[FF Freelance] Time Out (Part 5)

Author : raraelf95

Cast :

–       Hyomin (T-ara),

–       Jessica (SNSD),

–       Jung II Woo,

–       Joo won

Other cast :

–       Krystal [F(x)]

–       Lizzy (After School)

–       Jirae (OC)

–       Jinyoung (OC)

Genre : horror, fantasy

Length : Series

Rating : PG-18

Disclaimer: Kisah dalam Fanfiction ini adalah 100% karangan dari saya yang terinspiransi dari sebuah Film. Di sini, semua main cast maupun support cast  adalah milik orang tuanya, tuhan, dan para fans nya.

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4

Annyeong Haseyo readers ^o^)/ Author balik lagi nih!!!!

Maaf ya udah buat kalian penasaran dengan cerita yang  ga tau ending nya kapan -_- tapi pasti nya  cerita nya berending dong J

Makasih yang udah kasih saran dan kritik ke author, dan itu akan menjadi pembelajaran buat author. Di sarankan membaca saat sedang santai dan jangan terburu-buru karena banyak typo yang tersebar. Oke tanpa basa-basi baca langsung aja ya.

Happy Reading ^^

>>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<

Sama seperti waktu itu. Saat ini hujan mulai turun lebat dan petir juga mulai menyambar. Di langit juga terlihat gelap gulita. Jessica menyetir mobil nya dengan perasaan ketakutan. Sementara Hyomin dan adik nya, Lizzy serta Kyrstal merasa penasaran dengan apa yang terjadi.

“Jessica?” panggil Hyomin yang ada di sebelah Jessica yang tengah menyetir, “apa yang sebenarnya terjadi? Apa maksud mu dengan membawa kami ke gereja?”

“Nanti….nanti aku akan jelaskan.” jawab Jessica.

Hyomin menghela nafas dan menyenderkan badan nya. Tiba-tiba hyomin merasakan hal yang aneh. Seperti ada yang mengikuti mereka . Hyomin menoleh ke belakang, tapi tidak ada siapa-siapa.

“Kau merasakan nya juga?” ucapan Jessica membuat Hyomin menatap gadis yang ada di samping nya. “Apa maksud mu?” Hyomin menatap teman nya itu dengan perasaan bingung. “Kita sudah sampai. Ayo cepat kita masuk!” ucap nya lagi di ikuti dengan berhenti nya mobil milik nya. Krystal dan Lizzy sudah keluar dari mobil tapi hyomin masih berada di tempat ia duduki. “Hyomin-ah! Ayo cepat masuk!!” ucap Jessica sambil menarik Hyomin.

Saat masuk, di gereja sangat sepi sekali. Tapi ternyata ada 2 orang berada di dalam sana. Salah satu nya ada yang sangat tidak asing. “oppa? Sedang apa kamu disini?” ucap Hyomin yang melihat Joowon berada di dalam gereja bersama seorang pastur.

“Kita ketemu lagi, nona,” ucap Joowon yang membuat Hyomin, Jessica dan Lizzy bingung. Tapi sebenarnya ucapan nya ditujukan oleh seekor kucing yang di pegang Lizzy. “Lizzy-ah bisakah kamu kasih kucing itu ke aku?” Lizzy memberikan kucing yang sedari tadi ia gendong dengan perasaan bingung. Joowon menatap kucing yang ada di depan nya sambil berkata, “ternyata benar ini kau,”

“Apa yang membuat mu kembali lagi? Apa adik mu berulah lagi?” Joowon berbicara sama kucing dan membuat Hyomin, Jessica, Lizzy dan Krystal kebingungan sendiri.

“meok…meok…meok (apa kita pernah bertemu?)”

“Apa dia gila ya eonni? Kenapa dia berbicara sama kucing?” bisik Krystal di telinga Jessica. “Sstt…diam lah nanti dia mendengarnya” jawab Jessica.

“Apa dia yang tadi kamu ceritakan, anak muda?” ucap seorang pastur. “Bukan….bukan anak itu, dia ini kakak anak itu” jawab Joowon.

Hyomin mengerutkan dahi nya dan memiringkan kepala nya. “Tunggu dulu….apa maksud dari semua ini?” ucap hyomin yang sedari tadi hanya diam saja.

“Hyomin ,Jessica cepat kalian bawa adik-adik kalian kedalam…..nanti akan ku jelaskan, lalu temui aku di taman belakang.” ucap Joowon yang sembari berdiri dari jongkok nya dan berjalan ke belakang gereja dengan mengendong kucing tadi.

Eonni sebenarnya apa yang terjadi?” ucap Lizzy. “sudah kamu menurut saja” jawab Hyomin. Lizzy dan Krystal pun masuk kesebuah ruangan yang di dalam nya ada beberapa suster berada di dalam. Setelah mengantar adik nya masing-masing, mereka langsung menuju ke taman belakang dan tentu nya mereka tidak benar-benar di luar gereja kerena hujan masih menguyur kawasan tersebut.

“Mereka akan aman di dalam, baiklah mungkin kalian heran kenapa aku bisa ada disini dan aku seperti orang tidak waras berbicara dengan kucing bukan?” ucap Joowon dari balik tembok dan mendapat agukan dari Hyomin dan Jessica. “Tutuplah mata kalian” lanjut nya. “Sekarang buka mata kalian” ucap nya sekali lagi. Hyomin dan Jessica membuka mata nya dan melihat kearah Joowon tunjukkan yaitu pohon besar yang tumbuh di sana, mereka melihat sosok seorang gadis yang wajah nya itu sangat tidak asing.

“Perkenalkan nama ku Jirae. Park Hyomin,” gadis itu melihat kearah hyomin, “nama mu Hyomin bukan?” Hyomin mengangguk. “Apa kau tidak mengenali ku lagi?”

“Tidak. Aku tidak tahu, tapi aku merasa kau…Omona!!!” Hyomin menutup mulut nya, ia baru menyadari kalau gadis yang ada di depan nya mirip dengan seorang laki-laki yang ada di dalam mimpi nya agar ia pergi.

“Aku… aku yang ada di dalam mimpi mu, bukan adik ku. Aku melakukan itu agar kau dan keluarga mu itu tidak datang ke rumah itu. Tapi kalian malah tetap datang.”

“Jadi, kamu yang selalu datang ke mimpi ku dan pernah menampakkan diri di kampus?”

“Lalu,” terdengar suara dari mulut Jessica, “ apa kamu juga yang menampakkan diri saat aku sedang jalan dengan teman-teman ku dan datang ke mimpi ku juga?”

“Apa maksud kalian?” Jirae menatap Hyomin serta Jessica secara bergantian, “aku hanya…mungkin 1 kali, tapi itu hanya ku tujukan ke Hyomin. Yang pertama waktu aku suruh kau pergi dan benar aku menampakkan diri tapi aku hanya menampakkan di jendela saat kalian datang karena aku tidak punya tenaga sebesar itu untuk keluar dari rumah itu dan hanya bisa keluar dengan merubah bentuk yang lain. Itu pun aku juga harus menguras tenaga ku.” Jelas Jirae.

“Apa saat aku pulang dari rumah Hyomin kau yang berada di depan? Tepat nya di belakang pohon?” tanya Joowon yang sedari tadi hanya diam. Hujan turun sangat lebat dan petir menyambar ke sembarang arah. “Sejujurnya aku merasakan hawa besar saat kami baru saja datang membereskan barang-barang dan aku melihat mu di balik jendela itu…aku tahu semua nya.” lanjut nya lagi. Saat Joowon berbicara,  Hyomin, Jessica dan Jirae sendiri tidak mendengar nya karena saat bersamaan petir berbunyi. *Poor Joowon*

“Sebenarnya target nya bukan umma mu , melainkan kau. Kau Park Sunyoung,” ucap gadis itu sambil menunjuk ke arah Hyomin, “nama kecil mu Park Sunyoung bukan? Umma mu itu hanya di jadikan umpan agar kau masuk ke ruangan itu. Dengan begitu kau akan terkurung sama seperti….” ucapan gadis itu terhenti dan sekarang tatapan nya beralih ke Jessica. “sama seperti Jung…Il…woo.”

“Jung Ilwoo?” ucap Hyomin yang mengulang nama itu. “dia siapa? Seperti nya nama itu tidak asing.”

“Sudah ku duga” gumgam Joowon.

“Dia adalah sepupu dari Jung Sooyeon. Ya itu benar dia lelaki yang sudah kau anggap kakak mu” ucapan gadis itu di tujukan oleh Jessica yang menatap lekat gadis itu yang telah menyebutkan sebuah nama yang sangat tidak asing bagi nya.

Jegrekkk (suara petir)

Jessica terduduk lesu dan hati nya seperti tersambar petir yang tengah menyambar di luar sana. Akhir nya ia mengingatnya, mengingat kenapa ia dan juga adik nya bisa lolos dari jeratan anak ‘iblis’ itu. Semua nya ia mengingat nya.

>>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<

Flashback to 10 year

Oppa apa yang terjadi? Kenapa…kenapa tiba-tiba rumah kita berubah menjadi kastil?” takut Sooyeon. “sudahlah…kau bantu aku memikirkan bagaimana cara kita keluar dari sini….soojung apa kau baik-baik saja?”

Ne…aku baik-baik saja. tapi oppa kenapa kita bersembunyi, bersembunyi di lemari yang sempit ini? apa kita sedang main petak umpat?” ucap polos Soojung yang tidak tahu apa-apa. “eghh……itu, ya kita sedang main petak umpat dan yang sedang berjaga adalah lelaki itu dan agar kita tidak ketahuan kita harus bersembunyi dan kalau bisa kita harus keluar dari rumah agar kita menang. Apa kau mengerti Soojung?”

Ne aku mengerti oppa. Aku akan diam agar tidak ketahuan” ucap manis soojung. Gadis kecil ini tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi, mungkin jika ia tahu maka gadis kecil ini akan seperti kakak nya –sooyeon- yang sedang ketakutan.

Oppa ini bukan mimpikan? Lalu dimana umma, appa,ahjussi dan ahjumma?” lirih ketakutan sooyeon. “Lihat dan dengarkan aku Jung Sooyeon,” ucap Ilwoo dan memegang kedua pipi Sooyeon, “ini bukan mimpi, ini kenyataan. Kita harus keluar dari sini agar kita bisa selamatkan semua manusia yang ada di bumi ini dan kita tidak boleh menyiakan nyawa orang tua kita. Yang sudah menyerahkan nyawa mereka agar kita bisa lolos dari anak ‘iblis’ itu” lanjut Ilwoo.

Sooyeon tertegun mendengar ucapan kakak sepupu nya itu. Ucapan nya benar, kalau mereka tidak boleh menyiakan nyawa orang tua mereka yang sudah di renggut oleh anak ‘iblis’ itu.

HYUNG !!!! DIMANA KAMU HAH??? AHH KAMU INGIN MAIN PETAK UMPAT YA? BAIKLAH…..AKU AKAN MENCARI MU, JANGAN SALAHKAN AKU KALAU KAMU TERTANGKAP YA?”

Anak ‘iblis’ itu berjalan menyelusuri rumah yang sudah menjadi kastil. Anak itu membawa sebilah pisau di sebelah kiri nya yang masih ada darah segar di pisau itu. Tangan dan pakaian nya juga di nodai darah segar.

Satu per satu pintu di buka dan ia masuki. Mata nya mengitari setiap ruangan yang ia masuki.

Hyung!!! Cepat keluar sekarang!!!” teriak nya.

Suara anak itu bergetar dan berenergi yang mengakibatkan barang-barang yang ada di seluruh rumah itu bergetar seperti dilanda gempa. Sementara itu 3 anak-anak yang ada di dalam lemari disebuah ruangan, mereka terlihat was-was.

“Ini kesempatan kita…..dia masih di atas.”

“Maksud oppa kita keluar….keluar dari sini?” Sooyeon menampakkan wajah cemas dan ketakutan dan berharap pendengaran nya tidak salah. “Ya tentu…..nah Soojung, kita akan keluar jadi kamu tutup mata mu dan kamu naik ke punggung ku.”

Gadis kecil –Soojung- menganggukkan kepala nya dan naik ke punggung kakak sepupu nya itu sesudah mereka berada di luar lemari. “Pegangan yang kuat dan kamu sooyeon, pegang tangan ku. Kita akan lari menuju pintu. Dalam itungan ketiga kita lari,” ucap Ilwoo, “baiklah….satu…..dua….tiga……ayo lari.”

Jung Ilwoo berlari sekuat tenaga menuju pintu, begitu juga dengan Sooyeon, ia juga ikut lari walau sebenar nya kaki gadis itu tiba-tiba lemas saat mereka keluar dari lemari tadi.

Anak ‘iblis’ itu yang menyadari ada langkah kaki berlari langsung keluar dari ruangan yang sedang ia masuki. Anak ‘iblis’ itu melihat kearah bawah dan menemukan seseorang yang ia cari tengah berlari keluar. “Hyung!!!! Berhenti!!!!! Jangan tinggalkan aku sendirian!!!!!” teriak nya dengan sangat kencang.

Akhirnya ia bisa keluar dari rumah itu. Jung Ilwoo menurunkan Soojung dari gendongan nya dan mengatur nafas nya, begitu juga dengan sooyeon. Ia terlihat pucat sekali.

Oppa bagaimana ini?”

“Kita ke gereja….gereja di depan sana.”

Mereka pun berlari lagi kearah gereja itu. Mereka menerjang hujan yang cukup kencang. Sesampai nya di gereja, Ilwoo menitipkan kedua gadis itu oleh seorang pendeta, “Kalian akan aman disini, dia tidak akan bisa menjangkau kalian disini,”

“Pendeta tolong jaga mereka berdua….ada urusan yang harus aku kerjakan.”

“Hey anak muda kamu mau kemana hah?”

Ilwoo tidak menghiraukan teriak dan tangisan kedua adik sepupu nya itu. Ia melihat pendeta itu menghalagi mereka berdua untuk menghampiri Ilwoo. “mianhae….mianhae” lirih nya lalu ia berlari kearah rumah lagi. Ia berhenti sebentar untuk mengatur nafas nya yang terengah-engah. Ia melihat sekitar, ia sangat aneh kenapa anak itu tidak ada di depan.

“Dia tidak bisa keluar dari rumah itu…..semua energy nya terkuras banyak untuk melakukan hal tadi,” Ilwoo menatap heran gadis kecil di samping nya, gadis itu bisa keluar namun kenapa dia bisa berada di sini. “aku bisa di sini karena dari tadi aku tidak mengeluarkan energy yang terlalu besar….dia ada di dalam sedang mengisi energy nya dengan aura ketakutan yang masih berada di dalam rumah itu” gadis itu menjawab semua pertanyaan yang di pikirkan oleh Ilwoo.

“Jadi, energy dia adalah ketakutan kita?”

“Ya itu benar….jadi saat berhadapan dengan nya jangan menunjukkan ketakutan….semakin kau ketakutan maka dia akan sangat kuat…. tidak ada waktu….cepat kau masuk!”

“Apa hanya ini satu-satu nya jalan untuk menghentikan nya? dan bagaimana kalau aku gagal?”

>>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<

Jung ilwoo kembali memasukki rumah itu dan ia sangat…..sangat bergetar. Tubuh nya bergetar hebat. Baru beberapa langkah masuk ia menemukan sosok anak ‘iblis’ itu berjarak 6 meter tidak jauh dari nya. Ia tersenyum sinis dan menatap Ilwoo dengan tajam.

“Ku kira hyung akan meninggalkan ku?”

“Tidak……aku tidak mungkin meninggalkan mu. Dimana? Dimana kedua orang tua ku?” dengan berani Ilwoo melangkah mendekat ke anak ‘iblis’ itu, walaupun dalam hati ia sangat ketakutan dan ingin sekali berlari. Tapi entah kenapa ada sedikit kekuatan keberanian di dalam diri Ilwoo saat ini.

“Ayo kita main??!!” tawar Ilwoo, namun ada raut kecurigaan di wajah anak itu.

Hyung pikir aku bodoh?” ucapan anak itu membuat langkah Ilwoo terhenti. Ia sangat susah menelan air liur nya, ia gagal membujuk nya. Ia mengingat kembali ucapan gadis bernama Jirae saat di luar tadi.

Flashback on

 

“Apa hanya ini satu-satu nya jalan untuk menghentikan nya? dan bagaimana kalau aku gagal”

“Itu….itu kau harus merelakan nyawa mu sendiri…..hanya itu cara satu-satu nya kalau kau ingin kedua adik mu hidup.”

“Jadi maksudmu aku jadi umpan?”

“Masa aku? Hanya kamu yang bisa menyentuh adik ku itu….ku mohon jangan seperti aku waktu itu….ini ambillah.”

“Ini bukan nya sebuah kertas jimat? Untuk apa?”

“Tempelkan kedua kertas jimat ini di mata dan mulut nya, jangan biarkan dia menyebutkan kalimat….hmm”

“Baiklah kau tidak perlu mengatakan nya. Aku tahu kalimat yang kau maksud. Jadi jangan kau katakan.”

“Terima kasih Jung Ilwoo….aku akan ikut membantu mu dari belakang”

End Flashback

 

Jung Ilwoo mengingat nya. Saat di depan Jirae memberikan sebuah kertas jimat. Ia berlari menuju pintu itu yang berada di lantai 2, ia hampir sampai. Lalu mengambil kertas jimat itu. Namun hal yang sangat di sayangkan terjadi . Anak ‘iblis’ itu sudah….

“ARGGGHHHH!!!!”

Sudah menusuk Ilwoo dengan pisau milik anak ‘iblis’ itu. Tusukkan nya itu sangat panas dan perih, darah pun bercucuran keluar dari perut nya. “kau?” lirih Ilwoo. Ia melihat kearah belakang dan menemukan anak itu menangis sambil berjalan ke depan dirinya

“hiks….hiks…..hiks….mianhae hyung….mianhae….hiks…hiks….hiks” tapi entah kenapa suara tangisan itu berubah jadi sebuah tawa.

“Kenapa kau tertawa? Apa ini lucu?” ucap Ilwoo yang menahan kesakitan.

“Hah aku juga tidak tahu….aku merasa senang saja. Itu karena aku  sudah lama tidak melakukan ini. Tunggu dulu…” anak itu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. “dimana mereka?”

“Siapa…sshh…yang kau maksud? Di sini hanya ada aku saja”

“Benarkah itu?Baiklah sudah waktu nya…..apa ada kata-kata atau kalimat terakhir yang ingin kau ucapkan?”

Pemuda bernama Jung Ilwoo itu mengeram kesakitan. Ia melihat se-arah jarum jam 12, ruangan itu berada dan sudah ada Jirae di sana yang sudah berhasil membuka pintu itu. Ada senyuman tipis yang tampak di sudut bibir Ilwoo. Dengan sekuat tenaga yang ia miliki untuk bangkit berdiri. Ia berdiri sambil menahan kesakitan di daerah perut nya.

“Boleh aku memberi saran?” ucap Ilwoo sambil berjalan lebih dekat kearah anak itu, “selalu lihatlah belakang mu dan langkah mu…..dan juga jagalah mulut dan mata mu.”

Anak itu mengerutkan dahi nya, ia tidak mengerti apa yang Jung Ilwoo katakan. Ada perasaan was-was di hati anak itu saat ini. Entah kenapa Jung Ilwoo itu adalah ancaman untuk diri nya saat ini.

“TIME~”

“TAK KU BIARKAN KAU MENGUCAPKAN NYA!!!!”

Jung ilwoo berlari dan menempelkan kertas jimat itu di mata dan mulut anak itu, lalu mendorong nya masuk. Tangan nya begitu panas menyentuh anak itu. Ia berhasil memasukkan nya namun sangat di sayangkan, Jung Ilwoo ikut masuk bersama anak ‘iblis’ itu dan Jirae pun ikut masuk untuk menyelamatkan Jung Ilwoo di dunia yang lain.

>>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<

*Keesokkan hari*

Matahari masuk ke sela-sela ventilasi dan membuat gadis yang ada di dalam sedikit terganggu dengan sinar matahari itu. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan kedua mata. Ia terlihat bingung. Gadis itu mengedarkan pandangan nya ke ruangan itu. Gadis itu mulai turun dari ranjang nya dan keluar.

“Kau sudah bangun?” sebuah suara memberhentikan langkah nya, seorang pendeta tepat berada di depan nya. gadis itu masih terlihat bingung.

“Apa yang terjadi?”

“Apa kau tidak mengingat nya?” tanya pendeta itu dan gadis itu menggelengkan kepala nya. ia tidak mengingat nya karena masih belum terlalu sadar.

“SOOJUNG!!!” pekik nya yang tersadar dari setengah tidur nya. “Soojung….Dimana Soojung?”

“Oh gadis kecil itu…dia ada di taman belakang,” ucap pendeta itu. “tenang saja, dia akan baik-baik saja….boleh saya bicara dengan mu?”

Gadis itu mengangguk dan mengikuti pendeta itu duduk di bangku. Pendeta itu menghela nafas dan menatap gadis itu. “ku harap kamu memang tidak mengingat nya, karena itu akan membantu nya kembali kesini.”

“Apa….apa maksud Pendeta?”

“Semalam itu bukalah mimpi….lupakanlah dan jangan pernah mengingat nya atau pun memberitahukan ke orang lain. Jika kau memberitahukan kepada orang lain, maka banyak orang yang akan berdatangan ke rumah itu. Saya tidak bisa mengawasi orang-orang yang berdatangan itu. Mungkin salah satu dari orang-orang itu tidak sengaja membuka itu kembali dan makhluk yang ada di dalam nya akan ….”

“CUKUP!!!” teriak histeris gadis itu, pendeta itu melihat kearah gadis itu yang sekarang tengah menutup kedua telinga nya sambil menitikkan air mata nya. “Cukup jangan bicara lagi…..ku mohon hentikan” tangis nya.

“Ternyata kau mengingat nya,” pendeta itu berdiri dari duduk nya dan berdiri di depan gadis itu. Ia mengambil kedua tangan gadis itu dan menaruh nya di pangkuan gadis itu. “dengarkan saya…Jangan pernah mengingat nya, pendeta tertua pernah mengatakan nya kepada ku. Jangan pernah merasakan ketakutan, karena jika kita ketakutan karena hal ini. maka kamu telah memberikan energy untuk dia. Ingat kata-kata ku anak manis.”

Pendeta itu berjalan meninggalkan gadis itu. Gadis itu menghapus air mata nya, lalu bangkit dari duduk nya dan mulai mencari adik nya. ternyata benar, adik nya sedang bermain dengan seorang suster.

Karena mereka tidak punya siapa-siapa, mereka pun masuk ke sebuah panti asuhan dan mereka hidup dip anti asuhan. Lalu mereka mengganti nama mereka menjadi Jessica Jung untuk Jung Sooyeon dan Krystal Jung untuk Jung soojung. Merasa mereka sudah bisa hidup mandiri, mereka pun keluar dari panti asuhan dan tinggal di daerah Seoul. Melupakan masa lalu dan menjalani hidup tanpa beban.

Namun itu tidak berlaku untuk gadis yang sekarang di panggil Jessica ini selalu bermimpi buruk di setiap ia mau tidur selama 3 bulan berturut-turut, namun lambat laun mimpi itu menghilang tanpa jejak.

 >>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<

 

Di dalam ruangan sana ternyata ada dimensi lain yang terhubung. Dunia dimana bukan manusia yang bisa tinggal di sana. Dunia itu di huni oleh beberapa roh. Tapi di sana mereka beraktivitas seperti layak nya manusia.

‘Dimana….dimana aku?’ lirih suara seorang lelaki yang tengah berbaring lemas di sebuah ranjang. “Kau sudah bangun?” suara lembut terdengar di telinga lelaki itu, lalu lelaki itu menoleh ke samping dimana suara itu berasal. “Apa yang terjadi? Dan….dan dimana aku?” tanya nya ke seseorang yang berada di samping nya.

“kau sekarang berada di salah satu pintu dunia roh.”

“Dunia roh?”  ucap lelaki itu dengan bingung, “Dunia roh???!!!” ucap nya lagi dengan nada kaget dan melototkan kedua bola mata nya serta memposisikan tubuh nya jadi terduduk sambil menatap gadis itu.

Ne….kita sudah berada di dunia roh”

“Itu berarti aku….aku sudah….sudah….” ucap nya dengan menatap gadis yang di depan nya dan berharap jawaban yang ia terka tidak benar. Namun jawaban terkaan nya adalah benar. Karena gadis itu mengangguk. Lelaki itu membuka selimut yang ada di tubuh nya dan ia bisa melihat sebuah luka berada di perut nya.

Oppa kau ini hebat sekali….lihat luka mu sudah agak membaik,” ucap nya dengan sebuah senyuman. “seperti nya aku memang tidak salah menyelamatkan seseorang” lanjut nya.

“APA MAKSUD MU, HAH??? MENYELAMATKAN? CIH!!!!”  kesal lelaki itu, “KALAU KAU MENYELAMATKAN KU KENAPA AKU JUGA BERADA DI SINI??,” teriak nya yang cukup keras. Lelaki itu melihat gadis itu tengah tertunduk dan menjatuhkan bulir-bulir air. “kau….maaf…maafkan aku.” ucap bersalah lelaki itu.

“Maaf…maafkan aku….aku…aku memang tidak berguna….aku memang roh yang tidakk berguna…..aku lemah….aku lemah menghadapi nya…..dan itu….itu Cuma kau yang bisa menghadapi nya” isak gadis itu.

“Apa maksud mu? Kenapa Cuma aku yang bisa menghadapi nya?”

“Itu….aku bisa melihat nya dari luka mu. Jika luka mu cepat sembuh berarti kamu yang bisa menghadapi nya, pisau itu sangat panas bukan? Aku juga merasakan pisau itu dan luka itu tidak kunjung sembuh,” gadis itu memperlihatkan luka itu di bagian perut nya. “hanya seseorang yang tidak mempan dengan pisau itu yang bisa menjangkau lalu membunuh nya, dan orang itu adalah kau…..Jung Ilwoo”

“Aku? Tapi bagaimana cara nya aku bisa mengalahkan anak itu? Lalu dimana anak itu?”

“aku akan mengajarkan beberapa cara agar kau bisa mendapatkan kekuatan mu untuk mengalahkan anak itu.”

Mulai saat itu Jirae (nama gadis itu) mengajarkan cara untuk mengalahkan adik nya. Ia juga bercerita kalau di kastil ada sebuah pedang yang di sembunyikan di suatu ruangan ayah nya. pedang itu berguna untuk membunuh adik nya itu. Ayah nya sudah berjaga-jaga membuat pedang itu sebelum mahkluk itu menguasai seluruh tubuh putra nya itu, namun sangat di sayangkan, mahluk itu sudah menguasai tubuh anak nya dan sang ayah nya mati terbunuh oleh putra nya sendiri.

Para pendeta yang mendengar kabar itu langsung menggiring anak itu keluar lalu membacakan beberapa surat. Namun ternyata itu tidak ampuh. Pada akhir nya mereka mengurung anak itu di suatu ruangan lalu membakar kastil itu. Ternyata ruangan itu memiliki demensi lain. Dimensi itu adalah seribu pintu yang di acak setiap detik nya. Jadi kemungkinan menemukan pintu kastil itu adalah 1:1000 pintu. Tapi untuk mengambil pedang itu harus seorang manusia yang menjadi target nya dan ada juga yang menjadi pengecoh.

“Apa ada orang lain selain Oppa yang masuk ke ruangan itu?” tanya Jirae, Ilwoo menghentikan aktivitas yang sedang ia lakukan lalu menoleh kearah Jirae. “Hmm ada,” sahut Ilwoo, “dia anak dari teman Appa ku, kalau tidak salah nama nya Park Sunyoung” lanjut nya.

“Kita harus selamatkan gadis itu, karena gadis itu satu-satu nya yang bisa mengambil pedang tersebut dan mungkin dia akan di cari oleh adik ku” ucap Jirae. “Lalu bagaimana dengan adik sepupu ku hah? Mereka juga terancam??!!” Ilwoo mendekati Jirae dengan tatapan kesal.

“Mereka….mereka hanya target lain. Misalkan mereka berdua tertangkap. Itu pun tidak akan langsung ia bunuh,” Jirae mulai berdiri dari duduk nya, “bisa dibilang mereka umpan dan yang harus di selamatkan yaitu gadis bernama Park Sunyoung itu.”

“umpan?” gumgam Ilwoo yang tidak percaya.

TBC

 

Author: Akhir nya kelar juga part ini…maaf ya readers lama banget author kirimnya *Bow*

Maklum author nya sibuk sama donghae wkwkwk *ditimpuk elfishy* bukan bukan, ini karena sibuk PM author nya dan maaf kalau ke panjangan.

Sekali lagi maaf ya readers *Bow 90°*

Coment please readers ^^

8 thoughts on “[FF Freelance] Time Out (Part 5)

  1. Loh, Ilwoo masih hidup? Aku kirain udah mati .-. Terus si Sunyoung kemana kok ga keliatan di menjelang part akhir? OAO
    Hm, author aku cuma kasih saran aja, nih~ kalo bisa tanda titik yang digunakan jangan terlalu banyak (max 3) soalnya kadang itu bisa bikin reader terganggu dan setelah tanda titik jangan lupa spasinya 🙂
    Kapitalisasinya juga tolong lebih diperhatikan 🙂
    Aku suka cara author mendeskripsikan segala sesuatunya di FF ini.
    Akhir kata, update soon^^v

    • Ia udah mati kok
      tp itu kan dia hidup di dunia roh 🙂

      Loh bukan nya di part 4 aku udah kasih tahu ya kalau Park Family alias keluar nya Sunyoung itu udah pulang dari rumah itu??

      Makasih ya atas saran dan kritik nya
      Next part aku perbaikin 🙂

  2. Keluarga jung kayaknya emang sudah ditakdirkan jadi umpan ya. Yah ku sarankan sebelum posting fic kamu baca dan edit lagi deh. Sayangkan cerita bagus tapi tulisannya berantakan

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s