[Part 1] Because I Love You (My Heart)

Author: Kim Key94 (Keyindra)

Genre: Romance, Angst, Sad

Cast:              

Park Jiyeon ‘T-ara’

Baek Suzy ‘Miss A’

Kim Myung Soo ‘Infinite’

Kim Yesung ‘Super Junior’

 

Lenght: chapter

Rating: PG 16

Disclaimer: FF ini aku terinsiprasi dari seorang Elfishsparkyu. Tokoh dan lain – lainnya murni milik Tuhan Yang Maha Esa. Jadi jangn heran kalau ada readers yang pernah baca.

 

Mian baru nongol. ^dijitak readers^. Aduh jadi serba salah. Mian chingundeul jarak teaser sama part 1 nya luammma buanget *alayy lu thor*.

Dipart ini aku buatnya dadakan jadi entah kalian ngerti ga jalan ceritanya. ^author aja bingung^ *maksud loe?. #digorok readers*

Gak usah banyak intro langsung aja cap cuzz”

 

SILAHKAN MEMBACA GRATIS!!!!!…

*****

 

Aku terlalu mencintaimu, meski aku harus melepasmu…….

 

—-Incheon International Airport, Incheon. South Korea.—-

 

Sesosok Yeoja tengah berjalan keluar dari Bandara diikuti seorang namja yang tengah mendorong sebuah rolling yang berisi tas – tas berat. Yeoja itu baru saja mengalami penerbangan dari London, Inggris.

“biar Kubantu.” Ujar seorang pria yang berjalan dibelakangnya seraya menaruh koper berwarna hitam itu kedalam bagasi taksi. Gadis itu mendongak dan melepas kacamata hitamnya seraya tersenyum penuh arti pada namja itu.

“gomawo, oppa.” Namja itu tersenyum manis.

Namja dan Yeoja itu segera memasuki taksi dan menuju kesebuah tempat yang tak asing baginya untuk menemui seorang yang sekian lama ia tak kunjungi.

*****

“Jiyeon-ah. sudah 6 tahun kita tak kembali ke Seoul. Apa kau merindukannya?.”Jiyeon menatap laki – laki berponi dan berpipi sedikit chubby itu seraya tersenyum dan mengangguk pelan.

“aku rindu oppa. Rindu sekali. Ini kota kelahiranku, aku pasti akan kembali.” Jiyeon membuka mulutnya seakan terkagum atas perubahan kota Seoul yang semakin ramai. Beberapa papan reklame elektronik tersaji menyajikan sebuah produk brand-nya.

Jiyeon terdiam sebentar mengingat kenangan saat dirinya berada di Seoul sebelum ia pergi ke London. Tapi ia segera menepis pikirannya itu. Semuanya sudah berakhir, ia kini sudah memulai kehidupan baru dengan namja yang kini berada disampingnya.

“oppa.kapan kita sampai diapartement Jungsoo oppa?.”

Yesung tersenyum seraya menarik Jiyeon kedalam pelukannya dan Jiyeon pun tak menolak untuk menyandarkan kepalanya di pundak Yesung. “sebentar lagi.”desahnya Yesung pelan

*****

Hoammm….

Jiyeon terbangun dan mendapati dirinya sudah berada disebuah kamar yang luas disebuah ruangan. Ia menurunkan kakinya dan berjalan pelan keluar dari kamar tersebut. Terdengar sayup – sayup suara orang saling tertawa.

“op..ppa. kenapa kau tak membangunkanku ketika sudah sampai diapartemen Jungsoo oppa?.” Jiyeon mengerucutkan bibirnya tanda kecewa karena tertidur dan Yesung sebagai suaminya tak membangunkannya. Yesung berjalan mendekatinya dan mengacak rambutnya pelan serta mencium keningnya singkat.

2 tahun pernikahannnya dengan Yesung tak pernah memunculkan rasa menyesal karena menerima pinangannya. Meskipun masa lalu Jiyeon sedikit mengganggunya namun tak menyurutkan tekad Yesung untuk menikahinya.

“dan kau Jungsoo oppa apa kau tak merindukan dongsaeng satu – satunya ini!!.”ujar Jiyeon menunjuk kakak laki – laki satu – satunya itu. Jungsoo kemudian mendekat dan memeluk yeodongsaeng satu – satunya itu.

“bogoshipeo Park Jiyeon..”

“ne. Nado bogoshipeo oppa. Sudah lama aku tak kembali ke Seoul. Aku merindukannya oppa!!.”Jiyeon melepas pelukannya serta matanya celingukan seakan mencari sesuatu.

“kau punya makanan oppa?. Aku sangat lapar..”

“yak!. Park Jiyeon sikapmu sangatlah tak berubah. Setiap kali pergi kesuatu tempat yang kau ingat sellau makanan!.”

“skarang katakan saja kau punya atau tidak?.” Jiyeon kembali mempoutkan bibirnya kembali.

“PARK JUNGSOO!!. Ajusshi yang ganteng cepat berikan makanan padaku.” Rayu Jiyeon dengan jurus wajah innocentnya.

“kau masaklah sendiri, semuanya ada di dalam kulkas itu. Tapi tolong sekalian juga buatkan aku makanan!.” Perintah Jungsoo. Jiyeon sedikit mendelikkan matanya, menghela napas panjang dan meniup poni rambutnya menandakan bahwa sikap kakak laki – lakinya itu tak pernah berubah. Selalu saja menyuruh. Yesung yang melihatnya hanya bisa tersenyum melihat kakak dan adik yang bertengkar kecil seperti ini sambil melipat tangan didadanya.

*****

Jiyeon berjalan membawa dua buah kantong belanja yang bisa dikategorikan banyak. Ternyata kedatangannya di Korea beberapa hari yang lalu membuat ia bermuara di Minimarket. Ia tak menyangka bahwa seorang Park Jungsoo masih saja bersikap seperti itu.  dengan berbagai macam makanan yang dibutuhkan. Ia ingat bahwa hari ini adalah ulang tahun suaminya tercinta. Kim Jongwoon atau ia sellau memanggilnya Yesung. Orang yang kini mengisi hidupnya, memberinya sebuah kebahagiaan. Jiyeon tersenyum sendiri dan tanpa sengaja ia menabrak seorang yeoja kecil.

“mianhae..” ucap Jiyeon melihat gadis kecil itu sendirian dipinggir jalan dengan raut muka yang murung. Ia merunduk dan menekuk lututnya untuk mensejajarkan dirinya sejajar dengan tinggi gadis kecil itu.

Gadis itu mendongak, ia menatap Jiyeon. Ia tersenyum lembut memandang Jiyeon. Sekilas raut muka kedamaian yang penuh senyuman terpancar dari wajah gadis kecil itu.

“hey, mianhae. Ahjumma tak sengaja menabrakmu tadi..”

“gwenchana ahjumma.”

“siapa namamu cantik?. Dimana orang tuamu?.”tanya Jiyeon.

“Kim Jisoo. Ahjumma bisa memanggilku Jisoo. Ahjumma neomu yeppo.”

“gomawo chagi. Berapa usiamu?. Dan dimana orang tuamu?. Jiyeon tersenyum kecil lalu mengusap pelan kepala Jisoo.

“6 tahun. Eomma bilang aku harus menunggunya disini. Sebentar lagi eomma pasti akan datang. Ia pergi membeli bunga sebentar.

“bolehkah ahjumma menemanimu disini?.” Jiyeon memndang gadis kecil itu sejenak. Ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Melihat gadis itu Jiyeon seakan melihat dirinya saat kecil yang kini tercermin dalam diri Jisoo dan mengingatkannya pada seseorang yang mengisi masa lalunya. Namun segera ditepis pikiran itu dan mencoba menghilangkannya.

Jisoo mengangguk, ia kembali tersenyum mengangguk pelan.

“eomma…..” teriakan ceria Jisoo spontan membuat Jiyeon mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang tengah dipanggil oleh Jisoo.

Sesosok yeoja cantik berambut panjang yang mungkin seumuran dengannya melangkah anggun. Sosok yang membuat Jiyeon tersenyum lebar ketika melihatnya. Wanita itu kini tengah memeluk Jisoo dengan penuh kasih. Jiyeon tahu jika wanita itu adalah sosok yang tak asing baginya.

“Suzy-ah…” ucapnya pelan.

Suzy yang merasa dipanggil mendadak terhenti seketika. Pandangannya menatap Jiyeon yang tersenyum lebar. Ia terdiam sebentar. Benarkah ia bertemu Jiyeon disini?. Apa benar itu Jiyeon, Park Jiyeon?.

“eomma. Kenapa eomma lama sekali?.” Jisoo bergelayut manja pada tangan kanan Suzy yang membuat ia tersadar seketika dari keherannannya menatap Yeoja yang bernama Jiyeon itu. Suzy tersenyum kaku seketika. Ia punya firasat bahwa sesuatu akan terjadi padanya dan Jisoo.

“Jiyeon, Park Jiyeon..” ucapnya kelu seakan tenggorokannya tercekat ketika mengucapkannya.

“Suzy –ah.

Seulas senyum penuh rindu terukir dibibir tipis seorag Park Jiyeon. Tanpa pikir panjang lagi ia segera menghamburkan dirinya pada Suzy selaku sahabat yang tak ditemuinya selam 6 tahun ini. Jiyeon menumpahkan semua kerinduannya akan Suzy, sosok sahabat lama yang selalu berada disampingnya. Sementara Suzy hanya sanggup berdiri terdiam mematung kaku memandang nanar dua orang dihadapannya secara bergantian. Jisoo dan Jiyeon.

*****

Jiyeon, Suzy beserta Jisoo berjalan menuju sebuah cafe yang cukup sepi ditengah ramainya kota Seoul ini. Mereka bertiga memilih untuk duduk mendengarkan alunan musik klasik yang tengah dimainkan sambil menikmati makan siangnya.

“kapan kau kembali dari London?. Aku kira kau melupakan kota Seoul ini.” Suzy mulai membuka pembicaraan hanya sekedar basa – basi untuk memantapkan hatinya untuk berbicara lebih lanjut dengan Jiyeon.

“ini hari keduaku berada di Seoul. Dan sudah 2 hari pula aku menginjakkan kakiku di tanah kelahiranku. Aku begitu rindu dengan negara ini dan kebetulan juga Yesung oppa juga tengah mengadakan kerja sama dengan salah satu perusahaan ternama di Seoul.

Suzy tersenyum tipis. “ tapi kau masih tetap sama seperti Jiyeon yang dulu. Dan apakah aku boleh mengetahui siapa itu Yesung?.”

“ahjumma. Bisakah membenarkan pita rambutku ini?. kelihatannya sedikir terlepas.”

Jiyeon tersenyum dan segera meraih pita rambut berwarna ungu itu dan segera menalikannya. Suzy yang menatapnya dengan tatapan lemas,  ia melihat ada kemiripan diantara mereka berdua. Ia merasa bahwa semuanya akan segera terbongkar oleh Jiyeon. Apakah ini sudah waktunya?. Gumam Suzy dalam hati.

“Yesung oppa adalah suamiku. Kami menikah di Inggris 2 tahun lalu. Suzi-ah ternyata sekarang kau sudah berubah. Kau bahkan tak menghubungiku lewat surat elektronik saat kau akan menikah dan sekarang pun aku terkaget kau ternyata sudah memiliki seorang putri kecil yang cantik ini.”

Hati Suzy mencelos seketika, lidahnya kelu seakan tak bisa mengatakan apapun dan terus melirik Jisoo yang terasa nyaman dengan Jiyeon yang ada disampingnya membenarkan pita rambutnya serta memakan es krim yang berada didepannya. Tak kalah dengan Jiyeon yang menatap lekat seorang Kim Jisoo hingga ia menyimpulkan sesuatu yang mungkin ini adalah pemikiran terbodohnya.

“Suzy-ah. Apa benar Jisoo…tak mungkinkan itu Suzy –ah?.” ucap Jiyeon tertahan. Jiyeon segera menatap tajam Suzy yang sedari tadi menundukkan kepala.

“putrimu bernama Kim Jisoo kan?. Bermarga Kim?. Kim…Myung…soo?.” ucapnya bergetar. Entah apa yang berada dipikiran Jiyeon hingga ia dapat mengatakan hal yang begitu saja ia simpulkan.

Suzy masih tetap merunduk. Seketika itu air matanya menetes dari pelupuk matanya. Hanya ketakutannyalah sekarang yang kini tengah melanda hatinya. Ini sudah menduga sebelumnya bahwa ini pasti akan terjadi.

“Kim Jisoo… Suzy-Myungsoo..” Jiyeon menebak pelan dengan suara bergetar. Sementara Suzy masih diam membisu berkecamuk dengan pikirannya membiarkan Jiyeon berpikir dengan pemikirannya sendiri.

“apakah itu benar Suzy –ah? mata dan hidungnya mirip sekali dengan Myungsoo.” Lanjut Jiyeon kemudian.

“ne. Itu benar.” Suzy lemas seketika mengatakannya.

Jiyeon pun tak kalah lemasnya, ia merasakan sebuah kepahitan hidupnya seakan kembali lagi. Sebuah kenyataan yang tengah ia temui sekarang dan tak pernah ia duga kini. Myungsoo, Kim Myungsoo. Namja yang selama ini ia ingin hapus keberadaannya dalam pikirannya tapi hingga kini ia masih mnjadi bagian dari masalalunya yang mempengaruhi kehidupannya kini. Masa lalu yang ia tutup dan terkubur dalam – dalam selam 6 tahun ini, kini terbuka kembali masa lalu yang membuat ia harus lari dari kenyataan dan meninggalkan kota Seoul ke London.

Sekarang saat ia kembali ke Seoul dengan orang yang bernama Yesung itu, namja bernama Myungsoo itu kembali hadir lagi dengan membawa cerita lain dengan kehidupannya bersama Suzy, Bae Suzy selaku sahabat dan saksi perjalan cinta Jiyeon – Myungsoo dimasa lalu. bahkan sekarang mereka menikah dan memiliki seorang putri kecil berumur 6 tahun. Jiyeon merasakan suatu kejanggalan dengan Jisoo dan Suzy. Mereka menikah 6 tahun lalu dan putri mereka pun berumur 6 tahun juga. Jiyeon menatap dalam – dalam Jisoo yang berada disampingnya kini.

*****

“aku tak menyangka ternyata kau sudah menikah dengan Kim Myungsoo.” Ucap Jiyeon pelan dan tersenyum pahit menampakan kecanggungan diantara mereka berdua.

Merasa ada yang janggal Jiyeon kembali menatap Suzy yang sedari tadi gelisah dengan pemikirannya. “Suzy-ah..Mungkinkah ia putriku?.” Tanya Jiyeon terbata.

Suzy termangu seketika, butuh beberapa detik untuk ia mengangguk pelan dengan perasaan seakan menyayat hatinya. Hanya ini yang bisa ia lakukan.

“air mata Jiyeon turun seketika, ia menutup mulutnya karena baru saja menerima hal yang tentu membuatnya terkaget serta untuk dapat menahan isakannya.

“Jisoo putriku. Dia masih hidup?. Jadi dia belum meninggal ketika aku melahirkannya?.” Tanyanya dengan air mata yang kini sudah mengalir deras.

Suzy lagi – lagi mengangguk. Anggukannya menandakan bahwa ini memang benar keadaanya. Jiyeon kembali menangis melihat respon Suzy yang seperti ini. ia tak sanggup, dihadapannya kini tengah berdiri seorang yang ia anggap telah mati dalam kehidupannya. Putri kecilnya, Jisoo.

Jiyeon memeluk erat Jisoo. Menumpahkan segala kerinduannya terhadap malaikat kecilnya itu. Ia tak menyangka jika Tuhan masih memberikan sebuah kebahagian untuk dirinya. Jisoo yang menatapnya tampak bingung dengan apa yang terjadi. Suzy yang melihatnya hanya bisa menangis membiarkan ibu dan anak itu saling melepas kerinduan.

*****

Jiyeon berjalan masuk kedalam apartemennya dilihatnya kakak laki – lakinya itu tengah menyeduh teh hangat disore hangat ini sambil membaca file – file kerjanya.

“oppa. Apa kau yakin jika bayi yang kulahirkan 6 tahun lalu meninggal?. Jawab dengan jujur oppa?.” Jiyeon sedikit meninggikan suaranya menatap tajam Jungsoo seolah mencari jawaban kebenaran tentang semua ini.

Tubuh Jungsoo bergetar seketika. Kenapa adiknya bisa – bisanya bertanya hal seperti itu yang bakan ia sendiri sudah melupakannya.

“kau ini bicara apa Jiyeon-ah. kau tahu sekarang kau telah menikah dengan Yesung, selaku suamimu sendiri.” Jungsoo terkekeh pelan agar suasananya menjadi sedikit lebih mencair, memunculkan kembali kegundahan yang kini terselip dalam pikirannya.

“apa oppa yakin?. Apa oppa lupa dengan seorang bayi perempuan yang kau bawa pergi entah kemana dimana saat aku tak sadarkan diri setelah melahirkan?.”

“Jiyeon –ah. jangan asal bicara kau. Putrimu sudah tak ada, ikhlaskan – lah dia.”

“benarkah dia sudah tak ada?. Jisoo kemarilah sayang.” Panggil Jiyeon.

“siaa…pa anak ini?.” Jungsoo menatap heran yeoja kecil yang kini sedang Jiyeon gandeng memasuki apartemennya. Jisoo mempererat genggaman tangan pada Jiyeon untuk menghadapi semunya. Ini terlalu asing bagi dunia baru anak seumuran 6 tahun.

“Jisoo. Kim Jisoo. Anak dari seorang Kim Myungsoo.” Jiyeon mencibir sinis menatap Junsoo.

“wae, kau tiba – tiba membahas Kim Myungsoo lagi?.”

“lupakan tentang hal itu. Karena aku tak akan membahas namja itu. Kau tahu siapa dia, yeoja kecil yang kini berada didepanmu?!!.” Jiyeon tersenyum simpul menatap Jisoo sambil berjongkok menatap dengan tatapan seorang ibu yang merindukan anaknya. “dia putriku. Putri kandungku!.” Jiyeon menatap Jungsoo lebih tajam kembali. Ia harus mendapat penjelasan atas semuanya ini.”

“MWO?!!.” Lagi – lagi bibir Jungsoo bergetar hebat. Ia tertegun membisu, ia tak tahu harus mengatakan apa pada Jiyeon.

“kenapa kau mampu merahasiakan rahasia ini hingga 6 tahun oppa?. Kenapa kau menyembunyikan kenyataan yang membuat hidupku seperti ini?. kau bilang anakku sudah mati saat aku melahirkannya tapi sekarang apa yang kudapati?. Putriku masih hidup. 6 tahun aku hidup bagai serang bodoh yang telah menganggap putriku sudah tak ada. Kau tega memisahkan seorang ibu dari anknya dan memutus pertalian darah diantara kami?.” Jiyeon menumpahkan semua amarahnya menahan sakit mengetahui bahwa kakaknyalah yag membuatnya seperti ini.

Sementara Jungsoo terdiam membisu dengan semua perkataaan dari Jiyeon. Menatap nanar dua orang didepannya itu.

“kau jahat oppa!. Kau jahat padaku?. Aku tak menyangka bahwa oppa bisa melakukan hal sekejam ini!.”

“ahjumma. Jebal, jangan bertengkar dengan ahsjussi. Tolong jangan marahi dia.” Sebuah kalimat itu tiba – tiba saja meluncur dari mulut mungil Jisoo yang membuat Jiyeon tersadar akan kemarahanya terhadap Jungsoo.

“anii. Ahjumma hanya sedikit emosi. Ahjumma tak marah pada dia.” Jiyeon segera memeluk erat Jisoo berusaha menenangkannya agar gadis kecilnya itu nyaman berada disampingnya selaku ibu kandungnya.

Jungsoo berjlan tertatih mendekati keduanya. Ia melihat seksama Jisoo. Sungguh ia dapat melihat sosok Jiyeon sedang berada didiri Jisoo. Ia tak memungkiri jika Jisoo adalah gambaran saat Jiyeon kecil dan mata, hidungnya mirip sekali dengan Myungsoo selaku ayah kandungnya.

“mianhae Jiyeon-ah. hanya ini yang bisa oppa lakukan. Aku tak punya plihan lain selain mengikuti jalan pikiran appa dan umma.” ucap Jungsoo akhirnya mengakui segalanya.

Jiyeon tetap tak mengindahkan ucapan Jungsoo itu dan masih menatap lekat putri kecilnya itu.

“aku tahu aku salah. Dan mungkin kesalahanku itu tak termaafkan. Tapi ini semua kulakukan demi kebaikanmu.”

“kebaikan?. Kau pikir ada seorang ibu yang terpisah dengan anaknya bia bahagia?. Kau jahat oppa. Kau jahat!!.”

“appa menyuruku untuk membuang bayi itu saat ia lahir. Karena appa sama sekali tak menginginkan hubunganmu dan Myungsoo. Ia terlalu membenci Myungsoo. Lalu umma menyuruhku untuk membuang bayi itu dipanti asuhan, tapi aku kemudian membawanya pada Kim Myungsoo selaku appa kandungnya daripada ia menjadi anak panti asuhan.” Lanjut Jungsoo menjelaskan semuanya.

“lalu setelah appa meninggal. Apa oppa lekas memberitahuku tentang hal ini?. bahkan aku mengetahui hal ini dari orang lain.” Jiyeon mendesis tajam seakan kebncian kini menghinggapinya.

“aku hanya ingin kau tak kembali pada masa lalumu dan hidup bahagia bersama Yesung. Kau dan Myungsoo pernah mempunyai kenangan buruk. Sekarang lakukanlah apa yang ingin kau lakukan pada oppa. Oppa akan menebus semua kesalahan oppa. Kembalilah  pada putrimu dan Myungsoo, jika itu memang yang terbaik tapi tolong jangan sakiti Yesung. Yesung terlalu baik.”

“terlambat.”desis Jiyeon getir. “Apa oppa sadar dengan apa yang oppa katakan. Kau membiarkanku kembali pada Myungsoo, lalu apa yang harus aku lakukan pada Yesung oppa?. Menyakitinya?. Dan lebih sakit lagi, kau tahu dia memanggilku ahjumma. Selaku ibu kandungnya sendiri.

“apakah Myungsoo sudah menikah lagi?.”

Jiyeon mengangguk lemah. Membiarkan Jungsoo merengkuh erat dongsaeng satu – satunya itu. Sekarang ini ia tak tau apa yang harus ia lakukan.

“mianhae, seandainya waktu dapat diputar kembali dan oppa tahu keadaanya seperti ini. Oppa tak akan melakukan semuanya ini.” Jungsoo berbisik pelan. Ia tahu meskipun dengan berbagai cara ia lakukan tak akan mengmbalikan keadaan seperti semula.

–TBC–

Mian aku cum bisa buat segini aja. Tapi tolong hargai karya – karya kami disini dengan meninggalkan jejak berupa komentar.

mian juga kalo alurnya kecepetan and gak dapet feel.

Gamsha chingundeul……

36 thoughts on “[Part 1] Because I Love You (My Heart)

  1. Daebak!!!! super duper keren ceritanya 😀
    q terharu dg kisah jiyeon. . .
    btw, q blm bca teasernya ea?? hhehe
    oiya,, ijin bca part 2 yaaa 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s