Only U part 3

Tittle                 : Only U

Author             : FisshyAccount

Length             : Long Chapter

Genre              : Romance, Friend, Drama

Rating              : General

Cast                 : Eunhyuk-SJ, Yoojin-After School/UEE, Kyuhyun-SJ and another cast if you can find it

Author’s Note  : Sangat membutuhkan kritik dan saran @liazuan. Don’t forget RCL~ [Read,Comment,Like]

Kyhyun kembali menatap pantulan dirinya yang telah rapi dengan setelan baju resminya, ia berharap agendanya hari ini akan berjalan lancar dan apa yang selama ini ia sembunyikan bisa tersampaikan dengan baik. Kyuhyun megambil sebuah kaset yang tak lain adalah album single-nya yang rencananya akan dipasarkan hari ini.

Tok tok tok

“ada apa bi?”

“sarapannya sudah siap tuan muda. Anda bisa menikmatinya sekarang.”

“aku akan turun sebentar lagi. Suruh abeoji menunggu sebentar.”

“baik tuan muda.”

Kyuhyun memasukkan albumnya ke tas dan tak lupa mengambil jaket karena cuaca memang sedang dinginnya berhubung salju akan turun tak lama lagi. Ia menuruni tangga dan langsung menuju ke ruang makan yang berada di lantai dasar dekat taman. Sesuai keinginan ibunya dulu ingin menikmati sarapan sambil memandang taman buanga atau melihat indahnya lampu taman yang terang saat mereka makan malam. Tapi sekarang ini hanya ada dirinya dan ayahnya. Kenagan itu hanya bisa ia rasakan sebentar saja sebelum ibunya meninggalkan dunia ini.

“selamat pagi abeoji.”

“pagi Kyuhyun=ah. Kau sangat rapi pagi ini. Ada agenda pentingkah?”

“aku akan pergi ke Kangwondo. Abeoji bisa ikut jika punya waktu kosong, sebenarnya aku ingin akhir pekan kesana tapi aku sudah tidak sabar.”

abeoji sedang sibuk. Hati-hati di jalan. Jangan menyepelakan lalulitas.”

Kyuhyun mengangguk dan memulai mengambil lauk yang sudah tersedia di meja makan. Pagi hari yang sama seperti sebelumnya dan Kyuhyun senang karena bisa menikmati pagi ini bersama ayahnya walaupun masih belum begitu memuaskan baginya. Tanpa disadari, Kyuhyun menatap ayahnya dalam diam dan berpikir bagaimana caranya ia bisa berbakti dan menyenangkan ayahnya. Keputusannya untuk berkarir sebagai penyanyi sudah membuat ayahnya mengalah dan membiarkannya mencapai impiannya. Tapi Kyuhyun tahu bahwa dirinya tak bisa egois terus menerus, karena bagaimana pun juga ia adalah anak laki-laki tunggal yang harus menggantikan posisi ayahnya kelak.

“kau berpikir tentang perusahaan lagi?” tanya ayah Kyuhyun tiba-tiba. Kyuhyun kaget dan kembali bersikap biasa saja sambil menikmati sarapannya.

abeoji sudah bilang padamu untuk jalani hidupmu seperti apa yang sudah kaupilih dan gapailah mimpimu. Jangan pikirkan perusahaan, apa yang harus kau lakukan untuk ayahmu ini, kau pikir ayah tidak mempunyai seseorang yang  bisa dipercaya dan ahli. Kau fokus saja pada karirmu.”

“aku tahu. Abeoji tidak perlu menasehatiku seperti itu.”

“kalau begitu berhentilah mencuri pandang padaku saat makan.”

Kyuhyun kaget saat tahu bahwa ayahnya menyadari bahwa ia sering menatap ayahnya dan memikirkan hal-hal yang memang seharusnya tidak perlu ia cemaskan. Ia sangat tahu pribadi ayahnya dan bagaimana laki-laki baya ini mengatur hidupnya setelah kematian ibunya.

“kudengar Hyuk Jae mengantarmu pulang?”

“hmm.” Kyuhyun mengangguk.

“sampaikan salamku untuknya dan ajaklah dia main ke rumah.”

“aku akan membujuknya tapi… abeoji tahu sendiri itu sama sulitnya saat aku berusaha dekat denganya dulu.”

Ayahnya tertawa mendengar gerutuan Kyuhyun setiap kali berhubungan dengan Lee hyuk Jae. Seperti tahu bahwa anaknya satu ini akan terus merasa susah untuk mendekati laki-laki tersebut karena memang sejak awal pertemuan mereka sudah banyak alasan, mengapa Hyuk Jae tidak ingin berdekatan dengan Kyuhyun.

abeoji selalu bangga padamu Kyuhyun jadi jangan putus asa. Mengerti?”

Kyuhyun hanya bisa mmandang ayahnya pasrah, seperti yang dikatakan ayahnya bahwa selam ini ia tidak pernah putus asa jika mengenai Lee Hyuk jae. Seperti wanita yang mempunyai ambisi untuk menjadikan Hyuk Jae seorang pacar.

Setelah menyelesaikan sarapan, ayahnya mulai bersiap-siap dengan barangnya. Kyuhyun beranjak dan mulai membantu ayahnya memakai jas yang sudah menjadi kebiasaan.

“bagaimana kalau makan malam bersama di luar?” tanya Kyuhyun.

“boleh saja. Kau yang mereservasi dan kabari ayah.”

“oke.”

“jangan lupa beli bunga Freesia.”

Kyuhyun mengangguk dan sebelum ayahnya masuk ke mobil, Kyuhyun berlari mendekati ayahnya. Ada hal yang ingin ia tanyakan, sudah lama ia ingin meminta kepada ayahnya tapi baru kali ini ia punya keberanian.

“ada apa?” tanya ayah Kyuhyun.

“bolehkah aku membawanya pulang? Ke rumah kita. Rumah ini terlalu sepi dan aku mulai bosan dengan masakan bibi. Abeoji… bisakah?”

Sejenak terlihat wajah ayah Kyuhyun kaget, ia tidak tahu bahwa anaknya begitu menginginkan hal tersebut. Tiba-tiba tangan ayah Kyuhyun berpindah ke pundak anaknya dan mengelusnya pelan. “abeoji percaya padamu. Kau akan membawanya ke rumah ini secepat mungkin bukan.”

“jinjja?”

Ayah Kyuhyun mengangguk. “kabari abeoji jika kau perlu bantuan.”

abeoji tidak membencinya?”

“kau tahu sendiri wanita itu yang memutuskan untuk meninggalkan rumah dan abeoji tidak pernah membencinya. Wanita itu sudah membantu kita berdua keluar dari keadaan yang begitu susah  dan pertama kalinya abeoji melihatmu tersenyum saat menikmati masakanya.”

Kyuhyun tersenyum dan langsung saja ia memeluk ayahnya bahagia. “abeoji! Aku sayang padamu!!”

abeoji juga sayang padamu. Selamat untuk album single-mu, abeoji makin bangga padamu nak.”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Kyuhyun sengaja menitipkan mobilnya di sebuah rumah yang jauh dari rumah yang ia tuju pagi ini. Karena ia ingin menikmati suasana pedesaan yang sejuk, nyaman dan tenang. Terbentang sawah dan juga tanaman kebun yang dipelihara penduduk. Ia masih ingat sedikit memori masa kecilnya disini saat keluarganya masih tinggal ibersama kakeknya.

Kyuhyun menatap rumah yang ia tuju sudah tak jauh lagi,masih sama seperti dulu saat ia diam-diam datang kesana. Ia berjalan mendekat dan melihat siluet seorang wanita baya tengah menyirami tanaman bunganya dan sesekali mencabuti tanaman berhama. Kyuhyun sangat menyukai hal seperti ini, ia seperti kembali ke masa kecilnya saat memandang dari belakang pintu rumah mereka, melihat ibunya yang sangat menyukai bunga dan tanaman hias lainnya.

Betapa ia sangat rindu dengan ibunya dan ia ingin sekali memeluk wanita yang tak jauh dari pandangannya itu.

Merasakan ada seseorang yang tengah melihatnya dari kejauhan, wanita yang sedang sibuk dengan tanaman hiasnya menengok ke berbagai arah. Dan saat sepasang matanya menemukan sesosok pemuda yang familiar, ia kaget namun tak lama senyuman menghiasi bibirnya.

Kyuhyun tahu bahwa wanita baya itu sudah tahu dimana ia berada, tak ada jalan lain dan ia beranjak mendekati pagar rumah. “bagaimana keadaan anda?”

Wanita itu mengangguk penuh senyuman. “bagaimana keadaanmu Kyuhyun? Ayahmu?”

“baik tapi kami kesepian di rumah,” jawab Kyuhyun pelan. Ia menyerahkan buket bunga dan juga albumnya.

“hadiah.”

“gomawo.”

Kyuhyun masih berdiri dan terus tersenyum, ia seperti bermimpi bisa melihat dari dekat kembali wanita di depannya ini. Ia merasakan kerinduan yang luar biasa.

“masuklah, jangan berdiri diam disana.”

Kyuhyun tidak bergerak ia seperti tidak ingin meleawati pagar rumah. Wanita cantik itu perlahan tahu pemuda didepannya belum bisa memaafkan dirinya sendiri. Pelan… wanita tersebut memegang tangan Kyuhyun dan menuntunnya masuk kedalam rumahnya.

“mianhae… mianhae…” ujar Kyuhyun ia tahu sebahagia apapun ia bisa melihat wajah wanita baya ini tapi ia tidak bisa melupakan dosa yang ia lakukan kepadanya. Wanita itu duduk di depan Kyuhyun dan merengkuhnya pelan kedalam pelukannya. Ia mengusap punggung dengan pelan dan penuh kehangatan.

“semuanya sudah baik-baik saja, sudah saatnya untukmu untuk melupakannya. Jangan salahkan dirimu lagi Kyuhyun.”

“mianhae eomma…”

Sejenak wanita baya tersebut kaget saat mendengar pemuda tersebut memanggilanya dengan sapaan eomma. Baginya ini adalah keajaiban dan baru pertama kali ini ia mendengarnya setelah lama ia tidak melihat anaknya.

“mianhae eomma…”

Wanita tersebut makin menguatkan pelukannya. “eomma sudah lama memaafkanmu. Jangan lagi meminta maaf. Arraseo?”

Kyuhyun mengangguk lalu melepaskan pelukan ibunya. “senang bisa melihat wajah eomma lagi.”

“karangan buanganya sangat cantik dan… abum ini… kau yang menyanyikan semua lagunya?”

“tentu saja seperti apa yang pernah aku katakan bahwa suatu saat nanti aku akan menjadi seorang penyanyi  solo terkenal.”

“eomma bangga padamu Kyuhyun. Ibumu pasti juga akan tersenyum bahagia disana.”

“terima kasih karena sudah membujuk abeoji untuk mendukungku.”

Wanita tersebut menggeleng pelan, ia mengenggam kedua tangan Kyuhyun erat dan mendekatkannya ke arah dada Kyuhyun. “terima kasih sudah mau datang kemari.”

“eomma… bagaimana kalau kita pulang bersama?”

“hah?!”

“aku datang kemari selain ingin minta maaf juga menjemput eomma pulang ke rumah. Eomma akan pulang bersamaku bukan?” ajak Kyuhyun lagi.

“Kyuhyun-ah….”

“aku janji akan menjadi anak baik, abeoji juga sudah memberikan ijinnya. Aku ingin kita hidup bersama lagi, tidak ada yang pernah mengusir eomma dari rumah jadi kapanpun itu adalah rumah eomma. Tempat pulang dan kami selalu menunggu.”

“Kyuhyun-ah… bukan masalah itu. Hanya saja eomma belum bisa pulang ke rumah.”

Kyuhyun menatap ibunya dengan kecewa, apakah ibunya benar-benar tidak ingin hidup bersama dengan dirinya dan ayahnya lagi?? Bukankah dulu mereka merasa sangat bahagia hidup bersama tanpa pernah tahu apa yang telah menunggu mereka di kemudian hari.

“kau ingin minum apa Kyuhyun?”

“apa saja,” jawab Kyuhyun. Ia beranjak dari kursi dan melihat sekeliling dinding rumah, ia berhenti didepan dua figura yang tergantung. Satu sisi adalah foto keluarga mereka bertiga, saat dirinya masuk sekolah dasar dan ia ingat mereka mengambil foto tersebut saat pertunjukkan seni di sekolahnya. Sedangkan sisi yang lain terlihat foto lawas tapi masih rapi, seorang anak laki-laki duduk dengan senyuman lebarnya diantara kedua orang tuanya.

Kyuhyun tersenyum melihat sosok anak laki-laki yang berada di foto tersebut. Terlihat sangat manis dan lucu beda sekali dengan sosok laki-laki dewasa yang ia sering temui.

“Kyuhyun-ah ini minumannya, eomma membuatkan jus mangga kesukaanmu.”

Kyuhyun berbalik dan mendapati ibunya yang langsung diam saat tahu bahwa Kyuhyun melihat foto lama miliknya.

“mengapa muka eomma sangat pucat? Ini bukan pertama kalinya aku melihat foto ini.”

“kau pernah melihatnya? Kapan?”

Kyuhyun mengambil gelas dan meminum jus mangganya setengah. “ahh.. nikmatnya.”

“kira-kira…” Kyuhyun menutup matanya sebentar seperti mengingat kembali kapan ia pernah melihat foto tersebut karena ia begitu familiar. “aku menemukan sebuah figura di gudang dan itu berada di tumpukkan barang bekas milik eomma.”

“mengapa kau tidak pernah bertanya padaku tentang foto itu?”

Kyuhyun mendekati figura dan menunjuk ke potret anak laki-laki kecil yang berpakaian jas hitam, tersenyum dengan manisnya dan duduk diantara kedua orangtuanya. “karena aku mengenal anak laki-laki ini.”

“Cho Kyuhyun.”

“aku berjanji akan membawanya ke hadapan ibu dan menyuruhnya untuk hidup bersama kita.”

Wanita itu hanya diam saja.

“eomma…”

“jangan. Jangan kau lakukan hal itu Kyuhyun.”

“eomma..”

“anak itu sudah banyak merasakan kekecewaan dan sakit hati yang tidak akan mudah tersembuhkan. Ibu mohon padamu untuk tidak pernah melakukan hal tersebut. Biarkan anak itu bahagia dengan kehidupannya sekarang, jangan ganggu hidupnya Kyuhyun. Kumohon.”

“eomma.. jangan memohon hal seperti itu. Aku akan tetap membawanya masuk kedalam keluarga kita. Dia kakak laki-lakiku bukan?”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Eunhyuk membuka matanya dengan berat dan saat ia berusaha bangkit dari tidurnya ia merasa kepalanya sangat sakit, pusing hangover. Ia mengingat detail apa yang dilakukannya semalam dan ia mendesah kesal karena bisa-bisanya mabuk tanpa ingat apapun yang ia lakukan malam itu. Semoga bukan hal yang membuatnya menggali kuburan sendiri.

Eunhyuk melihat sekelilingnya, ia berada di kamarnya. Sempat ia membuang pikiran bahwa yang membawanya sampai kesini adalah Yoojin. Ia mencoba mencari obat yang selalu tersedia di lacinya dan ia kesal karena obatnya sudah habis. Eunhyuk lupa meminta Kyuhan untuk membelikan obat  untuknya. Apalagi sekarang Kyuhan tidak akan pernah menginap di apartemennya, ia sadar bahwa ia harus kembali menata hidupnya sendiri.

“aahhh… kurasa hari ini aku tidak akan kerja pagi,” keluh Eunhyuk melihat jam yang sudah lewat dari jadwal paginya. “kurasa Kyuhan akan marah sebentar lagi.”

Eunhyuk mencoba bangkit dan mencoba menyeimbangkan tubuhnya, ia berjalan turun ke dapur.

“sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?” tanya Yoojin.

Sejenak Eunhyuk kaget, karena baru kali ini ada orang yang bertanya mengenai keadaannya sepagi ini. “oh.. kepalaku pusing, obatku juga habis. Semalam kau yang…” Eunhyuk berhenti berbicara setelah memandang wajah Yoojin yang santai.

“apa?”

“ah.. bukan masalah besar,” ujar Eunhyuk. Ia rasa bukan Yoojin yang membantunya naik ke kamarnya, ia seorang perempuan mana mungkin punya kekuatan besar untuk mengangkatnya sampai keatas. Eunhyuk melewati Yoojin yang duduk menikmati cerealnya.

“kau tidak memasak nasi?” tanya Eunhyuk sambil menelusuri dapur yang bersih, panci-panci yang masih tertata rapi.

“aku lupa memberitahumu Eunhyuk-sshi, aku tidak begitu tahu caranya memasak. Kau ingin aku buatkan cereal?”

“tidak usah, aku belum ingin makan apapun.”

Yoojin hanya mengangguk dan kembali menikmati sarapan ke-baratannya. Setelah mengambil minuman hangat, Eunhyuk kembali menuju ke sofa dan berbaring disana. Sambil memijat kepalanya pelan, tak lama kemudian ia mendengar suara pintu terbuka dan tertutup lagi. Ia menoleh ke dapur dan mendapati Yoojin yang sudah menghilang.

“cih, perempuan itu tidak tahu diri. Pergi tanpa mengatakan apapun.”

Eunhyuk menyalakan tivi secara random agar apartemennya tak terasa sepi. Ia menyalakan ponselnya dan tidak menunggu lama, beberapa pesan langsung masuk dan hampir semuanya dari Kyuhan.

Setelah menjawab pesan dari Kyuhan, Eunhyuk membuka pesan lainnya dan menemukan pesan dari nomor yang tidak ia kenal. Ia hampir tidak percaya setelah membaca pesan singkat dari nomor yang tidak ia kenal tapi ia tahu pasti siapa yang mengirimkan pesan tersebut. Tepat saat itu juga pintu apartemennya terbuka dan Yoojin masuk dengan bawaan banyak plastik. Ia menaruhnya di meja ruang tamu dan menyiapkan semua makanan yang barusan ia beli.

Eunhyuk menatap makanan di atas meja dengan kagum, ia bergantian menatap Yoojin yang masih diam dan tenang membuka beberapa makanan dan memindahkannya di piring.

“makan. Aku tidak tahu seleramu seperti apa. Tapi aku sangat tahu orang yang habis mabuk berat pasti sangat butuh makanan enak.”

Eunhyuk masih diam, belum berani menyentuh apapun. “tidak perlu sungkan padaku Eunhyuk-sshi. Aku menumpag di apartemenmu dan aku ingin membalasnya walaupun mungkin belum bisa berbentuk material.”

“bukan itu yang kumasalahkan. Terima kasih makanannya. Aku akan menghabiskannya.”

Yoojin mengangguk dan menyilahkan Eunhyuk untuk makan.

“kau ikut makan juga,” ujar Eunhyuk.

“aku sudah kenyang.”

“terima kasih untuk semalam. Aku pasti sangat mabuk berat sampai tidak ingat apapun tadi malam.”

“sama-sama. Aku hanya kaget saja melihat laki-laki pulang dengan keadaan mabuk dan diantar seorang perempuan. Kurasa perempuan itu masih muda…. murid sekolah?” tanya Yoojin penasaran.

Eunhyuk tersedak seketika mendengar pertanyaan Yoojin.” Oh.”

“jinjja? Wahhh… perempuan itu benar-benar sangat cantik, sayang hidupnya seperti itu.”

“semua orang punya alasan melakukan hal yang dianggap kotor bagi kebanyakan orang.”

“dan kau mendukungnya melakukan hal itu daripada menyuruhnya belajar di rumah?”

“aku bukan orang tuanya.”

Yoojin tidak menyangkal malah melirik Eunhyuk dengan tajam. “waeyo?”

Yoojin henya menggeleng, “makan yang banyak Eunhyuk-sshi.”

“ah Yoojin-sshi! Maaf soal fotonya.”

“aku juga mengucapkan terima kasih. Figuranya sangat cantik.”

Eunhyuk dan Yoojin saling bertatapan dan tersenyum. Pagi ini tidak ada yang merasa kesal karena semuanya impas dengan berkata maaf dan terim kasih.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

“perlu jemputan?” tanya Eunhyuk. Yoojin menggeleng.

“terima kasih untuk tumpangannya.”

“kalau bingung dengan Seoul kau bisa menghubungiku Yoojin-sshi.”

Eunhyuk menggas mobilnya meninggalkan Yoojin didepan cafe Cinnamon yang terletak di daerah Gangnam.

Yoojin menahan nafasnya dan mengeluarkannya perlahan. Ia melihat penampilannya dan setelah merasa pas, Yoojin melangkah memasuki cafe tersebut. Tidak lama pandangan Yoojin langsung tertuju kearah laki-laki berjas biru tua rapi yang duduk di pojok ruangan.

“annyeonghaseyo…” sapa Yoojin pelan, ia takut bahwa orang yang ia sapa bukan orang yang seharusnya ia temui siang ini.

Laki-laki tersebut menoleh dan saat melihat siapa yang menyapanya langsung berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada Yoojin. Merasa tidak suka dengan keadaan barusan, Yoojin buru-buru menyuruh laki-laki tersebut duduk kembali.

“maaf. Saya tidak tahu bahwa Nona Kim Yoojin sudah datang. Maafkan sikap saya yang tidak sopan.”

Yoojin menahan tawanya, sering sekali ia menemukan orang memperlakukan dirinya seperti ini. Seperti seorang yang mempunyai jabatan paling tinggi dan kelas tinggi, padahal sebenarnya ia kurang menyukainya.

“nama?”

Laki-laki tersebut membenarkan duduknya dengan tegak. “perkenalkan, nama Shin Junho lahir 14 April 1988 lahir di Insadong. Pendidikan lulus dari Yayasan Pendidikan Choenkang. Ditugaskan menjadi bodyguard Nona Kim Yoojin mulai dari sekarang.”

“Shin…Junho…hmmm, jadi kau adalah anak dari sekretaris Shin. Benar bukan?”

“ne. Abeoji, ah maksud saya sekretaris Shin menyuruh saya membantu semua keperluan dan kebutuhan Nona selama di Seoul.”

“aku memang butuh seseorang dan sampaikan rasa terima kasihku kepada sekretaris Shin. Aku mendapatkan orang yang tepat dan untuk tugas pertamamu apakah sudah kau selesaikan?”

Laki-laki tersebut menyerahkan berkas yang diminta Yoojin seminggu yang lalu saat dirinya baru sampai di Korea. “data panti asuhan, kecelakaan dan laporan kesehatan sudah saya dapatkan semua.”

“apa bibi dan paman tahu, kau melakukan hal ini?”

“tidak. Sekarang ini Tuan dan nyonya sangat sibuk mengurus perusahaan apalagi keberadaan saya membantu nona juga akan dirahasiakan. Untuk mata-mata yang yang dibayar Nyonya sudah diserahkan kepada sekretaris Shin. Dan saya lah yang menggntikan tgas tersebut.”

“baguslah. Aku tidak ingin semuanya berantakan sebelum aku mendapatkan semua informasi.”

“terima kasih sudah bekerja keras Junho-sshi.”

“sama-sama Nona muda Kim Yoojin.”

Pesanan pun datang dan mereka berdua menikmatinya.

“aku butuh pekerjaan secepat mungkin, apa saja asalakan di kantor. Kau bisa membantuku untuk mendapatkan pekerjaan bukan.”

“saya akan mencarinya Nona muda.”

“tentang dimana aku tinggal, kalian tahu?” tanya Yoojin gugup.

“tentu saja. Apartemen Gangnam utara nomor 115, anda tinggal bersama seorang laki-laki bernama Lee Hyuk Jae, pekerjaan adalaha DJ dan Mc musik dan belum lama ini dia didebutan sebagai artis drama sitkom. Sebenarnya saya penasaran mengapa Nona muda bisa tiggal disana, kalau tidak salah sudah ada apartemen yang…

“stop!”

Junho berhenti membacakan catatannya mengenai semua info yang ia dapatkan beberapa jam yang lalu. “kau bisa tidak melaporkan itu kepada sekretaris Shin.”

“15 menit yang lalu saya sudah melaporkannya Nona muda.”

“apa?!”

Junho diam tidak berkutik, ia tidak tahu apa yang ia lakukan malah membuat Nona mudanya marah besar seperti sekarang. “sekretaris Shin menyuruhku untuk menyelidiki tempat tinggal nona dan melaporkannya secepat mungkin.”

“aisshhh…” Yoojin hanya bisa pasrah kalau sebentar lagi ia akan kena gertakan dari orang yang paling ingin ia jauhi. Sekretsris Shin.

“lain kali, jika ingin melapor. Beritahu aku dulu. Sekarang kau adalah bawahanku dan apapun yang kau lakukan harus minta persetujuanku terlebih dahulu. Mengerti?”

“saya tahu Nona muda Kim Yoojin. Joesonghamnida …”

Tak lama kemudian, ponsel milik Yoojin bergetar. Ia melihat nama Sekretaris Shin terpampang di layar ponselnya, dengan malas ia menajwab telepon tersebut.

“nona Yoojin, kau sudah bertemu dengan Junho?”

“sudah. Dia anak yang pintar, terima kasih ajusshi.”

“tentang laki-laki bernama Lee Hyuk Jae, saya pikir nona harus cepat keluar dari apartemennya dan pindah ke tempat yang sudah saya siapkan.”

“tidak mau!”

“nona Yoojin… jangan mulai bersikap seperti anak kecil.”

“kubilang aku tidak mau ajushhi. Aku ingin tinggal disana.”

“anda tidak bisa. Semuanya harus sesuai rencana dan nona harus menuruti skenario yang sudah dibuat sebelumnya.”

“ajusshi… aku hanya ingin tinggal disana. Percayalah padaku semuanya akan baik-baik saja.”

Tidak ada jawaban apapun dari seberang. “ajushhi… aku ingin semuanya kembali seperti semula dan aku sudah berjanji akan berusaha untuk merebut Tae Mo kembali.”

*Tae Mo adalah perusahaan milik keluarga Kim, dan sebagai pewaris langsung perusahaan tersebut Yoojin seharusnya yang menjabat sebagai direktur utama. Tapi semenjak kejadian kecelakaan, semuanya berubah dan Tae Mo sudah berpindah tangan milik paman bibinya. Tak lama Yoojin memutuskan untuk ke Korea dan mengumpulkan semua relasi ayah ibunya untuk membnatunya mengambil kembali laih Tae Mo.

“jangan bertindak cereboh nona. Saya ingin anda selamat di Seoul dan untuk masalah Tae Mo saya akan berusaha untuk membantu.”

“terima kasih ajushhi.”

Yoojin menutup ponselnya dan mengakhiri pembicaraan tersebut.

“jangan-jangan Lee Hyuk Jae adalah orang yang nona cari selama ini?”

“eh?!” Yoojin menatap Junho. “darimana kau tahu?”

Junho menatap Yoojin dengan pandangan lesu dan sedih. “Junho. Shin Junho. Nona muda tidak mengenalku?”

“oh?” Yoojin merasa bingung dengan perkataan Junho. Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa ia harus mengenal Junho lagi. Bukankah laki-laki itu sudah mengenalkan dirinya dan Yoojin tahu Junho siapa. Apa lagi yang harus ia ketahui.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Kyuhyun melemparkan kuncinya dan Eunhyuk menangkapnya. Tanpa banyak kata-kata lagi, Kyuhyun langsung masuk ke mobilnya lagi dan duduk di kursi penumpang belakang. Eunhyuk pun sama halnya hanya diam dan langsung duduk sebagai sopir. Malam ini setelah menyelesaikan jadwal DJ nya, ia menerima telepon dari Kyuhyun, menyuruhnya untuk menjemputnya.

“darimana kau, selarut ini baru pulang?”

“Kangwondo.”

Eunhyuk terdiam sejenak dan melihat pantulan Kyuhyun yang sangat lelah di jok belakang melalui spion. “mengapa tidak bawa sopir bodoh?! Punya banyak uang tapi tidak pernah bisa berpikir untuk menghabiskannya. Ckckck…”

“fokus menyupir saja tuan Hyuk Jae-sshi.”

“ne~….”

“aku sangat capek, terima kasih hyung sudah mau datang. Aku ingin menyuruh sopir untuk menjemput tapi yang aku telepon malah hyung.”

“kau memang tidak bisa melakukan hal sendirian. ckck… bagaimana anak ini mau menjadi artis solo kalau hal sepele seperti masih harus menyuruhku ikut campur.”

“hyung yang terbaik. Arghhh… aku ingin tidur.”

“aku akan putar arah dua kali, jadi tidurlah.”

“gomawo Hyuk Jae-sshi.”

Eunhyuk memutar arah seperti apa yang ia katakan dan menurunkan kecepatan mobil. Ia melirik kembali kearah spion dan tersenyum saat tahu Kyuhyun sudah tertidur dengan pulas. Ia menghidupkan radio dan menikmati alunan lagu sambil melihat suasana jalanan di malam hari.

geunyeoga doraoneyo mianhadago haneyo iksukhaetdeon geuriun geu songillo eorumanjyeoyo
nal boneun ansseureon nungil, deutgo sipdeon geu moksori, dajeonghage ijen ulji mallaneyo
neol nae pume aneumyeon sarajyeo beorigo nunmuri heulleo begaereul jeoksimyeon
nan geujeya jameseo kkaeeoyo achimeun neul ireoke….My Love
*yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo, yeojeonhi geunyeoro kkaeeonado…
dasineun kkumkkuji ankireul baraedo, oneuldo geunyeoro naneun jami deul suga isseo  [In My Dream-Super Junior KRYSD]

Kyuhan terus menatap Eunhyuk terus saat mereka berada di salon, siang ini Eunhyuk akan melakukan MC musik di Busan dan mereka masih mempunyai waktu lama untuk bersiap=siap makanya Eunhyuk menyuruh Kyuhan mengantarnya ke salon.

Kyuhan tidak berhenti menatap Eunhyuk apalagi pandanganya sedih. Merasa diperhatikan begitu lama, Eunhyuk merasa risih juga. Dan akhirnya ia menyuruh penata rambutnya untuk segera menyelesaikan pekerjaan dan meninggalkannya sendiri.

“waeyo?” tanya Eunhyuk sambil menatap Kyuhan. Sekarang hanya tinggal mereka berdua saja. Kyuhan menghela nafas berat.

“mengapa dengan wajhmu? Kau sakit? Kau bosan bekerja denganku?”

“napeun namja.”

Eunhyuk tidak tahu apa yang dimaksud Kyuhan tapi ia tahu managernya ini terlihat sangat marah padanya. Kyuhan tipe orang yang sangat bisa mengontrol emosi tapi sekali ia merasa sangat benci pada seseorang maka tidak tanggung-tanggung kata yang akan keluar dari mulutnya semuanya adalah makin kasar.

“(&%kagsfb;fna;owida*&&%#@%#^%@khadfhsbd”

“sudah selesai bicaranya?” tanya Eunhyuk kembali.

Kyuhan berdiri dan berusaha menenangkan dirinya sendiri, ia tidak bisa bertahan seperti ini. Ia mengenal Eunhyuk sejak mereka sekolah dan kuliah bersama. Sampai sekarang ini ia percaya dengan apapun alasan yang membawa Eunhyuk memlih hidupnya seperti ini dan mendukung semua yang dikerjakan temannya. Ia bahkan belum tahu mengapa Eunhyuk begitu kasar dan membenci Kyuhyun sampai pernah berniat untuk membuat cidera laki-laki tersebut. Tanpa Eunhyuk ketahui, Kyuhan juga menyewa detektif untuk mencari tahu tentang orang yang selama ini dianggap mati dari kehidupan Eunhyuk, dan ia menemukan jawaban atas semua sikap Eunhyuk yang kadang aneh baginya.

“aku menemukan ibumu.”

“ka…kau.. bilang apa barusan?”

“dia ada di Seoul belum lama ini dan pindah ke Kangwondo.”

“hahaa…haahaha….. kau bercanda bukan! Ibuku sudah meninggal!”

“kau yang mengarang cerita bahwa ibumu meninggal brengsek!”

BUG

Eunhyuk meringis perih saat tahu bibirnya sobek dan mengeluarkan darah. Ia baru tahu pukulan Kyuhan begitu keras dan menyakitkan. Sebenarnya yang sakit bukan hanya bibirnya tapi juga hatinya, Eunhyuk juga merasa menyesal karena selama ini sudah mengarang cerita kepada Kyuhan dan mencoba menggunakan rasa simpati Kyuhan untuk terus berada disampingnya. Eunhyuk berpikir bahwa setelah ibunya meninggalkannya dan ayahnya meninggal tak lama kemudian hanya Kyuhan yang ia percayai dan ia ingin laki-laki itu tetap hidup bersamanya. Sungguh egois dirinya.

“kau puas! Dengan permainanmu ini, kurasa aku cukup punya alasan untuk meninggalkanmu sekarang Lee Hyuk Jae. Kau tahu betapa aku ingin memukulmu setiap kali melihat bagaimana kau hidup sekarang ini.”

“haha… kurasa luka bibir ini akan menjadi santapan berita paparazi,” keluh Eunhyuk yang malah masih sibuk dengan luka di bibirnya, tanpa mempedulikan kemarahan Kyuhan yang sudah tidak bisa direndam lagi.

“temui ibumu bodoh!” ujar Kyuhan, ia menarik tangan Eunhyuk supaya mau melihat kearahnya tapi Eunhyuk tetap tak peduli dan berusaha menarik tangannya menjauhi Kyuhan.

“kalau kau ingin meninggalkanku dan berhenti menjadi managerku, baiklah. Aku tidak akan melarangmu. Kau boleh keluar sekarang dan jangan harap aku akan menerimamu kembali Kyuhan.”

“kau benar-benar anak bodoh!”

“aku sudah terlalu bodoh sampai tidak bisa lagi berpikir jernih.”

“temui ibumu Hyuk. Aku tahu kau sangat membencinya tapi bagaimana pun juga ia adalah ibumu. Sebagai anak…”

“keluar… keluar…!! aku bilang kau keluar!”

Kyuhan menghela nafas berat, ia belum beranjak dari tempatnya berdiri malahan ia menelepon seseorang. “aku membatalkan acara di Busan.”

“kau…”

“aku tarik kembali perkataanku. Aku akan tetap menjadi managermu. Senang atau tidak bukan urusanku. Aku butuh uang dan malas untuk menacari pekerjaan lainnya.”

“bodoh…”

“ibumu ada di Kangwondo. Kapanpun aku siap mengantarmu kesana.”

“keluar…”

“pikirkan dengan kepala dingin. Aku keluar.”

“Kagwondo…” Eunhyuk kembali mengeja nama daerah tersebut berulang kali, tanpa ia sadari Kyuhyun mendengar dan tanpa bicara apapun. Ia malah kembali tidur dengan membenarkan posisi tidurnya.

Lampu merah lalu lintas menyadarkan Eunhyuk dari bayangannya, dan tanpa ia tahu kakinya sudah menginjak rem dengan spontan. Kyuhyun pun ikut terbangun dan mengeluh karena kepalanya terkena jok kursi depan dengan keras.

“aaoooowwww…”

“mian. Kau tidak apa-apa bukan?”

“eoh. Hanya kebentur, untung bukan benda keras yang ada didepanku.”

“tidurlah lagi.”

Kyuhyun masih memegangi kepalanya sedangkan ia mencoba untuk kembali ke posisi yang paling nyaman untuk tidur. Sedangkan Eunhyuk malah memandang luar jalanan, melihat beberapa orang masih berlalu lalang di jam tengah malam seperti ini. Dan pandangannya tertuju pada seorang perempuan yang berdiri di trotoar, diam tak bergerak padahal lampu untuk penyeberang jalan sudah menyala daritadi. Ia memndang kearah peempuan tersebut dengan khawatir, wajah perempuan itu terlalu pucat dan ia seperti mengingat bayangan dirinya dulu. Eunhyuk bermaksud memberi kode tapi lampu pejalan kaki sudah kembali berubah.

Antara ingin berhenti dan menjemput Yoojin, Eunhyuk bimbang. Akhirnya ia hanya memilih untuk menyetir terus tanpa melihat ke belakang. Saat itu mungkin ia merasa menyesal dan banyak pertanyaan yang ada di kepalanya, mengapa perempuan itu belum pulang dan ia tahu Yoojin belum pulang sejak siang tadi.

“apa yang terjadi dengan perempuan itu?” ujar Eunhyuk.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Yoojin menekan pin yang sudah dihapalnya dan masuk ke apartemen dengan langkah lemas. Rasanya ia ingin segera berbaring dan tidur. Ia tidak ingin bertemu ataupun bicara apapun. Namun langkahnya terhenti saat lengannya ditahan oleh Eunhyuk.

Yoojin memandang Eunhyuk, ia memberi isyarat untuk segera melepaskan lengannya. Ia ingin istirahat. Namun sepertinya Eunhyuk tak tahu isyarat tersebut, malah makin mempererat genggamannya pada lengan Yoojin.

“ada apa?” tanya Yoojin.

Perlahan tangan kiri Eunhyuk terangkat dan mendekat ke pipi Yoojin, serasa tangan itu akan menyentuh pipi Yoojin. Merasa ada yang aneh dengan sikap Eunhyuk, Yoojin segera menepis tangan Eunhyuk dan berusaha untuk melepaskan diri dari genggaman tangan Eunhyuk yang kuat.

“kau baik-baik saja?” tanya Eunhyuk dengan wajah penuh kekhawatiran.

“……”

Eunhyuk makin tak ingin melepaskan lengan Yoojin, sebelum perempuan itu menjawab pertanyaannya.

“ada masalah? Kau ada masalah Kim Yoojin?”

“…..”

“wajahmu sangat pucat kau tahu itu? Jangan lagi pulang selarut ini, walaupun kau hanya sebentar disini dengarkan apa yang aku katakan nona Kim Yoojin.”

“aku capek. Aku ingin istirahat,” kata Yoojin akhirnya dengan nada dingin.

Eunhyuk melepaskan genggamannya setelah melihat betapa kelabunya sinar mata Yoojin, seperti ada yang membuat perempuan ini berubah.

“istirahatlah.”

Yoojin berlalu begitu saja dan langsung menuju kamarnya. Ia kunci kamarnya dan menjatuhkan diri di kasur. Dalam diam dan rasa kesal yang sudah tidak bisa ia tahan lagi. Setetes demi setetes air mata keluar dari sepasang mata Yoojin. Tak lama, Yoojin sudah menghapus airmata dari pipinya. Sekarang malah ia melihat pantulan dirinya di cermin kamar dan Yoojin melihat jelas ada lingkaran coklat dibawah matanya yang membuat matanya terlihat sayu. Dan dirinya hanya tertawa melihat kondisi dirinya sekarang ini.

“aku tidak ingat apapun.”

“Kim Yoojin. Orang seperti apa perempuan itu?”

Yoojin menatap dirinya dari cermin dan mengucapkan hal barusan beberapa kali sampai akhirnya ia ambruk di kasur dan tertidur. Berharap bahwa kali ini tidurnya akan nyenyak dan bermimpi indah.

=to be continue=

10 thoughts on “Only U part 3

  1. ooohh ternyata kyu adik tirinya hyuk?
    hubungan hyuk sm yoojin ini apa deh? kok ga faham. kkk
    kira2 hyuk bakal nemuin ibunya ga ya? ditunggu next partnya. ASAP 😉

  2. Wah masalah Eunhyuk tu apa sih sampe bilang ibunya udah mati…ni anak bengal juga =__=….
    Hyuk itu sayang ga sih sama Kyu??anter-jemput terus katanya hampir mau nyelakain?
    Rumit spertinya eonn ._.a

  3. Akhirx mncl jg
    Z msh g ngeh dgn hub hyukjae oppa dgn yoojin dims lalu trus ap yg membuat oppa membenci oemmax?
    Next part jgn kelamaan publishx

  4. critnya agk rumit n msi teka-teki jln critany.
    junho knl yojin n yojin ilng ingtn yapz
    ditung’u kelnjutnya thor
    pie jngn lm2 yapz.^^

  5. seneng banget baca cerita ini thor…
    maaf baru coment di chapter ini…
    aku suka karakternya Kyu di sini..
    hihihi…
    jadi ngebayangin gimana jadinya kalo mereka beneran sodara..
    hohohoho…
    di tunggu next chapternya ^^

  6. udah 3 part tapi masih di awang2 ni mahamin ceritanya
    authornya pinter banget paparin case biar pada.penasaran …

Leave a Reply to Chin Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s