Umbrella (Part 2)

Author: bluemallows

Main Cast: Bae Suzy ‘Miss A’ and A member of 2PM

Genre: Romance

Length: Chaptered

Disclaimer: Muncul dengan sendirinya karena author yang lagi galau (?) dan untuk menyambut datangnya musim penghujan~

Previous part: Part 1

#

Jhoneun.. Nichkhun-imnida.” Sambung namja itu

Suzy merenyit, “Nich.. Nich, apa?”

“Nichkhun, begitu saja.”

Yeoja itu masih memandang aneh wajah namja yang berjalan perlahan di sampingnya. Dia siapa? Memangnya ada orang Korea yang memiliki nama sepanjang dan seaneh itu? Tapi, meski aneh aku seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya.

Pemuda-dengan-payung-warna-biru-langit di samping Suzy melempar senyum, “Baiklah, panggil aku Khun saja. Tidak sulit kan?”

“Khun? Kau yakin itu namamu?” Tanya Suzy sambil memandang pemuda itu dari ujung rambut hingga sepatu converse milik pemuda itu.

Nichkhun mengerutkan dahinya seraya memandang lekat wajah Suzy, “Apa? Tolong jangan berbicara terlalu cepat, aku tidak dapat menangkap apa yang kau katakan,”

Suzy tersenyum, “Kau berasal dari luar negeri?” ia sengaja mengganti pertanyaannya pada Nichkhun.

Namja itu mengangguk pelan, “Thailand.”

Mulut Suzy terbuka, “Thailand? Kau pergi ke sini untuk liburan?”

“Ng, Bisa dibilang begitu.” Sahut Nichkhun.

“Jadi.. Selama ini, saat aku berbicara denganmu kau tidak tau apa yang kubicarakan?”

Pria berdarah Thailand itu meringis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan. Sesuai dugaan yang dibuat oleh Suzy sendiri, ia menggelengkan kepalanya. “Kau berbicara terlalu cepat, dan aku hanya dapat memahami satu-dua kata yang sering kudengar dari drama-drama Korea.” Ucap Nichkhun.

Suzy meneguk sisa kopi panas yang ada di dalam gelas Styrofoam dari Nichkhun hingga tandas. “Tetapi, entah mengapa aku senang menceritakan semuanya padamu—walau aku tidak tau jelas siapa dirimu.”

Keduanya duduk di bangku halte bus – seperti biasa – sambil memandang lurus ke depan, menunggu bis jurusan yang akan berhenti ke tempat mereka masing-masing, Gangnam dan Nowon. Hal yang berbeda rupanya terjadi pada hari ini, bus ke arah Nowon datang lebih awal dari pada bus arah Gangnam.

Pemuda itu tersenyum, lalu melambaikan tangan pada Suzy tanpa mengatakan apapun. Suzy hanya tersenyum kecil sambil membalas lambaian tangan pemuda itu. Nichkhun dapat melihat gadis itu sedang tersenyum senang, tidak seperti kemarin, kemarin, atau kemarinnya lagi –  ia hanya menggerutu dan tidak pernah tersenyum senang seperti itu.

Nichkhun Buck Horvejkul; Ia duduk di bangku tengah di dekat jendela, sendirian. Matanya mengarah keluar jendela, titik-titik air hujan membasahi jendela bus yang sangat bersih dan terawat. Ia memeluk tubuhnya sendiri, tidak seperti di Bangkok, di Seoul jauh lebih dingin – ya, sebentar lagi musim gugur akan datang.

Pikirannya melayang, mengingat hal yang seharusnya ia kerjakan di Seoul. Ia pergi ke Seoul, bukan untuk sekedar liburan melainkan sekaligus mendapatkan ide untuk menyelesaikan novel ke-7 miliknya. Ia dituntut untuk membuat novel yang harus selesai sebelum bulan Desember depan. Sudah empat belas hari lamanya ia berada di Seoul, sedikit lebih lama dari jadwal yang sudah ia buat sebelumny – 10 hari – tetapi ia sangat menikmatinya, karena ada gadis yang membuat pikirannya sedikit terbuka.

Nichkhun menangkap bahwa Suzy adalah seorang mahasiswi yang memiliki banyak beban dalam bidang akademis dan memiliki segudang permasalahan lainnya – sama sepeti semua orang. Gadis unik, aneh, dan mungkin tidak diperhatikan oleh lingkungan sekitarnya sudah menjadi pemandangan sehari-harinya setiap jam 4 sore, setiap kali ia pulang dari coffee shop di dekat salah satu universitas swasta Seoul.

#

Namja itu berjalan keluar dari coffee shop tempat biasa ia menuangkan isi pikirannya di dalam buku catatan kecil yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi. Tanpa sengaja, ia melihat yeoja itu memergokinya.

“Nichkhun-ssi!” Suara yang tidak asing menggetarkan gendang telinga namja yang sedang berjalan di trotoar. Hujan seakan datang terlambat sore ini.

“Tumben sekali hari ini tidak hujan,” Gumam Suzy sambil berjalan di samping Nichkhun dengan payung warna biru langit yang terlipat rapi di tangan kanan namja itu. Sedia payung sebelum hujan.

“Hari ini mood-ku sedang lebih baik dari pada hari biasanya,” Ucap gadis itu sambil tersenyum-senyum.

Dahi Nichkhun merenyit, berusaha mengerti kata-demi-kata yang di lontarkan Suzy perlahan,“W.. Wae?” Pemuda itu tau, ia tidak mungkin sepenuhnya mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Suzy, tapi apa salahnya untuk bertanya?

Gadis itu tersenyum antusias, “Jadi, kemarin aku sempat mengirimkan fiksi buatanku ke blog, dan kau tau? Keesokan harinya fiksi buatanku sudah masuk kategori Top Viewers dengan comment dan likes terbanyak untuk hari itu!”

Di benak Nichkhun, ia hanya menangkap kata fiksi, blog, dan top viewers. Bisa diartikan jika Suzy adalah penulis di blog, dan tulisannya masuk ke dalam kategori top viewers. “Kau, penulis?”

Ne, aku sudah pernah mengatakannya berulang kali padamu.” Jawab Suzy

Mereka berdua terdiam.  Tetesan air hujan mulai turun dari atas langit, membasahi perlahan-lahan kota itu. Nichkhun memandang gadis di sebelahnya sesaat, lalu membuka payung warna biru langit miliknya. Senyum permanen yang menempel di wajah Nichkhun seolah menular kepada seorang disebelahnya sore ini. Gadis itu terus melempar senyum, pada siapapun.

“Aku sangat menyukai hujan,” Ujar Suzy tiba-tiba

Nichkhun melingkarkan tangannya pada tubuhnya sendiri untuk menahan dinginnya tiupan angin, “Nado.”

“Jika hujan dapat menghapuskan noda bekas lumpur yang menempel pada mobil,” yeoja itu melempar pandangan ke arah mobil sport berwarna merah, lalu melanjutkan “Tentu hujan juga dapat menghapuskan rasa sakit di hati semua orang, kan?”

Pemuda itu tidak menjawab. Ia perlu mencerna satu per satu kata yang diucapkan dengan cepat oleh Suzy.  Meski Nichkhun tidak dapat mengerti apa yang diucapkan oleh Suzy sepenuhnya, entah mengapa ia senang sekali mendengarkan celotehan gadis itu sejak pertama kali mereka bertemu. Awalnya ia hanya ingin melindungi gadis itu agar tidak terkena hujan, namun gadis itu terus saja tidak membawa payungnya sendiri, dan akhirnya selalu bergabung dengannya.

Mungkin jika namja itu fasih berbahasa Korea, ia akan menjawab “Aku menyukai filosofimu.”

#

“Nichkhun-ssi, mana yang lebih kau sukai, happy ending, atau sad ending?”

Sad ending.” Jawab pria itu mantap.

Suzy memandang pria di sampingnya, “Wae? Sepertinya banyak sekali yang menyukai sebuah cerita dengan sad ending,” ia menggigit bibir lalu melanjutkan, ” Seseorang memintaku untuk membuat fiksi dengan sad ending. Tapi aku tidak pernah bisa,”

“Aku justru lebih senang membuat kisah dengan sad ending.”  Sahut namja itu.

“’Membuat kisah’ kau penulis?” Tanya Suzy

Tidak ada yang boleh tau siapa Nichkhun, batin pemuda itu dalam hati. Ia menatap Suzy dengan raut wajah bingung dan pasrah. Ia tidak ingin kejadian tahun lalu – Di Singapura – terulang lagi di Korea Selatan. Kejadian yang tidak berbeda jauh, seseorang mengenalinya dan ia menjadi seolah tenggelam di kerumunan massa.

Berbeda dengan raut wajah Nichkhun, raut wajah Suzy menggambarkan rasa penasaran yang seakan sebentar lagi akan meledak, “Sebentar.. Namamu Nichkhun Buck Horvejkul?”

Nichkhun memutar bola matanya, saat pertama kali memperkenalkan dirinya, ia hanya berkata, namanya ‘Nichkhun’. Jika gadis itu tidak menyukai cerita dengan sad ending, tentu saja ia tidak akan membaca novel karya Nichkhun yang sudah diterjemahkan dalam 3 bahasa – Inggris, Korea, dan Mandarin.

“Kau, penulis best seller itu kan?” Pertanyaan Suzy semakin menghimpit Nichkhun untuk mengatakan yang sebenarnya.

Pemuda itu tersenyum, dan meletakkan jari telunjuk pada bibirnya – mengisyaratkan Suzy agar tetap diam, menjaga ‘rahasia kecil’ milik Nichkhun. Bola mata Suzy berbinar, gadis itu sama sekali tidak pernah menyangka namja di sebelahnya adalah seorang penulis terkenal.

“Awalnya aku tidak mengira kau adalah Nichkhun, hanya saja rasanya aku pernah melihatmu entah dimana,” Kata Suzy sambil tersenyum lebar.

Pemuda itu tetap tersenyum, tanpa menjawab perkataan Suzy. “Bagaimana cara membuat sad ending? Kurasa semua novel bergenre sad sudah menjadi ciri khas tersendiri yang dimiliki Nichkhun.” Tanya Gadis itu

Nichkhun mendesah dan berpikir beberapa saat – berbicara dengan bahasa asing bukanlah hal yang mudah, “Setiap kali aku menulis, aku hanya memikirkan hal ini, ‘Hanya karena cinta itu indah, bukan berarti semuanya berakhir bahagia’. Kurasa hanya itu.”

“Hanya itu?”

Pria itu mengangguk.

“Aku benci perpisahan, dan mungkin karena itu aku tidak menyukai sad ending,” Gumam Bae Suzy sambil menundukkan kepalannya, memandang sepatu hitam yang sudah menemaninnya selama 2 tahun.

“Pepisahan selalu identik dengan tangisan, dan hal-hal menyedihkan lainnya.” Tambahnya.

Nichkhun mengunci rapat mulutnya, dan duduk di bangku halte bus seperti biasa. Belum sempat Suzy ikut duduk, bus menuju Gangnam sudah datang menjemputnya. “Annyeong,” Ucap Suzy sambil melambaikan tangan pada pemuda itu.

#

Kini bukan celotehan yang keluar dari bibir Suzy, melainkan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan pada Nichkhun. Seolah Nichkhun adalah artisnya, dan Suzy adalah wartawannnya. Meski ada banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Nichkhun, tapi paling tidak hal itu sudah membuat keduannya senang.

“Nichkhun-ssi, bagaimana ceritanya sampai kau menjadi penulis hebat seperti saat ini?” Tanya Suzy, berlagak seolah wartawan yang haus akan berita.

“Ah, aku mulai menulis sejak usia 17 tahun, dan awalnya tulisanku sangat amat berantakan,” Jawab Nichkhun, ia berpikir sejenak, “Banyak kritikan pedas yang dilontarkan untukku, tetapi aku belajar banyak dari semuanya. Dan jika aku membaca tulisanku sejak awal, semuanya memiliki progress ke arah yang lebih baik.”

“Coba kau baca lagi tulisan-tulisanmu dari awal, kau pasti menyadari progress yang kau sendiri alami.”

Suzy mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia berpikir tentang dirinya sendiri, meski banyak tulisan yang sudah ia hasilkan, tapi ia belum pernah membacanya dari yang pertama hingga yang terakhir.

Sepuluh menit lamanya gadis itu menghujani pertanyaan untuk Nichkhun. Dan baru kali ini, Nichkhun tidak merasa terganggu sedikitpun oleh pertanyaan-pertanyaan dari gadis berparas elok di sebelahnya. Namja itu tidak habis pikir, gadis di sebelahnya memiliki tubuh dan wajah yang sangat sesuai untuk model, tetapi kenapa ia malah memilih menjadi penulis?

“Kurasa ada banyak sekali hal yang kupelajari darimu,” Ucap Suzy sambil tersenyum.

Nichkhun membalas senyum gadis itu dengan senyuman juga. Keduanya duduk di bangku halte bus, tanpa berbicara sepatah kata pun. Sesekali mereka bertukar pandang dan terkikik pelan. “Suzy-ssi,” Panggil Nichkhun

Ne?

“Coba pejamkan matamu,”

W..Wae?

“Pejamkan saja kedua matamu,”

Gadis itu hanya menuruti perkataan Nichkhun, menutup matanya.

“Sekarang, dengarkan suara tetesan air hujan yang jatuh di atas atap halte bus ini,”

Suzy mengerutkan dahinya, mendengarkan setiap suara tetes air hujan yang membasahi atap halte bus. “Lalu?”

Tidak ada jawaban. Mungkin Nichkhun hanya mempermainkan Suzy dan meninggalkannya duduk sendirian di halte bus itu. Perlahan gadis lugu itu membuka matanya, dan mendapati wajahnya hanya berjarak beberapa centi dari pemuda di sampingnya.

To be continued..

#

A/N: Banyak yang ngira cast namja­-nya Wooyoung atau Junho ya? Gimana rasanya waktu tau kalo ternyata cast namja-nya Nichkhun? ._.v

Maaf banget kalo FF ini agak kacau, alurnya kecepetan dan dengan segala kekurangan lainnya T^T

Ditunggu commentnya ya, apapun komentar kalian tentang FF ini! Don’t be a silent reader!

40 thoughts on “Umbrella (Part 2)

  1. hyaaa Q salah, Q kira namjanya junho oppa kekekek
    tapi khun ppa jga boleh, kn jarang couple ini hihihi
    lanjut chingu moga zy makin bagus tlsannya and khun jga novelnya
    aigoo khunppa mau ngapain thu kekeke nyiumn ya 🙂

  2. Yaay..
    Ternyata itu Khun oppa 😀
    Jarang” nih ada ff KhunZy ^^

    Ckckkc..KhunZy sama” penulis ya 🙂

    Lanjut thor ^^

  3. Gak tw knp.. Cemburu bnget ama eonni suzy.. Berasa gk iklas gitu klo eonni suzy ama khun oppa.. Khun oppa kan hanya milik aku seorang
    #dilemparwinkieskejamban

    suzy eonni ama junho oppa aja ya.. Aku iklas kok.. Walo junho sbenerx pcar aku
    #embatsmwmember2PM

    eh, blm kasi jempol bwt author yg udh bwt aku envy..
    Kaya’a part yg ini kependekan x thor.. Tpi gk papa lah..

    Lanjut bca part terakhir deh..
    Kkk

  4. Jarang jarang khun dipasangin sama suzy 🙂 awalnya aku kira khun benar benar bisu, eh ternyata dia seorang penulis 😀

  5. Wahhh ternyata nichkhun oppa tohh kirain kemarin cast cowok.a itu si junho oppa, wahh ternyata sy salah besar…
    Ngebayanginn nichkhun mha suzy,, hmhm kyk gmn gitu soal.a aq sering bc fanfic.a author yg cast.a nichkhun-tiffany, mereka sdh mendarah daging d benak quu… Tp cerita bgs kok thor, alur aq suka apalagi mha setting.a pake’ “hujan”….
    Keep writing yahh thor… Ttp menghasilkn karya” yg luar biasa…. !!! Hwaitingg (˘-˘)ง !!

  6. jaringan lg error, komen gagal mulu :/
    eh eh.. nickhun nakal ckck
    bner kata nickhun tuh thor, suka dibaca lg ga karyanya yg lama? *digetok
    sukses buat author!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s