DIA (Part 4)

Mian… mian… mian (bungkuk 90 derajad), Mianhae readers aku baru bisa ngepost lanjutan FF ini setelah bertahun-tahun (lebay), aku sibuk kerja sampe gak bisa ngepost. Semoga readers gak marah dan gak jadi males baca FFku ini.

Dan buat yang lupa sama cerita sebelumnya silahkan baca  :

Part 1, Part 2, Part 3

Keep coment, gomawo… ^ ^

DIA (Part 4)

Main Cast :

Kang Daesung (Big Bang) as Kang Daesung

Gong Minji (2NE1) as Gong Minji / Minzy

Kwon Young Deuk (Hitech) as Kwon Young Deuk / Deuki

Other Cast :

Janey (GP Basic) as dongsaeng Minji, Janey

CL / Lee Chaerin (2NE1) as sunbae Minji, Lee Chaerin

 TOP / Choi Seunghyun (Big Bang) as dr. Choi

Seungri / Lee Seunghyun (Big Bang) as Seungri

Taeyang / Dong Yongbae (Big Bang) as Yongbae

Deuki’s POV

“Astaga, Deuki Oppa!” Minji langsung memelukku, aku pun membalas pelukannya.

Sudah 2 tahun aku dan gadis di hadapanku ini tidak bertemu karena aku harus melanjutkan studiku di Jepang.

“Apa kabar Minji-ah? Sepertinya kau semakin gendut? Bagaimana kabar Janey?” begitu dia melepaskan pelukannya, aku langsung memberondongnya dengan pertanyaan – pertanyaanku. Bukannya menjawab, Minji malah memukul tanganku pelan.

“Aduh… , Way??!” protesku.

“Kau jahat Oppa, kau pergi begitu saja tanpa berpamitan langsung denganku!” Katanya dengan mengerucutkan bibirnya.

“Mian…, waktu itu aku terburu-buru jadi hanya bisa meninggalkan surat untukmu.” Jawabku dengan penuh penyesalan. “Jadi, bagaimana kabarmu dan Janey?” Lanjutku, mengulang pertanyaanku yang belum dijawabnya dengan mengacak pelan rambutnya.

“Ya… seperti yang Oppa katakan tadi aku semakin gendut, dan Janey dia sangat baik, dia baru saja masuk SMP.” Jawab Minji panjang lebar dengan wajah berseri-seri.

“Lalu…kenapa kau ada di sini di jam sekolah?” Tanyaku penasaran. Aku agak heran melihat Minji berada di tempat seperti ini di jam sekolah, tidak biasanya Minji membolos jika bukan urusan yang sangat penting atau mendesak.

Aku melihat wajah Minji menjadi merah karena pertanyaanku itu. Dan dia menjawab dengan sedikit tergagap. “Ehm…,sebenarnya…aku tidak sengaja membolos. Aku…tertidur di bis dan…melewatkan sekolahku.” Jawabnya dengan menundukkan kepalanya.

Aku tertawa mendengar penjelasannya dan mengacak rambutnya lagi. “Dasar kau… tapi, jangan bilang kau tertidur sampai ke sini?” Tanyaku lagi.

“Aniyo… bis itu berhenti di dekat…” dia terlihat sedikit berpikir “tempat tinggal kenalanku, dan sekarang aku menemaninya ke sini karena dia akan mengikuti festival band di sini.” lanjutnya. “Lalu, Deuki Oppa sendiri kenapa ada di sini?” dia balik bertanya.

Minzy’s POV

Aku sangat malu saat Deuki Oppa menanyakan kenapa aku bisa ada disini di jam sekolah, dengan menahan malu aku menceritakan yang telah terjadi pagi ini dan dia menertawaiku dengan mengacak rambutku lembut, seperti yang sering dia lakukan dulu.

Untuk mengalihkan pembicaraan aku balik bertanya. “Lalu, Deuki Oppa sendiri kenapa ada di sini?”

“Aku? Aku akan ikut kompetisi dance di sini.” Jawabnya. Deuki Oppa ternyata masih belum meninggalkan hobinya sejak dulu, dance. Ya, Deuki Oppa sejak dulu sangat suka dance, dulu dia juga sempat mengajarkanku sedikit gerakan dance. “Ternyata Oppa belum berubah ya…” kataku.

“Maksudmu soal dance? tentu saja… Aku sangat mencintai dunia dance. O iya, kau tidak boleh pulang sebelum melihat aksiku.” katanya dengan senyum khasnya.

“Tentu saja, aku pasti tidak akan melewatkan aksi Oppa.” kataku dengan mengerlingkan mataku.

“Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita menonton temanmu, sepertinya festival bandnya akan segera dimulai.” dia menarik tanganku. Rasanya sudah lama sekali tanganku tidak digandeng oleh Deuki Oppa. Aku sangat senang bisa merasakan genggaman tangannya lagi. Aku benar-benar merindukannya. ‘Bogoshipo Oppa’.

***

Sesampainya di dekat panggung, aku mengajak Deuki Oppa ke backstage tempat Daesung berkumpul dengan teman-temannya tadi.

“Minji-ssi, kau darimana saja? Sebentar lagi bandku akan tampil.” Daesung langsung bertanya, saat melihatku masuk. Entah hanya pikiranku saja atau bukan, sepertinya Daesung bertanya dengan nada khawatir.

“Siapa orang itu?” Tanya Seungri dengan menunjuk orang di belakangku. Pandangan Daesung beralih ke arah orang yang ditunjuk Seungri, Deuki Oppa.

“Oh ini, kenalkan dia Kwon Young Deuk, teman kecilku.” kataku dengan menarik tangan Deuki Oppa agar maju ke depanku. “Dan Deuki Oppa, ini teman-temanku, yang ini Daesung-ssi, yang ini Seungri-ssi, dan itu Yongbae-ssi.” aku menunjuknya satu per satu.

“Kebetulan aku bertemu dengan Deuki Oppa di luar.” Jelasku tanpa ditanya. Aku melihat ke arah Daesung, wajahnya terlihat sedikit pucat. Apa penyakitnya sedang kambuh?

Daesung’s POV

‘Kemana gadis itu? Kenapa dia lama sekali berjalan-jalan di luar? Jangan-jangan dia tersesat’ Baru saja aku akan beranjak mencarinya, tiba-tiba dia datang. Dengan otomatis aku bertanya dengan khawatir. “Minji-ssi kau darimana saja? Sebentar lagi bandku akan tampil.”

Sebelum Minji menjawab pertanyaanku, Seungri bertanya dengan menunjuk seseorang yang berdiri di belakang Minji. “Siapa orang itu?”

“Oh ini, kenalkan dia Kwon Young Deuk, teman kecilku.” jawabnya dengan menarik laki-laki itu agar maju ke depan. Laki-laki bernama Young Deuk itu membungkukkan badannya. “Dan Deuki Oppa, ini teman-temanku, yang ini Daesung-ssi, yang ini Seungri-ssi, dan itu Yongbae-ssi.” lanjut Minji menunjuk aku dan teman-temanku satu per satu.

‘Dia memanggil orang itu Oppa?!?’ bisikku. Entah kenapa ada rasa nyeri di dadaku saat mendengar caranya memanggil orang itu. “Kebetulan aku bertemu dengan Deuki Oppa di luar.” tambah Minji.

Rasa nyeri itu seperti mengalir, dan perutku yang semula baik-baik saja menjadi sakit, atau memang penyakitku yang sedang kambuh? Tidak, aku harus kuat demi festival ini.

Tiba-tiba Minji menarik tanganku keluar. Sepertinya dia menyadari perubahan raut wajahku.

“Duduklah!!” perintahnya.

“Kita harus kembali ke rumah sakit sekarang!” Kata Minji tegas.

“Waeyo? Bandku sebentar lagi harus tampil.” tolakku.

“Lihatlah, wajahmu sudah pucat, aku takut kau jatuh pingsan lagi.” Katanya dengan lebih lembut. Tidak terasa aku mengukir sedikit senyum di bibirku, aku senang Minji masih mengkhawatirkanku.

“Gwencanayo Minji-ssi, jangan khawatir, aku berjanji tidak akan jatuh pingsan lagi.” Jawabku meyakinkan gadis ini.

“Baiklah, tapi setelah kau tampil, kau harus mau kuantar pulang ke rumah sakit.” Akhirnya dia mengalah.

Deuki’s POV

Tiba-tiba Minji menarik tangan temannya yang bernama Daesung keluar. Aku mengikuti mereka tapi aku tidak mendekati mereka.

“Duduklah!!” Perintah Minji kepada laki-laki itu. Dan orang itu menurutinya.

“Kita harus kembali ke rumah sakit sekarang!” Kata Minji tegas. ‘Rumah Sakit??’ bisikku heran.

“Waeyo? Bandku sebentar lagi harus tampil.” tolak orang itu.

“Lihatlah, wajahmu sudah pucat, aku takut kau jatuh pingsan lagi.” Kata Minji dengan lebih lembut. ‘Apa Minji mengkhawatirkan lelaki itu? Apa hubungan orang itu dengan Minji?’

“Gwencanayo Minji-ssi, jangan khawatir, aku berjanji tidak akan jatuh pingsan lagi.” Lelaki bernama Daesung itu berusaha meyakinkan Minji.

“Baiklah, tapi setelah kau tampil, kau harus mau kuantar pulang ke rumah sakit.” Minji pun mengalah.

Minji dan Daesung beranjak dari tempat mereka duduk dan akan berjalan ke arah backstage lagi, aku segera masuk terlebih dahulu sebelum mereka tahu aku mendengarkan pembicaraan mereka.

Sesampainya di backstage, Daesung dan teman-temannya bersiap untuk naik ke panggung karena nama band mereka sudah dipanggil oleh MC. Sedangkan Minji berdiri di sampingku sambil memperhatikan ‘teman dekat’nya itu.

“Minji-ah jangan lupa, kau tidak boleh pulang sebelum melihat aksiku.” kataku dengan menyenggol lengannya sedikit. Dia terlihat berpikir keras sebelum menjawab kata-kataku.

“Mianhae Oppa… sepertinya kali ini aku tidak bisa melihat aksimu dulu. Lain kali, jika ada kesempatan pasti aku akan melihat aksimu. Ok…?” seperti yang kuduga, Minji pasti akan berkata seperti itu. ‘Sekarang hatinya sudah bukan untukku, tetapi untuk laki-laki itu.’

“Ok, gwencana…” kataku dengan sedikit berat hati. Minji tersenyum lega mendengar kata-kataku. Aku mengacak rambutnya pelan.

Daesung’s POV

Ketika aku tampil aku melihat ke arah Minji dan Young Deuk. Mereka seperti mengobrolkan sesuatu, Minji tersenyum ketika lelaki itu mengacak rambutnya lembut. ‘Sedekat itukah mereka?’ pikirku. Rasa sakit di dada dan perutku memang hilang, tapi setiap aku melihatnya tersenyum dengan lelaki itu, rasa sakit itu datang lagi. Aku harus bisa menyelesaikan lagu yang kunyanyikan ini.

***

Akhirnya aku bisa menyelesaikan nyanyianku. Rasa sakit ini masih belum hilang bahkan semakin terasa. Aku hampir kehilangan keseimbangan saat akan turun dari panggung. Tidak kusangka lelaki itu menahanku, sehingga aku tidak jatuh. Di dekatnya, aku melihat Minji berdiri melihat ke arahku dengan raut wajah khawatir. Aku menggeleng dan tersenyum, memberi tanda kepadanya untuk tidak khawatir. Aku dipapah Young Deuk untuk duduk. Untung Seungri dan Yongbae hyung sudah menghilang, jadi mereka tidak perlu melihat kejadian itu.

Setelah memapahku, Young Deuk berpamitan. “Minji-ah, mianhae, aku tidak bisa mengantarmu dan temanmu pulang, kompetisi dancenya sebentar lagi akan dimulai.”

“Tidak apa-apa Oppa, gomawo…” kata Minji, lagi-lagi aku melihat lelaki itu mengacak rambut Minji lembut sebelum dia meninggalkan kami berdua.

“Katja… aku akan mengantarmu pulang ke rumah sakit sekarang.” Minji membantuku berdiri dan berjalan dengan menggandeng lenganku sampai di dalam taksi. Di dalam taksi dia mengeluarkan tisu dan mengusap keringat dingin yang bercucuran di dahiku.

“Kau masih bisa menahan sakitmu sampai di rumah sakit bukan?” tanya Minji dengan lembut. Aku hanya bisa mengangguk.

***

Sesampainya di rumah sakit, dia mengambil kursi roda untuk membantuku kembali ke kamarku.

“Pakai kursi roda ya? Aku tidak kuat memapahmu sampai ke kamar.” kata Minji sambil membantuku turun dari taksi. Kemudian dia mendorong kursi rodaku sampai ke dalam ruang rawatku.

Seperti biasa, dr.Choi sudah menungguku didalam kamarku itu dengan berdiri berkacak pinggang menghadap jendela. Begitu dia mendengar suara pintu dibuka, dia segera berpaling ke arah pintu.

“Bagus ya… jadi sekarang kau sudah punya komplotan untuk membantumu kabur?!” Dia menatap tajam ke arahku dan Minji.

“Mianhanda dokter.” Minji membungkukkan badannya dalam-dalam.

“Dan sekarang kau kambuh lagi!? Iya kan?!” dr.Choi berjalan ke arahku dan memaksaku kembali ke tempat tidur.

“Mian dokter… ini semua ideku… gadis itu tidak bersalah.” kataku lemah, lebih bisa dikatakan berbisik.

“Aku juga tahu, pasti ini semua idemu dan kau melibatkan gadis polos seperti Minji-ssi.” kata dr.Choi sambil melirik Minji.

“Baiklah, kau tunggu di sini aku akan mengambil peralatanku.” katanya lagi lebih lembut. “Minji-ssi, bisa kau ikut aku?” lanjutnya sebelum meninggalkan kamarku. Minji pun mengikuti dr.Choi keluar.

Tobecontinue

Segini dulu ya lanjutannya… aku akan berusaha lebih cepet ngepost lanjutan FF ini.

Jangan lupa komen ya chingu… ^_^

4 thoughts on “DIA (Part 4)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s