Leaving My Dream Chap 2

Main Cast:

–         Jiyeon T-Ara As You

–         Mir Mblaq

–         Donghae Suju

–         Bora Sistar

Support Cast:

–         Joon Mblaq

–         Yesung Suju

–         Seungho Mblaq

–         Iu As Queen

||| Genre: Romantic, Friendship, And Amburadul . Lol ||| Length: Chapter ||| Rating: Pg–15 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)||next : part3,part4,part5,part6,part7(end)||prev:part1

“apa kau mengerti perkataanku?”ucap jiyeon dan menengok ke arah mir.

Dan … Jiyeon tak sengaja mencium mir. Jiyeon mengundurkan kepalanya. Dan mir masih tak percaya dengan hal yang baru saja terjadi.

‘detak jantungku, dadaku, darahku, perasaanku. Ini berbeda dengan wanita lain yang pernah menciumku’ karna malu jiyeon meninggalkan mir begitu saja. Mir masih saja bengong tak percaya.

part 2

Mir masuk ke kamarnya dengan wajah bloonnnya.

“oh! Mir. Ada apa denganmu?”tanya yesung yang duduk dimeja sambil membaca komik milik mir.

“hyung, aku sepertinya akan mati”

“mo? Apa kau sudah gila”ucap yesung bangkit dari tempatnya dan memukul mir dengan komik yang di pegangnya.

“hyung, apa yang kau rasakan saat kau jatuh cinta?”

“kenapa tiba tiba bertanya pertanyaan konyol seperti itu? Apa kau sudah mau mati ? hah!”

“tidak hyung . Aku hanya bertanya saja”

“apa ya? Kurasa aku tak berhenti memikirkannya. Jika dekat dengannya seperti ingin terus memengang tangannya. Hah”

“semuanya aku rasakan hyung sekarang, aku melanggar”

“apaaaa kau mau mati?”

mir lalu menarik selimutnya dan menutupi wajahnya yang memerah.

“jiyeon mengapa wajahmu begitu merah?”tanya queen.

“benarkah?”ucap jiyeon lalu segera bercermin.

“wah benar”tambahnya.

“benar kejadian yang bodoh!”

“apa yang terjadi?”tanya queen.

Jiyeon malah acuh dan menarik selimutnya. Semalaman ia terus saja mengguling-gulingkan tubuhnya karna tak bisa tidur. Begitupun dengan mir.

Jiyeon keluar dari kamarnya menuju teras dengan selimut yang yang lilitkan ketubuhnya. Bersamaan saat itu mir keluar dengan selimut yang ia lilitkan pula.

“omo”ucap mereka berdua salah tingkah dan berbalik masuk kekamar.

Beberapa hari terlihat dan bersikap bodoh satu sama lain membuat joon , queen, seungho bahkan yesung teman sekamarnya bingung.

“aneh, jiyeon belakangan ini selalu bersikap bodoh”ucap queen.

“ia, mir juga terlihat seperti itu. Bahkan ia terus bertanya bagaimana perasaanku saat jatu cinta”ucap yesung.

“bukankah ia memang selalu bersikap bodoh?”ucap joon sambil tertawa.

“kau tau? jika berdua denganku memegang tanganku bahkan mencium tanganku. iuuuh”ucap seungho dengan ekspresi menggelikan.

“apa dia sedang jatuh cinta?”tanya joon.

“apa dengan jiyeon? Apa mereka sudah berpacaran?”ucap mereka bersamaan.

“tidak mungkin!”teriak queen.

“yak!berhenti berteriak”ucap joon.

“bahkan mereka tak pernah berbicara, berdekatan saja tidak mau. Setiap melihat mir oppa. jiyeon selalu saja seperti melihat hantu”

“benarkah?”kata mereka bersamaan. Dan queen mengangguk.

“atau mereka supaya tak terlihat?”ucap seungho penuh kecurigaan.

“ini melanggar aturan, dia bisa mati”ucap yesung.

Semua terus saja berdebat mengenai jiyeon dan mir.

Jiyeon sedang duduk dan memainkan piano dengan nada sederhana didepannya. Mir lewat dan mendengarnya ia mengintip jiyeon. Jiyeon bermain dengan wajah tersenyum sambil menyanyikan lagu jatuh cinta.

“apa artinya ia sudah membuka hatinya seperti yang ia katakan?mengapa begitu penuh perasaan?” ucap mir dengan pede.

“begitu merdu ahhh”ucap mir memuji jiyeon sambil memegangi dadanya.

“jiyeon, aku akan menunggu”berkata bodoh dengan senyum lebar sepanjang jalan.

Saat pelajaran di mulai donghae mulai mengoceh pada mir karna belakangan ini prestasinya menurun.

“apa itu kemampuanmu?  Semakin hari menanjak turun begitu saja”omel donghae dengan wajah serius.

mir hanya diam, jiyeon memandanginya dari jauh seperti terlihat bersalah.

‘apa ini karnaku’ucapnya dalam hati.

“karna ketertinggalanmu jam tidur, makan, istirahat di siang hari dipotong 50%”

“ne, appa”ucap mir dengan lemas tanpa perlawanan.

“tidur paling lama dan bangun paling awal, apa kau mengerti?”

‘mo?50?’ucap jiyeon dalam hati terkejut.

Mereka pun melanjutkan latihan hingga larut malam.

“aku begitu lelah, aku ingin segera debut. TUHAN kapan ini berakhir?”keluh queen.

“jika terus berlatih, oppa yakin kau akan debut bersamaan dengan oppaa”ucap joon yang memberi semangat pada queen.

“ahh, benarkah?”

“tentu saja kita  pasti akan debut bersama”potong yesung dan memeluk queen dan jiyeon dari belakang.

queen mengangguk dan jiyeon masih saja terlihat cemas.

“sudah ayo istirahat dulu”ajak seungho.

“jiyeon, mengapa diam? Kau tak mau naik?”

“duluan lah, sepertinya ada yang tertinggal”

“baiklah”

jiyeon memasuki ruang latihan yang gelap ia hanya melihat mir samar-samar berdiri di tengah kegelapan untuk latihan bernyanyi.

“hhhaaaa”desah nafas  mir yang merasa kelelahan.

Jiyeon berjalan dengan pelan-pelan dan duduk di sudut ruangan memperhatikan mir.

“latihan nari saja dulu lah”

ia mengeluarkan ipadnya dan mulai memutar musik.

“oh ini lagu yang selalu aku pake”ucap jiyeon.

mir terus berlatih, waktu telah menunjukkan pukul 3 pagi tapi ia tak juga menyudahi latihannya. Jiyeon juga masih tetap setia duduk manis di sudut ruangan memperhatikan mir.

Mir pergi ke kamarnya. Beberapa saat kemudian jiyeon pun naik ke kamarnya.

Baru jiyeon mmenyandarkan badannya di kasur bel berbunyi menandakan waktunya untuk bangun.

“hah! Mengapa begitu cepat!”keluhnya.

Ia pun berganti baju dan segera turun menyusul queen.

Saat memasuki ruangan ia menunduk  lemas.

“aku lelah!ahhh”keluhnya.

di depan pintu ketika hendak masuk mir datang dari arah berlawanan, jiyeon terkejut karna mir tiba-tiba di hadapannya, karna malu jiyeon terburu-buru masuk.

Setiap selesai latihan jiyeon akan menemani mir tanpa sepengetahuan mir. Entah itu duduk di depan pintu. Berdiri di jendela, atau bahkan berdiam diri dipojok ruangan sampai suatu saat jiyeon ketahuan.

‘ahh , jangan mengantuk’ucapnya dalam hati sambil memukuli pipinya.

Tapi yang terjadi jiyeon tertidur.

Karna handphone mir terjatuh ke bawah meja mir pun menyalahkan lampu untuk melihat.

“omo!jiyeon~a”

setelah mendapatkan handphonenya ia pun mematikan lampu dan duduk di sebelah jiyeon dengan hati-hati karna takut jiyeon akan terbangun.

ia memandangi wajah jiyeon sambil tersenyum.

“ah begitu polos”

tak sengaja kepala jiyeon pun terjatuh di pundak mir yang membuat mir sedikit kaget dan kemudian tersenyum. Ia bahkan tak bergerak sedikitpun karna takut jiyeon akan terbangun.

Bel berbunyi menandakan bel untuk bangun. Jiyeon sontak terbangun dan bertatapan lama tanpa mengedipkan sedikitpun matanya kearah mir.

‘omo!ketahuan?babo!babo!babo’

Jiyeon hanya terdiam karna malu ketahuan oleh mir. jiyeon keluar dan berganti baju dan saat menuju tangga.

“gomawo”

langkah jiyeon terhenti sejenak dan tersenyum sedikit.

Setelah Mir pun pergi jiyeon menengok kebelakang dengan wajah bahagia.

Latihan dimulai mei hanya diam karna malu melihat mir. Sesekali jiyeon curi pandang melihat ke arah mir. Mir tahu dan hanya tersenyum ketika jiyeon melihat kearahnya.

saat makan jiyeon duduk dengan kepala yang diletakkan dimeja. Dan menarik nafas panjang.

“jiyeon, apa kau sakit?”tegur queen yang datang bersama yesung.

Jiyeon menggelengkan kepalanya

“matamu berbicara kalau kau itu kurang tidur ia kan?”

jiyeon mengangguk.

“apa terjadi sesuatu?”tanya yesung.

Jiyeon menggelengkan kepalanya.

“apa kau sedang ada masalah?”

jiyeon mengangguk.

“apa?”tanya queen.

“entahlah”

“mo? Bagaimana bisa kau tidak tau”

“aku benar-benar tidak tau. Ini membingungkan”ucap jiyeon lalu bangun dan mulai makan.

“ahh , kenapa makanan ini terasa begitu tidak enak?”keluh jiyeon.

“apa maksudmu, ini sangat enak. Bukankah ini makanan favoritemu?”protes yesung.

“yesung oppa, apa…”

“ada apa?”

“tidak usah, makan saja. Aku lupa”

mir masuk ruang makan dan duduk dimeja seungho dan juga joon.

“kau tampak segar, bukankah semalaman kau tak tidur?”

“entahlah hyung, aku rasa karna seseorang  yang memberiku semangat aku merasa seperti ini”

karna mendengar suara mir yang tepat dibelakangnya jiyeon sontak kaget.

Saat latihan malam selesai. Jiyeon keluar dari ruangan. Mir mengikutinya.

“yak!jiyeon~a”

“oh, ada apa?”

“apa kau menemaniku lagi”

“kurasa tidak”

lalu pergi.

“yak!jiyeon!jiyeon!jiyeon~a”panggilnya menrengek seperti anak kecil.*tau dong ekspresinya mir klo lagi merengek ? waakakak*

dikamar jiyeon duduk di teras ruangan mendengarkan lagu dengan buku bertumpuk dihadapannya.

jiyeon berjalan memasuki kamar tapi saat didepan pintu jiyeon malah memukul tangannya sendiri.

“yak!apa yang kau lakukan. Sudah jangan kemana-mana disini saja babo”ucapnya marah dan memukul kakinya.

dia kemudian duduk lagi. Beberapa kali ia melawan hatinya namu akhirnya ia pun turun keruang latihan.

ia membuka ruang latihan dengan perlahan namun tak ada seorang pun.

“aneh, bukankah ini masih jam 12 malam? Mengapa latihannya sudah selesai secepat ini?”ucapnya dan menutup kembali pintu.

“apa yang kau lakukan disini?”

“ahh, kau hampir saja membuatku mati”

“benar kau menemaniku?”

“apa?aku hanya lewat saja”

“benarkah?”

“ia, aku mau masuk karna akan berlatih, itu saja”

“apa kau yakin?”

“tentu saja”

jiyeon pun masuk ke ruang latihan dan duduk di depan piano dan mulai memainkannya.

Mir duduk disebelahnya dan jiyeon menghentikan permainannya.

“kenapa berhenti?bisa ka kau menyanyikan lagu lain?”

“mo?baiklah lagu apa yang kau ingin dengarkan?”

mir meletakkan buku lagu.

“aku tak pernah melihat lagu ini, apa ini lagu baru?”

mir mengangguk.

“kau yang pertama melihatnya dan boleh menyanyikannya.”

Mimik wajah jiyeon berubah. Tak menunggu lama jiyeon mulai menyanyikan lagu tersebut.

~write down love

mereka bernyanyi dan terkadang saling berpandangan.

“aku menyukai..”

“menyukaiku?”

“bukan kau!, aku suka lagunya”

“benarkah?”

“jika debut dan telah terkenal bolehkah aku menyanyikannya?”tanya jiyeon.

“tentu saja tapi harus menyanyikannya bersamaku”

jiyeon mengangguk.

“ne, arasho!”

“hmm, apa kau ingin sekali debut?”tanya mir.

“apa? Debut? Tentu saja. Bukankah kau juga menginginkannya?”

“entahlah, aku takut jiyeon”

“takut?”

“takut melupakan perasaanku saat ini”

jiyeon terkejut dengan ucapan mir.

“mo?”

jiyeon tak tau berkata apa lagi, dia pun beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mir.

“besok, bisakah hari bebasmu kau bersamaku?”tanya mir.

“hmm”ucap jiyeon memalingkan pandangannya.

“sebelum aku melupakan perasaan ini, bisa kah?”

Jiyeon masi terdiam beberapa saat sebelum iya mengiyakan ajakan mir.

“ne”ucap jiyeon tersenyum dan pergi.

Keesokkan harinya queen mengajak jiyeon untuk pergi bersamanya dengan joon, yesung dan juga seungho, tapi jiyeon malah beralasan ia ingin tidur seharian.

Setelah semua pergi tinggal jiyeon sendiri. Jiyeon keluar ke teras dan memanggil mir.

“yak!mireu~!apa kau mendengarku?yak!mireu~”teriak jiyeon.

“apa dia sudah pergi dengan queen?”

“aiissihh”

dengan wajah dan mood yang jelek jiyeon turun ke bawah dan berdiri didepan dormnya menunggu mir.

“hah!semua sudah kosong!dia benar-benar meninggalkanku”

jiyeon kemudian menelpon mir tapi mir tidak mengangkatnya. Saat mir mengangkat jiyeon spontan berteriak.

“yakhh! Mir-ssi! Kau meninggalkanku?”

mir hanya diam mendengar ocehan jiyeon yang begitu panjang.

“kau tau aku berbohong pada queen hanya demi supaya bisa pergi denganmu!tapi mengapa kau meninggalkanku babo?”teriak jiyeon penuh kesal.

“maafkan aku jiyeon”

tergambar jelas kekecewaan di wajah jiyeon, matanya berkaca-kaca menahan tangis dan amarahnya.

“mana mungkin meninggalkanmu begitu saja”ucap mir ditelpon namun terasa begitu dekat.

Mir di sebelah jiyeon dan mengenggam tangan jiyeon untuk pertama kalinya.

“ayo kita pergi”ucapnya di dalam telpon.

“yakhh!kau”teriak jiyeon. Dan memukuli mir.

Mir terus saja mengejek jiyeon karna seperti anak kecil.

Saat berjalan-jalan meski jiyeon selalu berusaha melepaskan tangannya tapi mir tetap saja mengenggamnya dengan begitu erat.

“kita bukan pasangan kekasih, mengapa memengang tanganku begitu erat?”

“itu karna kau masih kecil, aku takut kau hilang”

“heuh, apa?”ucapnya tertawa kecil.

“yakh! Bagaimana jika ada yang mengambil gambar kita? Dan jika telah debut ada yang mengenalinya?”

“itu takkan terjadi”

“yakh!bisa kau Melepaskannya?”

“tidak”

jiyeon menghela nafas panjang karna tak bisa membujuk mir.

“jika ada pilihan debut atau bersamamu? Aku akan memilih bersamamu”

jiyeon terkejut dengan ucapan mir.

“wae?”

“jika tetap debut, aku mungkin tak bisa bersamamu. Di agensi kita saat sudah debut jika seseorang bertanya wanita idamanmu itu pun sudah dilarang apa lagi jika aku menyebutkan aku menyukaimu”

“sebesar itu ka perasaanmu?”

“tentu saja, apa kau tak yakin padaku?aku akan membuktikannya”

“apa?”

“berjanjilah jika salah satu diantara kita tidak bisa debut bisakah kau dan aku juga tidak debut?dan jika kau atau aku debut, maka kita harus debut bersama-sama”

“bukankah itu merugikanku?”

“bisakah kau berkata ia saja dan tidak banyak protes?”

jiyeon tertawa.

“apa jika aku dan kau tidak debut, apa kau akan melamarku?”

“tentu saja, aku akan langsung menemui orang tuamu”

mereka berdua tertawa.

“baiklah. Intinya jika aku debut kau juga debut bersamaku dan jika aku tak debut kau otomatis juga harus mundur. Begitu kan?”

mir mengangguk sambil menganyunkan tangannya.

“apa itu artinya kau jadi kekasihku sekarang?”

“hmm, pendapatmu bagaimana?”ucap jiyeon dengan melempar senyum ke arah mir.

Mir memeluk jiyeon, karna canggung jiyeon pun marah dan bilang bahwa ia tak suka dipeluk.

“lalu apa yang sekarang kita lakukan?”

“jika kau ingin bersamaku bukankah kau harus berusaha supaya kita tak jadi debut?”ucap jiyeon.

“apa kau mau mengorbankannya untukku?”

“bukankah kau juga seperti itu?”

menikmati seharian itu membuat jiyeon sangat bahagia. Mereka juga saling bertukar agenda masing-masing. Di agenda itu tertulis beberapa keinginan mereka saat bersama-sama nanti disitu juga di tuliskan apa saja yang mereka sukai. Ini mereka lakukan agar semakin mengenal satu sama lain.

“aku benar-benar sudah gila, aku bahkan rela melepaskan impianku demi bersamanya”ucap jiyeon.

Sejak hari itu kinerja jiyeon menurun drastis, bahkan ia sering bolos untuk latihan. Begitupun mir yang selalu kabur dari tempat pelatihan.

Beberapa bulan kemudian.

“apa kau sadar dengan kinerja burukmu?”tanya donghae.

“ne, oppa”

“kau tau jika terus seperti ini kau akan batal untuk debut bersama queen”

“maafkan aku oppa”

“kau tau aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri, jika tidak pasti aku sudah melemparmu jauh-jauh dari tempat ini”

donghae begitu marah dengan sikap jiyeon yang berubah dan kinerjanya pun mulai melemah. Saat keluar dari ruang latihan queen menangis dan memeluk jiyeon.

“ada apa?”tanya jiyeon.

“apa kau masih bisa bertanya mengapa aku menangis. Bagaimana bisa aku debut tanpamu?”

“queen, aku mungkin tak seberbakat dirimu”

“bagaimana bisa berkata seperti itu, bukankah kita akan duo?”

“yakh! Bukankah lebih baik jika kau solo. Kau tak perlu lagi berbagi panggung denganku”

jiyeon terus saja berusaha menenangkan queen. Sedangkan donghae terus saja memberi semangat pada jiyeon.

“mengapa tak mengeluarkanku?”tanya jiyeon.

“kau berbakat”

“oppa, kau hanya akan membuang waktumu aku dan mir sama sekali tak ada bakat”

“aku akan tetap melatihmu dengan mir meskipun bertahun-tahun lamanya.aku akan menunggu sampai kalian layak untuk debut bersama”

“mir, takkan disini. Sudah ku putuskan dia akan debut”ucap bora yang tiba-tiba masuk ke ruangan donghae.

“tapi dia kan?”potong donghae.

“dia berbakat!dia Suka bermain-main dengan hidupnya makanya kinerjanya turun, aku yakin dia akan bersinar dengan mudahnya”ucap bora dengan penuh keyakinan.

“bukankah mir sudah mengatakan bahwa ia takkan debut sebelum ia benar-benar layak?”tanya donghae.

“dia akan debut, aku sudah bertanya padanya dan ia menerimanya dengan senang hati bahkan ia berjanji akan lebih baik lagi”

donghae tak bisa memaksakan kehendaknya karna bora adalah presiden direktur pada white entertaiment dimana donghae bernaung. Dan telah di putuskan mir akhirnya debut bersama seungho, yesung, dan joon serta queen yang tampil solo tanpa jiyeon.

Karena begitu tak menyangka mir akan berpaling darinya jiyeon tak tahan saat keluar dari ruangan ia langsung menitihkan airmatanya.

“apa ini janji kita?”

bagaimana chingu ? sertakan komennya ya chingu 😀 :* okeoke

4 thoughts on “Leaving My Dream Chap 2

  1. omo.. Gg mungkin itu pasti hanya akal2an nya bora aja tt kan? Gg mungkin deh.. Gg percya
    author gg benarkan nih????
    Aduh perasaan ak kog keg ak ya diposisi jiyeon omo2 hancuuur adduuh sakit campur deh perasaannya.. *tanggungjawab 😡 hahahaha
    lanjutannya ditunggu ya (berharap ini hanya salah paham!)

    • beneran di tinggalloh 😀 *klo di posisinya jiyeon ancur banget pasti ya hati kita:D
      tapi ntar juga indah pada waktunya 😀
      sedikit bocoran pas aku buat sempet hiks loh 😦 mewek gmana gitu *waahh curcol* soalnya bener-bener dihayatin gtu . hiks

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s