Rouge Ange (An Angel With Red Wings) Part 8 [PAST ONLY]

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic, Fantasy, Past-Present Live,

Cast :

Main Cast :

ü  Shin Min Young (OC)

ü  Kris a.k.a Wu Yi Fan (EXO M)

ü  Oh Sehun (EXO K)

Figuran :

ü  Shin Mun Hoon (Min Young’s Younger Brother)

ü  Shin Min Ah (Min Young’s Older Sister)

ü  EXO M & EXO K Members

ü  Others

+oOoOoOo+

Annyeong~  author dataaaaaang~ *tebar bunga Rafflesia Arnoldi*

GOODERS I LOVE YOU SO MUCH!! 😀

Thanks for supporting me all along~

SIDERS I CURSE YOU!!

 

Cha! Sekian Opening dari author. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi / mungkin mau dikritik, silahkan RCL ^^

Kamsahamnida~

Previous : Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7|

+oOoOoOo+

=Sekilas Chapter sebelumnya….=

*Past*

“Agasshi.. anda harus segera berganti pakaian..”

“Hm? Memangnya ada apa?”

“Anda harus segera pergi ke tempat yang lebih aman bersama anggota kerajaan yang lain..”

“Waeyo?? Apakah ada suatu hal yang mendesak?”

……

“Mwoya?? Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?”

+oOoOoOo+

Kini aku sudah berada di dalam tandu, keluar dari areal istana, dan mulai menyusuri jalan setapak di tengah hutan lebat. Ya, itu pemandangan terakhir yang kulihat sebelum aku memutuskan untuk pasrah akan nasibku selanjutnya. Toh aku bukan siapa-siapa… terlebih setelah Sehun-goon ‘diculik’.

Seorang dayang dengan terburu-buru dan wajah panic memasuki kamarku dan mengabarkan hal ganjil semacam itu di pagi yang kuharap dapat kulewati dengan tenang…

‘BRAAAK’ aku merasakan sedikit goncangan hebat, hanya sekitar 2 detik, kemudian tanduku kembali berjalan dengan stabil. Aku segera membuka jendela kecil yang berada di sisi kananku, melongok melihat keadaan sekitar.. tidak ada yang berubah.. tapi… kenapa laju jalan para pembawa tandu ini kurasa agak lebih cepat?

“Ada apa agasshi?” seorang pengawal mendekat dan berjalan tepat di samping jendelaku. Aku tidak dapat melihat wajahnya yang tertutupi topi lebar.

Ah.. aniya, aku hanya sedikit terkejut dengan goncangan tadi,” jawabku pelan.

Kulihat ia menundukkan sedikit kepalanya sambil berkata, “Mianhe agasshi, tadi ada seorang pembawa tandu yang kelelahan, jadi kami segera menggantinya tanpa berhenti terlebih dahulu.. Mianhe jika kami mengganggu kenyamananmu, agasshi~”

Aku hanya mengangguk kecil, tanda mengerti, kemudian kembali menutup jendela tadi. ‘Baiklah… tidak ada yang buruk yang terjadi Min Young… tidak ada yang perlu kau khawatirkan selain keselamatan Sehun-goon. Yeah, aku sangat khawatir dengan keadaannya sekarang…’

=o)o)o)(o(o(o=

Entah sudah berapa lama aku tertidur sambil menunggu perjalanan tak tentu arah ini berakhir. Aku terbangun mendengar suara ketukan yang lumayan nyaring beberapa kali di pintu tanduku. ‘Apakah sudah sampai di tempat?’

Seseorang membantuku membuka pintu tandu itu saat aku hendak membukanya sendiri. Lalu sebuah uluran tangan menyambutku keluar dari tandu, dan suara yang familiar menyapa telingaku bahkan sebelum aku berdiri dengan tegak.

“Kita sudah sampai agasshi..”

Chen? Kenapa dia ada di sini? Bukankah ia ikut pengawal kerajaan inti untuk mencari Sehun-goon? Apakah dia sudah menemukan Sehun-goon??

“K..kenapa kau ada di sini? Kau kan bertugas mencari Sehun-goon…Apakah…apakah kau sudah menemukan Sehun-goon?” tanyaku beruntun setelah aku yakin sosok yang membantuku berdiri adalah Chen.

Senyuman tipisnya kurasa sedikit memudar saat mendengar pertanyaan terakhirku, “Akan saya jelaskan nanti,” ujarnya sebelum menggenggam tanganku dan berjalan ke arah yang lain.

“Kita mau kemana?” tanyaku inosen sambil memperhatikan pemandangan di sekelilingku. Pegunungan dengan langit ungu senja..

Chen tersenyum sambil tetap memandang lurus ke depan,“Ke tempat untuk mengamankan anda tentunya, agasshi.. anda akan tau sendiri jika kita sudah tiba.”

Aish… orang ini sepertinya ingin membuatku mencekiknya dengan berakting sok misterius seperti ini… Yasudahlah biarkan saja… yang penting aku selamat -_-“

“Ah tunggu sebentar,” ujarnya sambil menghentikan langkahnya seketika, lalu membalikkan badan ke arah di mana tanduku berada. Otomatis aku juga ikut melihat ke sana dan aku cukup terkejut dengan apa yang -tidak kusadari- sedang terjadi di belakangku.

4 orang pengawal sedang sibuk mengumpulkan puluhan pengawal dan dayang lain –yang kuyakin itu adalah pengawal dan dayang yang benar-benar diutus untuk menemaniku- ke satu area mengelilingi tanduku.

“Ap..apa yang terjadi Chen-ah??” aku mencari jawaban di wajah Chen.. namun yang dapat kutemui hanya sebuah seriangaian puas. Seringaian? Ya..seringaian yang cukup mengerikan untuk dipandang di tengah hutan belantara apalagi menjelang gelap seperti ini…

Chen perlahan menoleh menatapku, “Ups… sepertinya aku akan dimarahi habis-habisan karena membuatmu melihat semua ini..”

Tatapannya semakin dalam dan menusuk, membuatku enggan menatapnya lebih lama dan mengalihkan pandanganku ke tempat dimana tanduku berada. Aku cukup heran dengan apa yang terjadi. Semua yang kulihat tadi sudah tidak ada di sana.. Tandu, pengawal, dayang… Semuanya lenyap.

Mau tidak mau aku kembali menatap Chen yang memasang smirk di wajahnya, “Jelaskan kepadaku apa yang terjadi!” pintaku.

“Aku menolaknya. Aku mau kau menemukan sendiri apa yang sedang terjadi,” jawabnya dingin lalu kembali berbalik dan melanjutkan perjalanan kami sambil tetap menggenggam tanganku.

Aku merasa genggamannya tidak terlalu erat, jadi segera kukibaskan saja genggamannya dan aku berhasil melepaskan tanganku dari cengekeramannya. Detik itu pula aku segera berlari berbalik arah.

‘Aku harus melepaskan diri darinya.. Chen pasti bukan manusia.. Chen mungkin adalah pelaku penculikkan Sehun-goon.. Chen……. Apakah Chen…’

Bodohnya, aku malah menghentikan langkah kakiku dan terdiam ditempat saat otakku mencapai sebuah kesimpulan yang tidak kuharapkan benar terjadi. Ah, tapi belakangan ini semua yang tidak kuharapkan justru terjadi.. jadi kesimpulan yang tercipta di otakku kini mungkin akurat =____=”

“Jika kau tidak ingin menghambat semua ini sebaiknya kau tidak membuat masalah agasshi..” ujar Chen yang kini sudah berdiri di hadapanku dengan tatapan kaku.

S..Shireo… aku.. aku tidak..” badanku terlalu keras bergetar sehingga aku tidak mampu melanjutkan kalimat perlawananku.

Chen hanya diam di tempat lalu mengdengus kesal setelah 5 detik keheningan menyapa kami, “Baiklah aku terpaksa melakukan ini. Kau sangat merepotkan agasshi!!”

“Apa maksudmu, Ch…”

Sebuah sayap merah terbuka lebar dari balik punggung Chen sebelum ia menyergapku dan membuatku kehilangan kesadaranku. Sepenuhnya.

=o)o)o)(o(o(o=

Aku terbangun mendengar suara sebuah lempengan perak di letakkan di sebuah tempat tak jauh dari tempatku…berbaring.

“Oh, kau sudah bangun rupanya.. kau bangun di saat yang tepat sekali, aku baru saja meletakkan teh hangat untukmu..”

Sebuah suara yang tidak familiar terdengar sembari aku mengerjapkan mata, untuk membiasakan diri dengan kondisi ruangan ini.

“Apakah ruangannya terlalu gelap? Akan kunyalakan obornya.. chamkaman..” suara itu kembali terdengar, lalu suara langkah kaki keluar ruangan, kemudian suara pintu yang tertutup.

Yeah, dia –entah siapa itu- benar.. ruangan, yang bisa kukategorikan sebagai kamar, ini terlalu gelap untukku. Penerangan hanya berasal dari sebuah perapian tua yang ukurannya lumayan besar.

‘CKLEK’ pintu kamar ini kembali terbuka setelah aku duduk dan menyandarkan punggungku. Sebuah senyuman yang..err..kekanakan tapi manis, tertangkap oleh indra penglihatanku di wajah seorang namja yang berjalan masuk dan membawa sebuah obor. Tanpa berkata-kata, ia menyalakan beberapa lilin di atas perapian, lalu membagi api ke tempat obor lain yang berada di sisi tempat tidurku. Aku hanya memperhatikannya mondar-mandir kesana kemari.

Setelah menuntaskan pekerjaannya, ia meletakkan obor itu di samping perapian, lalu berjalan mendekat ke arahku. Badanku reflek menyingkir menjauh darinya.. Aish, sepertinya aku mulai mengidap trauma untuk berdekatan dengan namja ==

Tapi yang ia lakukan adalah berdiri di samping tempat tidurku dan menunduk melihat isi cangkir yang tadi ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat tidurku.

“Kenapa kau belum meminumnya agasshi?” ia menoleh sekilas ke arahku lalu mengangkat cangkir itu dengan kedua tangannya, “Apakah ini terlalu panas?”

*Ini orang asingnya*

Aku hanya menggeleng sebagai respon. Yeah, aku trauma berbicara dengan orang asing -_-

“Baiklah.. aku tidak akan memaksa,” ia meletakkan cangkir itu kembali di tempatnya setelah menatapku beberapa detik, “Tapi percayalah aku tidak memasukkan benda asing ke dalam minumanmu. Karena…”

Ia berhenti bicara dan hanya diam di tempat sambil menghela sebuah nafas panjang. ‘Huh? Ada apa dengannya?’

Tapi karena aku tidak berani berbicara dengannya, aku hanya berharap ia mau meneruskan perkataannya tanpa kuminta.

“… Aku pergi dulu, mungkin setelah ini Kris hyung akan kemari. Tunggulah sebentar,” ujarnya sebelum membalikkan badan dan berjalan keluar.

Sial! Langkahnya terlalu cepat… dan kini aku dilema rasa penasaran -_-“

2 menit… 5 menit… 10 menit berlalu dan pintu di hadapanku tidak terbuka bahkan oleh angin sedikitpun. ‘Aigoooo ini sangat membosankan!!’ rutukku dalam hati.

Teh yang diberikan oleh –entah siapa- sudah tidak tersisa dan kini rasanya organ perutku sedang mengadakan konser rock festival.. Omo.. kuyakin ini sudah tengah malam atau mungkin pagi? -,- entahlah… yang kutau kini udara di kamarku agak dingin dan perutku keroncongaaaan T^T anybody please help meeh~

Kuberanikan untuk keluar dan mengadakan ekspedisi kecil-kecilan di bangunan ini. Toh namja tadi tidak melarangku keluar kamar. Dia hanya berpesan agar aku menunggu Kris oppa di kamar.. eh, tapi apakah itu maksudnya aku tidak boleh keluar ruangan? -_-a Sepertinya aku harus segera mengganti otakku dengan Intel Core I 10 agar nasibku lebih mujur -,-“

‘CKLEK’ tanpa kusadari aku sudah membuka handel pintu kamar ini. Okay, aku membuka kamar ini tanpa sadar.. berarti aku tidak bersalah~ _._

Rasa penasaranku lebih besar dibanding rasa takut ‘diculik’ oleh entah siapa yang mungkin akan terjadi nanti saat aku berjalan di lorong panjang berdinding batu penuh ornament lampu dinding klasik dan …. okay, tidak ada yang lain. Hanya lampu obor berderet rapi dan itu berhasil membuat kesan lorong ini sunyi dan tanpa batas…

Aku harus kemana? Lorong ini sepertinya tanpa batas.. jika aku berakhir di neraka… bagaimana nasib murid-murid di sekolahku?? Aku harus meminta tolong kepada siapa? T^T #abaikan

Tarik nafas…hembuskan… Tarik nafas…hembuskan… Tarik nafas…hembuskan… Pada hembusan nafas ketiga aku mulai menyusuri lorong ini dengan berjalan merapat di dindingnya. Hmm.. kukira dindingnya lembap, namun ternyata kering dan hangat.

Cukup jauh aku berjalan tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan yang tertangkap oleh indra pendengaran maupun indra penglihatanku..hingga aku tiba di sebuah persimpangan.

Setelah melongok sebentar… aku memutuskan untuk melanjutkan langkahku menyusuri lorong yang kini terkesan lebih klasik dan elegan namun tetap suram. Dindingnya bercat merah tua, lampu dindingnya menyalakan api merah dengan karpet beludru berwarna senada. ‘Yaaa ini sebenarnya lorong apa?’

Aku tersentak ketika mendengar beberapa suara yang datang bergantian saat aku mendekat ke suatu pintu bercat merah, setengah terbuka..

‘KLAAANG’ suara lempengan besi yang dilempar ke dinding..

‘BRAAAAK’ suara kursi dibanting..

‘BUUUGH’ suara tubuh yang dijatuhkan dengan keras ke karpet..

‘PRAAANG’ suara kaca jendela pecah..

Aku semakin merapatkan diri kedinding saat mendengar suara pintu yang tidak jauh dari tempatku kini berdiri itu terbuka lebih lebar. Baiklah, tamat riwayatmu Min Young…

Sosok di hadapanku berhenti melangkah setelah ia sudah berada 2 langkah di depan pintu itu. Ia tampak kelelahan, berdiri saja ia menekuk 60kakinya dan ‘BRUUUK’  ia sudah berlutut di tempat dengan nafas terengah…

Sementara aku masih diam di tempat, ia sudah mulai bangkit dengan menumpu pada tongkat yang ada di tangan kirinya. Ia menoleh ke kiri..lalu ke kanan. Hm.. sepertinya ia tidak menyadari keberadaanku.. Semoga saja..

Perlahan aku membalikkan badan dan berjalan menjauh.

YAAA apa yang sedang kau lakukan? Melaporkan narapida kalian yang akan kabur huh?” tanyanya dengan dingin.

Mendengar perkataannya aku membalas dengan suara gemetar, “A..Aku bukan rouge ange..” aku membalikkan badan dan kulihat sosok itu berjalan mendekat dengan tertatih..

Aku cukup terkejut melihat wajahnya saat ia berjalan tepat di bawah cahaya salah satu lampu dinding… Sehun-goon

“Sehun..” /SLAP!!/ Lalu semuanya menggelap begitu saja…

=o)o)o)(o(o(o=

Author POV.

BRAAK! Sebuah pintu kokoh yang menuju ruangan mewah terbuka kasar oleh 2 orang berbadan besar yang menyeret tubuh seorang namja yang terkulai lemas, namun masih sadarkan diri.

“Tinggalkan kami,” titah sebuah suara yang cukup dalam dari sosok namja  tinggi tegap yang berdiri di hadapan mereka.

Dengan patuh, kedua pengawal tadi meletakkan tahanan itu dalam posisi berlutut, lalu keluar dari ruangan.

Hening sejenak…. Mereka hanya saling menatap untuk beberapa detik kemudian mengalihkan perhatian masing-masing. Begitu terus hingga namja tinggi tegap itu mendekat dengan gusar lalu berlutut menyamakan jarak pandang dengan namja yang tengah mengatur nafasnya yang tampak berat.

Neo…” namja sekarat itu memandang malas namja kaku di hadapannya mendengar suara dalamnya yang begitu dingin.

“Kau tau kenapa kau kubawa lagi kemari?”

Molla,” jawabnya acuh dan tak kalah dingin. Ia terlalu malas untuk berkata barang 2 kata lebih panjang.

“Kau membenciku?”

“Aku punya hak membencimu?”

Yaa apa maks…”

“Oh ayolah Kris ssi.. tidak perlu terlalu lama berbicara dengan tahanan busukmu ini… Pasti masih banyak hal penting yang harus kau lakukan. Kau mau apakan aku? Membunuhku? Lakukan saja sekarang, disini!!”

Kris tersentak mendengar perkataan namja tersebut yang cukup dingin, ia hanya bergumam, “Sekalipun aku sangat ingin diusir dari kastil pengap ini, membunuh namdongsaengku sendiri akan menjadi hal terakhir yang akan kulakukan jika itu bisa jadi salah satu cara mencapai keinginanku……….. Sehun-ah.”

Sehun justru terkikik geli di tempatnya.. dengan remeh ia memandang Kris, “Namdongsaeng? Kau masih ingat punya saudara laki-laki? Wah.. hebat sekali..”

“Bukankah namdongsaengmu sudah MATI? Sudah DIBUANG ke bumi? DIKUTUK menjadi manusia karena menyukai calon istri kakaknya?” Sehun menatap Kris dengan tajam dan tertawa sinis.

Kris terpaku di tempatnya. Ia faham Sehun akan bereaksi seperti ini… ia tau Sehun belum, dan tidak akan pernah memaafkannya.

Sehun menghentikan tawanya dan nada bicaranya menjadi sedingin suhu marmer tempatnya berlutut kini, “Lupakan. Itu sudah berlalu, anggap aku tahananmu. Itu saja.”

“Tidak semudah itu, Sehun-ah..”

“Mudah saja jika kau mau,” jawab Sehun segera dan perlahan ia bangkit dan menepuk lututnya. Menyingkirkan beberapa debu halus disana, sekadar basa-basi.

“Menghapuskan eksistensi seseorang tidak semudah menghapus tetesan darah, pabo..” geram Kris di tempatnya. Ia kesal melihat dongsaengnya begitu mudah mengatakan ‘lupakanlah’.

“Tau begitu kenapa 1 tahun lalu kalian mengusirku ke bumi dan memaksaku melupakan HAN Min Young?” Tanya Sehun sambil menatap Kris tenang.

/1 Tahun di dunia Rouge Ange = 10 Tahun dunia manusia/

Kini Kris kehabisan kata-kata. Han Min Young…. Nama itu lagi… nama yang sudah dicoba dikubur dalam-dalam oleh Kris namun selalu gagal. Terlebih Sehun kembali menguaknya kini.

“Sekarang kau bahkan membawa SHIN Min Young ssi kemari… apa tujuanmu?” Tanya Sehun bahkan sebelum Kris usai bernostalgia dengan kenangan buruknya.

Itu karena…..”

+oOoOoOo+

-To Be Continued-

Ada HAN Min Young ada SHIN Min Young…

Ada hubungan apa diantara keduanya????

\-_-/ *nahloh*

Ayo gooders saatnya tebak tebak tebak~

Yang tebakannya DAEBAK dapet Tiket nonton opeje dari live dari tpi rumah masing-masing..

MAU kan? MAU kan? MAU kan?

Jawabannya bisa kalian tau di Chapter 9..

So Read Comment Like, WAJIB!!

Semoga FF ini bisa jadi teman santai gooders dan bermanfaat. Amin.

24 thoughts on “Rouge Ange (An Angel With Red Wings) Part 8 [PAST ONLY]

  1. eonni. ini kependekan ._.
    ah, next part nya panjangin yah un, hihi soalnya masih penasaran mampus nih sama kelanjutannyaa dududu :d
    HA? sehun adenya Kris?! miapah yaoloh, ganyangka, ternyata sehun di kutuk ._/,
    mwahaha CHEN!! ilavyuu :* eh kris juga ding, eh, sehun, ahh semuanya aku sukaa :*:* eonni, ini ff kenapa bisa daebak banget ^-^ *elap ingus*
    han min young sama shin min young? apa coba hubungannya mereka-_- bingung juga sih kalo disuruh nebak, hah kalo presepsiku nihyaa mungkin, mungkin, duh apaya –a *nyampah sumpah nyampah banget*
    ah udahlah, maaf buat coment yang berbau rusuh dariku un ._.v next chap jangan lama-lama loh yaa un ^^

    • iya, jeongmal mianheeee udah lama ngga terbit, begitu terbit kependekan 😦 mianhe, karena kondisi authornya rada ngga fit jadinya begini -___-v

      insyaallah, doain semua lancar ya ^^
      gomawo 😀

  2. Han Min Young dan Shin Min Young? =A=
    Apa jangan-jangan mereka orang yang sama sebenernya? /tebakan asal/
    Atau jangan-jangan beda… jadi ntar Kris jadi sama Min Young A (?) dan Sehun jadi sama Min Young B /komen gaje/
    baeklah… update-an ditunggu^^

  3. akhirnya muncul lagi lanjutannya tapi ya ampun, ga nyangka ternyata sehun itu adik kris yg dibuang ke bumi jd manusia..berarti aslinya sehun jg rounge ange donk?? aishh, ga nyangka deh beneran ==
    eh, apa hubungan minyoung marga han sama marga shin? kayanya bukan krn nama mreka doank yg sama doank de, pasti ad sumting yg laen tp gatau apa *minta ditabok ini reader* #kabur
    dtunggu next updateny lagi ya ^^

  4. Thooor…mau nanya boleh? Pas yg ‘org asing’ itu ngomong ke min young ttg kris,kok minyoung ga kaget? Mksudnya dy kan gatau kris dbalik semua culik-penculikan itu kan??

    Thriller nya dapet thor..kirain pas bukain tandu itu si kris,hahaha aku t’tipu tnyata chen ._. Eh jd chen itu komplotannya kris dong,jd dy slama in pura2 jd pngawal dkrajaan?? .-.
    Trus ternyata sehun-kris SODARA KANDUNG,omo o.O iya kan thor? Pantesan kris ko kliatannya ‘sayang’ sma sehun..omo omo,ga nyangka..
    Oia aku musti baca dr part 7 lagi,soalnya susah merangkai2 didlm otak ku ttg past-present dn hubungan complicated mereka,walau udh baca ulang msh ttp agk bingung,tp pas baca yg ke 8 malah lumayan ngerti ngikutin alur -,- *payah* 😀
    so, jgn lama2 ya thor publish chap slanjutnya,kasian otak ku..ahahaha *reader bnyk maunya* slap/
    buat han sama shin min young,em i can’t get it :/ tp apa itu minyoung yg di past dn yg di present? Tp bukannya mereka org yg sama kan? Aaa gmana sih @.@
    pokoknya,ditunggu next2 chapnya yaaa~

  5. WOW critanya Benar-benar DAEBAK pake banget nget nget nget^_^.

    Mianhae ya thor ru bisa commen nich! Soalnya ru ketemu ffnya nich(-__-).

    Dan aku baca dri part 1 smpai part 8*koq jd curhat -,- *
    HA? jd thehun it namdonsaengnya kris? OMG?
    Dan sehun menyukai calon istrinya kris?
    Aigo thehunnie bukankah kau sudah merebutku dri luhan? Dan skrang kau merebut noona dari kris ?*platak dijitak author*tidak nyambung*

    Okai kmbali ke leptop^_^
    Critanya penuh dngan TT(bkantaetiseosoalnya tdk pake S)abaikan* Teka-Teki yg begitu bngak di dalam otakku yg jenius ini*fitnah bangat*
    ^_^
    Apakah HAN MIN YOUNG dan SHIN MIN YOUNG memiliki wajah yg mirip???
    Atau it msa lalu ???
    Tau ah~GELAP banget nich -__-.
    Hanya author dan Tuhan yg tau.

    Jd penasaran TINGKAT AKUT nich thor?Gmna dong??
    Dan in crtanya aku serasa sprt sdang menonton drama di TV ikan Terbang(?) gt deh top bnget.

    Mngkin in crta kalau buat drama beneran Pasti laris manis*seperti manisnya luhan dan baekki*plataaak.
    Lebay?? mngkin.
    Tp beneran lho kalau
    (menurutku)buat drama beneran pasti KECE bnget.

    Next jng lupa adegan romantis kris min young ya??
    Yg palingggggg romantis.
    Yaaaaa sprt KISS mungkin^_^tp lama gtu.kekeke*dijitak author*

    JANGAN kelamaan ya thor-___-?*sujud ala laguMAMA exo*
    HARUS HAPPY ENDING
    *BbuingBbuingthor* JEBALLLLLLL^_^

    Figtaengggg^_^
    Yuna imnida 91line

  6. Ahh..akhirnya nemu jg dsini..d blog tetangga blm smpe part sgini soalnya..
    Iya bner ini agak kpndekan dr yg biasanya..
    Hmm..jgn mreka2 org yg sma.cm beda marga aja x ya?
    Pkoknya dtunggu next part! Fighting!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s