Leaving My Dream Chap 1

LEAVING MY DREAM CHAP 1

Main Cast:

–         Jiyeon T-Ara As You

–         Mir Mblaq

–         Donghae Suju

–         Bora Sistar

Support Cast:

–         Joon Mblaq

–         Yesung Suju

–         Seungho Mblaq

–         Iu As Queen

||| Genre: Romantic, Friendship, And Amburadul . Lol ||| Length: Chapter ||| Rating: Pg–15 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)||next : part2, part3,part4,part5,part6,part7(end)

*ini cerita terinsprisasi jujur dari pas mimin nnton WGM dan Hello Baby dan berhayal seandainya WGM itu juga ngasuh anak WAKAkAKA, udah nggak usah panjang-panjang ntar keburu bosan lagi oia pertama mau ngenalin diri dlu 😀 aku MiRin author bru d sni 😀 ku berharap semuanya akan HEPPY dengan membaca FFku ini,jika ada kesalahan mohon dimaafkan dan sertakan komentar ttg kekurangan dri FF ini di komentar :Doke :**

di dalam ruang itu terlihat seorang wanita yang melenggak-linggukan tubuhnya dengan alunan musik yang sangat cepat.
“kau tau? Mengapa aku sangat ingin menjadi yang terbaik? Tidak tau kan ? aku pun sama, aku bahkan benar-benar tak mengerti apa yang ku lakukan. Ini benar-benar diluar kendali seorang park jiyeon. Aku pernah terjatuh jatuh kedalam jurang, jurang yang sangat dalam. Kau mau tau mengapa aku jatuh?aku tidak lah benar-benar jatuh melainkan aku yang melompat ke jurang itu, aku bodohkan?memang aku memang bodoh. Tapi aku beruntung karna ada kayu yang dapat aku gapai sehingga aku bisa naik kembali keatas bukit itu, dan kau tau sebentar lagi ya sebentar lagi aku akan sampai diatas sana tempat dimana seharusnya aku berdiri. Park jiyeon semangat!”
Dan berakhir dengan mengibaskan rambutnya dengan tangan ke atas dan tersenyum ke arah cermin.
Suara tepuk tangan terdengar dari jauh dan semakin dekat.
“kau sangat maju dengan cepat, kau telah berbeda dengan dirimu beberapa tahun yang lalu. Aku rasa dirimu waktu ku temukan dulu telah kembali lagi”ucap donghae memuji jiyeon.
“kamsha hamida, ini semua berkat dukunganmu guru”ucap jiyeon.

*flashback
saat pertama kali memasuki asrama training dengan wajah sumringah jiyeon masuk kedalam kamarnya dan merapikan bajunya.ahh entah mimpi apa aku semalam bisa sampai ke tempat training ini ucapnya .Bel berkumpul berbunyi jiyeon dan queen teman sekamarnya segera turun ke ruang latihan tapi karna tertinggal sesuatu jiyeon kembali ke kamarnya sendiri dan saat menuju ke ruang latihan jiyeon terjatuh karna menabrak seseorang.
“miyanheyoo”kata jiyeon merapikan rambutnya dan menundukkan tubuhnya.
Bukannya menjawab jiyeon ia malah tersenyum menatapi wajah jiyeon sampai wajahnya jiyeon memerah karna malu. Seseorang berteriak dari kejauhan.
“yakh!yong mir, apa yang kau lakukan di situ. Cepat kemari”teriak yesung.
Mir segera menghampiri yesung.
“nomor 17 apa yang kau lakukan di luar? Apa kau mau berdiri disitu saja?”teriak mentor donghae dengan tatapan tajam.
Anak-anak segera masuk kedalam ruang latihan dan Latihan pun dimulai dengan latihan pernafasan, beberapa saat beberapa lelaki masuk ke dalam ruangan.
“oh, bukankah itu orang yang tadi?”
“apa maksudmu?”tanya queen bingung.
“tidak”

“oh, haiii”seseorang menyapa jiyeon dan queen.
“haii”ucap mereka bersamaan.
“aku lee joon panggil saja joon”
“joon?bisakah memanggil oppa saja?”ucap queen.
“tentu, itu yesung dan sebelahnya itu yongyong itu nama panggilannya namanya itu Mir yang disana itu seungho”
“mir?”tanya jiyeon.
“ada apa?”
“bukan, aku jiyeon . park jiyeon.”kata jiyeon memperkenalkan dirinya.
“yakh!berhenti mengobrol! Jika dalam pelatihan!”
mereka semua terdiam mendengar bentakkan donghae yang begitu keras dengan anak didiknya.
Setelah selesai berlatih seharian jiyeon dan queen pun keluar dari ruangan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam.
“tak terasa sudah selarut ini”ucap queen.
Jiyeon hanya mengangguk.
“selamat tidur nona nona”
semua anggota wanita tersenyum melihat tingkah joon dan Mir yg tak hentinya menebarkan pesonanya hingga membuat yesung dan seungho muak dan segera menyeret mereka kekamarnya.
Sesampainya di kamar queen langsung merabahkan tubuhnya.
“hahhh, ini begitu melelahkan”
saat semua orang tertidur jiyeon malah duduk dan belajar di meja belajarnya. Karena takut menganggu temannya ia pun keluar ke teras kamar dan duduk dimeja sembari belajar menulis hangul.
“apa kau tidak beristirahat?”tanya seseorang dan membuat jiyeon tersentak.
“mengagetkanku saja, hmm bisa kah kau tidak berteriak? Itu bisa menganggu yang lainnya”
“oke baiklah”
tiba-tiba ia memanjat dan sampai di teras jiyeon.
“mo? Apa yang kau lakukan. Jika ada yang tau kau pasti akan terkena hukuman”
“omo? Bukankah kau tadi yang menabrakku?”
“benarkah?kapan?”
“ya sudahlah lupakan saja”ucap jiyeon dengan kesal.
“namaku mir itu hanya nama stage yang diberikan oleh appa donghae untuk debutku nanti”
“aku sudah tau , kau memanggilnya appa?”ucap jiyeon jutek.
mir mengangguk.
“itu karena ia sudah seperti ayah kami”
“berapa lama kau disni?apa kau akan segera debut?”
“tentu saja, apa kau tak ingin segera debut?”
“tentu saja aku mau secepatnya debut”
“itu impian semua orang disini, oh iya apa yang kau lakukan dengan buku itu?”
“oh, aku sedang belajar menulis hangul”
“kenapa ? Bukankah kau orang korea ? Mengapa harus mempelajarinya lagi? bukankah itu me bosankan?”
“bukan, ibuku saja yang orang korea ayahku sebenarnya berasal dari indonesia sama seperti queen hanya saja queen ibunya asli thailand”
“aku sejak berumur 5 tahun meninggalkan korea, mungkin karna itu aku jadi lupa”sambung jiyeon.
Mir tersenyum.
“apa kau mau jika aku mengajarimu?”
“benarkah? Kau mau mengajariku? Kalau begitu ahh baiklah. Gomawo”
“jangan berterima kasih dulu”
mir pun sangat bersemangat mengajarkannya pada jiyeon, tapi karna kelelahan jiyeon malah tertidur karna kasihan mir pun mengendap masuk ke kamar jiyeon untuk mengambil selimut.
Waktu menunjukkan pukul 4 pagi dan mir segera masuk ke kamarnya.
Tepat pukul 4.30 bel bangun berbunyi keras.
“ahh , mengapa bel itu berbunyi begitu cepat”keluh jiyeon.
“oh, kenapa selimut ini ada disini?”tambah jiyeon.
“jiyeon, aku masih sangat mengantuk. Hoaaah”keluh queen saat berjalan menuju lantai bawah dengan mengandeng jiyeon.
“sudahlah jangan mengeluh terus kau jauh-jauh dari thailand hanya untuk masuk training dan segera debut. Apa kau mau menghabiskan waktumu disini?”
queen menggelengkan kepalanya.
“oh, kau juga bangun?”ucap queen kepada yesung.
“ne, tentu saja. Bahkan kami bisa bangun lebih pagi dari ini”
“omo? Lebih pagi?jiyeon…..”
“sudahlah berhenti mengeluh”
setelah semua berkumpul.
“sesuai yang kalian tau, lelaki-lelaki ini yang nantinya debut bersama kalian. Mereka sudah kulatih selama 2 tahun ini. Jadi berlatih lah lebih giat agar bisa cepat mengejar mereka. Apa kalian mengerti”
“iaa, kami mengerti guru”ucap semua dengan lemas.
Tanpa basi-basi lagi donghae menyuruh semuanya segera berlari supaya rasa kantuknya hilang.
Waktu makan pagi bersama joon pindah tempat tepat disebelah jiyeon dan queen.
“oppa apa setiap hari kita harus memakan rumput ini?”ucap queen mengeluh.
“berhenti bilang itu rumput itu sayur”ucap jiyeon menjitak kepala queen.
“hah, kau tidak suka ?”
queen mengangguk.
“kalau begitu biar saja yang memakannya”ucap joon.
“oppa, gomawo”
“jiyeon”
“oh, yongyong”ejek jiyeon.
“yak! Berhenti memanggilku dengan nama itu, aku bilang panggil aku oppa”
“wae? Bukankah kita hanya berbeda beberapa bulan? Kenapa harus sesopan itu?ah aku tidak mau”
“ssi~ kau benar-benar”
“ya sudah aku sedang buru-buru tak ada waktu dengan pertengkaran bodoh semacam ini”
jiyeon pergi begitu saja.
“yakh! Aku belum selesai bicara”teriak mir.
Jiyeon hanya melambaikan tangannya dan segera pergi.
“mir , apa yang kau lakukan dengan ekspresi menyedihkan seperti itu?”ucap joon.
“apa aku ini jelek hyung?”
“kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?kau tidak jelek hanya saja begitu banyak kerutan di wajahmu itu membuatmu tua”ucap joon lalu pergi.
“yak! Kenapa kali ini kau mengataiku tua lagi?”teriak mir.
“mir oppa, mengapa kau teriak teriak. Jika ketahuan appa kau akan mati!”ucap queen menakuti mir.
“pergilah queen sebelum aku benar-benar marah padamu”ucap mir.
“sebaiknya kita pergi saja”ucap seungho pada queen.

Saat latihan dimulai, jiyeon duduk tepat disebelah queen.
“jiyeon…jiyeon”panggil mir.
Jiyeon melihat ke arah mir dan dengan sekejap mengalihkan pandangan ke arah lain.
“jiyeon..jiyeoni”
“hm hm mir! Jang mir! Park jang mir apa kau mendengarku!”teriak donghae.
“ne, appa”
“ingat peraturan ke 2?”
“ne, appa”
setelah beberapa kali mencari kesempatan untuk membujuk jiyeon bicara akhirnya mir mendapat kesempatan pada saat jiyeon sedang latihan koreo di ruangan dansa.
Mir duduk di sudut kegelapan sambil melihat jiyeon menari kesana kemari tanpa menyadari kehadiran mir.
Karna lelah jiyeon merebahkan tubuhnya di lantai begitu saja dengan headset yang masih berbunyi keras ditelinganya. Mir berbaring di sebelahnya.
“jiyeon , aku menyukaimu”
jiyeon tak ada respon karna ia tak mendengarnya. Beberapa saat mir memberanikan diri memegang tangan jiyeon dan hal itu sontak membuat jiyeon terkejut dan terbangun.
“omo! Apa yang kau lakukan disini?”ucapnya melotot dan melepaskan tangannya.
Mir melepaskan headset di telinga jiyeon.
“dengarkan aku. Aku menyukaimu”
“mo?”
“kali ini aku berkata yang sesungguhnya”
jiyeon tersenyum.
“apa lelaki di korea seperti ini? Mudah mengatakan cinta begitu saja?”
“itu karna cinta pandangan pertama, apa kau percaya itu?”
“tidak, itu mustahil”ucapnya dengan ekspresi datar.
Jiyeon segera beranjak berdiri mir menariknya dengan keras.
“sudah ku bilang jangan menyentuh tanganku!”
karna melepaskan tiba-tiba jiyeon yang juga memaksakan menarik tangannya terjatuh di hadapan mir.
“apa kau baik-baik saja?”
jiyeon menghembuskan nafasnya.
Mereka duduk bersandar pada dinding ruangan.
“dengarkan aku, apa kau pikir wanita akan langsung spontan begitu saja menyukaimu saat kau bilang suka padanya?”
mir mengangguk.
“tentu saja , bukankah wanita selalu begitu”
“kau salah”
“wanita yang bilang suka saat kau bilang suka padanya itu hanya la wanita yang sebenarnya sama bodohnya sepertimu? Kenapa aku bilang seperti itu karna jika wanita akan jatuh cinta mereka pasti akan memikirkannya berulangkali sebelum menerima lelaki itu”
“apa aku termasuk orang bodoh itu?”
“tidak jika kau mau berusaha untuk memberi waktu wanita yang kau sukai itu”
“waktu untuk berfikir?”
“bukan hanya berfikir tapi juga untuk memahamimu dan kemudian bisa menyukaimu bahkan mencintaimu atau bahkan menyayangimu”
“apa ini jawabanmu, apa kau memintaku untuk menunggumu? Begitu ka?”tanya mir.
“yakh mir-ssi, ini hanya nasihat bukan berarti aku…”
“sudah lah mir. Mir wanita itu sangat sulit jika mengatakan suka kau tau kenapa ? Aku pun masih belum mengerti tapi wanita itu walau tak bicara ia suka itu bisa diliat hanya dari tatapan matanya”ucap jiyeon.
jiyeon terus saja menasihati mir tapi mir malah memilih memandangi wajah jiyeon terus menerus bahkan mendekat kewajahnya.
“apa kau mengerti perkataanku?”ucap jiyeon dan menengok ke arah mir.
Dan … Jiyeon tak sengaja mencium mir. Jiyeon mengundurkan kepalanya. Dan mir masih tak percaya dengan hal yang baru saja terjadi.
‘detak jantungku, dadaku, darahku, perasaanku. Ini berbeda dengan wanita lain yang pernah menciumku’ karna malu jiyeon meninggalkan mir begitu saja. Mir masih saja bengong tak percaya.

*SEKIAN DULU MAU LANJUT TIDAKK ??? HARAP KOMENTARNYA CHINGU 😀

8 thoughts on “Leaving My Dream Chap 1

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s