[Season 1] File 3 -> Symphony Mayhem [Part 2]

Annyeong haseyo

author kembali dengan ff detective

Hope You Like It

Happy Reading

Cast , Teaser , Part 1

Pagi itu, Nana dan Yunho pun pergi untuk mengecek keadaan di tempat konser. Pada saat mereka sampai kesana, hanya terlihat Hyun Joong yang berjaga didepan pintu sendirian dan membuat Nana dan Yunho bertanya-tanya. “Hyun Joong-ssi, Sooyoung-ssi pergi kemana?” Tanya Yunho. “ia pergi ketoilet, Yunho-ssi” jawab Hyun Joong.

 

“apa oppa semalam ketiduran ya?” Tanya Nana sambil melihat kearah pintu masuk menuju ruangan konser. “Nana-nim, apa ruangan konser ini kedap akan suara?” Tanya Hyun Joong. “entahlah, sepertinya tidak. Memang ada apa?” Tanya Nana balik. “karena dari semalam saya tak mendengar suara piano sama sekali” jawab Hyun Joong.

 

“APA!?” Nana langsung panik seketika. “Hyun Joong-ssi coba kau buka pintunya” desak Nana. Hyun Joong pun langsung membuka pintu dengan kunci karena setelah Sooyoung keluar, pintu itu langsung dikunci agar Ryeowook dapat lebih leluasa memainkan pianonya tanpa gangguan.

 

Tak lama pintu terbuka, begitu pintu terbuka mereka langsung melayangkan pandangan mereka menuju keatas panggung lalu…

 

“OPPA!!!”

*

 

Konser langsung dibatalkan segera. Garis polisi dipasang disekitar gedung konser, sehingga membuat banyak orang yang berada disekitar gedung tersebut berkerumunan disekitar garis polisi.

 

Nami menenangkan Nana yang sedari tadi menangis tanpa henti. Leeteuk yang segera datang bersama Sora, Heechul, Min Ra, Mi Sun dan Kyuhyun setelah Yunho menghubungi mereka.

 

Heechul yang membawa kamera, memfoto sekitar tempat kejadian untuk dibuat laporan analisa, sementara Min Ra memeriksa sekeliling ruangan konser itu mencari bukti. Mi Sun dan Kyuhyun langsung pergi bersama ambulans yang membawa tubuh Ryeowook yang sudah tidak bernyawa menuju rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan secara mendetil. Kwangmin dan Narsha pun dalam perjalanan untuk melakukan pemeriksaan darah di TKP.

 

Heechul menghampiri Yunho setelah selesai memotret beberapa gambar di tkp. “apa pianonya sudah diperiksa sebelum dibawa masuk kedalam ruangan, Yunho-ssi?” tanya Heechul mencari informasi. “entahlah, Heechul-ssi. Kau harus tanya mengenai hal itu ke Hyun Joong-ssi dan Sooyoung-ssi yang berjaga semalam” jawab Yunho.

 

“Hyun Joong dan Sooyoung? Dimana mereka?” tanya Heechul sambil melihat sekelilingnya yang agak ramai karena banyaknya polisi biasa yang berada disana pada saat itu. “Hyun Joong sedang mencari Sooyoung yang belum dari toilet, Heechul-ssi” jawab Leeteuk. “hah~ kenapa bisa jadi seperti ini?” Leeteuk menghela napasnya pelan.

 

Hyun Joong datang dengan berlari dari arah kejauhan menghampiri Heechul, Yunho dan Leeteuk. Ia pun mengatur napasnya perlahan setelah berada didekat mereka. “Hyun Joong-ssi? Waeyo?” tanya Leeteuk yang terheran-heran dengan kedatangan Hyun Joong yang tergesa-gesa. “Sooyoung-ssi..! Dia…telah meninggal dunia!”

 

“APA!?”

 

~

 

Suara mobil ambulans kembali terdengar untuk kedua kalinya untuk membawa Sooyoung ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dimana Kyuhyun dan Mi Sun telah menunggu.

 

“Hyun Joong-ssi, bisa kau ceritakan apa saja yang kau ketahui tentang kejadian ini kepada kami?” ujar Sora yang ditemani Leeteuk, mereka sedang melakukan interogasi pada Hyun Joong yang bersama dengan Sooyoung dari semalam sampai tadi pagi.

 

“semalam Sooyoung mengatakan padaku ingin mengawasi Ryeowook dari dalam ruangan, aku setujui saja sarannya, sehingga ia pun masuk kedalam untuk berjaga didalam. Namun ia berjaga tak lama didalam, setelah kurang lebih 30 menit kemudian dia keluar dari dalam ruangan. Ia menghela napas ketika ia keluar. Aku tanya padanya ‘waeyo?’, ia hanya menjawab ‘aniyo, gwenchana’ padaku. Lalu setelah itu ia berjalan entah kemana, aku tak tau ia pergi kemana pada saat itu. Namun pada saat ia kembali, matanya terlihat agak bengkak. Aku bertanya padanya ‘apa yang terjadi? Gwenchana?’ ,ia hanya menjawab ‘gwenchana, Hyun Joong-ssi’ lalu kembali berjaga diluar denganku” jelas Hyun Joong.

 

“lalu pada pagi harinya pada saat Yunho dan Nana datang untuk memeriksa keadaan, Sooyoung-ssi pergi ketoilet, benar begitu?” tanya Leeteuk. “ne, ia mengatakan padaku ingin mencuci mukanya serta merapikan dirinya. Ia membawa tasnya pada saat itu” jawab Hyun Joong.

 

“apa pada saat ia berjalan meninggalkanmu entah kemana pada malam hari ia membawa tasnya?” tanya Sora. “ani, ia meninggalkanya di sebuah kursi yang disediakan untuk kami berjaga semalam” jawab Hyun Joong.

 

“apa kau tau apa isi dari tas Sooyoung, Hyun Joong-ssi?” tanya Leeteuk. “tentu saja tidak, Leeteuk-ssi. Untuk apa aku membuka tas wanita sembarangan” jawab Hyun Joong.

 

“kamsahamnida  untuk kerja samanya, Hyun Joong-ssi” ucap Sora. Lalu Sora dan Leeteuk menyalami Hyun Joong secara bergantian, menandakan bahwa interview telah selesai

 

*

 

Nami mengajak Nana berjalan-jalan agar Nana dapat sedikit melupakan kejadian yang menimpah Ryeowook. Nami mengajak Nana berjalan hingga jauh dari gedung konser yang saat ini ramai dengan polisi yang sedang memeriksa tempat kejadian.

 

“kita sudah berjalan sejauh ini, Nami-ya. Sebenarnya kita mau kemana sih?” tanya Nana pada Nami sambil berhenti melangkahkan kakinya dan berada di belakang Nami beberapa langkah saja. Nami pun berbalik menghadap Nana. “hanya berjalan-jalan saja dengan mu, apa tak boleh?” tanya Nami balik. “waktunya tidak tepat untuk berjalan-jalan Nami-ya. Ada kasus yang menungguku untuk diselesaikan segera” Nana pun berbalik dan berjalan kembali ke gedung konser meninggalkan Nami yang masih berdiri di tempatnya.

 

Nana berjalan agak cepat agar ia dapat segera memulai penyelidikannya dan mengetahui misteri di balik pembunuhan Ryeowook tersebut. Ia berusaha menahan air matanya agar tak terjatuh lagi, air matanya tidak dapat membuat Ryeowook kembali lagi padanya. Nana bertekad akan membuat perhitungan dan tidak akan memberi ampun kepada pelaku pembunuhan Ryeowook tersebut.

 

Pada saat Nana akan berbelok, tanpa sadar ia menabrak seseorang didepannya. “cheosohamnida” ucap Nana sambil tertunduk, namun tidak melihat kearah orang yang ia tabrak. “gwenchana, Nana-nie” ucap orang yang Nana tabrak. Mendengar panggilan itu, Nana langsung melihat kearah orang yang ia tabrak itu.

 

“Sungmin oppa!”

 

*

 

“Nana-ya! Nana-ya!” teriak Nami saat memasuki ruangan konser yang sudah agak sepi pada saat itu. Hanya ada Sora, Heechul, Kwangmin dan Narsha saja yang berada disana bersama dengan beberapa anak buah Sora.

 

“Nami-ya, waeyo? Nana belum kesini kok” teriak Narsha yang sedang sibuk memeriksa isi tas Sooyoung. “ah jinjjayo?” Nami melihat sekeliling ruangan itu. “ada masalah, Nami-ya?” tanya Kwanghee penasaran. “ani, gwenchana. Aku pikir ia ada disini, Kwanghee-ssi” jawab Nami.

 

“bukankah kau mengajaknya jalan-jalan tadi, Nami-ya?” tanya Sora dan Heechul yang berjalan mendekatinya. “ruangan ini hampir selesai kami periksa, dan Nana belum kembali sejak kau mengajaknya pergi tadi loh” jelas Heechul.

 

‘kemana Nana?’ gumam Nami pelan. “apa kalian berpisah di jalan tadi?”  tanya Sora penasaran. “dia bilang ingin membantu disini, jadi tadi ia meninggalkanku di jalan, Sora-ssi” jawab Nami.

 

“sudah kau coba telepon dia?” ucap Kwanghee. “sudah Kwanghee-ssi. Tapi tidak diangkat” jawab Nami.

 

Sora pun mengeluarkan handphonenya dan langsung menelpon Nana. Meskipun sambungannya masuk, tapi Nana tak menjawab telepon Sora. Sora pun memutuskan sambungannya.

 

“bagaimana?” tanya Nami penasaran. Sora menggeleng. “meskipun sambungannya masuk, tapi tak ia angkat” jawab Sora.

 

“akan ku minta Jonghyun dan Hara untuk melacak nomor handphone Nana segera, kalau terjadi apa-apa pada Nana setelah kasus ini, bisa bahaya” gumam Heechul. Ekspresi Sora dan Nami pun menjadi panik seketika.

 

*

 

Nana dan Sungmin sedang mengobrol di daerah Insadong. Di sebuah cafe yang masih baru dibuka. Nana mengecek handphonenya. “baterai ku sudah mau habis” keluh Nana. Beberapa lama kemudian, handphone Nana mati karena habis baterai. “ya~ mati…” ujar Nana sambil menghela napas pendek.

 

“apa kau ingin menghubungi seseorang, Nana-nie?” tanya Sungmin sambil meminum teh yang ia pesan. “ani, Sungmin oppa” jawab Nana sambil memasukkan handphonenya kedalam tasnya. “aku mau ketoilet dulu, oppa. Permisi” ujar Nana dan langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi ketoilet.

 

Setelah ia rasa aman, Sungmin mengeluarkan sebuah kertas kecil yang dilipat. Di dalam kertas yang dilipat tersebut, berisi bubuk dalam jumlah kecil, entah bubuk apa itu. Sungmin memasukkan bubuk misterius itu kedalam minuman Nana dan mengaduknya. Dengan cepat, bubuk itu langsung larut dalam teh milik Nana yang masih panas.

 

Beberapa menit kemudian, Nana pun kembali dari toilet. “mian, aku lama oppa” ujar Nana sambil duduk diseberang Sungmin. “aniyo, gwenchana Nana-nie” balas Sungmin sambil tersenyum manis.

 

“sejak kapan kau mulai memanggilku dengan panggilan ‘Nana-nie’, Sungmin oppa? Sepertinya dulu tidak, benarkan?” tanya Nana sambil meminum teh nya dengan sedotan. “memangnya aku tidak boleh memanggil mu dengan panggilan ‘Nana-nie’, oh?” tanya Sungmin balik.

 

“bukannya tidak boleh, oppa. Tapi…aduh…” Tiba-tiba saja, kepala Nana terasa sakit yang tak terduga. Pusing. Itu yang ia rasakan saat ini. “Sungmin…op…pa…”

 

Buk!

 

Nana langsung jatuh pingsan pada saat itu. Namun sebenarnya ia tidak pingsan, melainkan tertidur. Sungmin memasukkan obat tidur ke dalam minuman Nana. Melihat Nana jatuh seperti itu, bukannya panik, Sungmin malah terlihat tersenyum di tempatnya. Perlahan Sungmin bangkit berdiri dari tempatnya dan berjalan mendekati tubuh Nana yang tak bergerak sama sekali.

 

You’re mine, Nana

 

-TBC-

 

Don’t Forget to Comment!

2 thoughts on “[Season 1] File 3 -> Symphony Mayhem [Part 2]

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s