Leaving My Dream Chap 5

Main Cast:

–         Jiyeon T-Ara As You

–         Mir Mblaq

–         Donghae Suju

–         Bora Sistar

Support Cast:

–         Joon Mblaq

–         Yesung Suju

–         Seungho Mblaq

–         Iu As Queen

||| Genre: Romantic, Friendship, And Amburadul . Lol ||| Length: Chapter ||| Rating: Pg–15 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)||next : part6,part7(end)||prev : chap 1chap2chap 3, part4

aku kembali lagi tentunya masih dengan judul yang sama 😀

langsung aja kali ya dari pada banyak cencong 😀 ckidot :* >>

Sesampainya di rumah mereka.

“berhentilah menangis, jika dayoung tau dia juga pasti akan sedih”ucap mir.

“dia begitu manis, susah untuk melupakannya begitu saja”

mir terus saja menghibur jiyeon agar ia tidak terlalu larut dalam kesedihannya.

“ini malam terakhir kita bersama apa kau akan menangis terus tanpa melakukan sesuatu apapun?”tanya mir.

“aku tau”

mir membuka kulkas dan mengambil eskrim dan menyuruh jiyeon memakannya.

“makanlah mungkin ini bisa membantu menenangkanmu”bujuk mir.

Merekapun menikmati eskrim berdua dan semalaman mereka hanya bercerita tentang masa-masa yang dilalui bersama dayoung di depan pohon foto itu.

“jika besok berpisah, aku yang akan membawa pohon ini pulang”pinta jiyeon.

“lalu aku?”

“itu saja”ucap jiyeon dan menunjuk ke arah foto Pernikahan mereka.

“ah, kau yang itu saja. Aku pohon ini”

“ahh, apa kau tidak bisa mengalah sedikit pada wanita?”ucap jiyeon dengan wajah kesal.

“yah, baiklah. Aku akan membiarkanmu membawanya tapi jangan menatapku seperti seakan-akan kau akan menelanku. Itu sangat mengerikan tau”

esok harinya mereka makan siang bersama, setelah memasak bersama di pagi harinya.

“apa ini perayaan besar?”tanya mir.

“begitu banyak makanan disini, jika mengajak seungho hyung dia pasti akan senang melihat makanan sebanyak ini”tambah mir.

“sudah makan saja, aku sudah susah payah memasaknya jadi kau harus menghabiskannya”

“baiklah! Aku pasti menghabiskannya”

Mereka pun menghabiskannya dan setelah itu mereka kembali duduk di depan pohon foto.

“ahh, sudah harus berakhir ya?”tanya jiyeon lesuh.

“sudahlah jangan memandangi terus, ayo kita pergi jalan-jalan saja”ajak mir.

Mereka pun bersiap-siap dan berangkat.

“begitu banyak orang yang berjalan kaki di sore seperti ini, apa kau tidak takut kita akan di kerumuni banyak orang?”

“pakai ini”sambil memasangkan topi ke jiyeon.

Dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka hingga tiba saatnya mereka harus berpisah juga di tempat para calon ayah melamarnya waktu itu.

“mengapa harus ditempat ini? Aku kan sudah bilang akan mengantarkan mu pulang”ucap mir kesal pada jiyeon.

“kita bertemu disini aku ingin berpisah disini juga”

“baiklah, sekarang pulanglah aku akan tetap disini melihatmu pergi dan setelah itu aku juga akan pulang”

“kau yang duluan”bantah jiyeon.

“mana mungkin lelaki meninggalkan wanita duluan”

‘ah, lalu dulu mengapa kau meninggalkanku?’keluh jiyeon dalam hatinya.

“jika kau tidak pergi aku akan tetap disini, bukankah mobilku sudah ada. Jadi jangan khawatir aku akan baik-baik saja”

karna terus saja di paksa jiyeon akhirnya mir pun mengalah dan meninggalkan jiyeon tapi sebelum itu ia mengenggam tangan jiyeon dengan erat.

“boleh aku memelukmu?”tanya mir.

Tanpa menjawab jiyeon langsung memeluknya dengan erat.

*studio

semua MC heboh ada juga yang terlihat matanya berkaca-kaca.

“ahh, aku sangat sedih melihatnya”ucap mc tersebut sambil menghapus airmatanya dengan tisu.

“terima kasih atas perhatianmu selama ini dan bantuanmu merawat dayoung, yeobo~ya. Aku pasti akan merindukanmu”

“aku juga pasti sangat merindukan saat kita bersama”

mir melepaskan pelukannya dan mulai berjalan melepaskan perlahan tangannya dengan jiyeon. Mata jiyeon berkaca-kaca sambil terus melambaikan tangannya ke arah mir yang semakin menjauh.

“jaga kesehatanmu, sampai jumpa”teriak mir.

Airmata jiyeon terjatuh, ia tak bisa lagi menahan kesediahannya berpisah dengan dayoung dan begitupun dengan mir.

“yeobo~ya”teriak jiyeon yang berlari ketengah jembatan mengejar mir dan langsung memeluknya.

*studio

“ohhhhh”ucap para MC yang kompak dengan tisu ditangan mereka.

“jika aku ada diposisi mereka aku juga tak akan menghilangkan kesempatan untuk memeluk artis semanis mir”canda MC wanita yang berusaha menghangatkan suasana yang kelabu.

‘terima kasih atas segalanya. Terima kasih telah memenuhi semua permintaan dibuku agendaku. Ke sungai han, masak makanan untukku, belanja bersama, ke taman bermain, naik bianglala, bermain kembangapi bersama, makan bersama, bahkan menyanyikan lagu untukku meskipun tak begitu baik, berjalan dengan mengenggam tanganku dan terakhir adalah memelukku saat aku sedih, terima kasih sudah berusaha mewujudkannya. gomawo’ucap jiyeon dalam hati.

Tak ada kata satupun kata yang terdengar hanya tangisan jiyeon yang tampak saat itu hanya senyuman mir yang terlihat berusaha menenangkan jiyeon.

Dan sampai akhirnya jiyeon benar-benar ikhlas di tinggalkan. Jiyeon berjalan sambil menghapus airmatanya menuju mobil yang menunggunya di ujung jembatan sedangkan mir masih berdiri memandangi jiyeon yang semakin menjauh.

‘dan kali ini harus berpisah lagi’ucapnya sambil berjalan menuju mobil. terlihat mir tersenyum dan melambaikan tangannya.

*wawancara

“apa kau sedih?”

“ahh, aku benar-benar sedih  ini harus berakhir secepat ini”ucap mir

“tentu saja. Kami hidup bersama beberapa bulan ini tiba-tiba berpisah itu pasti sangat menyedihkan.”ucap jiyeon menahan airmatanya.

“ucapan apa yang akan kau katakan terakhir kalinya”

“jangan melupakan kebersamaan kita. Itu saja”ucap mir singkat namun membuat para MC tersentuh

*studio

“ucapannya singkat namun berarti sangat dlam”

“lalu kau jiyeon?”

“ahhh”jiyeon menghela nafas panjang.

“aku berharap ia mengingat semua kebersamaan kami itu saja”

“omo? Apa mereka janjian?”

“jawaban mereka persis sekali”

“itu mungkin sudah ada iktan batin diantara keduanya”ucap MCnya.

Beberapa hari telah berlalu jiyeon pun kembali mulai menata perasaannya. Jiyeon membuka pintu ruangan donghae namun tak ada orang di dalamnya.

“oppa kemana?”ucap jiyeon sambil berjalan masuk ke ruangan donghae. Jiyeon duduk di sofa donghae menunggu donghae datang. Karna sedikit bosan menunggu jiyeon pun Mengambil buku yang ada di atas meja donghae saat membukanya ada yang terjatuh. Jiyeon pun mengambil kertas tersebut yang ternyata adalah foto donghae bersama seseorang.

“bora eonni?”ucap jiyeon terkejut melihat foto tersebut.

“apa mereka…”

terdengar suara seseorang membuka pintu dan ternyata adalah donghae. Jiyeon berdiri dan melihat ke arah pintu.

“oh, jiyeon. Kau..”ucap donghae terhenti saat melihat jiyeon memegang foto tersebut.

“oh, ini aku tak sengaja menemukannya. Ia terjatuh kelantai karna itu ini bisa ada ditanganku. Aku tidak bermaksud …”

“tidak apa-apa, lagi pula itu hanya masa lalu saja”kata donghae tersenyum berjalan menuju sofa.

Donghae duduk di sebelah jiyeon dan mengambil foto tersebut.

“ah, aku rasa aku juga sudah tidak mencintainya lagi”ucap donghae spontan, meletakkan foto tersebut begitu saja ke meja.

“jangan pernah bilang sudah tidak mencintainya , jika oppa masih saja belum bisa melupakannya”

kata-kata jiyeon begitu dalam bagi donghae yang mendengarnya.

“sudahlah, setidaknya ini bukan salah oppa. Dia yang meninggalkan oppa lebih dulu”terang donghae.

“dia pasti punya alasan”

“alasan? Itu karna ia hanya mempermainkan perasaanku”

“apa ia mengatakannya seperti itu?”

“tidak, itu hanya kesimpulanku saja”

“bukan itu alasannya, pasti ada alasan lain”

“bukankah hal yang sama juga menimpahmu? Lalu apa menurutmu? Dan akhirnya kau melupakannya juga bukan?”

“aku tidak pernah membencinya apa lagi melupakannya”

“bukankah dia telah menyakitimu?”

“benar, dia memang menyakitiku sangat menyakitiku. Tapi aku takkan pernah membencinya apalagi punya niat melupakannya. Kenapa? Karna kau belum mendengar alasannya, alasan mengapa meninggalkanku”

“bukankah itu namanya bunuh diri?”

“hhah, memang. Tapi apa salahnya aku mendengarkan sendiri dengan telingaku sendiri tanpa perlu tau dari oranglain. Jika mendengarnya sendiri mungkin aku akan merasa sedikit lebih baik”

“itulah sebabnya aku selalu melarang pacaran saat pelatihan. Kau melanggar dan lihat lah yang terjadi sekarang? Hidupmu kacau seperti aku”

“bagaimana bisa oppa menyamakanku dengan oppa? Oppa kan lelaki seharusnya oppa lah yang bertanya mengapa ia meninggalkan oppa?”

“lalu bagaimana denganmu? Apa pernah kau bertanya padanya?”

“tidak aku takkan pernah bertanya, takkan pernah karna oppa tau? Aku akan menunggunya bilang alasan meninggalkanku dulu langsung dan tanpa harus aku bertanya terlebih dahulu. Bukankah aku seorang wanita yang harus menunggu saja?”

“ah, baik. Aku juga akan menunggunya menyatakan alasannya padaku”

“yakh, bukankah oppa seorang lelaki? Mengapa menunggu wanita yang mengatakannya? Apa masuk akal?”ucap jiyeon menatap tajam penuh kesal ke arah donghae yang terus saja menebarkan senyumnya.

“bukankah tadi kau yang bilang?”

“ahh, tapi bukankah kita berbeda? Aku wanita sama dengan bora eonni seharusnya oppa la yang bertanya padanya terlebih dahulu”ucap jiyeon dengan penuh harapan bahwa donghae akan mengikuti perkataannya.

“sudahlah, bahas yang lain saja”kata donghae yang selalu menghindar untuk membahas dirinya dengan bora.

“itu masa lalu, bukan kah Bagaimana manusia akan berkembang jika yang dipikirkannya hanya masa lalunya saja?”ucap donghae yang benar-benar menyinggung perasaan jiyeon yang masih saja tetap kekeh sama perasaannya sama mir.

“tapi bukankah seseorang itu bisa menjadi lebih baik setelah belajar dari masa lalunya?”ucap jiyeon yang menentang pendapat donghae.

Seperti tak ingin menyerah jiyeon terus membujuk donghae agar bicara pada bora dan alhasil donghae tetap pada pendiriannya tidak mau bertanya apapun mengenai perasaan pada bora. Sementara di balik pintu ada bora berdiri dengan pipi yang dibasahi oleh airmata mungkin karna mendengar perkataan donghae.

“biyanheyo~”ucap bora dan mulai berjalan meninggalkan ruangan donghae semakin menjauh semakin deras airmatanya, ia berjalan menuju ruang latihan duduk didepan piano dan menangis sepanjang malam. Setelah makan malam di ruangan donghae dan melepas rindu dengan donghae jiyeon pun berpamitan pulang karna esok hari ia harus syuting lagi.

“ahh, sekarang kau begitu sangat sibuk, sampai susah sekali menemui oppa”keluh donghae yang tampak sedih harus berpisah lagi dengan jiyeon.

“yah, begitulah. Terkadang aku juga begitu lelah dengan kehidupanku saat ini tapi ya mau bagaimana lagi, aku harus pulang dulu. Jika ada waktu aku pasti akan menemui oppa lagi”ucap jiyeon yang memberi hormat dan berjalan menjauh menuju mobilnya. Saat melintasi jalan ia tersenyum jika mengingat masa training bersama the white dan queen terutama pada cinta pertamanya mir. Ia berjalan perlahan seakan tak ingin membuang moment mengingat kenangan lalunya dulu. Memengangi tangga saat turun dan tersenyum. Jiyeon pun kembali berjalan dan terhenti saat berada di depan ruang latihan.

“jika dulu aku selalu berdiri disini menunggumu hingga selesai latihan, apa kau tau meski pun aku lelah tapi aku meyukainya. Aku suka berdiri sambil memandangimu dari jendela ini”ucap jiyeon berdiri dan menatap ke dalam ruangan.

“oh”jiyeon terkejut melihat sesosok wanita yang ia kenali duduk menangis di dalam sana. Jiyeon penasaran dan rasa penasarannya menuntunnya masuk kedalam ruangan dan bahkan berdiri didepan wanita itu.

“eonni”ucap jiyeon perlahan.

Wanita yang ternyata bora itu menghapus airmatanya dan memalingkan padangannya.

“ada apa?”tanya bora seperti biasa dengan nada sinis.

“aku….”ucap jiyeon terbata-bata karna jiyeon takut jika mengatakannya akan semakin memperkeruh suasana, karna takut hal itu terjadi jiyeon memutuskan meninggalkan bora.

Saat sampai di rumah jiyeon merebahkan tubuhnya di kasur. malam telah larut jiyeon terlambat pulang karna jalanan sangat macet akibat ada kecelakaan.

“kau darimana?”tanya queen.

Belum jiyeon menjawab pertanyaan queen. Hp jiyeon berbunyi.

“oppa?”ucap jiyeon lalu segera mengangkat telponnya.

“hallo, apa ini keluarga dari pemilik ponsel ini?”tanya suara perempuan yang tak jiyeon kenali.

“ya, benar. Ada apa ya?”

“bisa kah nona menjemputnya sekarang? Kedai kami akan tutup tapi ia sangat mabuk berat ia juga tidak sadarkan diri. Kami bingung harus melakukan apa?”

“ahh, baiklah. Aku akan segera kesana mohon menjaganya dulu. Maaf telah merepotkan”ucap jiyeon lalu bangun dan mengambil jaket dan tasnya lalu pergi.

“yakh! Jiyeon”teriak queen.

“kau mau kemana?”teriaknya lagi.

“aku ada urusan sebentar.Aku akan segera kembali”teriak jiyeon masuk kedalam mobilnya lalu pergi.

“maaf bibi telah merepotkanmu”ucap jiyeon sambil membopong donghae masuk ke dalam mobil.

“ahh, oppa mengapa kau minum begitu banyak”omel jiyeon sambil memasangkan sabuk pengaman pada donghae.

Dan tanpa disadari jiyeon diikuti oleh seseorang yang tak lain ialah seorang paparazzi yang terus saja memotreti jiyeon dan donghae.

Karna bingung dan tak tau rumah donghae, jiyeon pun memutuskan membawanya ke hotel.

Jiyeon membuka sabuk pengamannya dan kemudian donghae ia bopong keluar dari mobil tapi sebelumnya ia memakaikannya topi terlebih dahulu agar tak ada mengenalinya sementara jiyeon menutupi wajahnya dengan syal dan urain rambutnya memasuki hotel. Sementara paparazzi nakal yang sejak tadi mengikutinya terus saja mengambil gambar ke arah jiyeon.

Setelah beberapa lama jiyeon pun keluar dari kamar hotel dan bergegas pulang.

*esok harinya.

“jiyeooooooooooooon”terdengar suara queen yang berteriak seperti kemasukkan hantu dan membuat jiyeon kaget dan segera bangun.

“ada apa?”ucap jiyeon kesal apada queen karna telah mengganggu tidurnya.

Queen melemparkan koran ke kasur jiyeon dan terpampang jelas wajah jiyeon dan donghae semalam.

“omo?”

“yakh, semalam jam berapa kau pulang? Apa kau bersama donghae appa?”ucap queen yang mwngintrogasi jiyeon dengan tatapannya seakan-akan akan menelan jiyeon saat itu.

“ahh, aku hanya mengantarkannya ke hotel lalu pulang sudah itu saja”jelas jiyeon.

“tapi mengapa dikertas bodoh itu bilang kau bahkan menginap bersama?”

“ini omong kosong, bagaimana bisa aku di katakan menginap sedangkan aku sekarang ada disini?”jelas jiyeon penuh emosi karna queen seakan tak mempercayainya.

“jiyeeeeooon”teriak seorang wanita yang tak lain ialah manajer jiyeon dan queen.

“kau sudah mendengarnya?”

“sudah”jawab jiyeon kesal.

“berita bodoh macam apa ini?”ucap jiyeon yang semakin kesal.

“syuting dibatalkan, begitu juga iklan yang kau tandatangani kemarin juga membatalkan kontrak mereka secara sepihak dan acara tv malam ini juga di tunda”ucap manajer panjang lebar.

“ahh, mengapa bisa begitu?”ucap queen kesal.

“ahh, bagaimana bisa orang menulis kebohongan ini?”ucap queen kesal dan  menginjak-injak koran yang ia pegang.

“lalu apa yang harus aku lakukan?”tanya jiyeon yang sudah mulai bingung karna ini pertama kalinya ia tertimpa gosip seberat ini.

Dilain tempat terlihat mir dengan wajah kesal mengambil koran yang di baca yesung dan merobeknya seketika itu dan membuangnya ke tong sampah.

“dasar!aku belum selesai membacanya!”omel yesung kesal.

“apa?apa kau akan membacanya beribu-ribu kali?ck”ucap mir berteriak-teriak ke arah hyungnya.

“aku tidak percaya ia akan berbuat semacam itu maka dari itu aku membacanya berulang kali”

“yakh!hyung berhentilah membaca berita bodoh itu!”teriak mir ke arah joon dan seungho yang sedang di depan laptop membaca berita tentang jiyeon yang menyebar begitu cepat. Mir menghampiri mereka yang sama sekali tidak menggubris perkataan mir, karna kesal mir langsung saja menutup laptop dihadapan joon dengan kesal.

“ekh! Apa yang kau lakukan”teriak seungho pada mir.

“sudahlah itu hanya gosip lama namun baru terungkap sekarang”

“oh, apa maksudmu?”tanya yesung yang segera mendekat ke mir.

“apa maksudmu? Appa dan jiyeon sudah dekat sejak lama begitu?”tanya joon.

“yaaaaaaaa”teriak mir yang semakin kesal karna dihujani beribu pertanyaan dari hyung-hyungnya.

“hentikan!aku tidak mau menjawab lagi! Itu sama saja hyung mengungkit lukaku lagi”

“ya, sudahlah maaf. Sudah berhenti semuanya, kau mau dia merengek lagi seharian?”ucap joon yang seakan mengerti perasaan mir yang kekanak-kanakan.

“tapi mana mungkin appa bisa seperti itu?apa lagi jiyeon. Dia itu masih polos sekali”ucap seungho pelan tak mempercayai perkataan mir.

“yakh!hyung. Berhentilah”teriak mir dengan wajah kesal dan berjalan keluar dari kamar yesung.

“huh, dasar anak SD!sudah besar masih saja bersikap seperti itu. Aneh.”ejek yesung.

“itu karna ia cemburu”ucap joon.

“yakh!aku tidak cemburu”terdengar suara mir dari balik pintu.

“sudah pergi sana”ucap seungho kesal dan melemparkan bantal ke arah pintu malah salah arah dan mengenai kepala yesung.

“akhh! Apa yang kau lakukan!”

“maaf hyung, lemparanku meleset lagi”ucap seungho sambil tersenyum bodoh.

Queen, jiyeon, dan manajer tak tau mau berbuat apa lagi mereka hanya berdiam diri di dalam rumah.

“ahh, sampai kapan manusia-manusia bodoh itu ada di depan sana ?”omel queen.

sementara manajer sibuk mengangkat telpon sana-sini.

jiyeon mendekat dan mematikan semua telponnya.

“manajer, sudahlah kalau mereka membatalkan kontraknya ya sudah aku dan queen tidak apa-apa. Ia kan queen?”

queen yang berdiri di depan pintu mengangguk bahwa ia setuju dengan jiyeon.

“tapi..itu akan membuat image kalian semakin buruk”terang manajer.

“bukankah kita tak melakukannya?jadi sudah berhentilah memohon pada semua produser-produser bodoh itu”ucap queen kesal.

jiyeon mencabut batrai 2 hp yang dipegang manajer begitu juga mencabut telpon rumah.

Beberapa saat kemudian ada yang bergetar dari kantong celana queen yang ternyata adalah hpnya.

“yeoboseyo~ oppa”

“apa kau baik-baik saja?”tanya seseorang yang tak lain ialah joon yang menghawatirkan mereka.

“ne, aku dan jiyeon baik-baik saja. Oh iya apa oppa sudah mendengar berita itu?”tanya queen.

“ia, aku sudah mendengarnya. Aku turut prihatin atas berita itu”ucap joon.

“aku juga queen”

“aku juga”terdengar suara yesung dan seungho.

“apa yang kalian lakukan sekarang?”

“kami hanya berdiam diri di dalam rumah, bagaimana tidak didepan pintu begitu banyak wartawan”terang queen panjang lebar.

“benarkah?”

“tentang berita itu jangan salah paham oppa …”ucap queen yang masuk kedalam kamarnya dan melanjutkannya di kamarnya.

“jiyeon sama sekali tidak bersalah, memang benar yang dikatakan koran bodoh itu bahwa appa dan jiyeon bersama sejak siang hari, tapi setelah larut malam jiyeon pulang dan kembali lagi katanya sih menjemput appa dan ia sama sekali tak menginap kok seperti apa yang di tulis di koran bodoh itu. Aku jamin jiyeon dan appa tak mungkin seperti itu”terang queen panjang lebar dan tiba saaatnya the white hanya ber’oh’ria.

“tapi aku baru membaca news di internet mengatakan. Jiyeon debut karna ia punya hubungan special dengan appa”

“ahh, omo? Benarkah seperti itu?”ucap queen terkejut dengan apa yang dikatakan joon.

“disini mengatakan jiyeon itu tidak berbakat, debutnya sempat ditunda karna ia memang tidak berbakat namun donghae la yang memaksa agar tetap debut bukankah itu berarti mereka ada hubungan?”

“ahh, apa benar?”ucap queen lesuh yang seakan terpengaruh dengan berita itu dan mulai meragukan jiyeon.

“sudahlah oppa, ku mohon jangan mempercayai berita bodoh itu mana mungkin jiyeon bisa melupakan mir oppa secepat itu. Itu mustahil”

“apa? Apa kau bilang?”

“ohh, babo apa yang kau katakan queen”omelnya pada dirinya sendiri.

“ahh, lupakanlah”ucap queen lalu menutup telponnya.

Sudah beerhari-hari mereka hanya berdiam diri seperti orang bodoh di dalam rumah karna wartawan itu terus saja bersiaga di depan pintu rumah jiyeon. karna merasa bosan sendiri di ruang tamu jiyeon menyalahkan tv, sedangkan queen sibuk telponan dengan oppa-oppanya dan manajer sedang memasak.

“queen~ssi apa mir menanyakanku?”tanya jiyeon.

queen menggelengkan kepalanya. mimik wajah jiyeon berubah seketika akibat kesal. Ia bahkan melemparkan hpnya ke sofa sebelahnya karna mir sama sekali tidak menghubunginya.

Mata jiyeon terpaku pada tv, mengganti-ganti siaran tv yang hanya berisi gosip  murahan tentang dirinya. Dan dapat satu channel NBC yang sedang menanyangkan suatu reality show yang sudah tayang sejak tadi.

Mata jiyeon terbelalak melihat apa yang sedang ia lihat sekarang, ia mengucek matanya yang seakan tak percaya tentang apa yang barusan ia lihat.

“ahh, sudah ada yang baru? Oh secepat itu ka?”ucap jiyeon dengan nada rendah.

“ahhhhhh”teriak jiyeon dan melemparkan bantal ke arah tv.

komennya di tunggu 😀

4 thoughts on “Leaving My Dream Chap 5

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s