, Donghae mengatakannya tepat ditelinga Hyura, ia kembali membuat getaran ditubuh Hyura mulai muncul karena helaan nafas miliknya yang menyapu telinga Hyura. Donghae yang memang menggunakan kemeja berlengan panjang kini sedang berusaha untuk melepaskannya tanpa bermaksud mengganggu ketenangan namja yang duduk disebalah kirinya. Sedangkan sebelah kanannya ? Tentu saja ada Hyura. Siapa lagi ?

“Gomawo oppa.” Hyura mengambil kemeja yang diberikan Donghae padanya dan ia gunakan untuk menutupi paha putihnya.

*****

“Chagi-aa. Ireona.” Donghae berusaha untuk membangunkan istrinya yang tertidur dengan posisi kepalanya yang menyender lengan berotot miliknya sedangkan tangan kiri Hyura masih berada dalam genggaman tangan kanan yang hangat milik Donghae

“Em..” Hyura hanya mengeluarkan erangannya, sedangkan kesadarannya ? Masih belum sepenuhnya kembali.

“Chagi-aa.. Ireona, sebentar lagi akan lepas landas dan kita akan segera sampai di Jeju Island.” Donghae masih saja berusaha untuk membantu Hyura mengumpulkan kesadarannya, kini tangan kanannya membelai rambut panjang milik Hyura yang tergerai.

“Eng.. Oppa..”

“Hem ? Wae ?”

“Aku lapar.”

“Oppa juga. Nanti kita ke restoran terlebih dahulu saja kalau begitu. Eo ?”

“Ne.”

*****

“Oppa, kau sudah selesai makannya ?” Hyura yang sudah menghabiskan makanan yang ia pesan beralih menanyakannya suaminya.

“Eng. Kau lelah tidak chagi-aa ?” Donghae yang baru saja menyelesaikan makan siangnya kini sedang membersihkan mulutnya dengan sehelai tissue dari serpih-serpihan makanan.

“Aku sedikit lelah oppa, tapi aku ingin jalan-jalan kan sayang kita sudah kesini tapi tidak jalan-jalan.”

“Kau yakin tidak ingin istirahat lebih dulu ? Kan tidak lucu nantinya kau jatuh sakit dibulan madu kita ?”

“Hahahaha, aku tidak akan sakit asal oppa disampingku.” Hyura yang sebenarnya merasakan sedikit lelah tetap kukuh menutupi kelelahannya ia tidak ingin menyianyiakan kesempatan bulan madunya dan juga Donghae.

“Neo jinja ! Hyura-aa, kau belajar darimana merayuku seperti itu ? Sudah 2 kalinya kau merayu seperti itu.” Donghae yang sedikit shock dengan perkataan Hyura langsung menanyakan maksud perktaan Hyura. Hal tersebut adalah sebuah masalah bagi Donghae, perkataan Hyura benar-benar mencekatnya. Pasalnya Hyura yang ia kenal 2 tahun ini adalah Hyura yang manis dan pemalu, untuk memaksa Hyura memanggilnya oppa saja sangat sulit hinga akhirnya Hyura menyerah dan memanggil Donghae dengan sebutan oppa. Tapi sekarang ? Ia sudah bisa menggoda Donghae dengan rayuannya yang disertai senyuman manisnya.

“Wae ? Aku kan belajar ini semua dari oppa ? Dulu oppa yang selalu menggodaku, sekarang gantian. Hahaha, oppa mukamu kenapa seperti itu ? Lucu sekali hahahha.” Hyura tertawa membayangkan raut wajah Donghae yang seketika berubah, ia tertawa memperlihatkan gigi putihnya yang rapi.

Donghae terdiam beberapa sesaat membiarkan kebodohannya menjadi bahan tertawaan istrinya sendiri. Seketika Donghae tersenyum jahil melihat ke arah Hyura yang masih saja tertawa.

CUP !

“Ya !! Oppa !!” Hyura yang masih tertawa menjadi diam. Ia tidak tau bagaimana harus mengungkapkannya selain berteriak karena perlakuan Donghae yang menciumnya ditempat ramai seperti ini. Sepertinya Hyura salah mengambil keputusan dengan berteriak karena banyak pasang mata yang kini menatapnya. Sedangkan Donghae ? Ia sudah berdiri tepat didepan meja kasir, sepertinya membayar semua makanan yang kini sudah berada diperut mereka masing-masing. Hyura yang tidak nyaman hati, langsung berlari kecil mendekati Donghae dan mengaitkan jari mungilnya di jemari tangan Donghae.

“Oppa, kau membuatku malu.” Bisik Hyura ditelinga Donghae.

“Biar saja. Tapi, kau suka kan mendapat kissue dariku ?”

“Oppa !” Kejadian ini kembali terulang, Hyura kembali berteriak. Tapi teriakannya kali ini tidak sebesar teriakan sebelumnya sehingga tidak membuat perhatian pegunjung restoran beralih kepadanya.

*****

“Oah !! Jinja !! Neomuuu yeppo !! Oppa, kau pintar sekali memilih hotel ini ? Viewnya langsung menghadap ke laut.” Hyura yang baru saja menginjakkan kakinya dikamar hotel langsung menuju ke balkon kamar yang akan mereka tempati selama 2 malam ini.

“Siapa dulu ? Lee Donghae, kau suka kan  ?” Donghae yang sudah kelihatan lelah langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur yang nyaman dan empuk, membiarkan Hyura yang masih melihat lautan dari balkon hotel sewaan kelas exclusive mereka.

“Ne ! Neomu joahe !”

“Ah ! Oppa, kita ke pantai yuk sekarang ?” Hyura yang masih menikmati pemandangan yang ada dihadapannya mengajak Donghae untuk ke pantai yang sedari tadi ia kagumi.

“Besok saja chagi-aa, lebih baik kita menyelesaikn tugas kita yang tertunda tadi, Otte ?” Suara Donghae yang biasanya terdengar amat tenang tapi tegas kini berubah ntah menjadi berapa ratus derajat, suaranya terdengar sedikit menggoda. Untuk menggoda Hyura tepatnya. Donghae yang tadinya masih berbaring  dikasurnya yang empuk nan nyaman kini sudah bangkit dan berjalan mendekati Hyura dengan tatapannya yang intens dan raut wajahnya yang kelihatan errr… raut wajah percampuran antara wajah evilnya, wajah tampannya, wajahnya yang sedikit yadong mungkin ??

“ Ya ! Oppa ! Lepaskan tanganmu, sebelumnya kau kan sudah berjanji ingin mengajakku berjalan-jalan dulu.” Suasana angin pantai yang berhawa dingin seakan terasa menjadi hangat disekujur tubuh Hyura, ada seseorang yang memberikannya kehangatan. Dimulai dari bagian pinggangnya dan kini menjulur ke semua bagian tubuhnya. Donghae, yang memberikannya kehangatan memeluknya dari belakang dengan penuh kasih dan rasa cinta.

“Heng ? Kau lebih memilih bejalan-jalan sendiri atau bersamaku ?”

“Ya ! Kau mengancamku ??”

“Ahni, chagi-aa. Aku hanya bertanya, mana yang kau pilih. Sekarang pilih, kau ingin melaksanakan kegiatan yang mana ?” Raut wajah tampan Donghae, seakan berubah menjadi seorang wajah namja yang penuh dengan hasrat keinginan.

“Ck. Aku ingin berjalan-jalan tapi bersama denganmu, oppa. Kalau bersamamu, dimana saja kita kan selalu bersama ?” Hyura yang masih menatap ke arah view yang indah dihadapannya tidak berani sekalipun untuk menolehkan kepalanya ke sisi kanan maupun kirinya. Karena sekarang, ia berada dalam zona berbahaya. Bibirnya yang lembab mungkin saja akan bertambah lembab karena bibir seorang. Walaupun sudah menikah, kadang ada perasaan malu yang masih saja menghantuinya. Maka, ia lebih baik memilih jalur aman seperti sekarang ini, tetap memandang lurus ke depan melihat ombak yang terus saja bergurau dengan pasir pantai yang putih nan halus.

“Tapi, aku ingin sekali berduaan denganmu chagi-aa. Tujuanku kesini bukan hanya berjalan-jalan. Aku juga ingin menambah anggota keluarga kita, apa kau tidak ingin mengabulkan permintaanku ? Lagian disini tidak ada yang menganggu kita kan ?”

“Oppa, tunggu di Seoul kan juga bisa ? Jarang-jarang kita mempunyai waktu seperti ini, kau kan tau pekerjaan di kantor selalu semakin banyak.”

“Aigoo, chagi-aaaaa. Justru karena pekerjaan kita semakin banyak lebih baik kita mengambil kesempatan ini. Hari ini kita membuat aegi lalu besok aku mengajakmu berjalan-jalan, eo ? Lagian sekarang langit terlihat gelap. Kalau tiba-tiba hujan kan tidak seru chagi-aa.”

“Oppaaaa. Bagaimana kalau kita berjalan sebentar saja diluar ?”

“Ck, terserah padamu saja chagi-aa. Kalau kau ingin jalan-jalan sekarang silahkan saja. Aku ingin mandi dan tidur.” Donghae yang sedikit meledak karena permintaannya ditolak secara halus oleh Hyura, kini sudah melepaskan pelukannya pada Hyura dan berjalan mendekati kamar mandi. Ia, membiarkan suasana angin pantai menerpa istrinya. Sebenarnya ia tidak benar-benar marah atas penolakan Hyura barusan, hanya saja ide berpura-pura marah pada Hyura terlintas begitu saja dipikirannya. Donghae sendiri tau, Hyura tidak mungkin menolak suatu hal tanpa alasan yang jelas. Tapi, setelah Donghae berada dikamar mandi sekarang. Ia sedikit bergulat dengan pikirannya. Kenapa Hyura menolak permintaannya ? Apa Hyura benar-benar ingin berjalan-jalan disekitar pantai ? Apa sekarang Hyura benar-benar sudah pergi ke pantai sendirian karena ucapannya barusan ?

*****

Seorang yeoja cantik masih saja berdiri manis didepan balkon kamar hotel yang disewa suaminya.

“Ck, apa oppa marah denganku ? Tapi bukannya aku tidak mau, hanya saja aku merasa belum siap. Haiiish” Yeoja cantik itu, Lee Hyura. Sedang berpikir dengan kelakuannya sendiri terhadap suaminya sendiri beberapa saat yang lalu. Yang mengherankan adalah mereka telah melakukannya beberapa kali, tapi Hyura masih belum siap ? Aigo, jadi yang mereka lakukan biasa itu, bagaimana perasannya ? Jinjaaa..

“Haaaaa !! Eotokheee !!” Dengan suaranya yang sedikit kencang, ia berteriak. Mungkin bagi kebanyakan orang, suaranya sama saja dengan suara anak kecil. Karena volume suaranya saat berteriak tidak akan memekikkan telinga siapa pun.

“Ya ! Apa yang kau lakukan ? Berteriak didepan balkon sana ? kau tidak takut dibilang gila ?” suara itu, suara familiar sekaligus suara yang selalu ingin Hyura dengar dalam hidupnya, siapa lagi kalau bukan suara Lee Donghae.

“O..Op..Oppa, tidak marah padaku ?” Rasa khawatir kembali melanda Hyura, ia tidak ingin membuat suaminya marah dengan apa yang ia lakukan.

“Kau tidak berteriak ? Aku hanya memakai celana dan tidak menggunakan baju ?” Ada sebuah senyum terukir disana, terukir diwajah Lee Donghae, ia seakan rasa marah dan khawatirnya sudah terbayar dengan ekspresi Hyura sekarang.

“Ne ?!! Ya !! Oppa, aku takut kau marah denganku, kenapa kau malah mempermainkankuuu. Ck, menyebalkan”

“Hahahaha, aku memang marah denganmu. Tapi setelah aku pikir-pikir, kau selalu melakukan banyak hal dengan alasan yang jelas. Karena penasaran aku ingin tau apa alasanmu menolakku melakukannya denganmu ? Bukankah kita sudah pernah ?”

“A..i..itu ka karena..”

“Aigooo, chagia-aa. Kau jangan gugup begitu, aku tidak akan menerkamu hahaha.”

“Ck, oppa ! Selalu saja begitu, saat ak benar-benar ingin mengatakannya oppa malah bercanda ! Aku kan malu, harus melakukannya denganmu disini, sebelumnya kita belum pernah honeymoon sperti ini, aku mana tau apa yang harus ak per..bu..at” diakhir perkataan Hyura, ia menjadi bingung sendiri. Dalam hatinya ia merutuki dirinya sendiri, tidak harusnya kan ia mengatakan hal yang memalukan dirinya sendiri itu.

“O..oppa, kau jangan salah paham. Ma..maksudku..”

Belum selesai Hyura menyelesaikan pembicaraannya, Donghae sudah menarik Hyura kedalam pelukannya. Membiarkan Hyura bertepaan langsung dengan dada bidangnya yang tidak tertutup oleh selehai baju maupun singlet yang biasa ia pakai.

“Hyura, neo jinja pabboya ! Kenapa kau masih malu begitu dihadapanku ? aku bukan seseorang yang baru mengenalmu kan ? Aku suka semua hal yang kau lakukan, kecuali saat kau sedang menangis, itu akan membuatku merasa sakit. Lakukanlah semua hal yang menurutmu baik dan nyaman, aku akan selalu ada disampingmu. Arrachi ?”

“e..ehm..o..op..oppa, ak benar-benar takut, takut kau merasa tidak nyaman denganku. Ki,kita memang sudah sering melakukannya tapi disaat seperti ini membuat aku gugup. Aku tidak mau membuatmu kecewa.” Lagi dan lagi, suara Hyura terdengar gugup. Bukan karena ia takut dengan sikap Donghae, tapi ia takut apa yang baru saja ia katakan membuat Donghae berpikir yang tidak-tidak.

“Ck, neo jinja pabbonika chagi-aa. Harus berapa kali aku mengatakan padamu ? Aku suka semua hal yang ada dirimu, sifat manjamu, sifat dewasamu, saat kau marah karena aku menggodamu, saat kau tertawa dan bagian ini. Aku selalu menyukainya.” Tangan Donghae yang sedaritadi memeluk Hyura kini berpindah, tangan kirinya memeluk pinggang Hyura sedangkan tangan kanannya ? Tentu saja memegang bagian tubuh Hyura yang ia sukai. Ya, itu adalah bibirnya. Bibir tipis berwarna merah jambu milik Hyura, ia selalu suka. Apalagi saat Hyura menggunakan lipgloss, semakin membuat Hyura terlihat sangat cantik apalagi bagian bibirnya, awal terjadinya hal yang mungkin saja akan selalu bersejarah bagi kehidupan mereka kelak.

“O..oppa..hiks..hikss..”

“Aigo, chagi-aa. Apa aku menyakitimu ? Mian. Aku tidak bermaksud.” Donghae merasa panic dengan reaksi Hyura yang tiba-tiba ini, baru saja ia akan memulai suatu hal. Tapi Hyura ? Ia meneteskan airmatanya.

“Ah..ahni..Aku benar-benar sangat bahagia. Mendengar semua perkataan oppa membuatku benar-benar merasakan menjadi orang bodoh..hiks..kenapa aku harus memikirkan hal yang tidak-tidak.”

“Chagi-aa, jangan pernah merasa bersalah. Tapi, ubah saja pemikiranmu itu. Seperi sering melakukan ini.”

CUP !!

Lagi dan lagi, Donghae mencium Hyura.

“Aaa ! Appo ! Kenapa kau memukulku ! Ck, jin.. Hahahahahahahahahahahahaha aigooo, Chagi-aa, lihat wajahmu itu, hahahahahaha”

“Oppa, jangan menertawaiku seperti ituu ! Aaaahhh !”

Karena Hyura yang memukul dada bidang milik Donghae, tanpa disengaja posisi mereka benar-benar mendukung perkataan romantic Donghae barusan. Baru saja Donghae menertawai muka Hyura yang merah karena ia cium secara tiba-tiba dan Hyura marah sehingga memukul dada bidang miliknya. Dan sekarang ? Posisi punggung Donghae yang berhadapan langsung dengan dinginnya lantai kamar hotel mereka, diatas tubuhnya ? Hyura yang menindih tubuhnya.

Deg Deg Deg Deg Deg

Suara jantung baik milik Donghae maupun Hyura bekerja semakin cepat, posisi mereka yang mendebarkan dan juga tatapan mata yang saling beradu dan akhirnya tentu saja mereka selesaikan dengan adegan yang.. yaaaaaaaaaaaaa, kalian tau sendiri apa itu. Mereka mulai menempelkan bibir mereka dan akhirnya berlanjut membuat anggota baru keluarga Lee, semoga saja mereka berhasil.

TBC

 

Will you wait “Trust Me, Mrs.Lee – Honeymoon (Part B)” fanfiction ?

Hope it more romantic story from Lee Donghae and Lee Hyura

 

 

 

#DEEPBOW

Maaf dan Terimakasih untuk semua readers yang udah menunggu dan membaca ff ini.

Aku sadar dengan kesalahan aku yang udah lama banget gak publish cerita ini, bukan karena aku gak mau tapi waktu luang yang tersisa gak sebanyak dulu. Mohon dimaafkan ya, tapi kalau kalian mau marah ya aku terima.

Karena aku tau dan sadar, itu memang kesalahan aku. Semoga aku bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk mempercepat dan melanjutkan pempublishan ff ini.

Untuk “Trust Me, Mrs Lee” versi Honeymoon ini gimana ? Dapat feel romance nya gak ?? Moga dapat gak ? Gimana dengan alurnya ? Kalau ad yang menunggu konflik, sabar ya. Berikan waktu untuk Donghae dan Hyura berduaan hahahaha..

Mohon kritik dan sarannya ya, GOMAWO #BOW

Thanks for reading, see you at next time :)

18 thoughts on ““Trust Me, Mrs Lee” – Honeymoon (Part 4A)

  1. wuaahhhh….seruuu,tapi harus tbc.

    iya nih,knp lama bgt sih baru ada lanjutannya,,,lagi sibuk ya thor???
    tenang…aku ttp setia nungguin kok lanjutannya,kan rugi kali smpe ketinggalan ff kereeen ini 😉

  2. Buagussss thor … 😀
    DAEBAK !! Jjang
    *jeongmal mian bru bsa komen di part 4a ini 😦 dipart sebelumnya aku riders mian ya thorrrrrrrrrrrr
    #dibanting author

    ditunggu kelanjutanya 🙂
    hwaiting

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s