[Drabble] “Surat Cinta Terakhir Untukmu, Sayang” (Last Letter)

“Surat Cinta Terakhir Untukmu, Sayang.” by AidenTOP ||Cast: Aku/Hyena, Kamu/Your Bias, T.O.P, G-Dragon || Genre: AU, Angst || Length:Drabble || Rating: PG–17 || Disclaimer: OC dan alur hak paten&cipta berlaku pada saya. Cast milik Tuhan. Author tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini|| Warning : Out of Character, Diksi Gaje, Bulepotan Style, Typo masih halal.

A/N : dibuat atas dasar kegalauan ditengah kebosanan. Readers bingung? Itu yang author harapkan. LOL. Berarti author berhasil! Pernah dipublish disini dan disini dan disini.

Happy Reading.

.

.

Berteman malam, berselimut dingin pribadimu. Kubersedekap kepalsuan angan-angan tak bernyawa, mati dalam jiwa sia-sia.

Longlong angin cintamu menusuk nadi terkoyak menganga makin melebar berani. Mudahnya kau campakkan salam perpisahan, memuntahkan semua angan tulusmu untuk melepas tali simpul rumit ini.

Jalinan rumit terikal rusuh gelombang telah patah, rapuh. Serumit perasaan indah tak berdasar mulai sirna bersama mengeringnya samudera cintamu.

“Kita cukup sampai disini.”

Oh…indahnya puisi cintamu, sayang. Begitu menyandu segenap jagat raya benakku.

Bagaimana ini bisa memiliki akhir?

Kapan kita mengawalinya?

Oh…kuingat.

Kuingat, awal itu…

“Aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku…”

Bodoh!

Bodoh! Kau wanita lemah, Bodoh!

Dia sudah menjatuhkanmu!

Lembutnya kalimat penghinaan itu kau senandungkan, Sayang. Sungguh. Sanggup membuatku tidur dalam indahnya nirwana cinta berbalut panas neraka. Dimana semua kepalsuan tercipta dipenjarakan abadi panasnya

Haruskah aku tertawa untuk lelucon ini? Atau aku patut berterima kasih dengan kenyataan ini?

Awal pahit.

“Aku sudah lelah. Tidak bisakah kau sadari itu?” begitu kataku.

“Pergilah! Jika itu maumu!” kemudian kau malah menghardikku.

“Buk…”

Tak sampai rentetan alpabetik kata terkuak sempurna, kau pergi berbalik badan.

Apa? Kau pergi? Pergi meninggalkan aku? Aku dengan keterpurukanku?

Sungguh, Sayang. Indahnya lakumu itu, menderap lantai hancur perpisahan, tak peduli merah darah mengoyak urat telapak pijakmu. Mengucap selamat tinggal pada bayang hitam milikmu sendiri. Melewatinya pasrah.

Aku, si bayang kelam hitam semu itu menjuntai jalinan kristal di pipi. Melihatmu menyebrang pintu terang depanmu tanpa aku, yang tenggelam dimakan kepahitan dan penyesalan.

Punggung  tempatku mengadu kala kesepian mengintimidasi, berbalik berani memusuhiku lalu tertawa; Haha, matilah kau, wanita bodoh!

Kepahitan menyapa, memintaku untuk menerimanya lalu mendekapnya hingga mati.

.

.

“Lupakan aku.”

Pasti.

Jika dunia benar-benar letih berporos pada lintasannya. Jika Helios terbit diufuk barat. Jika Tuhan memutuskan benar-benar memusnahkan tempat para manusia laknat ini.

Kau tahu kapan itu terjadi? Tidak akan mungkin.

“Maafkan aku, Hyena.” Sendunya suaramu.

Sudah cukup kalimat terkutuk itu terbuang sia-sia, Sayang. Mungkinkah aku tidak memaafkanmu? Pintu maafku selalu menyambut hangat uluran penyesalanmu, Sayang.

.

.

“Dia tewas sekitar 3 jam yang lalu.”

“Segera lakukan otopsi.”

.

.

Bolehkah aku berharap angan berjelaga hitam kepalsuan? Nyatanya itu sia-sia tapi lembayung bayang sempurnamu menyingkap kemustahilan itu.

Kau hadir kembali.

Kau mulai mendekat, menyapa, membekap.

Berawal begitu sempurna. Senyum indahmu terukir menyambut ucap rinduku.

Tapi…

.

.

“Bagaimana dengan wanita ini?”

“Dia bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.”

“Lalu?”

.

.

Tapi kelabu debu berselaput sulam kepahitan menyergap, mendekap kenyataan lemah tak beralas hingga terpaksa jatuh terperosok mengarungi jurang kekecewaan.

Kau telah melakukannya. Kau benar-benar membuatku berani untuk melakukannya.

Mengapa?

.

.

“Kertas ini ditemukan disebelah laki-laki itu.”

“Apa ini? ‘Surat Cinta Terakhir Untukmu’?”

“Ya. Kau coba baca saja, Seunghyun. Kau pasti akan mengerti.”

.

.

“Karena kurasa melakukan ini adalah bukti cintaku padamu. Wujud rasa terima kasih tak terucap. Oh…Sayang. Mendengarmu mendendangkan namaku berlafas rintih dan penuh cacian kesakitan sungguh membuatku mampu mengukir senyum kembali. Setelah sekian lama bertekuk lutut pada kesengsaraan batin karenamu. Bisakah kau rasakan sakitnya? Perihnya belum mampu bersanding dengan gores luka yang sakitnya kau torehkan di palung hatiku, Sayang. Sekedar memberimu rasa itu saja. Sungguh aku begitu menikmati kala goresan abstrak yang kuciptakan menjadi indah kala tercetak pada kulit mulusmu. Mari kita mulai kembali memori semu kita dari awal.

 Di neraka…”

.

.

“Jadi, kau sudah mengerti, ‘kan? Sudah jelas motif dari semua kejadian ini?”

“Ya. Jangan pura-pura bodoh, Jiyong. Kau membaca surat ini lebih dulu.”

“Haha.”

.

.

 “Seharusnya namaku bersanding dengan milikmu. Bukan wanita itu. maka nasibmu akan berakhir sama seperti kertas cokelat ini.”

.

.

Serpihan kertas bertinta hitam bersampul cokelat terserak. Sepotong kertas lain tampak jelas menyurat sepasang nama; Lee Donghae & Kang Jina.

“Happy Anniversary, Sayangku. Kekasihku tercinta. Kekasih gelapku, Lee Donghae. Ah…dan selamat untuk pernikahanmu.”

Salam perpisahan.

Si bayang tak teraba dan terinjak

.

.

FIN

 A/N : Bagaimana? Silahkan rajam saya karena drabble aneh tingkat dewa ini. Ini sebagai debut saya setelah diterima lamarannya sebagai Author Tetap disini. Terimakasih ! ^^

10 thoughts on “[Drabble] “Surat Cinta Terakhir Untukmu, Sayang” (Last Letter)

  1. wow! *speechless* ini keren banget, sampe saking kerennya harus baca sambil melek biar bisa ngerti apa inti ceritanya haha *plak*
    diksinya keren & berat, tapi dikit-dikit bisa ngertilah hehe.
    good job! 🙂

  2. Aku suka banget sama drabblenya. Diksinya emang berat, tapi gaya bahasa kayak gini yang jadi favoritku. Setiap kata yang aku baca berasa feel-nya. Cuma mungkin butuh sekali lagi baca, soalnya aku belum dapet inti ceritanya, kurang konsen kayaknya. Hehehe~ 🙂
    Ah iya, sekalian salam kenal aku hoobae baru disini. ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s