Leaving My Dream Chap 4

Main Cast:

–         Jiyeon T-Ara As You

–         Mir Mblaq

–         Donghae Suju

–         Bora Sistar

Support Cast:

–         Joon Mblaq

–         Yesung Suju

–         Seungho Mblaq

–         Iu As Queen

||| Genre: Romantic, Friendship, And Amburadul . Lol ||| Length: Chapter ||| Rating: Pg–15 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)||next : part5,part6,part7(end)||prev : chap 1chap2chap 3

HAI HAI 😀 author comeback !! langsung aja kali ya daripada penasaran 😀

buat yang udah setia baca. makasih ya!!! seribu pelukan untuuk kalian. maaf mimin nggak bisa balas komennya soalnya masalah jaringan internetnya LOLA super duper LOLA sekali. jadi author cuma bisa menyampaikannnya disini, dan jangan bosan-bosan meluangkan waktu untuk menulis komentar karna itu penting banget buat author supaya tau siapa-siapa aja yang baca dan FF ku bagus apa nd ? sertakan rating juga ya chingu :*** pokoknya author pasti baca komen kalian kok.  maaf klo banyak bertebaran kesalahan dan ketidak jelasan di sana-sini:D oia ini aku pernah postingin di FP aku di facebook dan juga blog pribadi aku di wordpress maupun di blog yang lainnya .

PART 4

Jiyeon dan dayoung menghampiri ke tengah jembatan dengan senyuman khas jiyeon.

Senyum jiyeon berubah. Lelaki yang turun itu adalah mir.

“ya, BANG CHEOL YONG!”ucap jiyeon menutupi mulutnya dengan ekspresi mengejutkan.

Sedangkan dayoung hanya bersembunyi di belakang jiyeon.

Tatapan jiyeon tak beralih , setelah memberi salam tatapan jiyeon masih mengarah ke mir. Mir melepas kacamatanya dan juga balik menatap jiyeon.

‘kau tau kebahagian itu seperti apa untukku?saat kau menatap ke arahku dan memberikan sedikit senyummu”

mir dan jiyeon masih bertatapan dan mir pun mulai tersenyum kearah jiyeon di barengi dengan angin yang menghembus sepoi-sepoi membuat suasana semakin romantis.

“ooooh, mereka tak mengalihkan pandangannya”ucap salah satu MC.

“terlihat ada perasaan dalam. Bukan begitu?”

“ya benar”

jiyeon masih saja menatap ke arah mir. Joon, yesung, dan seungho menghampiri mereka. Joon langsung mengambil dayoung dan menggendongnya dan terlihat dayoung menyukainya.

Sesekali jiyeon tetap saja menatap kearah mir dan membuat para MC heboh. Sedangkan joon terus saja mengambil perhatian dayoung.

“menurutmu siapa yang akan jiyeon pilih?”tanya MC tersebut

“joon, terlihat sangat serasi dengan jiyeon”ucap MC wanita.

“wah benarkah?mir terlihat serasi tampaknya”

MC tersebut terus saja memperdebatkan siapa yang akan di pilih jiyeon.

Keesokkan harinya bel rumah jiyeon berbunyi. Jiyeon membukanya dan ternyata adalah The White yang membawakan makanan bahkan hadiah untuk dayoung.

Jiyeon mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk di ruang tamunya.

“wah, kalian terlihat sangat cantik.”yesung memuji foto jiyeon dan dayoung yang terpajang di dinding.

Seungho pun meminta dayoung untuk menunjukkan kamarnya pada mereka dan dayoung pun membimbing mereka bermain di kamarnya. Sementara jiyeon sibuk untuk memasak dan mengawasi The White dari kamera tersembunyi yang ada di kamar dayoung di dapur.

*wawancara

“entahlah, aku bingung menentukan siapa yang pantas. Karna mereka semua sepertinya sangat menyukai dayoung. Kita lihat di pemilihan nanti saja”

pada hari ke 35 para calon ayah pun di beri kesempatan untuk menghibur dayoung. Satu persatu mereka menyanyi bahkan menari yang tidak masuk akan demi menarik perhatian jiyeon dan dayoung.

Dan saat mir bernyanyi, dayoung terlihat begitu menyimaknya. Mir terlihat begitu gugup karna ini pertama kalinya mir menyanyi sendirian karna biasanya ia hanya seorang rapper.

Mata jiyeon berbinar manatap ke arah mir itu membuat para MC sibuk memberi komentar.

Diselah syuting berlangsung manajer jiyeon menghampiri jiyeon.

“apa kau lelah?”

“tentu saja. Aku sangat lelah tapi aku menikmatinya”

setelah itu jiyeon berpamitan untuk pergi karna ada pekerjaan lain dan ia menitipkan dayoung pada 4 member The White.

Sebelum pergi dayoung memeluk jiyeon dan mencium jiyeon.

Dan kali ini member The White yang bertugas menjaga dayoung. Mereka bahkan mengajak dayoung untuk berjalan-jalan selama jiyeon ada perkerjaan diluar.

Jiyeon sedih karna harus meninggalkan dayoung ke jepang dalam waktu seminggu ini dan hanya bisa memantau dayoung dari monitor setiap harinya.Setelah sampai di jepang jiyeon menelpon dayoung.

“dayoung~a, apa kau merindukan omma?”

“hm”ucap dayoung dengan wajah lesuh.

“benarkah? Omma akan segera kembali dan membawakanmu banyak hadiah. Bagaimana?”

dayoung diam, jiyeon mengerti kalau dayoung tengah marah padanya.

“dayoung~a, apa marah dengan omma?”

dayoung malah nangis dan berlari ke arah mir itu membuat para member the white panik. Jiyeon yang mendengar tangisan dayoung pun panik.

“dayoung~a, kenjanayo?”

“hm”ucap dayoung di tengah tangisannya.

“oppa, aku mengandalkan kalian.sampai jumpa”ucap jiyeon sebelum menutup teleponnya.

Mir memeluk dayoung dan joon, yesung, seungho mulai bertingkah aneh. Dayoung tibatiba berjalan ke arah joon dan memeluk joon.

Para MC berkomentar kalau pesona joon sebagai seorang ayah muda itu sangat terlihat. Sementara yesung sibuk membuat dayoung tertawa kembali dengan membuatkan makanan kesukaan dayoung. Dayoung tampak lahap memakannya.

“ini seperti omma”ucap dayoung.

“dia berbicara”teriak seungho.

Wajar saja sejak jiyeon pergi dayoung jarang mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.

“ohh, kau menyukainya?”tanya yesung dengan bangga.

Dayoung mengangguk dan tersenyum membuat yesung kegirangan dan bertingkah bodoh.

Seminggu telah berlalu, jiyeon kembali ke seoul dan tak sabar untuk bertemu dengan dayoung.

*wawancara dimobil

“aku sangat menunggu hari ini, aku tak sabar bertemu dayoung lagi. Aku takut ia kembali pendiam seperti dulu”

jiyeon turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah. Jiyeon masuk dan segera memeluk dayoung sambil menunjukkan hadiahnya untuk dayoung.

“maafkan omma ya, telah meninggalkanmu selama ini”

dayoung mengangguk.

dan hal yang tak di inginkan oleh jiyeon terjadi. Dayoung kembali menjadi diam.

“ia begitu susah dimengerti”ucap yesung.

“ia sering menangis karna mencarimu”kata seungho.

“dan yang menyebalkan jika menangis ia pasti berlari ke arah mir”ucap joon sirik.

Jiyeon sangat berterima kasih atas bantuannya menjaga dayoung, dan keesokkan harinya ia lah dimana jiyeon harus memilih ayah untuk dayoung.

*wawancara

“ini sulit”ucap jiyeon.

“aku yakin, dayoung sangat menyukai masakanku”ucap yesung dengan percaya diri.

“tentu saja, dari awal aku begitu dekat dengannya”ucap joon.

“dia selalu menjadi pendengar terbaikku saat aku menyanyi, aku rasa dayoung tertarik padaku”ucap seungho.

“entahlah”komentar mir singkat.

Banyak fans dan penonton setia mengharapkan joon yang akan menjadi ayah dayoung karna joon begitu memahami dayoung dan selain itu joon dan jiyeon tampak cocok menurut mereka.

“hm~, yang aku pilih untuk menjadi ayah dayoung ialah”

ucapan jiyeon membuat member the white tegang, bahkan joon menutup telinganya.

“aku serahkan pada dayoung untuk memilihnya sendiri”

jawaban jiyeon membuat para the white seperti kehabisan nafas.

“ohh, baiklah”ucap seungho.

“yakh!joon luruskan tempat dudukmu. Biarkan dayoung berlari pada orang yang ia sukai”ucap yesung.

“dayoung~a, appa mana yang kau suka”

dayoung diam dan malah mengigit boneka yang dipegangnya. Ia tampak bingung. Dan hal mengejutkan dayoung menunjuk mir yang membuat para member the white berteriak tak karuan sedangkan mir hanya menutup mulutnya tak percaya jika dayoung memilihnya begitu juga dengan jiyeon.

“lakukan sekali lagi mungkin ia salah tunjuk”protes joon.

Dan untuk kedua kalinya dayoung menunjuk mir dan berlari ke arah mir.Itu membuat pada member lainnya kecewa.

*wawancara

“ohhh! Ini benar-benar mengejutkanku. Dayoung memilih jang-mir?”ucap yesung penuh kekecewaan.

” hahhh, ini benar-benar membuatku gila”ucap seungho.

“aku masih tak percaya, aku pikir ia akan berlari kearahku, aku sudah berharap tapi ternyata ia berlari kea rah mir yang ada di sebelahku. Dayoung~a kau sangat mengecewakan appa”

“aku sampai pangling, aku kira dayoung akan berlari ke arah joon oppa”ucap jiyeon.

“apa kau berharap ia yang terpilih?”tanya seseorang.

“hmm, tidak juga. Aku hanya berfikir ia akan memilih joon karna mereka sangat dekat saat aku ke jepang”tambah jiyeon.

“mir mempunyai sesuatu, aku fikir oleh karna itu dayoung lebih memilihnya”ucap joon.

“setauku ia tak terlalu suka anak-anak, mir itu sangat manja mungkin karna ia adalah anak bungsu, tapi ku kira ia punya tatapan mata yang indah yang menarik hati dayoung”pikir yesung.

“hmm, aku berfikir ia akan menjadi ayah yang baik nantinya karna meski ia bermain-main dengan anaknya ia akan tetap tegas!itu aku lihat beberapa hari ini”terang seungho.

Karena mir terpilih, seungho, yesung, dan joon pun harus membereskan barangnya untuk pulang. Namun sebelum pulang jiyeon meminta untuk makan bersama dulu bersama dayoung. seungho, yesung, dan joon merasa ia tak ingin berpisah dengan dayoung.

“dayoung~a, kau tak memilihku sebagai appa, bagaimana jika kita menikah saja?”ucap joon yang mengundang tawa semua yang ada di situ.

seperti biasa hanya berekspresi datar dan hanya menganggukkan kepalanya. joon mengangkatnya dan duduk di sebelahnya.

“ahh, tidak bisa”ucap mir.

“aku takkan mau menikahkan dayoung denganmu”tambahnya.

“ahh, terserah saja. Aku bisa melarikan diri bersamanya. Dayoung~a, cepatlah besar dan menikahlah dengan appa”ucap joon sambil memeluk dayoung.

makan bersama telah selesai jiyeon membereskan sisa makanan dan dibantu mir. Mereka terlihat canggung satu sama lain.

Setelah lama berbincang-bincang bersama, tak terasa hari sudah mulai malam. Mereka pun berpamitan pulang. Tapi joon tampak tak ingin berpisah dengan dayoung.

“bukankah ini sudah malam? Mengapa belum beranjak pergi”ucap mir menyindir.

“yakh! Kau mengusir lagi”ucap yesung.

Mir tertawa.

Mereka pun akhirnya pamit untuk pulang yang kedua kalinya. jiyeon beranjak dari tempat duduknya untuk mengantarkan kedepan pintu.

“terima kasih oppa, jika ada waktu berkunjunglah”kata jiyeon sembari memberi salam.

“tentu saja”ucap seungho.

mereka sudah terlihat jauh, dayoung berlari kearah mereka.

“appa”

3 member itu terkejut dan segera berbalik dan menyambut dayoung dengan pelukan. Joon dan yesung terharu.

“baru seminggu sudah seperti ini”ucap seungho.

“tidak apa-apa, appa akan sering mengunjungimu”bujuk yesung.

“benar ya”

beberapa lama mereka meninggal kan dayoung dengan perasaan berat hati.

“goodbye appa”teriak dayoung dan melambaikan tangannya dan segera kembali ke arah jiyeon.

Mereka masuk kembali kedalam rumah, jiyeon mengantarkan mir ke kamarnya. Dayoung datang dan membawa kamera dan memberikannya kepada jiyeon.

“kau mau di foto?”tanya jiyeon.

“hm, foto bersama”jawab dayoung.

“baiklah”

dayoung duduk di kasur dan berada di antara mir dan juga jiyeon.

“hanatulse”hitung mir.

Hasilnya keluar dan dayoung berlari turun ke lantai bawah dan menggantungnya di pohon foto yang ia buat bersama jiyeon sejak pertama ia tinggal bersama dayoung. Mir dan jiyeon mengikutinya ke bawah dan duduk di depan foto itu.

“oh, joon appa, seungho appa ada yesung appa juga”

“ne, ini mir appa”kata dayoung.

“kalian berfoto bersama ?”

“hm”

“oh, dayoung~a. Kau seperti putri cantik disini”ucap mir dan menunjuk ke arah foto jiyeon dan dayoung saat menggunakan hanboek.

dayoung tersipu malu.

“baiklah aku akan mencuci piring dulu”ucap jiyeon.

“aku akan membantu”

“oh, tidak apa-apa”

“sudahlah”tambah mir sambil menggunakan sarung tangan cuci piring dan jiyeon memasangkan tali celemek mir, sementara dayoung duduk manis di meja makan melihat omma dan appanya mencuci piring.

*studio

“ahh, baru di awal mereka sudah melakukannya berdua, mir-ssi sepertinya menunjukkan sikap romantisnya”puji salah satu MC.

“ahh, mir oppa berbeda dengan yang ku kenal”ucap queen yang menjadi bintang tamu.

setelah selesai, mir berpamitan untuk kekamarnya. Tapi sebelum itu dayoung menyuruh jiyeon mengambil baju pasangan yang waktu itu di belinya.

“ohh, kau meminta appa memakainya”

“hm”

dan mereka siap dengan baju yang sama. Membuat MC dan queen sangat cemburu dengan keakraban mereka bertiga.

Esok harinya, dayoung naik kekamar mir untuk membangunkan appanya.

“wake up, appa”ucap dayoung menarik selimut appanya.

“oh, dayoung~a”

mir memeluk dayoung dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan segera turun dengan masih menggunakan baju tidur.

“apa yang kau masak?”tanya mir sambil mengangkat dayoung untuk duduk di kursi meja makan.

“aku hanya sedang membuat sandwicth karna dayoung harus makan itu jika pagi hari”

“dayoung~a, apa kau minum susu?”

“ne, aku mau susu”teriak dayoung.

“ahh, mengapa anak ini sekarang suka berteriak”protes mir.

“itu karna kau juga selalu berteriak jika bicara dengannya”sambung jiyeon.

“dimana kau menyimpan susunya?”

“ada di lemari sebelah situ”ucap jiyeon menunjuk ke lamari tersebut.

Setelah semua selesai mereka makan bersama, dan setelah itu mereka akan bersiap-siap ke studio foto dan akan meresmikan pernikahan mereka.

*studio

“yakh! Mereka menggunakan baju pasangan lagi, aku suka baju tidur mereka. lucu”ucap queen.

“ohhh”tambahnya saat melihat mir tampak lucu menggunakan baju tidur berwarna pink.

Mereka keluar menggunakan baju kaos putih dengan tulisan masing-masing dibajunya, my omma, my appa, my son. Di sepanjang jalan mereka menjadi perhatian.

“itu mir”ucap salah satu pejalan kaki.

“ya, dia bersama jiyeon”

ada fans yang berteriak dan membuat dayoung ketakutan dan akhirnya mir menggendong dayoung agar ia merasa tenang. Mir hanya melemparkan senyum yang membuat fansnya semakin berteriak.

“kau benar-benar terkenal sekarang”ucap jiyeon.

“ahh, jangan berlebihan.”ucap mir merendah.

Dan mereka pun tiba di tempat tujuan.

“ahh, kita sudah sampai”kata mir kepada dayoung dan menurunkannya dari gendongannya.

Jiyeon masuk keruang pas untuk mencoba gaun pengantin.

“aku gugup, ini pertama kalinya”

“ahh, aku benar-benar gugup”tambah jiyeon.

Tirai terbuka jiyeon membalikkan tubuhnya ke arah mir dan dayoung. Sontak mir berdiri dan kagum melihat jiyeon.

“naippona~”

jiyeon hanya tersipu malu sedang dayoung berlari ke arah jiyeon dan memeluk kaki ibunya.

“dayoung~a”

jiyeon pun kembali dan mencoba baju ke2 dan ke3.

“yang mana kau suka?”tanya desainernya kepada mir.

“oh, yang pertama dan yang ke 3 itu sangat bagus”

“aku terserah pada mir saja”ucap jiyeon polos.

‘ahh, ini seperti nyata. Perasaan bodoh itu datang lagi. Aku seperti akan mati sekarang. Mengapa kau datang lagi?’ucap jiyeon dalam hatinya menatap ke arah mir yang sedang sibuk memilih jas untuknya.

Saat duduk menunggu mir hp jiyeon berbunyi.

‘bagaimana kabarmu? Ingat kata oppa jangan membawa perasaanmu lagi kali ini^^ jika ada waktu kunjungila oppamu ini’

jiyeon tersenyum dan mir melihat itu.

‘aku ada disini dia malah sibuk dengan yang lain dan mengacuhkanku’omel mir dalam hati.

‘ne oppa, jika aku tidak sibuk aku akan mengunjungimu’

donghae yang menerima pesan itu tersenyum.

“ahh, anak bodoh itu sekarang sudah sangat sibuk tampaknya”

bora yang melintas di ruang kerja donghae mendengarnya.

“pasti jiyeon lagi. Apa jiyeon sangat penting baginya. Ini membuatku muak”omel bora dan segera mengetuk pintu dan masuk keruangan  donghae untuk mengantarkan sesuatu.

Kembali ke lokasi pemotretan.

Layaknya pernikahan sungguhan jiyeon dan mir berdiri berhadapan dan mengucapkan janji setia dengan tangan saling bersentuhan. Terlihat senyum jiyeon yang begitu polos.

‘ahh, mengapa tersenyum seperti itu padaku’keluh mir dalam hatinya.

dan mir balas menatap jiyeon.

‘tatapan itu, ahh. Jangan seperti itu. Aku bisa mati nanti’keluh jiyeon juga.

Tangan jiyeon dingin, pipinya yang merah tak bisa di sembunyikan lagi. Ia terlalu bahagia tampaknya. Begitu juga dengan mir yang tak berkedip memandangi jiyeon.

*studio

“ahh, mengapa menatap seperti itu, membuatku iri”ucap MCnya.

“jiyeon tampak malu karna mir oppa memandanginya terus. itu terlihat jelas”ucap queen memberi komentarnya.

“ah,bagaimana kau mengetahuinya?”

Mir mulai mengeluarkan cincin dari kantong jasnya dan memasangnya di tangan jiyeon.

*studio

“omo, dia memberinya cincin”ucap MC tersebtu heboh

“ah benar, romantis. Terlihat begitu nyata”

Dayoung melihat jiyeon dan mir dengan tatapan datar dan tak mengerti sama sekali.

Para MC di studio bertepuk tangan saat mir selesai memasukkan cincin tersebut.

“benar-benar pemandangan yang indah”

Mereka pun melanjutkan dengan sesi pemotretan. Saat itu sang fotografer menyuruh agar mereka medekatkan wajahnya satu sama lain.

“yakh! Dekatkan kepalamu hingga hidung kalian saling bersentuh”

mata mir begitu dekat sehingga membuat jiyeon benar-benar salah tingkah dan menjauhkan pandangannya.

“jiyeon coba lah untuk melihat kearahnya jangan ke arah lain”

‘ahh kenapa menyuruhku! Ini gawat! Aku bisa jatuh lagi’omelnya dalam hati.

Setelah pemotretan selesai mereka pun beranjak untuk pulang.

Saat berjalan jiyeon memegang dayoung dan begitu juga dengan mir.

‘kali ini aku kalah! Aku jatuh lagi!lagi!oh Tuhaaan apa yang harus ku lakukan’ucap jiyeon sambil terus melihat mir.

“aku pikir kita jangan pulang dulu. Bagaimana kalau kita berjalan-jalan saja”

jiyeon hanya diam dan tersenyum bodoh tanpa menyadari kalau mir sedang bertanya padanya.

‘apa yang dilakukannya?’

“jiyeon-ssi, apa kau medengarku”ucap mir melambaikan tangannya di depan wajah jiyeon.

“oh, ne. Apa yang kau bilang?”

para MC tertawa dengan kelakuan jiyeon.

“dia mengabaikan suaminya”

“ia selalu seperti itu”ucap queen.

*wawancara

“ini pertama kalinya untukku oleh karna itu aku sangat gugup, ini seperti nyata adanya”ucap jiyeon.

“omma sangat cantik hari ini, appa juga”puji dayoung.

karna kesal mir tak bertanya lagi, ia pun memboyong jiyeon dan dayoung ke sungai han.

“aku ingin makan di kapal itu”

“oh, baiklah”

jiyeon berhenti dan mengingat sesuatu.

‘kau pernah mengatakan ini, kau berusaha mengingatkanku kan?’

*flashback

“andai kita tidak debut dan bisa bersama-sama terus hal yang pertama ingin kulakukan ialah pgi kesuangai han. Aku ingin naik kapal dan makan malama denganmu disana”ucap mir membaca agenda jiyeon.

“apa tidak ada permintaan lain? Ini begitu sangat sederhana sekali”

*endflashback

‘aku ingat yongyong’

jiyeon tersenyum dan segera berlari ke arah mir yang telah meninggalkannya naik keatas kapal.

Mereka sangat menikmati hari ini dan berakhir dengan foto bersama di kapal sebelum mereka kembali ke rumah.

Semakin hari kecanggungan jiyeon mulai hilang, ia mulai dekat lagi dengan mir. Mereka sekarang selalu melakukannya bersama-sama menikmati kebersamaan yang sama-sama mereka rindukan.

“bisakah kau menyanyikan lagu untuk menghiburku?”pinta jiyeon.

“hm, kau tau aku bodoh dalam menyanyi. Bagaimana kalau aku ngerap saja”

“aku bosan itu sama sekali tidak romantis”

mereka terus saja beraduh pendapat sambil mencuci piring bersama.

“baiklah, aku akan menyanyikan lagumu saja”

saat mulai menyanyi jiyeon malah menertawakan mir.

“sudah ku duga, kau akan menertawakanku lagi. Berhenti tertawa jika dayoung terbangun bagaimana?”

“baiklah baiklah”

tinggal beberapa hari lagi kebersamaan mereka. Pagi hari jiyeon sudah bangun dan mempersiapka dayoung untuk berangkat kesekolah. Ia pun naik ke kamar mir untuk membangunkannya tapi mir malah menarik kembali selimutnya.

“hah, yang nyenyak ya suamiku”ucap jiyeon dengan menepuk-nepuk tubuh mir.

Jiyeon pun segera berangkat sendiri untuk mengantarkan dayoung.

Mir terbangun beberapa saat kemudian ia melihat ke arah jendela dan terlihat jiyeon dari kejauhan berjalan bersama dengan Dayoung.

“apa yang mereka lakukan, berangkat tanpa mengajakku”omel mir.

Mir kembali tidur di kasurnya. Dan beberapa jam kemudian jiyeon pun kembali dan mir masih saja tiduran dikamarnya.

“yakh!masih belum bangun”

jiyeon terus saja membujuk mir agar segera bangun tapi mir malah pura-pura tak mendengarnya.

Karna jiyeon sudah muak ia pun berniat meninggalkan mir begitu saja. Mir bangun dan berlari ke arah jiyeon dan memeluknya dari belakang.

“yeobo~ya”ucap mir manja.

Jelas saja jiyeon terkejut buka kepayang. MC dan joon yang menjadi bintang tamu saat itu langsung berteriak heboh dengan kelakuan mir. Suasana studio berubah menjadi riuh dengan kejadian tadi.

Jiyeon hanya terdiam malu dan berusaha untuk melepaskan pelukan mir.

“yakh!apa yang kau lakukan”ucap jiyeon.

Mir hanya diam dan memeluk jiyeon dengan erat. Jiyeon hanya bisa pasrah dengan kelakuan mir.

Setelah jiyeon terus memaksa untuk melepaskannya mir un melepaskannya.

“ayo, kita makan pagi bersama. Aku sudah memasak makan kesukaanmu”

“benarkah?”

mereka turun dan makan bersama. Jiyeon sengaja tak makan bersama dayoung karna menunggu suaminya dulu. Mir memuji jiyeon sebagai istri terbaik.

“aku akan keluar sebentar, mungkin aku akan terlambat untuk menjemput dayoung”

“aku ada acara hari ini”

“ahh, benarkah? Ya sudahlah biar aku saja yang menjemputnya nanti jika kau tidak bisa”

setelah bersiap jiyeon berpamitan untuk pergi.

“hati-hati yeobo~a”ucap mir mesra.

Jiyeon hanya memonyongkan bibirnya kearah mir.

Selang beberapa saat mir pun berangkat, ternyata ia tak ada syuting hari ini. Ia hanya berbohong pada jiyeon.

“hari ini ulang tahunnya, aku dan dayoung sudah punya rencana besar”ucapnya ke kamera yang ada di depannya.

Mir ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan. Beberapa jam kemudian ia melihat jamnya dan menunjukkan bahwa ia harus menjemput dayoung sebelum jiyeon mendahuluinya.

“anyeong”sapa mir kepada guru sekolah dayoung.

“oh, mir-ssi”

“appa”terdengar suara dayoung dari dalam.

“ibu guru, bisa aku membawanya terlebih dahulu? Karna ini dalam situasi gawat”

“oh, tentu saja”

“terima kasih telah mengizinkan dayoung hari ini”

dayoung berlari keluar menghampiri mir yang telah menunggu.

“appa”ucap dayoung seraya sesekali memukuli mir.

“baiklah, mari kita berangkat. Sekali lagi terima kasih ibu”

sebelum pergi ibu guru dayoung tak melewatkan moment bertemu, ia meminta mir untuk ttd sebagai hadiah telah mengizinkan dayoung pulang duluan dengan senang hati mir memberinya dan bahkan berfoto bersama.

Sesampainya di rumah mir menutup semua jendela dan mengunci pintu dari luar. Dan dayoung kelihatan bingung dengan sikap ayahnya yang sibuk bolak-balik sejak tadi. Mir menggendong dayoung ke meja makan.

“kau duduklah disini sementara appa akan masak dulu”

dayoung mengangguk.

Mir pun mulai beraksi dan pertama yang di lakukannya ada berfoto bersama dayoung di dekat tumpukan belanjaan yang baru ia beli.

Mir menuliskan di bawa foto ‘persiapan ulang tahun omma’ dan dengan cepat dayoung menggantungnya di pohon Foto yang ada di ruang tamu.

Setelah itu mir mulai bersiap memasak, terlebih dahulu ia pusing harus memasak apa lalu ia putuskan untuk melihat resep di internet saja.

Usai memasak ia menyuruh dayoung untuk mencicipinya terlebih dahulu.

“bagaimana? Apa ada rasanya?”tanya mir dengan wajah serius menatap dayoung.

Dayoung menggelengkan kepalanya.

“benarkah?”ucap mir tak percaya dan mencobanya lagi.

“ahh, benar sepertinya appa lupa memberikan garam”

tepat jam makan siang, dayoung dan mir makan dahulu sebelum melanjutkan misinya. Di sela-sela itu terdengar suara bel dari luar. Mir mengintip di layar bel.

“oh, omma-ya. Stttttttth”ucap mir pelan dan memberi isyarat agar dayoung diam.

“ahh, apa mereka belum pulang?”tanya jiyeon pada dirinya sendiri dan mengambil handphonenya di dalam tas.

‘nomor yang anda tuju sedang sibuk. Silahkan tinggalkan pesan’

“yakh!mir-ssi kau dimana? Bagaimana bisa kalian jalan-jalan tanpa mengajakku?cepatlah pulang. Telpon aku jika mendengar pesan ini. Aku tidak bisa masuk kedalam rumah, kunciku hilang”ucap jiyeon kesal.

Ia pun memutuskan untuk kembali kekantor agensi untuk bertemu queen sembari menunggu telpon dari mir.

Sudah pukul18.00 malam namun mir belum juga menelpon jiyeon. Jiyeon semakin kesal.

“akh! Apa yang dilakukannya sampai melupakan istrinya seperti ini!”

sedang queen yang melihat jiyeon mengomel sendiri hanya tertawa manis menertawakan jiyeon yang terlihat begitu kesal. Sedangkan persiapan pun selesai mereka lakukan.

“selesai, cake, soda, makanan dan kita tinggal menunggu omma saja”

dayoung mengangguk girang menyambut rencana gilanya bersama ayahnya.

Terdengar suara bel dan mir spontan mematikan lampunya dan berdiri di dekat kue yang lilinnya telah dinyalakan.

“oh, mereka sudah pulang? Mengapa pintunya terbuka”

terdengar suara ledakan yang membuat jiyeon kaget bukan kepalang.

“akhhhh”

“saengil chukka omma”teriak dayoung dan mir dari kegelapan.

“aigo!”ucap jiyeon tak percaya. Ia menutupi mulutnya dan tak bisa berkata apa-apa lagi.

Jiyeon pun duduk di dekat dayoung.

“omma, tiup lilinnya”

dayoung pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk ibunya dan berakhir memeluk ommanya dan mencium ommanya. Jiyeon pun meniup lilinnya di iringi tepuk tangan dari mir dan dayoung namun sebelum itu membuat permintaan terlebih dahulu.

*studio

“suprise yang hebat”puji joon.

Sebelum makan bersama mereka menyempatkan berfoto bersama terlebih dahulu dan menggantungnya di pohon seperti biasa yang mereka lakukan.

“tak terasa pohon ini hampir penuh terisi foto bersama”ucap jiyeon dengan wajah lesuh.

“oh, kalian yang memasaknya tadi”tambah jiyeon setelah melihat foto dayoung dan mir dengan belanjaan dan foto mir saat memasak.

“tentu saja. Dayoung juga sangat membantu appa”puji mir.

“ahh benarkah”tanya jiyeon dan memeluk dayoung.

“kau sudah pintar sekarang”puji jiyeon.

Setelah makan bersama jiyeon mengantarkan dayoung ke kamarnya untuk tidur karna besok ia harus bangun pagi lagi karna kana sekolah.

Setelah dayoung tertidur jiyeon keluar dan membantu mir merapikan dapur yang seperti kapal pecah usai mir memasak.

“kalian seperti habis berperang, dapur sangat kotor”omel jiyeon.

Mir hanya tertawa dan menari-nari seperti orang gila.

Mir membantu jiyeon mengikatkan celemeknya dan mulai membersihkan rumah hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi.

“ahh, melelahkan”keluh mir yang duduk di sofa samping jiyeon langsung merangkul tangan jiyeon manja. Jiyeon hanya tersipu malu.

*studio

“aigoo!”komentar MC melihat mir menyandarkan kepalanya dipundak jiyeon.

“akh, membuatku panas”ucap joon yang mengundang tawa para MC.

“yeobo~ya”panggil mir.

“hm”

“yeobo~ya”panggil mir lagi.

“hm, ada apa?”tanya jiyeon sambil menyalahkan tv.

“anyi”

“akh, beberapa hari lagi kita akan berpisah”ucap jiyeon sambil menghembuskan nafas.

Mir mengangguk dan menarik selimut di sampingnya.

Beberapa lama mengobrol mereka pun ketiduran di sofa. Dan mir masih saja memeluk tangan jiyeon sementara tv masih dibiarkan menyala.

*studio

“ah, bagaimana bisa mereka ketiduran disitu”ucap salah satu MC.

“jika yang baru melihat mereka pasti aku akan menyangka mereka benar-banar pasangan suami istri di usia muda”ucap joon.

“benar sekali”

cahaya memasuki ruangan dan membuat jiyeon terbangun.

“yakh!yeoboüya”ucap jiyeon spontan.

*studio

“kali ini jiyeon-ssi mulai memanggilnya yeobo ohhh”ucap sang MC sambil mempraktekkan suara jiyeon yang lembut.

“yeobo~ya, yeobo~ya”

mir mulai membuka matanya.

“akh, sudah pagi ya”

jiyeon pun bangkit dan membangunkan dayoung untuk mandi.

Kali ini mir yang membantu jiyeon memasak dan jiyeon memandikan dayoung.

“makanan sudah siap”ucap mir.

“oh, baiklah”

mereka pun menuju meja makan.

“oh, kau memasak nasi goreng? Darimana kau tu caranya?”tanya jiyeon sementara menyiapkan bekal makanan untuk dayoung.

“hm, aku hanya berusaha mengingat waktu kita memasaknya bersama”

“ohh, baiklah. Mari kita mencobanya”

jiyeon pun memakan sesendok dari nasi yang telah di hidangkan di piring dan yang terjadi adalah jiyeon tak bisa berkata-kata lagi sambil tersenyum ke arah mir. Sementara dayoung melahap rotinya dengan lahapnya.

“apa enak?”tanya mir.

“hm, enak. Cobalah”ucap jiyeon sambil berusaha menelan makanan yang di buat oleh mir.

Mir pun dengan pedenya mencoba dan yang terjadi ia memuntahkannya.

“ah, bagaimana kau bisa menelan makanan yang rasanya seperti meminum air laut ini”ucap mir malu dan mengambil piring jiyeon.

*studio

“aigo, ia sangat menghargai suaminya. Jika aku yang ada disana aku pasti sudah menumpahkannya”ucap MC perempuan yang terkesima melihat sikap jiyeon.

Jiyeon hanya tersenyum melihat ke arah mir yang malu karna masakannya tidak enak tapi masih saja dimakan oleh jiyeon.

‘kau tau satu hal?aku memakannya karna makan makanan yang dimasak olehmu itu ada di dalam agenda ku ? bagaimana bisa aku menyianyiakan kesempatan ini?hahhh’ucap jiyeon dalam hati sambil terus memandangi mir dengan wajah tersenyum sumringah.

“ahh, jangan memandangiku seperti itu”

“itu enak”

“ahh, bagaimana bisa makanan yang sama asinnya dengan air laut di bilang enak?ya sudah nanti kita makan diluar saja”omel mir karna jiyeon terus saja bilang kalau makanan buatan mir enak.

*studio

“ah, dia memang payah jika urusan memasak, bagaimana bisa makanan belum di cicipi langsung di Berikan pada orang lain?liat hasilnya”terang joon yang mengundang tawa para MC acara tersebut.

“yeobo~ya, jangan merengut seperti itu”rayu jiyeon.

“yakh! Aku masih marah.”

jiyeon tertawa, sedang dayoung tetap duduk manis dan memakan rotinya tanpa menghiraukan yang dilakukan oleh mir dan juga jiyeon.

“dayoung~a, apa roti buatan appa juga tidak enak?”

“ini enak”ucap dayoung.

“benarkah?”

Mir merasa terpuji tapi karna takut seperti jiyeon lagi ia pun mencicipi makanan dayoung.

“yakh, yang ini enak.”ucap mir.

*wawancara.

“mengapa kau memakan makanan tadi? Padahal kau tau itu asin?”

“aku adalah seorang istri dan seorang istri yang baik mungkin harus menjaga perasaan suaminya begitu juga sebaliknya, maka dari itu aku terus memakannya sampai ia mencicipinya dan melarangku memakannya lagi. Ini sangat lucu, ekspresi wajahnya itu, jika aku mengingatnya aku bahkan tak tahan jika tak tertawa”ucap jiyeon.

“ah aku benar-benar hampir gila, dia bilang makanannya enak tapi setelah aku memakannya aku bahkan seperti habis meminum air laut, aku lupa jika aku sudah menambahkan garam di awal dan di akhir aku juga menambahkan 1 sendok garam dan bodohnya aku lupa mencicipinya dulu. Ini sangat memalukan AHH”ucap mir sambil menundukkan wajahnya.

Setelah dayoung selesai sarapan mereka pun berangkat mengantarkan dayoung ke sekolah. Karna sudah hampir terlambat mir memutuskan untuk membawa mobil saja.

“yeobo~ya apa kau masih marah padaku?”tanya jiyeon yang duduk menggendong dayoung.

“sudah lupakanlah, aku malu jika harus mengingatnya lagi”

jiyeon memalingkan wajah dan tertawa.

“ahh, kau menertawaiku lagi”ucap mir kesal.

Dan akhirnya jiyeon pun menahan tawanya agar tak membuat mood mir berubah lagi.

Sesampainya di sekolah dayoung memeluk mir dan mnciumnya begitu juga dengan jiyeon. Di sekolah para ibu siswa yang juga mengantarkan anaknya heboh saat melihat mir.

“ahh, pantas saja anakku sangat mengidolakanmu. Jika di lihat aslinya kau sangat tampan”puji ibu tersebut.

“terima kasih”ucap mir sambil menebarkan senyumnya.

Sebelum pergi ibu tersebut meminta berfoto bersama dan meminta ttd mir. Jiyeon tak melewatkan moment itu dan meminta berfoto bertiga dengan ibu tersebut. Sesampainya di rumah jiyeon menggantung foto tersebut dan menulis di bawahnya’setelah insiden makanan enak buatan appa’ seraya tertawa mengingat kejadian memalukan buat mir tersebut.

“yeobo~ya, aku sudah ganti baju. Kita pergi sekarang?”teriak mir yang berjalan turun dari lantai atas. Dengan sigap jiyeon menyingkir dari pohon dan duduk manis di sofa.

“ayo kita pergi”ajak mir.

Mereka pun keluar untuk sarapan diluar karna sarapan yang dibuat mir telah dibuang akibat keasinan.

“kita berjalan saja”ucap mir.

Jiyeon mengangguk.

Ini pertama kalinya mereka keluar hanya berdua saja karna dayoung sedang bersekolah biasanya mereka akan pergi bertiga.

“setelah dayoung pulang, kemana lagi kita hari ini?”tanya mir yang meraih tangan jiyeon dan di genggamnya.

‘ahh, dia mengenggam tanganku. Ahh, aku benar-benar bisa mati sekarang’ucap jiyeon dalam hati.

*studio

“omo-omo, ini pertama kalinya”

Ucap MC yang terkejut saat mir mengenggam erat tangan jiyeon.

“ahh, akhirnya mereka ada waktu untuk berdua”ucap MC wanita.

“aku ingin mengajaknya ke kebun bianatang tapi kurasa lebih baik jika hari libur saja”balas jiyeon.

“lalu?apa rencana mu hari ini? Apa hari ini kita di rumah saja bertiga, bermalas-malasan?”usul mir.

“itu sudah sering dilakukan dan yang untung hanya kau. Kau malah tidur bukannya menemani dayoung bermain”

“kita ke tempat taman permainan saja, bukankah dayoung suka naik bianglala?”

“ah ia”ucap jiyeon sambil membuka pintu memasuki sebuah toko roti.

“seharusnya tadi kita memasak saja di rumah”

“ah, jangan mengingatkanku tragedi memalukan itu lagi. Kau mau yang mana?”ucap mir kesal karna jiyeon terus saja mengingatkannya kejadian tadi pagi.

“yang itu saja”ucap jiyeon menunjuk roti yang dipilihnya.

“aku yang ini saja”kata mir sambil menunjuk roti yang ukurannya agak besar.

“kau yakin bisa menghabiskannya?”tanya jiyeon tidak yakin.

“ah, apa kau meragukan perut suamimu ini?”

“ya, baiklah. Apa karna pelatihan berat badanmu turun sekarang kau balas dendam?”

“yah, mungkin saja”

ekspresi wajah mir langsung berubah setelah jiyeon menyebutkan masa training mereka dulu. Dan jiyeon bisa membaca itu dari raut wajah mir.

‘ah, aku pasti salah bicara lagi’omel jiyeon pada dirinya sendiri.

Setelah selesai sarapan roti mereka pun keluar dari toko dan kembali berjalan dengan coffee di tangan. Mir kembali mengenggam tangan jiyeon yang membuat jiyeon sangat senang dan terus saja menebarkan senyumnya.

“mau kemana kita?”tanya jiyeon.

“kemana saja”jawab mir.

“apa kita terus berjalan tanpa arah?”

“kita berjalan saja terus, sampai waktunya nanti menjemput dayoung”

jiyeon hanya mengikuti apa mau mir. Mereka terus saja menelusuri jalan.

“kita berfoto dulu”ajak jiyeon.

Mereka pun berfoto di tengah-tengah zebra cross.

“mengapa harus disana?”tanya mir.

“karna disana begitu banyak orang”

mereka sangat menikmati waktu berdua, dan sampai tiba saatnya mereka harus kembali kesekolah untuk menjemput dayoung.

Setelah sampai disekolah mereka pun kembali ke rumah untuk menganti baju dayoung dan mengambil mobil lalu berangkat ke taman permainan.

Sampai di taman permainan mir langsung mengambil dayoung dan berlari-lari meninggalkan jiyeon di belakang. Dayoung terlihat sangat senang itu terlihat jelas di wajahnya.

*wawancara

“dayoung~a, kau ingat saat ke taman permainan bersama omma dan appa?apa kau senang waktu itu?”

“ne,dayoung senang naik bianglala. Appa sangat baik mengajakku ke taman permainan. Gomawo~yo appa , gomawo~yo omma”ucap dayoung polos.

Usai naik bianglala, jiyeon dan mir menaiki semua permainan yang ditunjuk oleh dayoung. Mir bahkan mendapat hadiah boneka yang besar untuk dayoung. Dan hadiah itu menambah deret kebahagian dayoung hari itu. Mereka kembali ke rumah dengan wajah yang kelelahan sampai-sampai dayoung tertidur lelap dalam pangkuan jiyeon.

*studio

“mereka sangat memanfaatkan waktu bersama dengan sangat baik”ucap MC tersbut.

“itu terlihat dari Dayoung yang tak hentinya mengucapkan rasa terima kasihnya pada jiyeon dan mir”ucap joon.

“aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Sikap dewasa mir sangat terlihat jelas berbeda dengan yang biasanya”komentar seungho yang juga hadir sebagai bintang tamu saat penanyangan scene itu.

Hari-hari terakhir bersama dimanfaatkan baik oleh mir, mulai dari ke taman permainan, makan bersama jiyeon, ke supermarket bersama bahkan menemani jiyeon pemotretan mereka pun tak lupa mengambil foto dari setiap moment tersebut.

*wawancara

“besok hari terakhir bersama dengan dayoung, ia akan di jemput orang tuanya dan itu membuatku sangat sedih,aku seperti kehilangan seorang kekasih yang telah bertahun-tahun hidup bersamaku”ucap jiyeon dengan mata berkaca-kaca yang tak mampu menyembunyikan kesedihannya.

“jika di tanya aku sedih atau tidak? Aku tentu meresa sangat kehilangan. Dia begitu manis susah untuk mengabaikannya begitu saja. Aku benar-benar shock pas tau besok akan berpisah dengannya”terang mir.

Karena hari terakhir mereka akan tidur bersama untuk terakhir kalinya.

“dayoung~a, apa jika tak bertemu omma kau akan merindukan omma?”tanya jiyeon.

“hm, aku akan merindukan omma sangat merindukan omma”jawab dayoung polos.

“bagaimana dengan appa?”tanya mir yang tak mau kalah.

“tentu saja aku juga merindukan appa”

jawaban dayoung sangat menyentuh buat mereka berdua.

*wawancara

“aku sangat terharu saat ia bilang seperti itu, aku bahkan bingung mau berkata apa lagi”ucap jiyeon.

“ahh, aku rasa aku juga akan sangat merindukannya”ucap mir.

Jiyeon terus saja melihat wajah dayoung, seakan tak ingin malam ini berlalu. Dalam waktu 100 hari yang berakhir esok, jiyeon sudah menganggap dayoung anaknya sendiri oleh karna itu sangat sulit untuk melepaskannya begitu saja.

“kuharap kau akan tetap mengingat omma dan appa”ucap jiyeon sambil mengelus-ngelus rambut dayoung yang tertidur lelap di pelukannya.

Hari ke-100 pagi hari jiyeon, mir dan dayoung sudah berfoto bersama sebelum berangkat untuk berjalan-jalan sebelum dayoung di jemput oleh orang tuanya.

Setelah itu dengan pakaian couple mereka, mereka berangkat untuk membawa dayoung ke tempat favorite dayoung yaitu kebun binatang. Tak sedetikpun jiyeon melewat hari ini, ia terus saja berada bersama dayoung begitu pun dengan mir yang tak mau melepaskan moment kebersamaan mereka. Saat makan malam berlangsung di salah satu cafe dekat kebun binatang.

“apa kau senang hari ini?”tanya mir.

“ya, aku sangat senang”ucap dayoung dengan senyum polosnya.

“benarkah?bagus kalau begitu”

“jika appa bertanya kau memilih appa atau omma?”

“hmm,omma”ucapnya.

Mir kecewa dengan jawaban dayoung yang memilih jiyeon daripada dia.

“mengapa memilihnya? Bukankah appa selalu membelikanmu mainan dan boneka yang cantik?”protes mir.

“karna omma selalu memasakkanku masakan yang enak”

“oh,”ucap jiyeon karna tersanjung dipuji oleh dayoung.

“bukankah sudah kubilang jangan memberinya pertanyaan itu karna jelas ia pasti akan memilihku”ucap jiyeon bangga karna dayoung memilihnya.

“itu hanya kebetulan saja tau”ucap mir kesal.

Selesai makan mereka pun duduk sambil menunggu orang tua dayoung.

“dayoung~a, hari ini kita akan berpisah. Kau akan kembali ke rumahmu. Apa kau sedih?”tanya jiyeon dengan mata berkaca-kaca.

Dayoung hanya terdiam dan tampak masih bingung.

“dayoung~a, jadilah anak yang pintar, belajarlah yang rajin dan jadilah orang hebat nantinya, bukankah kau ingin menjadi dokter?”pesan mir pada dayoung.

Dayoung mengangguk dan terus saja menatapi ommanya dengan wajah bingung. Jiyeon hanya diam dan terus saja menahan air matanya. Ia memeluk dayoung dan menciumnya tanpa berkata apa-apa lagi.

“jika ada waktu omma dan appa akan mengunjungimu”ucap mir yang berusaha menghibur dayoung yang mulai terlihat sedih melihat jiyeon menangis.

Jiyeon memalingkan tubuhnya berlawanan arah dengan dayoung karna takut dayoung juga akan sedih jika melihatnya menangis. Dan sementara itu orang tua dayoung telah datang.

“terima kasih telah menjaganya selama ini”ucap ibu dayoung.

“baiklah, sama-sama”ucap mir sambil memberi salam berpamitan.

Terdengar suara dayoung mengucapkan selamat tinggal kepada jiyeon yang melambaikan tangannya menahan air matanya dan berusaha untuk tersenyum.

“goodbye omma, goodbye appa. Saranghamnida”ucap dayoung pelan.

Semakin dayoung jauh semakin deras airmata jiyeon mengalir ia bahkan terduduk karna tak rela dayoung pergi. Mir memeluknya dan berusaha menenangkannya. Mir pun tak bisa menyembunyikan kesedihannya terlihat matanya pun berkaca-kaca saat memeluk jiyeon.

“omma, appa”terdengar suara dayoung yang semakin dekat.

Terlihat dayoung kembali berlari menuju arah jiyeon dan mir. Mereka berpelukan, dayoung pun menangis dan mengatakan dia tak mau pulang ia mau tetap bersama jiyeon. Itu membuat jiyeon semakin sedih  begitu juga dengan mir yang tak menyadari air matanya terjatuh karna melihat dayoung.

“pulanglah, omma berjanji akan menemuimu jika omma punya waktu luang”bujuk jiyeon.

“jika merindukan appa kau bisa datang dan menemui appa kapan saja.”tambah mir.

Setelah beberapa lama membujuk dayoung akhirnya dayoung pun mau di bawa pulang oleh ibunya.

Para MC distudio tak bisa berkata-kata lagi mereka semua terharu melihat kesedihan jiyeon yang begitu mendalam.

mohon komentarnya 😀 hargai usaha author 😦

3 thoughts on “Leaving My Dream Chap 4

  1. Haaaah apa ini udah bgian ending? Saya mau jadi dayoung juga *plak ingat umur… Gk nyangka cuma farieti show bisa jd crita yg keren, author lain kali bikin yesung juga yaaaa *aegyo gagal

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s