[FF Freelance] I Wish I Were You (Part 1)

Tittle               : I Wish I Were You

Author            : Hyukkie44bee

Main Cast      : Lee Hyuk Jae (a.k.a Hyukkie – HaJe)

Lee Seung Hyun (a.k.a Seungri)

Park Gyuri

Lee Cae Rin (a.k.a Cae Cae)

Cameo                        : Max Fernandes

Hwang Joon Ki

And many others

Genre             : Romance

Length            : {?} Continue.

Rate                : 13+

a/n                   : Ini adalah ff pertama aku. Ceritanya murni dari imajinasiku sendiri.. maaf kalau rada GeJe..hehe.. Udah pernah aku publish di blog pribadi aku dan di Wattapad Hyukkie_bee. Eum…. Semoga ceritanya bisa diterima, maaf apabila ada salah-salah kata. Mohon kritik dan sarannya..

*bow…

 

Say No to Plagiat!!

Happy reading^^



Incheon – International Airport

Hyuk Jae POV

Aku pikir ini akan berjalan dengan baik sesuai yang aku harapkan. Tapi ternyata tidak. Semuanya berantakan, gagal total…

”hyung, apa yang harus aku lalukan? Katakan!” Seungri terus saja mondar mandir dihadapanku, membuatku pusing. Kenapa bocah usil ini bisa menemukanku lagi? Berapa anak buah yang dia kirim untuk memata-mataiku?

“Sebenarnya apa yang kau lakukan pada gadis itu hemmmm…? Kenapa orang tuanya bisa dengan tiba-tiba memutuskan kontrak dengan perusahaan kita?”  Kuletakkan kacamata minusku, sesekali memijat pelipisku pelan.

“a..aku hanya tidak sengaja mencium gadis cantik yang baru aku kenal di Jerman saat pertemuan penggalian dana dengan rekan-rekan bisnis appa dua minggu yang lalu…”

“yak..!! Seungri-ah, mana ada ciuman dilakukan tanpa kesengajaan!! Dasar bodoh!! Sudah kukatakan berulang kali, kau harus berubah. Jangan seperti ini terus. Kau sudah dewasa, aku tidak akan mungkin terus menjaga dan membantumu selamanya!! Kau harus bisa melindungi dirimu sendiri… arasso?!!”

Seungri tersenyum lalu memelukku “hyung, kau tidak akan pernah lepas dariku, sekalipun kau menikah dan punya anak!! Tidak akan!!” Sedetik kemudian dia bergegas pergi meninggalkanku.

“yak..mau kemana kau!! Masalahmu belum terpecahkan kau mau pergi ke mana lagi!!!” Dia tersenyum tenang, kemudian ia kenakan lagi kaca mata hitam kebanggaanya itu.

“hyung, aku akan pergi mencari cara untuk mengambil simpati Cae Rin lagi, aku tau dia sangat mencintaiku. Ini bukan pertama kalinya kami bertengkar, aku pasti akan mendapatkannya lagi”

“kau terlalu percaya diri!!!”teriakku keras.

“aku belajar banyak darimu hyung…!!” Dia menertawaiku. Sial. Dia pasti sedang mengerjaiku lagi. Ya Tuhan. Ini sama sekali tidak lucu. Dia bahkan berani menghina kakaknya sendiri sekarang.

JJ

Seungri, adik kecilku itu menggagalkan rencanaku untuk pergi ke luar negri lagi. Malam ini dia datang dengan tiba-tiba ke bandara saat aku menunggu jadwal keberangkatanku. Ya, dia tau betul malam ini aku akan pergi ke Spanyol untuk mencoba mobil balap baruku… yah… hanya sekedar uji coba mobil, mungkin—

Namun semuanya gagal, dia berhasil menggagalkan rencanaku. Pesawat lepas landas tepat saat Seungri beranjak dari kursinya seraya tersenyum penuh kemenangan dan kebahagiaan. Aku tau, Cae Rin meninggalkannya, dan perusahaan ayah Cae Rin yang tiba-tiba memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan kami hanyalah akal-akalan Seungri saja agar aku tidak jadi pergi ke Spanyol untuk mencoba mobil baruku. Entah apa yang sebenarnya ada pada diri Seungri, kenapa aku begitu takut dia terluka. Dia bisa merasakan apa yang aku rasakan, sakit ataupun senang. Dia seperti cuilan dari tulang dan dagingku yang entah bagaimana kemudian tumbuh dan terus tumbuh menjadi seseorang yang sangat berarti bagiku…

“Tuan muda, koper dan tas anda biar saya saja yang bawa. Tuan muda Seungri sudah menunggu di mobil” aku tersadar dari lamunanku.  Huffthhhhh…. Bocah tengik itu bahkan sudah mengutus anak buah kepercayaanya ini untuk langsung menjemputku ke sini.

“Bawa saja semuanya, katakan pada Seungri aku tidak akan pulang malam ini. Aku akan pergi ke suatu tempat. Jangan mencariku lagi, atau aku benar-benar tidak akan pulang ke rumah itu lagi..!”

“tapi tuan muda…!! Saya bisa dipecat apabila kembali tanpa membawa anda dengan selamat bersama saya” dia tampak khawatir dan ketakutan.

Kutekan bahunya pelan “oh..ayolah Max, kejadian seperti ini bukan pertama kalinya kau alami. Aku akan pulang dengan selamat besok. Aku janji. Sekarang cepat pergi, temui bos bodohmu itu..!!”

“…….” Max tidak bergerak. Satu inci pun. Merepotkan.

“Max… pergilah. Aku jamin Seungri tidak akan marah padamu. Semuanya akan baik-baik saja.” Aku yakin Seungri tidak akan dengan mudah melepas orang kepercayaannya ini. Tidak.

“Tapi Tuan muda—“

“Hyung… panggil aku hyung juga” kataku tulus. Aku juga menyayangi Max, dia sudah berada di lingkungan keluargaku sejak aku masih muda. Dia bukan orang lain. Dia orang penting di kehidupan Seungri.

Max terlihat berfikir, tapi sedetik kemudian tersenyum, dia menyerah. “Baiklah… Jaga dirimu baik-baik Hyung. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika terjadi sesuatu padamu. Kau sudah berjanji padaku. Jadi besok kau harus pulang. Dengan selamat!! Ingat itu..!!”

“Max, kau mengerikan..!! hahahahaha…….” Kutinju pelan lengan kanannya. Max pergi meninggalkanku. Dia benar-benar membawa semua barangku.

Max, tangan kanan Seungri yang juga sangat menyayangi Seungri sepenuh hati, tulus. Hubungan mereka jauh dari kata bos dan anak buah, Seungri juga memanggil Max dengan sebutan hyung. Aku tidak pernah keberatan dengan ini semua. Selama aku tinggal di Spanyol 5 tahun terakhir, Max menggantikan posisiku sebagai kakak untuk Seungri, aku banyak berhutang padanya.

“gomawo, max” ucapku lirih. Tak ada jawaban dari Max. Tentu saja, karna bahkan ujung koper yang ditarik Max pun sudah tak tampak lagi.

JJ

Seungri POV

“maafkan aku, kali ini aku gagal lagi membawanya pulang ke rumah” ucap max sambil membungkukkan kepalanya padaku. Aku tersenyum kecut.

“aku tau kau ini payah hyung!! Kau dan kakakku sama-sama lembek. Harus aku apakan laki-laki tua itu. Kenapa dia begitu keras kepala!!” Aku pura-pura marah.

“Mianhae….” Max tau betul aku sangat mengkhawatirkan kakakku, itu sebabnya dia selalu merasa bersalah saat dia tidak berhasil membawa kakaku pulang bersamaku ke rumah kami. Rumah kami, rasanya asing sekali.

“bbbbbwahahahahahahaha…… ayolah hyung. Kau dan aku sama-sama tau sifat kakaku. Dia benar-benar keras kepala dan sulit diatur. Aku tidak marah dan tidak kecewa padamu, sungguh. Ayo cepat masuk, di sini dingin sekali. Aku ingin cepat-cepat pulang dan tidur, wajahku ini adalah asset berharga untuk memajukan perusahaan kita, jadi aku harus merawat kesegarannya dengan baik”

Max masuk mobil sambil tersenyum. Mobil berjalan dengan cepat meninggalkan bandara. Hening, hingga Max memecah keheningan di dalam mobil mewah milikku malam itu, “Seungri-ah, apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Ini sudah 5 tahun, dan tidak pernah ada hasilnya?”

Oh God..!! Ini pertanyaan yang tidak ingin aku dengar dari siapapun. “Hyung, ini baru awal dari rencana kita. Apa kau bosan?? Aku sama sekali belum melakukan apa-apa. Selama ini aku hanya ingin tau saja, apa kakak masih menyayangiku sama seperti aku masih kecil dulu, atau tidak?”

“Dan kau sudah menemukan jawabannya?”Tanya max penasaran.

“Ya.. Tentu saja.!” Jawabku percaya diri. “kakak masih sama dengan kakakku yang dulu. Menyayangiku, bahkan lebih dari dirinya sendiri. Mungkin dia masih bingung, bagaimana cara menunjukkanya padaku. Hyung, aku akan membantunya untuk itu. Dan kau, harus membantuku juga arasso!!!.”

“tentu…” Max tersenyum. Lelaki ini tidak pernah melupakan senyumnya saat berbicara dengan siapapun. Sangat mirip dengan kakakku. Setidaknya dulu seperti itu.

Suasana malam di kota Seoul sangat indah malam ini. Indah karna malam ini aku berhasil menggagalkan rencana kakakku untuk pergi dariku lagi. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Bibirku sedikit tertarik mengingat sentuhan pelan tangan kakakku di punggungku saat aku memeluknya tadi. Wajahnya juga terlihat khawatir saat aku terus saja panic mondar-mandir menggerutu mengenai masalahku. Ini berbeda saat aku menggagalkan rencana kaburnya 2 minggu yang lalu. Sedikit kecewa dan marah terukir jelas di wajahnya. Namun malam ini tidak. Sudah kuputuskan malam ini aku akan menanggalkan mimpi burukku yang selalu datang setiap malam selama beberapa tahun terakhir ini. Malam ini aku akan mimpi indah.

“Hyukkie hyung, jeongmal bogoshippo….. Saranghae..!!” ucapku dalam hati.

 

JJ

Joon’s Apartement

Author POV

“apa kau baik-baik saja?”

“hemmm…tentu saja. Waeo? Kau mencemaskanku? It’s cool…. Joon!!” Laki-laki yang disapa Lee Hyuk Jae itu terkekeh sambil merapikan rambutnya yang berantakan tertiup angin. Sesekali kepalanya menengadah ke atas, menikmati indahnya bintang yang bertaburan di atas kepalanya saat ini.

“kau benar-benar ingin melanjutkan hobi balap mobilmu itu? Sudah kukatakan berulang kali kau harus berhenti dari profesi berbahaya itu.” Nadanya meninggi, ketara sekali sahabat Hyuk Jae itu sangat mencemaskan keselamatan sahabatnya itu saat ini.

“Aku menjadi seorang pembalap sejak berumur 13 tahun Joon, dan sekarang aku sudah berumur 26 tahun. Aku baik-baik saja kan sekarang? Lihat saja, wajahku juga semakin tampan saat aku berada di dalam mobil balapku, kau tau itu..!!” Hyuk Jae mencoba mencairkan suasana yang terasa sedikit kaku malam itu.

“Lee Hyuk Jae, apa semua orang yang bermarga Lee itu memang keras kepala sepertimu? 2 kali patah kaki, 1 kali gagar otak ringan, 4 kali patah tulang tangan dan selangkang, 2 rusukmu juga sudah patah, dan kau bilang padaku kau baik-baik saja!!!” Selalu begitu. Joon selalu kaku dan mudah marah saat berbicara menyangkut kesehatan sahabat baiknya itu. Dia terlalu cemas, takut kehilangan.

“Aku baik-baik saja Joon. Apa kau tidak pernah baca koran dan menonton tv? 3 tahun ini aku sangat popular di dunia, 2 tahun terakhir ini aku bahkan jadi juara dunia kan? Aku sangat hebat Joon” Memang benar, Hyuk Jae meraih tahun keemasannya di dunia balap mobil pada 2 tahun terakhir ini, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Seoul, menemui adik satu-satunya itu. “lagi pula saat aku sakit atau kecelakaan, aku masih punya kau. Managerku akan segera menghubungimu untuk menolongku. Kau akan menolongku kan??? Hemmm… katakan Hwang Joon Ki..!!”

“bodoh..!! Aku ini bukan dokter ahli tulang! Aku ini dokter ahli penyakit dalam!!” Joon berteriak sambil menonyor kepala sahabatnya itu ke belakang.

“arrrgghhh” Hyuk Jae memegangi kepalanya.

“tadi kau bilang kau baik-baik saja Hyukkie, jadi jangan bercanda lagi. Aku sedang tidak ingin bercanda kali ini..” Joon tetap diam di kursi kayu yang sedari tadi dia duduki.

“ arggghhhhh” kali ini erangannya bertambah keras. Badannya mulai bergerak hampir tersungkur. Hyuk Jae tampak benar-benar kesakitan. Joon mulai panic.

“Hyukkie…Hyukkie, maafkan aku. Maafkan aku, ayo masuk ke dalam. Di sini dingin. Maafkan aku” Joon benar-benar takut kejadian seperti ini terjadi di depan matanya. Walaupun dia seorang dokter, namun dia tidak ingin menyaksikan orang yang dia sayangi kesakitan di depan kedua matanya sendiri. Joon terus memeluk tubuh kurus sahabat kecilnya itu.

“bbbwahahhahahahah…….!!! Joon, aku hanya bercanda…!!! Bbbbwahahahhhahahha…. Kau benar-benar mencemaskanku? Kau sungguh manis sekali Joon…!!!”  Air mata Hyuk Jae jatuh, entah itu karna menahan tawa atau menahan sakit di kepalanya.

“aku baik-baik saja Joon, aku tidak selemah yang kau pikirkan..!!” kata Hyuk Jae sambil tersenyum.

“bercandamu itu tidak lucu Lee Hyuk Jae, mana mungkin aku tidak panic melihatmu kesakitan seperti itu. Orang yang akan membuang sampah di kali pun akan panic saat melihat wajah sakitmu itu, bodoh!!”

“bo…!!! Kau mengataiku bodoh? Kau bahkan memanggil nama lengkapku?? Joon, kau sungguh sangat manis. Aku mencintaimu. Hwahahhahha………”

“hentikan Lee Hyuk Jae!! Ini benar-benar tidak lucu, cepat masuk ke dalam, atau tubuh garingmu itu akan kaku kemudian terbang terbawa angin malam kota Seoul ini!!” Joon pergi meninggalkan Hyuk Jae sendirian di luar. Sedikit tenang, namun gurat kekhawatiran tidak luput dari sorot matanya. Tangannya bahkan sedikit bergetar saat akan menekan kenop pintu kamar apartemennya.

Hyuk Jae masih duduk kaku di kursi beranda kamar apartemen Joon, sedikit menenangkan diri. Fikirannya melayang ke mana-mana. Memikirkan Seungri, orang tuanya, Joon, balap mobil dan juga…..

JJ

“Hyukkie,…..”

“hemmmmm.. Ada apa? Kau mengganggu tidurku! Apa kau masih merindukanku Joon??” Hyuk Jae tertawa geli, dia sama sekali tidak membuka matanya.

“kau…. Sangat menyayangi adikmu?”

“……” hening. Hyuk Jae sama sekali tidak bergerak, matanya masih terpejam. Joon menunggu jawaban keluar dari mulut sahabatnya itu, dia tau malam ini Hyuk Jae tidak bisa tidur. Joon tidak pernah tidur saat sahabatnya itu datang ke rumahnya itu. Dia akan duduk di sebelah ranjang yang ditiduri sahabatnya sambil memandangi wajah tirus Hyuk Jae. Dia tau pasti, Hyuk Jae hanya menutup mata, pura-pura terlelap.

“mungkin aku sedikit menyayanginya…. Wae? Kau cemburu?” Kali ini Hyuk Jae membuka matanya, memutar tubuhnya ke samping agar bisa berhadapan dengan Joon yang sedari tadi duduk di samping ranjang tidurnya.

“anio..kau gila..!! eummm… Kau bahkan pulang ke Korea setelah 5 tahun berada di Spanyol, karirmu juga sedang naik daun 2 tahun terakhir ini kan?” Joon bertanya dengan nada menyelidik.

“entahlah… ada bagian dari diriku yang memang tidak bisa jauh dari Seungri. Dia selalu saja mengusik hidupku.” Hyuk Jae menjawab dengan mata berbinar-binar. Ada hembusan kebahagiaan saat dia menceritakan sosok adik menyebalkan yang sangat ia rindukan itu.

“syukurlah…”

“untuk..??”

“karena kau masih punya perasaan,,, masih ada rasa sayang dihatimu. Aku pikir yang ada di hatimu hanya amarah dan kebencian. Ternyata seorang Lee Hyuk Jae masih punya rasa kasih sayang. Hahahaha……..”

“kau ini, apa yang kau bicarakan? Kau bilang aku tidak punya perasaan??!!! Tcskkkk…!! Hwang Joon Ki memang bodoh. Kenapa aku bisa memiliki sahabat sepertimu??”

“hahhahahaha… itu memang benar. Kau harus melupakan kebencianmu pada orang tuamu. Maafkan mereka, lalu tinggalah di rumahmu, jangan menggangguku terus!!”

“jadi kau mengusirku?? Baik aku akan pergi sekarang!!” Hyuk Jae bangun dari tempat tidurnya namun Joon segera menahan tangannya.

“Hyukkie hentikan, aku tidak sedang membicarakan masalah keberadaanmu di sini. Jangan mengalihkan pembicaraan..!!”

Hyuk Jae membuang nafasnya, berat. “Aku tidak membenci mereka. Walau bagaimanapun juga, mereka adalah orang tuaku. Mengenai kenapa aku tidak pulang ke rumah, ini hanya masalah waktu. Aku akan pulang, tapi tidak sekarang..” Hyuk Jae membuka selimut yang sedari tadi menghangatkan tubuhnya. Kemudian turun dari ranjang empuk yang ditidurinya lalu merapikan diri.

“kau mau ke mana?” Lagi-lagi Joon dibuat panic oleh sahabat menyebalkannya ini.

“aku ada urusan”  Hyuk Jae merapikan dirinya di depan kaca milik Joon.

“ini hampir jam 3 pagi. Kau mau pergi ke mana? Di luar sangat dingin, kau juga tidak membawa mobil kan? Ayolah.. Cepat tidur. Besok pagi akan kusiapkan makanan kesukaanmu sebelum kau pulang” Joon berkata dengan tulus. Cuaca di kota Seoul akhir-akhir ini memang sedang tidak bagus. Dia tidak ingin sahabatnya terkena flu saat pulang dari rumahnya malam ini.

“…..” Hyuk jae tidak menghiraukan perkataan sahabatnya. Dia tengah asyik berkutat dengan handphone di tangannya.

“aku akan menemui temanku, dia akan jadi mekanik mobilku musim ini. Seungri menggagalkan rencanaku untuk uji coba mobil baru di Spanyol. Jadi aku putuskan untuk menguji mobil baruku di sini saja. Circuit di Korea kudengar sudah mengalami banyak kemajuan, managerku setuju, besok mobilku akan diterbangkan dari Spanyol ke Korea.” Jelas Hyuk Jae panjang lebar.

“tapi ini hampir jam 3 pagi, dan kau memaksa akan pergi. Jangan berbohong padaku. Mana ada pembicaraan penting dengan seorang mekanik dilakukan di pagi hari dengan cuaca extrim seperti ini..!! Kau tidak bleh pergi!!!”

“Joon, jangan berlebi..ii…arrrghhhhhhhh” Joon segera berlari memapah Hyuk Jae untuk kembali berbaring di ranjangnya. “arrrggghhhhhh” kali ini Hyuk Jae meremas rambutnya kasar.

“tunggu sebentar…. Tenanglah..!!” Joon mengambil jarum suntik bersegel yang ada di laci dekat ranjang tidurnya. Jarum suntik segera menembus kulit putih pucat milik Hyuk Jae. Entah cairan apa yang Joon suntikkan pada Hyuk Jae. Namun hanya berselang beberapa menit Hyuk Jae mulai tenang. Dia tak lagi mengerang, tangannya mulai terkulai lemas, nafasnya mulai teratur.

“Joon, gomawo. J ..Ja..Jangan tinggalkan aku” suaranya terdengar parau. Lemah. Menyedihkan, ini bukan Hyuk Jae yang Joon kenal saat masih anak-anak hingga remaja dulu.

“tidak akan. Tidurlah, aku akan menemanimu di sini. Besok kau akan baik-baik saja, seperti sebelumya. Tersenyumlah.. Jangan menangis….” Hyuk Jae memang sedang menangis saat ini, kejadian-kejadian yang dia alami beberapa tahun lalu berkeliaran dikepalanya. Membuanya kembali pusing, seperti dihantam benda keras, namun dia tahan. Dia tau sahabatnya itu sangat mengkhawatirkannya. Joon meremas tangan Hyuk Jae yang terasa dingin, dia sungguh cemas. Berharap kejadian ini hanyalah mimpi yang tidak akan pernah datang lagi. “ Hyukkie, tidurlah….. Aku mohon tenangkan dirimu. Pejamkan matamu. Aku akan di sini. Terus di sini…jebbal, cepat tidur..” Tutur Joon lembut.

Perlahan Hyuk Jae memejamkan matanya. Mulai tenang, rasa sakit di kepalanya pun mulai hilang. Joon terus memandangi wajah sahabat terbaiknya itu. Kantung matanya membesar, kulitnya memucat, badannya semakin kurus. Tidak sampai hati ia meihat sahabatnya itu. Tampan… memang masih tergambar jelas di wajahnya. Namun wajah itu, senyum itu, tidak seperti dulu. Semuanya sudah berubah, Hyukkie yang dia kenal tidak serapuh ini. Joon menagis dalam diam.

 

JJ

Seoul – Seungri’s Private Office

“jinjja..??? Kau sungguh mau membantuku?” Tanya Seungri senang.

“tentu saja, oppa juga selalu membantuku saat aku sedang mengalami kesulitan. Lagipula aku juga menyayangi Hyukie oppa, jadi dengan senang hati aku akan melakukan rencana ini..!!”

“yak..!! Kau ini mau membantuku karna aku ini kekasihmu atau karna kau menyukai kakakku??” Seungri mulai marah, dia benar-benar laki-laki pecemburu tingkat akut.

“hemmm…dua-duanya..hehehe..” Gadis itu tersenyum nakal pada kekasih yang sangat dia cintai itu.

“tidak boleh!! Kau tidak boleh menyukai kakakku. Kau hanya milikku sampai kapanpun!!” Seungri menyilangkan kedua tangan di depan dadanya, percaya diri.

“oppa, kau Percaya Diri sekali. Kakakmu memang sangat tampan, yeoja mana yang tak menggilainya. Seandainya saja aku…….”

Cae rin belum selesai berkata-kata Seungri langsung menghentikannya dengan sedikit memberi kecupan pada bibir Cae Rin. Senang. “jangan harap kau bisa lepas dariku Lee Cae Rin….!!” Seungri berkata dengan sungguh-sungguh, dia juga sangat mencintai gadis yang setia bersamanya selama ini.

Cae rin tersenyum tipis “oppa, rasanya asam……” 3 kata yang sedikit membuat mata Seungri membulat saat dia mengecup bibir Cae Rin dengan lembut. Gadis ini brutal, namun terkadang polos dan manja. Inilah yang Seungri suka.

“tadi pagi aku sarapan toast rasa strawberry, ahjuma menyiapkan untuk kakakku. Tapi hari ini dia tidak pulang lagi. Lalu aku memakan sarapannya,,, hahaaha.. Mianhae, aku akan makan coklatku” Seungri merogoh kantong jas yang ia kenakan. Ada coklat kesukaannya di dalamnya, dia tidak pernah lupa membawanya. Kemanapun. “Nanti siang kita akan coba lagi. Apakah masih terasa asam atau tidak….?? Otte…??” Seungri nyengir kuda. Mereka berdua sungguh pasangan yang sangat aneh. Menganggap hal-hal konyol seperti itu sebagai pembicaraan penting yang harus dicari jalan keluarnya.

“baiklah…. Kalau tidak enak aku tidak mau lagi. Milik Hyukkie oppa mungkin lebih nikmat. Manis……hahhahahah…” Cae Rin segera meraih tasnya, bergegas pergi meninggalkan ruangan kantor Seungri.

“Yak…!! Lee Cae Rin, tunggu pembalasanku!! Kau akan menyesal..!!!” Seungri berteriak. Lee Cae Rin, seberapa manja dan menyebalkan pun gadis itu, dia tetap menyayanginya. Tidak..!! Dia mencintainya, setulus hati.

“Yohboseo…..” Seungri mengangkat gagang telephone yang baru saja berdering.

“……………”

“Baiklah,…Arasso…”

“…………..”

“kerjamu bagus!! Sempurna Hyung!!”

JJ

Joon’s Apartement

 “hoaaammmmmm….. Good morning Joon, it’s smell good” suara indah itu kembali diperdengarkan Hyuk Jae. Senyum gusi khasnya terpampang jelas di wajah pucatnya.

“morning…. Merasa lebih baik? Dasar pemalas! Kau tau ini jam berapa?” Joon menjawab sapaan Hyuk Jae dengan omelan pagi kesukaanya. Dia sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka nikmati berdua.

Secangkir susu strawberry bertengger indah di meja makan. Hyuk Jae enggan membantu Joon atau siapapun di dapur. Bukan jijik, hanya saja dia tidak terbiasa menyiapkan itu semua. Bersahabat dengan benda-benda dapur bukanlah hal mudah baginya. Dia terbiasa dilayani.

“berhentilah mengomel di pagi hari Joon, itu memuakkan. Kau ini laki-laki, tapi sifatmu lebih menyerupai perempuan, menjijikkan!”

“kau bilang aku menjijikkan? Lalu kenapa tadi malam kau memintaku untuk tidak meninggalkanmu?? Kau terus mengigau dan memegang erat tanganku. Itu lebih menjijikkan Lee Hyuk Jae!!”

“oo.. jinjja?? Semalam itu bukan aku Joon!! Itu Lee Hyuk Jae yang melakukannya, bukan aku!!” Hyuk Jae tersenyum, kegiatan memasak Joon berhenti sejenak. Jawaban yang sama sekali tidak masuk akal untuk didengar. Alisnya bertemu di tengah kening mulusnya. Namun Joon tak membalas jawaban yang telah dilontarkan Hyuk Jae.

“ Kau tampak tertekan Joon! Sepertinya aku benar-benar merepotkanmu” kali ini Hyuk Jae terlihat sedih, dia merasa bersalah pada Joon.

“Pabo Namja..!!! berhenti bicara dan segera bersihkan tubuh amismu itu. Segeralah sarapan. Aku akan segera berangkat kerja!”

Hyuk Jae beranjak dari ranjangnya. Pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Dia sama sekali tidak memikirkan apapun kali ini. Tidak ingin merusak mood nya di pagi hari.

“Hyuukkie-ah, namja kurussss!! Cepatlah…!! Apa yang kau lakukan di dalam? Aku sudah lapar..!!” teriak Joon. Joon sedang terburu-buru. Dia harus segera pergi ke salah satu rumah sakit terbaik di Seoul tempatnya bekerja, ada pasien yang harus ditemui hari ini.

“jangan berteriak lagi Joon. Jarak kamar mandimu hanya beberapa inci dari meja makanmu, jadi jangan perlakukan aku seakan-akan aku laki-laki tuli yang tidak bisa mendengar suara cemprengmu itu dengan volume rendah..Atau mungkin aku akan segera tuli karena teriakan menjijikkanmu itu!!”

“aku sedang tidak ingin berdebat!!  Cepat makan!!” Hyuk Jae segera duduk di kursi tepat di depan Joon duduk. Joon tau apa yang Hyuk Jae suka dan tidak suka. Termasuk makanan dan minuman favoritnya. Gelas susu milik Hyuk Jae sudah hampir kosong, makanan miliknya pun hampir habis. Dia melahap semua makanan dengan rakus. Suasana di meja makan kali ini terasa janggal, hingga Joon memulai percakapan di meja makan yang sedari tadi sepi, hanya terdengar suara pisau dan garpu yang sesekali beradu.

“Hyukkie, apa yang terjadi padamu semalam? Kau sedang sakit?”

“……..”

“Lee Hyuk Jae apa kau sekarang benar-benar tuli? Atau bisu? aku sedang bertanya padamu!!”

“aku tidak apa-apa” Hyuk Jae terus saja sibuk memasukkan potongan daging ke mulutnya.

“jangan berbohong”

“aku tidak pernah berbohong”

“aku ini dokter Hyukkie, aku tau kau dalam keaadaan tidak baik sekarang” kata Joon geram. Sahabat bodohnya ini sungguh menyebalkan.

“aku tau kau dokter Joon..”

“bukan itu topic pembicaraan kita Hyukkie, jangan mengalihkan pembicaraan lagi. Hari ini kau ikut aku ke rumah sakit” Joon meletakkan garpu dan pisaunya. Selera makannya telah hilang.

“aku sehat. Lihat saja aku bahkan terlihat sangat tampan kan walaupun baru bangun tidur?” Hyuk Jae nyengir kuda. “aku baru dua bulan di Seoul, cuaca di sini benar-benar buruk. Aku harus beradaptasi lagi di sini, belum lagi makanan Korea yang sudah lama tidak aku makan sedikit mengganggu pencernaanku. Mungkin aku terkena flu. Lain kali aku akan berkunjung ke rumah sakit. Kau tidak perlu khawatir, aku bukan anak SD berumur 9 tahun lagi Joon..!”

“kau itu ceroboh. Kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri. Kau bahkan tidak tau makanan apa yang baik untuk tubuhmu. Sebenarnya apa yang kau makan akhir-akhir ini?”

“aku mencoba semua makanan di Korea Joon. 5 tahun lebih aku tidak makan makanan Korea. Aku merindukannya… ternyata makanan Korea benar-benar tidak ada duanya. Masshitta….!!!” Hyuk Jae memamerkan senyum khasnya. Makananya telah habis, dia teguk susu strawberrinya hingga tak tersisa.

“Joon, terimakasih untuk semuanya. Aku pergi dulu. Nanti aku akan menelfonmu” Hyuk Jae bergegas mengambil jaket kulit miliknya yang tergeletak sembarangan di atas sofa. Joon tak berkutik. Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menghentikan Hyuk Jae sekarang. Joon hanya menatap punggung milik Hyuk Jae yang mulai bergerak menuju pintu apartemennya. Joon mengantar kepergian Hyuk Jae tanpa suara.

Hyuk Jae menutup pintu sedikit kasar, dia pergi tanpa ada jawaban dari Joon tentang perkataannya tadi. Dia tidak peduli, baginya berlama-lama di rumah Joon akan menimbulkan banyak pertanyaan yang malas dijawab olehnya. Joon berubah menjadi lelaki cerewet mirip perempuan. Haha… Hyuk Jae tertawa dalam hati.

JJ

Seungri’s Office

 “kau senang?” Tanya Max, lelaki keturunan Prancis Korea itu mendekati Seungri yang sedang menikmati indahnya kota Seoul dari dalam kantornya. Max membawa 1 mangkuk ice cream coklat banana kesukaan Seungri.

“gomawo Hyung” Seungri menerima mangkuk ice cream coklat banananya dengan senang hati.

“eumm….. tentu saja aku senang, akhirnya aku menemuknnya. Kakakku tidak sepintar yang aku duga. Dia masih bodoh, sama seperti dulu.” Jawab Seungri bangga, sambil menikmati ice cream di tangannya. Bibir merahnya tak henti-hentinya melepaskan senyum walau mulutnya penuh dengan ice cream coklat banananya itu.

“eummm…. Ini enak, kau beli di mana Hyung?? Hahahhha…..” Seungri benar-benar seperti terbang sekarang. Usahanya membawa pulang sang kakak akan segera mendapatkan hasil. Beberapa langkah kecil lagi. Hanya perlu sabar dan berhati-hati. Dia berharap hasilnya memuaskan.

“jangan terlalu senang Seungri-ah, kau harus segera menemukan cara untuk membawa Hyukkie hyung pulang kembali atau kalau tidak dia akan pergi untuk selamanya…” aktivitas makan Seungri terhenti sejenak. Dia tampak berfikir, namun dia meneruskan kembali acara santap makanan favoritnya setiap jam 1 siang itu.

“kau membuatku takut Hyung. Aku tidak akan kehilangan kakakku lagi. Aku berjanji. Aku sudah menyiapkan cara untuk menjebak kakakku agar dia mau pulang ke rumah kita. Semuanya pasti akan berjalan dengan lancar.” Seungri sangat yakin dengan apa yang akan dia lakukan. Bukan perkara mudah memang. Tapi tekatnya sudah bulat. Dia akan segera melakukan rencana yang telah dibuatnya dalam waktu yang tidak singkat itu. Senyum smirk milik Seungri pun terlihat.

“aku akan selalu membantumu, jangan khawatir…..”

Kringgg——

“yohboseo…..”

“………………” Max berbicara serius dengan orang di ujung telephone sana, dia tampak bersemangat dan puas.

“baiklah, awasi terus. Kami akan segera ke sana” Max menutup sambungan telephonenya. Dia masukkan kembali ke dalam jas hitam yang melekat pas pada tubuh kekar atletisnya. “Seungri-ah, Hyukkie hyung sedang dalam perjalanan pulang, kita harus segera ke sana”

“bagus..!!Tapi tunggu dulu, kakak dalam perjalanan pulang? Kenapa anak buahmu bisa tau dengan jelas bahwa kakakku dalam perjalanan pulang. Mobil anak buahmu mengikuti mobil kakakku? Jangan sampai kakak mengetahui bahwa kita mengutus orang untuk mengikutinya hyung. Ini berbahaya…!!”

Seungri sangat cemas, dia senang kakaknya akhirnya pulang ke apartemennya. Dia ingin menemui kakaknya. Tentu saja dia tidak ingin rencana yang telah dibuatnya gagal total hanya karna kinerja anak buahnya yang tidak hati-hati.

“Hyukkie hyung tidak naik mobil, dia jalan kaki. Kau tenang saja, anak buahku bisa dipercaya, dia mengawasi tempat tinggal kakakmu dengan menyamar sebagai tukang kebun di rumah mewah yang aku beli di depan apartemennya. Semua rencanamu pasti akan berjalan sebagaimana mestinya. Pasti.!!”

Max sangat percaya anak buahnya ini bisa diandalkan. Max sengaja membeli rumah mewah di depan apartemen milik Hyuk Jae agar mereka mudah mengawasi gerak gerik Hyuk Jae.

“kau benar-benar hebat hyung. Tapi kenapa dia jalan kaki? Kenapa tidak naik mobil?” Tanya Seungri bingung. Kakaknya bukan orang yang mau bersusah payah dalam melakukan segala sesuatu hal. Apa lagi jalan kaki, sesuatu yang tidak pernah dilakukannya selama ini, 5 tahun yang lalu tepatnya.

“aku tidak tau, mobil Hyukkie hyung masing terparkir ditempat parkir apartemennya. Dia meninggalkannya begitu saja saat dia akan pergi ke Spanyol semalam.”

“eumm… baiklah itu tidak penting, ayo pergi sekarang. Kakakku pasti akan segera sampai di apatemennya sekarang” Seungri meletakkan mangkok ice creamnya yang belum habis sembarangan. Rasa ice cream itu sama sekali tidak enak sekarang. Menemui Hyuk Jae, kakak kesayangannya jauh lebih menarik untuk dilakukan. Semua rapat penting hari ini bahkan dengan sengaja dibatalkan. Seungri benar-benar gembira sekarang, sesuatu yang sudah lama dia nantikan. Berkunjung ke tempat tinggal kakaknya, mengobrol santai dan hangat, menonton tv bersama lalu makan malam bersama. Pasti sangat menyenangkan.

JJ

Hyuk Jae’s Apartement

 “hacchiimmm…. Uhuk..uhukk…” sesekali Hyuk Jae terbatuk dan bersin. Mungkin dia benar-benar tekena flu sekarang.

“arrrghhhh… susuku habis, tidak ada makanan di kulkas. Aku lupa membelinya. Cuaca di luar benar-benar buruk. Kenapa Seoul bisa punya cuaca seperti ini… tchhhhh… menyebalkan” Hyuk Jae mengumpat kesal. Perjalanan naik bus, lalu berjalan kaki kurang lebih 300m membuat dia kembali lapar. Entah mengapa tadi dia lebih memilih naik bus dari pada naik taxi. Dia menyesal melakukan hal bodoh tadi. Harusnya naik taxi lebih nyaman dan akan lebih cepat sampai tujuan, pikirnya. Entah mengapa sekembalinya di Seoul, Hyuk Jae tertarik untuk melakukan kegiatan yang dulu belum pernah dia lakukan. Dia harus berjuang, sendirian.!

Hyuk Jae merebahkan diri di atas sofa empuk miliknya. Apartemen mewah itu tampak terlalu besar untuk ditempati satu orang lelaki kesepian seperti Hyuk Jae. Yah… seharusnya dia punya seorang teman lagi sebagai penghuni apartemennya. Hyuk Jae menyalakan tv, dia menekan remot dengan cepat. Mencoba mencari channel tv yang mungkin akan menghiburnya, namun percuma. Smuanya sama baginya. Tidak ada yang menarik.

Sedetik kemudian dia memilih untuk memejamkan mata, tidak mengantuk memang. Hanya saja dia sedikit merasa lapar. Memejamkan mata sejenak mungkin akan mengurangi rasa lapar diperut krempengnya. Angin kencang berhembus tak beraturan di luar, perutnya semakin lapar, tapi dia malas membeli makanan di supermarket yang sebenarnya tidak jauh dari apartemennya. Ia baru saja akan menekan nomor telephone untuk menelphone jasa makanan siap antar namun tiba-tiba bel berbunyi.

Dengan malas dia bangun dari singgasananya. Membuka pintu dengan malas tanpa melihat siapa tamu yang datang lewat intercom.

“Hyung…..hehehehe….berrrrrrr. dingin sekali.” Seungri nyengir memamerkan deretan gigi kelincinya. Hyuk Jae tampak sedikit terperanjat kaget. Terkejut dengan kedatangan tamu tak diundangnya. “aku datang membawa makanan, kau pasti lapar, ini sudah lewat jam makan siang. Ayo makan bersama, aku juga sudah lapar” Tanpa aba-aba Seungri memasuki apartemen milik kakakkya. Si empunya apartemen masih saja berdiri mematung di depan pintu. Dia sama sekali tidak menyangka Seungri akan menemukan tempat tinggalnya secepat ini.

“kajja!! segeralah masuk hyung,. Tutup pintunya, di luar dingin sekali. Aku akan menyiapkan semuanya” Seungri bersemangat sekali menyiapkan peralatan makan di meja makan. Hyuk Jae pasrah mengikuti Seungri. Perutnya sedang sangat lapar. Perdebatan akan dimulai setelah makan siang, pikir Hyuk Jae. Setidaknya dia harus menambah energy dulu. Agar tak terperdaya lagi oleh wajah malaikat milik Seungri.

“…….” Hyuk Jae sama sekali tidak berbicara. Dia terus memakan makanan yang telah dibelikan Seungri. Sesekali dia menoleh ke arah Seungri yang juga tengah asyik menikmati makan siang ke-duanya hari itu.

“Hyung, apa aku terlihat mirip sekali denganmu? Atau aku jauh lebih tampan darimu? Kau asyik sekali memandangi wajahku….!!” Seungri terkekeh pelan, dia senang sekali menggoda kakaknya.

“Wajahmu sama sekali tidak tampan. Kau terlihat lebih tua dari aku sekarang…. Hahahahhaha….” Seungri menghentikan acara makannya. Terdiam, sedikit kaget mendengar suara tawa kakaknya yang sudah lama tidak ia dengar. Masih merdu,  gumamnya dalam hati.

“Kau pikir kau tampan hemmm..!!! lihat pipimu yang sama sekali tidak berisi itu, perutmu juga rata sama sekali tak berbentuk. Kenapa ada juara dunia yang sangat digilai banyak wanita sepertimu…!! Apa saja yang kau lakukan selama di Spanyol hyung?? Kenapa badanmu bisa sekurus itu??” akhirnya pembicaraan ini dimulai.

“hey bocah, dari mana kau tau tempat tinggalku? Kau mengirim mata-mata untuk mengawasiku?? Dasar kurang ajar!!”

“jangan mengalihkan pembicaraan hyung, aku hanya ingin tau apa saja yang kau lakukan di sana? Kenapa kau sama sekali tidak pulang? Aku menunggumu sendirian di sini. Kau tau pasti 5 tahun kan bukan waktu singkat..!!” Seungri mencoba mengontrol emosinya. Dia tidak ingin kakaknya marah dan mengusirnya dari sini hingga dia menemukan jawaban dari pertanyaan pertamanya itu.

“aku bekerja di sana. Kau dan seluruh dunia juga tau kan seorang Lee Hyuk Jae juara dunia balap mobil F1 yang sangat hebat ini. Sudah pasti di sana aku sibuk bekerja dan latihan, aku sangat sibuk. Si – bu – kk ”

“benar-benar sibuk sampai lupa pulang”

“aku sudah pulang sekarang”

“itu karna aku merengek memintamu pulang. Aku melakukannya setiap malam selama 1 tahun ini, baru akhirnya hati batumu itu meluluh dan kau pulang..!” Seungri mulai keceplosan sekarang. Baginya 5 tahun berpisah dengan Hyuk Jae bukan perkara mudah. Dia harus berjuang sendiri menjalankan perusahaan yang diwariskan secara turun temurun kepadanya sendiri. Harusnya dia melakukan semua itu bersama dengan kakaknya. Setidaknya itu yang diharapkan orang tuanya.

“kau marah padaku?”

“tidak”

“lalu?”

“apa??” Seungri menjawab pertanyaan kakaknya tanpa melihat lawan bicaranya itu.

“hemmmm” Hyuk Jae menghembuskan nafasnya pelan. “Kau sudah besar sekarang. Besar dan tua.. hahhahahah” Hyuk Jae mencoba memperbaiki keadaan. Bagaimanapun dia tau, adik kesayangannya sangat merindukan keberadaannya, sama seperti dia. Yang juga sangat merindukan Seungri.

“……………” Seungri sedang marah. Nafsu makannya hilang. Dia sedikit menundukkan kepalanya melepas energy negative yang ada pada dirinya kemudian segera menangkap energy positive sebanyak-banyaknya.

“katakan sesuatu Seungri-ah. Kalau tidak lebih baik kau pulang!”

“…………”

“emmm…. Hyung, nanti malam kau ada acara?” Seungri mengganti topic pembicaraan mereka. Moodnya kembali membaik.

“emm… sepertinya tidak. Ada apa??”

“ayo pergi jalan-jalan. Sudah lama kita tidak pergi bersama.”

“kau mau mengajakku pergi kemana? Lotte World? Kita bermain bersama? Hahaha….”

“berhentilah tertawa. Aku bukan anak berumur 15 tahun lagi sekarang. Kita akan pergi ke club..otte?” Hyuk Jae terkejut dengan ajakan adiknya itu. Baginya Seungri tidak lebih dari anak kecil yang suka menangis yang harus selalu diawasi dan dilindungi. Lalu ternyata adik kecilnya itu mengajaknya ke club? Tempat yang sama sekali belum pernah dia kunjungi. Hyuk Jae anti alcohol.

“aku tidak mau”

“ayolah hyung.. sekali saja..please” pinta Seungri memelas. Hyuk Jae sebenarnya tak suka pergi ke tempat-tempat seperti itu. Adik kecilnya mungkin bahkan lebih sering berkunjung ke tempat itu dari pada ke Gereja. Dahi Hyuk Jae berkerut, alis matanya bertemu di satu titik. Dia melepaskan nafas berat kekecewaannya.

“kau selalu memaksa”

“benar.. dan Kau harus menuruti semua keinginanku Hyung. Kau berhutang banyak padaku..!!” Hyuk Jae tak berdaya. Seungri benar, dia berhutang banyak pada adiknya itu.

“baiklah” dengan berat hati dia mengiyakan ajakan Seungri. Hyuk Jae mencoba memperbaiki hubungan kakak adik yang sempat renggang selama ini.

“yeyyy…….” Seru kemenangan Seungri. Dia tau betul kakaknya tidak akan menolak permintaan adiknya. Hyuk Jae mungkin juga akan terjun ke jurang, jika itu memang permintaan Seungri.

JJ

Bennigans Night Club

 “saya mohon lepaskan saya tuan!!” Ya Tuhan tolong aku. Gadis itu terus berdoa dalam hatinya. Berharap Tuhan mengirimkan malaikat penyelamat untuknya.

“hahaha…. Kau gadis tidak tau diri! Sebaiknya kau segera melayaniku! Aku sudah memberikan banyak uang untukmu kan!!” cih… aku tidak pernah memakainya sedikitpun tuan, umpat si gadis dalam hati.

“……..”

“akhhhh—– lepaskan aku!! Lepas!!” gadis itu terus saja meronta. Mencoba melepaskan diri. “sial, kakiku sakit. Ya Tuhan kenapa orang-orang di sini pura-pura buta dan tuli. Mereka tak peduli ada orang yang berteriak minta pertolongan sepertiku”.  Hati gadis itu menjerit.

“gadis miskin, apa yang sedang kau pikirkan? Jangan sok suci di hadapanku! Berapa banyak lelaki yang sudah menikmati tubuhmu hemm!! Katakana padaku..!!” Cairan bening hangat sukses meluncur dengan sempurna dari pelupuk mata si gadis. “Demi Tuhan aku tidak pernah berhubungan dengan lelaki manapun. Lelaki macam apa Kau!! Kenapa Kau tidak tau malu sekali?” Mata indah gadis itu terus berair. Pipi putihnya berubah kemerahan. Tampak merona, sedikit menggairahkan. Dia sudah tak sanggup lagi memikirkan apa yang selanjutnya akan terjadi padanya.

“hey… kemarilah.! Buka bajumu, pasti sangat indah!! Hahahah……!!”

Plakkkkkkkkkkk———-

Gadis itu menampar pipi silelaki bengis yang mencoba membuka baju si gadis dengan paksa.” Aku tak ingin disentuh oleh lelaki manapun yang tidak aku cintai. Sekalipun aku butuh uang, aku tidak akan melakukan perbuatan memalukan ini!! Tidak akan!!” Sadar ada sedikit peluang gadis itu  segera berlari, terseok seok mencari tempat sembunyi…

Prankkkk—————

“arrkkhhhhhhhhhh…” lelaki itu mendesah kesakitan karena tangan kanannya terkena pecahan kaca gelas yang ia bawa.

“Maafkan saya tuan. Maaf…” Si gadis terus meminta maaf, ketakutan. “ada orang yang sedang—“

Plakkkkkk————–

“dasar gadis sialan…!! Kau pikir siapa kau berani menamparku..!!!”

“a..a..aku mohon tuan lepaskan saya! Saya mohon! Saya bersumpah saya tidak pernah menyentuh uang yang anda berikan kepada ayah saya…!!”

“itu urusanmu! Yang penting malam ini kau harus melayaniku..!!”

Laki-laki ini terus memegang pergelangan tangan si gadis. Dia meronta. Lelaki itu  menyeret si gadis dengan paksa, sampai akhirnya…

Bukk—bukk—bukk—

“lepaskan gadis itu brengsek!!” Serangan tinju bertubi-tubi mendarat tepat di wajah si lelaki bengis itu.

“siapa kau!!”

“bukan urusanmu!! Kau harus segera pergi dari sini atau anak buahku akan menghajarmu sampai mati…!!”

Lelaki yang bertabrakan dengan si gadis tadi, dia menolongnya… bukan, bukan dia….

“hyung kau tidak apa-apa?” lelaki yang yang sedang terluka ringan di tangan kanannya itu berlari kecil ke arah lelaki yang menolong si gadis tadi. Dia Nampak khawatir.

“aku tidak apa-apa? Bagaimana lukamu, kau baik-baik saja?” Lelaki yang tertabrak tadi mengangguk pelan. “Dan kau, kenapa bisa ber urusan dengan lelaki tua bengis seperti dia?”

“………………”

“yak…!! Kenapa kau diam saja? Kakakku sedang bicara padamu?”

“gomawo telah menyelamatkan aku, kalau tidak aku pasti sudah mati disiksa olehnya” lelaki yang menolong si gadis tadi terlihat tampan, tampan, sangat tampan. Keren, dan juga baik. Mempesona.

Sejenak gadis itu terpesona oleh malaikat penolongnya itu. “sudah sewajarnya aku menolongmu. Di mana rumahmu? Biar kami antar pulang?”

“hyung.. kau berjanji akan menemaniku bersenang-senang malam ini, tapi kena….”

“aishh.. diam kau! Besok kita bisa pergi lagi. Siapkan mobilmu, kita antar gadis ini pulang”

“eumm… anio.. aku bisa pulang sendiri. Terimakasih sudah menolongku. Kau tidak perlu repot-repot mengantarku pulang” gadis itu menolak, bukan karena gengsi. Hanya saja dia tidak ingin lelaki baik ini terlibat teralalu jauh dalam urusan pribadinya.

“dengan keadaan seperti ini? Kakimu juga terluka!! Jangan gengsi dan menolak tawaran kakakku gadis bodoh!!” Lelaki  yang berdiri sedikit membelakangi si gadis itu tampak sangat menyebalkan.

“jaga ucapanmu Seungri-ah, kau juga bodoh”

“t..ta..pi, aku tidak ingin pulang. Aku takut dihajar ayahku”

“baiklah, kita akan pulang ke apartemenku, kajja….!”

“woa…!! Hyung!! Apa yang kau katakana barusan??” Seungri kaget setengah mati. Sifat cassanova sang kakak tampak lebih akut sekarang.

Si gadis tersenyum simpul, sedikit tenang. Namun jauh di dalam hatinya dia merasa was-was. Takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada malaikat penolongnya ini kelak. Dia tidak ingin menyakiti orang lain. Cukup dirinya saja yang menderita dan terluka. Gadis itu sibuk dengan dunia fikiran yang membebaninya itu, sedangkan si lelaki tampan Lee Hyuk Jae lebih memilih untuk diam sambil  berusaha membantu gadis yang baru saja ditolongnya untuk berjalan menuju mobil milik Seungri.

“gomawo”

“hemm… Lee Hyuk Jae imnida”.

“coneun, Park Gyuri imnida”.

JJ

25 thoughts on “[FF Freelance] I Wish I Were You (Part 1)

    • hehe…iya nih..
      tiba-tiba waktu itu mikir profesi apa yang cocok bwt hyukkie..
      jadi pembalap cocok gak sih??
      hahhaha..
      btw thaks 4 ur reading and comment.. ^^

  1. thor…nanti diceritain kan masalah hyukie yg ga mau pulang kerumah dan marah sama orangtuanya,,,oiya,,,hyukie sakit ya???
    maaf kebanyakan nanya ya aku,,,semangat ya bwt bikin lanjutannya dan spy cpt hadir.

    • wah…
      makasii ya nana..
      ini ff pertama aku.. semoga berkenan yah..
      hehe..
      iya ntar pasti d ceritain kok..
      thanks 4 ur reading n comment.. ^^

  2. Wuah ff pertama ya thor..riri sama CL omo ga bsa bayangin trus eunhyuk sama riri sodaraan? Omoo,pairing yg jarang skali..
    Eum komen apa ya,mungkin agk terlalu panjang ya ceritanya,tp krn msh awal jdnya agak bingung~ tp nice story,banyak konfliknya hahaha..cus ke part slanjutnya~

    • makasii dah koment yah…
      riri a.k.a Seungri?? hahahaha nice nickname..
      gak tau kenapa pas ada niatan nulis nama Lee Hyuk Jae ma Lee Seung Hyun itu yang muncul di imajinasi aku..
      karna FF pertama jd absurd banget kali ya..
      hahhhaa..
      well..
      enjoy my story yah.. gomawo^^

  3. wwaahhhhhhhhhhh Riri sama Enhyuk sodaraan ngga nyangka tapi kok cocok ahhhh daku fall in love sama brothership mereka 😀

  4. Whoaaaaaah, LHJ jadi pembalap. Kereeeeen. Kkkkk

    Penasaran dengan masalah keluarga Lee HyukJae, kenapa dia gak tinggal bareng adiknya.

    oia, aku reader baru disini. Ijin ubek-ubek.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s