Only U -Part 1

Tittle                 : Only U

Author             : FisshyAccount

Length             : Long Chapter

Genre              : Romance, Friend, Drama

Rating             : General

Cast                 : Eunhyuk-SJ, Yoojin-After School/UEE, Kyuhyun-SJ and another cast if you can find it

Author’s Note : Sangat membutuhkan kritik dan saran @liazuan. Don’t forget RCL~ [Read,Comment,Like]

*

Ckiiit, suara rem tiba-tiba dari sebuah taksi itu membuat beberapa orang disekitar taman menoleh. Seorang laki-laki keluar dengan tergesa-gesa sambil membawa tas ransel coklat muda kesayangannya.

“terima kasih pak, kembaliannya buat anda.”

“terima kasih anak muda, lain kali kalau perlu kabur telepon saya saja.”

Laki-laki itu tersenyum, mendengar sopir taksi bercanda terhadap dirinya. Ia memakai kembali spectacles dan topi, menatap taman yang sudah lama sekali ingin ia kunjungi. Ia berjalan dan mulai menikmati waktu bebasnya, seperti yang dikatakan sopir tadi bahwa kedatangannya kali ini dalam misi kabur dan lebih tepatnya sedang melarikan diri dari managernya. Park Kyuhan.

Katakanlah Kyuhan managernya daripada teman kuliahnya. Karena sejak ia merintis karirnya sebagai DJ Radio dan MC entertainment di TV nasional, Kyuhan selalu saja membuntuti dirinya kemanpun ia pergi. Risih dan mengganggu, tapi mau bagaimana lagi menolaknya jika laki-laki itu bilang ingin menimba ilmu di dunia hiburan dan berjanji bahwa nantinya ia akan sukses menjadi PD. Setelah 3 tahun berlalu mereka bekerja sama tetapi malah membuat dirinya jengkel, jadwalnya mulai berubah, kesibukannya bertambah dan istirahat pun tak leluasa. Keputusan pun selalu Kyuhan yang putuskan tanpa melibatkan dirinya.

Malam ini ia benar-benar perlu kabur dari orang satu itu. Bukan karena ia ingin meninggalkan jadwalnya, ia hanya ingin mendapatkan waktu istirahanya, dari tadi sore ia memang sudah menyelesaikan semua jadwalnya. Ia melihat tempat yang ia tuju sudah snagat dekat dan seperti biasanya tak ada satu orang pun yang duduk di bangku itu. Bangku itu memang terletak di ujung dan belakang, malam-malam seperti ini memang tak ada yang mau berjalan ataupun menghabiskan waktu ditempat menyeramkan seperti ini. Tapi bagi dirinya, tempat ini sudah cukup untuk bersembunyi dari Kyuhan.

Rrrrrrrrr..rrrr

“kau ada dimana?”

“aku akan segera pulang, kau pulang saja. Jangan coba-coba mencariku.”

“kau ada di taman bukan?”

Eunhyuk diam. Kyuhan tidak bisa dibodohi, mereka sudah 3 tahun bersama.

“kalau kau memang disana, baguslah. Jangan pergi ketempat ramai kalau tidak ingin terjadi maslah apapun.”

“kau kira aku bodoh,” ujar Eunhyuk senewen.

“tawaranku jangan diacuhkan, pikirkan dulu sebelum kau menolaknya. Naskahnya sudah kutaruh didalam tasmu.”

“hemm. Aku tutup.”

“besok pagi aku jemput,” kata Kyuhan sebelum akhirnya Eunhyuk memutuskan hubungan telepon mereka.

Eunhyuk menyudahi hubungan telepon dirinya dan Kyuhan. Lama ia menatap ponselnya, ia meingat kembali apa yang terjadi tadi sore setelah selesai menjadi MC di SBS. Alasan yang membuat dirinya nekat jalan malam-malam ke taman ini sendirian. Dan tak lama kemudian ia men-dial nomor 1.

“hyungnim!” seru orang yang menjawab telepon dari Eunhyuk.

“sedang apa kau bocah?”

“latihan. Ada apa hyungnim?!”

“sudah berapa kali kubilang jangan panggil aku hyungnim. Mendengarnya saja sudah membuatku meriniding. Kau pulang jam berapa?”

“jam 12.”

“jemput aku di taman biasanya.”

“kabur lagi?”

Eunyuk tahu bocah satu ini mengenal dirinya luar dalam. Tak ada gunanya juga berbohong.

“eoh.. aku tunggu jemputanmu.”

“oke. Sampai ketemu jam 12 nanti Hyuk.”

“YA! Kau…tut tut tut..”

Eunhyuk menatap kesal layar ponselnya, foto cute Kyuhyun yang menjadi display contact itu seperti tengah mengejek dirinya. tapi untuk malam ini ia tidak mau naik taksi lagi, mending minta jemputan.

Ia mengambil naskah yang dikatakan Kyuhan di telepon tadi. Naskah drama. Ia menghela napas berat, rasanya ia belum siap dan tak akan menyetujui tawaran kontrak ini. Walaupun banyak tawaran menjadi actor tapi menurut Eunhyuk, dirinya tidak punya talenta menuju kesana. Bukan tidak percaya diri, namun baginya apapun yang ia kerjakan seharusnya menjadi kebanggaan dan kesenangan bagi dirinya bukan karena tuntutan menghasilkan uang saja. Ia sudah senang dengan pekerjaannya sekarang.

Merasa pikirannya mulai lelah dan stress. Eunhyuk memakai earphone dan menyalakan iphone miliknya.

Fly high, so fly high, so fly high! Go! To the sky!

So fly high, so fly high, so fly high! Go! To the sky!

ijen naraboneungeoya!

simjangeul Burn up enjineul turn up

gaseumsok gamchwodun kkumdeureul pyeolchyeo namaneul mideo

ni soneul jabajulkke (I) can make your dream come true

jjaritaejin i neukkim jeo haneul bicheul ttaragabwa

nochijin anheulgeoya modeungeol gajilgeoya

sungan eul jeulgyeobomyeon dwae

nae sumi gappajyeodo meomchumyeon bunmyeonghi huhoehalgeol

sseudisseun silpaettawin duryeowohajineun ma

moduda neomeogaya hae(wo~) [SHINEe-Fly High]

BAG

Eunhyuk seperti mendengar benda keras ditendang. Ia mulai mngecilkan volume iphone miliknya.

BAG BAG

Kali ini lebih keras dan menurutnya suara ini berasal dari belakang punggungnya. Eunhyuk menoleh kebelakang dan ia bingung dengan apa yang ia lihat. Apa yang sedang dilakukan gadis cantik malam-malam seperti ini didepan mesin kaleng minuman???

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Gadis itu menarik nafas, menegakkan pandangan muka dan berjalan dengan sangat elegannya, memperlihatkan bahwa dirinya masih orang penting di Korea ini. Berusaha menutupi jati dirinya yang sebenarnya. Jadi seharusnya kedatangannya kali ini dari Tokyo harus disambut dengan banyaknya bodyguard. Namun, saat pintu keluar terbuka tak seperti harapannya. Ia tidak melihat adanya sekelompok bodyguard ataupun kamera paparazzi yang menyambutnya. Bandara Gimpo memang tidak seluas Incheon tapi paling tidak jangan sesepi ini!!

Yoojin pasrah dengan apa yang ia lihat. Kehidupan yang dulu sudah tidak bisa ia rasakan, sekarang ia harus lebih tegar dengan kenyataan pahit ini. Keputusannya untuk pulang ke Korea sudah bulat dan ia akan memulai semuanya disini. Ia berjalan ke café, membeli ice caramel mocha dan duduk sambil menghilangkan jetlag.

“aahh… bau kimchi sudah tercium darisini. Apakah aku harus makan kimchi malam ini?”ujarnya pada diri sendiri. Ada senangnya juga karena ia pergi sendirian tanpa ada yang mengatur.

Yoojin mengaktifkan ponselnya.

20.55 KST

Sejenak Yoojin bingung dengan tujuannya. Ia mengambil selembar foto yang dibaliknya tertulis alamat yang entah apakah penghuninya akan menerima kedatangannya dan mau membantunya atau akan mengusirnya?. Yoojin merasa dirinya tidak bisa diandalkan, sendirian di tanah kelahirannya.

“eomma.. appa.. tolong jaga Yoojin, jangan sampai anak perempuan manja ini mati sebelum balas dendam.”

Dua jam kemudian. Yoojin berjalan ke taman dengan koper yang diseret dan tas ranselnya. Entah mengapa, melihat taman ini membuatnya ingin sejenak menikmati angin malam sambil jalan-jalan seperti sekarang. Seperti mengingat kembali kenangannya bersama orang tuanya saat ia kecil. Dan ia senang saat melihat mesin kaleng minuman hangat tak jauh dari pandangannya. Segera ia kesana.

BAG

Yoojin menendang mesin itu. Sudah 2 kali ia memasukkan koin tapi tak ada satu pun kaleng kopi yang keluar. Ia mulai kesal.

“mwo?! Aku bahkan tidak bisa mendapatkan kopi hangat!”

“besok aku akan membeli semua minuman ini sekaligus pabriknya,” Yoojin mengeluarkan ponselnya dan men-dial nomor yang sudah ia hapal di luar kepala. Tapi, ia teringat bahwa semuanya tidak sama seperti dulu. Ia tidak bisa membeli pabrik ini besok.

BAG BAG

Yoojin menendang kembali mesin itu dengan kuat. Ia menyesal karena ia memakai high heels disaat mendesak dan membuat kakinya sakit. Ia kembali memasukkan uang receh dan memilih kaleng jus tapi tetap saja tidak ada kaleng yang keluar. Padahal, angin malam sudah membuatnya kedinginan.

“perlu bantuan?”

Yoojin menoleh dan menemukan laki-laki yang tersenyum padanya. Ia yakin laki-laki itu sudah melihatnya daritadi karena ia melihat tas ransel yang diletakkan di bangku tak jauh dari mesih tersebut.

“kau ingin kopi bukan?” tanya Eunhyuk lagi.

Yoojin masih mengamati laki-laki didepannya dengan teliti. Ia ingat kembali apa yang pernah ayahnya katakan, bahwa jika bertemu dengan orang asing jangan pernah menjawab pertanyaan mereka, belum tentu kebaikan orang tersebut tulus, dan lebih penting jangan pernah mempercayai orang asing.

Eunhyuk menunggu jawaban dari gadis itu tapi tak ada sahutan apapun. Ia pun memasukkan 1 koin ke dalam mesin dan mengetuk keras bagian tombol. Setelah memastikan sempurna, ia mundur sejenak dan dengan keras ia mengarahkan kakinya kearah tempat kaleng tersebut seharusnya keluar.

BAG… TUNG

Eunhyuk mengambil dan menyerahkan kaleng kopi yang hangat ke gadis tersebut.

“aku memang orang asing, tapi aku tidak berniat jahat.”

Yoojin menerima kaleng kopi yang hangat tersebut.

“sudah mau tengah malam, tidak baik perempuan masih keluar di taman sendirian. Apa perlu aku panggilkan taksi?” tawar Eunhyuk.

Masih tak ada jawaban juga. Eunhyuk mengalah dan kembali ke bangkunya mengambil tas ranselnya. Ia mengeluarkan ponselnya dan berniat untuk meneleponkan taksi untuk perempuan ini. Walaupun ia tidak mengenali tapi ia tidak suka melihat orang asing dan juga perempuan keluyuran tengah malam seperti ini. Belum sempat teleponnya tersambung, Eunhyuk sudah merasa lega.

“tidak usah menelepon taksi. Aku akan segera pulang. Dan…. terima kasih.”

Eunhyuk tersenyum.

Yoojin juga tersenyum.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Café Cinnamon, 15.35 KST

Eunhyuk menikmati ice Latte nya sambil menikmati tontonan broadcast MCnya sepekan kemarin. Ia melakukan penilaian apakah ia sudah sukses menjadi MC, karena ia tidak mau meninggalkan pekerjaan ini hanya gara-gara alasan kuno dan tidak kreatif. Karena hanya dunia DJ dan MC lah hiburan yang menurutnya mengasyikan. Selain bisa mengenal beberapa artis, penyanyi maupun band.

Sekaligus, dirinya mencoba menenangkan diri setelah mengikuti kelas acting yang belum lama ini ia ikuti. Kelas yang sebagian muridnya adalah seumuran mahasiswa itu membuatnya mati kutu dan harus menahan malu . Ia mengikuti kelas tersebut untuk mendapatkan peran di drama yang pernah Kyuhan tawarkan padanya.

Kau tahu manusia di dunia mempunyai kelemahan dan Kyuhan memanfaatkan kelemahanku untuk menyetujui kontrak debut perdanaku sebagai actor. Bukan masalah besar karena peranku tidak lebih dari ratusan scene. Tapi tetap saja pihak produser tidak semudah itu dikelabuhi akhirnya diriku harus menurut dan masuk ke kelas acting sampai proses syuting selesai.

Menyebalkan.

Eunhyuk duduk disamping jendela, seperti yang ia sukai. Café ini adalah langganannya dan menghabiskan waktu disini menurutnya cukup nyaman. Ia memandang kearah luar jendela, hujan gerimis mulai turun, tak menyangka bahwa musim hujan sudah dimulai. Ia memasang earphone dan menyalakan iphone.

Niga wooseumyuhn nado joha nuhn jangnanira haedo
Nuhl gidaryuhdduhn nal, nuhl bogo shipduhn bam naegen buhkchan haengbok gadeukhande
Naneun honjayuhdo gwaenchanha nuhl bol sooman iddamyuhn
Neul nuhui dwiesuh, neul nuhl baraboneun geuge naega gajin mogshin guhtman gata

Chingoodeul jigyupda marhaji neul gateun norael booreuneun naege
Hajiman geuge baro nae maeuminguhl geudae muhn gotman boneyo…
Hokshi nuhn geunal nae mameul alkka? Woorireul aneun chingoo modoo moin bam
Sool chwihan nuhl deriruh on geureul naege insashikyuhdduhn naui saengil nal [SJ-Good Person]

Sedang asyik mendengarkan salah satu favoritnya, lagi-lagi Eunhyuk harus terusik dengan ketidaknyamanan. Telinganya memang sangat sensitive sampai-sampai suara nyanyian tidak bisa mengalahkan suara tersebut. Eunhyuk mencari darimana arah datangnya suara berisik tersebut dan lagi-lagi ia terpana dengan apa yang ia lihat.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

“aku perlu kamar mandi?!”

“heh?!” pelayan itu masih bingung dengan pernyataan seorang pengunjung di hadapannya. Baru kali ini pengunjung café menanyakan toilet lebih dahulu daripada menu.

“kau tidak mendengar? Aku tanya dimana kamar mandi?”

“di belakang.” Sambil menunjukkan kerrah mana toilet berada.

Yoojin tersenyum, lalu dengan santainya ia meminta pelayan laki-laki tersebut untuk menjaga kopernya selagi ia ke kamar mandi. Tak lama kemudian Yoojin kembali dan mengambil kembali kopernya.

“aku pesan ice caramel mocha dengan krim yang banyak,” pesan Yoojin.

Pelayan tersebut mengangguk masih dengan wajah bingungnya. Tak jauh dari bangku tersebut, Eunhyuk tersenyum melihat siapa gadis yang membuat kekonyolan didalam café barusan dan membuatnya tidak bisa mendengarkan lagu favoritnya dengan tenang. Dan ia tidak menyesalinya.

Yoojin menatap sekelilingnya, café yang simple dan juga nyaman. Sempat ia berpikir bahwa ia akan kehujanan diluar sana dan harus berebut tempat di halte bis. Untung ia melihat café ini dan segera masuk.

“sudah seminggu tapi aku belum memutuskan sampai sekarang,” ujar Yoojin lemas.

“apakah akan baik-baik saja jika aku bertemu dengan orangnya?”

Seminggu berlalu dan ia menghabiskan waktu mengelilingi Seoul dan Insandong. Bahkan ia lupa untuk mencari alamat yang harusnya ia cari sejak seminggu lalu. Pastinya ia akan tenang karena sudah mempunyai tempat yang nyaman, daripada menginap di motel yang aneh semingguan ini.

“silahkan menikmati ice caramel mocha nya,” pelayan itu menyuguhkan pesanan Yoojin.

“terima kasih.”

Pelayan tersebut membungkuk sedikit menunjukkan rasa sopannya.

“ehmm.. maaf untuk kejadian tadi. Aku sedang terburu-buru jadi tolong jangan menatapku dengan tatapan seperti tadi lagi.”

“ne~ saya mengerti.”

“apakah kau mengenali alamat ini?” Yoojin tiba-tiba ingat dengan misinya.

Pelayan itu melihat alamat yang tertulis di belakang foto tersebut dan terkejut. Ia menatap Yoojin bingung. Alamat yang sangat ia kenali bahkan ia tahu siapa yang tinggal disana.

“mengapa menatapku seperti itu? Kau tahu alamat ini bukan?”

“te.. tentu saja. Alamat ini tidak jauh dari sini.”

“benarkah? Akhirnya..”

“aku bisa menghubungi taksi jika ..”

“tidak usah. Terima kasih karena sudah memberitahu.”

Pelayan tadi mengangguk kembali dan kemudian pergi meninggalkan Yoojin yang tengah gembira karena akhirnya ia menemukan alamat dari misinya. Tak lama lagi misinya akan segera sukses dan berharap ia tidak akan diusir.

“aku penasaran, seperti apa orang yang tinggal di alamat ini?”

Tanpa Yoojin sadari, sedari tadi Eunhyuk tidak mengalihkan pandangannya dari gadis tersebut. Entah mengapa setiap melihat gadis itu, hati Eunhyuk seperti berbunga-bunga, bahagia. Selama ia menjalani hubungan dengan banyak gadis, baru kai ini perhatiannya tercuri hanya karena kehadiran seorang gadis yang ia tidak kenali.

“hyungnim!”

“kau? Bagaimana bisa kemari?!”

Kyuhyun tersenyum dan langsung meminum ice latte milik Eunhyuk.

“tidak sengaja aku lewat dan sekalian saja mampir. Tidak tahunya ada hyung disini. Dimana Kyuhan?”

“sibuk di MBC. Kau tidak latihan?”

“kosong. Seminggu lagi albumku akan keluar, hyung harus membelinya dan jangan lupa mengundangku ke radiomu. Aku pasti akan sangat senang bisa datang lagi ke radiomu hyung.”

“aku mulai bosan melihatmu menjadi tamu di acara radioku, belum lagi di acara music nanti aku juga harus melihatmua.”

Kyuhyun tersenyum, ia berpindah duduk disamping Eunhyuk.

“hyung… kau kan baik padaku. Album keduaku ini juga harus sukses seperti tahun kemarin dan aku perlu bantuan radiomu untuk promosi. Ya? Ya??? Aku akan mentraktir hyung seminggu penuh kalau albumku sold out.”

Eunhyuk menghela nafas, sejenak ia melirik kearah tempat duduk Yoojin. Ia kecewa saat melihat bangku itu kosong, gadis itu pergi.

“hyung? Kau sedang melihat kemana sih?” Kyuhyun memandang kearah bangku yang sempat Eunhyuk amati barusan.

“akan aku pertimbangkan keinginanmu,” ujar Eunhyuk. “radio itu bukan milikku dan kau juga harus tahu ini kulakukan bukan karena aku ingin membantu. Aku hanya ingin meningkatkan ranting radio saja. Ingat itu!”

“oke. Tidak masalah bagiku, yang penting aku akan menjadi tamu radiomu hyung.”

“kau masih memanggilku dengan hyung? Hyungnim?” tanya Eunhyuk, sorot matanya menyiratkan ketidak sukaan dengan sapaan tersebut.

“kebiasaan dan susah untuk dihilangkan. Aku akan mengoreksi cara bicaraku. Mian~”

“jangan terlalu sering bertemu denganku dan meminta bantuanku bocah.”

“aku hanya bosan di rumah.”

“carilah teman. Kau penyanyi terkenal tapi tidak bisa mendapatkan teman satupun. Bagaimana dnegan masa depanmu nantinya? Kau ingin hidup kesepian?”

Kyuhyun menggeleng.

“kau sudah 25 tahun tapi kelakuan tidak berubah sejak lulus smp. Aku jadi bersalah.”

Kyuhyun beranjak. Eunhyuk menatap Kyuhyun. “aku pulang. Jaga diri baik-baik.”

Kyuhyun meminum kembali sisa ice latte milik Eunhyuk dan pergi keluar dari café.

Apakah masih ada kesempatan untuk bertemu dengan gadis itu lagi?

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Ting tong ting tong

Suara bel menggema di ruang apartemen milik Eunhyuk. Baru saja ia menyelesaikan jadwal DJ radionya dan ingin segera mandi tapi mengapa malah ada tamu yang tidak diharapkan datang. Dengan langkah lemas, Eunhyuk menuju intercom yang terpasang diruang tamu. Ia mengaktifkan dan melihat sebuah penampakan yang mungkin akan membuatnya jantungan saat itu juga. Mukanya langsung berubah 180 derajat dan bingung dengan apa yang ia lihat.

“permisi.. apakah ada orang didalam?”

Eunhyuk masih diam tak menjawab. Ia menatap kembali ke layar intercom, wajah yang tidak mungkin ia lupakan.

“permisi.. aku mencari orang yang bermarga Lee. Apakah orang itu penghuni apartemen ini?”

Lee.

Eunhyuk benar-benar bingung. Apa yang harus ia lakukan? Mengapa ada tamu aneh di malam hari seperti ini?

Eunhyuk membuka pintu dan benar-benar membuatnya yakin bahwa ini bukanlah mimpi baginya. Gadis itu ada dihadapannya. Gadis yang ia temui di taman hampir tengah malam seminggu yang lalu, gadis di café yang membuatnya gila karena tidak bisa mengalihkan perhatian, gadis yang ia harapkan bisa ia temui lagi. Sekarang gadis itu ada didepannya, sama persis, dan ia ingat betul dengan koper yang selalu dibawa gadis itu.

“anda tuan Lee?”

Eunhyuk sadar dari lamunannya. “iya. Anda?”

“annyeonghaseyo. Aku datang kesini karena mencari anda dan ingin meminta bantuan. Ibu saya mengirim saya kesini dan beliau berpesan jika ada masalah saya bisa menemui anda untuk minta bantuan.”

“aku.. membantu..mu?” Eunhyuk masih bingung dengan yang dikatakan gadis itu. Perasaan dirinya tidak pernah membuat masalah dengan namanya perempuan. Selama ini ia hanya bermain-main saja dan seingatnya ia belum pernah mengencani gadis satu ini.

“ini,” gadis itu mengulurkan sebuah foto ke Eunhyuk.

“ibuku yang memberikannya padaku dan dibelakangnya ada alamat apartemen ini. Anda pasti anak nona Lee, bukan?”

Eunhyuk diam saja. Ia mengamati foto ditangannya. Foto dua orang perempuan yang masih muda dan ia sangat mengenal wajah diantara dua orang tersebut. Ibunya. Eunhyuk melihat kembali kearah gadis didepannya yang tengah menanti sepakatah darinya. Namun, saat ini bahkan dirinya sendiri tak tahu harus bicara apa.

“kau tunggu disini,” ujar Eunhyuk.

“huh?”

BAK

Pintu tertutup persisi didepan wajah gadis tersebut.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Yoojin tidak tahu apakah langkahnya sudah benar seperti ini. Ia tidak menyangka bahwa yang akan membukakan pintu adalah seorang laki-laki muda. Padahal ia berharap  teman ibunya lah yang akan menyambutnya. Maka dari itu Yoojin bingung harus bicara apa tadi, semoga laki-laki itu tidak salah paham.

“kau tunggu disini,” ujar laki-laki tersebut.

Belum sempat ia bertanya lagi. Pintu apartemen didepannya tertutup tepat didepan wajahnya. Yoojin kaget, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan tidak sopan seperti ini. Apakah orang Seoul memperlakukan setiap tamunya seperti ini? Menyuruh menunggu diluar pintu?

Lain halnya dengan Eunhyuk. Saat ini dirinya benar-benar lelah, kepalanya pusing, tangannya bergetar dengan hebatnya dan ia berusaha untuk mengontrol emosinya. ia tidak boleh mengikutsertakan emosinya. Gadis itu… bagaimana bisa mempunyai hubungan dengan ibunya? Dan lebih mengejutkan lagi, foto ibunya tepat saat dirinya terakhir kali melihat wajah ibunya.

20 tahun.

Ia tidak menyangka akan membuka kenangan pahitnya kembali setelah 20 tahun ia mencoba untuk menjadi anak yatim piatu. Sampai akhirnya gadis itu membawanya mengingatkan kepada wajah cantik ibunya dulu yang tanpa perasaan meninggalkan dirinya dan ayahnya yang sedang sakit keras. Ingatan menyakitkan itu masih jelas.

Eunhyuk mencoba menenangkan dirinya sendiri. Ia bangkit dari sofa dan menuju ruang gudang. Ia mengambil kotak yang berada paling bawah dan debu tebal melapisi setiap benda didalamnya. Begitu juga  dengan sebuah album biru. Ia membalikkan album tersebut pelan sambil mengingat bagaimana masa kecilnya saat bersama ibunya dan ia menemukan foto yang sama persisi dengan foto yang berada di tangannya. Dan satu lagi foto yang mirip namun ada dirinya disana dan juga gadis kecil manis yang berpose disampingnya sambil menggandeng lengannya.

Flashback

Saat Eunhyuk berumur 8 tahun.

Eunhyuk kecil sedang menatap ibunya yang tengah duduk dnegna eleganny.

Saat dirinya tahu ibunya bekerja di dunia perfiliman, ia sangat memuji dan menjadi fans berat ibunya. Walaupun teman sekolahnya suka mengejeknya karena memiliki ibu yang jarang di rumah dan selalu pulang tengah malam, ia tidak peduli. Belum lagi rumor yang mengatakan ibunya punya kekasih lain yang sering mengantar ibunya pulang. Ia akan berpura-pura tuli.

Eunhyuk tidak mau mempercayai semua rumor dan gunjingan tersebut. Karena menurutnya ibunya adalah wanita yang mempunyai charisma, kecantikan dan juga pintar. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk terus menjadi fans ibunya.

“hyuk jae~ah, mengapa menatap ibu seperti itu?”

“ibu cantik.”

Lee Sun Hye, ibu Eunhyuk tersenyum. Ia merapikan pakaian anaknya yang sekarang terlihat tampan.

“terima kasih. Ibu juga bahagia karena memiliki anak laki-laki yang tampan seperti Hyuk Jae.”

“jinjja?”

Sun Hye mengangguk. “Hyuk Jae bisa juga menjadi artis seperi ibu kalau kau mau. Sebelum kesempatan itu datang Hyuk Jae harus berjanji pada ibu selalu sehat dan menjadi murid pintar.”

“hem. Hyuk Jae berjanji. Suatu saat nanti, Hyuk Jae akan menjadi artis dan akan bermain film bersama ibu.”

“anak pintar.” Sun Hye mengelus kepala anaknya lembut.

“kita menunggu siapa? Apakah tamu yang sangat penting? Aku tidak terlalu suka tempat ini dan juga pakaian ini. Dasinya membuatku susah bernafas.”

Sun Hye tersenyum. “kita akan bertemu orang penting makanya berpakaian seperti ini. Ibu akan bertemu dengan teman lama dan dia akan membawa anak perempuannya. Hyuk Jae tidak boleh nakal padanya.”

“tentu saja. Hyuk Jae anak yang baik mana mungkin nakal.”

“Sun Hye~ ah !!!”

“ooh.. Kyung Mi!!”

“bagaimana kabarmu? Aku melihatmu menjadi artis terkenal dan baru sekarang kau menghubungiku untuk bertemu. Betapa jahatnya dirimu.”

“maaf, aku juga perlu mempersiapkan diri sebelum bertemu denganmu bukan. Orang penting sepertimu pasti sangat susah mencari waku kosong.”

“jangan berlebihan. Aku pasti akan meluangkan waktuku untuk bertemu teman baikku ini.”

“terima kasih sudah datang.”

Kyung Mi melihat seorang anak laki-laki yang berdiri di samping temannya dengan tatapan kagum. Padahal sejak Kyung Mi datang, Eunhyuk kecil sudah lebih dahulu terpesona dengan gadis kecil yang berjalan dibelakang teman ibunya itu.

“anakmu?” tanya Kyung Mi.

“iya. Hyuk Jae perkenalkan dirimu.”

“annyeng haseyo. Lee Hyuk Jae-imnida.”

“ahhh… aku sangat menyukai anak laki-laki. Kau pasti bangga mempunyai anak laki-laki yang tampan dan juga sopan.”

“dia beda denganku Kyung Mi. Anak ini lebih banyak mewarisi sifat suamiku dan aku bangga.”

“aku tahu itu,” ujar Kyung Mi bercanda.

Kyung Mi pun menggandeng anak perempuannya agar mendekat kearahnya dan untuk pertama kalinya Hyuk Jae bisa melihat wajah gadis kecil itu dengan sangat jelas pertama kalinya.

“annyeng haseyo. Kim Yoojin imnida. Senang bertemu denganmu dan juga tante.”

Flashback end

“… Kim Yoojin….”

Eunhyuk segera membereskan kotak terebut dan menuju ke pintu apartemennya. Ia menarik nafas dan membuka pintu dengan pelan. Ia merasa lega karena gadis itu masih didepan apartemennya, duduk sambil memluk kedua lutut. Pandangan mereka bertemu dalam kesunyian.

“Kim Yoojin?”

Gadis itu kaget saat mendnegar namanya diucapkan dengan jelas dari mulut laki-laki yang baru ia temui ini. Ia bangkit dan berdiri. Ia berdoa didalam hati bahwa laki-laki yang memanggil namanya dengan jelas ini bukan karena tahu siapa dirinya, tahu maksud ketangannya dan tahu latar belakang keluarganya.

“masuklah.”

Yoojin berharap ini bukanlah malam terlamanya, ia ingin segera istirahat.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

To be continue~

11 thoughts on “Only U -Part 1

  1. daebak..suka sama alur yang bikin jelas,masing-masing side nya jelas. Dan suka sekalii sama couple ini Euhie couple forever ^^, cepet di publish yah chinggu nxt part nya,biar gk kepikiran terus hahahahaha

  2. eonni itu yang pas eunhyuk lagi ngelamun di cafe ada sebagian yang malah POV nya dia…padahal dari awal kan POV ya author…
    aku kangen couple ini…terusin yaaa.jangan mogokkk….

  3. huaaaaaaaaaaaaa mimpi apa ada uiee… huaa snangnyaah.. ini pnasaran sm jalan crtanya,, kira kira ada apa di balik ms lalu ya

  4. Ceritanya buat org penasaran dgn kalimat berikutnya, apa yg akan terjadi n apa yg akan dceritakn kemudian…benar2 keren ceritanya, part 1 udh buat org penasaran. Lanjut ya

  5. wuhuuuuuu uee eunhyuk lagi :*
    author kita yg satu ini tau aja favorit saya
    superschool >< ❤
    jadiii….uie ga inget si unyuk itu siapa ya? cieee…unyuk inget amat ama uie, kayaknya ngebekas amat XD #plak

  6. Suka ceritanya, part 1 ini bikin penasaran pengen cepat2 baca part 2.

    Oia, aku rader baru. Bangapta..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s