[FF Freelance] Oppa, Are You Gay? (Ficlet)

OPPA, ARE U GAY???

 

 

Rating             : PG – 15

Length                        : Ficlet

Genre              : Romance

Main Cast                   : Bae SuJi, Kim Myung Soo ‘L’ Infinite

 

 

 

“oppa, apakah kau gay??” Tanya seorang gadis dengan headband kupu – kupu pada Myungsoo tiba – tiba. Myungsoo terlihat memuntahkan pasta di mulutnya lalu terbatuk – batuk karena kaget. Ia memandang gadis di depannya dengan tatapan tajam, tapi gadis itu seolah tak perduli. Ia menopang dagunya dengan kedua tangan meminta penjelasan dari Myungsoo.

“oppa.. apa itu benar??” tanyanya berbisik mencondongkan tubuhnya ke arah Myungsoo yang terkaget – kaget.

“oppa.. aku bisa menjaga rahasia” lanjut gadis itu lagi. Myungsoo meletakkan garpu dan sendoknya dengan tatapan tak nyaman, lalu memandang gadis di depannya itu dengan tatapan tajam. Apa kau bisa membacanya?? Terlihat jelas tatapan protes dari wajah Myungsoo tak dianggap oleh gadis itu.

“oppa.. apa kau baik – baik saja?? Hampir separuh gadis – gadis di sekolah mengatakan kau gay” gadis itu menepuk pundak Myungsoo mencoba menenangkan. Myungsoo mendesah pelan melihat tingkah gadis di depannya itu lalu beranjak dari tempat duduknya.

“aku mau pulang” ucap Myungsoo dingin meninggalkan gadis cerewet itu begitu saja.

“oppa tunggu” teriak gadis itu menarik tas rajut miliknya dan mengejar Myungsoo.

“oppa.. aku bisa mengerti perasaanmu” lanjut gadis itu di belakang Myungsoo membuat Myungsoo tak tahan dan menghentikan langkahnya hingga gadis itu menabrak Myungsoo.

“oppa.. ada apa??” tanya gadis itu heran. Myungsoo membalik tubuhnya dan menatap gadis itu tajam lalu mendorongnya ke dinding dekat pintu keluar restaurant. Hampir seluruh pengunjung menatap mereka tak nyaman.

“op.. oppa apa yang kau lakukan??” tanya gadis itu syock sambil mengedipkan – ngedipkan matanya tak karuan karena Myungsoo mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah gadis itu. semakin dekat, semakin dekat, dekat….

“op…op..oppa” ucap gadis itu terbata. Ia merasakan hangat nafas Myungsoo masuk ke sela – sela pori – pori pipinya, ia benar – benar tak bisa bernafas sekarang menatap wajah tampan Myungsoo beberapa centi dari wajahnya.

“ada daun basil di rambutmu” ucap Myungsoo sambil mengambil daun basil di rambut gadis itu, sedang gadis itu terlihat sangat syock. Ia memukul – mukul dadanya sendiri yang tiba – tiba berdetak sangat kencang.

“emm..” Myungsoo menyodorkan daun basil di depan gadis itu, ia mengambil tangan gadis itu lalu meletakkan daun basil di telapak tangannya dan beranjak pergi.

“apa aku gila?? Apa aku benar – benar gila” gumam gadis itu memandang kepergian Myungsoo sambil memegang dadanya.

 

 

Suzy terlihat ragu memasuki sekolah, ia beberapa kali menengok kekanan dan kekiri di dekat gerbang sekolah dengan waspada. Ia menghela nafas lega seseorang yang tak ingin ia temui tak terlihat batang hidungnya. Ia menarik rambutnya menutupi wajah lalu mengangkat buku bawaannya, ia berjalan mengendap – endap seperti seorang pencuri. Ia menoleh ke belakang lalu berlari kecil, Suzy menutupi wajahnya dengan kain hitam.

“Suzy… apa yang kau lakukan??” tanya guru Han menahan amarah.

“ssttt… jangan keras – keras guru Han” jawab Suzy berbisik sambil matanya terus waspada.

“lepas” perintah guru Han.

“lepas apa guru??” tanya Suzy cuek tak memperhatikan gurunya itu.

“lalu apa yang kau lakukan dengan rokku??” Bentak guru Han membuat Suzy terbelalak kaget. Ia melihat tangannya yang memegang ujung rok guru Han hingga sedikit terangkat, ia buru – buru melepasnya lalu tersenyum tanpa dosa.

“guru Han, sepertinya sebentar lagi bel masuk sekolah berbunyi. Bukankah guru ada kelas?? Ah… aku juga harus masuk, jadi… permisi guru Han” ujar Suzy mencoba lari dari amukan guru Han. Guru Han memandang Suzy dan jam tangannya bergantian dengan kesal lalu membiarkan murid didiknya itu lari tunggang langgang. Tak jauh dari situ Myungsoo terlihat tertawa geli melihat tingkah Suzy, sedang Suzy memukuli kepalanya sendiri karena kebodohannya.

 

 

Suzy menjatuhkan kepalanya di meja kelas, dari jendela kelas ia bisa melihat Myungsoo sedang bermain bola dengan teman – teman prianya. Ia menghela nafas berat sambil memukuli kepalanya sendiri dengan kesal.

“ottoke.. ottoke…ottokeee” gumam Suzy memandang Myungsoo tanpa berkedip. Ia melihat Myungsoo menendang bola mengenai Choi Minho hingga jatuh. Minho meringis kesakitan membuat Myungsoo mendekat kearahnya, mereka terlihat bercakap – cakap sambil tertawa lalu Myungsoo mendekatkan wajahnya ke arah Minho. Brakkkk!!!!!!!

“noooooooooo!!!” teriak Suzy syok sambil menggebrak mejanya membuat seisi kelas menatapnya heran.

“miiiaanhe” ujar Suzy pelan sambil tersenyum malu pada teman – temannya, Suzy menoleh lagi ke arah lapangan bola dan menadapati Myungsoo merangkul pundak Minho membuat Suzy menganga karena syok.

“ottoke… ottoke” desah Suzy sambil memukuli dadanya pelan.

“aku mencintai seseorang yang jelas – jelas akan menolakku mentah – mentah” ratap Suzy menyadari kemalangannya.

Tak lama pintu kelas terbuka, guru han masuk ke dalam kelas dengan tatapan membunuh ke arah Suzy. Ia tersenyum licik sambil terus memandang Suzy yang hanya bisa menelan ludah menyadari saatnya penghukuman untuknya tiba.

“Bae suji kau maju, tulis jawaban PR minggu lalu kita akan membahasnya” perintah guru Han yang di jawab anggukan pasrah oleh Suzy.

 

 

Suzy melangkah gontai menyusuri koridor sekolah, ia terlihat membawa tumpukkan buku tugas teman – teman sekelasnya ke kantor guru atas perintah guru Han. Ia menghentikan langkahnya ketika melihat kelas Myungsoo, pria yang sukses membuat dadanya berdebar lusa lalu hingga sekarang. Ia tersenyum kecil melihat Myungsoo yang duduk di dekat jendela terlihat mengantuk ketika mendengar penjelasan guru.

“bagaimana bisa orang se cute itu gay?? Aku bahkan tak percaya” dua orang gadis terlihat membicarakan Myungsoo di dekat Suzy.

“heemmm… lihat, bahkan saat tidur ia terlihat manis” ujar gadis berambut pendek.

“tapi ia bahkan tak pernah terlihat jalan dengan seorang gadis, aku dengar ia sering membuat gadis yang mendekatinya menangis karena ia tolak” sahut gadis berkacamata. Suzy menelan ludah pelan mendengar pembicaraan para gadis yang sedang mengawasi Myungsoo di dekatnya. Ia menatap buku tugas di tangannya lalu beranjak pergi meninggalkan obrolan para gadis itu.

 

 

Bel pulang sekolah berbunyi, Suzy buru – buru merapikan buku – buku miliknya ke dalam tas lalu berlari pergi begitu saja. Ia sudah bertekat untuk melupakan Myungsoo apapun caranya, menjauhinya, tak melihat wajahnya mungkin adalah salah satu cara. Myungsoo melihat Suzy dan mencoba memanggilnya tapi dia urungkan. Suzy membiarkan rambut panjangnya terjuntai kedepan seperti sadako lalu berlari ke kanan ke kiri mencoba mengecoh Myungsoo yang mengikutinya. Ketika sudah berada di luar sekolah Suzy terlihat memeluk tasnya lalu berlari sekuat tenaga menghindari Myungsoo.

“oppa..!!! kenapa kau mengikutiku??” protes Suzy sambil terengah – engah karena capek berlari. Myungsoo hanya diam lalu menoleh ke kanan dan ke kiri.

“aku bicara denganmu oppa” keluh Suzy melihat sikap Myungsoo.

“aku??” tanya Myungsoo mendekat ke arah Suzy yang terlihat kelelahan.

“stopp!!! Menjauh dariku seratus meter oppa” teriak Suzy menahan langkah Myungsoo.

“kau kenapa??” tanya Myungsoo heran.

“ohh… eummm anu tidak, aku tidak apa – apa. aku hanya ingin kau menjauh dariku, aku tak mau kau mengikutiku” jelas Suzy salah tingkah.

“kau lupa?? Apa kau sedang diet hingga membuatmu demam?? Aku tak mengikutimu, kita tetangga bukan??” sahut Myungsoo membuat Suzy tertegun, ia mengedip – ngedipkan matanya karena kaget mengira Myungsoo mengikutinya.

“oh.. oh.. oh uh iyaa kenapa aku lupa?? Kenapa aku bisa lupa oppa??” ujar Suzy menutupi malunya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Myungsoo berjalan mendekat ke arah Suzy tapi langsung berhenti melihat tangan Suzy yang memberi ia isyarat untuk menjauh.

“kau tetap tak boleh mendekatiku oppa” perintah Suzy membuat Myungsoo tersenyum geli.

“apa kau menyukaiku?? Apa kau mulai menyukaiku??” tembak Myungsoo membuat Suzy ternganga, reflek ia menutupi mulutnya dengan kedua tangannya lalu merasakan jantungnya berdebar kencang ia segera menurunkan tangannya menutupi dadanya. Ia takut jantungnya melompat keluar dan jantungnya berubah bentuk menjadi lophe – lophe.

“ah… benar kau menyukaiku” ucap Myungsoo menyimpulkan sambil mengangguk pelan menyetujui kesimpulannya itu.

“tidak.. tidakk tidak oppa” elak Suzy. Membuat Myungsoo tertawa lepas kemudian menghentikan tawanya dan menatap Suzy dengan serius.

“apa kau ingat dengan pertanyaanmu ini” ujar Myungsoo lalu berdehem pelan.

“oppa, apa kau gay??” Myungsoo meniru ucapan Suzy sekaligus meniru gayanya tempo lalu. Suzy mengangguk pelan.

“kau ingin tahu jawabannya??” lanjut Myungsoo membuat Suzy menelan ludahnya pelan dengan wajah tegang.

“sebenarnya…… aku…… aku…….” Myungsoo menghela nafas pelan sedang Suzy terlihat menahan nafas menanti jawaban Myungsoo.

“aku… aku selama ini menyukai gadis yang tinggal di depan rumahku, bagaiman mungkin aku seorang gay” jelas Myungsoo mantap membuat Suzy kaget.

“kau bilang di depan rumahmu?? Rumah gadis itu di depan rumahmu??” tanya Suzy tak percaya.

“emm” jawab Myungsoo sambil mengangguk pelan.

“AHAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA” tawa Suzy meledak membuat Myungsoo heran.

“jadi kau selama ini menyukaiku oppa???” tanya Suzy malu – malu sambil memainkan ujung roknya. Ia terlihat salting, wajahnya pun merah merona. Myungsoo hanya tersenyum lalu melangkah mendekat ke arah Suzy, tanpa ada larangan mendekat dari Suzy seperti tadi. Ia menggandeng tangan Suzy lalu menariknya pelan mengajaknya pulang.

“kau sangat tidak peka, aku bahkan banyak menolak gadis cantik karena kau” protes Myungsoo.

“benarkah oppa?? Apa kau benar – benar menyukaiku??” tanya Suzy tak percaya, Myungsoo hanya tersenyum menanggapi gadis di sampingnya itu.

“oppa..!!!”

“hemm”

“oppa..” panggil Suzy lagi membuat Myungsoo menghentikan langkahnya.

“ada apa??” tanya Myungsoo heran.

“kau mau berjanji padaku??”

“em” Myungsoo menatap Suzy heran.

“kau tak akan menyukai Minho oppakan??” Suzy menyodorkan kelingkingnya ke arah Myungsoo.

“babbo” jawab Myungsoo menggosok puncak kepala Suzy dengan sayang lalu berjalan sambil terus menggandeng tangan Suzy yang menatapnya heran.

“sudah kubilangkan aku bukan gay” gerutu Myungsoo sambil tersenyum tipis.

 

 

THE END

68 thoughts on “[FF Freelance] Oppa, Are You Gay? (Ficlet)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s