Leaving My Dream Chap 7 (end)

last poster

LEAVING MY DREAM CHAP 7 (end)

Main Cast:

–         Jiyeon T-Ara As You

–         Mir Mblaq

–         Donghae Suju

–         Bora Sistar

Support Cast:

–         Joon Mblaq

–         Yesung Suju

–         Seungho Mblaq

–         Iu As Queen

||| Genre: Romantic, Friendship, And Amburadul . Lol ||| Length: Chapter ||| Rating: Pg–17 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)|||prev: chap 1, chap 2, chap 3, chap 4, chap 5, chap 6

Akhirnya selesai juga:D

Huaaah…..

Ku harapkan komentarnya untuk ending FF ini 😀 sangat di tunggu karna komentar anda dapat menjadi acuan untuk saya 😀 oke chingu

Esok harinya jiyeon bangun dengan senyuman manis memasuki dapur. Queen dan manajer yang melihat sikap jiyeon menjadi sedikit aneh.

“ah, tempramennya berubah begitu saja. Terkadang menangis seharian bahkan semalaman, senyum-senyum  seperti orang sakit jiwa, bahkan berteriak-teriak. Benar-benar aneh”bisik queen ke manajernya.

Manajernya hanya mengangguk mengiyakan perkataan queen.

Hari ini latihan persiapan showcase itu dimulai, setelah sarapan jiyeon dan queen yang juga berpartisipasi dalam acara itu bersiap-siap segera ke tempat pelatihan.

Pertama, jiyeon dan queen melakukan pemilihan lagu dan latihan vokal hingga jam makan siang, setelah jam makan siang jiyeon siap meluncur dan latihan menari bersama queen karna jiyeon akan berduet dengan queen menggunakan lagu ngebite berbeda dengan saat mereka masih berduet dulu yang lebih dominan ke lagu ballad.

Setiap hari jiyeon latihan dengan semangat karna berharap akan menampilkan yang terbaik untuk fans-fansnya. Terkadang karna terlalu sibuk jiyeon sampai menginap di tempat pelatihan karna harus ektra mengejar waktu showcase yang semakin dekat. Di hari terakhir latihan yakni langsung dipanggung showcase tampak seungho, yesung, dan joon yang duduk di kursi penonton bertepuk tangan melihat jiyeon dan queen sedang latihan.

“oppa”teriak queen yang langsung berlari ke arah oppa-oppanya tersebut.

“karna tidak terlalu sibuk kami memutuskan untuk berpartisipasi juga dalam acara ini”terang yesung.

“benarkah? Aku fikir kalian tidak mau..”ucap jiyeon seakan tak percaya.

“ya, tentu sejak mir membuat masalah di thailand. Maka dari itu kami memilih berpartisipasi dalam showcase mu saja”terang joon panjang lebar.

“mir oppa bagaimana?”tanya queen yang membuat jiyeon agak bad mood karna mendengar nama mir.

Seungho yang menyadari hal itu akan berdampak buruk pada mood jiyeon lansung memberi kode pada queen agar tidak membicarakan mir saat itu.

“ahh, lupakanlah Mari kita latihan saja”ucap queen mengalihkan pembahasan.

“jiyeon~a”panggil yesung dengan akrab.

“iya”ucap jiyeon yang refleks membalikkan badannya ke belakang.

“kita kan berduet bukan? Dan bora eonni berharap kita menyanyikan ini”ucap yesung memberikan kertas lagu pada jiyeon.

“bukankah ini lagumu?”ucap jiyeon mengambil dan membaca kertas lagu tersebut.

Yesung mengangguk.

“aku pikir ini akan menjadi duet yang baik”ucap yesung.

“hyung, ayo mulai latihannya”teriak seungho yang telah duduk di depan pianonya.

“ya, aku akan segera ke sana”

mereka pun memulai latihan dengan diiringi oleh permainan musik seungho yang tidak diragukan lagi.

“ah, duet yang sangat bagus oppa”puji queen sambil terus saja bertepuk tangan.

Its time, 5 menit lagi showcase akan dimulai. ruangan showcase telah dipenuhi oleh banyak orang.

*diruang make up*

“ini bukan showcaseku tapi aku merasa sangat gugup apa kau juga begitu?”ucap queen.

“ahh, aku juga hampir mati karna  aku sangat merasa gugup sekarang”terang jiyeon yang otomatis berpegangan tangan dengan queen.

“aduh bagaimana ini?”ucap queen panik karna mereka semakin gugup saja.

“yakh! Berhentilah bersikap seperti itu”ucap bora dengan nada sinis.

“hahahah, santai saja. Jika kalian gugup semuanya nanti akan berantakan. Anggaplah bahwa kalian sedang latihan sekarang”ucap bora dengan diiringi tawanya.

“ahh, eonni. Sebentar lagi akan pembukaan jadi bersiap-siap lah kebelakang pangggung”ucap bora yang terlihat sibuk lalu pergi.

Jiyeon melihat kearah hpnya dan berharap akan sesuatu.

‘aku sangat berharap support darimu’ucap jiyeon yang meraih hpnya diatas meja.

Berulangkali mengetik panjang lebar namun menghapus yang telah tulisnya dan memutuskan memberi pesan singkat saja.

To : yongyong

‘mireu~ jika ada waktu datanglah untuk melihat showcaseku. Sebentar lagi akan dimulai’

jiyeon telah berda dibelakang panggung dan terdengar jelas riuh suara penonton yang menghitung detik-detik akan dimulainya showcase.

“bernyanyilah seakan kau sedang latihan, jangan gugup karna itu akan merusak segalanya. Bayangkanlah kau sedang menyanyi untuk seseorang. Figthing! Oppa berharap kau bisa lakukan yang terbaik”ucap donghae memberi semangat pada jiyeon.

jiyeon yang akan memasuki panggung mengangguk.

Jiyeon dan queen tampil membuka acara showcase dengan  memukau penonton dengan satu-satunya single mereka yang ngebite namun berlirik ballad.

~one more day~

selesai menyanyi queen turun dari panggung.

“ne, apa kalian menikmatinya?”teriak jiyeon.

“ne”balas penonton.

“oh, baiklah. Kali ini aku akan menyanyikan lagu yang berjudul little by little , ini adalah lagu pertama yang kuciptakan dan pertama kunyanyikan sebagai hadiah aku telah kembali sekarang, apa kalian ingin mendengarnya?”teriak jiyeon dengan senyum yang tak pernah terlepas dari bibirnya.

“ne”

“baiklah”

lampu dimatikan dan ketika musik dimulai lampu putih tersorot pada seungho yang hadir sebagai partisipan diacara tersebut mulai memainkan pianonya yang membuat penonton semakin histeris.

lampu putih pun menyala menyoroti di tengah panggung dimana jiyeon berdiri di saat jiyeon mulai bernyanyi.

“sigani tok tok tok cinal suorou tok tok ….”

suara jiyeon ditambah permainan piano  seungho saat itu berhasil menghipnotis penonton yang datang.

Dan lagu berikutnya pun berlanjut dengan duet jiyeon dengan yesung yang menyanyikan lagu it has to be you. Dan suara yesung yang berkarakter berat dipadukan dengan suara jiyeon yang lembut dan penuh kesedihan juga berhasil membuat penonton puas malam itu. Saat benyanyi dipikiran jiyeon hanyalah mir berharap mir ada di antara ribuan penonton yang hadir malam itu berharap mir akan bertepuk tangan seusai jiyeon bernyanyi berharap ia akan berdiri memuji suara jiyeon bahkan berdiri bersama jiyeon dipanggung itu,  namun semua itu hanya hayalan bagi jiyeon.

‘aku bernyanyi untukmu namun ini aneh kau malah tak ada disini’ucap jiyeon disela duetnya dengan yesung.

‘jiyeon~a berhentilah berharap’ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca menahan isak tangisnya.

Terdengar suara tepukan penonton. Jiyeon kebelakang panggung untuk berganti kostum sementara the white sedang perfom sekarang dan berlanjut lagi dengan penampilan solo dari jiyeon.

“tinggal 2 lagu lagi”ucap donghae yang tetap stay mengawasi jalannya acara.

“ne”ucap jiyeon mengerti dan naik ke atas panggung.

“apa kalian sudah merasa terhibur sekarang?”

“ne”

“apa kalian ingin mendengarku menyanyi lagi?”

“ne”

jiyeon yang mengenakan gaun mini yang sedikit santai karna ia akan menyanyikan lagu ciptaannya khusus untuk fansnya beserta yang telah setia bersamanya saat ini.

“hm, lagu ini adalah lagu yang sangat khusus karna lagu ini ku ciptakan untuk semua orang yang selalu setia disampingku ,menyemangatiku, untuk orang yang selalu memarahiku, menasihatiku, untuk orang yang selalu meminjamkan bahunya untukku disaat aku sedih, serta orang yang selalu mendukungku dan mempercayaiku terima kasih chingu, ya thanks friends”

jiyeon mulai bernyanyi dengan senyum manis yang tak hilang dari bibirnya. Saat dibagian reff jiyeon terkejut ‘bukankah ini lagu pertama kali kunyanyikan?’ karna seluruh fans bernyanyi bersamanya diiringi para member the white, queen, manajer, bora , penari dan semua pendukung acara saat itu.

Jiyeon yang sangat merasa bahagia saat itu tak tahan jika tak menitihkan airmatanya. diiringi tepuk tangan dan pelukan dari semua orang terdekatnya yang ada di atas panggung. Sedangkan donghae bertepuk tangan dengan senyum simpul khasnya dari balik layar yang mengawasi jalannya showcase.

Semua orang bertepuk tangan dan sedih karna acaranya akan selesai tapi ternyata itu bukanlah lagu terakhir karna jiyeon akan menayikan satu lagi sebelum acara tersebut akan ditutup.

“jiyeon~a”panggil donghae ditengah gemuruh tepuk tangan dan suara penonton.

“apa kau mendengarku?”terdengar suara donghae dari earphone yang dipakai oleh jiyeon.

“ne, oppa”

“baiklah dengarkan aku, sampaikan apa yang ingin kau sampaikan saat ini. Dan nyanyikan satu lagu lagi, Jangan turun dari panggung tetap lah stay di situ”ucap donghae

“nyanyikanlah lagu yang pernah kau nyanyikan waktu itu. Itu lagu yang sangat bagus”bisik bora sebelum meninggalkan panggung.

jiyeon bingung harus berkata apa sekarang ia hanya terdiam tersenyum berdiri diatas panggung.

“apa yang kau lakukan? Jangan hanya diam bicara sesuatu”ucap donghae.

“terima kasih atas kehadiran kalian semua, aku tak menyangka bahwa reaksi penonton akan seperti ini. Terima kasih karna kalian telah menyempatkan mendukungku untuk kembali bernyanyi dan terima kasih masih mempercayai dan setia pada diriku setelah skandal waktu itu.terima kasih sekali lagi. Kalian tau didunia ini mempunyai 3 masa:  kemarin, saat sesatu itu telah menghilang dengan apa yang ada didalamnya. Scandal itu,  ingat tidak? Bukankah ia telah hilang dengan seiringnya waktu . Esok, adalah hal yang tak akan pernah kau tau, impian? Aku tak pernah tau sampai kapan aku berdiri kokoh dengan impian yang telah kuraih saat ini, aku tidak tau apa besok  aku masih bisa berdiri diatas panggung, aku juga tak pernah tau apa yang akan terjadi padaku esok. Dan hari ini adalah milikmu hari dimana aku berdiri dipanggung ini untuk kalian.  Tugas kita sebagai manusia ialah berusaha seolah-olah batas-batas impian itu tidak ada , jadi bagaimana  kita berusaha ? Bermimpilah karna Tuhan akan mewujudkan impian itu seperti aku saat ini.  Baiklah, Izinkan aku menyanyikan sebuah lagu yang penuh kenangan ini, seharusnya aku menyanyikannya bersama seorang chingu”

“siapa menurutmu?aku berharap ia akan bernyanyi bersama dengan mir oppa”komentar salah satu penonton yang duduk di tengah-tengah ribuan orang.

“tapi  ku rasa ia sibuk dan tidak bisa hadir saat ini”ucap jiyeon.

“yah,  padahal pasti sangat keren jika mereka berduet”komentar penonton yang lainnya.

“aku meminjam lagumu, maaf menyanyikannya seorang diri.”

lampu mulai dimatikan sesuai dengan aba-aba dari donghae. Alunan musik mulai terdengar.

jiyeon~a. saeroun sangeul mandeumnida, geudaeuman bol su itge geurigo , geudaeuman deurel su itge saranghae~

“jiyeon~a. Kita akan membuat  cinta yang baru, jadi lihatlah saja  dan kau cukup dengarkan saja,  saranghae”

terdengar seseorang berbicara dengan sorot lampu yang terang ke arah penonton. Yang membuat penonton histeris karna mir tiba-tiba muncul.

‘mir’panggil jiyeon dalam hati.

sejak awal mir muncul dari tengah penonton mata jiyeon seakan tak ingin berkedip melihat ke arah mir. Ia masih diselimuti rasa tak percaya karna mir benar-benar datang dan menyanyi bersamanya diatas panggung.

‘jika ada seseorang yang bertanya apa keinginanmu saat ini? Aku ingin waktu berhenti sekarang. Ya sekarang juga! Diwaktu kau tersenyum menatapku! Tatapan itu oh Tuhaan aku tak ingin ini berlalu’pinta jiyeon dalam hatinya seraya tak sedikitpun mengalihkan pandangannya ke mir.

ditengah lagi mir meraih tangan jiyeon dan dengan senang hati jiyeon mengenggamnya dengan erat dan hal ini membuat teriakan riuh penonton semakin heboh.

Mir benar-benar membuat hati jiyeon mencair seperti es batu yang diletakkan dipadang pasir yang sangat panas, meleleh secepat kilat.  hanya dengan tatapan mir dengan senyum simpulnya jiyeon seketika melupakan perlakuan mir saat itu.

‘dengan kau berdiri disini, agendaku lengkaplah sudah’ucap jiyeon.

“deo  keuge malhalge nan neoman saranghae yeongwonhi”

“aku akan mengatakan sekeras-kerasnya, aku hanya mencintaimu selamanya”

lirik lagu terakhir yang dinyanyikan oleh jiyeon diiringi tepuk tangan para penonton yang hadir.

Donghae mulai menyalakan kembang api menandakan showcase telah berakhir. Tanpa menunggu lagi jiyeon mendekati mir dan memeluknya dengan erat. Karna tau akan seperti itu donghae juga mematikan lampu agar para fans tidak melihat saat itu jiyeon memeluk mir.

Senyum jiyeon tak pernah lepas dengan airmata bahagia yang sedikit membasahi pipinya.

“aku merindukanmu”ucap mir.

“sudah berhentilah memandangiku seperti itu. Jika memandangiku terus kau akan bosan nantinya”ucap mir yang sedang berdiri di pinggiran sungai han.

“tidak”

“kenapa? Apa kau masih tidak percaya aku dihadapanmu sekarang?”

jiyeon mengangguk sambil terus memandangi mir.

“babo”ucap mir.

Saat mendengar mir bilang sepeti itu dengan sigap tangan jiyeon memukul kepala mir.

“aduh, sakit!”keluh mir memegang kepalanya.

Jiyeon hanya tertawa bodoh dan meninggalkan mir.

“jiyeon~a”

“ada apa?”ucap jiyeon yang tetap berjalan menuju kursi tanpa membalikkan badannya.

“maaf waktu itu aku meninggalkanmu”

langkah jiyeon terhenti dan menggelengkan kepalanya kebelakang.

“apa?”

mir mendekat dan menyeret jiyeon duduk dan bicara.

“maaf karna aku tidak mempercayaimu. Maaf tidak…”

“sudahlah jangan merubah suasana saat ini”potong jiyeon.

“maaf, tapi aku rasa aku harus menjelaskan semuanya”

jiyeon hanya diam kali ini. Untuk beberapa saat mereka hanya duduk berdiam diri hari semakin malam namun mir tak juga bicara begitupun dengan jiyeon.

“hmm, mengapa aku meninggalkanmu waktu itu apa kau tak ingin menanyakannya?”

jiyeon diam ‘apa maksudmu? Mengapa tiba-tiba harus membicarakan soal itu. Tidak bisa kah nanti saja’keluh jiyeon dalam hatinya.

mir menghela nafas panjang dan kembali bicara.

“itu karna aku tidak mempercayaimu?”

‘apa? kau tidak mempercayaiku? Apa maksudmu? Bukankah sebuah hubungan dibangun dari rasa percaya?’ucap jiyeon dalam diamnya.

“aku bodoh karna lebih mendengarkan kakakku. Ia terlalu protektif padaku sampai-sampai ia beranggapan kau itu hanya akan mempermainkanku. Kau terlalu dekat dengan appa itu mungkin membuatnya pernah membencimu”terang mir.

Jiyeon lagi-lagi hanya diam dan sesekali menghela nafasnya mendengar penjelasan mir.

“ia membencimu dan melakukan apapun agar aku pun membencimu.  Dia begitu karna dia dan appa dulu…”

“ia aku tau tentang itu”potong jiyeon yang baru mengeluarkan suaranya.

“jadi kau meninggalkanku karna hanya salah paham begitu?”

“iya, bukan hanya itu. Aku bahkan sempat berpikir untuk melupakanmu”

jiyeon lagi-lagi tercengang mendengar pengakuan mir.

‘hah, bukankah ini yang kau tunggu bertahun-tahun ini. Kau bilang akan mendengarkan apapun alasannya bukan? Jadi jangan protes tetap tenang dan dengarkanlah jiyeon’

“itu semua karna aku merasa kau juga pasti telah melupakanku dan  lebih memilih appa”

“baiklah, pertama appa menyayangiku, melindungiku, mengkhawatirkanku itu tak lebih karna ia menganggap seorang adik, adik. Lalu tentang bora eonni aku sudah tau semuanya dia sudah menjelaskannya padaku. Tentang melupakanmu, asal kau tau sedetikpun aku tak pernah mau melupakanmu”

mir hanya terdiam.

“sudahlah jangan membahas ini lagi. Anggap saja tak pernah terjadi”ucap jiyeon.

Mir menatap jiyeon dalam-dalam  mendekatinya dan memeluknya.

“maafkan aku”

“berhentilah meminta maaf, aku bosan mendengarnya”

“lalu aku harus bagaimana?”

“cukup diam dan memelukku saja”ucap jiyeon dengan tersenyum.

Malam semakin gelap jam tangan jiyeon sudah menunjukkan pukul 3:15 pagi mereka pun memutuskan untuk segera pulang.

“jangan melihat ke arahku terus, jika kau melihatku terus kau bisa menabrak nantinya.menyetirlah dengan baik”protes jiyeon.

Sesampainya di depan rumah jiyeon.

“hati-hati ya”ucap jiyeon sambil melambaikan tangannya.

“jiyeon~a”panggil mir keluar dari mobilnya.

mir berlari kearah jiyeon.

“ada apa?”tanya jiyeon.

mir mendekat dan mencium pipi jiyeon kemudian pergi. Jiyeon hanya bisa tersenyum malu memegangi pipinya karna tingkah mir.

Jiyeon pun masuk ke dalam rumah, dan langsung berbaring dikamarnya. Hpnya bergetar DRRDRRRRR~

“yeoboseyo~”

“ke jendelamu sekarang”

“yakh!mireu~ kenapa masih disitu?”

“anyia, aku hanya ingin melihatmu saja sebentar lagi”

“babo, sudah pulanglah cepat”

“saranghae jiyeon~a”

jiyeon hanya tersenyum melihat tingakh mir berputar-putar di depan rumahnya.

“hm” lalu menutup telponnya.

Mir melengkungkan tangannya diatas kepalanya sehingga membentuk love. Dan mengucapkan ‘saranghae’ dan sedikit berputar-putar seperti penari balet.

Jiyeon yang melihatnya dari kejauhan hanya tertawa melihat kelakuan anehnya mir.

Tak sehari pun tak dilewatkan mir bersama jiyeon. bisa memeluk jiyeon, mengenggam tangannya, mengucapkan selamat pagi, memikirkan jiyeon, merindukan jiyeon, bahkan menemani kemana jiyeon Pergi.

“hari aku ingin ke tempat latihan, antarkan aku kesana saja dulu lalu kau pulang”ucap jiyeon.

“aku akan menemanimu saja”

“tidak perlu, bukankah seharian ini kita bersama-sama terus. Jadi kali ini pulanglah dan beristirahat yang cukup”

“ahh, baiklah”

sesampainya jiyeon turun dari mobil dan melambaikan tangannya ke arah mir.

“hati-hati”

setelah mobil mir menjauh jiyeon pun berjalan menuju ruangan bora.

Saat akan mengetuk pintu terdengar perdebatan bora dengan seseorang.

“aku akan mengambil alih semuanya. Kau akan kembali menyanyi lagi begitupun dengan donghae kalian sudah terlalu lama vakum jadi aku akan merencanakan beberapa bulan ke depan kalian akan comeback. Perusahaan sudah terlalu banyak menderita kerugian. Pertama karna kasus skandal waktu itu, lalu mir tiba-tiba kabur dari konser di thailand itu sangat menguras uang perusahaan untuk menganti rugi. Belum lagi kontrak the white banyak dibatalkan karna insiden di thailand waktu itu begitu juga dengan jiyeon yang kontraknya banyak di batalkan”ucap lelaki itu panjang lebar.

“tapi bukankah jiyeon sudah kembali, tawaran syuting juga sudah kembali normal. Showcase kemarin juga berjalan dengan baik”

“memang benar, tapi agensi pusat sudah memutuskan kalian akan pindah ke jepang jiyeon, queen, kau dan juga donghae beserta the girl.”

“aku takkan ke jepang bukan kontrakku sudah berakhir?”ucap donghae.

“lalu bagaimana dengan the white?”tanya bora.

“sesuai dengan keputusan yang ada kami akan memperpanjang kontrakmu untuk segera comeback di jepang dan the white kami tidak akan mengambilnya lagi. Karna perusahaan akan segera membubarkannya”

jiyeon tercengang mendengar hal itu.

“apa?”ucap donghae dan bora bersamaan.

“bagaimana seperti itu?”

“kami telah mencarikan agensi yang akan menampung mereka nantinya, tapi aku tidak yakin mir akan diterima”

“apa tidak ada jalan lain? Seseorang haruslah mengalah”

“bagaimana jika aku saja”ucap bora menawarkan dirinya.

“tidak bisa, kau masih terikat kontrak dengan agensi pusat, hanya ada dua pilihan queen atau the white”

jiyeon membuka pintu.

“aku saja. Keluarkan aku saja”ucap jiyeon yang membuat yang ada diruangan itu melirik ke arahnya.

“jiyeon”ucap donghae berdiri.

“aku tidak apa-apa, lebih baik mengorbankan satu orang daripada harus mengorbankan 4  orang. Jadi aku saja”

“tapi agensi pusat sangat ingin mengontrakmu”

“aku belum terikat kontrak bukan?bukan kah berarti kau baru akan menawarkanku kontrak? Anggap saja aku menolaknya dan kau menawarkannya kepada the white”

“apa kau yakin ? ini kesempatan baik untuk karirmu”

“ya, aku yakin. Queen dan the white bukankah mereka juga memiliki fans tersendiri? Bukankah the white sangat diminati di jepang? Lalu hanya soal kaburnya mir mereka harus menanggungnya semua? Ku rasa itu tidak adil. Mir kabur karna aku jadi biarkan the white dan aku akan berhenti sampai disini”

“yakh! Jiyeon~a. Apa maksudmu?”

“tidak apa-apa oppa”

“baiklah karna kau menolak tawaran baik ini aku akan membicarakan untuk menarik kembali the white”ucap pria itu lalu berpamitan untuk pergi.

Setelah pria itu pergi jiyeon duduk dihadapan bora dan donghae.

“yakh! Apa yang kau lakukan?”

“tenanglah oppa, aku tau apa yang telah ku lakukan. Ini yang terbaik”

“ini sama saja membunuh karirmu”

“tidak apa-apa Jika aku harus menjadi orang biasa lagi itu lebih baik daripada harus mengorbankan 4 orang temanku demi aku”

“jiyeon~a”ucap bora dengan nada lirih.

“gwencanha eonni”

jiyeon segera keluar ruangan setelah menenangkan bora dan donghae diikuti donghae dan bora yang mengantarkannya keluar.

“Sudah tidak usah mengawatirkanku aku akan baik-baik saja.oia, ku harap ini tidak diberitahu pada yang lain”ucap jiyeon lalu segera pergi namun teringat akan sesuatu.

“oh, oppa bukankah semalam kau bilang akan bicara dengan bora eonni? Kalau begitu aku pergi saja sekarang.”

“apa? Tidak”

“ahh, oppa dibicarakan itu akan lebih baik jadi bicarakanlah sekarang sebelum semuanya terlambat. Sudah jangan terus-terusan keras kepala”ucap mei sambil menyunggingkan senyumnya sejenak lalu pergi dengan perlahan mendesahkan nafasnya.

***

“kita akan debut dijepaang”teriak queen yang datang berlari saat seungho, joon, yesung, mir dan jiyeon sedang duduk makan bersama.

“mwo?”ucap joon yang dengan sigap menelan makanan dimulutnya.

“jepang?”ucap seungho dengan muka bloon.

“benarkah?”tanya yesung.

“gjinja?”

queen hanya mengangguk dan sontak membuat seungho, joon, yesung terutama mir langsung lompat-lompat kegirangan.

“ahh, aku sangat menginginkan ini dari dulu. Bisa seterusnya mengeluarkan single di jepang”ucap mir dengan penuh rasa bahagia.

Mir tiba-tiba berhenti berteriak dan melompat-lompat ketika melihat respon jiyeon biasa-biasa saja ketika tau berita tentang debut ke jepang. Mir kembali duduk mendekati jiyeon.

“ada apa ? Apa kau Tidak senang?”

“ah,anyi”ucap jiyeon menggeleng-gelengkan kepalanya.

“lalu ada apa?”

“ah anyi. Aku baik-baik saja. Aku senang kalian bisa ke jepang”

“apa maksudmu? Bukankah kau juga ikut”

“ahh, iya. Maksudku kita semua, iya”ucapnya tersenyum bodoh.

***

“mana barangmu?”tanya mir sambil memegang tiket di tangannya.

jiyeon hanya diam dan terus tersenyum ke arah mir.

“kenapa menatapku seperti itu?”tanya mir yang semakin bingung.

Jiyeon memegang tangan mir.

“jangan bilang…”

jiyeon mengangguk.

“aku tidak akan pergi”

“apa?kau jangan bercanda”

“aku tidak bercanda. Aku benar-benar tidak akan ikut”

mir menarik tangannya sehingga terlepas dari tangan jiyeon.

“oppa cepatlah”teriak queen dari dalam ruang tunggu.

“pergilah”

“kau bercanda kan ? Bagaimana bisa menyuruhku untuk meninggalkanmu lagi?”

“kau hanya pergi dari sisiku untuk sementara bukan? Bukan berarti kau pergi dari hidupku”

“aku tidak akan pergi”ucap mir dengan ekspresi kesal.

“yakh!apa yang kau lakukan!kau harus pergi”ucap jiyeon meraih tangan mir.

mir hanya diam menatap dalam-dalam ke wajah jiyeon.

“pergilah”ucap jiyeon mengalihkan pandangannya dengan matanya yang menahan airmatanya ke arah mir.

“lihat aku”ucap mir.

Jiyeon kembali mengacuhkan mir.

“sudah ku bilang pergilah. Aku akan baik-baik saja”ucap jiyeon dengan setetes airmata yang turun dari pipinya.

“kau bohong”

jiyeon menenangkan dirinya dan kembali membujuk mir.

“yakh!kenapa tidak mau pergi?”ucap jiyeon.

“masih bertanya? Apa masih perlu aku jawab hah!”

“sudah ku bilang aku akan baik-baik saja. Aku tidak apa-apa. Aku bisa jika sementara ini tak bersamamu. Aku bisa”

“jiyeon~a”ucap mir sedih.

“yakh”teriak jiyeon memukul mir.

“sudah ku bilang jangan seperti itu jangan menangis seperti itu bodoh!kau itu laki-laki”

mir memeluk jiyeon.

“jiyeon~a, katakan jika kau tak ingin aku pergi”

‘mir, aku tak ingin kau pergi. Jangan pergi. Tetap disini denganku’ucapnya dalam hati.

“tidak, sekarang pergilah. Bukankah kau sudah berjanji pada ibumu apapun yang terjadi batu sebesar apapun yang ada didepanmu akan kau lewati? Demi cita-citamu menjadi seorang yang terkenal?”

“aku sudah terkenal sekarang”

“tidak lagi, kau bahkan hanya orang biasa sekarang”

“siapa bilang aku punya banyak fans setia”

“fans? Ya, kau masih idola di depan para fans. Bagaimana dengan orang lain?tidak bukan?”

mir diam antara mengerti dan bingung.

“pergilah”tambah jiyeon.

“jiyeon~a, bisakah jangan berkata seperti itu”

“kau punya impian akan mewujudkan semua permintaan dari seorang fans bukan? Jadi sebagai seorang fans mu bisakah kau mewujudkan permintaanku untuk pergi kejepang tanpa ku?”ucap jiyeon bergetar dengan sedikit senyum simpul terpaksa di bibirnya.

“yakh!”

“kumohon pergilah!”kata jiyeon dengan airmata yang tak tertahankan lagi.

“baik”

jiyeon diam.

‘jangan pergi’ucapnya dalam hati.

mir berjalan hendak memasuki ruang tunggu.

“jika ada waktu beri aku kabar tentangmu”ucap jiyeon.

Mir terhenti. Jiyeon memalingkan tubuhnya berniat untuk segera pergi.

Seseorang menariknya dan memeluknya dengan erat.

“berjanjilah kau akan tetap baik-baik saja”

jiyeon mengangguk dengan pipinya yang telah di banjiri airmatanya.

Mir mengusap airmata jiyeon begitu juga jiyeon mengusap airmata mir.

mir berlalu, pesawat telah membawa artis white entertaiment berangkat ke jepang tanpa jiyeon seorang.

Jiyeon berjalan keluar dari bandara dengan wajah lesuh dan penyesalan.

“seharusnya aku menahannya pergi dari sisiku, tapi jika seperti itu sama saja aku begitu egois padanya”ucapnya mengusap airmatanya sendiri.

Jiyeon melangkah masuk kedalam taksi. Tiba-tiba hpnya bergetar.

Drrrrdrrrrdrrrr..

‘from: haeoppa 😀

adikku, maaf oppa meninggalkanmu sendirian. Oppa pamit dulu, oppa sedih meninggalkanmu. Maafkan oppa ya. Jika oppa ada waktu oppa pasti akan mengunjungimu di korea. Adikku aku menyanyagimu ^^’

“bahkan kau pun meninggalkanku. ne, oppa. Aku juga menyayangimu oppa”ucap jiyeon pada hpnya yang didekatkan ke mulutnya.

***

“selamat ulang tahun”ucap jiyeon di depan sebuah foto yang ada dikamarnya.

“ahh, sudah 5 tahun berpisah. Aku rasanya mau mati. Tapi entahlah ku rasa aku masih bertahan untukmu”tambahnya.

“27 tahun? tapi jika dilihat di TV kau begitu masih tampan”ucap jiyeon pada poster dan foto-foto yang ada di kamarnya.

“jiyeoonn”

“ne, eomma”

“cepatlah turun. Cuci mukamu dan segera sarapan”

“ne”

“eomma memanggilku untuk sarapan. Aku akan turun dulu”

***

“tidak bosan bicara pada foto dan gambarnya saja?”

“ahh, eomma. Eomma belum melihatnya jika melihatnya eomma pasti akan mengangumi ketampanannya”

“sudahlah, jika dia masih mengingatmu atau mengenalimu”

“eomma! baik, jika ia kembali ke korea aku akan buktikan eomma. Dia itu masih untukku”

“sudah, cepat makan. Kau akan terlambat nanti ke sekolah”

“hm”ucap jiyeon mengangguk.

***

“guru yun”teriak salah seorang yang berseragam murid.

“hm, min ah”ucap jiyeon yang biasa dipanggil muridnya dengan sebutan guru yun.

“apa guru bisa menjawab satu pertanyaanku?”

“ne, tentu saja”

“apa yang membuat dulu guru begitu banyak penggemar dan terkenal?”

“hmm, menurutku aku tak seterkenal apa yang kau maksudkan. Aku hanya entertainer yang biasa-biasa saja”ucap jiyeon rendah hati.

“apa ya? Yang membuatku seperti itu? Ku rasa karna guru ini orangnya penuh dengan semangat”

“oh, benarkah seperti itu? Aku sangat ingin menjadi seperti guru”

“jangan sepertiku seutuhnya, kau mau mengakhiri masa jaya mu dengan menjadi guru sepertiku begitu?”

“tidak, aku akan tetap bertahan. Jika aku jadi guru aku pasti sudah debut ke jepang dengan teman-teman agensi yang lain”

“baguslah jika kau mengerti”

“bisa beritahu aku mengapa memilih keluar dari agensi?”

“chingu~”

“karna chingu~”

“hm”ucap jiyeon pergi meninggalkan muridnya.

“tidak ada salahnya berkorban demi seorang teman”tambahnya dengan tersenyum simpul ke arah siswanya.

***

seseorang berdiri melamun di pinggir sungai han sambil mengingat masa lalunya.

*flashback

“bagaimana bisa meninggalkanku seperti ini? aku meninggalkan impianku demi pengecut bodoh sepertimu”teriak jiyeon di salah satu kamar rumah sakit.

mir yang tadinya mau membuka pintu mengurungkan niatnya memasuki kamar tersebut.

*endflasback

“aku meninggalkan impianku demi pengecut bodoh sepertimu…aku meninggalkan impianku demi pengecut bodoh sepertimu..aku meninggalkan impianku demi pengecut bodoh sepertimu..”kata itu terus saja tergiang di kepalanya.

*flashback

“eomma….”teriak seorang anak yang membuat langkah mir terhenti.

“oh, sudah pulang? Siapa yang mengantarmu?”ucap wanita cantik itu duduk manis menatap anaknya.

“aku ikut dengan ibunya shin. Aku tau ibu pasti tidak sempat menjemputku makanya kuputuskan untuk ikut dengan shin”

“ahh, anak pintar. Kalau begitu ayo ikut keruangan ibu, pasti kau sangat lapar bukan?”

“hm tentu saja”

“eomma?kau punya anak?”ucap mir melepas kacamatanya sesaat kemudian memakainya kembali lalu pergi.

*endflashback

“hahhh,jiyeon”

“jiyeon~a, kenapa dulu kau menyuruhku pergi? Wae?padahal aku masih mau ada disisimu. Kalau kau juga ingin bersamaku apa alasanmu menyuruhku pergi? Mengapa kau tidak menungguku?”

Mir tersenyum”orang bodoh mana yang mau menunggu dua kali?”

“aku, orang bodoh itu adalah aku”terdengar suara yang taka sing buat mir.

“aku pasti begitu merindukannya, bahkan dalam khayalku pun suaranya begitu nyata terdengar”

Mir memalingkan wajahnya terlihat wanita yang ia maksud sedang berdiri di sampingnya dan tersenyum ke arahnya.

Mir memukul kepalanya.

“jangan mengangguku lagi, aku tidak mau membuatmu terluka lagi”

Anak kecil datang menghampirinya sambil membawa kertas.

“bisa kah kau tanda tangan di kertas ini?”Tanya anak itu.

Mir hanya diam.

“aku mohooon, ibuku begitu sangat mengidolakanmu. Dia bilang kau adalah idola pertama dan terakhirnya”ucap anak tersebut memohon.

Mir masih saja terdiam.

“paman…ku mohon. Aku ingin memberinya tanda tanganmu sebagai kado ulang tahun untuknya”

Mir tersenyum dan mulai sadar bahwa ia pernah melihat anak ini sebelumnya.

“siapa namamu?”

“namaku miyoung, park miyoung dan ibuku park jiyeon. Ibuku itu sangat cantik”

“benarkah?”

“hm, jika paman bertemu dengannya paman pasti langsung jatuh cinta padanya”

“anak ini, mengapa kau seyakin itu”

“paman sini aku bisikkan sebuah rahasia”ucap miyoung sambil melambai-lambaikan tangannya memberi isyarat agar mir mendekat padanya.

“sebelum aku lahir ibuku itu adalah penyanyi. Kau tidak tau? ”

Mir menggelengkan kepalanya.

“park jiyeon, paman terlihat seumuran dengan ibuku masa paman tidak mengenalnya?”

“tidak”ucap mir sambil tertawa.

“ahh, paman payah”

Seorang wanita tersenyum dari kejauhan berjalan mendekat kearah mereka.

“karna anak ini aku tidak pergi”ucap wanita itu yang membuat mir terperangah seketika. Ia bangkit dengan ekspresi wajah tak percaya.

“eomma..”

“jiyeon~a”

Jiyeon tersenyum, miyoung berlari kearah jiyeon.

“paman, kau berbohong. Katamu kau tidak mengenal ibuku”

“miyoung, tidak sopan berkata seperti itu. Cepat minta maaf”

“ia, paman maafkan aku”

“miyoung, kau ke mobil ya. Tunggu ibu”

“hm, baiklah”ucap miyoung berlari ke mobil.

Mir hanya terdiam memandangi wajah jiyeon.

“sampai kapan memandangi terus? lihat matamu itu sudah hampir keluar”ucap jiyeon tersenyum.

Mir hanya diam, ia masih dipenuh rasa tak percaya.

“apa kau tidak merindukanku?”tanya jiyeon.

“yakh! Yongyong~a. apa kau tuli?”

Mir melangkahkan kakinya mendekati jiyeon.

“apa boleh aku memeluk idolaku?”Tanya jiyeon dengan meneteskan bulir air matanya.

Mir hanya diam, menarik jiyeon dalam pelukannya. Airmata mir terjatuh. Jiyeon membalas pelukan mir dengan erat.

“tetaplah disisiku jangan menyuruhku untuk pergi lagi. Cukup sudah melepaskan impianmu karnaku”ucap mir.

Mendengar ucapan itu jiyeon melepaskan pelukannya.

“sudah ku bilangkan! Aku tidak melepaskan impianku”

“jadi apa?”

“ini pilihan, aku tidak pernah melepaskan aku hanya memilih jalan hidupku. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu”

“tapi..”

“sudah kukatakan tadi aku memilih tidak pergi bukan hanya karna kau. Tidak! Anak itu yang membuat langkah ku berat meninggalkan korea”

“maaf karna perbuatanku kau yang harus jadi korban, kalau bukan karnamu hyung-hyung ku pasti akan sangat kecewa karna harus menghentikan karirnya hanya karna kesalahanku”

“itu bukan salahmu! Sudah kubilang itu pilihan. Bukankah kau berbuat kesalahan karna menemaniku? Kenapa gengsimu begitu besar?terima kasih waktu itu, terima kasih karna menemaniku saat aku koma, terima kasih. Karna begitu sibuk aku sampai tak bisa menghubungimu”

Mir memeluk jiyeon.

Beberapa lama mereka hanya terdiam dan saling memeluk erat diri mereka masing-masing.

“eomma?”teriak dayoung yang membuka kaca mobil.

“dayoung”panggil mir yang terkejut melihat dayoung juga ada disana.

Jiyeon menjelaskan semuanya bahwa ia tak memilih ke jepang semua karna dayoung dan miyoung. Ayah miyoung meninggal karna kecelakaan, ibunya meninggal setelah koma selama seminggu. Aku bingung jika bukan aku yang merawatnya siapa lagi? Saat itu hanya aku yang bisa merawatnya, aku tak tau siapa keluarga mereka jadi aku memutuskan untuk menghentikan karirku dan focus merawat mereka seperti anakku sendiri ucap jiyeon menjelaskannya pada mir.

Dayoung yang mengenal mir berlari ke arahnya diikuti miyeong.

“appa…apa benar kau appa?”Tanya dayoung.

Tanpa banyak berkomentar mir membuka lebar tangannya menyambut dayoung yang berlari kearahnya. Miyoung yang masih tak tau apa-apa hanya terdiam melihat kakaknya memeluk mir.

“eonni apa ini ayah yang kau maksud?”

“benar. Palli, kemarilah”panggil dayoung agar minyoung mendekat padanya.

“kau tampan paman pantas saja ibu sangat menyukaimu”ucapnya memeluk mir.

Mereka berjalan menuju mobil. Mir menggendong minyoung yang sejak tadi tak mau turun dari dekapan mir. Dayoung dengan wajah kurang bersahabat menggandeng ibunya, ia terlihat begitu cemburu pada adiknya sendiri. Mir dan jiyeon hanya tertawa kecil melihat tingkah minyeong dan dayoung.

“besok aku akan bilang pada teman-temanku bahwa sekarang aku memiliki ayah, mereka akan terkejut dan meminta maaf karna sering mengejekku. Aku akan berteriak keseluruh sekolah bahwa aku itu punya ayah setampan dirimu”puji minyoung.

“ah benarkah? Apa besok aku perlu mengantarkanmu kesekolah ?”Tanya mir.

“kau mau mengantarku? Benarkah ?”

Mir mengangguk dan tersenyum. Mereka pun masuk kedalam mobil. Mir menyetir sedangkan dayoung dan miyeong duduk di belakang dan jiyeon berada disisi mir tanpa henti menatapnya.

“jika menatapku seperti itu terus, kita bisa menabrak karna aku gugup dipandangi olehmu”

Jiyeon tersenyum.

“jadi aku tak boleh memandangimu? Baiklah”ucap jiyeon.

Mir menatap kearah jiyeon.

“wae?lihat kedepan kau bisa membuat kita benar-benar mati nantinya”

Mir tak mempedulikannya dan malah memegang leher jiyeon mendekat kearahnya dan bibirnya mendarat dibibir jiyeon dengan cepat, 5 detik mir melepaskannya dan melanjutkan menyetir.

“apa yang kau lakukan ?bagaimana jika anak-anak melihatnya?”

“mereka sudah tertidur”ucap mir tanpa memandang jiyeon.

Jiyeon mendekat hendak mendaratkan ciumannya dipipi mir namun seakan bisa membaca pikiran jiyeon mir memalingkan wajahnya dan ciuman itu meleset ke bibir manisnya mir. Wajah jiyeon memerah.

“lihat sekarang! Wajahmu begitu merah”ejek mir.

Jiyeon mendesah nafas panjang.

Kau tau mengapa aku begitu menyukaimu? itu karna kau wanita yang kuat. Tak peduli seberapa sering aku menyakitimu kau bahkan tak mau pergi dari sisiku. Jiyeon, kali ini aku benar-benar menyukaimu, menyukaimu. jiyeon, kau juga menyukaiku kan? Tentu saja bukan? Bukankah aku sudah membuatmu yakin sekarang? Bukankah tatapan yang kau maksud seperti saat kau menatapku. Tatapan yang seakan kau berteriak padaku mirrrr aku benar-benar menyukaimu!!

Apa sekarang? apa aku ini mimpi? Aku bertahun-tahun menunggumu mir bertahun-tahun. Tak ada kelelahan sedikitpun terasa. Bahkan hal bodoh pun dapat kulakukan semua hanya untukmu, mungkin. Melepaskan mimpi ku? Bukan lebih tepatnya itu pilihanku, pilihanku menunggumu yang tak tau kau akan kembali padaku ataupun tidak. Senyum yang dulu hanya ku anggap biasa kini menjadi hal yang paling kurindukan di hari-hariku. Mir, aku hanya ingin berteriak pada seluruh dunia kalau aku benar-benar menyukaimu sekarang. Apa kau bisa membaca tatapan mataku ini?

“saranghae”ucap mereka bersamaan lalu tertawa.

jiyeon~a. saeroun sangeul mandeumnida, geudaeuman bol su itge geurigo , geudaeuman deurel su itge saranghae~

“jiyeon~a. Kita akan membuat  cinta yang baru, jadi lihatlah saja  dan kau cukup dengarkan saja,  saranghae”

Ahhhhh……ohhh..

“deo  keuge malhalge nan neoman saranghae yeongwonhi”

“aku akan mengatakan sekeras-kerasnya, aku hanya mencintaimu selamanya”

Soundrack : chocolat one more day & ZIA feat mir – down written love

—–END—–

Akhirnya selesai juga , maaf kalau endingnya mengecewakan sekali lagi maaf 😀

Harap komentarnya 😀 agar dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan.

6 thoughts on “Leaving My Dream Chap 7 (end)

  1. Terharuu bacanya…jiyeon bener2 ngelepas mimpinya demi temen2 n org2 yg dia cintai….

    Nice FF thorrr… Di tunggu FF jiyeon selanjutnya

    🙂

  2. jiyeon jinjja? Ak benar2 bangga padamu.. Melepaskan mimipu hanya demi CHINGU daebak… Semuanya berakhir happy ending….
    Huaaa jiyeon mir belum nikah udh punya anak keekek dua pulak hahahaha
    walaupun bukan anak kandung(?) jiaaah ntah kemana2 koment ak..
    Pokoknya ditunggu lagi ya ff jiyeonnyaaa

  3. q kgum ma jiyeon mlepaskan mimpix hx utk teman2x dan juga org xg dcntaix dan bukan hx itu dy mrelakan mimpix krn dy brtkt mengurus dayoung stlh org tuax mninggl bnr2 krakter xg mulia… Q tunggu krya2 mu xg slanjtx thour

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s