[FF Freelance] Hands of Dragon (Part 8)

Title : Hands Of Dragon Part 8

Main Cast : Seo Yong Sun

Lee Hyukjae

Support Cast : Lee Jonghyun

Park Miina

Lee Sungmin

Genre : Mystery & Romance

Rating : PG

Length : Continue

PS : FF ini akan berakhir di part ke-9, terima kasih untuk dukungannya. Happy Reading ^^

Disclaimer : No Plagiatism !!!!

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5, Part 6, Part 7

Author Point Of View *

“ Aku …… si Tangan Naga, ….. orang yang membunuh ayahmu “.

Yongsun seperti disambar petir bertubi-tubi. Ia ingin menepis semua kata-kata Hyukjae saat ini, tapi yang ada hanya kebingungan dipikirannya kini. Hyukjae menatap Yongsun yang tengah menunduk, ia mengeluarkan sebuah pistol dari belakang celananya. Ia mengulurkannya kepada Yongsun.

“ Ini yang kau tunggu selama ini, lakukanlah … , “ Yongsun terpaku menatap sebuah pistol yang tengah ada dihadapannya, ia bahkan tidak membayangkan bahwa Hyukjae akan menyuruhnya untuk melakukan hal itu.

“ Jika aku mati, kau akan tenang. Tidak akan ada dendam lagi, kau harus mengakhirinya “ entah apa yang tengah dipikirkan Hyukjae sekarang, banyak hal-hal yang seharusnya tidak ia lakukan malah sekarang ia berani mengambil keputusan seperti itu.

Yongsun melangkah perlahan maju mendekati Hyukjae. Ia menatap pria dihadapannya itu dengan tatapan tidak percaya, sebaliknya Hyukjae hanya mengeluarkan aura dinginnya pada sang gadis. Yongsun langsung memeluk Hyukjae, saat itu juga airmatanya tumpah dibahu Hyukjae.

“ Katakan kau membohongiku …. Katakan kalau semua ini tidak benar “.

“ … “.

“ Kumohon Hyukjae … “.

“ Tidak ada yang kusembunyikan lagi sekarang. Silahkan jika kau ingin membunuhku … , “ ucap Hyukjae sambil melepaskan tangan Yongsun yang menggantung dilehernya.

“ Kenapa kau lakukan ini padaku !!!! “ suara Yongsun mulai meninggi, rasanya ia ingin menumpahkan semua emosinya.

“ Kau mempermainkanku ? kenapa tidak kau bunuh saja aku dulu !! kau harusnya membunuhku dan tidak bermain-main dengan perasaanku !!! “.

Hyukjae hanya dia menatap Yongsun yang menangis dibawahnya. Ingin sekali rasanya ia memeluk gadis itu dan mengatakan bahwa semuanya hanya tipuan, tapi ini keputusan yang paling tepat untuk mereka berdua.

“ Yongsun ??? …. Hyukjae berhentilah ,“ Sungmin datang tiba-tiba datang.

“ Keluarlah Yongsun “ Yongsun masih tak bergerak dari tempatnya, ia masih terisak. Tak sabar Sungmin lalu menarik tangan Yongsun untuk berdiri dan pergi dari tempat itu. Namun sebelum melangkah pergi ia menatap Hyukjae sejenak dan berbisik pelan,

“ Kau melakukan kesalahan “.

Yongsun menepis tangan Sungmin dan melangkah masuk kedalam kamarnya. Ia benar-benar terpukul kali ini. Sungmin tidak bisa berbuat apa-apa, ia sesekali memijat pelipisnya dan mendesah pelan.

**

Kini Hyukjae memilih untuk menjauh dari Yongsun. Bahkan ia sudah tidak pernah datang lagi kerumahnya sejak 2 minggu yang lalu, ketika dikampuspun sebisa mungkin ia menghindari Yongsun. Seperti kejadian tadi pagi, mereka berpapasan dikantin, baik Yongsun maupun Hyukjae sama-sama acuh tak acuh satu sama lain. Meskipun didalam hati Hyukjae ia merasa sakit melihat Yongsun memperlakukannya seperti itu. Ketika ia merasa merindukan wanita itu, Hyukjae hanya bisa melihatnya diam-diam di Snowflakes atau ditoko buku yang biasa Yongsun datangi bersama temannya.

Sementara Yongsun sudah seminggu tidak pulang kerumah keluarga Lee, ia memilih untuk menyewa sebuah flat kecil di dekat tempat kerjanya. Sungmin tidak tau soal ini, karena ia sedang bertugas di Busan. Hanya Hyukjae yang tanpa ia sadari selalu mengawasinya setiap hari tanpa lelah.

Tepat dihari ulang tahunnya kemarin, Hyukjae sengaja mengiriminya sebuah boneka panda yang besar dan banyak makanan ke flat Yongsun. Tidak hanya itu, lewat pemberitahuan Kirin, ia mendata segala keinginan Yongsun dihari itu. Yongsun ingin sekali mempunyai beberapa tangkai bunga lili diflatnya. Tanpa sepengetahuan Yongsun, saat ia bekerja Hyukjae datang keflatnya sambil membawa bibit bunga lili dan menanamnya. Tidak hanya itu Hyukjae juga memperbaiki atap flat Yongsun yang sedikit berlubang.

Yongsun Point Of View *

Yongsun mendesah pelan sambil menatap langit sore dari atas flatnya. Banyak hal yang ingin dia lakukan ketika sudah bertemu dengan pembunuh ayahnya, namun mengetahui bahwa pelakunya adalah Hyukjae, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sulit untuk membenci pria itu, meskipun berusaha sekuat tenaga, pada akhirnya rasa cintanya tetap mendominasi jiwa dan raganya. Ia sudah seringkali menangis merutuki kebodohannya. Jika ia bisa mungkin sekarang Hyukjae sudah ia jebloskan kedalam penjara dan merasakan hukum seumur hidupnya, tapi ia tidak bisa melakukannya.

Yongsun mendongakkan kepalanya hanya untuk menahan airmata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi. Dia benar-benar sakit kali ini. Sadar akan kehadiran seseorang, ia menoleh dan menemukan Sungmin sedang menatapnya miris tak jauh dari tempat ia berdiri kini.

“ Kenapa aku tidak bisa membencinya ? ,” ucap Yongsun sambil menyeka setetes airmata yang sudah jatuh.

“ Tidak sepatutnya kau membenci seseorang yang sudah banyak menyelamatkan hidupmu “ ucapan Sungmin membuat Yongsun terhenyak, ia kini memandang Sungmin dengan serius.

“ Semua bermula pada masa kecil kalian, dulu dia tidak sekuat sekarang, tubuhnya sangat lemah, dia sering jatuh sakit dan jarang masuk sekolah. Pada suatu hari dia melihatmu sedang bernyanyi didalam kelas dan dia menyukaimu, dia bilang bahwa matamu sangat indah, namun kau menghilang, kau pergi keluar negeri bersama orangtuamu. Hyukjae bukan adik kandungku, tapi aku sangat menyayanginya. Orangtuanya meninggal waktu ia masih kecil lalu secara tidak sengaja ia bertemu dengan J seorang yakuza Jepang. Awalnya Hyukjae memohon untuk tetap tinggal disini, karena ia pikir bisa menemukanmu jika ia tetap berada di Korea. namun, karena kesehatannya memburuk J memaksanya untuk menetap di Jepang ,“

“ Setelah J menikah dengan ibuku, kami semua hidup di Korea. Hyukjae terus mencarimu, ada sesuatu yang ingin dia kembalikan padamu, sebuah kalung … kalung bertuliskan namamu, “ Yongsun tertegun ia memang telah kehilangan kalung pemberian ayahnya, namun ia tidak mengingat bagaimana kalung itu bisa menghilang darinya.

“ Tepat sebulan sebelum ayahmu meninggal, dia akhirnya menemukanmu. Dia melihatmu disebuah toko buku. Saat itu dia tidak berani menegurmu, jadi dia hanya memutuskan untuk terus mengikutimu dan melihatmu dari jauh. Sampai pada suatu hari …. Hyukjae mendapat kabar bahwa ayahmu akan dibunuh. Ia sontak langsung berusaha mencari cara untuk menghentikannya. Dia menghadang seseorang yang tengah membidik ayahmu dari sebuah gedung tinggi, ia memukuli orang itu habis-habisan, karena ia kalah gesit pembunuh misterius itu pun kabur begitu saja tanpa sempat dikejar olehnya. Namun, ternyata ada orang lain yang membunuh ayahmu. Ia sangat sedih mengetahui ia tidak sempat menyelamatkan ayahmu, maka dari itu dia melakukan hal lain. Dia menyuap pengacara ayahmu untuk membuat sebuah surat wasiat yang isinya, rumah beserta 80% saham perusahaan ayahmu akan jatuh ketanganmu disaat kau berusia 23 nanti, berarti kau tinggal menunggu setahun lagi. Dia terpaksa melakukan itu, karena ternyata pada saat ayahmu meninggal, bibimu melakukan kecurangan dengan mengubah isi surat wasiat ayahmu. Namun, karena bayaran mahal dan ancaman Hyukjae pengacara keluargamu akhirnya mengubah kembali surat itu. Kau juga pasti bertanya-tanya mengapa kau bisa sampai pada keluarga Lee. Seperti tebakanmu, Hyukjae yang telah mengaturnya, demi keselamatanmu karena banyak sekali rival ayahmu yang menginginkan perusahaan itu dan mereka ingin menyingkirkanmu dan menjauhkanmu dari ide licik bibimu dia sengaja membawamu kedalam rumah keluarga Lee tempat yang paling aman untukmu saat ini. Banyak hal darinya yang tidak bisa kuterima yaitu pekerjaannya, tapi jika melihat semuanya, kau akan setuju denganku, ia melakukan semua itu semata-mata untuk orang-orang uang ia sayangi ,” Yongsun menggigit bibirnya keras untuk menahan ledakan airmata yang ia tahan dari tadi, ia tidak menyangka bahwa Hyukjae akan bertindak sejauh ini hanya untuk melindunginya.

“ Kemarin aku baru dapat kabar darinya, bahwa pembunuh J sudah tewas beberapa bulan yang lalu. Berarti sekarang dia sedang fokus dengan pembunuh ayahmu. Dia akan segera menemukannya. Jika kau mengira semua ceritaku bohong, kau bisa mengeceknya sendiri, dikamar Hyukjae tepat dilaci ketiga diseberang kasurnya ada sebuah kotak hitam yang berisi surat wasiat ayahmu dan kalungmu ,”

“ Kenapa baru sekarang oppa menceritakannya ?”.

“ Aku pikir Hyukjae sendiri yang akan memberitahukannya padamu, tapi ternyata kejadiannya malah seperti ini “.

“ Lantas …. Kenapa dia membohongiku ? dia mengaku bahwa dia yang membunuh ayahku “.

“ Ada seseorang yang mengincarmu, Hyukjae sengaja membohongimu untuk menjauhkanmu dari bahaya itu, karena sepertinya orang yang mengincarmu itu tidak suka melihat kedekatanmu dengan Hyukjae. Keputusan yang tidak terlalu tepat, tapi cukup aman untukmu. Awalnya aku khawatir kau kabur dari rumah, tapi syukurlah Hyukjae selalu mengawasimu “.

“ Hyukjae ??? mengawasiku ?” kini Yongsun terbelalak mengetahui kebenaran lain bahwa selama ini Hyukjae selalu menjaganya dimanapun ia berada.

“ Tanpa sepengetahuanmu dia selalu menjagamu, itu karena dia sangat menyayangimu Yongsu-ah … Ahhh , kuharap kau bisa kembali kerumahku setidaknya disana jauh lebih aman , “ Sungmin mengacak rambut Yongsun pelan dan beranjak meninggalkan Yongsun yang masih kalut.

Yongsun berkali-kali memejamkan matanya namun tidak bisa, kata-kata Sungmin tadi sore terus berputar diotaknya. Apa dia harus menemukan semua kebenarannya ? bagaimana jika Sungmin berbohong padanya.

Yongsun berlari mengambil coatnya asal. Ia melambaikan tangannya untuk menghentikan laju taksi kosong yang mau mengangkutnya. Pikirannya hanya terpusat pada satu nama yaitu Hyukjae, semoga apa yang Sungmin katakan padanya memang kebenaran yang selama ini disembunyikan mereka.

Tidak beberapa lama taksi yang ia tumpangi berhenti disebuah rumah mewah yang tampak sepi. Yongsun lalu buru-buru turun dan masuk kedalam rumah itu. Tanpa ada jeda ia langsung menaiki tangga dan masuk kedalam kamar Hyukjae. Pengurus Gil yang melihat gelagat Yongsun hanya bisa memperhatikan gadis itu sambil tersenyum tipis.

Yongsun mengedarkan pandangannya kesegala arah dan ia menemukan sebuah laci sedang diseberang kasur Hyukjae. Ia membuka laci ketiga dengan perlahan. Sebuah kotak hitam menraik perhatiannya, dengan hati degupan jantung yang lumayan keras ia membuka kotak itu.

Mata Yongsun terbelalak kaget, ia spontan menutup mulutnya ketika melihat kalung yang bertuliskan namanya ada didalam kotak itu, kalung yang sudah lama hilang pemberian ayahnya. Setetes demi setetes air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya. Kini tangannya bergerak ke sebuah map merah yang ada didalam kotak itu. Dia mengambilnya dan membuka map itu. Tepat ! selembar kertas wasiat ayahnya, selembar surat rumahnya dan beberapa lembar surat kepemilikan perusahaan ayahnya ada dihadapannya sekarang.

Ia tak mampu lagi menahan isakannya yang semakin keras. Lelaki itu … ya lelaki yang menyebalkan itu telah berjuang banyak untuk hidupnya, entah apa alasannya dia melakukan ini, apa benar hanya karena ia begitu menyayangi Yongsun ?

Tanpa pikir panjang Yongsun langsung bangkit berdiri dan berlari keluar dari kamar Hyukjae. Didalam perjalanan ia berusaha menguhubungi ponsel pria itu, namun tidak ada jawaban. Ia terus berulang kali mengusap kalung yang kini telah ia pakai.

Kini ia sampai di apartemen Hyukjae, dengan tergesa-gesa ia naik kelantai 3 dan membuka pintu apartemen Hyukjae, untung saja dulu Hyukjae sempat membuatkannya kunci cadangan untuk Yongsun. Ia berteriak memanggil nama Hyukjae berkali-kali sambil memeriksa setiap sudut ruangan didalam apartemen itu, tidak ada Hyukjae.

Ia pun keluar dari apartemen itu dengan langkah gontai, tekadnya sudah bulat utnuk menemukan pria itu malam ini juga. Ia langsung teringat pada seseorang, segera ditelfonnya orang itu untuk mengetahui keberadaan Hyukjae.

“ Aku mohon beritahu aku dimana dia sekarang “.

“ … “

“ Apa kau yakin dia ada disana ? “.

“… “

“ Terima kasih “.

Setelah mendapat kabar bahwa Hyukjae sekarang berada disebuah ruko kosong tidak jauh dari apartemennya, Yongsun langsung berlari menyambangi tempat itu.

Langit semakin gelap, angin berhembus kencang, kini bulan sudah tak terlihat sinarnya lagi. Dentuman tong-tong kosong pun semakin jarang terdengar. Perlahan rintik-rintik hujan turun membasahi tanah dan dedaunan yang kering. Diujung sana terlihat seorang gadis muda tengah berlari melawan rentetan hujan yang membasahi tubuhnya. Gadis manis itu sesekali mengusap matanya yang ikut basah karena luapan airmata yang tiada henti mengenangi wajahnya.

Gadis terengah-engah, ia kini berhenti disebuah ruko kosong yang usang. Takut-takut ia menaiki sebuah tangga diujung ruko itu dan sampailah ia didepan sebuah pintu kayu yang tertutup rapat. Rasa dingin yang meyelimuti tubuhnya kini ia abaikan demi kerinduannya yang besar pada laki-laki yang mungkin berada didalam ruangan itu.

Yongsun mengetuk pintu kayu itu pelan. Ketukan pertama , tidak ada jawaban … begitupun ketukan kedua. Saking kesalnya Yongsun megetuk pintu itu cukup keras dan tanpa jeda. Perlahan terdengar derap langkah yang semakin mendekat. Sedikit celah terlihat dari pintu kayu yang perlahan terbuka.

“ Hei ini sudah malam berhentilah mengetuk pintu !!! berisik se …. ” belum sempat Hyukjae melanjutkan ucapannya tiba-tiba Yongsun memeluknya dengan erat sambil mengalungkan kedua lengannya keleher pria itu. Hyukjae bingung dan terkejut, ia hanya bisa diam mendapat perlakuan seperti itu.

“ Apa yang terjadi padamu ? kenapa kau basah seperti ini ? ,” tanya Hyukjae yang ikut-ikutan basah karena Yongsun memeluknya erat dan lama.

Setelah cukup puas memeluk prianya itu Yongsun melepaskan pelukannya dan memandangi Hyukjae. Dia memukul dada Hyukjae pelan sambil mengumpat pria itu,

“ Bodoh !!! Dasar bodoh !!! “.

“ Kenapa kau membohongiku ?!! apa kau senang jika aku selalu termakan tipuanmu ?!! ,” ucap Yongsun yang masih memukuli dada Hyukjae pelan.

Hyukjae menahan tangan Yongsun yang akan memukulnya untuk kesekian kalinya, ia menarik gadis itu kedalam pelukannya.

“ Maaf … aku hanya ingin kau baik-baik saja ,” ucap Hyukjae sambil mengusap rambut Yongsun yang basah dan berantakan.

“ Kau bodoh !! apa kau pikir aku baik-baik saja saat kau tidak ada bersamaku ? “.

“ Maafkan aku … aku tau ini sangat sulit untuk kita berdua, aku janji tidak akan melakukannya lagi “.

“ Tepati janjimu … jika kau melanggarnya, kau akan kuceburkan kedalam sungai Han ! “.

“ Hahahahah …. Kau sudah sangat berani mengancamku nona Seo ? sekarang ganti bajumu, kau bisa sakit jika seperti ini “.

Yongsun tengah membersihkan dirinya dikamar mandi. Diluar sana Hyukjae tengah menatap kalung Yongsun yang tergeletak dimeja yang ada dihadapannya. Ia tengah duduk dilantai, tangan kirinya menopang dagunya. Ia mendesah pelan mengingat semua kebenaran sudah terungkap, dia menebak pasti hyung-nya yang memberitahukan segalanya pada Yongsun.

Yongsun kini keluar dengan memakai kemeja kebesaran milik Hyukjae. Rambutnya yang basah terjuntai sampai kepunggungnya. Ia sempat salah tingkah ketika menatap mata Hyukjae yang kini tengah intens menatapnya.

“ Kemari dan duduk “.

Yongsun melangkah patuh, ia duduk dilantai tepat dihadapan Hyukjae. Yongsun terlihat sedikit gugup, ini semua karena gerak-gerik Hyukjae yang mampu membuatnya seperti itu. Pria itu mengambil sebuah handuk putih dan merentangkannya kekepala Yongsun. Ia mengusap pelan rambut Yongsun yang masih basah. Mata Yongsun tak bisa berpaling kewajah tampan dihadapannya kini.

“ Apa wajahku benar-benar tampan ? kelihatannya kau betah memandangiku “.

“ Cih ! kenapa kau percaya diri sekali. Kenapa kau mau melakukan semua ini untukku ? ,” tanya Yongsun yang masih menatap Hyukjae.

“ Tidak ada yang tidak bisa kulakukan untuk cinta pertamaku ,” ucap Hyukjae sembari mencubit hidung Yongsun.yongsun hampir saja menjerit karena perlakuan Hyukjae itu. Bisa dirasakannya kini tubuhnya menegang tiap kali berdekatan dengan pria itu, padahal seharusnya dia bisa memberikan respon normal terhadap pria yang sudah dikenalnya beberapa bulan yang lalu itu.

“ Aku bahkan sempat berkhayal bahwa kau ini bukan manusia “.

“ Aku malaikat pelindungmu, camkan itu baik-baik “.

“ Hyukjae-ah … terima kasih untuk semuanya “. Yongsun tak segan-segan memeluk tubuh Hyukjae yang begitu hangat.

“ Hanya terima kasih ?? setelah apa yang telah kulakukan untukmu ? Hei, aku menghabiskan banyak uang untuk membeli saham di perusahaan ayahmu. Aku ingin kau mengabulkan satu permintaanku “.

“ Katakanlah “.

“ Menikahlah denganku, setelah semuanya selesai ,” Yongsun tersenyum kecil dibalik punggung Hyukjae.

“ Hanya itu ? sederhana sekali “.

“ Ohh, kau bilang itu sederhana ?? baiklah jangan kaget jika aku meminta sesuatu yang tidak sederhana “ Hyukjae mengangkat tubuh Yongsun yang masih memeluk tubuhnya itu. Yongsun kaget melihat kini Hyukjae mengangkat tubuhnya naik keatas kasurnya.

Tubuh Yongsun jatuh diatas kasur sedangkan tubuh Hyukjae kini ada diatasnya. Yongsun menutup matanya ketakutan. Dia tidak membayangkan Hyukjae akan meminta hal gila seperti itu. Melihat ekspresi Yongsun yang ketakutan, Hyukjae malah bernafsu untuk menggodanya. Ia mendekatkan wajahnya ketelinga Yongsun.

“ Kau takut nona Seo ?”.

“ Aa .. .. pa yang .. kau lakukan ?” Hyukjae hanya terkekeh melihat wajah Yongsun amat ketakutan.

CHU~

Sebuah kecupan singkat dikening Yongsun nyaris membuatnya kehabisan nafas. Hyukjae kini bangkit menarik selimut sampai kedagu Yongsun.

“ Tidurlah “ Yongsun membuka matanya perlahan.

“ Kau tidak tidur ?”.

“ Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku dulu, tidurlah “.

**

Yongsun mengerjapkan matanya dan melirik kearah jam dinding yang terpasang dikamar itu. Sudah jam 9 pagi, ia mengedarkan pandangannya kesegala arah namun seseorang yang ia cari tidak ada. Tadinya ia berniat keluar untuk mencarinya, namun langkahnya terhenti ketika orang itu masuk membawa beberapa koper yang berisi pakaian Yongsun.

“ Itu barang-barangku kan ?”.

Hyukjae hanya tertegun memandangi tampilan Yongsun saat itu. Kemejanya putihnya yang kebesaran hanya menutupi tubuhnya separuh hingga pahanya, rambut hitam Yongsun kini berantakan tak tentu arah. Hyukjae teramat menyukai penampilan Yongsun saat ini. Dia melangkah maju mendekati gadis itu, dengan cepat memegang pinggang Yongsun lalu memberikannya kecupan hangat yang cukup lama. Awalnya Yongsun berniat untuk mendorong Hyukjae, namun kini kedua tangannya menggantung indah dileher Hyukjae. Ukuran tubuhnya yang tidak sejajar dengan Hyukjae membuat ia menginjak kedua kaki Hyukjae, semakin eratlah pelukan mereka membuat adegan morning kiss itu berlangsung lama dan romantis. Apalagi kini posisi mereka ada didepan jendela besar, tentu saja wajah mereka disentuh oleh sinar matahari pagi yang hangat. Hyukjae mundur sedikit untuk memberikan waktu gadisnya untuk bernafas. Setelah cukup pria itu kembali memberikan ciuman penutup bagi pagi indah mereka. Merasa harus mengontrol dirinya, Hyukjae lalu melepaskan bibirnya dari bibir Yongsun.

“ Aku bisa gila jika melihatmu seperti ini, cepat mandi .. aku akan mengantarkanmu pulang “.

**

Yongsun memeluk Hyuii ketiba ia tiba dirumah keluarga Lee, ia begitu merindukan anjing itu. Setelah merapikan barang-barangnya dikamar Yongsun mengambil sebuah bingkai yang didalamnya terpasang foto ayahnya. Tanpa sadar ia menangisi foto ayahnya itu.

Dddrtttt …..

1 Message

                        Yongsun-ah, aku benar-benar butuh bantuanmu saat ini. Aku terkunci digedung perpustakaan, bisakah kau menolongku. Aku mohon datanglah sekarang.

                                                                                                            Jonghyun

Tanpa pikir panjang Yongsun melangkah keluar untuk menolong Jonghyun. Bahkan ia tak sempat membawa ponselnya.

Yongsun berlari kebelakang kampusnya dan memanjat sebuah pagar yang cukup tinggi. Mengingat hari ini adalah hari minggu, gerbang kampus sudah pasti ditutup. Ia berlari menyusuri lorong yang sangat sepi untuk menuju sebuah perpustakaan.

“ Jonghyun , kau disana ?” ucap Yongsun yang berteriak memanggil nama Jonghyun. Namun tak ada respon apa-apa.

HEP !!

Tiba-tiba Yongsun merasa ada seseorang yang membekapnya dari belakang dan membiusnya. Ia pun terjatuh lemas, disaat kesadaran Yongsun yang hilang, seseorang yang membekap Yongsun itu kemudian membawa Yongsun menghilang dari kampus itu menuju ke suatu tempat.

Hyukjae Point Of View *

Aku berkali-kali menghubungi ponsel Yongsun, namun tak ada jawaban. Karena kesalnya aku memtuskan untuk menemuinya dirumah.

“ Ahjumma … apa Yongsun ada ?”.

“ Nona Yongsun ? sepertinya ia pergi tuan, ponselnya pun tidak dibawa. Dari tadi saya mendengar ponsel itu berdering “.

“ Sial !! Jangan biarkan siapapun masuk kedalam rumah ini. Aktifkan alarmnya, aku pergi dulu “.

Hyukjae melangkahkan kakinya cepat dan berhenti didepan pintu depan membuka sebuah kotak yang tertancap ditembok dan mengatur sebuah kode pengaman rumahnya. Hyukjae tampak menekan beberapa angka yang ia hafal diluar kepala.

“ Akan kukirimkan 2 nomor telfon, tolong kau lacak keberadaan pemilik nomor itu ,” ucapnya pada Seungri yang ada diujung telfon sana.

Dddrttttt …..

1 E-mail

Hyukjae membuka kotak inboxnya dengan cepat dan membaca satu email yang dikirim oleh oorang suruhannya. Tidak ada reaksi berlebihan darinya ketika membaca e-mail itu. Setelah meletakkan ponselnya kembali dia menginjak rem hingga mobilnya melaju kencang.

“ Sudah kuduga …. Kau ternyata Park Miina “.

TBC ////

18 thoughts on “[FF Freelance] Hands of Dragon (Part 8)

  1. hmmmm.. bener ramalan saya, hyuk cm bohong kalo dia yg bunuh appanya yongsun. huhuhuu…
    itu si jonghyun jahat yaa? errr..
    ditunggu next partnya…

  2. bner kan,,hyuk cm bhong…Tp untung sungmin mncritakn smw’y..ahh lega,,mrka gk lama2 pisahny..

    Jd park miina y dalangny..ud kuduga jg…ayo dong thor lanjut..jgn lama2..

  3. huaa. author, ngk rela jonghyun oppa jd penjahat nya. tapi cocok juga sih dengan mukanya *plak abaikan.
    nice ff thor.

  4. Astaga hyukjae oppa benar benar benar benar sangat sangat sangat baikkkkk,, tak ku sangka dia begitu memperhatikan gadisnya,, ku harap mereka baik baik saja,, aku semakin penasaran kelanjutan nya,,

  5. Fiuhhhhh, untung bkn hyuk yg bnuh appa yongsun, kkkkkkk

    Ini ff udh aq tunggu2 dr kmren thor, jgn2 yg bnuh appa yongsun itu si jonghyun ya?? Ckckckckckk msh bnyak rahasia nehhh

  6. aQ masih penasaran dgn Jonghyun,,
    yg Q perkirakan,,mgkn dy adlah mantan pembunuh bayaran !!
    Atw mgkn,,dy yg telah membunuh appanya Yongsun…
    Dan Miina adlah klien Hyukjae yg mexuruh Hyukjae utk membunuh Yongsun…

  7. dari tadi salah tebak mulu. kirain yang bekap itu si jonghyun.. habis bingung sama perannya disini
    but daebak 😀 ternyata hyukjae lah yang selama ini melindungi yongsun
    so sweet.. kisseu makin banyak bertebaran..
    part 9 ditunggu.. cihuuyy..harus tuntas lo author hehe
    biar ga gangtung gitu 🙂

  8. keren min ffnya.. ditunggu secepatnya part terakhirnya.. ga sabarr~ hehe..
    Like a ff action.. keren.. hyukjae jadi hitman..
    nebak kayaknya Jonghyun mantan hitman juga yah min…

  9. keren thor ffnya.. ditunggu secepatnya part terakhirnya.. ga sabarr~ hehe..
    Like a ff action.. keren.. hyukjae jadi hitman..
    nebak kayaknya Jonghyun mantan hitman juga yah min..

  10. AAAAA aku bisa gila kalau nungguin lanjutan chapternya lebih lama lagiii XD
    kkk~ fighting unnie 😉 DAEBAKIDAAA

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s