As Good As It Gets [Part 2]

By : MissFishyJazz

Chapter | Romance, Friendship, Real Life | PG-15

Cast : Kang Daesung, Areum Lee, Minjun

Notes : Cerita ini terinspirasi dari sebuah film dengan judul yang sama, kalau mau cari tahu sih silahkan, film ini adanya sekitar tahun ’97 dan dari Empire magazine jadul yang pernah Nana lihat di lemari mama, film ini menjadi bagian The 500 Greatest Movie of All Time dan masuk 7 kategori nominasi Oscar.

You make me want to be a better man.

 

Daesung merangkak kembali ke atas kasur empuknya. Semalaman, pria peter-puffer itu menganggunya dengan nyaris membuat mereka masuk headline karena heater kamar mandi yang meledak. Bayangkan saja, suhu maksimal yang bisa dicapai heater itu sengaja Daesung pasang hanya sampai 40oC dan pria mengerikan itu memasangnya hingga 60oC. Mau jadi apa dirinya jika harus mati terpanggang seperti Final Destination 3, tapi ini bedanya dia terpanggang dalam ruangan yang lebih luas yang akan terlihat lebih bodoh, dan parahnya lagi, dia mati bersama seorang peter-puffer-er! Pertegas lagi, HOMOSEKSUAL! Aduh hancur sudah reputasinya, dan bisa saja sosoknya yang angkuh akan terkenang sebagai homseksual yang paling munafik.

 

“Daesung! Daesung-ssi! Bisa tolong aku.” Oh Jerk! Apalagi yang diinginkan Minjun dari ketenangan hidupnya? Kurang buruk apa malam ini? Dia lelah dengan setumpuk pekerjaannya, Areum yang tak membalas pesan permintaan tolongnya dan Minjun, pria peter-puffer yang gemar sekali merusak menit-menit berharga hidupnya. Daesung turun dengan cepat, dan membuka pintu dengan sembrono, malas menjaga tata krama untuk pria itu.

“Ada apa lagi?” Daesung mengerjapakan matanya dan memfokuskan cahaya pada wajah Minjun yang terlihat bingung.

Ehm, aku sedikit bingung dengan LED TV di rumahmu, bisa kau tolong aku?” Oh demi Neptunus di langit atau di laut, Daesung tidak peduli, dia ingin sekali melemparkan se ton besi baja pada Minjun yang menatapnya seperti beruang madu kehilangan induknya dan meraung minta tolong pada serigala. Abaikan, Daesung tidak tertarik memangsa pria ini.

 

Daesung berjalan melewati Minjun dan menyalakan TV dengan remote yang ada di meja kayu, sementara Minjun dengan gaya seenaknya malah duduk tumpang kaki di sofa lebar di hadapan TV. Seakan membiarkan Daesung menjadi pelayannya barang beberapa menit.

“Sudah.” Daesung baru saja meletakkan remote di samping Minjun ketika menolehkan kepalanya ke arah TV, dan melihat liputan ulang acara Film Independent Spirit Award 2012 yang hampir kadaluarsa dan parahnya bagian yang ia lihat adalah ketika Matt Bomer datang ke atas red carpet dan memberikan senyum cerahnya pada wartawan. Demi apapun, pria itu bahkan ditolak menjadi cast Superman hanya karena dia gay, dan kini Daesung terpaksa melihatnya! Tuhan memang luar biasa!

 

Dia tidak ada minat lagi untuk berlama-lama dikelilingi unsur-ke-gay-an dan akhirnya lebih memutuskan untuk kembali tidur dalam waktu kurang dari 3 jam kedepan, dan walaupun Minjun menggedor-gedor kamarnya dengan api obor yang menyala hingga 950oC mirip pembakaran stoker di Incheon—yang pastinya tak mungkin—ia tak akan keluar dari sarang tidurnya yang super hangat dan ekstra nyaman.

 

***

 

Pagi-pagi sekali Areum datang ke tempatnya bekerja, senyum cerahnya mengembang hari ini. Tadi malam dokter yang menangani penyakit asbestosis kakaknya, mengatakan bahwa dia telah mengirimkan berkas penyakit Min Jung ke salah satu rumah sakit di California, dan mengatakan jika ada dokter yang mau membantu Min Jung dengan sukarela di sana. Hara yang hari ini sengaja datang untuk memberikan kejutan kedatangannya dari Jepang pada Junhyung saja sampai bingung dibuatnya.

 

“Kamu semangat sekali pagi ini, Areum-aa.” Areum menoleh ke sumber suara dari tengah dapur itu.

“Oh unnie! Tentu saja, ada dokter nya mau membantu Min Jung unnie dengan sukarela, dan tentu saja aku senang.”

“Benarkah?”

“Tentu saja.” Areum mengangguk pasti, ia mondar mandir mengambil crescent kuning dari vas-vas kaca tinggi-kecil di meja-meja di ruangan itu, dan meletakkannya di meja depan dapur.

“Oh ya, kapan unnie kembali dari Jepang?”

“Kemarin sore, aku berencana membuat kejutan untuk Junhyung oppa hari ini.” Hara mengambil tumpukan bucket bunga baru dari pendingin bunga di belakang dapur, dan meletakkannya di samping crescent kuning yang baru diambil Areum.

“Junhyung oppa pasti aka sangat senang, kalian kan sudah berjauhan cukup lama.” Areum melepaskan ikatan tali berwarna putih kekuningan yang membelenggu morning glory putih di tangannya. Ia memilah bunga yang pertanda janji yang dipegang teguh itu sesuai jumlah 20 meja di cafe ini.

“Ya. Dua bulan di Jepang, rasanya jadi berpuluh-puluh tahun setiap aku membaca pesan dan menerima telepon darinya.” Hara mengangkut crescent kuning itu dan membuangnya ke belakang cafe, bunga itu jatuh dan tergeletak di tanah lapang kosong di belakang gedung dan akan membusuk dengan sendirinya dengan tanah, menjadi pupuk, dan menyuburkan tanah. Ide Areum yang cukup mendukung GreenPeace.

Areum baru saja selesai meletakkan dua bunga di vas meja terakhir dan menatap Hara dengan salah satu alis terangkat, “Aku sekarang tahu bahwa kalian adalah pasangan super pi-ci-san.” Hara dan Areum tertawa bersama-sama dan membiarkan hanya suara burung yang menginstrumentasi mereka.

 

“Mau kubuatkan sesuatu, unnie?” Areum menyiapkan beberapa peralatan di dapur, yang ia yakini sudah dicuci Sulli dan Minho tadi malam.

“Tentu, hot white coffee.”

Okay.” Areum mengangkat beberapa peralatan pembuat kopi ke atas meja dapur, membawa tumpukan kopi yang sudah digiling Junhyung untuk minggu ini, dan membawa coklat juga untuk hot chocolate-nya pagi ini. Kepulan asap manis tercium menyebar ke seisi ruangan setelahnya. Pagi itu dilewati Hara dan Areum dengan tenang, hingga Junhyung datang, dan Areum terpaksa menjadi penonton dadakan Hara dan Junhyung yang melepas rindu mereka, saling berbagi pelukan, ciuman, cerita, hingga akhirnya meninggalkan Areum sendiri di cafe itu karena…. you know.

Semakin matahari tiba dalam posisi yang dengan angkuhnya mengusik mimpi siapapun, semakin ramai kondisi cafe itu, Minhyuk si barista dan Jung Ah si koki untuk cafe in juga sudah datang, tinggal menunggu kedatangan Yubin untuk membantu Areum bekerja melayani setiap pelanggan yang datang.

 

Areum meletakkan nampannya di atas meja dapur setelah selesai mengantarkan hot frappuccino  ke meja Kibum, si mahasiswa tingkat akhir yang mengaku menyukainya beberapa hari yang lalu, tapi Areum rasa perasaan itu tidak bisa terbalas mengingat ia sedang tidak tertarik menjalin dan terlibat hubungan dengan siapapun, dan Kibum yang notabene harus memfokuskan pikirannya pada sidang skripsi teknik sipilnya dua minggu lagi. Areum berbicara dengan topik-topik ringan bersama Kibum tadi, dan mengatakan tentang Min Jung dan dokter di California dan dengan baiknya Kibum mengatakan, “Aku ada kenalan di California, jika kau mau aku bisa minta tolong padanya untuk mengijinkanmu tinggal bersamanya. Dia seorang wanita, dan teman baik Taeyeon unnie.” Betapa beruntungnya gadis pria itu kelak.

 

Baru saja Areum ingin berbincang dengan Minhyuk, tapi sebuah skandal paling menghebohkan seisi gedung itu datang, bukan dengan berita atau surat kabar karena itu terlalu tidak penting untuk dibaca Areum. Namun dua orang pria yang menjadi pusat eksistensi kegemparan skandal itu sedang melangkah memasuki cafe. Yang satu berjalan dengan langkah berat dan enggan, yang satu berjalan dengan langkah santai seperti hidupnya pada waktu yang kemarin dan kemarinnya lagi.

 

Daesung memasuki cafe bersama Minjun!

 

Areum terpaksa menutup mulutnya paksa, jika tidak bisa malu ia karena terus-terusan menganga melihat pemandangan yang lebih langka daripada Im Yoona, artis berbakat yang nekad menggundul rambutnya demi syuting film perjuangan gadis penderita kanker hingga bisa hidup bahagia. Oh okay, mulai bergeser dari topik. Areum dengan terburu-buru berdiri di hadapan dan dengan terpaksa membuat pria yang menundukkan kepalanya itu mendongak dan menatap Areum yang menatapnya tak percaya.

 

“Jangan katakan bahwa orientasi seks mu berubah?” Jadi sekarang Daesung tahu apa yang membuat Areum menatapnya tak percaya dan itu jelas tak mungkin.

“Tentu tidak! Mana mungkin aku menyukai orang yang semalam hampir meledakkan heater kamar mandi ku.” Daesung menutup mulutnya kikuk, aduh, dia kan belum siap menceritakan nightmare-nya pada Areum, dan sekarang ia sudah keceplosan.

“Ada yang perlu kau jelaskan di sini, Oppa.” Areum menekankan setiap perkataannya dan menyeret Daesung ke meja yang biasa Daesung tempati.

 

***

 

“Untuk itulah aku sedang berpikir untuk pindah lantai.” Daesung selesai menceritakan pengalaman paling traumatis dalam hidupnya itu, ehm hiperbola, pengalaman paling tidak menyenangkan dalam hidupnya itu pada Areum.

“Sayangnya, kamar terakhir di flat ini, kalau tak salah di lantai 6, telah diisi si gitaris keren itu mulai dari tiga hari lalu. ” Dengan ekor matanya Areum menunjukkan seorang pria dengan rambut menarik, baju santai dengan gitar di sampingnya yang mengisi salah satu meja di tengah ruangan, “Dia, Jung Yonghwa.”

Daesung berdehem ringan, cemburu tak langsung mendengar Areum yang menambahkan ‘keren’ setelah kata gitaris untuk si pria itu. Selama Jung Yonghwa itu tidak bisa melampaui kemampuan saudara jauh-sama-marganya, si muda Sungha Jung, untuk Daesung dia tidak keren.

 

“Apa kau tidak bisa membagi kamarmu denganku?” Kalimat bodoh itu dengan spontan dikatakan Daesung.

“Jika kau berminat mengusir Min Jung unnie dari kamarnya dan membuatnya cepat mati dan membuatku cepat membunuhmu dan membuatku cepat bunuh diri, maka silahkan.” Terlalu banyak dan saking kesalnya Areum pada pria rasis itu.

Okay, baiklah. Hanya sampai Seungri mendapatkan apartment baru untukku, dan hidupku akan menjadi lebih aman setelahnya.” Daesung menatap Areum lurus lurus, berharap gadis itu mendongakkan kepalanya dari nampan yang lebih dari kata mengilap itu, dan memohonnya agar tidak pindah. Seperti drama-drama, tapi Areum tetaplah Areum. Ia tidak pernah menyukai drama apapun kecuali Sungkyunkwan Scandal, Rooftop Prince dan I Miss You,  mengingat Yoochun, idola super kerennya bermain di sana.

 

Areum tersenyum cuek dan bangkit berdiri, membenahi rok kerja yang dipakainya dan mengangkat nampan, “Aku harus kembali bekerja, hot Americano dan French toast-mu akan segera kuantar setelah Yubin unnie selesai mengganti pakaian.” Rupanya waktu Daesung berharap hal tidak mungkin tadi, Areum melihat ke arah pintu dan Yubin baru saja datang dengan senyum murah hatinya pada Areum. Daesung mendengus sebal dan melihat kepergian Areum. Buruknya lagi, Areum sempat membagi senyum manisnya dengan Kibum yang ingin cepat-cepat ia cekik itu.

 

“Haduh! Harus dengan cara apa aku mendapatkan perhatiannya!” Daesung mengacak-acak rambutnya yang tersisir rapi berlapis-lapis dengan gusar dan tentu, dengan aura-ingin-memcekik-Kibum yang amat kuat.

 

To be Continue..

6 thoughts on “As Good As It Gets [Part 2]

  1. Suka sama cerita nana author 😀
    tapi masih bingung soal posisi minjun di cerita ini.
    apa nanti daesung bakal jadi homoseks? OMO jangaan ><
    aku suka pas areum bilang begini, “Jika kau berminat mengusir Min Jung unnie dari kamarnya dan membuatnya cepat mati dan membuatku cepat membunuhmu dan membuatku cepat bunuh diri, maka silahkan.” Terlalu banyak dan saking kesalnya Areum pada pria rasis itu.
    hahaha, daebak aku cuma ketawa ketiwi sendiri bacanya.. kocak da cerita ini
    belum ada kritik yang mau disampaikan, typo masih bersih 😀
    fighting nana author :*

    • nah itu yang masih jadi misteri episode berikutnya ..
      hahahha ..
      karena kalau kamu baca resensi film ini, harusnya yang nginep di rumah daesung itu anjingnya minjun, bukan minjun 😉

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s