[FF Freelance] The Agent (Oneshot)

Title: The Agent

Author: Finessa (Park Chae-Young)

Rating: PG-15

Length: One Shoot

Genre  : Action, Romance

Main Cast: Siwon, Kyuhyun, Donghae, Kim Yeon-Hee (OC)

Support Cast: Leeteuk, Lee Sooman, Ryeowook, Eunhyuk, Sungmin, Shindong, Yesung

Disclaimer: Terinspirasi dari MV SPY nya Super Junior ^^ rada-rada gak mirip sih. Tapi ide ceritanya dari situ. ELF? WAJIB BACA!:) Don’t forget to leave comment!!

***

“Cepat, cepat! Selagi gadis itu masih tidur, ikat tangan dan mulutnya!” Seorang namja bertopeng kain membanting pintu dengan keras dan meneriaki temannya yang tengah duduk duduk mengangkat kaki dan meminum Soju.

“Tenang saja lah,…. Gadis lemah ini tidak akan bisa lari kemana-mana.” Ujar yang ditanya santai.

“Kau tidak mengerti siapa yang kita tawan Kyuhyun-ah!” Namja yang baru saja masuk melepaskan topeng kainnya kasar.

“Donghae Hyung!! Kau ini selalu saja berlebihan. Tidak akan terjadi apapun dengan gadis ini! Percayalah!” Kyuhyun masih duduk bersantai santai.

“Haish, kau ini! Bilang saja malas!” Donghae mengambil tali lalu mengikat tangan, kaki dan mulut gadis yang terkulai lemah.

“Omong-omong, bagaimana Hyung, surat tebusan sudah kau kirim?” Kyuhyun mulai meluruskan kakinya dan berjalan ke arah Donghae.

“Tentu saja. Aku yakin SM Entertainment akan langsung mengirim tebusannya kepada kita.”

“Ya, tentu saja. Agency mana  yang mau kehilangan gadis secantik dan seberbakat ini.” Ujar Kyuhyun sambil menyeringai lebar.

***

“Hyung…”

“Ada apa Won?” Leeteuk menatap Siwon sambil tetap menatap televisi.

“Aku tidak jadi bertemu Yeon-hee. Padahal sudah capek capek beli bunga dan menyiapkan cokelat….” Siwon menghempaskan tubuhnya ke sofa, tepat di samping Leeteuk.

“Jjinjja? Jadi dari jam 7 sampai jam 10 ini kau menunggu secara sia-sia??” Leeteuk menatap dongsaengnya dan membulatkan matanya.

“Neeee…” Siwon menghela napas panjang. “Aku mencoba menghubungi ponselnya, tetapi tidak aktif. Aku telpon apartemennya tidak ada yang mengangkat…” Siwon kembali menghela napas panjang.

“Kirimlah pesan singkat. Siapa tahu dia nanti membaca. Mungkin dia sedang sibuk.”

“Baik Hyung.”

***

“MWO?! Apa ini?!” Lee Sooman mengernyitkan dahinya sambil membaca sebuah surat di ruangannya. “Kim Yeon-Hee? Diculik? Tidak mungkin!!” Lee Sooman segera berdiri dan menyuruh supir pribadinya pergi dari kantornya saat itu juga. Sebelum hal yang tak ia inginkan terjadi.

***

Sebuah gedoran pintu mengagetkan Ryeowook yang tengah menuangkan gula ke dalam kopi. “Jamkanman!” Ryeowook segera mengaduk kopi cepat cepat dan membuka pintu. “Sooman Ahjussi! Silahkan masuk…” Ryeowook kaget meliihat Sooman berdiri di depannya dengan tampang cemas.

“Ryeowook-ah, bisakah kau panggil semua anggota Super Junior ke kamarmu? Ada hal yang sangat penting untuk kuberitahukan.” Sooman menghempaskan diri di kursi ruang tamu.

“Ah,  ne.” Ryeowook segera keluar kamar dan memanggil semua anggot Super Junior sedangkan Sooman duduk sambil memijat pelipisnya. Memikirkan bagaimana harus memulai mengatakan hal ini.

Lalu semua nya mulai mengatur tempat duduk. Sooman berdeham dan mulai bicara.”Kalian tahu, Yeon-Hee salah satu trainee kita, telah diculik. Dan penculik itu minta tebusan sangat besar.”

Semua yang ada di ruangan itu terdiam. Semuanya menahan napas. Tidak ada yang berani bicara sampai Sooman kembali membuka mulut.

“Kalian tahu berapa tebusan yang harus kami bayar? Seharga membuat 50 MV Super Junior.”

“Aku akan membayarnya ahjussi. Asal Yeon-Hee kembali.”

“Demi seorang trainee, kau mau mengorbankan milyaran rupiah, Siwon-ssi?” Sooman tetap berkata sambil mengatur wibawanya.

“Dia bukan hanya seorang trainee. Tapi juga sebuah harapan. Itu nyawa, Ahjussi.” Siwon berkata mantap menghadap Lee Sooman.

“Tak ada kah cara lain, tanpa uang?” Eunhyuk memberi saran lain.

“Bagaimana jika kita menyelamatkannya saja?” Siwon mengeluarkan ide lain.

“bagaimana caranya?” Ryeowook bertanya bingung.

“Kita datangi saja tempat janjian bertemu membayar tebusan. Ketika Suruhan Sooman Ahjussi tidak kunjung datang kita ikuti mereka, lalu kita selamatkan Yeon-Hee.” Siwon menepuk tangannya bersemangat.

“Michieosseo?!” Lee Sooman bangkit dari tempat duduknya. “Kalau ketahuan bagaimana? Kalau penjahat itu lebih dari satu? Siapa yang akan menanggung keselamatan kalian??”

“Kami akan menjaga diri kami sendiri, ahjussi. Kami berjanji.” Siwon berucap mantap.

Sooman menghembuskan napas panjang. Suasana sangat tegang. Hanya terdengar hembusan nafas disana sini.

“baiklah. Terserah kalian.”

***

“Won, kau tahu betapa besar bahaya mendatangi para penculik itu?” Eunhyuk bertanya kepada Siwon yang tengah menutup telepon dari sebuah toko penjualan pistol.

“Ne hyung. Aku tahu itu. Tapi aku sadar betapa aku mencintai Yeon-hee. Aku ingin mengorbankan apapun. Nyawa sekalipun.”

“Segitu besar keinginanmu, Won?”

“Iya, hyung.”

“Kalau gitu hyung mau membantumu.”

“Kami juga won!” Member yang lain ikut menyahut.

“Aku juga, hyung!” Ryeowook ikut menyahuti.

“Terima kasih. Kalau begitu kita akan berjuang bersama.”

“tentu!”

“Dengarkan rencana ku.”

***

 

“Mmmhhh… mmhh” Yeon-Hee menggerak gerakkan tangannya yang terikat tali. Keringat bercucuran dari wajahnya yang memucat. Mendengar suara suara, Kyuhyun segera bangun dari tidurnya.

“Kau rupanya sudah bangun ya, Nona Yeon-Hee?” Kyuhyun tersenyum penuh arti.

Mata indah Yeon-Hee membelalak ketakutan. Ia semakin berteriak tersendat.

“Tenang, nona. Anda akan aman.” Kyuhyun menenangkan sambil tetap tersenyum penuh misteri.

“Ya aman, selama Lee Sooman mau membayar tebusan.” Donghae menyahut dari belakang sambil membawa sepiring bibimbap. Donghae mencabut lakban yang menutupi mulut Yeon-Hee dengan agak kasar sehingga Yeon-Hee berteriak kesakitan.

“Nih, makan!” Donghae menyodorkan piring itu ke hadapan Yeon-Hee.

“Pakai apa?” Yeon-Hee menjawab lemah.

“Pakai mulutmu nona!” Kyuhyun menyahut sambil meninggalkan ruangan itu. Donghae mengernyit dan memiringkan kepalanya sedikit. “Nona…”

Yeon-Hee tidak menjawab. Mulutnya seakan terkunci rapat. Rahang kecilnya mengeras.

“Nona…” Panggil Donghae ulang.

“Nona ingin bebas?”

Raut muka Yeon-Hee sedikit berubah mendengar itu. Donghae tersenyum.

“Aku yakin kekasih mu akan menjemputmu. Lee Sooman tidak akan memberikan uang. Itu Pasti. Tetapi kekasihmu lah yang akan memberi kami uang, Aku yakin.” Donghae berjongkok di depan Yeon-Hee.

“Aku tidak punya kekasih.” Yeon-Hee menjawab dengan suara bergetar.

“Bah! Lalu kau anggap apa Choi Siwon?”

“Dia…” Yeon-Hee berhenti sejenak. “Teman dekatku.”

“Tidak usah berbohong. Kami tahu kau kekasihnya.”

“Kau sungguh keras kepala.”

Donghae tersenyum kecut.

“Daripada terus berbicara tidak jelas, lebih baik tolong aku lepaskan ikatan ini. Bagaimana aku bisa makan? Perutku terasa kosong sekali.” Yeon-Hee menggerak-gerakkan tangannya tidak nyaman.

“Bah! Makan lah dengan mulutmu, nona. Seperti yang Kyuhyun katakan, makan menggunakan mulutmu!”

“kau tahu betapa sulitnya ini? Makan menggunakan mulut. Apalagi makanan yang kau berikan bibimbap. Aku harus memakannya menggunakan sumpit, setidaknya tangan!” Yeon-Hee mengeluh kesal.

Donghae memutarkan bola matanya. Ia melirik ke arah pintu dari ekor matanya.

“Baiklah. Awas kau kabur. Aku akan mengawasimu.”

Donghae bangkit melepaskan simpul tali yang mengikat tangan mungil Yeon-Hee.

“gamsahamnida.” Yeon-Hee meraih piring berisi bibimbap dan mulai memakannya. Donghae mengawasi di depannya.

KRRRIINGG~

Donghae meraba saku celananya. Cepat-cepat ia angkat telepon itu. “Yeobseyo, Kyu?”

Donghae melirik ke arah Yeon-Hee curiga. Donghae menjauh dari sana dan berjalan menuju jendela.

***

KRRINGG~

Yeon-Hee terlonjak mendengar dering telepon, ia mencoba bersikap datar. Tetap melanjutkan makannya.

“Yeobseyo, Kyu?”

Orang tersebut menjawab teleponnya. Ia merasa sebuah lirikan tajam mengarah ke dirinya. Yeon-Hee mengawasi pria tersebut dari ujung matanya sambil tetap melahap bibimbapnya. Ia mengunyah perlahan agar tangannya tidak cepat terikat kembali.

Ia mendengar langkah kaki menjauhi dirinya. Cepat cepat Yeon-Hee menoleh. Setelah memastikan pria tersebut tidak akan berbalik pada saat saat berikutnya, Yeon-Hee melepaskan tali yang mengikat kakinya. Buru buru dia berjalan menuju pintu sambil menoleh ke belakang. Berjaga-jaga jika Pria tersebut sudah mengakhiri teleponnya.

KLIK. ‘Tidak terkunci!’ Yeon-Hee bersorak kegirangan. Buru buru ia menutup pintu itu tanpa suara. Mengendap endap menuruni tangga lingkar di ujung lantai. Tiba-tiba, Yeon-Hee terlonjak saat mendengar langkah kaki naik ke atas.

***

Donghae mengakhiri teleponnya dengan Kyuhyun. Ia merasa puas, bahwa seperti dugaannya, Kekasih Yeon-Hee lah yang akan menyelamatkan Yeon-Hee bukan Lee Sooman. Kyuhyun memberikan laporan atas apa yang dia lihat melalui teropong di atas gedung.

Donghae membalikkan badannya, bersiap mengikat kembali Yeon-Hee. Donghae terkesiap. Matanya membelalak. Mulutnya menganga. Ia menahan nafas panjang. “DIA HILANG?!!” Donghae berteriak frustasi tidak keruan, piring bibimbap di tendangnya, bangku dibantingnya kasar.

“Sial!” Donghae mengumpat kesal dan segera menelepon Kyuhyun untuk meminta bantuan.

“KYUHYUN! YEON-HEE KABUR! TANGKAP DIA!” Tidak menunggu jawaban Kyuhyun, Donghae langsung menutup telepon. Ia berlari keluar ruangan. Hanya satu tujuannya saat ini. Mencari Yeon-Hee. Tangannya mengepal kuat saat berlari, tanda bahwa dia tidak bisa dilawan. Tak ada yang bisa melawannya. Yeon-Hee miliknya. Jika Kyuhyun hanya ingin memeras Lee Sooman atau Choi Siwon, sebenarnya Donghae ingin memiliki Yeon-Hee. Ingin memilikinya sebagai kekasihnya. Ia sengaja menyetujui rencana Kyuhyun agar ia mengenal Yeon-Hee dan agar Yeon-Hee mengenal dirinya. Tentu pada akhir cerita dia ingin dia lah yang membebaskan Yeon-Hee dengan bicara baik-baik pada Kyuhyun tentang hal ini. Tapi sekarang semua kacau. Ya, kacau balau. Akibat kelalaian dirinya sendiri

***

Siwon, Leeteuk, Eunhyuk, Ryeowook, Yesung, Sungmin dan Shindong menaiki tangga lingkar di sisi gedung secara diam diam. Mereka menaiki tangga secara hati hati.

“Sial! Tangga ini berisik sekali bunyinya. Setiap menapakkan kaki selalu berbunyi!” Yesung mengeluh kesal sambil tetap berbisik.

Tiba tiba ada suara langkah kaki turun dari atas. “SIAPA ITU?” Leeteuk berbisik keras kepada teman teman di belakangnya.

Lalu, langkah kaki itu juga berhenti. Tidak terdengar bunyi anak tangga diinjak. Mereka bertujuh juga diam tak melangkah. Menunggu orang di atas tangga itu pergi.

“AAAARKHH!” Terdengar suara nyaring Yeon-Hee dari atas. Buru-buru mereka bertujuh berlari ke atas dan mendapati lengan Yeon-Hee dicengkram kuat-kuat oleh dua laki laki.

Mereka cukup terkejut dengan kedatangan tujuh orang sekaligus.

“Ohooo, sudah datang rupanya sang pahlawan. Nggak hanya satu tapi lima! Hebat hebat!” Kyuhyun bertepuk tangan palsu sambil memandangi semuanya dengan senyum sinis.

Leeteuk bersikap was-was. Berjaga-jaga kalau mereka mengeluarkan senjata.

Dan benar saja, Kyuhyun segera mengeluarkan pistol dari saku belakang celana panjangnya. Dengan angkuhnya, ia menodongkaan benda itu ke arah mereka sambil tertawa.

“Cepat serahkan tebusan atau dia akan kubunuh.” Kyuhyun mengancam sambil tetap tersenyum. Senyum jahat.

Siwon membalas senyuman Kyuhyun. Beberapa menit mereka bertatapan satu sama lain. Sorot mata Siwon dan Kyuhyun sama sama mengancam satu sama lain agar tidak main main dengan semua ini. Sorot mata berani dan tidak takut.

Tiba-tiba Siwon ikut mengeluarkan pistol dari balik saku jasnya, diikuti enam orang lainnya. Tak disangka Donghae ikut mengeluarkan sesuatu dari jasnya, senapan. Ya, senapan panjang. Jauh lebih berbahaya, jauh lebih mematikan.

Yeon-hee mengatur napasnya, jantungnya berdetak cepat. Cepat sekali. Tangannya gemetaran dan berkeringat. Yeon-Hee gelisah. Ia gelisah melihat oppadeul nya sedang dalam bahaya. Tapi, yang paling ia cemaskan adalah Siwon. Melihat Siwon menatap Kyuhyun seperti itu, ia takut. Ia takut, kalut, gelisah. Tak ada yang dapat mematahkan kekhawatirannya, ia sadar, ia mencintai Siwon. Di saat genting seperti ini, dia sadar dia mencintai Siwon, dan ia takut orang yang ia cintai akan terluka.

***

Siwon menatap Kyuhyun. Menatap dua bola mata yang berapi-api. Ia siap. Ia siap melawan siapapun demi Yeon-Hee. Ia siap. Sangat siap.

Di sisi lain, Kyuhyun menatap Siwon, menatap dua bola mata yang seteduh lautan. Ia sangat siap. Melawan apapun demi uang. Uang untuk membiayai operasi kanker adiknya. Ia siap melakukan apapun demi adiknya.

Donghae menatap kedua kubu. Ia bimbang. Ya, ia bimbang.

***

CLAK! Siwon melempar senjatanya dan merebut Yeon-Hee dari genggaman Donghae dan Kyuhyun.

“YAA!” Kyuhyun menjerit marah dan Siwon segera menggendong Yeon-Hee yang sudah lemas menuruni tangga.

“HEY!” Donghae mulai mengejar. TAK! Yesung dan Leeteuk menodongkan pistol mereka ke arah Donghae. “Biarkan mereka. Cukup lepaskan mereka.” Yesung mengingatkan Donghae.

Kyuhyun melihat itu segera mengambil kesempatan untuk lari menuruni tangga. Sungmin menahan lengan Kyuhyun yang lari tergesa gesa, “Mau kemana, hm?” Sungmin bertanya tenang.

Kyuhyun dengan paniknya menodongkan pistol ke arah Sungmin, “Lepaskan aku atau kutembak!”

“Semudah itu?” Shindong dan Ryeowook ikut menodongkan pistol dari dua arah berbeda.

“Cepat taruh senjatamu atau kau kutembak!” Shindong berteriak sambil mengacungkan pistolnya.

Kyuhyun dengan pasrah meletakkan pistolnya. Ia berharap Donghae dapat mengambil kembali Yeon-Hee.

***

Siwon terdesak di lantai bawah, dipeluknya Yeon-Hee erat erat menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk mengacungkan pistol.

“Lepaskan dia! Apa salahnya sampai kau menyanderanya?” Siwon berteriak menahan emosi yang meluap luap.

Donghae memutar mutar senapannya dengan ujung jari. “Kyuhyun butuh uang, kau tahu? Untuk biaya operasi adiknya, mengerti? Sedangkan aku? Kau tahu, aku menyayanginya! Aku menyayangi Yeon-Hee! KAU MENGERTI?!” Donghae berteriak frustasi. Matanya berapi-api.

Yeon-Hee dengan lemahnya mengucapkan beberapa kata, “Kalau kau memang menyayangiku, biarkan aku pergi dengan orang yang kusayangi. Biarkan aku bahagia. Maka aku akan percaya kau menyayangiku.”

Donghae terdiam beberapa saat sampai akhirnya membuang jatuh senjatanya.

“Baiklah,… Baiklah Kim Yeon-Hee. Aku akan membiarkanmu bersama dia. Seperti katamu, asal kau bahagia, aku akan berusaha untuk bahagia untukmu.” Donghae membuang senapannya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua. Ia tahu, tidak ada yang dapat mengalahkan kekuatan cinta. Ia akan pergi. Menunggu. Untuk Yeon-Hee.

***

“Yeon-Hee, Gwenchanayo?” Siwon berlutut dan membaringkan Yeon-Hee diatas lantai.

“Ne. Gwenchana.” Yeon-Hee menjawab lemah.

“Yeon-Hee,… Saranghaeyo.”

“Apa?” Yeon-Hee merasa mempunyai gangguan telinga mendengar apa yang dikatakan Siwon.

“Saranghaeyo, Yeon Hee-ah!” Siwon tersenyum menenangkan.

“Nado, sarange.” Yeon-Hee terisak bahagia. Siwon merengkuh nya dalam pelukannya. Mereka terus menerus berpelukan. Peluk hangat yang tak akan terpisahkan. Peluk yang menandakan inilah cinta. Cinta penuh perjuangan. Cinta butuh pengorbanan. Cinta butuh kasih sayang.

-THE END-

5 thoughts on “[FF Freelance] The Agent (Oneshot)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s