[FF Freelance] Our Target (Part 1)

Title                             : Our Target!

Main Cast                    : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Sub Cast                      : Find by Yourself ^^

Genre                          :Horor-Romance

Length                         : Sequel (Part 1)

Summary                     : When a plan changer for some reason…

***

 

Suatu hari di sebuah kota bernama Gyeongju, yang terletak di Negara South Koreabanyak ditemukan berbagai peristiwa misteri mengenai  ‘legenda pangeran penghisap darah’, yang setiap tahunnya selalu memakan korban ketika, beberapa turis hendak melakukan perjalanan wisata ke kota yang terletak di pesisir pantai laut Timur itu.

Beberapa warga yang sempat bertempat tinggal disana meyakini bahwa, pangeran penghisap darah dan kelompoknya itu tidak menyukai orang asing yang mencoba memasuki wilayah mereka. Oleh sebab itu, komplotan vampire itu selalu mencari korban ketika senja tiba.

Banyak saksi-saksi yang melihat, bahwa wujud asli dari sosok penghisap darah adalah, berkulit putih ,pucat pasi, memiliki bibir semerah darah, dan mempunyai kuku-kuku yang tajam serta besar untuk menerkam korbannya. Namun, beberapa orang meyakini bahwa sosok vampire sesungguhnya merupakan, seperti orang-orang biasa pada umumnya yang membedakan hanyalah , mereka memiliki tatapan tajam yang dapat melumpuhkan setiap orang yang menatap langsung mata mereka, serta kulit pucat pasi yang tergolong rata pada tiap kelompoknya.

Setelah, mendengar legenda sang pangeran penghisap darah itu, banyak warga yang mengungsi dan berpindah ke luar kota itu. dengan berharap, agar tidak ada lagi yang kehilangan sanak saudara atau anggota keluarganya karena, terganggung kelompok setan itu.

10 tahun sudah, kota Gyeongju  kosong tanpa keberadaan manusia. Tempat itu, bagai kota terlarang yang tidak boleh dilalui ataupun di dekati.

Tempat itu pun, kini di diami oleh sekelompok penghisap darah yang memiliki 2 kerajaan keluarga.  Satu kerajaan bermarga KIM dan satu lagi bermarga LEE.

 

 

Keluarga penghisap darah bermarga Lee tergolong, vampire yang memiliki good attitude. Mereka, lebih sering tersenyum meskipun terlihat seperti seringai ‘evil’, dan lebih banyak bertutur kata yang sopan pada vampire-vampire lainnya yang, tidak memiliki marga. Kelompok Lee, cenderung memilih memakan buah-buahan dibanding makanan utama yaitu ‘darah manusia’. Mereka, sangat membenci ketika harus menyakiti manusia secara paksa demi keselamatan wilayah.

Lebih memilih sakit sperti tertusuk seribu paku, dibanding melihat manusia tersakiti. Meskipun, bukan hal yang mudah bagi keluarga ini untuk bertahan dari makanan utama yang sangat menggiurkan itu, tapi keluarga ini selalu meneguhkan niat mereka untuk menyelamatkan manusia jika, mereka bisa.

Kerajaan Lee , sangat di hormati karena kebaikannya yang selalu memberikan ampunan pada setiap warga-marganya yang tidak sengaja menyakiti manusia. Kerajaan ini, memiliki tiga orang pangeran, dan satu orang ratu. Selebihnya, merupakan warga-marga yang di angkat menjadi penghuni castle milik mereka. Dengan satu syarat, mereka harus memiliki marga Lee. Dan setelahnya, mereka akan di angkat menjadi bodyguard, sepupu, sekaligus keluarga dari kerajaan itu sendiri.

Sementara, di sisi lain. kerajaan Kim, terkenal dengan ke-angkuhan dan kesombongannya. Kerajaan ini lebih, memperlakukan warga-marga mereka seperti budak yang tak lebih berharga dari seonggok sampah. Meski begitu, warga marga kerajaan ini sangat patuh dan taat pada setiap perintah dan larangan yang di peruntukkan bagi mereka. Kekayaan, keluarga ini membuat semua warga-marga tunduk dan melaksanakan apa saja untuk menjadi bagian dari kerajaan, maupun menerima semua hinaan yang diselancarkan dari mulut sang raja. Setiap senja tiba, raja Kim akan mengerahkan seluruh budaknya untuk, mencari manusia yang tidak bersalah di luar pantai sebagai makan malam mereka. Jika, salah satu pesuruh ada yang tidak mendapatkannya maka, keluarga Kim tidak segan-segan akan memberikan hukuman yang berat untuknya. Kerajaan Kim memiliki seorang raja serta 2 pangeran, dan beberapa dayang-dayang yang setia mengikuti mereka sejak lama. Selebihnya, merupakan budak-budak yang siap mati untuk melindungi kerajaan ini karena uang.

Kim dan Lee, tidak pernah mencampuri urusan perlakuan mereka masing-masing. Meskipun kedua kerajaan ini  bersahabat sejak lama, bukan berarti tak ada perselisihan di antara mereka. Jika, masalah itu datang dari dunia vampire, mereka akan memecahkannya bersama-sama. Tapi, ketika masalah itu berasal dari Manusia… Kim, memutuskan untuk membunuh mereka sementara Lee berniat melindungi mereka. Karena itulah, persahabatan mereka sedikit renggang belakangan ini.

Meskipun begitu, para pangeran dari kedua kerajaan berbeda ini terlihat sangat bersahabat. Kecuali, pangeran paling tua dari kerajaan Lee. Ia memilih, untuk tidak berkomunikasi dengan anak dari kerajaan Kim yang sombong dan angkuh itu, dibanding Harus bersahabat dengan mereka seperti, yang dilakukan adik-adiknya.

Lee’s Family:

King Lee Min Ho  (Husband)

Queen Lee Min Ah (Wife)

Prince :     *Lee Chang Sun/ Lee Joon (Leader prince)

*Lee Jinki/Onew (Visual Prince)

*Lee Taemin (Magnae Prince)

 

Kim’s Family:

King Kim Bum

Queen Kim So Eun

Prince     : *Kim Jonghyun (Leader Prince)

*Kim Jongin/KAI (Magnae Prince)

 

 

So… here we goo~!!!

Enjoy the story, hope you like it ^^

 

***

Sesosok pemuda berkulit sedikit cokelat pucat terlihat menduduki dahan pohon tertinggi yang terletak di dalam hutan milik kerajaannya. Dilihatnya, pemandangan laut yang memiliki ombak yang cukup besar serta angin yang sedaritadi berhasil menerpa beberapa hela dari rambut cokelat pekat miliknya. Dirasakannya, udara yang berhembus beriringan dengan awan yang terlihat bergerak indah seakan, dapat meluluhlantakan dan merapihkan fikirannya dalam waktu bersamaan.

“Jongin-aaah~!”

Terdengar sebuah suara yang sedikit menginterupsi kesendiriannya. Perlahan, namja berkulit cokelat pucat itu menoleh ke arah suara dan melihat sosok pemuda yang sangat dikenaliinya itu, kini sudah berada tepat di sampingnya. setelah sebelumnya, ia melihat sosok itu masih berjalan dari kejauhan yang membutuhkan waktu lama untuk mencapai tempat di sampingnya saat ini. Maklum, pemuda itu juga sama Vampire. Sama seperti dirinya. Tidak memerlukan waktu lama, untuk terbang, bahkan berlari, ataupun berjalan ke tempat yang di inginkan. Karena, semua itu…bisa dilakukan dengan se-langkah.

Di tatapnya sosok namja berkulit putih yang memiliki rambut cokelat kemerahan, yang baru saja tiba disampingnya itu dengan gusar. Sementara, namja berkulit putih itu tak berniat menghentikkan senyum manis yang menghiasi wajahnya dari pertama ia datang.

Jongin menghela nafas pendek sebelum, berkata… “waeyo?”

“ani. Aku hanya ingin bermain, Jinki-Hyung menghilang entah kemana…sementara, Chan-Sung Hyung sibuk mengurusi kerajaan Ayah! Jadi, aku tidak bisa bermain dengan salah satu di antara mereka!”

“Ya, Taemin-aah! Berhentilah bersikap kekanak-kanakan! Meskipun, umurmu lebih tua dariku tapi, aku merasa lebih mirip Hyung-mu dibanding,nam-dongsaeng. Lagipula, aku tau dimana Jinki-Hyung berada… dia pergi bersama Jonghyun-Hyung untuk mencari informasi soal kerajaan vampire lain di daerah daegu!” jelas Jongin.

Taemin yang semula mengerucutkan bibir karena perkataan Jongin yang mengatainya ‘kekanak-kanakan’ langsung berubah, penasaran tentang penjelasan terakhir Namja berkulit Cokelat itu. “aishh~ memangnya Jonghyun-Hyung bisa menahan diri agar tidak memakan darah manusia?! Bukannya, kita dilarang untuk pergi ke luar kota ini ya? Dan kenapa-“

“itu karna mereka sudah dapat mengendalikan diri, Tae. Jonghyun Hyung, dapat mengendalikan dirinya meski tak sebaik Hyung-mu. Kami terbiasa makan darah, bukan buah-buahan seperti kau dan keluargamu!” Jongin menyombong.

“Yaa! Hentikan sikap angkuhmu itu sekarang juga, Jongin! Aku benar-benar membencinya.” Kutuk Taemin.

“sorry” gumam Jongin, kemudian tertawa kecil melihat wajah temannya.

“aku ingin pergi ke seoul!” ucap Jongin

“Nado!” balas Taemin.

“Jinjja?!”

“Ne. but we cant!”

“We can. We just have to run away from all of vampire in here!”

“m-maksudmu kabur? Pergi diam-diam?! Bagaimana jika kerajaan kita tau?!!”

“aku tidak perduli hal itu. paling-paling mereka hanya, akan mengira bahwa kita sedang bepergian ke dekat pantai!” jelas Jongin. “bepergian ke dekat pantai tidak memerlukan waktu selama itu, Jongin!”

“aku tau. tapi aku benar-benar penasaran dengan kehidupan manusia!”

“A-aku juga… ya sudahlah mari kita lakukan! Lagipula, jika ketahuan pun tak ada yang dapat mereka lakukan selain menjemput. Kita ini kan seorang pangeran!” setuju Taemin.

“Okay. Kita bertemu di sini, Tengah malam nanti ya!” ajak Jongin. Taemin menggangguk pelan, dan setelah itu mereka berdua menghilang untuk kembali ke castle masing-masing.

***

Three Days Later

Terdengar suara Bel, yang bergema memenuhi seluruh ruangan dari salah satu bangunan sekolah di Seoul bernama Hannyang Senior High School. Murid-murid yang berada di dalamnya, seketika meninggalkan semua aktifitas pribadi yang sedang mereka kerjakan, kemudian berlomba-lomba menuju kelas masing-masing. Terkecuali, para murid perempuan yang bekerja dalam ruang kreativitas mading, yang terletak di sudut paling kanan gedung sekolah.

Salah satu dari mereka, sibuk mengotak-atik Komputer sementara, yang lain mencoba menggunting-gunting hiasan dalam karton berwarna krem, membuat hiasan itu menjadi pelengkap dan pemanis dalam foto-foto yang sudah dicetak dan di tempel dalam karton tersebut.

“Aishhh~ apa menurut kalian ini tidak terlalu datar?!” tanya salah seorang Yeoja yang baru saja selesai mengotak-atik Komputer lalu, menduduki meja kerja mading untuk bergabung dengan 5 orang yeoja lainnya.

“De~ kau benar juga. Aku benar-benar kehabisan ide belakangan ini! Lagipula, cerpen-cerpenku juga belum ku lanjutkan karna, tiba-tibe saja feeling ku menghilang entah kemana…” tambah salah satu Yeoja yang memiliki, rambut panjang dengan bermodel poni depan.

“Sulli…Bukankah kau selalu tidak memakai Feeling ketika membuat cerpen?!” tanya yeoja, berambut hitam legam lurus, spontan. Sulli hanya mendelik tajam ke arah Yeoja ini.

“setidaknya, karyaku lebih baik dibanding karyamu yang hanya menempelkan hasil wawancara dengan namja-namja tampan di sekolah, Krystal Jung!” protes Sulli. Kali ini, giliran Krystal yang mendelik tajam ke arahnya.

“Yaaa! Kalian berdua ini, bertengkar terus! Lebih baik, kita memikirkan bagaimana kita, membuat mading menjadi lebih creative lagi!!!” geram ketua mading,sembari menghentikkan perdebatan antara kedua yeoja itu.

Selanjutnya, keheningan memenuhi ruangan itu. aura di sana mulai panas, ketika menyadari tatapan tajam di antara kedua yeoja itu tidak juga melembut. Sementara, tiga anggota mading lain bersitegang memandangi tingkah kedua yeoja tadi sedangkan sang ketua, kembali menduduki kursi Komputer untuk mencari bahan menarik di internet. Tiba-tiba…

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! TAMPANNYAAAAA!!!!!!!!!”

Terdengar suara teriakan beberapa wanita dari arah luar. Dan itu, cukup mengganggu kegiatan belajar dikelas dan anggota mading yang sedang bekerja. Dalam sekejap, lapangan sekolah menjadi ramai, dengan beberapa murid perempuan yang berteriak-teriak kegirangan juga, guru perempuan yang bukannya, memarahi tetapi malah ikut berteriak histeris menyambut dua namja yang baru saja tiba disekolah.

Para anggota mading akhirnya keluar dari ruangan untuk mencari tau apa yang sedang terjadi. sesampainya, mereka dilapangan mereka mendapati sekerumunan yeoja dan songsaengnim-yeoja membentuk sebuah lingkaran besar, memutari dua sosok yang berada di tengah. Seakan, siap memakan mereka habis-habis.

“What’s going on, Here?” tanya Krystal pada Sulli sembari, mencoba memasuki kerumunan itu untuk mendekati ‘sesuatu’ yang mereka kerubuti.


langkah mereka berdua terhenti, saat mendapati dua namja yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. namja yang tampan, tapi sekaligus aneh karena mereka memakai pakaian-pakaian kerajaan yang usang. Mereka seperti datang, dari jaman yang berbeda.

Salah satunya, bertubuh kurus dan berkulit putih pucat pasi, Nampak tersenyum pada kerumunan yeoja-yeoja yang terlihat kagum padanya. Sementara, yang satu lagi hanya menatap dingin pada kerumunan yeoja ini. Namja, yang satu lagi berkulit cokelat pucat dan sedikit lebih tinggi dibanding namja berkulit putih.

Mata mereka menajam seperti, dapat memancarkan sesuatu yang mampu membuat semua orang menjadi tergila-gila dan tunduk pada mereka.

Krystal dan Sulli hanya berpandangan satu sama lain. namja-namja itu rupawan tapi sedikit…aneh dan menakutkan. Meski, namja berkulit putih sesekali menyunggingkan senyum yang terlihat sepertoi seringai diwajahnya.

“s-siapa mereka?” tanya Sulli pada Krystal. Krystal menggeleng pelan, sebelum akhirnya terdengar suara yang datang dari arah belakang kedua yeoja ini.

“itu yang perlu kalian cari tau! Krystal Jung, Choi Sulli…sepertinya tugas kalian sudah bisa dimulai! Berikan yang terbaik untuk mading mengenai kedua namja ini! Kalau perlu kalian stalking mereka, kemanapun mereka pergi!” perintah ketua mading

“MWOO?!!” protes krystal dan Sulli serempak.

TBC

34 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 1)

  1. Wahhh….. Baru baca ff ini tadi iseng iseng cari ff krystal trus ketemu ini seh pas di baca seru bnget ^^ tapi di sini krystal msih dikit mungkin baru perkenalan tokoh kli ya ysudh next chap ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s