Spring Girlfriend

Author             : Jisankey (J-key)

Title                 : Spring Girlfriend

Genre              : School life, Romance, Friendship

Rating             : G

Lenght             : Oneshot

Main Cast        :

  • Park Sanghyun a.k.a Cheondung a.k.a Thunder (MBLAQ)
  • Jung Young Hee (OC/You)

Support Cast   :

  • MIR (MBLAQ)
  • Other

A/N              : Ini FF lama saya. Hahaha.. masih banyak banget kekurangannya. Pernah di publish di berbagai tempat, tapi kalo nama authornya beda itu PATUT di pertanyakan ‘-‘)b. Happy Reading aja ya 😀

Cheondung POV

 

Setiap hari memang membosankan. Masalah itu relatif bisa diselesaikan. Menurutku, hidup di dunia hanyalah tekad belaka. Jika tidak memiliki tekad untuk menyelesaikan masalah itu,  mungkin berujung bunuh diri? Heh…

Sama hal nya jika terlalu memiliki banyak tekad, semua yang dirasa mudah menjadi tidak menarik lagi!

“Cheondung, 100!” guru itu memberitahuku nilai ulangan kemarin. 100, hm..

“Kenapa sih dia selalu dapat nilai seratus? Curang kali..” bisik bisik dari anak yeoja bangku sebelah.

“Iya, dia kan namja? Ko dapet 100 mulu..” tambah yang satunya dengan nada merendahkan.

Heh, aku sudah belajar! Memangnya yang pintar di zaman sekarang haruskah selalu yeoja? Kalian kira dapat nilai 100 itu mudah, huh? Belajar dong!

Aku hanya menatap kedua yeoja bawel itu dengan tatapan membunuhku. Belum pernah ada yang berani balik menatapku jika aku mengeluarkan tatapan itu. Hei, aku itu namja keren!

***

Author Pov

Di pinggiran kota Seoul Korea Selatan, ada sebuah bangunan yang tidak terlalu di perhatikan masyarakat sekitar. Bangunan tua namun masih sangat kokoh. Bangunan itu adalah sebuah SMU yang tidak banyak memiliki penghuni. Hanya terdiri dari tiga kelas. kelas X, XI, dan XII. Sekolah itu bukan tempat orang-orang kekurangan, tapi sekolah itu di khususkan bagi anak anak yang malas. Sekolah tanpa aturan.

SMU itu dinamakan SMU TANPA NAMA. SMU tanpa aturan yang hanya memiliki setidaknya 10 guru. SMU itu sangat terkenal di kalangan anak-anak malas—yang juga incaran mereka untuk berada disana. Sekolah tanpa aturan? Mereka kira itu menyenangkan…..

Lain hal nya, di Seoul pula ada SMU yang sangat terkenal. Mewah, besar, bersih, dan sangat terikat banyak sekali aturan. Siswa siswi disana sangat patuh. Tak sedikit anak yang berusha untuk masuk ke sekolah itu. Tapi tetap saja relatif berujung pada uang, walaupun anak itu tidak pintar, dengan uang keluarganya dia bisa masuk sekolah itu.  SMU itu dinamakan SMU BERNAMA.

***

Siang hari, di SMU BERNAMA para staff sekolah mengadakan rapat mendadak. Pokok pembicaraan mereka adalah ‘pengasingan murid untuk menjadi lebih baik’. Banyak pro dan kontra diantara para staff sekolah, apalagi guru-guru yang mengajar si murid itu.

“Tidak bisa, Pak! Maaf, tapi Cheondung itu murid yang pintar!”

“Semua murid disini memang pintar kan–kelihatannya”

“Tapi Cheondung berbeda, Pak! Coba tanya guru-guru yang mengajarnya, walaupun dia kurang bersosialisasi, dia itu Jenius! Bukan begitu?”

“Iya Iya..” jawab guru guru yang merasa setuju.

“Tapi sepertinya Kepala Sekolah benar. Jika dibiarkan, sampai dewasa Cheondung akan seperti itu. Saya setuju, asingkan saja dia!” timpal salah seorang guru santai.

“Tidak bisa seperti itu! Dia murid kesayanganku!”

“Guru tidak boleh egois”

“Baiklah,”

Akhirnya diputuskan. Cheondung akan di asingkan ke SMU TANPA NAMA agar dapat bersosialisasi.

Park Sanghyun atau lebih dikenal Cheondung itu anak yang benar-benar pintar. bisa dibilang dia anak yang jenius. Karena ke Jeniusannya dia bukan di dekati, tapi di jauhi karena teman-temannya merasa tersaingi, iri dan lainnya. Walaupun dia jenius, dia tidak memakai kaca mata sepertihalnya anak anak jenius yang lain. Walaupun begitu, tidak ada anak yang berani ‘naksir’ dia. Mereka merasa tidak pantas, mereka tidak bisa menjadi satu tingkatan dengan Cheondung yang kepintarannya di luar batas#lebay

Sebenarnya, jika Cheondung mau berubah, dia bisa punya banyak teman. Namun, dia belum bisa sadar. Dia hanya mengira teman itu tidak akan kekal.

***

Cheondung Pov

 

Pemberitahuan mendadak yang menyebalkan. Aku harus pindah sekolah sampai waktu yang belum di tentukan. Apa-apaan ini? tapi… mungkin ini menyenangkan. Daripada harus terus terusan berada di SMU menyebalkan ini! Jelas menyebalkan, yang ada orang orang nya pada iri hati SEMUA. Orang yang tidak mau berusaha, yang hanya bisa men-judge­ orang lain, PECUNDANG !

***

Keesokan harinya, aku datang ke sekolah itu tanpa di antar. Sendirian, memang selalu sendirian. Aku kira aku datang kesiangan, aku datang jam setengah delapan. Tapi disana malah belum ada siapa-siapa. Memangnya sekolah ini masuk jam berapa?

Sekolah dengan bangunan tua namun tidak menyeramkan. Tapi ini bisa jadi obyek sejarah juga, mendalami pelajaran sejarah di bangunan ini pasti menarik! Sekolah kecil dan sepi–mungkin–sepertinya menarik.

Aku tersenyum tanpa sadar…

“Hei, kau anak pindahan itu kan?” seseorang memukul pundakku. Aku berbalik.

“Eh?” aku pun mengangguk canggung. Huh, kukira jam segini belum ada yang datang.

“Oh bagus! Ayo, kita satu kelas loh.. aku Young hee.” Dia mengulurkan tangannya. Aku memandangnya heran, kenapa anak ini terlihat begitu bahagia?

“Jung Young Hee!” dia menarik tangannku dan kamipun bersalaman. Dia.. beraninya!

“Cheondung.” Sahutku singkat.

“Cheondung, hm, Thunder! Kekeke..” dia terkekeh dan menarikku pergi ikut dengannya. Apanya yang lucu hum? Yeoja ini.. dia tidak tahu siapa aku! Main narik seenaknya, gak sopan tau! Namaku juga Cheondung, walau artinya sama dengan Thunder tapi aku ingin dipanggil Cheondung! Camkan itu, Cheondung!

Jam setengah delapan, sudah ada dua orang anak di sekolah ini. Denganku jadi tiga!

“Hoi, aku MIR!” anak yang sedang mendribble bola basket itu menyapaku. Aku hanya mengangguk. Bisa-bisanya dia tidak berkonsentrasi, setidaknya lakukan semua hal satu persatu agar hasilnya memuaskan. Kenapa dia menyapa orang lain jika sedang main basket? Anak yang tidak bisa berkonsentrasi! Apa aku harus berteman dengan anak yang seperti itu?

“Dia Thunder!” Younghee menyerukan namaku. Hei! Itu tidak sopan kan? Berani berani nya dia..

Aku memandangnya kesal,

“Tidak sopan tidak menjawab sapaan orang,” ujarnya lalu kembali berjalan. DEG! Kali ini aku yang… salah?

“Hei, Thunder!” tiba-tiba anak yang bernama Mir itu menghampiriku. Dia kembali mendribble bola di depanku. Ck Sombong,

“Kau bisa main basket? Jam segini masih terlalu pagi.. sekolah ini tak ada aturan jadi bisa masuk kapan saja. biasanya guru akan datang tengah hari nanti, lama!” aku melihatnya yang berbicara sambil bermain basket. Heh, sangat tidak konsistan..

Aku melihat ke arahYoung hee yang pergi, entah kenapa aku ingin melihatnya…

“Jung Young Hee itu suka menyiram tanaman. Dia suka merawat lingkungan, makannya datang pagi!” jelas Mir. Eh? Memangnya aku minta kau menjelaskan itu, huh?

“Hei, kenapa diam saja? Bisa main basket ga?”

“…” aku hanya menggeleng. Sekarang aku benar-benar tidak tertarik dengan sekolah ini. Orang-orangnya terlalu sok akrab. Guru-gurunya mana? Apa ini yang disebut ‘pengasingan murid untuk menjadi lebih baik’ ? sama sekali tidak terdengar baik. Malah mungkin akan semakin buruk! Oia tentang basket, aku bisa, hanya tidak ingin main saja. Oke, mungkin tidak ada yang menanyakan hal itu.

“Yah, baiklah baiklah..” Mir memasukan bola basket pada ranselnya.

“Aku tahu kau butuh pemandu,” eeh? Pemandu apanya? So tau ni anak..

“Pemandu?” suaraku keluar bertannya.

“Hu.um, ayo, akan aku tunjukan wilayah wilayah di sekolah ini!” setelah terbebas dari tarikan Young hee, apa sekarang aku harus di tarik-tarik anak bernama Mir ini?! heh, menyebalkan…

Author Pov

Dengan pasrah Cheondung mengikuti Mir. Mir menjelaskan dengan agak membingungkan tentang tempat tempat di sekolahnya itu. Pertama tentang lapangannya, lalu kelas-kelasnya, ruang guru, perpustakaan dan terakhir dia menunjukan gudang yang bersebelahan dengan ruang kesenian yang dibilang angker. Fasilitas di SMU itu memang tidak banyak. Oia, belum semua! ada satu tempat yang hanya di ketahui Mir dan Young hee. Halaman belakang sekolah! Disana ada banyak kuncup bunga terhampar indah.

“Saat musim semi disini pasti sangat indah! Tempat ini hanya aku dan Younghee yang tau, jadi jangan kasih tau siapa-siapa ya? Ini penemuan besar! Tidak akan ada yang menyangka ada taman di belakang ruang kesenian yang angker ini!” papar Mir bangga.

“…” Cheondung hanya diam. Lalu Young Hee datang dan kaget melihat Mir membawa Cheondung ke tempat rahasia itu.

Cheondung Pov

 

Aku di bawa keliling keliling oleh makhluk ini (MIR) dan akhirnya berhenti di satu tempat. Sebuah taman di belakang ruang kesenian yang katanya angker. Indah sih, sedikit…. tapi tetap saja menyebalkan!

Kata Mir, tempat ini tempat rahasia yang cuma diketahui dia dan Young hee. Terus kenapa harus dia beri tahu padaku? Aku tak mau punya beban!

Tiba-tiba Young hee datang dan menyeret Mir menjauh, mereka berbisik bisik. Walaupun berbisik, di tempat sepi kayak gini sih masih saja kedengaran! Payah!

“Hei, kenapa kau membawa dia kemari?” tanya Young hee. Aku tajamkan pendengaranku, sekali-kali menguping boleh,kan? >o<a….

“Tidak apa-apa. Kasian dia sendirian, aku percaya. Tenang saja, dia pasti menjaga rahasia ini!”sahut Mir yang juga berbisik. Hei! Buat apa kau mengasihaniku, hah?!

Mereka menyebalkan..

“Itu dia.. dia orang yang tidak ingin dikasihani..” timpal Young hee lalu menghampiriku. Mir masih memiringkan kepalanya bingung.

“Kau menguping, kan? Yasudahlah, kau sudah tahu, jadi… selamat datang!” ucapnya dan tersenyum lebar. Dia.. dia kenapa bisa tahu?

Aku hanya mengangguk pelan.

Sebelumnya, banyak yang tidak bisa menebak jalan pikiranku.

Tapi kenapa dia bisa tahu?

Arrrg.. Menyebalkan!

***

10.00 am KST

Jam segini, lumayan, sudah banyak anak yang datang. Diantara mereka memiliki pandangan yang friendly atau so friendly. Mereka baru mengenalku, tapi seolah-olah sudah lama mengenalku. Cih… orang-orang disini baru pertama kali bertemu namja keren apa? menyebalkan!

“Thunder! Kamu dari SMU mana? Ko bisa ke SMU ini?” tanya seorang anak. Pertanyaan itu sih bisa ditolerir, karena wajar.

“Thunder? Kamu diputusin yeoja ya? Makannya pindah ke SMU ini? Iyakan? terus tipe yeoja idealmu kayak gimana?” nah, pertanyaan kayak gitu yang gak bisa ditolerir! Baru kenal juga, udah nanya macem-macem dan yang paling menyebalkan, dia bertanya dengan tampang innocent itu. Errr…!

“Eh sudah-sudah! Jangan ganggu dia terus, mending sekarang kita belajar lagi. Sekarang waktunya menghapal, kan? Hapalkan saja kata-kata dalam buku yang kalian anggap penting! Nanti kita tanyakan pada gurunya..” timpal seseorang dari meja paling depan. Dia Younghee..

Untunglah, aku tertolong…

Ada perasaan aneh juga. kenapa Young hee selalu tahu apa yang aku pikirkan? Apa dia bisa membaca pikiran? Apa dia penyihir? Atau dia punya indra ke enam? Apa dia malaikat? Ah sudahlah Cheondung…  Kau benar-benar tidak masuk akal! Kembali pada hal realistis!

“Anak anak disini.. hm, maksudku tidak–“ gumamku tanpa sadar.

“Malas? Miskin? Bodoh?” timpal seseorang. Aku memandang anak itu, dia Younghee.

“Yah, maksudku.. sekolah ini terkenal seperti itu, kan?” aku coba bersikap dingin. Tapi, kata-kataku mungkin terlalu kejam. Aku terdengar mengejek, iyakan? ah bodoh!

“Lulusan dari sekolah ini memang begitu! Tapi untuk kelas X tahun ini, kami tidak ingin begitu! Kami disini bukan karena malas, kami memiliki alasan tersendiri. Kami masih bisa diatur. Kami tidak seperti yang orang-orang bayangkan. Walaupun kami hanya 16 orang, kami pasti bisa menjadi lebih baik daripada yang orang-orang bayangkan!” dia berhenti berbicara. Mengambil nafas pelan dan membuangnya. “Dengan adanya kau, kami juga sedikit terbantu!”

Hah? apa? tekad anak ini sungguh… beda.

“Aku bisa bantu apa?” tanyaku datar, aku membuang muka dan menatap keluar jendela. Ruangan ini tidak terlalu terkena sinar matahari, hanya mejaku saja. Lumayan….

“Kualitas,” jawabnya dan pergi. Aku bisa mendengar langkah kakinya dan dia berteriak-teriak memanggil Mir. Kurasa Mir dan Young hee sangat dekat.

DEG!

Kenapa?

***

Hari pertama berada di sekolah itu, tidak terlalu buruk. Aku pulang jam 3 sore, walau hanya belajar dengan bimbingan guru kurang dari 3 jam, aku sedikit puas. Disana terasa berbeda. Walau tanpa aturan, mereka masih tahu batas bahwa sekolah adalah tempat belajar. Juga gurunya, mereka tidak pilih kasih pada yang pintar atau kurang pintar. Aku merasa satu tingkat dengan ke 16 murid lainnya. Walaupun mereka sok kenal, sok akrab, anak-anak disana tidak iri atau mengejekku. Mereka cukup baik. Sehari disana, lumayan lah…

***

Author Pov

 

Sudah satu Minggu Cheondung berada di SMU TANPA NAMA. Cheondung merasa nyaman walaupun imej pendiamnya masih tertanam kuat. Tiap ditanya dia hanya menjawab seperlunya, berbicara pun dia hanya berbicara seperlunya. Tapi disana tidak ada yang  mempermasalahkannya.

Saat itu, masih jam 8. Udara terasa dingin. Sisa-sisa musim dingin sepertinya belum enyah dari sekolah itu.

“Untuk menghangatkan badan,  ayo main basket everybody!” teriak Mir sedikit sumbang.

“Everybody on the left… Everybody on the right… ! lalalalalalala…!” dia bernyanyi dengan suaranya yang khas. Dia bernyanyi sambil main basket. Cheondung masih menuduh Mir tidak konsistan.

Cheondung Pov

 

Hah, dasar anak itu.. bisa-bisanya dia bermain basket sambil bernyanyi. Tapi sepertinya benar juga, jika kita diam saja akan merasa semakin dingin. Err!

“Hei, Thunder, kau sedang membaca apa?” tanya Younghee tiba-tiba. Dia selalu saja mengagetkanku, huh!

“…” aku diam. Dia segera mengambil buku yang aku pegang.

“Nuno and The Revenge of The Doomed Omiyan” dia membaca judul buku ku.

“Waa! Kau suka fiksi fantasi, ya?” pekiknya melengking. Aish.. suaramu itu..

Memangnya kenapa? Aku salah suka novel fiksi fantasi? Heh?!

Aku hanya mengangguk mengiyakan.

“Kenapa?” aku mulai terbiasa mengobrol.

“Tidak apa-apa. Keren saja.. jarang sekali namja yang suka baca buku fiksi ahaha!” jawabnya. Tawanya. Kenapa terasa begitu aneh?

“Younghee.. main basket yuk!” Mir tiba-tiba datang dan menarik tangan Younghee. Younghee lalu berada di tengah lapangan. Mereka bermain basket. Sedangkan aku diam memegang buku tanpa membacanya di pinggir lapangan. Hanya melihat mereka yang terlihat sangat akrab. Tanpa sadar kepalan tanganku mengerat. Kesal.

Kenapa rasanya penuh sekali?

Kenapa rasanya berat sekali?

Apa aku.. cemburu?

Sejak pertama kali bertemu Younghee rasanya aneh. Aku selalu ingin tahu lebih tentangnya, tapi aku tak bisa bilang! Dia juga selalu bisa menebak apa yang aku pikirkan. Itu juga ganjil bagiku! Tapi setelah aku cari-cari penyebabnya, dia bukan bisa membaca pikiran. Kata Mir dia memang peka. Apa aku aneh menanyakan hal itu pada orang-orang? Ah sudahlah…

Lalu perasaan apa ini? aku selalu ingin ada di dekatnya. Rasanya nyaman. Tapi aku terlihat sangat egois! Jelas saja… aku merasa kesal jika Younghee dekat dengan Mir! Seharusnya aku tidak boleh begitu. Jika aku yang ada di posisi Mir, mungkin aku pantas kesal karena Young hee dekat dengan orang lain. Tapi..? aku bukan siapa-siapanya. Bukan namjanya! Kakaknya! Atau sahabatnya! Ya… aku dan dia hanya teman sampai aku kembali pindah ke sekolah lamaku.

***

“Hei Thunder… boleh aku bertanya padamu?” tumben-tumbenan Mir pake izin segala. Aku mengangguk. Setelah satu bulan aku berada disini, aku sudah terbiasa dengan panggilan Thunder. Tidak buruk juga, malah terkesan lebih keren, bukan begitu?

“Siapa nama aslimu?” tanyanya. Hm… kenapa dia ingin tahu? Aku memang menyembunyikan nama asliku. Entah kenapa, aku hanya tidak ingin ada yang tahu. Hanya teman-teman SD ku saja yang tahu.

“Memangnya kenapa?”

“Aku hanya ingin memastikan saja. Dan hum… kau suka Younghee tidak?”

DEG!

“Suka? Ya, aku suka dia. Dia teman yang baik.” Hanya itu. Rasanya aneh kalau aku bilang aku suka dia dan ingin menjadi pacarnya. Mir mungkin akan mengira aku aneh bisa secepat itu menyukai Younghee. tapi kenapa dia menanyakan hal itu?

“Bukan! Suka sebagai… ah yasudah!” Mir pun pergi. Ada apa? apa yang salah?

Jelas ada yang salah. Setidaknya jika aku jujur, Younghee akan tahu perasaanku sebelum aku kembali ke sekolah lamaku. Ah! Aku ingat! Sekolah lamaku akan mengumumkan aku berhasil atau tidaknya besok lusa!

Aku tidak tahu aku ingin berhasil atau tidak…

Tujuan mereka membuatku bersosialisasi. Aku bisa bersosialisasi dengan anak-anak di sekolah ini, tapi aku tidak tahu aku bisa bersosialisasi atau tidak di sekolah lamaku itu. Dengan anak-anak yang lebih menyebalkan daripada disini. Apa aku bisa?

***

Besok akan ada pengumuman aku berhasil atau tidak. Entah, tapi aku berharap aku tidak berhasil dan tetap bersekolah di SMU itu. Aku nyaman disana—bukan karena bebas aturan tapi karena orang-orangnya yang membuatku nyaman. Aku sangat suka dengan apa yang ada di sekolah itu.

Malamnya aku tidak bisa tidur. Jika aku memikirkan konsekuensinya, mungkin aku akan rugi dalam hal pendidikan berada di sekolah itu. Tapi lingkungan di sekolah itu sama sekali tidak membuatku rugi. Di mana lagi akan aku dapatkan? Jika pendidikan bisa aku cari lewat buku, persahabatan tidak bisa aku cari di dalam buku. Yah, mungkin seperti itulah…

Tentang perasaan labilku? Kenapa terus ada? Aku jadi ingat seseorang dimasa lalu. Pacarku—dia yang menembakku.

Flashback on

“Park Sang Hyun, aku suka kamu, benar benar menyukaimu!” serunya saat aku kelas 3 SD. Dia mengatakan hal itu dengan ekspresi datar.

“Suka aku?” untuk usia anak kelas 3 SD, cuma itu yang bisa aku katakan.

Dia mengangguk lalu berkata lagi. “Kau juga menyukai ku kan? Yasudah kita berpacaran!” serunya memutuskan. Aku kaget tapi yasudah, apa itu berpacaran? Dan esoknya dia pergi pindah sekolah, aku lupa wajahnya, namanya saja aku tak ingat.

Flashback off

Orang-orang memang menganggapku jenius. Tapi kenyataanya tidak, biasa saja. aku sama seperti yang lainnya. Tidak bisa di katakan jenius jika aku tidak mengingat orang pertama yang menjadi pacarku. Kejadian itu aku ingat samar samar. Hanya kata-kata itu yang aku ingat. Tapi rasanya berkesan, jika menyatakan perasaan seseorang dengan begitu mudahnya, ahhaa.. aku rindu anak itu. Pacarku—karena kami belum berkata putus, kan?

***

Author Pov

 

Cheondung dikatakan lulus. Dia bisa kembali ke sekolah lamanya. Teman-teman Cheondung yang berada di sekolah itu terlihat sangat sedih. Cheondung pun merasa enggan meninggalkan sekolah itu. Tapi…

Di taman belakang ruang kesenian. Younghee menyiram bunga-bunga yang berkuncup itu. Saat musim semi, pasti mereka akan mekar dan sangat indah! pikir Young hee. Dia tahu hari ini hari dimana Cheondung akan pergi, makannya dia tidak ingin bertemu.

“Yakin tidak ingin bertemu?” Mir berkata dengan ekspresi heran. Dia juga sedih, dia hanya menemani Younghee di taman itu.

“Bertemu dengan anak yang Childish itu, dengan anak yang menyebalkan itu… aku malah semakin sedih!” jawab Younghee tanpa memandang Mir. Mir yakin Younghee sudah sangat sedih.

“Aku tahu. Tapi setidaknya temui dia untuk terakhir kali..”

“Kau kira aku akan mati? Jangan bilang terakhir kali.. mengerikan!” sahut Younghee sambil tersenyum miris. Mir hanya terkekeh pelan.

“Kalau aku yang mati?” terdengar suara dari arah pintu. Cheondung!

“Thunder!” teriak Mir.

“Ehehe..” untuk pertama kalinya, di depan Mir dan Younghee, Cheondung tertawa.

“Kau belum pergi?” tanya Younghee canggung.

“Mengusirku?” Cheondung mengangkat alisnya kesal.

“Bukan maksudku..”

“Aku tidak pergi, aku akan sekolah disini.”

“Oh.. bagaimana bisa?” Younghee berbalik dan menatap Cheondung heran. “Guru-guru mu disana kan menantikan saat saat kau pulang, kembali ke sekolah lamamu.”

“Jung Young Hee, aku suka kamu, benar benar menyukaimu!”  Younghee agak kaget.

“Kau juga suka aku kan? Kalau begitu sekarang kita berpacaran!” lanjut Cheondung membuat Mir menganga. Mir lalu tersenyum geli.

“Tanpa basa-basi sekali, kekeke..” Mir terkekeh sambil memegangi perutnya.

“Park Sanghyun?” tanya Young hee tiba-tiba dengan mata yang terus tertuju pada Cheondung.

“Kau…” Cheondung memiringkan kepalanya. “Kau tahu aku?” tanya Cheondung ragu.

“Bodoh! kau jenius tapi tak bisa mengingat hal semacam ini! Aku benci Sanghyun!” Younghee memukul mukul Cheondung.

“Ma… maaf. Jadi… kau?”

“Iya!” Young hee berhenti memukuli Cheondung atau Thunder atau Sanghyun itu. Dia membalikan badannya. Wajahnya memerah.

“Untuk apa kau bilang suka padaku? Kitakan sudah berpacaran dari dulu! Atau kau… selama ini selingkuh ya?” tebak Younghee asal.

“Eeh? Tidak!”

Mir masih terkekeh melihat kejadian itu. Seperti tebakkannya. Young hee memang sudah mengira Cheondung itu pacarnya—saat SD—

“Ekhem, jangan lupakan, aku ada disini!” Mir berdehem membuat Cheondung dan Younghee memandangnya heran.

“Tidak apa-apa.” jawab mereka santai dan kembali beradu mulut tentang siapa yang salah. Mir merasa terabaikan. Ck, mereka dua duanya salah! Yang satu tak ingat, yang satu pura-pura tak ingat! Pasangan yang aneh, huh!” umpat Mir dan pergi dari taman itu.

END

Info Tokoh

  • Cheondung

Namanya Park Sanghyun. Panggilannya Cheondung atau Thunder. Hobinya mengumpat orang lain—mengurusi hal2 yang dilakukan orang lain yang terkesan kut campur—juga pendiam. Kata favoritnya adalah menyebalkan.

  • Young hee

Namanya Jung Young Hee. Bersekolah di SMU tanpa nama karena tidak ingin ikut ayahnya terus menerus pindah. Karena dia juga suka kebebasan. Bergolongan darah O. Peka terhadap orang lain. Menemukan cinta pertama saat kelas 3 SD.

  • Mir

Namanya Bang Chulyong tapi lebih suka di panggil Mir. Dia bersekolah di sekolah tanpa nama itu karena ingin bermain basket sepuasnya. Supel dan menyenangkan. Suka Younghee yang pada akhirnya mengalah pada Cheondung. Menurutnya, cinta sebagai sahabat lebih baik, kan?

Sekian

Sejelek apapun, tinggalkan kritik saran maupun kesannya*plakplakplak xD

Sbenernya.. alurnya emang agak kependekan

Tapitapitapi, author cuma dapet wangsit segitu*eeh?*

So.. don’t forget to leave your comment yo!!

Thengseu ‘-‘)//

4 thoughts on “Spring Girlfriend

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s