Leaving My Dream Chap 3

Main Cast:

–         Jiyeon T-Ara As You

–         Mir Mblaq

–         Donghae Suju

–         Bora Sistar

Support Cast:

–         Joon Mblaq

–         Yesung Suju

–         Seungho Mblaq

–         Iu As Queen

||| Genre: Romantic, Friendship, And Amburadul . Lol ||| Length: Chapter ||| Rating: Pg–15 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)||next : part4,part5,part6,part7(end)||prev:part1,part2

*nnti jangan heran kalau ceritanya bakal seperti WGM tapi WGMnya versinya author hahaha:D soalnya saat kepikiran cerita ini karna author suka suka suka nnton WGM. SELAMAT MEMBACA 😀 jangan lupa ya jangan lupa 😀 komentarnya penting loh

jiyeon tak percaya dengan apa yang dikatakan bora, ia pun segera menyusul ke dorm baru mir tapi yang terjadi mir tak ingin bertemu dengannya. Alangkah hancurnya jiyeon saat itu.
“aku bahkan meninggalkan impianku untukmu agar kita bisa bersama, tapi mengapa kau meninggalkanku? Wae?”teriak jiyeon dengan bercucuran airmata.
Beberapa hari jiyeon hanya mengurung diri di kamarnya, jika mengingat mir dia pasti akan menangis lagi. Bahkan jiyeon terus saja memandangi wallpaper handphonenya yang bergambar dirinya dengan mir saat hari bebas dimana ia jalan bersama dengan mir.
Seperti berikut ini :

Karna khawatir terhadap jiyeon donghae mendobrak pintu kamar jiyeon. Donghae memeluk jiyeon yang sedang menangis di sisi kamarnya.
“oppa, mengapa ia menghianatiku? Mengapa?”tanya jiyeon dengan airmata tak hentinya menetesi pipinya.
Ia bahkan memukuli donghae dan terus saja menangis.
“jiyeon begitu terlihat sedih”ucap queen diselah makan siangnya bersama personil the white.
“ada apa dengannya?”tanya joon.
“entahlah, saat mengunjunginya kemarin ia ada diruang latihan dan memainkan lagu yang begitu menyedihkan. Aku tau benar jiyeon seperti apa jika ia memainkan musik ‘sad memories’ itu artinya ada yang terjadi padanya”
“bagaimana kau tau itu?”celah yesung.
“tentu saja aku tau. Ia pernah bilang jika ia sedih ia akan memainkan musik yang sedih dan jika ia bahagia ia akan memainkan musik yang bahagia dan takkan pernah medengarkan musik kesedihan”
“apa mungkin dia ada masalah?”tanya seungho
“entahlah, aku ingin bertanya tapi dia terlihat tak ingin di ganggu”
mendengar itu mir hanya diam dan terus memakannya makanannya tanpa berkomentar sedikitpun.
Dalam waktu singkat the white terkenal dan banyak memenangkan tangga musik di korea. The white pun langsung banyak mendapatkan perhatian fans yang begitu banyak.dalam waktu setahun lebih nama the white sudah terkenal tidak hanya di korea tapi sampai keluar dari korea.

*sekarang
“apa kau sudah siap untuk debut secepatnya?”tanya donghae.
“tentu saja, ini semua berkatmu oppa kalau bukan dukunganmu aku tidak tau kapan aku bisa keluar dari jurang itu”ucap jiyeon dan memeluk donghae.
“untuk debut pertamamu kau akan tampil pada mv terbaru the white”
“apa?”
“ini scriptnya jika kau tak menyukainya katakan saja”
“ne, oppa”
jiyeon mengambil scriptnya, awalnya jiyeon tak berniat untuk membukanya karna ia belum siap bertemu dengan mir.Tapi entah mengapa jiyeon membukanya dan mulai tertarik pada perannya. Sekejap itu juga ia menemui donghae dan mengatakan ia menyetujuinya.
Syuting dimulai, jiyeon datang bersama donghae ke lokasi syuting.
“bagaimana perasaanmu sekarang?”
“aku lebih baik oppa”
jiyeon mengambil hpnya dan mengirimkan pesan pada queen.
“queen~a, aku akan menyusulmu. Aku sudah memulai debutku dengan tampil di MV the white. Ku harap kau takkan keberatan berbagi panggung denganku. Aku mencintaimu queen~a”
setelah syuting hari pertama mata jiyeon tak hentinya mencari keberadaan mir tapi ternyata mir tak hadir.
Jiyeon hanya beradu akting dengan joon dan juga seungho.
Sutradara memuji akting jiyeon yang sangat baik meski sebenarnya jiyeon tak begitu lama di training dalam bidang akting.
3 hari menjalani syuting akhirnya part untuk jiyeon telah selesai. Itu artinya jiyeon siap kembali ke dorm pelatihan untuk menanti debut nyanyinya.
Setelah menyelesaikan semua syutingnya, seungho duduk dengan yesung menyaksikan hasil akhirnya.
“wah, jiyeon sangat berbeda ia begitu sangat manis setelah lama tak bertemu dengannya. Aku berfikir aku akan segera mengunjunginya sebelum ia menjadi sibuk”puji yesung.
“benar, joon beruntung bisa dipasangkan dengannya, sayang sekali kau dan mir tak hadir waktu itu”
mir duduk dan ikut menyaksikan MV mereka yang akan segera dirilis esok harinya.
“yakh! Bukankah itu jiyeon?”ucap mir dengan ekspresi terkejut.
“benar itu dia”teriak joon dari kasur tempat ia berbaring.
“hyung, kalian berpelukan bahkan memegang tangannya?”
“benar, di MV itu bahkan aku menciumnya”ucap joon santai.
“omo?hyung”teriak mir.
“ada apa denganmu? Bukankah itu hanya akting”terang yesung.
Mir mendekati joon.
“hyung, jiyeon bahkan tak mau pernah memelukku. Benarkah dia yang memelukmu? Bukan kau yang memeluknya?”
“ia, sutradara menyuruh jiyeon mengekspresikan perasaanya saat bersama dengan orang yang dia cintai, aku pun terkejut ia memelukku bahkan kami berciuman”
“ia juga merangkulku, bahkan bersandar di bahuku”ucap seungho yang membuat mir memanas.
“yakh!hyung!”ucap mir merengek dan menguling-gulingkan tubuhnya di kasur di sebelah joon .
“yakh!berhenti seperti itu! Aku benci melihat tingkah bodohmu itu.”
“hyung kalian jahat padaku”
“heh! Bukankah kau yang menolak peran itu?”
mir masih saja merengek dan menyalahkan hyung-hyungnya padahal itu adalah kesalahannya sendiri yang mengacuhkan perannya dalam MV tersebut.
“ahh, berhentilah!benar-benar memalukan”ucap yesung.
“jika fansmu melihatmu seperti ini, dengan sekejap akan menjadi anti-fansmu!”sambung seungho.
“hyung, mengapa kau tak mengerti perasaanku?”
“yakh!apa maksudmu. Aku menelponmu tapi kau tak mengangkatnya, kau bahkan mengirimkan pesan bahwa kau sangat sibuk!”
mir terus saja merengek pada hyung-hyungnya ia bahkan menuduh para hyungnya sengaja tak memberitahunya. Ditengah mir ngambek, donghae datang.
“yakh! Apa yang kau lakukan”teriak donghae menegur mir.
“istirahatlah dengan cukup besok kita akan mulai promosi single terbaru kalian”ucapnya lalu meninggalkan mereka.
Setelah selesai dengan kesibukan promosi the white, donghae memulai lagi kesibukan barunya mengurus jiyeon yang akan segera debut di waktu dekat ini. Jiyeon bergabung dengan queen yang telah debut setahun yang lalu. Mereka tampil di sebuah acara program dan banyak mendapat respon yang baik saat itu.
Saat beristirahat terdengar suara queen yang berteriak-teriak memanggil nama jiyeon.
“jiyeon jiyeon jiyeon”
“yakh!ada apa ? kau tau aku sedang beristirahat mengapa berteriak-teriak?”ucap jiyeon kesal karna queen terus saja berteriak.
“bagaimana bisa kau syuting dengan The white?”
“ya, begitulah”
“ahhhhhhhh, mengapa memilih peran dengan joon oppa?”
“aku tidak memilih. Di scriptnya memang sudah seperti itu adanya”
“yakh! Satu lagi mengapa di adegan itu kau memeluknya bahkan kau menciumnya?”rengek queen.
“ahh, aku tidak tau sutdara yang menyuruhnya jadi ku lakukan saja. Apa yang salah?”
“aku tidak sukaaa, tidak sukaaaa!!!!!!”
“ada apa lagi?”
“kau tau kan aku sangat menyukai joon oppa begitu pun dia padaku”
“yakh! Jangan selalu bermimpi. Dia hanya menganggap mu adik saja”
“tidak!dia memperhatikanku lebih dari segalanya”
“kau ini plin-plan atau bagaimana?kemarin kau juga melarangku mendekati yesung oppa selanjutnya seungho oppa. Jadi sebenarnya siapa yang kau sukai?”
“semuanya”
“hah?”ucap jiyeon terkejut mendengar jawaban queen.
“tapi tidak untuk mir oppa”
“wae?”Tanya jiyeon.
“karna kalian …..”
“ahh sudahlah pokoknya aku tidak menyukainya”tambah queen.
“ku peringatkan ya! Kumohon jangan mendekatinya lagiiiii”
“ahhh, baiklah. Bagaimaa bisa menyukai 3 lelaki sekaligus, apa kau akan menikahinya semua?”
“ahh, alangkah indahnya jika itu benar-benar terjadi”
“kau benar-benar sudah tidak waras”
“aku tidak peduli”

Setelah beberpa bulan berlalu Nama jiyeon lalu menjadi sorotan waktu itu apa lagi dengan dikenalinya jiyeon dalam MV the white. Banyak diantara fans yang senang dengan kedekatan jiyeon dan juga joon. Bahkan jiyeon dan joon selalu di kejar-kejar paparazzi kemanapun mereka pergi itu membuat mir jadi semakin memanas dengan beredarnya berita dimana-mana tentang joon dan juga jiyeon.

“ada tawaran tampil di sebuah talk show di CBS tv apa kau akan mengambilnya?”tanya manager jiyeon.
“apa hanya aku? Atau berdua dengan queen?”
“tidak ada queen hanya saja dengan The White”
“satu reality show di tv yang sama, dan ini juga hanya mengundangmu saja…”
Belum selesai jiyeon memotong pembicaraan manajernya.
“ambil yang itu saja”ucap jiyeon lalu tersenyum dan mulai rekaman lagi.

Beberapa minggu kemudian.
“apa hari ini ada jadwal?oia, bukankah aku ada syuting?”
“ne, setelah menandatangi kontrak kita akan segera syuting hari ini, selama 3 bulan kedepan”
“benarkah?jadi apa yang harus ku lakukan?”
“kau hanya perlu mempraktekkan menjadi ibu muda yang baik”
“pasti menyenangkan”ucap jiyeon girang.
“baiklah, mari kita berangkat”
jiyeon pun berangkat untuk menemui anak yang akan di asuhnya. Sesampainya di sana ia telah di sambut ribuan anak. Ia pun mulai mencari anak yang menarik untuknya. Perhatiannya pun teralih pada anak perempuan yang duduk manis dipojok ruangan, tanpa menunggu lama ia pun menghampirinya.
“anak manis, boleh aku mengetahui namamu?”
anak tersebut hanya diam.
“apa kau tak ingin memberitahu bibi?”tanya jiyeon kembali.
Anak itu malah mengambil permen dari kantongnya dan memberikannya pada jiyeon.
“ini untuk bibi?”tanya jiyeon.
Anak tersebut mengangguk, seseorang datang dan bilang ia akan memberikan permen pada seseorang yang di anggapnya cantik. Jiyeon pun sangat tersanjung atas pujian itu. Dan setelah seharian menghabiskan waktu dengan anak-anak ia pun memilih anak pendiam itu.
“gomawoyo”kata anak itu.
“omo, dia bicara. Anak manis boleh bibi tau namamu sekarang?”
ia mengangguk kemudian menyebutkan namanya dengan senyum-senyum malu.
“dayoung”
“ohh, dayoung~a”
“sekarang bisa ka kau memanggil bibi dengan kata omma?”
dayoung hanya diam.
“ya sudahlah tidak apa-apa”
jiyeon pun berpamitan dengan ibu anak tersebut untuk membawanya bersamanya.
Ibu dayoung pun berpesan tentang apa saja yang di sukai oleh dayoung dan jiyeon mengertikan hal itu. Jiyeon pun naik keatas mobil dan segera ke rumah mereka.
“dayoung~a apa kau senang bersama dengan bibi?”
“ne”
“oh, kau bicara lagi”ucap jiyeon kegirangan.
Jiyeon terus saja mengajak dayoung berbicara agar tak canggung jika telah tinggal bersama.
Sesampainya di rumah mereka, dayoung terlihat senang tapi rumah mereka masih kosong tanpa apapun oleh karna itu jiyeon pun bersiap esok harinya untuk berbelanja. Keesokkan harinya jiyeon dan dayoung telah bersiap bepergian, dimulai dengan membeli peralatan rumah tangga. Dayoung pun di biarkan jiyeon untuk memelih pernak-pernik kamar yang di inginkan oleh dayoung.
Dayoung pun memilih warna biru untuk kamarnya.
Jiyeon pun menghubungi manajernya untuk segera mengganti wallpaper di kamar dayoung dan mengambil beberapa belanjaan yang telah ada.
Jiyeon juga mengajak dayoung untuk membeli beberapa mainan untuk dayoung.
“yakh, dayoung~a. Apa kau mau memakai baju yang sepasang dengan bibi?”
dayoung mengangguk, tanpa banyak menunggu jiyeon langsung segera ke toko tersebut. Dan sayang sekali bajunya untuk bertiga sedangkan jiyeon hanya berdua. Tapi karna tak ingin mengecewakan dayoung jiyeon pun membelinya. Beberapa pasang baju keluarga terdiri dari baju tidur, switter, syal, dan jiyeon juga tak lupa membelikan dayoung sepatu olahraga yang sama dengan miliknya.
Dayoung terlihat bahagia, sehingga setiap jiyeon bertanya sekarang dayoung akan menjawabnya.
Itu juga kebahagian untuk jiyeon.
*kestudio acara tersebut saat di tayangkan.
“wah, dia baru 19 ahun dan dia terlihat sangat keibuan, ia dapat membuat dayoung yang begitu tenang menjadi periang”ucap salah satu MC tersebut.
“benar sekali”kata MC satunya.

Setelah berbelanja pakaian jiyeon pun bergegas untuk membeli makanan persedian di rumah barunya.
“Dayoung~a, apa kau mau makan sesuatu?”
dayoung hanya diam lagi, namun beberapa seketika ia pun berbicara dan menunjuk buah semangka.
“kau mau yang ini?”tanya jiyeon.
Dayoung pun mengangguk. Jiyeon pun mengambil semangka tersebut dan menaruhnya di kerangjang belanjaannya. Jiyeon sangat senang karna ia dapat dekat dengan dayoung dalam waktu singkat meskipun terkadang dayoung akan mengacuhkannya.

*wawancara
“ini sangat sulit bagiku, bagaimana tidak ia begitu sangat pemalu jauh dari yang ku bayangkan tapi aku akan berusaha untuk merebut hatinya”

setelah berbelanja semua perlengkapan sampai makanan, mereka pun segera ke mobil dan pulang ke rumah mereka. Jiyeon pun mulai menatah semua makanan dan tak lama kemudian ia pun mulai memasak.

*wawancara
“aku tak begitu pandai dalam hal memasak, tapi jika hanya makanan yang simple. Aku rasa aku bisa melakukannya meskipun aku masi tergantung pada resep makanan. Dan rasa masakannya?aku tidak begitu yakin”ucap jiyeon polos yang membuat MC di studio TV tertawa.

Setelah memasak dayoung yang daritadi duduk menemaninya di meja akhirnya dapat makan siang bersama jiyeon.
“dayoung~a, jika makanan bibi tidak enak katakan saja yang sejujurnya”
dayoung mengangguk dan mulai memakannya.

*wawancara
“makanannya enak, aku menyukainya. Gumawoyo”

“apa enak?”tanya jiyeon.
Dayoung mengangguk.
Jiyeon pun terkejut tak menyangka. Ia bahkan loncat-loncat nggak jelas yang membuat dayoung bingung melihat tingkahnya.
“benarkah kau menyukainya?”
dayoung mengangguk.
“ahhh, aku serasa tak percaya”ucap jiyeon yang kembali loncat-loncat kegirangan.

*wawancara
“aku benar-benar senang dia menyukai masakanku”

aktifitas berjalan dengan baik, jiyeon dan dayoung pun semakin akrab satu sama lain yang membuat para MC begitu heran.
“dayoung~a, hari ini kau akan tidur dengan bibi karna kamarmu belum selesai, mau ya?”
dayoung mengangguk.

Keesokkan harinya jiyeon bangun sementara dayoung masih terlelap dalam tidurnya. Dengan pakaian tidurnya jiyeon turun dari lantai atas kamarnya ke dapur untuk memasakkan dayoung sarapan.
“ibu dayoung bilang dayoung suka minum susu madu jika di pagi hari dengan roti dan sedikit mentega. Baiklah aku akan membuatkan untuknya”

setelah memasak jiyeon pun membangunkan dayoung untuk sarapan bersama. Setelah sarapan jiyeon mengajak dayoung untuk melihat kamarnya yang telah ia persiapkan untuk dayoung.
“bibi, akan memperlihatkan kamarmu jadi berhitung ya 1 2 3 yaaaaaaaaaa”teriak jiyeon membuka pintu kamar dayoung.
Ekspresi wajah dayoung datar, itu membuat jiyeon drop. Ia mengirah dayoung akan menyukainya dan akan berteriak bersamanya.
Dayoung masuk kedalam dan duduk di kasurnya.
“gumawoyo, omma”
kata itu sontak membuat jiyeon yang berdiri di pintu dengan wajah lesuh tiba-tiba berlari ke arah dayoung.
“omo?bisa ulangi sekali lagi perkataanmu?”
“gumawoyo, omma”
“ohhhhh”suara sontak jiyeon dan juga para MC di acara tersebut.

*wawancara
“aku benar-benar terharu, dia memanggilku omma? Ohhh dayoung~a”

jiyeon gembira buka kepalang. Ia sontak memeluk dayoung dan mencium pipi Dayoung. Setelah puas bersama dayoung di hari ke 5 jiyeon pun memulai hari ini dengan memandikan dayoung dan memakaikannya baju.
“omma, aku ingin memakai baju ini”ucap dayoung menunjuk switter di lemari pakaian.
“kau akan memakainya?”
dayoung mengangguk.
“baiklah”
jiyeon pun memakaikan baju tersebut pada dayoung dan dayoung terlihat sangat senang, karna permintaan dayoung jiyeon pun mengganti bajunya dengan baju yang sama di gunakan oleh dayoung. Setelah itu mereka pun bergegas pergi ketaman bermain bersama. Sontak saja para fans jiyeon mengerumuni mereka. Dayoung yang awalnya terkejut terlihat syok karna orang tiba-tiba mengepungnya.

Hari-hari dilewati jiyeon dengan baik. Dayoung dan jiyeon tampak begitu menyayangi satu sama lain. Sampai suatu hari acara tersebut mendapat tamu yang ingin melamar untuk menjadi ayah dayoung.
Di hari ke 32 jiyeon bersiap-siap di pagi hari untuk ke sebuah desainernya untuk mencari hanboek yang akan di gunakannya hari ini bersama dayoung.
Jiyeon memasuki ruang pas dan mulai memakai bajunya dan mulai menata rambutnya. Setelah itu dayoung menghampirinya.
“ommaaaaa”teriak dayoung dan langsung memeluk jiyeon.
“omma, cantik. Aku ingin menggunakan pakaian ini juga”ucap dayoung.
“ohh, benarkah? Tentu saja kau akan menggunakan pakaian seperti omma. Bukankah kau putri cantik dari ratu kerajaan white”ucap jiyeon sambil tertawa.
Dayoung tersenyum.

Setelah selesai, jiyeon beranjak dan menghampiri dayoung.
“ohh, putri cantik sedang berdandan”
“omma, lihatlah riasan mataku cantik bukan?”
“omo, kau telah mengalahkan kecantikkan omma”
dayoung tertawa keras membuat jiyeon terkejut. Dan perias dayoung tertawa.

Setelah bersiap-siap mereka pun bergegas ke tempat pertemuan di sebuah taman yang indah. Saat turun dari mobil dayoung langsung saja berlari-lari di taman tersebut dan membuat jiyeon kelelahan mengejarnya.

*wawancara
“aku tak menyangka semakin hari ia semakin terlihat sifak aktifnya. Ia mulai tak terkendali, tapi jujur aku menyukainya.”

jiyeon dan dayoung bersiap di tengah jembatan yang sudah mereka hias sebelumnya. Beberapa lama kemudian mobil itu pun berjalan menuju arah jembatan dan berhenti.
“appa datang”teriak dayoung.
Jiyeon gugup karna sebelumnya ia tak pernah menyangka akan berpasangan untuk merawat dayoung.

*wawancara
“aku berfikir aku akan sendirian tapi ternyata aku juga akan mempunyai suami. Dan itu membuatku sangat tegang”

saat lelaki itu turun.
“ooooooh,oppa”teriak jiyeon.
“wah dia memanggil joon dengan sebutan oppa”ucap MC.
Jiyeon terkejut karna ternyata yang melamarnya adalah joon. Jiyeon pun segera membungkukkan badannya untuk memberi salam begitupun dengan dayoung.
“apa kau terkejut?”
“ya, tentu saja. Aku tak menyangka oppa melamarku?”
beberapa saat ada mobil lagi mendekat dan dua orang keluar dari mobil.
“ohh, ada 3?”ucap jiyeon.
“aku punya saingan?”ucap joon melihat ke arah mobil.

“oh “teriak jiyeon dan joon bersamaan.
“yesung oppa, seungho oppa”ucap jiyeon sambil memberi salam dan tak henti menebarkan senyumnya.
“apa kabar”ucap yesung dan seungho Bersamaan.
“apa semua personil The White akan melamar seorang jiyeon?”ucap MCnya heboh.

“kami juga akan melamarmu”ucap yesung dan seungho.
Dan beberapa saat mobil ada lagi.
“ada lagi?”ucap seungho.
Mereka semua tegang menunggu siapa yang datang.

BAGAIMANA ? BAGUS TIDAK ^^

KOMENTARNYA CHINGU ;D

5 thoughts on “Leaving My Dream Chap 3

  1. maaf, saya admin RFF pengen memberi peringatan agar saat mempublish FF, mohon sertakan nama author, cast, length, genre, rating, disclaimer, poster & tambahkan tulisan “read more”. untuk lebih jelasnya mengenai peraturan untuk author, silahkan masuk ke page “rules for author & tutorial”.
    kalau saya sampai mendapati FF kamu tidak mengikuti peraturan tersebut, maka FF kamu akan saya hapus tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. mohon maklumnya, karena RFF sedang dalam tahap agar blog ini menjadi lebih rapi & berkualitas.
    thanks. 🙂

    • Nah itu dia thor, aku sudah beberapa kali mau nanya kata sandinya itu di dapetin darimana ? Aku bingung.
      Maaf sebelumnya atas kesalahan saya 😀 segera diperbaiki

      klo boleh minta notelpnya bisa min? Hub aku ke 085247689436 . Maaf sekali lagi merepotkan .

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s