I Can’t Let You Go (TEASER)

Image

Hello semuanya, saya author baru di wordpage ini. Nama saya ya katakanlah Firuki Chun/ Firuki Shin atau Shin Insung.

Mari saling berbagi mulai sekarang.

Tittle : I Can’t Let You Go

Author : Firuki Chun

Casts :

G.O a.k.a Jung Byung Hee

Ahn Sohee

Lee Jungshin

Ka Eun

Ratting : PG 13

Genre : Romance

Sohee, seorang gadis dinamis yang hidupnya biasa-biasa saja tiba-tiba di terima di sebuah perusahaan kosmetik besar di Seoul. Yang ia tahu tentang sebuah perusahaan kosmetik pastilah para pegawainya juga orang-orang bertalenta dan memiliki jiwa fashion yang tinggi. Tapi dugaannya langsung hancur ketika melihat direkturnya, Byung Hee adalah sosok lelaki muda dengan dandanan super kuno dengan kacamata besar.

Lalu bagaimana kehidupan gadis itu dilingkungan barunya?

-Coming Soon-

Bleeding Note—Chaptere #1

“Jika ada orang bodoh yang mengatakan bahwa dia mencintaiku, satu senyum sinisku untuknya. Jika ada orang pintar yang mengatakan bahwa dia membenciku, satu senyum tulusku untuknya-sungguh—

—tapi jika ada orang bodoh yang mengatakan dia membenciku, —maaf— aku harus membunuhmu—“ 

“—kau membenciku? Berarti kau membenci Tuhanku…..”

“Bleeding Note by AidenTOP” Continue reading

Restless (Part 5 – End)

A Story by Pseudonymous

Title: Restless || Main cast: 2PM’s Wooyoung & SNSD’s Taeyeon || Genre: Romance & Life || Length: Chapter || Disclaimer: Terinspirasi dari film dengan judul yang sama || Credit Poster: Tumblr || Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4

***

Rasanya aneh, kembali ke bangsal lama itu. Perawat yang bertugas, beberapa di antaranya tidak Taeyeon kenali. Petugas yang mengantar Taeyeon mengatakan bahwa Wooyoung ditempatkan di kamar pribadi. Taeyeon menelusurkan ujung-ujung jemarinya di sepanjang dinding-dinding koridor sambil mengikuti perawat itu, dan mengingat-ingat. Ia masih ingat bahwa koridor ini biasa ia lewati saat hendak mengunjungi ibunya dan ia kembali melewati koridor itu sekarang.

Perawat itu berhenti berjalan. “Wooyoung ada di dalam kamar ini.” Ia menunjuk pintu yang ada di hadapannya. Kamar 143.

“Ah, ya. Terimakasih.”

Continue reading