Hug Me Again! Chap 2

Tittle : Hug Me Again! Chap 2

Main Cast:

–         Kim yesung SJ

–         Choi Mei Rin and Park Mi Ri as You

–         Onew Shinee

–         Sulli F(x)

Support Cast:

–         Sunny SNSD

||| Genre: Romantic comedy, family, friendly ||| Length: chapter ||| Rating: Pg–16 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama |||Author : Nasriani Halim (Choi Sangri ~ Park Mirin)

mei dan mei-cilik pun turun ke bawah untuk membantu paman untuk berjualan di restoran pinggir pantai milik paman.

“paman, apakah hari ini sepi?”tanya mei.

“tidak miri. Ini sudah lumayan, mi kuah paman hampir terjual habis. Mungkin sebentar lagi akan ramai. Karna sebentar lagi waktunya makan malam, biasanya sih banyak anak muda yang kencan di pantai dan mampir untuk makan malam”

“ya sudah , aku akan membantu paman saja untuk membuangkan sampah”

“baiklah terserahmu saja”

mei pun pergi membuang sampah dan segera kembali ke restoran.

Malam pun mulai datang, dan tiba akhirnya restoran paman di penuhi orang.

“mei, tolong antar ke meja sana ya?”suruh paman kepada mei-cilik.

“biar aku saja paman”kata mei dan segera mengangkat pesanan orang tersebut.

“eh, kau ini. Kan paman menyuruhmu untuk istirahat saja. Kenapa selalu membantu paman?”

mei hanya tersenyum.

Malam telah larut mei, mei-cilik, dan paman pun makan bersama.

“nah ini dia menu spesialnya, kesukaan miri dan mei”

mereka tersenyum bahagia.

“terima kasih paman”kata mei.

“ayah ini enak”

“kalau enak mari kita habiskan”

‘kemana orang menyebalkan itu? Sudah larut begini belum juga pulang’omel mei dalam hati.

‘apa?kenapa aku harus mencarinya? Dia kan orang yang ku benci’tambah mei dengan ekspresi wajah yang membuat paman dan mei-cilik terheran-heran.

“kak, kenapa wajah kakak aneh begitu? Apa kakak tidak suka bbq?”

“kak?? “

“miri..?”

“hah?”kata mei terkejut.

“apa tidak enak? Apa kau tidak suka? Bukannya kau suka daging?”

“tidak, ini enak kok paman” tambahnya sambil memasukkan daging ke mulutnya.

“kak hati-hati itu kan panass”

Beberapa menit kemudian.

“hah panaaaaas meiii”kata mei yang baru tersadar.

“kakak aneh sekali”

Mei tersenyum bodoh.

setelah makan mei masuk ke kamarnya. Ia duduk di kursi meja belajarnya. Ia tersenyum melihat foto dirinya dan seorang lelaki manis dan ternyata adalah sahabatnya dulu.

“aku merindukanmu”

ia pun berpindah ke jendela menatap ke laut yang ada di depannya.

Terdengar suara motor yang tak lain adalah yesung yang baru saja pulang. Mei pun sontak melihat ke arahnya. Saat yesung memalingkan matanya ke arah mei, mei pura-pura tak melihatnya.

“huh, apa yang dilakukannya sudah tengah malam begini belum saja tidur”omel yesung.

Mei langsung saja menutup jendelanya dan menuju kasurnya untuk tidur. Ia berbaring dan menarik selimutnya dan mematikan lampu di sampingnya.

“huh, pasti abis keliaran dengan fans-fansnya di sekolah”omel mei.

“apa urusannya denganku!”tambahnya.

*esok harinya

terdengar suara pintu di muka mei langsung meleparkan tasnya yang ada di dekatnya dan tepat mengenai kepala yesung.

“hei! Kenapa kau selalu melemparku”kata yesung sambil memegang kepalanya dan kembali menutup pintu.

“dasar lelaki mesum! Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau selalu masuk ke kamar wanita tanpa mengetuk pintu? Kau mengintipku ya? Untung saja aku sudah mengenakan pakaian kalau tidak…”

“eh, aku tidak bernafsu dengan wanita sepertimu. Kau bukan tipeku! Kau tau itu”

“terserah apa katamu”

mei keluar dengan rapi dan mengambil tasnya.

“kalau kau masuk ke kamarku lagi tanpa mengetuk pintu kau akaaaan….”

“akan apa??”tanya yesung yang mendekatkan wajahnya ke wajah mei yang membuat mei menjadi salah tingkah.

“kau….” katanya terpotong-potong sambil berjalan mundur dan tertahan di pintunya sendiri.

Mata yesung yang terus saja menatapnya membuatnya semakin salah tingkah.

“apa yang kau lakukan” kata mei yang mengalihkan pandangannya.

“minggirkan wajahmu itu! Aku tak suka melihatnya!”tambah mei.

Karna tak dihiraukan oleh yesung mei langsung saja meninjak kaki yesung dengan kekuatan penuh yang ia punya sehingga yesung berteriak dan menjauh dari mei.

Mei berlari turun kebawah karena telah di tunggu paman untuk sarapan.

Setelah sarapan mei dan yesung pun berangkat ke sekolah bersama naik sepeda, tentu saja membuat wajah yesung cemberut karna harus naik sepeda norak ke sekolah.

Saat melintasi papan mading sekolah mei heran karna fotonya terpajang dan berada di urutan ke 2.

“kenapa fotoku dipajang disini? Kapan mereka memotretku?”kata mei yang ingin mencabut fotonya.

“jangaaaaan”teriak seseorang.

“sulli, kenapa …”

“kenapa kau mau mencabutnya , kau beruntung sekali baru sehari sekolah disini saja langsung jadi siswa terpopuler di sekolah. Langsung berada keurutan ke 2 pula.”potong sulli.

“ohh, ahhh!”kata mei mengerti dan tiba-tiba saja terkejut melihat foto yesung sedang naik sepedanya.

“diaaa..”

“ouh, itukan yesung. Dia itu sangat populer di sekolah ini.”

“apa? Kau yakin?”

“iaaa”

“mustahil!”

sulli pun mengajak mei untuk kekelas bersama, mei terkejut karna di mejanya telah si penuhi bunga dan surat.

“apa ini?”

sulli hanya terlihat terkagum-kagum.

“ini dari penggemarmu”

“apa?”

mei pun mulai membaca surat demi surat yang melekat di bunga itu.

“apa-apaan ini ? Kata-katanya sangat berlebihan”kata mei sambil mengumpulkan semua bunga itu dan segera berlari ke loker depan kelasnya untuk menyimpan bunga tersebut.

Yesung yang melihatnya pun terlihat lesuh.

***

Tanpa sepengetahuan teman-teman sekolah mei dan yesung pun pulang bersama.

Seperti biasa kini mereka pulang dengan bawaan yang lebih banyak dan menjadi perhatian orang-orang di jalan.

“membawa bunga sebanyak itu, pasti di berikan oleh kekasihnya”komentar salah satu orang.

“ia, pasti habis ini mereka akan ketaman dan makan siang bersama. Wah romantisnya”kata orang tersebut saat melihat mei memegang rak bekal makan siang.

mei pun lagi-lagi bertanya “kenapa semua orang melihat kita seperti itu?huh”omel mei dengan wajah cemberut.

***

Sesampainya di rumah seperti biasa mei langsung naik ke kamarnya dan duduk di depan kameranya.

“eomma tau hari ini mei dapat bunga banyak sekali, puisi yang aneh bahkan makan siang gratis”kata mei sambil tertawa.

“eomma?apa eomma baik-baik saja sekarang? Apa eomma sudah merasa baik tanpaku? Aku sudah berusaha hidup bahagia eomma, tapi aku lebih merasa bahagia jika eomma disini”

yesung yang melintas tak sengaja mendengarnya.

“apa dia sedang menelpon ibunya?”tanya yesung sambil membuka pintu kamar mei.

Alangkah terkejutnya yesung saat dia membuka pintu mei pun muncul di balik pintu.

“hah”kata mereka bersamaan.

mei menatap yesung seakan ia akan menelan yesung hidup-hidup, yesung pun segera berlari menuju kamarnya sebelum mei menghajarnya.

***

Seperti biasa mei langsung turun untuk membantu paman di restorannya .

“miri , apa kau sudah makan siang?”

“ia paman”

setelah toko tutup seperti biasa mei naik ke kamarnya.

“lagi-lagi pulang jam segini?”kata mei yang melihat yesung baru pulang entah dari mana.

***

Sudah hampir setahun mei tinggal bersama dengan keluarga barunya. Sudah selama itu juga ibunya tidak pernah menghubungi sama sekali. Mei duduk sendirian di kamarnya dengan menitihkan airmata.seseorang membuka pintu.
“bisa kau turun sekarang?paman menunggumu.” Kata seorang yang berdiri depan pintu yang tak lain adalah yesung. Yesung menghampirinya.

Mei hanya diam dan turun ke bawah tanpa mempedulikan yesung. Saat melihat ke meja dia melihat foto mei dengan seorang lelaki.

“apa dia menangisi orang ini? Apa ia telah di tolak juga?”

Yesung mengambil dan memandangi foto itu.

“kalau di lihat dari sisi manapun aku tetap kelihatan lebih tampan darinya. Kenapa orang bodoh itu menangisinya?”

***
Mei turun dan berdiri di tangga.

“paman , kenapa memasak sebanyak ini?” tanya mei yang masih saja berdiri di tangga.

“kemarilah, ini ulang tahunnya mei. Jadi kali ini kita akan makan besar”

belum beberapa saat yesung turun dari tangga memegang bahu mei dan mendorongnya.

“ayoo lah jangan berdiri disini”kata yesung sambil mendorong mei.

Mei menurut tanpa perlawanan.

“lalu mana mei?”tanya mei.

“dia sebentar lagi akan pulang”jawab yesung.

beberapa detik kemudian mei pulang.

“ayah , aku pulang”terdengar suara mei-cilik.

“wah, apa ini perayaan ulang tahunku yang ke12?”

“ia, duduk lah”kata ayahnya mempersilahkannya duduk sambil mengambil tasnya.

“kakak, apakah aku akan mendapatkan kado darimu?”tanya mei-cilik pada mei.

“hah? Apa?”kata mei yang sedikit terkejut.

“tentu saja”tambah mei.

“aku akan menerimanya dengan senang hati karna ini adalah hadiah pertamaku.”

“apa kau juga akan memberikan ku hadiah tahun ini?”tanya mei-cilik sambil menatap yesung.

“sepertinya tidak”jawab yesung.

“kau selalu seperti itu!”

mei tersenyum melihat wajah mei-cilik yang kusam.

“jangan seperti itu, kau akan terlihat jelek jika wajahmu seperti itu”ejek mei.

“benarkah?”kata mei-cilik sambil memandangi wajahnya di kaca.

“sudah sudah, mari kita mulai saja makan”kata paman.

sebelum makan mei meniup lilinnya dan mereka pun mulai makan.

“bolehkah aku bertanya pa keinginanmu di tahun ini?”tanya ayah mei-cilik.

“keinginanku? Keinginanku tentu saja berharap kak miri selalu menjadi bagian keluarga ini. Berharap kak miri selalu mengikat rambutku, merapikan tempat tidurku, membelikanku boneka bahkan coklat. Dan menganggapku sebagai adiknya dan bahkan bisa menggatikan peran ibu bagiku. Aku juga ingin cantik seperti kak miri”

kata-kata mei-cilik membuat miri meneteskan air mata sambil tersenyum.

“apakah kau mau tinggal bersama kami selamanya?”

mei hanya diam dan langsung memeluk mei-cilik yang ada di sampingnya.

“kau akan berjanjikan jika ulang tahun yang 17 kau akan tetap ada bersamaku? Kau tau aku sangat menantikan hari itu, kau tau alasannya.”tambahnya.

“aku mengerti”kata mei.

Terlihat kegembiraan di wajah mei-cilik saat itu. Itu membuat paman dan yesung tersenyum pada mereka berdua.

*esok harinya

“bisakah hari ini kita memakai motorku saja?”tanya yesung.

mei diam saja dan menatap yesung dengan wajah menyeramkan.

“baiklah…”kata yesung menyerah.

“kita naik motormu saja”kata mei.

“apa?”

mei menarik nafas dan mengulangi kata-katanya.

“naik motormu saja. Kau tidak mau? Ya sudah”

“baik baiklah. Kita naik motorku.”

mereka pun berangkat ke sekolah menggunakan motor yesung.

“turunkan aku di tempat biasa”kata mei.

“aku tahu”

“baguslah kalau kau tahu”

yesung menurunkan mei di tempat biasa. Setelah memberikan helmnya pada yesung , mei menurunkannya begitu saja.

“kenapa tiba-tiba dia mau naik motor?”tanya yesung saat mei mulai menjauh darinya.

yesung pun menyusul ke sekolah. tentu saja gadis-gadis histeris melihat yesung yang datang dengan motornya.

“kak, kau itu sangat keren meski menggunakan sepeda tetapi lebih keren lagi jika kau menggunakan motormu. Ohh”kata seorang wanita dengan temannya yang melintas di samping motor yesung.

“benarkah?”tanya yesung sambil tersenyum kepada dua orang itu dan membuat mereka berteriak histeris.

yesung langsung memasuki kelas dan duduk di kursinya.

Sedangkan mei yang baru memasuki gerbang sekolah bertemu dengan sulli. Merekan pun masuk ke kelas bersama-sama.

saat bel berbunyi miss ann langsung masuk kedalam kelas.

“selamat pagi semuanyaaaaa”

“selamat pagi miss ann”

“good, apa kalian ingin mendengarkan berita baik hari ini?”

tidak ada yang menjawab.

“baiklah, berita baik pertama sunny akan kembali kesekolah ini”kata miss ann sambil tertawa.

“siapa sunny?”tanya mei dengan teman duduknya.

“dia anak perdana menteri yang pindah waktu kelas 2 dan kembali lagi.”

“ohh begitu.”

saat melihat kebelakang terlihat wajah yesung berubah.

‘ada apa dengannya?’tanya mei dalam hati.

“selanjutnya pentas seni tahunan akan di laksanakan bulan depan dan saya berharap semuanya berpartisipasi agar lancarnya pentas tersebut.”

“ia , miss ann”

“baiklah kita lanjutkan pelajaran hari ini”

***

Mei dan yesung pulang ke rumah seperti biasanya. Tapi saat tiba di depan rumah paman sedang berdiri di depan restoran paman dengan membawa koper.

“paman, apa kita di usir?”tanya mei dengan perasaan khawatir.

“tidak miri, paman dan mei akan segera ke desa untuk menjenguk neneknya mei yang sedang sakit, paman sekalian mengajak mei karna kebetulan saja ia libur”jawab paman.

“huhhh”mei menghela nafas panjang.

“aku mengira kita di usir”

karna paman pergi otomatis yang tinggal di rumah hanya mei dan yesung. paman juga berpesan pada mei agar menjaga rumah dengan baik serta menjaga yesung. beberapa menit kemudian paman pun berangkat untuk menjemput mei-cilik di sekolah dan selanjutnya menuju ke stasiun.

***

dirumah hanya ada mei dan yesung . Saat keluar dari kamar mei berdiri memandang ke arah jendela di mana yesung sedang berdiri.

‘apa yang dia lamunkan?apa dia sedang berfikir akan melakukan sesuatu padaku? Haaaa’kata mei dalam hati.

‘ahhh tidak mungkin’tambah mei sambil memukul kepalanya.

Mei turun ke lantai bawah, membuka kulkas dan melihat apa yang bisa ia masak untuk makan malam.

“apa dia menyukai sup ayam?”kata mei saat kepikiran akan membuat sup ayam.

Mei pun memutuskan untuk memasak sup ayam untuk makan malamnya dengan yesung. Saat selesai masak mei langsung membawakan sup ayam buatannya keatas karna yesung tak menghiraukan teriakan mei yang menyuruhnya turun.

“ada apa dengannya? Kenapa aku sudah berteriak sekencang ini dia masih saja tidak mendengarnya?apa dia tuli?”omel mei saat menaiki tangga.

*flashback

seseorang lelaki yang berpenampilan biasa saja sedang berlutut di hadapan seorang wanita yang tinggi dan cantik.

“apa yang ingin kau katakan?”

“sunny?apa kau mau menjadi kekasihku?” kata yesung dihadapan sunny.

“apa?”jawab sunny dengan ketus.

“benarkah?”

“bisa kah kau mengatakannya di lapangan sekolah?”

“jika itu mau mu aku akan melakukannya untukmu”

saat di lapangan sekolah.

“sunny, aku serius padamu. Aku menyukaimu”kata seseorang itu lagi sambil memegang coklat dan setangkai bunga yang indah.

sunny malah tertawa.

“apa kau sedang bermimpi sekarang? Apa kau belum bangun dari tidurmu?”tambah sunny.

Seluruh sekolah melihat kejadian itu. Itu membuat hati yesung sakit karna di permalukan oleh sunny di waktu itu.

Yesung berjalan melintasi kerumunan orang. Hatinya remuk saat itu, ia terus berjalan dan menahan air matanya.

*kembali kemasa kini.

“yesuuuuuuuuuuuuung”teriak mei untuk kesekian kalinya di telinga yesung.

“yakh, miri apa yang kau lakukan? Apa aku tuli sehingga kau harus berteriak sekeras itu?hah”

“ya , kau tuli! Aku sejak tadi meneriakimu terus menerus tapi kau malah tak mendegarnya. Kau sebenarnya mau makan apa tidak?”

“makan? Tentu saja aku akan makan.” kata yesung meninggalkan mei dan turun ke dapur.

“kenapa dia malah ke dapur? Makanannya kan sudah aku bawakan ke sini? Haaaaa dasar bodoh”

***

“heeiiii miri? kenapa kau tidak turun untuk makan denganku?”teriak yesung.

“makanannya ada di sini bodoh! Apa yang kau lakukan di bawah sana. Dasar”

yesung segera berlari kembali keatas.

“kenapa kau tidak bilang kalau kau membawa makanannya ke atas?”

“apa kau buta tak melihat makanan ini ada disini sejak tadi?”

mereka pun makan dan tak ada hentinya berdebat karna makanan.

*esok harinya.

Saat  berhenti di tempat biasa yesung meninggalkan mei jika kesekolah.

“sudah kau duluan saja” kata mei.

yesung langsung saja meninggalkan mei setelah mei menberikan helmnya kepada yesung.

“miiriiii”terdengar suara sulli.

Mei terkejut.

‘apa dia melihatnya?’tanya mei dalam hati.

“apa yang tadi itu yesung?”tanya sulli.

“hah, apa? Entahlah aku tak begitu memperhatikannya”

“benarkah?”

mei mengangguk.

“dia sangat mirip dengan yesung, apa kalian berpacaran?”

“apa? Maksudmu aku dan yesung . Hah tidak.”

“maksudku yang tadi itu apa pacarmu? bukan kah kau bilang itu bukan yesung? Apa itu benar-benar yesung?”

“hah”kata mei terkejut dan bingung akan menjawab apa lagi.

“aku melihatmu turun dari motor itu. Apa kau benar-benar bersamanya?”kata sulli dengan wajah sedih karna sahabatnya bisa lebih dekat dengan yesung daripada sulli.

Mei sebenarnya akan jujur pada sulli bahwa ia serumah dengan yesung tapi karna melihat roman wajah sulli ia pun berubah pikiran.

“bukan, dia memang yesung. Dia tadi menawarkanku untuk naik kemotornya menuju ke dalam sekolah tapi aku menolaknya.” kata mei tersenyum lepada sulli.

“benarkah? Seperti itu? Tapi aku yakin melihat kau turun dari motornya.”

“kau mungkin salah lihat saja”

mei pun segera mengganti topik pembicaraan mereka tentang  pentas seni tahunan. Mei pun berharap ia bisa bergabung di pementasan drama musikal.

Sunny telah kembali kesekolah, saat melewati mading sekolah. Sunny terperangah melihat kepopuleran yesung yang ada di peringkat 1 di sekolah, dia juga bertanya-tanya siapa yang ada di peringkat ke 2.

“Park Miri? Apa yang menarik darinya?”kata sunny saat melihat foto mei.

Saat masuk kekelas sunny langsung merampas tempat duduk sulli yang saat itu sedang berada di samping yesung yang sedang tertidur di mejanya sambil medengarkan musik. wajah sulli berubah menjadi sedih, mei pun mengajaknya untuk duduk bersamanya. Mei hampir menghajar sunny tapi sulli melarangnya.

“jangan. Jangan berurusan dengannya. Aku mohon”kata sulli dengan wajah sedih.

Mei hanya menghela nafas panjang.

Yesung terbangun, melepaskan headset yang ada di telinganya. Menatap tajam ke hadapan sunny dan segera pergi tapi di tarik oleh sunny.

“lepaskan!”

yesung pun pergi dan sunny mengejarnya keluar. Sunny pun selalu berusaha mendekati yesung. Jelas saja yesung telah berubah dari itik buruk rupa menjadi seseorang yang di idam-idamkan semua wanita di sekolahnya.

*pulang sekolah

“kenapa lama sekali?”tanya mei.

“maaf”

mei pun segera naik keatas motor dan pulang ia tak sadar kalau tak jauh dari situ sulli berdiri melihat mereka.

“miri?apa kau pacaran dengannya? kenapa kau tak pernah mengaku jika kau pacaran dengannya?Huhh”kata sulli sedih karna sahabatnya tak menceritakan yang sesungguhnya padanya.

*sore hari menjelang malam hari

mei memasak untuk yesung dan dirinya, setelah itu makan bersama dengan yesung di meja makan.

“enak, dari mana kau belajar memasak? Bukannya dulu kau bodoh?”

“apa?”

yesung tersenyum bodoh kearah mei.

“jangan tersenyum seperti itu aku tidak suka!”

setelah makan malam mereka pun naik ke lantai dua.

Mei duduk di teras rumah sambil memandang langit dan pantai yang indah, mei teringat onew sahabatnya.

“apa kau juga merindukanku?seperti aku merindukanmu setelah bertahun-tahun tanpamu?”kata mei.

Tiba-tiba yesung datang dan duduk disamping mei yang sejak tadi ia pandangi dari pintu.

“pakai la”kata yesung sambil memberikan selimut hangat untuk mei.

“udara sangat dingin”tambah yesung.

Mereka berdua pun duduk berdua dan menatap langit bersama. Lagi-lagi yesung terbayang wajah sunny yang menyebalkan dan membuatnya hilang mood apa lagi setelah melihat wajah mei yang begitu muram.

Mei sedang mengingat masa-masa dirinya bersama onew.

*flashback

mei dan onew bergandengan tangan kesekolah bersama. Mei menatap onew dengan tatapan bahagia.

“apa kau akan berjanji terus menemaniku? Di saat aku bahagia dan sedihku?”tanya mei.

onew mengangguk dan memeluk mei dan memutarnya ke udara membuat mei bahagia.

Mei juga mengingat saat ayah mei memukul ibu mei. Mei menangis, onew pasti datang dan memeluknya.

*masa sekarang

mei menitihkan air matanya, tak sadar kalau yesung ada di sebelahnya. yesung tak hentinya menatap wajah mei tetapi mei tak juga menyadarinya. Mei hanya mengingat onew dan menghawatirkan ibunya. Sampai akhirnya yesung tak sadar memeluk mei dan mencium keningnya. Hal itu sontak membuat mei kaget dan tersadar dari lamunannya. Matanya terbelalak. Jantungnya tak karuan.

Sementara sulli lagi-lagi berdiri di bawah dan melihat kejadian itu. itu membuatnya sakit.

Sulli hanya memegang dadanya dan segera pergi dengan jalan tertatih. Sulli tak sadar diperjalan menjatuhkan airmatanya.

“ini kah cinta? mengapa begitu menyakitkan? Apa aku cemburu pada sahabatku sendiri?”kata sulli sambil terus memegang dadanya dan sebuah kotak makanan yang akan ia berikan pada mei.

Sementara mei masih ada dipelukan yesung. Ia tak berdaya, seakan tersihir oleh perhatian yesung. Ia pun menangis dipelukan yesung untuk pertama kalinya.

Ia pun berkata dalam hati ‘apakah ini onew?’

Mei pun tertidur dipelukan yesung. Yesung menatap wajah mei yang tertidur dan memindahkannya ke bahu yesung.

Yesung menatap ke arah pantai sambil tersenyum dan memegang dadanya yang masih berdebar kencang sejak tadi. Membayangkan saat mei pertama kali datang kerumahnya. Betapa galak dan juteknya mei. Memukul yesung, menendangnya, bahkan melemparnya dengan sepatu. Tapi malam ini mei bisa menangis dan menenangkan hatinya di pelukan yesung itu suatu keajaiban bagi yesung. Yesung pun bisa meredam kekesalannya terhadap sunny.

Ia bahkan tak bisa tidur dan tak hentinya tersenyum kepada mei. Malam tambah larut, udara pun semakin dingin. Yesung merapikan selimut mei dengan hati-hati. Ia pun tak habis pikir ada apa dengan perasaannya. Setiap ia melihat mei tersenyum seakan sedihnya itu akan hilang.

***

menjelang pagi yesung tertidur. Bahkan ia merasa kedinginan namun diabaikan olehnya, ia tak ingin membangunkan mei yang telah tertidur nyenyak di sampingnya.

beberapa lama kemudian mei terbangun dan bangkit dari bahu yesung. Ia pun merasa aneh dihatinya dan bertanya-tanya ‘ada apa denganku?’

mei secepatnya memakaikan yesung selimut dan duduk manis di samping yesung sambil menunggu matahari pagi. kepala yesung terjatuh tepat di paha mei.

Mei terkejut.

Mei menatap yesung, dan mengingat kejadian semalam dan membuat jantungnya kembali berdebar.

‘waktu aku mencium onew di hari ulang tahunnya, detak jantungku tak secepat ini. Ini berbeda’ katanya dalam hati.

Mei merapikan selimut yesung sambil memandangi pemandangan pantai dipagi hari.

Yesung masih tertidur. Mei rasanya tak rela membangunkannya dari tidurnya. Mei pun mengangakat kepala yesung dari pahanya.

ia juga menurunkan tirai bambu di depannya, agar cahaya matahari nanti tak menganggu tidurnya. Mei turun ke dapur untuk memasak sarapan pagi. Ia pun memutuskan memasak nasi goreng untuk yesung.

***

Setelah selesai mei mandi dan mengganti bajunya dan bersiap-siap untuk ke sekolah.

Mei mengambil handphone yesung dan meletakkannya tepat di sampingnya. Dia juga memasang jam alarm agar yesung dan terlambat kesekolah.

Mei menyiapkan semuanya untuk yesung.

Mei pun meninggalkan yesung untuk ke sekolah.

Yesung terbangun saat sms mei masuk.

‘bangunlah!’

beberapa detik kemudian jam alarm berbunyi.

“hah!apa yang dilakukannya? Mengapa menaruh jam alarm ini tepat ditelingaku?apa dia mau kalau aku ini tuli !” omel yesung.

Yesung mandi setelah mandi ia melihat bajunya telah ada di sofa di ruang keluarga serta makanan di meja.

‘makanlah dulu sebelum ke sekolah , untuk semalam terima kasih :), miri’

yesung tersenyum,

“apa dia istriku?”

yesung teringat yang dilakukannya semalam itu membuatnya malu pada dirinya sendiri.

“ahh, apa yang ku lakukan semalam? Apa yang harus ku katakan padanya?”

saat akan berangkat kesekolah ada sms masuk untuk yesung.

‘aku berangkat naik bus, kau langsung saja kesekolah’

karna tau mei pasti blum berangkat sepagi itu yesung langsung ke halte bus.

Ia berlari sangat kencang, bahkan ia tak membawa motornya. Ia berharap ia bisa berangkat kesekolah dengan bus bersama mei. Saat ia telah dekat, ia melihat mei duduk. saat yesung memperlambat larinya, mei masuk ke dalam bus. Yesung berlari sambil berteriak agar busnya menunggunya tetapi hasilnya nihil, busnya tetap berjalan tanpa menghiraukan yesung.

saat sampai disekolah di kelas bertemu dengan sulli. Tapi sulli hanya diam dengan wajah pucat.

“apa kau sakit?”tanya mei.

Tapi sulli hanya diam.

“ada apa denganmu? Wajahmu pucat, matamu juga bengkak. Apa ada masalah?”

sulli diam lagi itu membuat mei bingung.

‘apa hak ku mendiami miri?’kata sulli dalam hati.

“hei, kau baik-baik saja? Apa ada masalah?”

sulli menggelengkan kepalanya.

Sulli menyerahkan kotak makanannya untuk mei.

“apa ini?”

“makanlah”kata sulli singkat.

Mei langsung saja memakannya.

“aku lapar sekali, kau tau kenapa? Aku tak sarapan hari ini, pamanku sedang ke desa” cerita mei.

Padahal ia pagi tadi telah menyediakan untuk yesung tapi ia tak makan sedikit pun.

‘apa mereka hanya berdua?’

Tapi sulli hanya diam dan melamun.

Mei hanya membiarkannya dan terus makan.

“baiklah, aku takkan bertanya lagi. Aku tau mungkin tidak semua masalahmu harus kutanyakan”kata mei sambil tersenyum dan terus makan.

Tiba-tiba mei tersedak saat yesung berlari ngos-ngosan memasuki pintu. Mei memalingkan wajahnya ke arah berlawanan.

Sulli melihat mei ‘sikap kalian benar-benar berbeda dengan yang kulihat, tahukah kau miri? Aku kecewa padamu. Mengapa kau tak mengerti perasaanku? Apa kau lupa aku pernah mengatakan aku menyukainya?’

mei heran mengapa sulli menatapnya sambil meneteskan airmata?

Mei meletakkan sendoknya dimeja dan menarik tangan sulli ke wc. sulli menolak tapi mei tetap memaksanya. mei hanya menatap sulli.

“bicaralah” bujuk mei.

sulli hanya diam. Mei menatap sulli, sulli pun menatapnya dengan mata berlinang.

Mei menghela nafas dan menyerah.  Ia meninggalkan sulli keluar. Sulli terjatuh kelantai dan tangisnya pun pecah.

Mei kembali kekelas tanpa sulli. pelajaran pertama hampir selesai tapi sulli masih saja tak kembali dari wc itu membuat mei cemas.

Sementara yesung tak melepas pandangannya ke arah mei meski sunny terus saja merayunya.

Mei ijin keluar, yesung yang melihatnya bertanya-tanya ‘mau kemana dia?’

mei berlari-lari mencari sulli. Ia telah berkeliling mencari sulli kelantai atas bahkan bawah. Saat berada di dekat parkiran. Saat mei menatap keatas. Mei melihat sulli sedang berdiri diatas sambil menangis.

Mei berlari keatas secepatnya, sesampainya diatas.

“sulli..”teriak mei dari kejauhan.

Sulli menyapu airmatanya.

mei mendekat dan menatap sulli.

Mei lalu memeluk sulli. Sulli menangis lagi.

‘miri, tau kah kau? Kau telah menyakiti hatiku. tau kah kau aku telah menyukai yesung sejak kecil. Melihatmu dengannya semalam itu membuatku sakit. Tau kau tinggal bersama tetapi mengapa kau tak memberi tauku? Mungkin jika kau mengatakan lebih dulu bahwa kau ada hubungan dengannya mungkin aku takkan sesakit ini. Mengapa kau tak jujur padaku sejak awal? Mengapa? Mengapa miri?maafkan aku yang tak bisa memberitahu isi hatiku. Maaf’kata sulli dalam hatinya.

Sulli terus saja menangis dan memeluk mei erat-erat. Mei hanya diam bahkan mei juga meneteskan airmatanya.

“maaf membuatmu khawatir”kata sulli.

Mei terkejut.

“apa?”

“maafkan aku! Aku tak bisa menceritakan mengapa aku menangis”

mei tersenyum dan kembali memeluk sulli.

“bukankah jika aku menangis kau pun tak pernah memaksaku untuk menjelaskan mengapa aku menangis??”Kata mei.

ternyata yesung berdiri tak jauh dari mereka, yesung yang melihatnya pun tersentuh. Yesung tersenyum dan meninggalkan mereka.

Saat pulang sekolah mei yang keluar dengan menggenggam tangan sulli.

‘memiliki sahabat sepertimu pun aku sudah sangat bersyukur’kata sulli dalam hati saat melihat mei tersenyum padanya.

Mereka berpisah di gerbang sekolah, mei meninggalkan sulli sendiri. beberapa lama kemudian yesung melintas dengan terburu-buru di depan sulli tanpa menyapa sulli.

‘mereka pasti pulang berdua. ada apa denganmu sulli, memangnya mengapa kalau yesung menyukainya? Apa itu salah? Itu haknya. Lagi pula miri itu satu-satunya sahabatmu disekolah. Apa kau ingin kehilangannya?’

tiba-tiba hujan mulai turun, sulli masih bisa melihat mei dari jauh tersenyum padanya dan yesung yang terlihat mengejarnya.

Seseorang pria berdiri di sampingnya dengan payung diatas, itu membuat sulli terkejut.

Mereka saling memandangi dan saling tersenyum.

Mei melihat kearah sulli , mei hendak melambaikan tangannya karna akan naik ke bus. Ia melihat seseorang yang bersama sulli tak asing baginya.

Yesung melindungi kepala mei dengan jas sekolahnya dan menarik mei naik keatas bus karena hujan mulai deras

Saat mei tersadar dari lamunan ia sudah duduk manis disamping yesung. mei memegang dadanya. ‘ahh jantungku’katanya dalam hati.

Yesung dan mei terlihat canggung dan salah tingkah, mei bahkan tidak menanyakan mengapa yesung naik bus bersamanya. Mei pun melihat kearah luar bus yang sedang hujan sambil mengingat kembali siapa yang ia lihat tadi.

‘aku yakin aku mengenalnya!’katanya dalam hati.

Saat turun dari bus, yesung terlihat aneh. Ia seakan kaku dengan mei. Mereka jalan berjauhan dan hanya diam di sepanjang jalan.

“ehm…”kata mereka berdua bersamaan.

“kau duluan”kata yesung.

“lupakan!”kata mei.

Lalu berjalan kembali. Yesung ingin menjelaskan kejadian semalam tapi ia tak punya keberanian.

Sesampainya di rumah mei masuk ke kamarnya. Duduk di kasurnya dan menghadap ke kamera, ia mengatakan semua yang ingin dia ceritakan.

yesung melintas di depan kamar mei, tak sengaja ia melihat pintu kamar mei terbuka dan melihat mei dari luar.

“…..eomma, mei merindukanmu…”suara mei yang terdengar oleh yesung.

“mei?”kata yesung pelan.

Yesung merapatkan telinganya ke kamar mei, saat mendengar suara kaki mei melangkah yesung segera kabur dan pura-pura berdiri di teras dekat kamar mei. Sambil memesang headset yang ia pegang tanpa MP4nya. Jadi meski memakainya seolah-olah yesung tak mendengar tetapi sebenarnya mendengarnya.

Mei keluar kamar dan sudah berganti baju.

“aku akan pergi, masak lah sendiri karna mungkin aku akan pulang malam”kata mei pada yesung.

yesung pura-pura mendengarnya. Mei mendekatinya dan menarik ujung kabel headsetnya yang tak terhubung.

“apa kau mau pura-pura lagi?”kata mei menatap yesung.

Yesung menggaruk kepalanya dan tertunduk malu. Mei pun meninggalkannya sendiri di rumah.

“ahh bodoh , memalukan !!!” kata yesung di teras rumah sambil memukuli kepalanya sendiri sambil melihat mei berjalan dari Kejauhan.

Kesempatan ini di manfaatkan yesung untuk melihat isi rekaman video milik mei.

“maafkan aku miri. Aku hanya penasaran dengan kehidupanmu”kata yesung sambil membuka kamera mei.

Yesung melihat semua hasil rekaman mei beberapa hari ini. Yesung juga membuka file-file video yang mei simpan di komputer.

Saat keluar dari kamar mei yesung seperti tak percaya dengan kenyataan yang ada. Yesung pun akhirnya tau identitas asli mei.

“heiuh, mei? Choi Mei Ri? Kau bukan namanya mionewa? Apa ini hanya nama palsu?”kata yesung.

*beberapa saat kemudian.

yesung menghela nafas panjang”bagaimana dia bisa setegar itu?Padahal dia adalah seorang wanita? Bagaimana bisa ia tersenyum bahagia sementara kehidupan keluarganya hancur?apa sosok ayah sesungguhnya seperti itu?”kata yesung yang tak habis pikir dengan kehidupan mei.

komentarnya di tunggu 😀

8 thoughts on “Hug Me Again! Chap 2

  1. lanjut thor!! Kpingin tau gmana nanti nasib si mei apa sma yesung apa ma onew.eh sama yesung aja klo onew sama aku aja… #plak *dh mulai kumat blom minum obat* ditunggu secepatnya ya thor,gumawo;)

  2. karakternya kuat-kuat disini…authornya daebak sih 😀

    makin cintah sama cerita ini. Hm… aku jadi penasaran sebenarnya author mau bikin cerita yang kaya gimana… /mikir seribu tahun/
    kkk~ ^^v

  3. itu yg sama sulli ….Onew.

    aaahhh………kan cuma sahabat kecil….
    sama Yesung kan lebih berdebar debaaarrr,…………..Meii…………

    Yesungdah lah…..maw lanjuut lagi baca nya.!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s