[FF Freelance] Someone Like You (Ficlet)

Title :: Someone like you

Author :: Jhyaz | Cast ::  Super Junior members | Leght :: Ficlet with 1190 words | Genre :: Romance

Disclaimer :: They belong to them self. I don’t make money from this. Please don’t sue me.

Note :: Don’t think it too hard. It just a fiction and Inspired by Adele – Someone Like You

Twitter :: @yasdfghjkl

-o0o-

Aku hanya tersenyum getir melihatnya yang baru keluar dari mobil dan dengan senyumnya yang terkembang sempurna. Senyum terindah yang baru pernah aku lihat dari tiga tahun aku dekat dengannya. Pipinya yang memerah, dan bibirnya yang tiada henti memamerkan senyumnya. Aku… iri. Iri dengan kebahagiannya sekarang. Bagaimana sebuah bayangan hidup antara aku dan dia yang dulu pernah kita harapkan bisa berakhir di altar, pada akhirnya tidak bisa sama sekali. Karena gadis yang sekarang berdiri di sebelahnya bukan diriku lagi. Gadis itu…

“Kau baik-baik saja?” aku menoleh dan tersenyum getir melihat Donghae yang sedang menepuk bahuku, berusaha memberiku kekuatan walau itu gagal sama sekali.

“Sepertinya.” Aku menjawab sekenanya.

“Seharusnya kalau kau tidak sanggup, kau tidak usah datang.” Kali ini suara Kyuhyun.

Aku menghela nafas. “Aku harus memastikannya dengan mata kepalaku sendiri bahwa gadis itu yang terbaik.”

“Dan kau sakit kan?” sekarang suara Shindong.

“Sakit itu wajar ku rasa.” Aku berusaha tersenyum, walau aku yakin itu terasa menyakitkan. “Walaupun aku memaksakan menjadi gadis yang akan mendampinginya hari ini, aku yakin, hasilnya tidak akan bagus. Sesuatu yang sudah tidak cocok pada awal, tidak akan berakhir baik.” Aku melihat ke tiga lelaki yang sekarang sedang berdiri di sampingku. “Aku kuat. Pasti. Doakan aku saja.” Ketiga lelaki itu mengangguk dan hanya bisa menghela nafas pasrah.

Dia melangkah menuju pintu masuk gereja dengan kekehan ringannya karena beberapa kerabatnya yang kerap kali meledeknya, tidak menyangka karena pada akhirnya dia menikah dengan hoobae nya. Aku lagi-lagi menghela nafas. Gadis itu sangat cantik hari ini, aku melihatnya tadi. Dengan tiara yang terpasang sempurna di kepalanya, dia terlihat seperti ratu hari ini.

“Kau tahu, kau masih punya kami kan?” Leeteuk berbisik di telingaku. Aku menoleh dan terkekeh melihat wajah khawatirnya.

“Aku tidak akan bunuh diri hanya karena hal ini. Percaya padaku.”

“Aku tidak percaya kau kuat menyaksikan hal ini…” Leeteuk menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku pun begitu.” Gumamku dan kembali fokus pada sesosok lelaki yang mulai menaiki anak tangga satu persatu. Dia melihat lurus ke depan dan tidak sengaja mata kami bertemu. Dia tersenyum, tapi senyum itu beda. Ada rasa bersalah yang terselip disana. Dan dengan  reflek aku menggeleng dan berusaha meyakinkan dia kalau aku baik-baik saja. Dia tersenyum kembali dan mengangguk. Melangkahkan kakinya kembali sampai pada akhirnya dia berdiri tepat di depanku. Dia merengkuhku dan memelukku erat.

“Terima kasih.”

“Aku sudah janji padamu kan? Akan menjadi pendamping pengantinmu kalau kelak kau tidak menikah denganku?”

Dia melepas pelukannya dan memandangku lurus-lurus. “Kau yang terbaik.”

“Aku tahu.” Kekehku. “Cepat bersiap-siap di dalam. Jangan membuat pengantin wanitanya menunggu terlalu lama.”

Dia tersenyum dan mengangguk, kembali melangkahkan kaki nya menuju gereja, diikuti aku dan member Super Junior yang lain. “Aku baru pernah melihat orang termunafik di dunia hari ini.” Ucap Heechul pedas.

“Munafik? Entahlah. Aku hanya berusaha menjadi orang baik hari ini.” Ucapku enteng.

“Aku yakin kau itu sudah gila!”

“Ya!” aku memukul bahu Heechul, “Jangan merusak suasana bahagia dongsaengmu sendiri.”

Heechul menghela nafasnya. “Kau juga dongsaeng kami. Dan jangan lupa satu hal, kau masih bisa mengandalkan kami, arra? Kami akan selalu ada untukmu.”

“Aigooo….” Aku memeluk lengannya. “Arraseo.” Aku tersenyum tulus kearahnya.

Aku kembali memusatkan perhatianku pada pria bertuxedo yang berjalan dengan tegap di depanku. Aku ingat sewaktu dulu dia selalu protes saat aku memakai high heels kesayanganku karena dia selalu terlihat pendek, karena kebetulan tinggi badanku dan dia yang sama persis di angka 173cm. Tapi sekarang, bahkan saat aku memakai heels 7cm kesayanganku, tidak ada kata protes sama sekali terlontar dari bibirnya. Karena sekarang aku memang bukan siapa-siapanya lagi.

Ryeowook menarikku dan membimbingku duduk di sebelahnya, dan di sebelahku duduk Eunhyuk yang juga di dampingi Donghae. Eunhae moment everywhere, jinja! “Kenapa kau menarikku, kiddo?” kekehku pada Ryeowook.

“YA! aku ini lebih tua dari mu, seharusnya kau memanggilku Oppa!” protesnya.

“What?” ucapku tidak setuju lalu melihat tinggi badannya yang terpaut 5cm denganku. “I never call someone whose shorter than me with Oppa, no matter how old he is, got it?” ledekku.

“Aish! Jinja! Seharusnya aku tidak menarikmu duduk disini!” sungutnya.

Aku tertawa tertahan melihat mulut mengerucutnya yang membuatnya semakin terlihat imut. “But thanks, I know you just want to make me feel comfort, rite? It isn’t great moment for me, but it is for him.” Aku memandangnya kembali yang sekarang sedang berdiri di depan altar menunggu pengantin wanitanya.

“Pengantin wanita memasuki Gereja.”

Aku dan para undangan berdiri dan melihat lurus ke arah pintu. Dia ada disana, berdiri dengan anggunnya dengan gaun warna putih yang semakin membuatnya menjadi wanita tercantik di sini. Mataku kembali menoleh padanya yang sedang berdiri dengan senyum sumringah di depan altar, bersiap-siap menyambut pengantin wanitanya.

Aku meremas tanganku dan menunduk, menghindari tatapan mata gadis itu yang pasti akan melihatku dengan pandangan mirisnya, karena itu yang selalu dia lakukan saat melihatku tiga bulan belakangan ini. Dan aku benci pandangan itu.

“Para tamu undangan di persilahkan duduk kembali.”

Aku kembali duduk dan melihatnya yang meraih tangan gadis itu dan siap mengucapkan janji suci itu di depan Tuhan, pendeta dan jemaat. Aku kembali meremas tanganku gugup sampai ada tangan lain yang memegang tanganku lembut. “Tanganmu akan berdarah kalau kau terus menerus meremasnya.” Ucap Eunhyuk lembut.

Aku menghela nafas. “Aku ingin pergi… tapi aku tidak bisa.”

“Tunggu sebentar lagi.” Kali ini suara Wookie. Aku hanya mengangguk pasrah.

“Disini, di depan semua jemaatNya, pada hari ini dua anak manusia akan kembali mengikrarkan janji sehidup semati mereka di depan Tuhan.” Ucap pendeta Kim memulai pemberkatan pernikahan. “Kau Lee Sungmin, bersediakah kau berjanji di depan Tuhan dan jemaatnya untuk mendampingi Lee Sunkyu di saat senang maupun susah, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin sampai akhir hayat memisahkan kalian?”

Aku menunduk dan menggeleng kecil, memohon kalau dia tidak akan bersedia. Jahat? Entahlah, aku ingin egois kali ini. Tapi sayangnya suara itu….

“Bersedia.” Suaranya terdengan ringan dan bahagia. Aku tertunduk lemas. Eunhyuk yang duduk di sebelahku, memelukku erat. “Ini tidak akan lama Yoon.”

“Dan kau Lee Sunkyu, bersediakah kau berjanji di depan Tuhan dan jemaatnya untuk mendampingi Lee Sungmin di saat senang maupun susah, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin sampai akhir hayat memisahkan kalian?”

“Bersedia.” Ucap gadis itu ceria.

“Dan kau boleh memakaikan cincin kawin setelah itu kau boleh mencium pengantinmu.” Tutup pendeta itu.

Aku dan Kyuhyun melangkah maju, walau pandangan khawatir member Super Junior benar-benar tidak bisa di sembunyikan sama sekali. Tapi ini lah janji yang sudah ku ucapkan padanya tempo hari. Janji yang akhirnya malah berakhir membunuhku sendiri.

“Terima kasih Yoon.” Ucap Sungmin lirih saat dia mengambil cincin itu.

Aku melangkah kembali, duduk di tempat yang sama, di antara member Super Junior. “Aku kagum padamu Yoon.” Ucap Yesung.

“Kau pasti bisa melewati semua ini kan?”

Aku mengangguk dan tersenyum yang kali ini entah kenapa lebih ringan. “Aku pasti bisa…” ucapku yakin.

“Ji Yoon-nie…” aku mendongak dan melihat Sungmin serta istrinya melihatku penuh senyum. “Bisa mendekat?”

Aku mengerjapkan mataku bingung, sampai akhirnya Siwon membantuku berdiri dan membimbingku mendekat ke arah Sungmin. Sungmin menatapku dengan pandangan berbinarnya dan langsung merengkuhku dalam pelukannya. “Terima kasih.” Ucap Sungmin tulus. “Terima kasih atas apa yang telah kau lakukan untukku Yoon. Terima kasih telah membantu semua ini dan maaf atas apa yang terjadi dulu.”

Aku tersenyum tulus, “Gwenchana, sejauh aku bisa membantumu, kenapa tidak?”

“Kau pasti bisa menemukan seseorang yang lebih baik dariku.” Sungmin melepas pelukannya dan tersenyum sumringah.

Aku terkekeh kecil dan mengangguk. “Someday, I will find another man. Someone like you.”

-o0o-

10 thoughts on “[FF Freelance] Someone Like You (Ficlet)

  1. hal pertama yang terpikirkan waktu mau nulis komen adalah…… beruntung abis ya hidupnya dikelilingi orang-orang ganteng :’) #plak

    anyway, nice story! aku suka cara author menuliskan cerita yg cuma berlatar tempat&waktu satu, tapi ceritanya tetep ngalir dan kesan bitternya itu kerasa sampe tanda -o0o-
    and lol at that eunhae moment. sempet-sempetnyaaaa xD

    keep writing ‘-‘)9

  2. astagaa kok malah aku yang pengen nangis :’)
    rasanya gg rela aku pas terdengar kata “bersedia” u,u
    kereennn 🙂

  3. Kata pertama yang mampir di otakku adalah…
    Kenapa mesti ada EunHae moment?

    Oke oke,yang diatas itu just kidding
    Tapi eon,FF ini DAEBAK banget eon
    Kalau perlu,eonni bikin sekuel

  4. Cocok nih. Lagi galau bacaannya kayak begini. Kalo Yoon ditinggal kawin ama Ming, nah aku ditinggal ngeceng sama kecengannya (?) wah ribet banget nih hidup. Lols
    Meski galau, Yoon sih enak didampingi pria-pria tamfan, nah gue? hanya didampingi fotonya doang. Ih amit-amit si Nisa malah curhat!!! ><

    Eonn, tapi aku masih penasaran banget. Yang bikin mereka pisah tuh sebenernya apa? Trus, diliat-liat dari sikapnya… si Ming tuh kok innocent banget, sih? Gada kikuknya sama sekali, padahal itu sama mantannya loh 😥 trus Yoon juga tegar banget di situ, ah kalo gue di posisi itu mah paling nangis kejer gak jelas. Please, ditinggal kawin gitu! Huaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!

    …“Aku ingin pergi… tapi aku tidak bisa.” gatau kenapa pas Yoon bilang gini, nyesek banget asli. Aku pernah mengalami sih soalnya :') *laaah curhat lagi*

    Udahan ah… dadah eonnie mumumumuah!

  5. Glek aku kira ini slh stu member suju nyang curhat….
    hey..ni ff nyindir bgt ak sih.mm
    ‘org munafik’hoo wow..*geer*
    yahhh even bilang tidak apa2…mna mungkin hatinya baik2 aja…curcol ah~
    akakaka…
    nyesek aku…seandainya bisa sekuat ji yoon…and say i’m okay di depan mereka meski jd org termunafik sedunia…huaaaaaaaa
    #kabur ahhhh malah makin curhaaattttt

Leave a Reply to yessungie Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s