[FF Freelance] Inferno-The Rotten World (Part 1)

Title : Inferno-The Rotten World part I

Author : azureicesky

Casts : Sehun (Stevan), Luhan (Loui), Lay (Ray), D.O (Miguel), Kris (Kris), Kai (Alvarez), Yunho (Julian), Changmin (Aciano). *Karena settingnya di Mexico, saya ganti nama-nama mereka pake nama Mexico. Masih mirip ma nama asli mereka kok, kecuali D.O, Kai, Changmin*

Genre : Action, Hurt

Length : Drabble Chaptered

Rating : PG-17 *warning! Mild words*

Disclaimer: This fanfic is mine. Any use, republication or redistribution of this content is expressly prohibited without the prior written consent of the Author.

Inferno-The Rotten World part I

 

Ini adalah tahun 2100, tahun dimana segalanya telah membusuk—pemerintah, ilmuwan, ekonom, media, dan ya, segalanya. Kau tidak akan pernah menemukan orang-orang itu bekerjasama untuk menyelamatkan negara dan masyarakat.   Pemerintah tidak pernah mengambil kebijakan untuk membekuk kartel narkoba terbesar di negara kami sebab kartel tersebut memiliki jaringan yang kuat dengan para ekonom, sehingga memberantasnya juga berarti memangkas devisa negara. Para ilmuwan sedang berlomba-lomba  menciptakan substansi peledak paling menakutkan dengan menggabungkan god particle dengan toksin dari tanaman hemlock. Baru-baru ini diketahui bahwa beberapa organisasi ilmuwan telah bekerjasama dengan kelompok X yang bertujuan menghancurkan Meksiko, dan kukira semuanya memang begitu. Sementara agensi keamanan kami sedang bertahan di tengah dunia yang membusuk, para awak media terus-terusan menyuntikan opini tidak benar—semacam brainwashing—kepada masyarakat, dan hal itu menambah buruk segalanya. Ya, saat ini dunia sedang mencapai akhirnya.

“Ray, kami menemukan 17 situs yang memuat nama agen-agen kita yang sedang menyamar. Kau harus meretasnya dalam waktu 1 jam”, aku melihat Miguel menyerahkan sebuah benda emas kecil pada Ray. “Kesemuanya memakai kode keamanan”.

Ray membenarkan kacamatanya, lalu mengambil benda emas kecil itu dari tangan Miguel tanpa basa-basi. Aku mengamati tingkah lakunya dari balik meja sambil melipat tangan. Ray sedikit lebih tua dariku, mungkin dua atau tiga tahun. Ia sangat pendiam, dan tidak akan bicara kecuali menjelaskan hal-hal yang ia temukan dari situs-situs kriminal yang berhasil ia retas. Ray adalah seorang jenius komputer.

Di sisi lain, Miguel adalah agen tingkat E di kantor kami. Ia tidak membawahi siapapun, tetapi agen-agen di tingkat D dan E selalu menjadi bawahan agen tingkat C. Kinerja Miguel sedang berada di bawah pengawasanku.

“Oh, Stevan”, Miguel tiba-tiba menoleh padaku dan menyapa. “Kau sudah makan?”.

Sebenarnya aku tidak suka orang ini. Ia terlalu sok akrab padaku, tapi baiklah, mungkin ia bisa menjadi teman yang baik.

“Belum. Kau?”.

“Sudah. Hahaha”, Miguel tertawa, lalu melengos pergi. Sial, dia hanya mengerjaiku.

“Bloody hell!”, Ray tiba-tiba mengumpat, dan aku langsung melompat ke mejanya.

“Apa yang kau temukan?”, tanyaku penasaran. Tetapi aku tidak menunggu jawaban Ray untuk melihat ke layar laptopnya, dan pandanganku langsung disambut pemandangan mayat-mayat bergelantungan yang mengerikan. “Apa ini?!”.

“Foto mayat-mayat di Nuevo Lerado minggu lalu. Kau tidak tahu?”.

“Aku tahu kasusnya, tapi aku belum pernah melihat fotonya”, ucapku. Dan baru saja mulutku berhenti bicara, sebuah tulisan berwarna merah darah muncul di layar laptop Ray.

1 site = 1000 souls

“Ancaman”, keluhku. Ray mengangguk. Ia melanjutkan mengecek pusat-pusat seluruh situs tersebut melalui jaringan satelit, dan menemukan bahwa mereka berdiri pada satu domain yang sama yang tidak terlacak. Itu bukan hal yang aneh karena hampir seluruh situs illegal selalu seperti itu. Aku meninggalkan Ray ketika ia mulai meretas satu demi satu situs-situs tersebut karena yang akan terlihat di layar laptopnya hanyalah garis-garis hijau tidak jelas dan seperti biasa, Ray harus berhasil menemukan kode rahasia itu.

“Stevan”, ia tiba-tiba memanggilku yang sedang sibuk mengecek jadwal latihan terbaru untuk agen tingkat B.

“Ya?”.

“Kemarilah”.

Aku berjalan kearahnya, dan segera mengikuti arah pandangnya ke layar laptop.

17 sites = Mexico

“Jebakan”, ucap Ray kesal.

“Fuck! Aku akan memberi tahu Julian soal ini!”.

–          To Be Continued –

___________________________________________________________________

A/N: FF ini terinspirasi dari film Skyfall dan berita kartel-kartel narkoba di Mexico. Ini pertama kalinya saya bikin ff bergenre action. Semoga kalian suka^^

Oh ya, mungkin lanjutannya bakal lebih cepet diupdate di blog saya, jadi silahkan kunjungin kalo penasaran*promosi*/*ditendang*

Jangan lupa komen yahh. Sankyu<3

One thought on “[FF Freelance] Inferno-The Rotten World (Part 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s