[Part 5 End] Because I Love You (Love is Understanding)

Author: Kim Key94 (Keyindra)

Genre: Romance, Angst, Sad

Cast:              

Park Jiyeon ‘T-ara’

Baek Suzy ‘Miss A’

Kim Myung Soo ‘Infinite’

Kim Yesung ‘Super Junior’

 

Lenght: chapter

Rating: PG 16

Disclaimer: FF ini aku terinsiprasi dari seorang Elfishsparkyu. Jeongmal gomawo untuk Elfishysparkyu yang telah menciptakan karya yang menginspirasi ini karena idenya bisa tercipta FF ini. Tokoh dan lain – lainnya murni milik Tuhan Yang Maha Esa. Jadi jangan heran kalau ada readers yang pernah baca.

NB: Bwt comment-nya makasih semuanya. Yeeyy..akhirnya bisa bikin part endingnya..#mian kalo geje.

Gak usah banyak intro langsung aja Cekidotttt….

#mian masih banyak Typo

#mian certanya gak dapat feel and gak jelas arahnya..

 

SILAHKAN MEMBACA GRATIS!!!!!…

*****

Fajar menyingsing taatkala matahari belum menampakkan sinarnya. Jiyeon berjalan cepat seperti dikejar oleh sesuatu yang akan mengancamnya. Malam itu juga ia mememutuskan untuk kembali ke Seoul dengan penerangan terakhir tujuan Seoul dari jeju. Meninggalkan Myungsoo yang tengah tertidur dan membawa serta Jisoo dalam keadaan tertidur pulas juga dalam gendongannya. Jiyeon sengaja merencanakan ini secara mendadak karena ia tak mau Myungsoo mengetahuinya. Sungguh perjalanan yang melelahkan.

Ia sudah terlalu lelah. Ia seakan hanya memikirkan perasaannya sendiri. Dengan gelap mata ia membawa lari putrinya sendiri tanpa sepengatahuan  Myungsoo.

Dalam taksi yang membawanya dari Incheon menuju Seoul Jiyeon terlihat gusar sendiri. Sekarang yang ada hanya perasaan gelisah yang mendera. Benarkah yang ini ia lakukan?. Ia melihat Jisoo yang diam membisu pucat berada dalam pangkuannya. Ia melihat dengan seksama raut muka Jisoo seakan takut akan dirinya. Tuhan, bagaimana persaan Jisoo sekarang?.

Kini Jiyeon sekan kehilangan akal sehatnya. Ia sudah terlalu lelah akan kehidupan yang dijalaninya kini. Lelah badan, lelah pikiran bahkan sekarang batinya kini tersiksa. Satu keinginannya. Ia hanya ingin bahagia. Meraih kebahagiaanya bersama dengan Jisoo yang sempat hilang meski harus dengan cara apapun. Bahkan ia sendiri tahu jika kebahagiaan itu sendiri tak lagi sempurna.

*****

“Park Jiyeon!!. Kau jangan terlalu nekad seperti ini!.” omelan Junsoo kini tengah menyambutnya ketika ia baru saja menginjakkan kakinya diapartemen Jungsoo. jiyeon sengaja tak mengindahkan omelan dari kakak laki – lakinya itu seakan – akan ia sudah tak bisa berpikir jernih kembali.

“Oppa. Yesung oppa. Kita harus segera kembali ke London siang ini juga dengan penerbangan pertama menuju London. Pasport Jisoo sudah ada ditangnku, jadi tak ada masalah lagi kan. Cepat kemasi barang – barang kita berdua dan segeralah bersiap!.” Perintah Jiyeon.

“Jiyeon-ah. ini tidak benar.” Sahut Yesung, Yesung menggeleng tak habis pikir dengan tindakan kenekatan istrinya tersebut. “Jiyeon-ah jangan memperburuk keadaan. Itu termasuk penculikan. Kau bisa berurusan dengan hukum.”

“mana ada seorang ibu yang menculik anaknya sendiri.” Jiyeon berucap sinis. Sekarang yang ada hanya emosi yang menguasai pikirannya.

“tapi Jisoo tidak terdaftar dalam kartu keluarga kita. Dimata hukum perbuatan yang kau lakukan tetap saja salah.”

“lalu aku harus bagaimana oppa?. Aku sudah terlalu lelah.” Jiyeon kini sudah tak kuasa membendung air matanya. Ia kini tengah menangis pilu. Menangisi keadaan dirinya yang teramat lemah.

“Jiyeon, cobalah kau pikirkan perasaan Jisoo.” Gumam Jungsoo pelan. Ia melirik keponakan cantiknya yang tampak ketakutan dan tertekan disamping Jiyeon.

Jiyeon tiba – tiba menatap Jisoo dalam kemudian mencengkeram erat kedua bahu Jisoo. “Jisoo, aku ini adalah eommamu bukan Suzy. Aku yang melahirkanmu Jisoo. Panggil eomma padaku, jangan Suzy. Aku ini eommamu Jisoo!.” Jisoo yang mendapat perlakuan mendadak seperti itu lekas menangis ketakutan. Ia tak berani memandang mata Jiyeon yang penuh dengan amarah.

Dengan cepat Yesung segera menyingkirkan tangan Jiyeon dari Jisoo untuk menjauh darinya dan memberikan Jisoo pada Jungsoo. “apa yang kau lakukan Jiyeon-ah?!.”

“aku ingin Jisoo tahu kalu aku ibunya oppa. Aku sakit sekali saat ia lebih memilih Suzy sebagai eomma-nya dibanding aku selaku orang yang melahirkannya. Aku sudah tak kuat lagi Yesung oppa. Kenapa hidup terlalu kejam padaku. Anakku sendiri tak mengakuiku sebagai ibu kandungnya.” Kali ini Jiyeon terjatuh bersimpuh dengan air mata yang semakin deras mengalir. Lututnya lemas untuk menopang tubuhnya. Ia kini sudah diambang habis kesabarannya.

Yesung kemudian mendekap erat Jiyeon untuk memberinya sebuah ketengangan. Yesung mengerti betul keadaan yang tengah dihadapi Jiyeon. Ia ingin Jisoo bisa dan menganggapnya sebagai eomma. Tapi itu semua tak mungkin dipaksakan oleh Jiyeon. Mengingat semuanya butuh proses.

“Jisoo masih terlalu kecil untuk mengerti keadaan ini.” Jiyeon masih terisak pelan dalam pelukan Yesung. Yang kini hanya bisa ia lakukan adalah menangis dan menangis.

Jiyeon mengangguk pelan, sebenarnya ia paham tentang itu semua. Tapi apa daya keegoisan telah merajai dirinya. Ia terlalu lelah menahan tangis dan air mata hingga yang tersisa kini hanya sebuah keputusasaan.

*****

Myungsoo mempercepat kecepatan mobilnya. Ia terus mengendalikan mobilnya tak terkendali. Membelah jalanan Seoul yang ramai. Saat ia terbangun dari tidurnya ia tak mendapati Jisoo ataupun Jiyeon. Ia merasakan dan tahu jika ada sesuatu yang buruk telah terjadi.

“Suzy-ah. apa kau sudah menelpon Jiyeon lagi?. Cepat kau hubungi terus Jiyeon. Aku takut tejadi apa – apa dengan keduanya.” Cecarnya pada Suzy yang duduk diam disamping kemudi mobil yang tengah Myungsoo jalankan.

“apa masih tak bisa dihubungi?.” Pertanyaan demi pertanyaan keluar begitu saja dari mulut Myungsoo. Suzy sudah mulai bosan untuk menjawab dan menaggapi semua pertanyaan yang dilontarkan Myungsoo. Ia sudah jenuh dengan berbagi hal yang berhubungan dengan perbuatan yang Myungsoo lakukan kemarin. Pergi bersama Jiyeon dan Jisoo tanpa sepengetahuannya. Suzy lebih memilih untuk melengos menanggapi omongan dari Myungsoo dan lebih memilih memandang pemandangan lewat jendela mobil.

“Bae Suzy!!. Apa kau sudah tak peduli dengan Jisoo sebagai putrimu?.”

“aku lelah.” Suzy pun mulai memejamkan matanya berusaha tak menanggapi Myungsoo.

Sikap Suzy yang seperti ini tentu membuat Myungsoo semakin geram. Ia mengerem secara mendadak mobilnya dan menepikannya dipinggir jalan.

“apa mau sebenarnya?. Kenapa kau tiba – tiba tak berperasaan seperti ini?. apa kau sudah tak peduli pada Jisoo?. Aku sudah cukup pusing memikirkan Jisoo!. Jangan tambah masalahku dengan masalahmu.”

Suzy tertawa getir. Perasaanya kembali teiris sakit saat Myungsoo mengkhawatirkan putri semata wayangnya itu. “mungkin perasaanku sudah mati. Mati karena pedihnya cinta.” Bisiknya.

Sementara Myungsoo hanya mampu memandang frustasi yeoja disebelahnya ini.

“aku mohon untuk kali ini. tolong kau mengerti keadaaku Suzy-ah. kita harus bersama – sama untuk menemukan Jisoo.”

Sejujurnya dalam hati Suzy mencibir perkataan Myungsoo. Mengerti keadaan?. Sebegitu kurangkah ia mengerti keadaan pada diri Myungsoo?, apa selama ini ia tak pernah mengerti dan besabar untuk dapat mencintai Myungsoo. Kurang apa ia selama ini?. myungsoo saja tak pernah mengerti jika hatinya selalu kacau memikirkan semua ini?. apa waktu 6 tahun tak bisa membuat Myungsoo mengerti akan perasaan Suzy yang sakit akibat terlalu mencintainya?. Tak pernah.

“mengerti?. Kurang apa aku mengerti dirimu Kim Myungsoo?. Saat kau kemarin pergi ke Jeju bersama Jisoo dan Jiyeon apa kau menganggap keberadaanku?. Lalu sekarang kau minta aku untuk mengerti dirimu?.” Ucap Suzy sinis.

“apa maksudmu Suzy –ah?.”

“tak usah berpura – pura. Kau pikir aku tak tahu jika kau ingin pergi bersama Jiyeon dengan alasan Jisoo. Lalu sekarang kau minta aku untuk mengerti dirimu?. Itu adalah tamparan keras bagimu Kim Myungsoo.”

Dalam hati Suzy membatin sinis. Kalau sekarang Jisoo dibawa pergi Jiyeon, Suzy justru mensyukurinya. Bahkan kalau perlu ia mentertawainya. Itu sama seperti balasan yang setimpal dengan rasa sakit hatinya selama ini.

“aku seharusnya mensykurinya jika Jisoo benar dibawa oleh Jiyeon pergi.” Desis Suzy pelan yang didengar keras oleh Myungsoo.

“Bae Suzy!!..” emosi Myungsoo tersulut seketika.

“apa kau pernah mengerti bagaimana perasaanku mencintai seseorang selama 6 tahun ini tanpa pernah dianggap keberadaanya?. Aku sakit Myungsoo, sakit karena yang ada dihatimu hanya ada Jiyeon.. dan Jiyeon. Kau tahu jika aku selalu bersabar untuk dapat mencintaimu. Tapi nyatanya apa bahkan hingga sekarang kau masih mengejar – ngejar Jiyeon. Dan kau tak pernah menganggapku ada.”

Air mata Suzy semakin mengalir deras. Ia tak kuat menghadapi kehidupan yang seperti ini. “bagaimana rasanya?. Sakitkah kehilangan seseorang. Begitupun aku Myungsoo yang bertahun – tahun seperti orang bodoh hanya karena mencintaimu.”

Suzy memutuskan untuk keluar dari mobil Myungsoo dan pergi menjauhinya. Ia tak kuat jika selamanya akan tetap seperti ini. ingin ia rasanya mati agar bisa melupakan semua ini. Tapi ia bukan orang bodoh yang menyia- nyiakan nyawanya begitu saja.

*****

Myungsoo segera mengejar Suzy yang tengah pergi menjauh. Ia segera menarik tangan Suzy untuk mencegah kepergiannya.

“jebal.. tolong untuk kali ini tolong mengerti keadaanku. Jangan membuatku seperti ini.” pinta Myungsoo.

Suzy terdiam sejenak dan memejamkan matanya. Matanya memanas, setetes air mata kini jatuh kembali. Ia lelah dengan kehidupan ini. Tapi apa ia bisa menolak hatinya karena mencintai Myungsoo. Tidak, ia terlalu besar mencintai Myungsoo. Meskipun kebahagiaan yang akan ia dapat hanya semu belaka.

Suzy mengangguk. Ia akhirnya menerima tangan Myungsoo untuk kembali masuk kedalam mobil. Myungsoo kembali melajukan mobilnya pelan. Apakah selama ini yang itu yang Suzy rasakan?. Mencintainya dan merasakan sakit karena mencintai sepihak.

*****

Jisoo masih betah duduk dipangkuan Jungsoo. Sedari tadi ia hanya memainkan boneka teddy bear miliknya. Raut mukanya masih tak bersemangat dan masih tetap saja sendu dari tadi. Adakalanya Jisoo tertawa saat Jungsoo mengajaknya bercanda, tapi itu hanya sesaat. Karena sejak tadi berkali – kali terlontar dari mulut kecilnya hanya “Appa.”

Disisi lain Jiyeon dan Yesung duduk diam membatu berusaha memahami perasaan masing – masing.

“Kau tak lihat Jiyeon-ah?. Jisoo sudah mulai bosan. Jisoo ingin pulang dan bertemu dengn appa-nya.” Yesung mencoba membuka suara mencairkan suasana.

Tapi omongan Yesung sama sekali tak digubris oleh Jiyeon, ia masih terus terdiam dan berpikir sambil sesekali melirik Jisoo.

“tolong pikirkan kembali Jiyeon-ah?. jika kau membawa Jisoo ke London itu sam saja kau mempersulit dirimu sendiri dengan Myungsoo. Kau tahu akan hal itu, jika kau nekad apa kau tidak takut jika Jisoo akan semakin jauh darimu?.” Lanjut Yesung yang terus berusaha membujuk Jiyeon.

“Jiyeon-ah. Bagaimana jika kita kembali pada rencana awal?. Kau bisa mengajukan gugatan ke pengadilan, meski prosesnya lama dan sulit. Oppa akan berusaha membantumu sebisa oppa.” Ucap Jungsoo mencoba membuka pikiran Jiyeon.

Jiyeon menggeleng lemah. “aniyo, kemungkinan untuk aku menang pasti kecilkan?.”

Jungsoo terdiam sebentar. Memang benar itu semua, tapi Jungsoo tak mau mengatakannya. “kita kan belum mencobanya Jiyeon-ah.”

Lagi – lagi Jiyeon menggeleng. “aku sudah tidak mampun dengan semua ini dan bertahan lebih lama lagi.” Ia kembali tertunduk lesu.

“apa aku salah oppa jika aku menginginkan Jisoo sebagai anakku?. Kenapa takdir bisa sekejam ini padaku oppa?. 6 bulan lalu aku telah kehilangan aegi kita itu sudah membuatku cukup hancur dan sekarang?.  Jisoo selaku putri kandungku tak mengakuiku sebagai  eommanya?. Apa hidupku harus ditakdirkan untuk tak bahagia?.” Jiyeon kembali menangis meluapkan semua emosi yang kini ada didalam pikirannya.

“jangan kau berbicara seperti itu Park Jiyeon!. Kau tahu ini rencana Tuhan. Tuhan tak akan mencoba umatnya lebih dari batasannya. Jika kita kehilangan aegi kita, mungkin Tuhan telah merencanakan yang lebih baik untuk kita. Itu berarti kita belum dipercaya sebagai orang tua. Kau harus sadar akan hal itu Jiyeon-ah.”

Tiba – tiba sesuatu terjadi diluar dugaan Jiyeon.

“Jisoo…Jisoo…Kim Jisoo, apa kau beada didalam?. Park Jiyeon, kembalikan Jisoo padaku!!.”

Suara gebrakan pintu dan teriakan membahana dari seorang Kim Myungsoo membuat mereka tersadar akan sesuatu. Kim Myungsoo. Ia berteriak seperti orang kesetanan dan terus – terusan menggedor pintu.

Jiyeon lantas seketika berdiri. Kini ia hanya digerogoti kepanikan. Ia lekas berdiri. “apa yang harus kita lakuka?. Harusnya oppa tadi mengikuti perkataanku dan membawa Jisoo menuju bandara menuju London saat itu juga.”

“APPA..” Jisoo tiba – tiba saja berteriak keras sambil menangis keras. Ini semakin membuat Jiyeon merasa panik kembali dan semakin ricuh.

“cepat berikan Jisoo padaku oppa, dan kau halangi Kim Myungsoo untuk masuk. Aku dan Yesung oppa akan membawa Jisoo lewat pintu belakan apartemen.”

“aniyo Jiyeon-ah.” tolak Jungsoo halus. Ia tahu adiknya kini pasti kecewa. Tapi inilah yang terbaika. Ia tak mau Jiyeon menjadi seorang yeoja yang tak berperi kemanusiaan seperti ini. “ Biarkan Jisoo kembali pada Myungsoo.” Pintanya.

“ Jungsoo oppa!!.” Jiyeon memekik histeris. Bagaiman amugkin ia melepas Jisoo. Tak akan pernah bisa untuk melepas Jisoo.

Yesung lekas mengambil Jisoo dari gendongan Jungsoo dan menghampiri Jiyeon. Memandang lekat istri tercintanya itu.

“kau hanya perlu sedikit lebih bersabar lagi Jiyeon-ah. Tuhan memberimu apa yang kau butuhkan bukan apa yang kau inginkan. Tuhan pasti punya rencana lain dibalik semuanya ini tentunya rencana itu lebih lebih indah dan lebih baik untukmu. Kelak jika Jisoo dewasa ia pasti akan mengerti keadaan orang tuanya. Ia pasti mengerti bagaimana keadaanmu. Jisoo pasti akan mengetahui dan mencarimu karena kau adalah ibu kandungnya. Dia pasti menyayangimu. Percayalah semua pasti akan indah pada waktunya.”

Yesung lalu mendekap erat istrinya itu. Membiarkan airmata Jiyeon mengalir begitu saja dalam pelukannya. Seiring dengan gedoran pintu yang semakin menjadi – jadi. Mungkin diluar sana Myungsoo telah mengamuk karena tak kunjung dibukakan pintu.

Dalam gendongan Yesung, Jisoo meraba dan mengelus pipi Jiyeon yang tengah menangis.

“ahjumma.” Panggilnya takut – takut. “apa benar kau adalah eommaku?. Jika benar aku akan memanggilmu eomma tapi biarkan aku ikut appa dan Suzy eomma.”

Jiyeon seketika tercengang, ia hanya mampu memandang Jisoo dengan tatapan nanar.

“eomma…eomma…eomma…eomma…” ucap Jisoo berkali – kali. Membuat hati Jiyeon menagis pilu dan semakin teriris pedih.

“lihatlah putri kecilmu ini Jiyeon-ah?.” Tunjuk Yesung yang berada didalam gendongannya. “meski semuanya diluar keinginanmu, percayalah itu pasti yang terbaik. Semua akan menjadi yang terindah bila sampai tiba waktunya.”

“oppa.. Yesung oppa.”

Kali ini Jiyeon mengannguk lalu lekas memeluk Jisoo. Malaikat kecilnya. Memeluknya erat seakan tak mau kehilangan dan melepasnya. Karena setelah ini mungkin Jiyeon tak dapat memeluk Jisoo kembali. Yah, Jiyeon akhirnya mengalah. Hidup memang berat dan tak selamanya manis, hidup memang sulit, dan hidup memang pahit. Ia percaya itu. Dan akhirnya ia lebih memilih melepas Jisoo untuk bersama Myungsoo. Ini mungkin jalan terbaik baginya, melepas Jisoo, bukan berarti ia melepaskannya dari kehidupannya. Karena sampai kapanpun Jisoo adalah putri yang pernah lahir dari rahim Jiyeon.

*****

“Appa..” Jisoo langsung berhambur memeluk Myungsoo begitu pintu dibuka oleh Jungsoo.

Begitupun Myungsoo yang langsung memeluk hangat putri kesayangannya itu. Perasaan kacau dan khawatir yang tadi berkecamuk perlahan sirna.

Suzy yang berada dibelakang Myungsoo juga tak kuasa untuk menahan air matanya melihat pertemuan keduanya.

“eomma.” Jisoo lekas beralih pada Suzy dan memeluknya erat. Suzy mengangguk dan mendekapnya sejenak.

Pemandangan yang sungguh menyakitkan bagi Jiyeon. Ia hanya bisa terisak pelan dibahu Yesung. Mungkin jika tak ada Yesung dan Jungsoo disampingnya, ia mungkin sudah jatuh tak berdaya mengahdapi kejamnya dunia ini.

“ingatlah Jiyeon-ah. Aku dan Jungsoo Hyung ada untukmu. Kami masih bersamamu.” Ucap Yesung merangkul pundak Jiyeon mencoba menguatkannya.

Jiyeon mengangguk, setidaknya dengan adanya Yesung disampingnya. Itu mampu membuat dirinya berdiri tegar.

Yesung mengangguk pelan dan tersenyum menatap wajah Jiyeon. Ia tahu pasti Jiyeon bisa. Perlahan ia menghampiri keberadaan Jisoo, Myungsoo, dan Suzy.

“mianhae.” Ucap Jiyeon bergetar menandakan ia tengah ditelan getirnya kehidupan. “aku tak akan lagi menggangu kalian. Aku memutuskan akan kembali ke London. Mianhae untuk semua yang kulakukan.”

“Suzy-ah. gomawo kau sudah menjadi eomma yang baik untuk Jisoo. Aku titip Jisoo padamu Suzy-ah. jagalah dia untuk Myungsoo.”

“Jiyeon-ah..” Bisik Myungsoo pelan. Entah kenapa perasaanya terbesit untuk tak merelakan semua berakhir seperti ini.

“aku menyayangi Jisoo. Sangat menyayangi Jisoo. Aku titip Jisoo padamu Myungsoo oppa.” ucap Jiyeon lirih. “ jagalah ia baik – baik, karena aku tak bisa menjaganya.”

Myungsoo mengangguk. “dan aku titip hatiku padamu.” Sebuah ucapan biasa tapi mempunyai makna yang sangat dalam.

Membuat dua wanita disampingnya menangis tersedu. Suzy menangis karena ia hanya memiliki tubuh Myungsoo sementara Jiyeon menangis karena hanya mampu memiliki hatinya yang sampai kini belum bisa ia lupakan. Sungguh miris dan memilukan.

Yesung yang mendengarnya pun tak kalah miris dan serasa tersayat hatinya. Setetes air mata kini turun dari pelupuk matanya. Jauh didalam lubuk hatinya, hanya satu keinginannya. Bisa memiliki dan melihat Jiyeon tersenyum. Itu sudah merupakan sebuah anugerah yang indah.

*****

— Heathrow International Airport, London. Great Britain @13.00 GMT—

 

Jiyeon kembali menjejakan kakinya ditanah yang baru. Salah satu kota megapolite di eropa barat. Inggris raya.  Menghirup udara musim dingin yang tengah berlangsung di eropa yang hampir ia tinggalkan selam tiga bulan. London, kota yang selamanya akan menjadi tempat pelariannya. Tempat memulai kehidupan baru bersama dengan seorang namja yang kini berada disampingnya. Kim Jongwoon. Mengubur semua kenangan yang pernah ia tinggalkan di seoul.

Jiyeon, Jongwoon, dan Jungsoo terus melangkah beriringan keluar dari bandara.

“Hyung. Apa yang membuatmu pergi ketempat ini?. bukankah jauh lebih enak berada di Seoul?. Atau jangan – jangan kau akan mencari jodohmu disini?.”

“Kau benar Yesung-ah. siapa tahu jodohku akan bertemu disini.”

Yesung terkekeh sendiri dengan pertanyaannya sekaligus jawaban dari Jungsoo. “ Hyung. Apa kau mau melajang selamanya?. Dasar ahjussi tua bangka!.”

“Kim Jongwoon!!.”

Candaan dari Yesung dan Jungsoo sedikit menghibur Jiyeon yang masih kalut akan kejadian beberapa hari lalu, jiwanya masih terbelenggu pada masa lalu. ia tersenyum simpul. Ia berharap akan menemukan kebahagian bersama dengan Jongwoon. Orang yang kini mengisi hari – harinya.

“kau tahu jika kini aku telah jatuh cinta pada gadis blasteran amerika korea yang kini tengah tinggal di London?. Aku penasaran dengan gadis itu?. Igin aku menjadikannya dia milikku seutuhnya. Menjadikannya pendamping hidupku.”

Yesung yang mendengarnya justru terbahak – bahak mendengar penuturan dari kakak iparnya itu.

“memangnya hyung laku?. Dan gadis itu apa mau menerima dan mencintai Hyung?. Umurmu sekarang berapa Hyung?.” Haha….

“heh. Kim Jongwoon kau pikir atas restu siapa kau menikah dengan Jiyeon?.”

“tentu saja dengan appa dan eomma Jiyeon, lalu siapa lagi?.”

“Yak!, Kim Jongwoon. Meskipun dia ahjussi tua setidaknya hargai dia sebagai kakakku.”

“aku setuju denganmu Kim Jiyeon.” Bangga Yesung mengeluarkan smirk andalannya.

Jungsoo mendelik geram dengan tingkah Yesung selalu mengejeknya. “ Kim Jongwoon, mati kau…mati kau!!.” Ia berniat memukul Yesung tapi tak kena karena Jiyeon berada ditengah mereka.

“dasar perjaka tua.” Dan itu semakin dibalas Yesung dengan ejekan. Ia terus berlindung pada Jiyeon sebagi tamengnya.

“kalian berdua hentikan!!.” Pekik Jiyeon ricuh.

“hahahahah…..” Jiyeon pun tak kuat menahan tawa dari dua orang namja yang cukup anaheh ini. benar – benar seperti anak TK. Ia sendiri bahkan tak sadar jika kini ia tengah tertawa lepas. Sampai Yesung dan Jungsoo menatapnya takjub. Jiyeon sungguh tertawa lepas, sebuah tawa yang akhir – akhir ini langka untuk mereka lihat.

*****

Suzy tersenyum lebar menatap langit pagi dengan matahari yang belum begitu tampak di Daegu. Sebuah kota dekat kota Seoul namun tak seramai Seoul, kota yang menurutnya dapat mendamaikan hatinya.

Segala perasaanya sangat tersa ringan sekarang. Keputusannya untuk bercerai dengan Myungsoo mungkin adalah sebuah kesalahan yang dinilai sedikit bodoh. Inilah buah dari kesabarannya selama ini. 6 tahun menunggu Myungso, kini berbuah manis.

Segala kelegaan kini tengah menghinggapinya. Keputusannya tepat untuk memberikan kesempatan kedua untuk Myungsoo agar bisa mencintainya. Meskipun tak semudah membalikan telapak tangan.

Mulai sekarang Myungsoo berjanji sebisa mungkin akan mencintai Suzy. Suzy akan memulai kehidupan barunya ditempat ini. dikota baru, rumah baru dan tentunya Myungsoo beserta Jisoo sebagai anugerah terindahnya.

“eomma.” Jisoo berlari kecil memeluk Suzy diikuti Myungsoo yang tengah berjalan pelan menatap Suzy dengan senyuman.

—THE END—

 

Gimana readers??. Gejekan Endingnya?…hehehe..#dilempar sepatu.

Author gak bisa buat ending yang bagus…so tolong hargai karya kami dengan meningalkan jejak melalu komentar.

Komentar panjang justru author suka..karena author bisa merefleksikan diri untuk buat FF lebih baik kedepan.

Mian kalo kependekan and gak dapet feel. Ide author dadakan and cukup sampai disini.

Gamsha chingundeul……

 

41 thoughts on “[Part 5 End] Because I Love You (Love is Understanding)

  1. Sbnar’x mlezz comment tapi, krna udahh baca yahh hrus comment. . .!!! ^^
    aishh, ending’x krng mmuaskan coz Myungsoo gak sama Jiyeon. . .
    Tpi mau gmana lagi author’x dahh buat dgn susah payah jadi sbgai reader hrus mnerima karya2 yg tlah d’buat dgn susah payah oleh author…
    Truss, klw MyungYeon jadian aq jga kasian sama Suzy n’ Yesung coz mreka trllu baik sihh. . ! D’satu sisi pngen MyungYeon couple brsatu kmbali echh d’sisi lain gak pngen Suzy-Yesung trsakti. . ! *nahlohhsbnar’xmihakkesiapasihh*

    Ochey, q tungguin FF MyungYeon yg lain’x. . .
    Tpi, hrus happy end yahh thor. . . ^^

  2. Yah chingu.. Jujur aku kecewa banget aku pkr bklan happy ending myungyeon couplex.. Nyatax tdk.. Tp y sdh lah, jiyeon sm yesung oppa, namja chingux sendiri.. Ak pkir nnti mrk bs bstu.. Yah (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

  3. yeah!! happy ending myungzy..
    nyeseeekk awal bacanya, gak bisa ngebayangin jadi suzy yg mencintai orang yg mencintai orang lain *apa sih?* pokonya gitu deh~

    jisoo~ pinter deh!! ni anak beneran kereen, anak siapa dulu? myungzy.. kekeke~
    daebak!! ditunggu ff myungzy lainnya 🙂

  4. Kyaaaa…..akhirnya myungsoo sm suzy,, knp gk dr awal z…

    thor thanks y utk ending’y mmuaskan bgt,,kekeke

    sequel donk thor,,,bkin crita hy ada suzy,myungsoo n jisoo z gk ad siapa2 lg..*mau lu wy

    atw klo gk sequel bkin ff myungsoo sm suzy lg.ya thor..jebal..

    skli lg gomawo krn suzy tdk mndrita lg, awl’y q sdkit tkut klo myungsoo bkln sm jiyeon,eh tryt..end’y myungsoo sm suzy jg,,*bknkah knyataannya myungsoo jg ska suzy,kyaaa..

    sbnrnya sh msh byk yg mo q omongin,,tp udah z dh tkut pd bsen dg ocehan q,:P

  5. Jujur aku gak suka $ªм̣̣̥̇̊ª suzy unnie..,tapi aku suka $ªм̣̣̥̇̊ª jalan ceritanya unnie seru banget..tetap semangat yah unnie^^

  6. Authooor, butuh sequel… #tereak pke kentongan #plak
    Sabar-nya suzy bner” wow…. Akhirx myung soo ttp ma suzy…
    tp kug aq ngerasa krg ya “feel” antara myungsoo ke suzy… cm “butuh” ja yg ku rasa… #abaikan thor ^^

    sbg myungzy shipper aq bahagia thor… ^^
    keep writing ~ especially ff myungzy… kekekekke…

  7. nyesek..
    thor, bkin crita yg castnya myungzy aja ya..aku ga suka ma myungyeon couple, tiap baca partx myungyeon ga nyaman bnget, mngkin krna Myungzy shipper sejati kali ya.. Pnginnya Myungzy aja… #maunya#
    😉
    tapi senang sich di akhir cerita, walau nyesek awalnya. Akhirnya Myungzy couple bersatu…
    hahaha.. banyak omong ya..
    Daebak, d tunggu ff Myungzy ug lain.. 😀

  8. wuah keren konfliknya dapet bangget thor.. complicated tp tetep seru.. dan aku suka endingnya yg g maksa myungyeon (walaupun pengennya myungyeon), tapi mereka tetep pada pasangannya masing-masing….

  9. A a, *tes suara Ehem. Annyeonghaseyo, maaf sebelumnya karna dari part 1 sampai 5 baru bisa coment disini.
    Komentar apa aja boleh kan? Ga masalah kan?
    Pertama, alurnya kecepetan jadi feelnya ga ada, feelnya ga dapet. Karakter pemain ga jelas. Dan penggambaran setting terlalu panjang jadi bikin bosen. Semoga bisa lebih baik. Fighting.
    Kedua, KYAAAAA!!! Akhirnya myungsoo sm suzy. Aku suka. Di part tengah pengen cakar myungsoo, klo ga cinta sama suzy ya ga usah di nikahin lah, harusnya berterimaksih sm suzy karna merawat anaknya dengan sangat baik. Yesung oppa, kau menghianatiku, kapan kau menikah denga jiyeon. Aku kecewa padamu *apaansih?

  10. Aku baru mau komen dulu2 males komen jujur kecewa i just like myungyeon ckck myungzy tsk hell you suzy . Aku suka alurny tp aku gk suka castny dan end ny idihh mual

  11. penderitaan jiyeon di dunia sangat banyak
    kesian cintanya udah diambil eh anaknya lagi diambil
    baca ff ini pas bagian jiyeon culih jisoo nangis terus
    ff nya banyak menguras air mata
    jiyeon figthing terus semanggat walau banyak cobaan

    gk suka bangget akhir akhirnya myungzy couple, tah kenapa aku gk suka myungzy couple yang aku suka myungyeon couple soalnya kalo dilihat lihat jiyeon muka nya agak mirip sama myungsoo
    outhor bikin ff nya bukan waktu jisoo sudah umur enam tahun tapi pas lagi lahir awalnya gak engerti ama alur ceritanya ternyata pas bacanya serius ahkirnya engerti juga
    keren ff nya

  12. huaaa nyesek banget bacanya… mungkin kr lebih Suka Myungzy ya.. jd merasa sakit liat suzy di gituin sm myung..rasanya mau nyakar, sm nabokin myung.. myung tdk menghargai suzy.. sebelll.. buat endingnya kurang thor walaupun sm2 selesai tp perlu di buat epilog kali ya.. biar sama2 bahagia..yg pasti banyakin Myungzy..kkkk, gomawo authornim

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s