Hug Me Again! Chap 1

Tittle : Hug Me Again!

Main Cast:

–         Kim yesung SJ

–         Choi Mei Rin and Park Mi Ri as You

–         Onew Shinee

–         Sulli F(x)

Support Cast:

–         Sunny SNSD

–        yang lai temukan sendiri:D

||| Genre: Romantic comedy, family, friendly ||| Length: chapter ||| Rating: Pg–16 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)

*author back !! *tepuk tangan yeeeeyyy* terima kasih^^ kali ini author kembali lagi-lagi dengan FF rombakan athour 😀 ini pernah aku postingin di FPku Kpop lovers terus di blogspot aku http://nazrhiie.blogspot.com dengan cast berbeda tapi yesung tak pernah terganti. Cek aja klo nggak percaya. Ini murni hasil khayalanku selama berbulan-bulan yang akhirnya bisa selesaijuga dengan kira-kira total ada 70an halaman kalau di word . So BUAT PARA PLAGIATOR JANGAN NGAMBIL HASIL OTAKKU !! L SOALNYA ITU ADALAH HAL YANG PALING MENYAKITKAN BUAT PARA AUTHOR !! maaf klo typo dimana-mana sekali lagi tolong ingatkan , author agar segera bisa memperbaikinya 😀 buat para readers yang nggak diam sebelum membaca author mau bilang I love you fulllll!!

miyanheyo~ klo ceritanya kepanjangan dan membosankan*

“mau kemana kamu ???”tanya seorang berkumis dengan nada sinis.

“appa, hahhh”kata mei dengan raut muka yg takut.

“masuuuuuk kembali ke kamar kamu”kata ayah mei lagilagi dengan wajah sinisnya.

Mei hanya mengangguk dan menarik kembali kopernya masuk ke kamarnya.

*dikamar

“hahhh, ketahuan lagi”kata mei dengan wajah merengut.

mei menghela nafas yang panjang dan menghempasnkan tubuhnya di tempat tidurnya.

dan tak lama kemudian mei tertidur.

Karena merasa haus mei bangun dan meraba meja di samping kasurnya dan ternyata air di gelasnya tak berisi, ia pun memutuskan untuk pergi ke dapur.

Saat turun tangga , mei melihat ke ruang kerja ayahnya yang terbuka .

“appa…”kata mei sambil meneteskan air mata .

Ayah mei masih saja main dengan perempuan-perempuan muda dan itu sangat membuat mei hampir gila dan selalu ingin pergi dari rumah.

paaaaaak pintu terbanting dari arah depan.

ibu mei pulang dengan seorang wanita  dan ternyata itu adalah kekasih ibu mei dalam keadaan mabuk.

mei hanya duduk di tangga dan menangisi keadaan keluarganya yang hancur.

ia memegangi dadanya yang begitu sesak.

Kekasih ibu mei pun pergi. Ibu mei berjalan menuju arah tangga dan melewati mei begitu saja.

“eomma..”panggil mei.

ibu mei tak memperdulikannya dan hanya berjalan tergopoh-gopoh menaiki tangga.

Mei merangkul ibunya menaiki tangga dan membawanya ke kamarnya.

“eomma,,,kenapa eomma jadi seperti ini?”kata mei dengan air mata yg tak berhenti mengalir.

“eomma, dengar mei.”sambung mei.

“mei, kenapa setiap eomma pulang kamu selalu menangis sayang” kata ibu mei sambil menyapu air mata di pipi mei.

“eomma”panggil mei dan memeluk ibunya.

“sayang, jangan pernah kamu menangis demi eomma, eomma ini tidak berguna, eomma tidak pantas untuk di tangisi.”kata ibunya.

“eomma”

“meii , eomma ini bukan eomma yg baik . Mei jangan pernah nunggu eomma pulang lagi, meiii jangan pedulikan eomma lagi. Pergi lah mei, cukup eomma yg terperangkap di rumah mengerikan ini, cukup eomma yg melihat kelakuan appa mu.”

“eomma, kita harus pergi”

“jangan sayang , lebih baik kamu saja yang pergi dari sini. Eomma sudah menyiapkan segalanya untuk kamu jauh sebelum eomma hancur seperti saat ini”

mei terus saja menangis dan memeluk ibunya erat-erat.

“pergi la ke negara lain, hidup lah bahagia. Jangan pikirkan eomma yang tidak berguna ini”

tangis mei semakin meledak.

“kamu tau sendiri appamu itu seperti apa. Jadi eomma akan tetap di rumah ini sepanjang usia eomma , entah berapa lama lagi eomma akan hidup. Eomma juga tidak tau bisa bertahan atau tidak dengan kelakuan appa kamu, tapi eomma akan bertahan demi kamu. Jika mei tidak hidup bahagia, pengorbanan eomma pasti akan sia-sia sayang.jadi eomma mohon sama mei hidup lah bahagia demi eomma”

ibu mei menyerahkan kotak. Mei membukanya.

“mei, ini passport baru mu hidup lah bahagia sebagai seorang Park Miri yang bahagia bukan sebagai meiliani. Tiketmu sudah eomma urus. Terakhir kalinya eomma mohon hiduplah bahagia mei. Lupakan eomma yg tidak berguna ini”

“eommah” mei semakin menangis.

“mei, jangan cengeng jadi lah seorang wanita yang kuat dan bahagia. Jangan seperti eomma.semua sudah eomma persiapkan, dini hari nanti berangkat lah”

“bagaimana dengan eomma?eomma pikir mei setega itu..”

“mei, jika kau tidak pergi, eomma akan semakin bersalah. Jadi eomma mohon pergilah demi kebahagian eomma”

mei tak hentinya menangis dan memeluk ibunya.

***

Dini hari mei berangkat dengan mata bengkak dan tak hentinya menangis.

Diperjalanan mei selalu tergiang kata-kata ibunya ‘mei, hiduplah dengan bahagia’ di pesawat mei tak hentinya menangis.

Sesampainya di bandara, mei memasang kacamatanya untuk menutupi matanya yang bengkak akibat menangis.

Mei menghela nafas panjang dan berkata”Choi mei Rin, bukaan , Park miri hiduplah dengan bahagia. Tak perlu ada yang di tangisi lagi”

***

mei sampai di sebuah apartemen sederhana, tak jauh dari situ ada pantai yang sangat indah.

“annyeong, aku mei…hmhm maksud sayaa Park Miri. paman dongguk kan?”

“jangan panggil paman dongguk. Panggil saja paman jason. Kalau di negara ini itu nama paman”kata paman jason yang terlihat baik hati itu sambil tertawa lebar.

“baiklah paman jason , hehe”

“kau cantik seperti ibumu, paman sudah lama tak bertemu dengannya”

“aku tau paman, semua pasti karna ayah. Kalau tidak ibu pasti bisa hidup bahagia dengan paman”

“jangan menyalahkan ayahmu seperti itu, paman saja waktu itu kalah saing dengan ayahmu”katanya sambil tertawa.

“ya sudah , mari paman antar ke kamarmu”sambungnya untuk mengalihkan suasana.

mei pun mengangguk.

“nah, ini kamarmu. Maaf ya kalau sederhana. Jika perlu sesuatu kamar paman ada di bawah. oia, miri ini anak paman namanya mei “sambil memperkenalkan anak perempuannya itu.

“haiii, kak miri. namaku Shin Mei Ri aku di panggil mei, sekarang aku berumur 9 tahun”kata mei-cilik memperkenalkan namanya.

‘nama kita sama’kata mei dalam hati.

“haii, kalau kakak Park MiRi panggil kakak miri aja, oke”

“ia ,kak . Kakak kalau perlu sesuatu jangan sungkan kamar mei ada di seberang sana. Pokoknya kalau kakak teriak manggil nama mei , mei pasti langsung datang.”

“oh ya”

“paman tinggal ke bawah dulu ya . Karna toko sebentar lagi pasti rame”kata paman jason.

“baiklah paman terimakasih ya” kata mei.

“kak, mei senang deh kakak disini. Sekarang mei punya kakak. Mei bolehkan anggap kakak sebagai kakaknya mei? Soalnya sudah lama mei pengen banget punya kakak cewek apalagi secantik kakak.”

“nggak boleh…”kata mei sambil tertawa karna wajah mei-cilik berubah jadi kusam.

“hahhahaha, tentu saja boleh sayaaang”kata mei sambil mencubit pipi mei-cilik.

Mei-cilik pun tersenyum dan langsung akrab dengan mei. Mereka menghabiskn waktu bersama di kamar mei.

***

Sore hari, mei berniat ingin mandi. ia pun segera menuju kamar mandi dan…

“ahhhhhhhhhhhhhhhhhh”teriak mei.

“aaaahhhhhhhhhhhhhhh”teriak seseorang dari dalam kamar mandi.

Mei lalu berbalik badan dan menutup matanya dengan tangannya.

“hei, apa yang kau lakukan”tambah orang tersebut.

“siapa kau?”tanya mei sambil masih saja menutupi matanya dan sesekali berbalik.

“ehhh, jangan berbalik. Kalau tidak ….”

“jangan mendekat , kalau tidak kau akan mati”teriak mei pada lelaki itu.

Mei berlari dan berteriak di dekat jendela, “Paaaamaaaaaaaaaaaaaaaaan tolong aku”

“yakh???”balasnya lelaki itu dan berlari mendekati mei. Ia menarik tangan mei dan menutup mulutnya, dan menempelkannya di dinding.

“sebenarnya kau ini siapa ? Hahhhh?”tanya lelaki itu dengan teriakan yang membuat mei merasa di ancam.

Mereka bertatap mata, pelan-pelan lelaki berhenti meneriaki mei dan mulai melepaskan tangannya. Mei mengalihkan pandangannya dan melihat ke bawah.

“ahaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh”teriak mei dan menutup matanya.

ternyata handuk lelaki itu terjatuh kelantai. Lelaki itu lalu kembali membekap mulut mei yang tak hentinya berteriak dan membuat telinganya sakit.

“jangan melihatnya lagi”kata lelaki itu sambil memakai kembali handuknya.

“ada apa ini??”kata paman jason.

mei lalu melepaskan tangan lelaki itu dari mulutnya dan  berlari ke arah belakang paman jason.

“paman ,, miri takut”kata mei dengan polosnya.

“ahhh, yesung. Kenapa kau bugil seperti itu di depan tamu paman?”

‘yesung??’kata mei dalam hati.

“tamu kata paman? Dia tidak sopan paman. Dia menyelonong begitu saja memasuki kamar mandi. Dia sengaja mengintipku” kata   yesung.

“eh, apa kau bilang. Enak saja kau bilang aku mengintipmu?hah, apa aku kurang kerjaan?apa kau mau kuhajar. Sini kau.”balas mei yang begitu emosi karna di tuduh mengintip yesung.

“ehhh, sudaaaah. Kau tetap salah yesung…”

“tapi paman…”

“kau yang mandi tidak mengunci pintu, itu kebiasaan buruk mu! Sudah berapa kali paman bilang kunci pintunya”teriak paman Jason kepada yesung.

“berhentilah berteriak paman” kata yesung dan pergi.

Yesung berjalan dan menyenggol bahu mei

“awas kau ya!!”kata yesung mengancam mei.

Mei pun mengejek yesung dengan mejulurkan lidahnya kearah wajah yesung.

“dasar anak keras kepala”

“paman, dia siapa? Anak paman?” Tanya mei.

“bukan, dia itu anak dari saudara istri paman. Sejak kecil dia di tinggalkan ibunya, makanya wajar kalau dia bersikap seperti itu. Maafkan dia ya?”

“ohh, ya tenang saja paman”

“ya sudah paman mau ke bawah dulu, banyak yang menunggu paman”

“ya , paman . maaf telah menganggu paman”

Mei pun mandi.

***

Mei selesai mandi dan menata barang-barangnya ke lemari dan mejanya. Saat meletakkan fotonya dan ibunya mei lagi-lagi menitihkan air matanya.

“eomma, apa eomma baik-baik saja tanpa mei? Ma, maafkan mei yang sudah ninggalin eomma. Maaf ma.”

Mei pun meletakkan foto eommanya di dekat lampu belajarnya. Tiba-tiba seseorang membuka pintu dan taklain adalah yesung.

“eh, tukang intip.”teriak yesung dari balik pintu kamar.

Mei membalik dengan wajah kesal.

“bisa tidak masuk kamar orang ketuk pintu dulu?ha?”teriak mei sambil menghapus airmatanya.

“eh, ini rumahku ! jadi terserah aku!cepat turun paman telah menunggu di bawah untuk makan malam. Gara-gara kau makan malamku tertunda!”

“ehhh….”kata yesung tiba-tiba terputus saat melihat mei menangis.

Yesung mendekat “kau menangis”Tanya yesung.

Mei hanya diam dan meninggalkan yesung di kamarnya, yesung mengejarnya dan terus bertanya apakah mei menangis. Bahkan Saat menuruni tangga yesung terus saja menghujanimei dengan pertanyaannya.

“yakh, aku bertanya apa kau menangis karnaku?”Tanya yesung.

Mei terkejut dengan pertanyaannya dan spontan berbalik.

“kau mau mati ya!”Tanya mei kembali terhadap yesung dengan wajah sinis.

Yesung berhenti melangkah dan terdiam menatap wajah kemarahan mei. Mei kembali berjalan menuruni tangga. Yesung pun terdiam dan mengikuti mei dari belakang.

“maaf paman, aku terlambat turun”kata mei.

“sudah tidak apa-apa. Duduk disini” kata paman Jason.

“kak miri, ini ayam goreng buatan mei. Enak loh”kata mei-cilik sambil menaruh ayam di piring makan mei.

“terima kasih mei”kata miri sambil mengelus kepala mei-cilik.

Yesung terus saja menatap wajah mei karena penasaran. Paman Jason yang melihat yesung langsung saja memukul kepalanya dengan sendok.

“sampai kapan kau akan menatapnya seperti itu”

“aduuh , pamaaaaan. Sakit!”

“makan! Berhenti menatap orang dengan tatapan seperti itu”

“oia, besok kau akan masuk disekolahmu yang baru. Jadi bersiaplah yah. Paman telah mengurus segalanya yang kau perlukan. Besok berangkatlah ke sekolah bersama yesung”

“apaaa?”kata mei terkejut.

“ya, bersama yesung”paman Jason mengulangi perkataannya.

Mei terlihat lesuh sementara yesung senyum-senyum bahagia. Berharap ia akan menjadi sorotan di sekolah karena bisa ke sekolah bersama cewek secantik mei.

*esok harinya

“eh, tukang intip. Kau bisa tidak cepat sedikit?”kata yesung sambil membuka pintu mei yang membuat mei terkejut dan spontan melemparkan sepatunya dan tepat mengenai kepala yesung.

“ahhhh”teriak yesung kesakitan.

“apa yang kau lakukan! Hah! Sekarang siapa yang kau sebut pengintip? Heh . Kau sendiri apa namanya selalu masuk ke kamarku tanpa mengetuk dulu.” teriak mei yang sedang memakai bajunya.

“tunggu saja aku di luar, jika kau membuka pintunya. Kau akan mati!”Sambung mei.

Setelah selesai mei keluar dengan penampilan barunya. Di luar yesung masih saja memegangi kepalanya yang sakit karena di lempar sepatu oleh mei. Mei membuka pintu , yesung heran.

“eh, kapan kau memangkas rambutmu?”Tanya yesung.

“semalam”jawab mei jutek sambil memukul kepala yesung lagi.

“ayoo”sambungnya.

“kau…..”kata yesung marah sambil memengangi kepalanya yang semakin sakit.

sesampainya di bawah.

“paman, miri berangkat sekolah dulu ya”kata miri pamit.

“kalian tidak sarapan?”tanya paman.

“tidak usah paman”jawab yesung mendahului mei.

Mei menatap tanjam yesung.

“kakak, semoga hari pertamamu menyenangkan”kata mei-cilik yang sedang makan bersama paman.

mei tersenyum.

“ayo pergi”ajak mei.

“naik”kata yesung yang sudah duduk di atas motornya yang supeeer keren.

“tidak mau!”tolak mei.

“hrggggh, naik”

“tidak mau!”

“aku pergi..”kata yesung yang hendak meninggalkan mei.

“paaaaamaaaaaan……”

belum selesai mei berteriak langsung di potong oleh yesung.

“apa mau mu sekarang hah?”

“kita naik sepeda”kata mei sambil tersenyum dan melirik ke sepeda di samping yesung.

“apa?”kata yesung terkejut.

mei hanya tersenyum dan melirik ke sepeda.

yesung menghela nafas panjang.

“kau….”

“paaa…..”

“baiklah, baik !”

Dan akhirnya yesung mengikuti mau mei. Naik sepeda yang sebenarnya milik mei yang baru di beli paman untuknya.

mereka pun berangkat ke sekolah. Mei hampir jatuh karna tidak berpegangan. Yesung berhenti.

“kau mau jatuh?hah?berpegangan!”bentak yesung.

“tidak mau! Kau mau mengambil kesempatan kan ? Hah!”

“terserah. aku hanya tidak mau mendengar paman terus-terus saja berteriak di telingaku karnamu!” kata yesung sambil meraih tangan mei dan meletakkannya di perutnya.

Mei menghela nafasnya.

“ini terpaksa!”kata mei.

“kau pikir aku mau di peluk olehmu! HAH!”bantah yesung.

***

Sudah dekat dengan sekolah, yesung melihat ke arah tangan mei yang memeluknya erat. Yesung tersenyum. Sementara mei sedang berusaha mengingat jalan yang di laluinya dengan wajah muram karna harus memeluk yesung.

Dekat sekolah mei minta berhenti.

“stop. Aku tau sekolah kita yang itu kan ? Baik lah aku turun disini . Pulang sekolah aku menunggumu di sini”kata mei tanpa membiarkan yesung berkata sepatah kata pun dan pergi.

“heeii”teriak yesung dari kejauhan.

“bagaimana dengan sepedamu?”tanya yesung.

“bawa saja!”teriak mei tanpa berbalik.

“apa?bisa hancur reputasiku!hah!”keluh yesung.

***

Yesung terpaksa membawa sepeda mei masuk ke sekolah, dan tentu saja yesung menjadi perhatian semua cewek-cewek di sekolahnya, jelas saja yesung yang selama ini terkesan cool dan keren dengan sepeda motornya tiba-tiba malah menaiki sepeda berwarna pink milik mei.

Tak jauh darinya mei juga menjadi pusat perhatian, jelas saja karna dia anak baru yang mempunyai mata yang indah dan wajah yang cukup imut. Sepanjang jalan mei menebarkan senyumnya setiap orang yang melihatnya. Sedangkan yesung harus menutupi wajahnya karna reputasinya bisa hancur.

“semua gara-gara kau miri. Lihat saja nnti pembalasanku!”omel yesung saat memarkirkan sepeda mei.

*Dikelas

miss ann memasuki kelas .

“selamat pagi semua siswa-siswiku yang cantik, terutama siswaku yang paling ganteng(maksudnya yesung)” kata ibu ann sambil mengedip-ngedipkan matanya.

“pagii miss”jawab mereka kompak.

“ehh, kalian lagi-lagi melupakan beautifulnya setiap memanggil saya”

“pagii miss ann beautiful”jawab mereka kompak sambil tertawa.

“nah, baik lah. Hari ini ibu akan memperkenalkan seseorang yang cantik seperti ibu tentunya ibu lebih cantik”

“huhhhhh”teriak semua siswa.

Yesung menundukkan kepalanya berbaring di mejanya.

“baik lah ini dia teman baru kalian. Mari masuk sayang”

Mei melangkahkan kakinya memasuki kelas, sementara yesung yang tak menyangka mereka sekelas tak mempedulikan murid baru tersebut, ia malah memasang headphonenya.

“haii, annyeong haseyo. Namaku Park Miri, panggil saja aku miri. Salam kenal. Aku harap kalian menyukaiku”kata mei tersenyum yang membuat semua cowok di kelas itu seperti patung menatapnya.

“mei duduk la di sebelah sana”kata miss ann menunjukkan tempat duduknya tepat di sebelah yesung.

Saat mei berjalan menuju tempat duduknya, yesung melepaskan headphonenya dan menatap anak baru itu. Alangkah terkejutnya ia ketika tahu bahwa anak baru tersebut adalah mei.

“kau…”kata yesung.

langkah mei terhenti. Mei menghela nafas.

“apa kalian saling mengenal?”tanya miss ann.

“tidak”“ya”jawab mei dan yesung bersamaan.

“apa maksudmu?”tanya yesung.

Mei lalu berbalik dan minta dia duduk di depan saja dengan alasan ia tak dapat melihat tulisan dipapan tulis dan miss ann pun menyetujuinya.

***

Tringgggggg bel bunyi tanda istirahat di mulai. Mei berjalan keluar kelas yang disusul oleh yesung.

“aku mau bicara dengan mu”kata yesung.

“aku tidak mau, aku sibuk”kata mei dan meninggal yesung.

Mei berlari dengan kencang menghindari yesung, seseorang menarik mei memasuki perpustakaan.

“disini kau aman”kata perempuan berambut panjang itu.

“kau siapa?”kata mei jutek.

“aku sulli”kata perempuan itu sambil menjulurkan tangannya.

“aku … .”

“aku tau, kau miri. Terima kasih ya, karna kau aku jadi bisa duduk dengan yesung. Itu impianku sejak kelas 1”

mei malah tertawa.

“ini memang lucu, ini pantas di tertawakan”katanya yang membuat mei berhenti tertawa.

“maafkan aku”

“tidak apa-apa, kau tahu aku menyukai yesung sejak kelas 1 smp aku juga selalu memasuki sekolah yang di masuki yesung. Dan karna kau ada impianku tercapai, aku bisa duduk dengannya “kata sulli dengan wajah merah dan sumringah.

“ia ia”

“makasi ya”

“iaaaa”

Sulli tak henti-hentinya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada mei.

“oh ya, kau sebenarnya mengenalnya bukan?”tanya sulli.

“apa? Kenal siapa?”

“maksudku mengenal yesung”

“siapa dia?”

“jangan berbohong, aku tau kau mengenalnya”Kata sulli sambil berjalan di belakang mei.

“aku….”

Tiba-tiba suara yesung terdengar dari kejauhan.

“hahhh! Menyebalkan”kata mei.

“siapa yang menyebalkan? Aku? Apa kau terganggu karna aku selalu bertanya?”kata sulli.

“ahhh, bukan kau. Tapi aku akan marah jika kau bertanya itu terus”

“baiklah maafkan aku”

sekarang yesung di depan mei dengan wajah marah.

“jangan marah-marah disini. Marahnya nanti saja. Aku sibuk!”kata mei dan menarik sulli meninggalkan yesung.

*sepulang sekolah.

yesung ke parkiran dan mengambil sepeda mei, tentu saja lagi-lagi jadi bahan perbincangan cewek-cewek di sekolahnya. Seseorang mendekatinya .

“kak, ini untukmu ku mohon kali ini terima lah”Seorang gadis yang tak lain adalah adik kelas.

“berapa kali aku bilang, jangan membawakan aku makanan terus. Itu akan membuang-buang waktumu saja”kata yesung dengan kasar.

“kali ini ku terima, ku mohon jangan seperti ini terus!”tambah yesung.

perempuan tersebut tersenyum dan pergi.

“hah! Aku benci dengan semua hadiah ini”

Sambil mengambil semua hadiah itu dan memasukkannya ke dalam tasnya.

Mei yang menunggunya dari kejauhan terlihat kelelahan karna menunggu yesung begitu lama.

“lama!”

yesung hanya terdiam.

“apa ini? Boneka, bunga kotak makan siang? Hahaha”kata mei sambil tertawa.

“kau seperti anak tk yang ingin ke sekolah”sambung mei.

“apa kau bilang!”

Mei hanya tertawa.

“pertama aku akan bertanya kenapa kau pura-pura tidak mengenalku tadi? Kedua, kenapa kita mesti kesekolah naik sepeda supeeeeeer norak ini?ketiga, kenapa di sekolah kau lari setiap melihat aku? Ahh? Apa kau ini hantu? Lalu, kenapa kau harus turun disini dan bukan di dalam sekolah bersamaku?dan,….”

“stop, bagaimna aku bisa menjawabnya? Kau bertanya seakan-akan aku ini terlibat kasus yang akan terpidana mati.baiklah aku memilih naik sepeda?karna aku ingin hidup sehat. Memilih berhenti disini karna takut popularitasmu akan turun karna datang kesekolah dengan cewek cantik sepertiku, lalu kenapa aku memilih tak mengenalmu?karna kau menyebalkan!oia, jangan pernah mengatakan kalau aku tinggal denganmu! Arasho?.”Kata mei yang duduk di tempat duduk pinggir jalanan sambil memakan bekal yang diberikan adik kelas untuk yesung.

“hei, kenapa kau memakannya?itukan milikku.”

“sekarang ini milikku , gara-gara kau aku belum makan dari pagi hingga siang ini. Kau tau? Betapa laparnya aku? Aha?”omel mei sambil terus memakan makanan yesung hingga tak tersisa.

“kau benar-benar rakus”

“apa kau bilang?aku ini kelaparan tau!”sambil memukul kepala yesung dengan sendok yang ia pegang.

“sakit!bodoh!”

***

Diperjalanan pulang mereka menjadi perbincangan oleh para pejalan kaki.

“kenapa mereka memandangi kita seperti itu?dasar orang aneh”protes mei.

yesung tersenyum.

Pejalan kaki berbisik.

“wah mereka serasi sekali ya”kata seorang wanita kepada temannya.

“ia ia”

“wahh, kakak itu romantis sekali. pasti kakak yang ganteng itu yang membelikan boneka, bunga, coklat ohhh, romantisnya. Andai aku punya pacar seperti dia”komentar orang tersebut.

Yesung tiba-tiba berhenti di tengah jalan.

“turun kita berjalan saja”kata yesung.

Mei pun turun dan berjalan sambil menenteng tas coklat dan bunga serta memeluk boneka beruang besar berwarna ungu.

“apa setiap hari kau seperti ini?”tanya mei.

yesung tak menjawab hanya berjalan membawa sepeda mei dan memegang tas bekal yang telah dihabiskan oleh mei.

“enak sekali hidupmu! Setiap pulang sekolah banyak mendapat hadiah”Puji mei.

***

Sesampainya di rumah mei lalu berganti baju di kamarnya. tapi, sebelum itu mei duduk didepan kamera yang aktif.

“eomma lihat mei sekarang? Mei cantik tidak dengan rambut seperti ini? Eomma suka kan? Jangan marah ya ma, karna mei memangkas rambut mei. Hari ini pertama aku masuk sekolah mah, aku menemukan teman yang baik di sini seperti hyorin. Meskipun aku membentaknya dia tetap saja mengikutiku. Dia menyukaiku ma, menyukai aku yang jutek dan keras kepala. Dia menyukaiku karna membiarkan dia duduk dengan yesung. Eomma tau? dia selalu mengikuti dimanapun yesung sekolah dan kali ini karna aku menolak duduk dengan yesung dia jadi bisa sebangku dengan yesung. hari pertama sekolah mei senang eomma, mei jadi pusat perhatian di sekolah karna mei yang manis, bukan karna appa,(jelas saja karna appa mei adalah pemilik yayasan sekolah). Paman baik, dia selalu memasakkan makanan favoritku sapi panggang, sup, dan masih banyak lagi. oh ya eomma . nama anak paman sama denganku dia juga di panggil mei. dia manis sekali, dia juga pandai memasak tidak sepertiku. Yesung… Ya sudah lah ma dia orang yang menyebalkan yang tidak perlu eomma tau. Pokoknya mei tak mau menangis lagi. Eomma tunggu mei ya jemput eomma.annyeong”

Mei mematikan kameranya dan menyimpannya di laci.

Waktu mei keluar dari kamar semua hadiah yesung hari ini berserakan diatas meja. mei membersihkannya. Mei merapikan dan hendak memasukkan ke kamar yesung. Saat di buka mei terkejut dengan keadaan kamar yesung yang rapi dan bersih. Saat membuka satu ruangan di kamar yesung yang ia pikir lemari ternyata…

“apa?ini semua miliknya?”kata mei menghela nafas panjang melihat semua hadiah penuh di ruangan itu.

mei melangkah masuk dan meletakkan yang di bawanya ke lantai.

“apa dia begitu populer?”kata mei sambil duduk d sofa di dalam ruangan itu.

“kak miri apa yang kau lakukan disini?”tanya mei-cilik yang membuat mei terkejut.

“hah, mei kau mengagetkanku!”

mei-tersenyum bodoh,

“kak, ayo keluar saja. Jangan disini, kak jangan sentuh coklat itu.”kata mei-cilik saat mei memegang kotak coklat.

“memangnya kenapa?”

mei-cilik menariknya.

“ayoo kak”

“oke, baiklah”

bagaimana? di tunggu komentarnya

6 thoughts on “Hug Me Again! Chap 1

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s