[FF Freelance] Hands of Dragon (Part 9 – End)

Title : Hands Of Dragon Part 9 (END)

Main Cast : Seo Yong Sun

Lee Hyukjae

Support Cast : Lee Jonghyun

Park Miina

Lee Sungmin

Genre : Mystery & Romance

Rating : PG

Length : Continue

PS : Terima kasih untuk komentarnya yaa ^^ , maaf kalo banyak typo atau alur yang terlalu cepat dan terkesan datar untuk part akhir ini, ngerjainnya cuma 5 jam… jadilah seperti ini.  So sampai jumpa di HyuSun Story selanjutnya yaa. Happy reading ^^

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5, Part 6, Part 7, Part 8

Author Point Of View *

Hyukjae memarkirkan mobil sportnya didepan sebuah bangunan tua yang sudah tak terurus lagi. Alamat gedung itu didapatnya dari hasil pelacakan sang jenius Seungri. Dengan lincahnya Hyukjae mudah menyusup masuk kedalam gedung yang tertutup pagar dihadapannya itu. Tidak terlihat banyak pengamanan didalam gedung itu. Namun pastinya banyak cctv yang  terpasang sedang merekam aktifitas diseluruh sudut  ruangan dari gedung tersebut.

Tidak terlalu susah bagi Hyukjae  untuk menemukan celah jalan masuk dari gedung itu. Kini ia sudah berada disebuah lorong yang cukup gelap. Lorong itu hanya dihiasi tembok putih yang kotor dikedua sisinya. Sementara dikedua ujung ada pintu-pintu yang tak bisa diprediksi isinya.

KLIK !

Lampu lorong itu tiba-tiba saja mati dan membuat Hyukjae panik. Dala kegelapan dia hanya bisa merasakan ada aura lain yang sedang mendekatinya. Dan benar saja, sebuah peluru bius menancap ditengkuknya. Tubuh Hyukjae limbung seketika dan jatuh mendarat mulus dilantai. Perlahan lampu kembali menyala dan terlihat sosok wanita muda yang sedang menatap Hyukjae lengkap dengan seringai liciknya. Dia memanggil 2 orang anak buahnya dengan acungan jari telunjuknya.

Tubuh Hyukjae dibawa kesebuah ruangan yang luas namun redup dan sepi. hanya ada sebuah meja yang terletak diujung ruangan itu. Sementara ditengah ruangan itu ada seorang perempuan yang tengah menggantung, kedua tangannya diikat dengan tali yang dihubungkan diatas tiang atap. Penampilan gadis itu sangat memiriskan hati, rambut kusut tak beraturan dan bajunya pun kotor. Sementara dilain sisi ada seorang pria muda tengah diikat disebuah kursi didepan sang wanita, mulutnya ditutup rapat dengan kain hitam. Hyukjae diletakkan disebuah kursi, tampaknya nasib dia akan sama dengan pria yang berada disebelahnya.

**

Perlahan-lahan Hyukjae mulai tersadar dari pengaruh bius ditubuhnya. Ia mendengar sayup-sayup suara hentakan kursi yang ada disebelahnya. Setelah cukup sadar ia memperhatikan seseuatu yang berada disebelahnya. Ia mengernyit heran melihat Jonghyun sedang sibuk dengan tali yang mengikat tubuhnya. Sementara itu seorang wanita masuk kedalam ruangan itu sembari menatap ketiga tawanannya.

Hyukjae mengerang ketika melihat pemandangan dihadapannya. Bagaimana tidak, gadisnya tengah diikat seperti itu dan dia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.

Wanita lainnya yang bisa dibilang pemimpin permainan hari ini sedang mengambil ancang-ancang dengan memberikan kode pada seorang anak buahnya yang berdiri diambang pintu. Tanpa basa-basi sang bawahan kemudian mengambil sebuah selang dan mengarahkannya pada sang gadis yang tengah menggantung tersebut.

Aliran air yang cukup deras menerpa sang gadis malang tersebut, sontak ia pun terbangun dan perlahan mengangkat wajahnya dengan susah payah.

“ HENTIKAN !! “ Hyukjae berteriak sekuat tenaga yang ia bisa, hatinya sungguh sakit melihat gadis itu tersiksa.

“ Bagaimana Hyukjae-ssi ?? apa kau kesal ? marah ? sakit ? …… itu juga yang kurasakan !! apa kau tau bagaimana rasanya selama beberapa tahun ini !? cih !! kau tidak akan pernah tau !! karena kau egois !! sekarang kau bisa merasakan apa yang kurasakan selama ini !!!! “.

Berulang kali gadis malang itu mendapat guyuran air yang cukup dingin. Ia berusaha keras untuk tidak menangis saat ini, meskipun ia tau itu sangat sulit mengingat tubuhnya kini bergetar hebat antara kedinginan dan takut.

“ Berhentilah Park Miina “ ucap Hyukjae sambil terus menatap miris Yongsun.

“ Aku tidak akan berhenti sebelum dia mati Hyukjae-ssi “ ujar Miina pelan seperti berdesis. Jonghyun yang sedari tadi hanya diam saja, kini hanya bisa menahan emosinya.

Tanpa diduga Miina berjalan maju menghampiri Yongsun. Ditangannya kini terlihat sebuah pisau kecil yang berkilau tertimpa cahaya lampu yang agak redup. Mina berhenti sejenak disamping Yongsun sambil memain-mainkan rambut kusut Yongsun. Tak lama kemudian ia memainkan pisau kecil itu ke lengan Yongsun.

“ Jangan macam-macam dengannya Miina !” ucap Hyukjae dengan suara bergetar. Ia tau sulit untuk menghadapi gadis itu, dia bukan gadis sembarangan.

“ Diamlah, dan lihat saja “.

“ Kumohon, jangan sakiti dia. Kau bisa melakukan apa saja padaku “.

“ Kenapa baru sekarang kau mengatakannya, terlalu sia-sia …. Tidak lagi berguna Hyukjae-ssi “.

“ Kita bisa membicarakannya semua, dia tidak terlibat sama sekali “.

“ Benarkah ? kau belum mengenalku ?? aku orang yang tidak sabaran. Tidak perlu ada basa-basi “.

Sementara disisi lain Jonghyun kini diam-diam berusaha melepaskan ikatan tali ditangannya. Beruntunglah Hyukjae tengah menyita perhatiannya kini. Dalam pergulatannya dengan tali-tali itu. Kini Yongsun yang bergulat dengan rasa sakit dilengannya akibat goresan pisau ditangannya. Goresan yang tidak panjang namun mampu menyobek kulitnya dan mengeluarkan cairan berwarna merah.

“ PARK MIINA !!!!! HENTIKAN !! “ teriak Hyukjae yang disambut senyuman jahat Miina.

“ Apa kau merasakan sakitnya Yongsun ?”.

“ Aku tidak akan memaafkanmu jika kau bertindak lebih jauh lagi !! “.

“ Aku tidak perduli !! aku akan puas jika dia benar-benar mati !!! “.

Flashback

Angin berhembus pelan menyapa dedaunan kering yang tertumpuk dihalaman keluarga Lee. Tampak dari kejauhan seorang anak laki-laki tengah bermain dengan gadis kecil disebuah ayunan yang terbuat dari ban bekas. Mereka terlihat senang sekali.

Mereka bersaudara namun tidak sedarah. Lee Jonghyun kakak laki-laki dari Park Miina, gadis yang diangkat oleh Lee Sooyang ayah dari Lee Jonghyun seorang mafia kelas kakap di Korea Selatan. Mereka sangat terkenal karena keluarga Lee itu juga memiliki beberapa saham diperusahaan ternama di Seoul dan Busan. Keluarga mereka disegani karena kuatnya dan berkuasanya Lee Sooyang dikalangan Chaebol disana.

Uniknya kelompok mafia yang dibawahi Lee Sooyang ini menggunakan symbol tangan naga sebagai lambang dari kekuatan mereka. Mereka terkenal dikalangan polisi karena aksi-aksi yang mereka perbuat, namun karena kekuasaannya keluarga Lee tetap aman dan tidak terusik.

Sampai pada suatu hari Park Miina bertemu dengan seorang pria bernama Lee Hyukjae yang baru pindah ke Seoul. Mereka berteman akrab sejak berumur 14 tahun. Sampai akhirnya Miina mengetahui bahwa Hyukjae juga anak angkat dari ayahnya yang merupakan saingan berat dari Lee Sooyang. Miina merasa mereka memiliki nasib yang sama, karena itu Miina sangat menyayangi Hyukjae.

Terlalu banyak bersama pada akhirnya Miina tidak bisa membendung perasaannya yang mulai menyukai Hyukjae. Ia ingin selalu menjadi wanita satu-satunya yang berada disamping Hyukjae. Ia menajdi sangat posesif ketika Hyukjae tidak ada bersamanya.

Namun seseuatu terjadi, Lee Sooyang merasa terganggu dengan hadirnya J. dia menjadi mafia sekaligus pengusaha yang berpengaruh di Seoul dan itu justru mempengaruhi posisi Lee Sooyang. Merasa terancam akhirnya ia menyuruh seorang anak buahnya untuk menghabisi J. tepat pada malam ulang tahun anak tiri J, Lee Sungmin. J dan istrinya mengalami kecelakaan mobil yang memang sengaja disabotase oleh orang suruhan Sooyang.

Setelah kematian J, Park Miina merasa sangat bersalah atas perbuatan ayahnya terhadap keluarga Hyukjae. Itu yang membuatnya bertekad untuk terus berada disamping Hyukjae.

Hyukjae tidak pernah tau bahwa itu semua perbuatan ayah angkat Park Miina. Lee Sooyang diketahui telah tewas 2 tahun kemudian karena dibunuh oleh rivalnya yang lain.

Saking besarnya cinta Park Miina membuatnya menajdi wanita yang egois. Dia tau bahwa Hyukjae hanya menganggapnya sebagai sahabat tidak lebih. Namun Miina tidak menyerah. Suatu hari Miina mengetahui bahwa Hyukjae masih menyimpai perasaannya pada seorang gadis dimasa kecilnya. Gadis yang membuat Hyukjae tidak bisa membuka hatinya untuk Miina karena ia terus mencari cara untuk bertemu kembali dengan gadis itu. Karena hal itu Miina menjadi berang dan memutuskan untuk melenyapkan sang gadis sebelum mereka (Hyukjae dan Yongsun) bertemu kembali.

Sampai Miina menemukan keberadaan gadis itu dan melacaknya. Berbekal ilmu mafia dari sang ayah, Miina tak susah untuk melacak gadis itu. Ia memasang strategi untuk membunuh Yongsun nama gadis tersebut. Tepat pada jam 8 malam ia sudah bersiap-siap mengincar Yongsun yang tengah menunggu ayahnya ditoko buku. Tak habis akal, Miina mencuri ponsel ayah Yongsun sewaktu keluar dari kantornya. Dan ia menghampiri yoko buku tempat dimana Yongsun berada. Ia mengirimkan pesan bahwa ayah Yongsun sedang menunggunya dilorong yang ada diujung jalan.

Yongsun tanpa pikir panjang lalu melangkah menuju lorong yang ada diujung jalan itu. Disana tepat seperti yang dirancang Miina tengah siap dengan senjatanya.

Jonghyun mendapat kabar bahwa adik angkatnya berniat untuk membunuh seseorang. Ia benar-benar marah dan berusaha keras untuk mencegahnya. Jonghyun selalu ingin melindungi adiknya dari hal-hal semacam itu. Ia tidak pernah suka dengan pekerjaan ayahnya. Untuk itu ia sangat menjaga Miina.

Jonghyun memasang ancang-ancang pada senjata yang ada ditangannya. Ia kini berada disebuah balkon gedung yang cukup tinggi. Karena terlalu beresiko untuk menarik Miina langsung. Ia memutuskan untuk memberikan peluru bius pada adiknya itu. Namun disaat ia hendak melepaskan tembakannya, seorang pria datang memukulnya sampai terhuyung kebelakang. Disaat ia sibuk dipukuli, adiknya berhasil melakukan apa yang sudah ia rencanakan.

**

Park Miina menarik pelatuk senjatanya, bidikannya sangat akurat. Namun meleset .tembakan itu mengenai seorang pria paruh baya yang melintas dihadapannya. Dengan tangan masih mengulurkan pistol Miina mencoba untuk tidak panik melihat korbannya tengah menahan sakit sambil memicingkan mata mengamati Miina yang dibalut pakaian hitam yang menyembunyikan identitas dirinya. Tanpa pikir panjang Miina kabur dari tempat itu.

Satu hal yang menjadi kebodohannya. Ia menggunakan sarung tangan berlambang tangan naga dan ayah Yongsun mengingat symbol itu untuk disampaikan pada Yongsun didetik-detik terkahirnya.

Sejak kejadian itu, Jonghyun memutuskan untuk mengirim Miina keluar negeri sampai batas yang tidak ia tentukan. Jonghyun sendiri merasa bersalah terhadap Yongsun dan berjanji untuk menjaganya sebagai permohonan maafnya atas perbuatan adiknya itu.

Yah, Jonghyun yang selalu menolong Yongsun dan ia juga si penelfon misterius yang menyuruh Hyukjae untuk menjauhi Yongsun, karena ia tau bahwa adiknya tidak akan segan-segan membunuh Yongsun jika Hyukjae masih terus bersamanya.

Dan benar .. siapa lagi kalau bukan Park Miina, yang mengirimkan 3 orang preman untuk menganggu Yongsun, yang hampir menabrak Yongsun dan yang memasukkannya dalam list target Hyukjae dan teman-temannya.

Flashback End

Setelah puas bermain-main dengan Yongsun dan 2 orang pria itu, kini Miina mengeluarkan sebuah senjata dari dalam laci meja. Ia mengusap pelan ujung senjata itu. Dan melangkah maju. Hyukjae sangat panik sekarang, ia berulang kali berusaha melepaskan ikatan talinya namun gagal.

Kini ia hanya bisa melihat Miina tengah berdiri diahadapan Yongsun sambil memandangi dengan tatapan kesal dan marah.

“ JANGAN MENYENTUHNYA !!” teriak Hyukjae, namun tidak berpengaruh bagi Miina.

“ Miina hentikan !!” ucap Jonghyun yang berhasil melepaskan ikatannya. Dan merengkuh Miina dari belakang. Menahannya dan berusaha untuk meraih senjata dari tangannya. Miina cukup tangguh untuk dikalahkan, ia malah berhasil melepaskan diri dari Jonghyun dan mengeluarkan tendangannya tepat ketubuh Jonyun hingga ia tersungkur.

Tidak hanya sampai disitu, Hyukjae kini sudah berhasil lepas dari ikatan itu dan mencoba untuk melumpuhkan aksi Miina. Terjadi pergulatan yang cukup lama, Hyuukjae kembali tersungkur dan disusul oleh Jonghyun. Yongsun hanya bisa menangis ketakutan melihat adegan-adegan itu. Kini ia lebih takut karena Miina tengah mengarahkan pistolnya tepat dimuka Yongsun.

Hyukjae dan Jonghyun berusaha untuk bangkit kembali dan ….

DORR !!!!

Peluru itu pun keluar tanpa diduga mengenai tubuh seseorang. Tubuhnya lemas seketika karena terlalu banyak darah yang keluar dari luka tembakan itu. Sunyi .. sepi .. deru nafasnya tersengal hingga matanya terpejam tak sadarkan diri.

3 Tahun Kemudian ….

Musim semi menghampiri Seoul hari ini. Beberapa orang terlihat ramai memadati sebuah camp militer. Tampak 3 pria yang sibuk mencari-cari seseorang yang memakai pakaian army.

“ Itu dia disana “.

Mereka bertiga berlari kecil menghampiri seorang pria yang berpakaian army lengkap dengan topinya. Ada rasa yang berbeda ketika mereka bertiga bertemu, mereka saling berpelukan dan tertawa satu sama lain.

**

Hyukjae berjalan menyusuri trotoar yang sepi dikarenakan malam sudah semakin larut. Ia berhenti tepat disebuah rumah yang cukup besar. Dihalaman rumah itu dipenuhi banyak bunga lili. Ini kedua kalinya ia mengunjungi rumah itu. Yah, rumah itu adalah tempat tinggal seorang gadis yang sangat dirindukannya.

Ia masuk perlahan dan mengetuk pintu rumah itu. Tidak lama kemudian muncul seorang gadis dari balik pintu yang kini terbuka lebar. Mereka berpandangan cukup lama, sang gadis dihadapannya hanya terpaku melihat seorang pria yang sudah 3 tahun ini tidak ia temui. Tidak ada satu katapun keluar dari mereka berdua. Bahkan tatapan mata keduanya tidak putus.

Yongsun memeluk erat Hyukjae yang masih berdiri didepan pintu rumahnya. Tidak ada yang bisa menghapus rasa rindunya selain pria yang ada dipelukannya kini. Hyukjae menjalani wajib militer setelah kejadian itu selama 2 tahun, setahun sebelumnya ia memutuskan untuk kembali ke Jepang mengurus beberapa hal mengenai ayah angkatnya. Selama decamp ia tidak pernah bertemu dengan Hyukjae. Alasannya sederhana, Hyukjae memintanya untuk tidak menemuinya dulu agar Yongsun bisa fokus pada sekolah dak karirnya saat ini.

Flashback

DORR !!

Pistol itu meletus mengenai dada Miina, tubuhnya limbung dan terjatuh didasar lantai. Baik Hyukjae ataupun Jonghyun hanya bisa terdiam sangat kaget dengan kejadian yang berlangsung sangat cepat itu. Jonghyun buru-buru meraih tubuh Miina dan memeluknya erat. Miina perlahan memegang tangan Hyukjae yang dingin.

“ Aku …. sangat .. mencintaimu “.

“ Maafkan … aku “.

Matanya terpejam, nafasnya pun sudah tak terhembus lagi, hanya dingin yang bisa dirasakan Hyukjae ketika ia masih menggenggam tangan Miina. Sementara Jonghyun hanya bisa berteriak sesak karena keluarga satu-satunya yang ia miliki telah pergi meninggalkannya.

**

Setelah kejadian itu Hyukjae memutuskan untuk menyudahi profesinya itu, ia mengurus semua urusan J dijepang selama setahun dan juga mengurus beberapa keperluan Yongsun terhadap rumah dan saham perusahaan yang akan jatuh padanya sebentar lagi.

Setelah membereskan semuanya, Hyukjae memutuskan untuk mendaftarkan dirinya kedalam program wajib militer. Baginya wajib militer akan membantunya untuk menenagkan pikirannya dan batinnya yang lelah selama ini. Baik juga bagi Yongsun untuk fokus pada hidupnya.

Setelah semua selesai teman-temannya kini mendapat pekerjaan yang tergolong lebih normal seperti orang pada umumnya. Sementara Jonghyun , kini ia tengah melanjutkan sekolahnya di London. Ia masih terpukul dengan kepergian Miina, mungkin itu pilihan terbaik baginya untuk memulai kehidupan baru.

Flashback End

“ Aku pikir kau sudah melupakanku “ ucap Hyukjae sambil mengusap kepala Yongsun yang bertengger dibahunya.

“ Sayangnya itu hal yang sulit untuk kulakukan “ ucap Yongsun yang makin kuat memeluk prianya itu.

“ Rupanya kau begitu merindukanku nona Seo “.

“ Siapa suruh kau melarangku untuk menemuimu. Untung saja aku bisa menolak tawaran kencan  dari banyak laki-laki “.

“ APA ??! banyak laki-laki yang menggodamu ? Awas kalau kau berani macam-macam !! “ ucap Hyukjae sambil melepaskan pelukan Yongsun dari tubuhnya.

“ Salahmu sendiri !! siapa suruh kau meninggalkanku hingga 3 tahun, itu waktu yang sangat lama “.

“ Kurasa aku akan berpikir seribu kali jika disuruh meninggalkanmu lagi, terima kasih sudah menungguku “.

“ Cih !!! aku tidak suka mendengar kata terima kasih ! “.

“ Hei ! itu kan kata-kataku “ mereka tertawa bersama mengingat kata-kata itu yang sering diucapkan Hyukjae dulu jika Yongsun selalu mengucapkan terima kasih kepadanya.

Hyukjae meraih pinggang Yongsun dan mendekat maju kearahnya, memberikan kecupan manis dan hangat dibibir merah Yongsun.

“ Terima Kasih untuk semuanya Lee Hyukjae “ .

/// END ///

11 thoughts on “[FF Freelance] Hands of Dragon (Part 9 – End)

  1. AAAAAAAAAAA~ :’D
    endingnya bahagia. sip sip.
    udah nebak pasti si Miina dalangnya. ternyata beneran.
    ga nyangka ternyata Miina sodaranya Jonghyun. pantesan kmrn aku agak bingung ngapain si Jonghyun ikut2an.
    sequel dong, unn. 🙂 hehehe

  2. yeah,, happy ending.. akhirny hyukie tobat jg.. tp hyuk-sun moment nya dkit bgt dsni.. So?? bkin sequel dong thor.. Hehe

Leave a Reply to Esra Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s